cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 6 (2018)" : 25 Documents clear
PERANCANGAN ANTENA 3D SERTA PENGARUH JUMLAH SEED (PATCH) TERHADAP PERFORMANSI ANTENA PADA FREKUENSI KERJA 2.4GHz Onang Karim Amrullah; Rudy Yuwono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Antena Planar pada umumnya diaplikasikan untuk penggunaan sinyal UHF. Pada penelitian ini akan dirancang untuk frekuensi 2.4GHz. Antena planar sendiri merupakan pengembangan antena mikrostrip dengan dimensi lebih besar. Pengaruh dari dimensi antena akan merubah frekuensi kerja dari antena tersebut. Semakin banyak elemen peradiasi dalam antena maka akan meningkatkan gain dari antena tersebut. Sehingga pada penelitian ini akan dirancang dan disimulasikan antena 3D dengan jumlah patch yang berbeda dan dianalisis pengaruh perbedaan dimensi terhadap performansi antena yang meliputi VSWR, Return Loss, Gain, dan pola radiasi. Model antenna yang digunakan pada penelitian ini adalah antena rugby ball. Nilai parameter VSWR, Return Loss, Gain yang baik menurut perhitungan Balanis dan Chen Zhi Ning adalah sebesar 1≤ VSWR ≤2, Return Loss ≤ -10dB, Gain ≥3dB. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penambahan jumlah patch (seed) akan menurunkan nilai performansi antena. Antena yang dapat bekerja setelah disimulasikan sebelum dan sesudah ditambahkan patch adalah antena patch satu (tanpa penambahan) dan antena patch 2 sudut 45 º.Kata kunci: Antena, Patch, Rugby Ball, Planar.ABSTRACTPlannar antenna usually applied to UHF signal. In this research, the antenna will be designed to be used at 2.4GHz frequency. Plannar antenna is the development of microstrip antenna with bigger dimension. Various dimension of the antenna will affect the working frequency of the antenna. More radiating elements at the antenna will increase the gain of the antenna. This research will design and simulated the antenna with different number of patch and analyzed the effect of dimension difference to antenna performance which include VSWR, Return loss, Gain and radiation pattern. The antenna model that used in this research is Rugby Ball Antenna.  The value of antenna VSWR , Return Loss, Gain are good according to Balanis and Chen Zhi Ning calculation are 1≤ VSWR ≤2, Return Loss ≤ -10dB, Gain ≥3dB. The results of this research indicate that the number of patches (seeds) will decrease the value of antenna performance. Antenna that can work after simulated before and after adding the patch are antenna one patch (without addition) and antenna two patch with an angle of 45º.Keywords: Antenna, Patch, Rugby Ball, Planar. 
PENGENDALIAN SUHU DAN KELEMBABAN GUNA MENINGKATKAN HASIL BUDIDAYA JANGKRIK BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 Muchzan Iman Saputra
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Jangkrik dalam bahasa latin (Gryllidae) adalah jenis serangga yang unik memiliki suara khas dan aktif dimalam hari. Jangkrik merupakan salah satu jenis serangga yang menarik untuk di perhatikan dan memiliki manfaat bagi manusia. karena banyak diambil untuk berbagai kepentingan, baik untuk pakan binatang piaraan seperti burung berkicau, ikan hias dan lobster serta sekarang ini dipakai juga untuk kosmetik dan untuk komoditas ekspor. Dalam proses budidaya jangkrik suhu dan kelembaban menjadi faktor yang berpengaruh. Namun suhu dan kelembaban dapat berubah-ubah karena beberapa faktor, maka dengan dirancangnya alat menggunakan kontroler diharapkan mampu menjaga kestabilan suhu dan kelembaban secara konstan. Sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan dan dapat digunakan di berbagai waktu agar mendapatkan hasil yang maksimal. Arduino digunakan sebagai alat pengendali. Penelitian ini menggunakan kontroler PID serta ON-OFF. Suhu dan kelembaban diatur sebesar 30ºC dan 70%, Perancangan kontroler PID pada suhu menggunakan metode Ziegler-Nichols, didapatkan nilai parameter yang sesuai untuk sistem dengan nilai Kp=5,36, Ki=0,157, Kd=45,6 Kata Kunci: suhu, kelembaban , PID, ON-OFF, jangkrik.   