cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "vol. 14 no. 4 (2026)" : 25 Documents clear
Mini Electrostatic Precipitator System Model as a Smoke Particle Collector Nugraha, Komang Ari Candra; Maulana, Eka; Djuriatno, Waru
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air pollution is one of the most pressing environmental issues today. The increase in industrial activities, transportation, and waste burning has significantly contributed to air pollution. This study aims to design and develop a Mini Electrostatic Precipitator (ESP) as a solution to capture smoke particles in the air. The research problems include the working principle of the device, its manufacturing process, and the resulting electric field strength and corona voltage. The study is limited to prototype development, measuring air quality from waste burning, and focusing on the manufacturing and operational aspects of the device. The ESP operates using the principle of high-voltage direct current and two types of electrodes to capture charged particles. The results indicate that the mini ESP can reduce smoke particles in the air, providing a practical solution to address air pollution in household environments and small industries. Keywords: Air Pollution, Electrostatic Precipitator, High Voltage, Smoke Particles 
DESAIN FULLY BALANCED DIFFERENTIAL DIFFERENCE AMPLIFIER MENGGUNAKAN VOLTAGE AVERAGE SENSING CIRCUIT PADA INSTRUMENTATION AMPLIFIER UNTUK SINYAL BIOMEDIS Pratama, Roy Indra; Abidin, Zainul; Sulistiyanto, Nanang
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan utama dalam mendeteksi sinyal biomedis adalah tingginya interferensi jala-jala listrik yang muncul dalam bentuk sinyal bersama (common-mode). Oleh karena itu, sebelumnya telah diusulkan rangkaian IA dengan mengaplikasikan Fully Balanced Differential Difference Amplifier (FBDDA) menggunakan teknologi CMOS 600 nm pada bagian first-stage. Penelitian ini melakukan desain ulang FBDDA menggunakan teknologi SKY130A (130 nm) untuk bagian first-stage IA. Fokus penelitian ini adalah perancangan ulang rangkaian Common-Mode Feedback (CMFB) dengan mengaplikasikan rangkaian Voltage Average Sensing dan Error Amplifier. Proses evaluasi dilakukan dengan melakukan simulasi dengan membandingkan performa desain awal dan desain yang baru. Hasil analisis transien menunjukkan kedua rangkaian mampu menguatkan sinyal diferensial sebesar 21 kali dengan phase margin di kisaran 65°. Namun, desain baru mampu menurunkan common-mode gain menjadi -80,477 dB dibandingkan desain awal sebesar -43,098 dB. Pengujian spektrum noise pada rentang 0,1 Hz – 1 kHz menunjukkan desain baru memiliki total input noise 10,983 μV dibandingkan desain awal sebesar 54,938 μV. Selanjutnya, rangkaian awal memiliki input maksimal hingga 20 mV dan output maksimal sekitar 200 mV sedangkan rangkaian baru memiliki input maksimal 15 mV dan output maksimal sekitar 150 mV. Konsumsi daya rangkaian awal adalah sebesar 163,2 μW sedangkan rangkaian baru adalah sebesar 1,32 mW. Kata Kunci—Instrumentation Amplifier, FBDDA, CommonMode Feedback, SKY130A, Sinyal Biomedis  
