cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019" : 5 Documents clear
Indeks Kompetensi Pengelolaan Informasi Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi Kementerian Pertanian Ceria Isra Ningtyas; Agus Rusmana; Jenny Ratna Suminar
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n2.2019.p67-72

Abstract

Kementerian Pertanian telah menerapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan menetapkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Menurut peraturan perundang-undangan, PPID dijabat oleh seseorang yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan informasi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi indeks kompetensi pengelolaan informasi PPID di Kementerian Pertanian. Kajian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis faktor konfirmatori. Hasil kajian memperlihatkan bahwa motivasi pengelolaan informasi, pengetahuan pengelolaan informasi, dan perilaku pengelolaan informasi berkontribusi terhadap kompetensi pengelolaan informasi. Urutan persentase kontribusi dari yang paling besar sampai yang terkecil terhadap kompetensi pengelolaan informasi yaitu pengetahuan pengelolaan informasi, perilaku pengelolaan informasi, serta motivasi pengelolaan informasi. Kompetensi pengelolaan informasi pada PPID dapat ditingkatkan melalui sertifikasi sehingga PPID berkompeten dalam mengelola informasi sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Perpustakaan Pusat Penelitian Geoteknologi Didik Prata Wijaya
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n2.2019.p73-80

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap staf layanan, koleksi yang terkandung dalam layanan, dan fasilitas layanan perpustakaan Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI, Bandung. Pengkajian menggunakan metode survei deskriptif dengan jumlah sampel 42 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan distribusi frekuensi, sedangkan untuk mengetahui tingkat persepsi pemustaka digunakan penghitungan rentang data. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi pemustaka terhadap staf perpustakaan adalah baik, persepsi pemustaka terhadap koleksi perpustakaan baik, sementara persepsi pemustaka terhadap fasilitas perpustakaan cukup baik.
Tanggapan Peserta Workshop Literasi Informasi Terhadap Penggunaan Juznia Andriani
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n2.2019.p39-49

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan peserta Workshop Literasi Informasi terhadap situs web Cyber Extension (Cybext) yang mencakup kemudahan pencarian situs Cybext, proses penelusuran informasi pada Cybext, kualitas informasi, dan kegunaan informasi. Pengkajian menggunakan metode kualitatif dengan responden adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor yang mengikuti Workshop Literasi Informasi pada tanggal 21 November 2017 di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA). Responden berjumlah 63 orang dan 8 orang diambil sebagai sampel untuk wawancara mendalam. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa proses pencarian situs Cybext di internet dan penelusuran informasi Cybext mudah. Responden telah menguasai keterampilan dalam pengoperasian komputer sehingga memperlancar proses penelusuran. Responden menilai informasi di Cybext akurat, mutakhir, dan relevan dengan proses pembelajaran. Seluruh responden menyetujui bahwa informasi dalam Cybext sangat membantu dalam menyelesaikan tugas dari dosen, bisa menjadi referensi untuk penulisan makalah, dan sangat menunjang bahan perkuliahan.
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Diseminasi Inovasi Tanaman Rempah Rushendi Rushendi; Heryati Suryantini
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n2.2019.p50-56

Abstract

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) menghasilkan  berbagai teknologi untuk memajukan pertanian Indonesia, khususnya tanaman rempah dan obat. Upaya untuk mendiseminasikan teknologi tersebut perlu dilakukan agar dapat diadopsi dan diaplikasikan oleh masyarakat. Media sosial merupakan salah satu sarana yang cukup efektif dan efisien untuk mendiseminasikan informasi secara cepat kepada khalayak luas. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian tanaman rempah. Pengkajian  dirancang menggunakan analisis dokumen dengan pendekatan deskriptif melalui data kuantitatif informasi yang ditampilkan pada media sosial Balittro tahun 2018. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana diseminasi hasil penelitian tanaman rempah. Hal ini ditunjukkan melalui jangkauan, like, comment, dan share pengguna terhadap informasi yang ditampilkan dalam media sosial. Informasi terkait penelitian tanaman rempah dan obat yang ditayangkan di media sosial Balittro pada tahun 2018 sebanyak 512 judul. Informasi terkait inovasi tanaman rempah di media sosial berjumlah 6,46% dari keseluruhan materi yang ditampilkan. Media sosial Balittro,  berdasarkan Model Honeycomb berfungsi sebagai identity, conversations, sharing, relationship, reputation, dan groups. Media sosial yang digunakan Balittro efektif untuk mendiseminasikan informasi tanaman rempah. Hal ini ditunjukkan melalui jangkauan, like, comment, dan share pengguna yang tinggi terhadap informasi mengenai lada, pala, dan vanili.
Tantangan Literasi Informasi Bagi Generasi Muda Pada Era Post-Truth Endang Fatmawati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n2.2019.p57-66

Abstract

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Literasi informasi berperan besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Literasi secara sederhana diartikan kemampuan membaca dan menulis. Artikel ini memfokuskan bahasan pada generasi muda sebagai pejuang literasi yang kreatif pada era post-truth. Secara umum dapat dipahami bahwa post truth menjadi tradisi kebohongan, berlebihan, dan ada unsur kepentingan politik. Indikasi fenomena post-truth salah satunya adalah beralihnya fungsi media sosial seolah-olah sebagai penyampai kebenaran, padahal pada kenyataannya, oknum yang dengan sengaja menyalahgunakannya untuk menyebar berita bohong. Pada tataran ini, generasi muda dituntut kreatif dalam memanfaatkan media dengan cara memilih dan memilah informasi secara tepat. Meskipun pemerintah telah menindak tegas pelaku penyebar hoaks (hoax), berita bohong (fake news), dan ujaran kebencian (hate speech), proliferasi dan viralisasi masih saja bermunculan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Dari berbagai fakta tersebut, multikompetensi dan multimodalitas dibutuhkan agar generasi muda bisa lebih kritis dan mampu memberikan solusi. Literasi informasi menjadi modal generasi muda dalam meningkatkan kreativitas untuk kemajuan bangsa. Hal ini karena dengan literasi informasi, generasi muda akan memiliki pengetahuan, keterampilan, maupun kecakapan hidup pada era post-truth.

Page 1 of 1 | Total Record : 5