ABSTRACT Cricket in Latin (Gryllidae) is a unique type of insect has a distinctive voice and active at night. Crickets is one type of insect is interesting to note and have benefits for humans. because many are taken for various purposes, both for pet food such as birds singing, ornamental fish and lobster and now also used for cosmetics and for export commodities. In the process of cultivation of crickets temperature and humidity into an influential factor. However, the temperature and humidity can vary due to several factors, so with the design of the tool using the controller is expected to keep the stability of temperature and humidity constantly. So as not to disrupt the growth process and can be used at various times in order to get maximum results. Arduino is used as a controller. This research uses PID controller and ON-OFF. Temperature and humidity is set at 30 º C and 70%, design of PID controller at temperature using Ziegler-Nichols method, obtained parameter value suitable for system with value Kp = 5,36, Ki = 0,157, Kd = 45,6. Keywords: Temperature, Humidity, PID, ON-OFF, cricket.
MULTI NODEMCU ESP8266 UNTUK SISTEM PRESENSI BERBASIS RFID Iqbal Ibrahim Ramadhan; Adharul Muttaqin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dalam pengaturan Absensi kampus untuk mempermudah pencatatan absensi mahasiswa. Berdasarkan data yang ditemukan bahwa pencatatan absensi mahasiswa masih dilakukan secara manual dan penelusuran absensi mahasiswa membutuhkan waktu yang lama dan kurang efektif. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, dikembangkan aplikasi menggunakan perangkat RFID Read/Write yang terdiri RFID Reader RC522 dengan frekuensi 13,56MHz dan NodeMCU ESP8266 berfungsi sebagai pemroses keluaran RFID Reader dan sebagai komunikasi dengan server untuk mendapatkan data mahasiswa.Kata Kunci – MFRC522,NodeMCU8266,RFID,Arduino,absensiAbstractThis study aims to utilize technology of RFID (Radio Frequency Identification) in campus absence setting to facilitate the recording of college students absence.Based on the data found that the recording of student absence were still done manually and checked it takes a long time and it was less effective.To reduce the problem, the application was developed using RFID Read/ Write device which consist of 13,56 MHz RFID reader and NodeMCU ESP8266, work as output RFID reader and comunication with server to get data of studentKeywords -  MFRC522,NodeMCU8266,RFID,Arduino,Absence
PERBANDINGAN PERFORMANSI ARSITEKTUR SOFTWARE DEFINED NETWORK (SDN) DENGAN MENGGUNAKAN KONTROLER FLOODLIGHT DAN ARSITEKTUR TRADISIONAL Winda Rizkita Puspitasari; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Software Defined Network (SDN) merupakan konsep arsitektur jaringan terbaru yang diharapkan mewujudkan arsitektur jaringan yang mudah diatur, dinamis, biaya yang efektif dan mudah beradaptasi. Namun, kelebihan yang ditawarkan SDN belum tentu diiringi dengan peningkatan performa jaringan bila dibandingkan dengan jaringan tradisional (TCP/IP). Pada penelitian ini dilakukan perbandingan performansi jaringan dengan arsitektur SDN dengan kontroler Floodlight dan arsitektur tradisional (TCP/IP). Pengujian performansi dilakukan dengan emulator Mininet untuk jaringan SDN, emulator CORE untuk jaringan tradisional (TCP/IP) dan iPerf untuk membangkitkan trafik. Parameter yang diamati berupa latency, throughput dan packet loss. Pengujian latency menggunakan skenario penambahan switch/router dan pengujian throughput serta packet loss menggunakan skenario penambahan host. Terdapat tiga topologi yang disimulasikan, yaitu mesh, ring dan star. Berdasarkan hasil pengujian, arsitektur jaringan tradisional memiliki hasil yang lebih baik pada ketiga parameter yang diteliti dibandingkan dengan arsitektur SDN. Topologi mesh memiliki nilai latency dan throughput paling baik, namun memiliki nilai packet loss yang paling buruk. Topologi ring memiliki nilai packet loss