Desain dan Implementasi Sistem Kontrol Suhu Mesin Retort dengan Self-Tuning PID dalam Domain Digital Ramadhan, Faishal; Muslim, Muhammad Aziz; Purnomo, Muhammad Fauzan Edy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sterilisasi pangan menggunakan mesin retort memerlukan pengendalian suhu yang presisi untuk menjamin keamanan produk dan mempertahankan mutu. Namun, mesin retort memiliki karakteristik termal yang lambat, nonlinier, dan rentan terhadap gangguan, sehingga pengendali PID dengan parameter tetap kurang adaptif terhadap perubahan kondisi operasi. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol suhu mesin retort berbasis self-tuning PID dalam domain digital menggunakan mikrokontroler STM32. Model awal plant diperoleh melalui identifikasi offline menggunakan sinyal Pseudo Random Binary Sequence (PRBS) dan metode complexity estimation berbasis Bayesian Information Criterion (BIC) pada MATLAB, menghasilkan model ARX(4,3,1) dengan best fit 88,67%. Parameter PID digital dirancang menggunakan metode Ziegler-Nichols termodifikasi untuk sistem diskrit orde-n, kemudian didiskritisasi dengan pendekatan Backward Rectangular. Untuk meningkatkan kemampuan adaptasi, sistem dilengkapi estimasi online menggunakan Recursive Least Squares (RLS) dengan forgetting factor λ = 0,998. Sistem juga mengintegrasikan two-mode control serta supervisory constraint control dengan logika bang-bang berupa pilot flame override dan reignite untuk menjaga kestabilan nyala burner. Hasil pengujian pada plant nyata menunjukkan overshoot menurun dari 1,51% pada fase pre-heating menjadi 0,25% pada fase holding setelah tiga kali redesain PID. Pada fase holding, suhu dipertahankan pada 121,1°C selama 300 detik dengan seluruh data dalam toleransi ±1°C. Mekanisme self-tuning mengubah Kp dari 7,89 menjadi 5,22, Ti dari 453,19 s menjadi 539,76 s, dan Td dari 156,86 s menjadi 177,94 s. Target letalitas sterilisasi tercapai dengan F₀ ≥ 5 menit, melebihi batas minimum untuk inaktivasi Clostridium botulinum.Kata kunci—sterilisasi, retort, kontrol suhu, self-tuning PID, RLS, identifikasi sistem. 
Studi Analisis Kelayakan PLTS Terapung  di Waduk Selorejo dalam Mendukung Transisi Energi Bersih Zahiyyah, Rajwa; Wibawa, Unggul; Ambarwati, Rusmi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik serta keterbatasan lahan menjadi tantangan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung yang memanfaatkan permukaan waduk sebagai lokasi pemasangan modul fotovoltaik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, desain teknis, serta kelayakan ekonomi dan lingkungan dari penerapan PLTS terapung di Waduk Selorejo, Kabupaten Malang. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan dua konfigurasi sistem, yaitu off-grid dan on-grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waduk Selorejo memiliki potensi radiasi matahari sebesar 1.996,6 kWh/m²/tahun dan kebutuhan energi listrik wilayah studi sebesar 4.892,8 MWh/tahun. Sistem off-grid memiliki kapasitas sebesar 2.953 kWp dengan produksi energi sebesar 4.915 MWh/tahun, sedangkan sistem on-grid memiliki kapasitas sebesar 2.775 kWp dengan produksi energi sebesar 4.747 MWh/tahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem on-grid lebih layak secara finansial dengan nilai CoE sebesar Rp770/kWh dan NPV positif, sedangkan sistem off-grid memerlukan penyesuaian tarif akibat tingginya biaya investasi baterai. Dari sisi lingkungan, sistem off-grid menghasilkan reduksi emisi sebesar 4.276 tonCO₂/tahun dan penghematan air sebesar 64,5 m³/tahun, sedangkan sistem on-grid menghasilkan reduksi emisi sebesar 4.130 tonCO₂/tahun dan penghematan air sebesar 57,1 m³/tahun. Berdasarkan hasil penelitian, sistem ongrid lebih unggul dari sisi ekonomi dan efisiensi sistem, sedangkan sistem off-grid memiliki keunggulan dalam kontinuitas suplai energi. Kata Kunci— PLTS Terapung, PVsyst, Energi Terbarukan, Waduk Selorejo. 
DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONTROL OPTIMAL LINEAR QUADRATIC REGULATOR (LQR) PADA TWO WHEELED SELF BALANCING ROBOT (TWSBR) BERBASIS ESP32 Alfendito, Ariza Fatah; Nusantoro, Goegoes Dwi; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two Wheeled Self Balancing Robot (TWSBR) adalah sistem wheeled inverted pendulum yang bersifat nonlinier dan tidak stabil secara alami. Penelitian ini menyajikan desain dan implementasi pengendali Linear Quadratic Regulator (LQR) pada TWSBR berbasis ESP32. Model state-space dibangun dari persamaan Euler-Lagrange dengan parameter fisik aktual robot. Pembobot LQR ditentukan menggunakan Bryson's Rule dan dioptimalkan melalui sweeping parameter empat skenario simulasi MATLAB. Skenario terpilih menghasilkan settling time ts = 0,581 s dan overshoot Mp = 19,92%. Analisis sensitivitas membuktikan desain robust dengan perubahan ts ≤ 15,3% pada variasi faktor ×2,0. Gain final K = [−13,9306 −51,1488 −43,5040 −5,0316] diperoleh melalui empat iterasi penyesuaian pada sistem fisik. Implementasi pada ESP32 berjalan pada 200 Hz dengan modifikasi skala dinamis, skala adaptif kecepatan sudut, zona mati kendali, logika perlindungan arah, dan kompensasi RPM antar-motor. Robot terbukti mempertahankan keseimbangan secara kontinu dan pulih dari gangguan dorongan ringan. Kata Kunci— Linear Quadratic Regulator; Two Wheeled Self Balancing Robot; ESP32; State-Space; Bryson's Rule; Inverted Pendulum. 
ANALISIS PERFORMANSI TRANSMISI DATA JARINGAN WIFI 2.4 GHZ PADA PROTOTIPE MONITORING PANEL LISTRIK BERBASIS IOT Durahman, Wahyu; Kusmaryanto, Sigit; Asmungi, Gaguk
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem monitoring panel listrik berbasis Internet of Things (IoT) membutuhkan komunikasi WiFi yang stabil agar data tegangan, arus, daya, suhu, dan kelembapan dapat dikirimkan secara real time. Modul ESP32 yang digunakan pada sistem monitoring umumnya bekerja pada pita 2.4 GHz, sehingga performanya dapat menurun ketika beroperasi pada lingkungan dengan kepadatan access point tinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh interferensi kanal WiFi 2.4 GHz terhadap stabilitas komunikasi prototipe monitoring panel listrik berbasis IoT. Parameter kualitas layanan yang dianalisis meliputi Received Signal Strength Indicator (RSSI), delay, throughput, dan packet loss. Pengujian dilakukan pada kondisi baseline tanpa interferensi buatan, co-channel interference level 1 dan level 2, serta adjacent channel interference level 1 dan level 2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baseline memberikan performansi paling stabil dengan RSSI rata-rata -48,70 dBm, delay 52,30 ms, throughput 2637,678 bps, dan packet loss 0,590%. Co-channel interference terutama meningkatkan delay hingga 672,43 ms dan menurunkan throughput sampai 873,297 bps pada level 2. Adjacent channel interference memberikan dampak paling besar terhadap packet loss, yaitu 29,277% pada level 2 dan mencapai 77,142% pada jarak jauh NLOS. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemilihan kanal, konfigurasi sumber interferensi, kesesuaian kanal ESP32, jarak, dan kondisi LOS/NLOS menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan komunikasi WiFi sistem monitoring panel listrik. Kata kunci: ESP32, Interferensi WiFi, Manajemen Kanal, Monitoring Panel Listrik, QoS, 2.4 GHz. 
