Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 22, No 1 (2013): April 2013"
:
10 Documents
clear
PEMANFAATAN TELECENTER BALAI INFORMASI MASYARAKAT OLEH PETANI TANAMAN HIAS (KASUS DESA CIHIDEUNG)
Muslim, Acep
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program penyediaan akses internet di pedesaan telah dilakukan oleh berbagai pihak sejak tahun 2000. Keberadaan fasilitas internet melalui program Balai Informasi Masyarakat (BIM) tidak saja sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat pedesaan, tetapi juga merupakan media untuk kegiatan pengembangan masyarakat desa. Pengkajian dilakukan untuk melihat pola komunikasi dan mengetahui pemanfaatan telecenter BIM di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, dalam pemenuhan kebutuhan informasi para petani tanaman hias. Pengkajian dilaksanakan dengan metode kualitatif. Analisis data didasarkan pada hasil wawancara dengan para petani, pengurus BIM, dan pengamatan aktivitas di BIM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam pemenuhan kebutuhan informasi yang dilakukan oleh para petani Cihideung adalah komunikasi secara langsung, interpersonal, dengan sumber-sumber informasi yang bersifat personal dan tidak termediasi. Telecenter BIM sebagai media komunikasi dan sumber informasi belum dimanfaatkan secara optimal oleh para petani tanaman hias.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BANTEN
Maryani, Sri
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengelolaan perpustakaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten ditinjau dari aspek manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi, tidak dapat dipisahkan dari organisasi induknya yaitu BPTP Banten. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, perpustakaan BPTP Banten mengembangkan diri ke arah perpustakaan digital. Selain layanan informasi tercetak, disediakan pula layanan informasi dalam format digital. Dalam pengembangan selanjutnya, perpustakaan BPTP Banten dihadapkan pada masalah dan kendala. Untuk dapat menetapkan strategi yang tepat, dilakukan pengkajian menggunakan metode brainstorming dan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi lingkungan internal perpustakaan BPTP Banten berada pada nilai skor 605 atau termasuk dalam kategori kuat dan peluang pengembangan masih terbuka luas. Kondisi lingkungan eksternal berada pada nilai skor 495 yang berarti ancaman yang besar untuk keberhasilan pengembangan perpustakaan. Strategi untuk meningkatkan kinerja dilaksanakan melalui: (1) peningkatan sumber daya listrik di ruang perpustakaan, (2) penyediaan fasilitas TI yang memadai, dan (3) penambahan tenaga yang menguasai TI di perpustakaan.
LITERASI INFORMASI PUSTAKAWAN/PENGELOLA PERPUSTAKAAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN
Rufaidah, Vivit Wardah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Literasi informasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh pustakawan/pengelola perpustakaan dan merupakan salah satu kunci keberhasilan pustakawan/pengelola perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian. Pengkajian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan memaparkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah semua pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian yang berjumlah 116 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling dengan jumlah sampel 73 orang. Hasil kajian menunjukkan capaian nilai indikator-indikator literasi informasi yang dikaji berkisar antara 43,84-94,52%. Hal ini menunjukkan bahwa literasi informasi pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian masih perlu ditingkatkan, terutama kemampuan dalam mengevaluasi informasi serta memanfaatkan dan mengomunikasikannya dalam bentuk karya tulis yang dipublikasi.
KAJIAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PUSTAKAWAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN
Andriaty, Etty;
Hendrawaty, Hendrawaty
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu upaya pemerintah untuk mengukur kompetensi jabatan fungsional pustakawan adalah melalui penilaian hasil pekerjaan. Jenjang jabatan diukur berdasarkan kompetensi yang dimiliki pustakawan yang tercermin pada nilai kredit kumulatif yang dicapai pustakawan yang bersangkutan. Pengkajian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kinerja pustakawan lingkup Kementerian Pertanian melalui penilaian hasil kegiatan, (2) mengetahui kesenjangan penilaian, dan (3) mengidentifikasi masalah dalam penilaian angka kredit pustakawan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2012 melalui analisis isi terhadap 244 berkas daftar usulan penetapan angka kredit dan dokumen hasil penilaian angka kredit hasil rapat pleno Tim Penilai Jabatan Fungsional Pustakawan Instansi Kementerian Pertanian periode 2007-2011. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa jumlah angka kredit yang diajukan pustakawan berbeda dengan hasil penilaian Tim Penilai. Rata-rata nilai yang disetujui oleh Tim Penilai hanya 75,80% atau turun 24,20% dari yang diajukan pustakawan. Kegiatan pengembangan profesi, pemasyarakatan dan pengkajian perpustakaan, dokumentasi dan informasi (perpusdokinfo) belum dilaporkan oleh semua pustakawan. Masalah dalam penilaian angka kredit adalah ketidaklengkapan dokumen yang akan dinilai dan belum adanya kesamaan persepsi mengenai cara penghitungan angka kredit untuk tiap butir kegiatan antara Tim Penilai dan pustakawan.