paling baik dan latency serta throughput menempati urutan kedua setelah topoologi mesh. Topologi star memiliki performansi paling buruk. Kata Kunci: Software Defined Network (SDN), openflow, Floodlight, TCP/IP   ABSTRACT Software Defined Network (SDN) is the latest network architecture that is easy to set up, dynamic, cost effective and adaptable. However, the advantages offered by SDN are not necessarily related to increased network performance over traditional networks (TCP / IP). This study compares network performance versus SDN architecture with Floodlight controller and traditional architecture (TCP / IP). Performance tests were conducted using Mininet emulators for SDN networks, CORE traditional network (TCP / IP) emulators, and iPerf to generate traffic. The observed parameters were latency, throughput and packet loss. Latency tests use additional switch / router scenarios, as well as throughput testing and packet loss using hosted addition scenarios. There are three simulated topologies, ie mesh, ring and star. Based on the test results, the examined parameters are compared with the SDN architecture. The mesh topology has the best latency and throughput value, but the worst packet loss value. The ring topology has the best packet loss, both latency and throughput rank second, according to the mesh topology. The star topology has the worst performance. Keywords: Software Defined Network (SDN), Openflow, Floodlight, TCP / IP
Peningkatan Daya Output MSOMR (Multi Switch Operating Mode Rectenna) pada Televisi dan Radio Berbasis Mikrokontroler ATmega328 Arbi Putra Kusuma; Rudy Yuwono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Multi Switch Operating Mode Rectenna atau biasa disebut dengan MSOMR adalah sebuah metode pensaklaran otomatis pada rectenna. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang diteliti oleh Nada Kautsar, peningkatan daya keluaran dilakukan karena tegangan keluaran yang dihasilkan dari alat ciptaan Nada Kautsar terlampau kecil untuk dapat dimanfaatkan Peningkatan dilakukan dengan cara mengganti antenna yang akan digunakan untuk rangkaian rectifier, mengganti nilai kapasitor yang akan digunakan untuk rectenna yang baru, serta menambahkan rangkaian penguat instrumentasi agar hasil akhir dari keseluruhan rangkaian menjadi semakin besar. Kata Kunci : peningkatan tegangan keluaran, antena, kapasitor, rangkaian penguat instrumentasi. ABSTRACT Multi Switch Operating Mode Rectenna or commonly called the MSOMR is an automatic switching method on the rectenna. This research is the development of research examined by Nada Kautsar, the increase of output power is needed because the output voltage from Nada Kautsar is too small and cannot be use to utilize anything. The improvement is done by replacing the antenna to be used for the rectifier circuit, changing the capacitor value to be used for the new rectenna, and adding the instrumentation amplifier circuit, so that the result of the whole circuit becomes larger. Keyword : increased output voltage, antenna, capacitor, instrumentation circuit
PERBANDINGAN PERFORMANSI ARSITEKTUR TRADISIONAL TERHADAP ARSITEKTUR SOFTWARE-DEFINED NETWORK (SDN) DENGAN MENGGUNAKAN CONTROLLER OPENDAYLIGHT Faisal Ahmad Jamal; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Software-Defined Network (SDN) merupakan konsep arsitektur jaringan terbaru yang diharapkan mewujudkan arsitekturjaringan yang dinamis, dapat dikontrol, serta mudah beradaptasi. Namun, kelebihan yang ditawarkan SDN belum tentudiiringi dengan peningkatan performa jaringan yang bagus juga apabila dibandingkan dengan jaringan tradisional (TCP/IP).Pada penelitian ini dilakukan perbandingan performansi jaringan dengan arsitektur SDN dengan kontroler OpenDayLightterhadap arsitektur tradisional (TCP/IP). Pengujian performansi dilakukan dengan emulator Mininet untuk arsitektur SDN,emulator CORE untuk arsitektur tradisional (TCP/IP) dan iPerf untuk membangkitkan trafik pada jaringan. Parameter