Perancangan PLT Hibrida (Surya-Angin) di Sabana Gunung Butak Kabupaten Malang Aly, Jagad Satria; Wibawa, Unggul; Ambarwati, Rusmi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik di kawasan wisata alam dan daerah terpencil masih menjadi tantangan akibat keterbatasan akses jaringan listrik konvensional. Sabana Gunung Butak Kabupaten Malang merupakan kawasan dataran tinggi terbuka yang memiliki potensi energi surya cukup baik, sedangkan potensi energi angin relatif rendah namun masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pendukung dalam sistem pembangkit listrik hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis performa sistem Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) hibrida surya–angin off-grid di kawasan Sabana Gunung Butak. Perancangan dan simulasi sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro berdasarkan data intensitas radiasi matahari, kecepatan angin, temperatur, dan kebutuhan beban listrik. Hasil simulasi menunjukkan konfigurasi optimal sistem terdiri dari PLTS berkapasitas 5,8 kW, baterai LiFePO4 berkapasitas 500 Ah pada tegangan nominal 89,6 V, turbin angin sebagai sumber energi pendukung, serta inverter berkapasitas 3 kW. Sistem menghasilkan total produksi energi sebesar 8.346 kWh/tahun dengan kontribusi energi surya sebesar 8.046 kWh/tahun (96,4%) dan energi angin sebesar 300 kWh/tahun (3,6%). Energi yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan beban listrik sebesar 4.628 kWh/tahun dengan seluruh kebutuhan energi listrik dipenuhi oleh sumber energi terbarukan. Dari aspek ekonomi, sistem menghasilkan Net Present Cost (NPC) sebesar Rp195.925.400,00 dan Levelized Cost of Energy (LCOE) sebesar Rp2.929,19/kWh. Selain itu, penerapan sistem juga berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 4.961 kg CO₂/tahun dibandingkan penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil. Dengan demikian, sistem pembangkit listrik hibrida off-grid berbasis energi surya dan angin di Sabana Gunung Butak dapat menjadi alternatif penyediaan energi listrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kata Kunci— Energi Terbarukan, PLTS, PLTB, Sistem Hibrida, Off-grid, HOMER Pro, Gunung Butak.
PREDIKSI TEKANAN DARAH NON-INVASIF BERBASIS SINYAL PHOTOPLETHYSMOGRAPHY (PPG) MAX30102 MENGGUNAKAN RANDOM FOREST Romadhona, Nabila Fairuz; Muttaqin, Adharul; Setyawan, Raden Arief
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan darah merupakan indikator fisiologis utama dalam penilaian kondisi kardiovaskular. Metode konvensional berbasis manset memiliki keterbatasan pada pemantauan kontinu. Penelitian ini mengusulkan sistem prediksi tekanan darah non-invasif berbasis sinyal Photoplethysmography (PPG) menggunakan sensor MAX30102 dan algoritma Random Forest. Dataset diperoleh dari 78 subjek dengan 234 rekaman sinyal PPG. Sinyal diproses melalui band-pass filter (0,5–4 Hz) dan diekstraksi fitur morfologi serta temporal. Evaluasi dilakukan menggunakan Group K-Fold CrossValidation untuk mencegah data leakage antar subjek. Hasil pengujian menunjukkan MAE sebesar 9,414 mmHg (SBP), 7,439 mmHg (DBP), dan 7,327 bpm (Pulse) dengan R² sebesar 0,165, 0,095, dan 0,393 secara berurutan. Model prediksi denyut nadi mencapai R² tertinggi sebesar 0,393, sedangkan prediksi SBP dan DBP masih terbatas akibat distribusi data yang tidak merata. Penelitian ini menunjukkan potensi sensor PPG berbiaya rendah untuk estimasi tekanan darah non-invasif, meski diperlukan pengembangan dataset yang lebih beragam untuk meningkatkan generalisasi model. Kata Kunci— Photoplethysmography, Estimasi tekanan darah tanpa manset, Random Forest, Machine learning, Pemrosesan sinyal. 