KAJIAN PROFIL ARTIKEL DAN PRODUKTIVITAS PENULIS PADA BULETIN KEBUN RAYA
Sutarsyah, Sutarsyah;
Rufaidah, Vivit Wardah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengkajian mengenai publikasi Buletin Kebun Raya bertujuan untuk melihat profil artikel yang dimuat pada Buletin Kebun Raya, yang mencakup subjek artikel, kolaborasi penulis, dan produktivitas penulis. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis artikel Buletin Kebun Raya yang diterbitkan pada tahun 1975-2013. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1973-2013, Buletin Kebun Raya memuat 306 artikel. Subjek artikel yang paling banyak ditulis adalah mengenai biologi, disusul ulasan umum mengenai varietas tumbuhan tertentu, konservasi, dan perkebunrayaan. Mayoritas penulis berasal dari internal, yaitu peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI (PKT-KRB) dan Balai Penelitian dan Pengembangan Botani Puslitbang Biologi LIPI. Artikel yang ditulis oleh penulis tunggal (individu) berjumlah 209artikel (68,30%), sedangkan yang ditulis secara berkolaborasi dengan penulis lain berjumlah 97 artikel (31,70%). Tingkat kolaborasi penulis artikel Buletin Kebun Raya yaitu 0,32%. Produktivitas penulis artikel pada Buletin Kebun Raya cenderung tidak merata dan masih rendah. Produktivitas peneliti PKT-KRBpada Buletin Kebun Raya sebesar 0,19. Terdapat 13 penulis yang berkontribusi lebih dari empat artikel dan satu orang penulis menyumbangkan delapan artikel selama kurun waktu 35 tahun sejak Buletin Kebun Raya diterbitkan. Penulis yang paling banyak berkontribusi dalam Buletin Kebun Raya adalah peneliti dari PKTKRB LIPI.
KAJIAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PUSTAKAWAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN
Etty Andriaty;
Hendrawaty Hendrawaty
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21082/jpp.v22n1.2013.p24-29
Salah satu upaya pemerintah untuk mengukur kompetensi jabatan fungsional pustakawan adalah melalui penilaian hasil pekerjaan. Jenjang jabatan diukur berdasarkan kompetensi yang dimiliki pustakawan yang tercermin pada nilai kredit kumulatif yang dicapai pustakawan yang bersangkutan. Pengkajian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kinerja pustakawan lingkup Kementerian Pertanian melalui penilaian hasil kegiatan, (2) mengetahui kesenjangan penilaian, dan (3) mengidentifikasi masalah dalam penilaian angka kredit pustakawan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2012 melalui analisis isi terhadap 244 berkas daftar usulan penetapan angka kredit dan dokumen hasil penilaian angka kredit hasil rapat pleno Tim Penilai Jabatan Fungsional Pustakawan Instansi Kementerian Pertanian periode 2007-2011. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa jumlah angka kredit yang diajukan pustakawan berbeda dengan hasil penilaian Tim Penilai. Rata-rata nilai yang disetujui oleh Tim Penilai hanya 75,80% atau turun 24,20% dari yang diajukan pustakawan. Kegiatan pengembangan profesi, pemasyarakatan dan pengkajian perpustakaan, dokumentasi dan informasi (perpusdokinfo) belum dilaporkan oleh semua pustakawan. Masalah dalam penilaian angka kredit adalah ketidaklengkapan dokumen yang akan dinilai dan belum adanya kesamaan persepsi mengenai cara penghitungan angka kredit untuk tiap butir kegiatan antara Tim Penilai dan pustakawan.
KAJIAN PROFIL ARTIKEL DAN PRODUKTIVITAS PENULIS PADA BULETIN KEBUN RAYA
Sutarsyah Sutarsyah;
Vivit Wardah Rufaidah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21082/jpp.v22n1.2013.p30-34
Pengkajian mengenai publikasi Buletin Kebun Raya bertujuan untuk melihat profil artikel yang dimuat pada Buletin Kebun Raya, yang mencakup subjek artikel, kolaborasi penulis, dan produktivitas penulis. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis artikel Buletin Kebun Raya yang diterbitkan pada tahun 1975-2013. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1973-2013, Buletin Kebun Raya memuat 306 artikel. Subjek artikel yang paling banyak ditulis adalah mengenai biologi, disusul ulasan umum mengenai varietas tumbuhan tertentu, konservasi, dan perkebunrayaan. Mayoritas penulis berasal dari internal, yaitu peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI (PKT-KRB) dan Balai Penelitian dan Pengembangan Botani Puslitbang Biologi LIPI. Artikel yang ditulis oleh penulis tunggal (individu) berjumlah 209artikel (68,30%), sedangkan yang ditulis secara berkolaborasi dengan penulis lain berjumlah 97 artikel (31,70%). Tingkat kolaborasi penulis artikel Buletin Kebun Raya yaitu 0,32%. Produktivitas penulis artikel pada Buletin Kebun Raya cenderung tidak merata dan masih rendah. Produktivitas peneliti PKT-KRBpada Buletin Kebun Raya sebesar 0,19. Terdapat 13 penulis yang berkontribusi lebih dari empat artikel dan satu orang penulis menyumbangkan delapan artikel selama kurun waktu 35 tahun sejak Buletin Kebun Raya diterbitkan. Penulis yang paling banyak berkontribusi dalam Buletin Kebun Raya adalah peneliti dari PKTKRB LIPI.
PEMANFAATAN TELECENTER BALAI INFORMASI MASYARAKAT OLEH PETANI TANAMAN HIAS (KASUS DESA CIHIDEUNG)
Acep Muslim
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21082/jpp.v22n1.2013.p1-7
Program penyediaan akses internet di pedesaan telah dilakukan oleh berbagai pihak sejak tahun 2000. Keberadaan fasilitas internet melalui program Balai Informasi Masyarakat (BIM) tidak saja sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat pedesaan, tetapi juga merupakan media untuk kegiatan pengembangan masyarakat desa. Pengkajian dilakukan untuk melihat pola komunikasi dan mengetahui pemanfaatan telecenter BIM di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, dalam pemenuhan kebutuhan informasi para petani tanaman hias. Pengkajian dilaksanakan dengan metode kualitatif. Analisis data didasarkan pada hasil wawancara dengan para petani, pengurus BIM, dan pengamatan aktivitas di BIM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam pemenuhan kebutuhan informasi yang dilakukan oleh para petani Cihideung adalah komunikasi secara langsung, interpersonal, dengan sumber-sumber informasi yang bersifat personal dan tidak termediasi. Telecenter BIM sebagai media komunikasi dan sumber informasi belum dimanfaatkan secara optimal oleh para petani tanaman hias.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BANTEN
Sri Maryani
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21082/jpp.v22n1.2013.p8-15
Pengelolaan perpustakaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten ditinjau dari aspek manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi, tidak dapat dipisahkan dari organisasi induknya yaitu BPTP Banten. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, perpustakaan BPTP Banten mengembangkan diri ke arah perpustakaan digital. Selain layanan informasi tercetak, disediakan pula layanan informasi dalam format digital. Dalam pengembangan selanjutnya, perpustakaan BPTP Banten dihadapkan pada masalah dan kendala. Untuk dapat menetapkan strategi yang tepat, dilakukan pengkajian menggunakan metode brainstorming dan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi lingkungan internal perpustakaan BPTP Banten berada pada nilai skor 605 atau termasuk dalam kategori kuat dan peluang pengembangan masih terbuka luas. Kondisi lingkungan eksternal berada pada nilai skor 495 yang berarti ancaman yang besar untuk keberhasilan pengembangan perpustakaan. Strategi untuk meningkatkan kinerja dilaksanakan melalui: (1) peningkatan sumber daya listrik di ruang perpustakaan, (2) penyediaan fasilitas TI yang memadai, dan (3) penambahan tenaga yang menguasai TI di perpustakaan.
LITERASI INFORMASI PUSTAKAWAN/PENGELOLA PERPUSTAKAAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN
Vivit Wardah Rufaidah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21082/jpp.v22n1.2013.p16-23
Literasi informasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh pustakawan/pengelola perpustakaan dan merupakan salah satu kunci keberhasilan pustakawan/pengelola perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian. Pengkajian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan memaparkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah semua pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian yang berjumlah 116 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling dengan jumlah sampel 73 orang. Hasil kajian menunjukkan capaian nilai indikator-indikator literasi informasi yang dikaji berkisar antara 43,84-94,52%. Hal ini menunjukkan bahwa literasi informasi pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian masih perlu ditingkatkan, terutama kemampuan dalam mengevaluasi informasi serta memanfaatkan dan mengomunikasikannya dalam bentuk karya tulis yang dipublikasi.