yangdiamati berupa latency, throughput dan packet loss. Uji latency dilakukan penambahan switch untuk melihat pengaruh jumlahswitch terhadap performa latency, sedangkan untuk uji throughput dan packet-loss dilakukan penambahan host untuk melihatperforma kedua parameter tersebut. Ketiga pengujian dilakukan pada tiga topologi berbeda yaitu star, ring, dan mesh untukmelihat pengaruh topologi terhadap performa parameter yang diuji. Berdasarkan hasil pengujian, performa latency,throughput, dan packet-loss memiliki nilai yang lebih baik pada arsitektur tradisional disbanding dengan SDN. Topologimesh memiliki nilai yang paling baik pada semua pengujian, diikuti dengan topologi ring, serta topologi star dengan hasilperformansi yang terendah.Kata Kunci: Software-Defined Network (SDN), openFlow, OpenDayLight, TCP/IPABSTRACTSoftware-Defined Network (SDN) is the latest network architecture concept that is expected to realize dynamic networkarchitecture, controlled, and adaptable. However, the advantages offered by SDN are not necessarily accompanied byimproved network performance as well when compared to traditional networks (TCP / IP). In this research, the comparisonof network performance with SDN architecture with OpenDayLight controller against traditional architecture (TCP / IP).Performance testing was performed with Mininet emulators for SDN architecture, CORE emulators for traditionalarchitecture (TCP / IP) and iPerf to generate network traffic. Parameters observed were latency, throughput and packet loss.The latency test is done by adding switches to see the effect of switch number on latency performance, while for throughputand packet-loss test the addition of host to see the performance of both parameters. Both tests were performed on threedifferent topologies ie star, ring, and mesh to see the effect of topology on the performance of the tested parameters. Basedon the test results, latency performance, throughput, and packet-loss have a better value on traditional architecture comparedto SDN. Mesh topology has the best value in all tests, followed by ring topology, and star topology with the lowestperformance results.Keywords: Software Defined Network (SDN), OpenFlow, OpenDayLight, TCP / IP
PERANCANGAN SWITCH OPERATION MODE RECTENNA (SOMR) PADA PONSEL GSM 1800 MHz Hadi Saputra; Rudy Yuwono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Rectenna adalah gabungan dari antena dan rectifier yang memiliki kemampuan untuk mengkonversi gelombang RF menjadi tegangan DC dengan memanfaatkan energi elektromagnetik yang banyak terbuang percuma di udara. Switch rectifier antenna adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mengatur kerja dari rectenna sehingga menjadikan fungsi dari antena penyearah menjadi lebih efesien . Pada penelitian  ini akan dibahas tentang perancangan dan pembuatan antena mikrostrip rectangular patch serta switch rectifier antenna yang akan dihubungkan ke sebuah ponsel. Perancangan dan simulasi antena dilakukan menggunakan program CST Microwave Studio 2014. Hasil simulasi pada rentang frekuensi 1790 – 1825 MHz menunjukkan antena mampu bekerja pada frekuensi GSM 1800 MHz dengan  nilai return loss 10 dB dimana   nilai minimumnya -10,143 dan nilai maksimum -19,672 dB serta bandwitdh 35 MHz. Switch yang dirancang  menggunakan sebuah relay. Kerja sistem relay disini adalah sebagai switch otomatis dimana ketika ponsel mati maka switch menghubungkan antena dengan rectifier dan menghubungkan antena dengan ponsel ketika ponsel hidup. Perancangan switch rectifier antenna dilakukan menggunakan antena mikrostrip dengan bahan FR-4 berkonstanta dielektrik ( = 3,9,Rectifier dengan 4 buah dioda HSMS2820 dan 1 buah kapasitor SMD C1206 serta relay SRD-05VDC-SL-C.Keluaran tegangan  ketika switch off  0,8 mV dan ketika switch on adalah 5,3 m V. Kata Kunci: rectenna, switch rectifier antenna                                                          antenna, relay rectenna
REKAYASA ALAT UNTUK MENGETAHUI KEMATANGAN BUAH MELON DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SUARA V2 DAN ATMEGA 328 Farizqi, Yayang; Setyawan, Raden Arief; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi sangatlah pesat, termasuk teknologi akustik yang sangat bermanfaat di bidang pertanian yaitu untuk mendeteksi kematangan buah seperti buah melon, karena buah ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Pengukuran tingkat kematangan buah melon ini menggunakan sensor suara yang dikendalikan oleh mikrokontroller ATmega 32 dengan tampilan LCD. Pengukuran ini dilakukan dengan mengukur besaran diameter buah melon, nilai amplitudo dan kecepatan rambat gelombang suara yang melewati daging buah melon. Pendeteksian ini menghasilkan tingkat amplitude dan kecepatan perambatan suara yang berbeda beda tergantung dari tingkat kematangan buah melon. Buah melon termasuk kategori matang apabila besarnya presentasi amplitudo yang ditransmisikan 22% sampai 66%, setengah matang 63% sampai 75% dan Mentah 89% dan besarnya kecepatan gelombang suara pada buah melon kecil dibandingkan dengan buah melon setengah matang ataupun mentah yaitu 556m/s sampai 1111 m/s. melon setengah matang 1000m/s sampai 1020m/s dan melon mentah 1209 m/s sampai 7500m/s. Kata kunci Sensor Suara, Atmega 328 ,LCD , Melon ABSTRACT Technological developments are very rapid, including acoustic technology is very useful in agriculture that is to detect fruit maturity like melon fruit, because this fruit is very popular by the people of Indonesia. Measuring the maturity level of melon fruit uses a sound sensor controlled by ATmega 32 microcontroller with LCD display. This measurement is done by measuring the diameter of the melon fruit, the amplitude value and the velocity of the sound wave passing through the melon fruit flesh This detection results in different levels of amplitude and speed of sound propagation different depending on the maturity level of the melon fruit. Melon fruit belongs to the mature category when the amplitude of the transmitted amplitudes presentation is 22% to 66%, half-baked 63% to 75% and 89% crude and the velocity of the sound waves on the small melon fruit compared to the raw or mature melon fruit is 556m / s until 1111 m / s. melon half cooked 1000m / s up to 1020m / s and raw melon 1209 m / s up to 7500m / s Keywords – Sensor Suara, Atmega 328 ,LCD , Melon
RANCANG BANGUN ANTENA TRANSMITTER RF 433 MHz PADA PAYLOAD UNTUK MENINGKATKAN JARAK KOMUNIKASI DENGAN GROUND STATION Yusuf Adi Nugroho; Rudy Yuwono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Dalam KOMBAT, antena berperan sebagai transmitter dan receiver. Komunikasi antara payload dengan ground station sangat penting dan antena menjadi kunci dari komunikasi keduanya. Semakin jauh komunikasi antara payload dengan ground station maka hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas antena sangat baik. Dalam penelitian ini, antena transmitter menjadi fokus utama dan dirancang bangun dengan mengganti antena 3DR referensi dengan antena dipole setengah panjang gelombang. Antena dipole tersebut akan dirancang bangun menggunakan kawat tembaga dengan ketebalan berbeda yaitu 1 mm, 2 mm, dan 2.5 mm. Hasil simulasi dari antena dipole tersebut menunjukkan bahwa antena dengan kawat tembaga 1 mm adalah yang terbaik dibandingkan dengan antena dipole yang lain. Kemudian, hasil pengukuran menunjukkan bahwa antena dengan kawat tembaga 2.5 mm adalah yang terbaik dibandingkan dengan antena 3DR referensi dan antena dipole yang lain. Sedangkan, untuk hasil pengujian jarak komunikasi menunjukkan bahwa antena dengan kawat tembaga 2 mm adalah yang terbaik dibandingkan dengan antena 3DR referensi dan antena dipole yang lain dengan batas jarak komunikasi sejauh 124.4 meter. Kata Kunci : KOMBAT, antena, dipole, transmitter, kawat tembaga, 3DR, payload, ground station ABSTRACT In KOMBAT, antenna acts as a transmitter and receiver. Communication between payload and ground station is very important and the antenna