Analisis Komparatif Metode CLAHE dan Gamma Correction pada Klasifikasi Toksoplasmosis Okular Menggunakan CNN VGG16 Pribadi, Naufal Ramadhino; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toksoplasmosis okular merupakan infeksi retina yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii dan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen. Deteksi menggunakan metode ophthalmoscopy konvensional sangat bergantung pada keahlian dokter spesialis mata dan menghasilkan citra retina dengan kualitas rendah akibat kontras yang tidak merata, underexposure, maupun overexposure. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan performa metode pra-pemrosesan Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) dan gamma correction dalam meningkatkan kualitas citra retina untuk klasifikasi toksoplasmosis okular menggunakan CNN arsitektur VGG16. Dataset yang digunakan sebanyak 411 citra fundus retina dengan pembagian 80% training, 10% validation, dan 10% testing. CLAHE diuji dengan dua variasi parameter (clip limit = 2 dengan tile grid size = 8×8 dan clip limit = 3 dengan tile grid size = 16×16), sedangkan gamma correction diuji dengan dua variasi nilai ? (0,8 dan 1,5). Hasil toksoplasmosis cukup tinggi, mencapai 26,8% pada pasien HIV/AIDS di Jakarta [4] dan 58,5% di Sulawesi Utara [5]. Kasus toksoplasmosis okular sering tidak menunjukkan gejala spesifik sehingga terlambat terdiagnosis, meningkatkan risiko kebutaan permanen. Metode deteksi ophthalmoscopy konvensional memiliki menggunakan keterbatasan berupa ketergantungan pada keahlian dokter spesialis mata serta menghasilkan citra retina dengan kontras rendah dan kondisi underexposure atau overexposure [6]. Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) berbasis computer vision menawarkan solusi potensial, penerapan model deep learning mampu mencapai akurasi hingga 98,7% untuk mengklasifikasi kelainan retina mata [7]. pengujian menunjukkan bahwa kedua variasi parameter CLAHE menghasilkan performa identik dengan akurasi 92,68%, presisi 93,1%, sensitivitas 96,43%, dan F1-Score 94,74%. Nilai variasi gamma correction tertinggi (? = 1,5) menghasilkan akurasi 90,24%, presisi 92,86%, sensitivitas 92,86%, dan F1-Score 92,86%. Perbandingan antara kedua metode menunjukkan bahwa CLAHE dengan clip limit = 3 dan tile grid size = 16×16 menghasilkan performa lebih tinggi pada seluruh metrik evaluasi dibandingkan gamma correction (? = 1,5). Model CLAHE tersebut mampu diimplementasikan pada Ocular Toxoplasmosis Detection Device dengan akurasi 82,94%, presisi 83,87%, sensitivitas 92,86%, dan F1-Score 88,14%. Kata Kunci— Ocular Toxoplasmosis, CLAHE, Gamma Correction, CNN VGG16. 
Analisis Arus Bocor Pada Isolator Pin-Post di PT PLN ULP Sampang Dalam Kondisi Kering dan Basah dengan Penggaraman Mahatirta, Althair; Utomo, Teguh; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator jaringan tenaga listrik berfungsi untuk menompang kawat penghantar pada tiangtiang listrik dan memisahkan secara elektris dua buah kawat atau lebih. Fungsi ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kebocoran arus (leakage current) yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem jaringan tenaga Listrik. Ketika isolator terpapar pada kelembapan tinggi atau kontaminasi debu, lapisan pengotoran dapat menyerap air dan membentuk larutan yang mengurangi resistansi. Penelititan ini membahas mengenai arus bocor yang terdapat pada dua buah isolator pin-post bersih dan berpolutan. Pengujian dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Universitas Brawijaya. Variasi kondisi pengujian dilakukan dalam kondisi kering dan basah, dengan penggaraman dengan curah hujan sebesar 25,49 mm, 47,79 mm, dan 96,37 mm yang mengacu pada data curah hujan di Indonesia, dengan variasi tegangan uji AC sebesar 11, 16, dan 24 kV. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa isolator bersih memiliki arus bocor yang lebih kecil dibandingkan dengan isotor berpolutan baik dalam kondisi kering maupun basah. Kata Kuci – Isolator pin-post, arus bocor, penggaraman 

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2026 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 7 (2026) Vol. 14 No. 6 (2026) Vol. 14 No. 5 (2026) Vol. 14 No. 4 (2026) Vol. 14 No. 3 (2026) Vol. 14 No. 2 (2026) Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue