cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019" : 5 Documents clear
Analisis Literasi Informasi Pustakawan Kementerian Pertanian di Jawa Barat dan DKI Jakarta Erriani Kristiyaningsih
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p32-37

Abstract

Kemampuan literasi informasi pustakawan lingkup Kementerian Pertanian perlu terus ditingkatkan terutama dalam mengevaluasi dan memanfaatkan informasi serta cara mengomunikasikan informasi kepada pengguna perpustakaan. Pustakawan lingkup Kementerian Pertanian perlu memiliki kemampuan literasi informasi karena pustakawan memegang peranan penting dalam penyebaran informasi terbaru guna memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Namun, kenyataannya pustakawan lingkup Kementerian Pertanian masih memiliki keterbatasan dalam literasi informasi dan terdapat perbedaan kompetensi literasi informasi antara pustakawan ahli dan pustakawan terampil. Pengkajian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi pustakawan ahli dan pustakawan terampil di lingkup Kementerian Pertanian. Pengkajian dilakukan terhadap 72 pustakawan dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji beda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi pustakawan ahli lebih baik dibandingkan dengan pustakawan terampil dalam hal mengenali informasi, mengidentifikasi informasi, mengorganisir informasi, serta menggabungkan dan membangun informasi. Sementara kemampuan literasi informasi pustakawan terampil lebih baik daripada pustakawan ahli dalam hal membangun strategi untuk menemukan informasi, mencari dan mengakses informasi, serta membandingkan dan mengevaluasi informasi.
Produktivitas dan Literasi Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Noer’Aida Noer’Aida
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p7-15

Abstract

Produk akhir seorang peneliti adalah karya tulis ilmiah (KTI) yang diterbitkan dalam publikasi nasional maupun internasional. Artikel yang terbit pada publikasi yang terindeks di Scopus merupakan salah satu capaian tertinggi bagi peneliti. Kualitas KTI seharusnya berbanding lurus dengan kemampuan literasi informasi yang dapat diukur melalui kemutakhiran, jenis, dan jumlah acuan yang digunakan. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui produktivitas dan tingkat literasi peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui KTI yang terindeks di Scopus. Metode yang digunakan adalah bibliometrik dengan analisis sitasi dan deskriptif evaluatif. Populasi kajian adalah KTI peneliti BATAN yang terindeks di Scopus sejak tahun 2013 sampai 2017 yaitu sebanyak 305 judul. Sementara sampel kajian adalah KTI peneliti BATAN sebagai penulis pertama sebanyak 149 judul dengan jumlah acuan yang digunakan 2.937 judul. Hasil kajian menunjukkan bahwa produktivitas KTI peneliti BATAN meningkat pada kurun waktu tersebut. Tingkat literasi informasi peneliti berdasarkan kemutakhiran daftar acuan yang digunakan adalah lebih dari 5 tahun (60,84%). Jenis sumber acuan yang paling banyak digunakan adalah jurnal ilmiah (72,45%). Jumlah acuan yang paling banyak digunakan berkisar antara 10-20 judul dan lebih  dari  20 judul (83,22%). Banyaknya jumlah acuan yang digunakan menunjukkan bahwa secara umum tingkat literasi peneliti BATAN masuk dalam kategori baik, namun belum optimal. Untuk lebih meningkatkan kemampuan literasi informasi peneliti, pustakawan dapat mengoptimalkan layanan dengan memberikan pelatihan literasi informasi bagi peneliti.
Disabilitas Netra dalam Berliterasi Informasi Syifa Adiba; Febriyanto Febriyanto; Rama Shellarasa; Saiful Afidhan
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p1-6

Abstract

Tulisan ini membahas literasi informasi pada disabilitas netra yang berkaitan erat dengan layanan buku Braille dan buku digital pada Perpustakaan Yayasan Mitra Netra. Penulisan ini dilatari oleh masih banyaknya anggapan bahwa kaum tunanetra tidak berhak mendapat informasi seperti manusia normal, terutama di Indonesia. Tujuan penulisan adalah untuk mendeskripsikan literasi informasi disabilitas netra melalui buku Braille dan buku digital yang diharapkan menjadi media informasi bagi kaum tunanetra. Kesimpulannya, dalam melakukan literasi informasi, kaum tunanetra juga memiliki hak yang sama dengan bukan tunanetra. Selain perpustakaan yang menyediakan buku Braille dan buku digital, masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif membantu tunanetra dalam mengakses informasi untuk meningkatkan literasi informasi disabilitas netra.
Analisis Karya Tulis Peneliti Pertanian dalam Jurnal Ilmiah Internasional pada Basis Data Sciencedirect Etty Andriaty
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p16-24

Abstract

ScienceDirect merupakan pangkalan data jurnal ilmiah internasional terbesar di dunia yang dikelola oleh penerbit Elsevier. Kontribusi peneliti Indonesia khususnya dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI) dalam jurnal internasional masih jauh di bawah negara- negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, padahal dari segi jumlah peneliti, Indonesia berada jauh di atas negara-negara tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang karya tulis ilmiahnya dimuat dalam jurnal ilmiah pada ScienceDirect, (2) tahun terbit jurnal yang memuat  KTI peneliti Balitbangtan, (3) nama jurnal yang memuat KTI peneliti Balitbangtan, (4) komoditas dan subjek yang ditulis oleh peneliti Balitbangtan, dan (5) jumlah jurnal ilmiah yang terindeks dalam Scopus. Kajian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2018, menggunakan metode analisis isi. Objek yang dikaji adalah artikel- artikel yang ditulis oleh peneliti Balitbangtan dan dimuat dalam jurnal pada ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah peneliti yang artikelnya diterbitkan dalam jurnal pada ScienceDirect mencapai 80 orang, sementara jumlah peneliti Balitbangtan lebih dari 1.600 orang pada 2017. Jenjang jabatan terbanyak Peneliti Ahli Madya (34 orang). Artikel terbanyak ditulis oleh peneliti Balai Penelitian Tanah (Markus Anda). Pemuliaan (tanaman dan ternak) merupakan subjek terbanyak (33 artikel), diikuti tanah (30 artikel). Sementara tanaman pangan merupakan komoditas pertanian yang paling banyak ditulis, yaitu 40 artikel. HAYATI: Journal of Biosciences merupakan jurnal ilmiah yang paling banyak memuat artikel peneliti Balitbangtan, yaitu 18 artikel. Sebagian besar artikel peneliti Balitbangtan dalam jurnal pada ScienceDirect terbit pada tahun 2015. Hampir semua jurnal ilmiah yang memuat artikel peneliti Balitbangtan terindeks Scopus.
Sumber dan Subjek Artikel Ilmiah pada Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p25-31

Abstract

Peneliti dituntut membuat karya tulis ilmiah (KTI) sebagai salah satu syarat mempertahankan eksistensi sebagai pejabat fungsional peneliti. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) memiliki jurnal ilmiah primer yang berjudul Jurnal Penelitian Pertanian (Jurnal PP) Tanaman Pangan yang sudah terakreditasi untuk menampung KTI dari peneliti di lingkungan sendiri maupun institusi lain. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui sumber dan subjek artikel hasil penelitian serta produktivitas peneliti menulis KTI pada Jurnal PP Tanaman Pangan pada periode 2007-2016. Pengkajian dilakukan di Perpustakaan Puslitbangtan pada bulan Agustus 2018. Hasil pengkajian menunjukkan terdapat 273 KTI yang terbit pada Jurnal PP Tanaman Pangan periode 2007-2016. Sebanyak 197 KTI (73,16%) di antaranya bersumber dari peneliti di lingkungan Puslitbangtan dan sisanya dari institusi penelitian lain dan perguruan tinggi. Artikel didominasi oleh komoditas padi (44,32%), jagung (19,78%), dan kedelai (19,05%). Proporsi artikel berdasarkan disiplin ilmu didominasi oleh pemuliaan tanaman (37%), diikuti oleh agronomi (14,65%) dan ekofisiologi (14,28%). Dikaitkan dengan jumlah peneliti aktif pada tahun 2015 sebanyak 173 orang maka rasio peneliti dan KTI yang terbit pada Jurnal PP Tanaman Pangan rata- rata 0,12 KTI per orang per tahun. Angka ini menunjukkan rendahnya produktivitas peneliti menulis KTI. Oleh karena itu, peneliti perlu didorong untuk menulis KTI melalui pelatihan dan pendampingan penulisan dengan melibatkan profesor riset, pengelola publikasi ilmiah, dan pustakawan profesional.

Page 1 of 1 | Total Record : 5