becomes the key of both communication. The further communication between payload and ground station then it shows that antenna quality is very good. In this study, the transmitter antenna became the main focus and was designed to replacing the reference 3DR antenna with a half wavelength dipole antenna. The dipole antenna will be constructed using copper wires of different thicknesses of 1 mm, 2 mm, and 2.5 mm. The simulation results from the dipole antena indicate that the antenna with 1 mm copper wire is the best compared to other dipole antennas. Then, the measurement results show that the antenna with 2.5 mm copper wire is the best compared to the reference 3DR antenna and the other dipole antenna. Meanwhile, for communication distance test results indicate that antenna with 2 mm copper wire is the best compared to reference 3DR antenna and other dipole antenna with limit of communication distance as far as 124.4 meters. Keywords : KOMBAT, dipole antenna, transmitter, copper wire, 3DR, payload, ground station
PENGENDALIAN FREKUENSI DAN TEGANGAN PADA GENERATOR SINKRON TIGA FASA DENGAN SISTEM KONVERTER CASCADE Luqman Arif; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri kebutuhan listrik pada zaman sekarang ini memang sangatlah penting terutama penerangan. Di pedesaan banyak sekali sumber energi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik. Salah satunya dengan membangun Pembangkit Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) seperti yang terdapat pada desa Gadungan, kecamatan Gandusari kabupaten Blitar dengan kapasitas pembangkitan 15KVA. Namun akibat debit air dan beban listrik penduduk yang bervariasi mengakibatkan tegangan dan frekuensi yang tidak terkendali. Pada skripsi ini dilakukan penelitian terhadap pengendalian frekuensi dan tegangan dengan sistem converter bertingkat (cascade). Pengendalian frekuensi dan tegangan ini menggunakan penyearah (rectifier) sebagai pengatur tegangan dan pembalik (inverter) sebagai pengatur frekuensi yang disusun secara bertingkat. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium dan denganmenggunakan simulasi menggunakan computer. Berdasarkan simulasi percobaan yang dilakukan sistem konverter bertingkat (cascade) dapat mempertahankan tegangan keluaran inverterpada level 201V dengan masukan tegangan rms antar fasamasukan  yang bervariasi yaitu 800V – 880V. Namun sistem tidak mampu mempertahankan frekuensi keluaran hal ini ditunjukkan dengan keluaran frekuensi pada inverter sebesar 49,9 Hz – 57,9 Hz dengan masukan frekuensi sumber 50 Hz – 58 Hz. Kata Kunci: Generator sinkron, konverter cascade, PLTMH ABSTRACTIt is undeniable that today's electricity needs are very important, especially lighting. In the countryside a lot of energy sources that can be utilized as a source of electricity. One of them is to build Micro Hydro Power Plant (PLTMH) as found in Gadungan village, Gandusari district, Blitar district with generating capacity of 15KVA. However, due to the discharge of water and the varying power load of the population, the resulting voltage and frequency are uncontrolled. In this thesis conducted research on frequency and voltage control using cascade system converter. The frequency and voltage control of this case uses a rectifier as a voltage control and inverter as a multilevel arrangement of frequencies. This research was conducted in laboratory and by using computer simulation. Based on experimental simulations conducted by the cascade level converter system can maintain the inverter output voltage at 201V level with input voltage of rms between input phase which varies that is 800V - 880V. However, the system is not able to maintain the output frequency this is indicated by the output frequency at the inverter of 49.9 Hz - 57.9 Hz with input source frequency 50 Hz - 58 Hz.Keyword: Synchronous generator, cascade converter

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2026) Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue