cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1" : 167 Documents clear
ANALISIS KETIMPANGAN PEMBANGUNAN WILAYAH DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERIODE 2006-2010 Urrahman, Aulia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ketimpangan Pembagunan Wilayah adalah salah  satu permasalahan ekonomi regional yang masih menjadi isu yang hangat, khususnya untuk Kawasan Timur  Indonesia  (KTI). Masih terjadinya ketimpangan pembangunan wilayah  ini salah satu disebabkan masih terkosentrasinya proses pembangunan ekonomi di Jawa dan Bali. Sementara kondisi itu terjadi, daerah-daerah yang dianggap pembangunan masih kurang terus berusaha mengejar ketertinggalan pembangunan di wilayahnya dengan berbagai strategi pembangunan. Dan salah satunya Nusa Tenggara Barat yang telah melakukan upaya peningkatan perekonomian masyarakatnya dengan cara mengembangkan sektor yang menjadi sektor unggulan. Penelitian ini mencoba mengetahui apakah upaya pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat dalam peningkatan perekonomian masyarakatnya sudah mampu menurunkan Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Dengan menggunakan  metode  kuantitatif, penelitian ini berusaha untuk mengungkap pengaruh PDRB per kapita, Investasi dan Aglomerasi terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa PDRB per kapita berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan negatif terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah,  Investasi tidak memiliki pengaruh signifikan, namun memiliki hubungan yang negatif terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Sementara Aglomerasi memiliki pengaruh yang signifikan dan hubungan yang negatif terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. PDRB per kapita mampu menurunkan Ketimpangan Pembangunan Wilayah dikarenakan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, pertambangan serta pariwisata mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga menyebabkan peningkatan pendapatan masyarakat dan menurunkan kemiskinan serta pengangguran. Masih rendahnya  Investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat disebabkan masih minimnya ketersedian infrastruktur pendukung kegiatan investasi sehingga pengaruh investasi masih belum mampu menurunkan ketimpangan secara signifikan. Namun jumlah investasi yang ada sudah mampu membentuk hubungan yang negatif dengan ketimpangan pembangunan wilayah. Aglomerasi di Provinsi Nsua Tenggara Barat sudah mampu menurunkan ketimpangan karena denga adanya kegiatan oleh industri yang ada di kawasan aglomerasi manarik minat dari masyarakat juga ikut mendirikan usaha di sekitar kegiatan industri tersebut sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan menurunkan ketimpangan pembangunan wilayah. Kata kunci:  ketimpangan pembangunan wilayah, PDRB per kapita , Investasi, Aglomerasi.
ANALISIS VALUASI SAHAM PERDANA (Pada Perusahaan yang Listing di BEI 2010/2011) Wicaksono, Deta Abriand
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase penentuan harga saham perdana merupakan salah satu masa sulit bagi perusahaan yang akan  go publik.  Hal tersebut dikarenakan banyaknya pertimbangan yang harus dilakukan oleh  perusahaan untuk mampu  menguasai lantai  bursa dan mendapat kepercayaan  penuh  dari investor.  Oleh karena itu, sering ditemui bahwa keputusan harga saham perdana yang    diambil oleh perusahaan  dinilai kontroversial oleh beberapa pihak.  Seperti yang terjadi pada PT. Krakatau Steel yang harga sahamnya dinilai terlalu rendah (underpricing), PT. Garuda Indonesia yang bahkan harga  sahamnya sempat turun, dan PT. Visi Media Asia  yang harga sahamnya  menimbulkan 2 konflik berbeda antara underpriced dan overpriced. Penelitian ini bertujuan untuk mem-valuasi kembali harga saham  perdana  dari tiap-tiap perusahaan tersebut dan menyesuaikannya dengan realitas yang ada  dan seperti apa seharusnya (apakah  underpriced  atau overpriced). Metode penelitian    ini menggunakan metode deskriptif    kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Setelah ditemukan nilai intrinsik dari tiap perusahaan,  maka  akan dibandingkan dengan nilai pasar yang ada waktu itu. Perhitungan nilai intrinsik  itu sendiri menggunakan 3 metode yaitu DDM, PER, dan PBV  dengan memperbandingkannya dengan perusahaan sejenis (yang bergerak pada bidang yang sama).   Kata kunci: Underpricing, Overpricing, Valuasi Saham,
"ANALISIS TRANSAKSI PEMBIAYAAN MUDHARABAH BERDASARKAN PSAK No.105 ( Studi Kasus Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang)" Andarini, Novi Puspita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dengan dua metode studi kasus. Maka penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan, mendeskripsikan atau  melukiskan suatu keadaan,  atau kelompok tertentu secara terperinci. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan transaksi pembiayaan mudharabah telah sesuai dengan aturan PSAK No.105 yang menggantikan PSAK No.59 yang mana berkaitan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan mudharabah. Sedangkan penelitian studi kasus, dalam hal ini ditunjukan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah yang meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas praktik  pembiayaan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri  Cabang Malang apakah telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.105 tentang akuntansi mudharabah dan juga mencari penyebab jika masih ada ketidaksesuaian  antara praktek di Bank dengan Standar yang ada. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembiayaan mudharabah masih belum sesuai standar dan belum sepenuhnya menerapkan aturan tentang pembiayaan mudharabah dalam PSAK No.105 tentang akuntansi mudharabah. Masih terdapat ketidaksesuaian misalnya penggunaan revenue sharing dalam perhitungan bagi hasil oleh Bank  Syariah Mandiri  yang sudah  tidak  dipakai lagi pada PSAK No.105 dan perbedaan penyebutan istilah antara Bank dengan PSAK No. 105. Penyebab ketidak sesuaian ini adalah   Bank Syariah Mandiri masih berpedoman pada PSAK No.59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah dalam penerapan pembiayaan mudharabah, padahal terhitung 1 Januari 2008, PSAK No.105 tentang Akuntansi  Mudharabah  telah diberlakukan untuk menggantikan PSAK No.59 yang dalam hal berhubungan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan. Kata kunci: pembiayaan mudharabah, PSAK No.105
ANALISIS VARIABEL INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) SEBAGAI INDIKATOR KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TIMUR Perdana, Adrian Yuza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan bertujuan (1) Untuk mengetahui bagaimana variable-variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berperan sebagai indikator kemiskinan di Jawa Timur. (2) Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan prioritas pembangunan manusia yang dilakukan.   Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research (penelitian penjelasan). Variabel yang digunakan antara lain persentase kemiskinan, variabel-variabel komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) seperti indeks harapan hidup, indeks pendidikan, dan indeks PPP. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dengan cakupan wilayah 38 kabupaten dan kota yang berada di Provinsi Jawa Timur.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut yang akan menjadi informasi bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk ikut berperan serta dalam menanggapi bagaimana dengan semakin tingginya tingkat harapan hidup menunjukan semakin bertambahnya kemiskinan. Hal ini terjadi bila tidak disertai dengan peningkatan kemampuan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dan juga peningkatan kemampuan daya beli dalam masyarakat. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan, Indeks Harapan Hidup, Indeks Pendidikan, Purchasing Power Parity, Human Development Index.
TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU: DIMENSI EKONOMI, DIMENSI SOSIAL DAN DIMENSI LINGKUNGAN (Studi pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Kabupaten Malang) Wijayanto, Nugraha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tempat pengolahan sampah terpadu yang pada dasarnya merupakan sebuah saranauntuk mengolah dan mengelola sampah dengan tujuan mencegah terjadinya pencemaranlingkungan ternyata memiliki manfaat yang tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagikehidupan sosial masyarakat disekitarnya. Dengan memanfaatkan nilai-nilai yang masihterkandung di dalam sampah baik itu nilai ekonomi  maupun  nilai guna, tempat pengolahansampah terpadu juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah pengangguran di negaraIndonesia yang memiliki tipologi wilayah berupa pedesaan, perdagangan maupun  perkotaan. Dengan menggunakan  metode  kualitatif deskriptif, penelitian ini berusaha untukmengungkap dimensi  ekonomi, dimensi sosial dan dimensi lingkungan  dari sebuah tempatpengolahan sampah terpadu dengan tipologi wilayah yang berbeda yaitu pedesaan, perdagangandan perkotaan. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa pada setiap tempat pengolahan sampahterpadu dengan tipologi wilayah yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda  pula  baikdalam dimensi ekonomi, dimensi sosial maupun dimensi lingkungannya. Pada dimensi ekonomi,  perbedaan tipologi membuat  adanya  perbedaan  dalammemprioritaskan  kegiatan  produksi  dalam  upaya pemenuhan  kebutuhan biaya operasionalnya.Sementara  pada dimensi sosial,  perbedaan tipologi  menghasilkan  kondisi yang berbeda  padatingkat partisipasi masyarakat  dalam  tempat pengolahan sampah terpadu  di wilayahnya.Sedangkan  pada dimensi lingkungan, perbedaan  tipologi wilayah  membuat proses dan sistemkerja yang diterapkan harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan agar efektif dan efisien. Kata kunci:  tempat pengolahan sampah terpadu, tipologi wilayah, dimensi-dimensi.
ANALISIS PENGARUH PENYALURAN KREDIT INVESTASI BANK UMUM DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN MALANG (Periode 2001-2010) Wardhani, Ika Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan suatu pembangunan ekonomi daerah dapat dilihat salah satunya dari perkembangan produk domestik regional bruto (PDRB)  yang merupakan cerminan dari pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu variabel yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yaitu besarnya kredit investasi yang disalurkan oleh bank umum maupun BPR. Semakin besar kredit investasi yang disalurkan maka semakin besar pula investasi yang direalisasikan sehingga dapat meningkatkan output yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  tingkat suku bunga kredit investasi dan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun  terhadap kredit investasi yang disalurkan oleh bank umum & BPR di Kabupaten Malang, pengaruh jumlah kredit investasi yang disalurkan dan produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap  jumlah investasi di Kabupaten Malang serta pengaruh jumlah investasi dan tenaga kerja terhadap PDRB Kabupaten Malang. Metode analisis yang digunakan adalah model persamaan simultan dimana variabel kredit investasi, investasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan variabel endogen sedangkan variabel tingkat suku bunga, DPK, dan tenaga kerja merupakan variabel eksogen. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji heterokedastisitas. Hasil regresi dari persamaan kredit investasi memberikan kesimpulan bahwa variabel DPK dan tingkat suku bunga berpengaruh secara bersama-sama dalam pengaruhnya ke variabel endogen yaitu kredit investasi. Selanjutnya, hasil  regresi dari persamaan investasi memberikan kesimpulan bahwa variabel kredit investasi dan PDRB berpengaruh secara bersama-bersama dalam pengaruhnya ke variabel endogen yaitu investasi. Begitu pula halnya pada hasil regresi dari persamaan PDRB yang memberikan kesimpulan bahwa variabel investasi dan tenaga kerja berpengaruh secara bersama-sama dalam pengaruhnya ke variabel endogen yaitu variabel PDRB. Kata Kunci : PDRB, Investasi, Kredit Investasi, DPK, Suku Bunga, Tenaga Kerja, Persamaan Simultan
PENGARUH SUKU BUNGA KREDIT, INFLASI, NILAI TUKAR, DAN PENDAPATAN PER KAPITA TERHADAP PENYALURAN KREDIT KONSUMSI DI JAWA TIMUR (2006-2011) Inggriani, SE, Hesty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari adanya pertumbuhan konsumsi dan investasi. Di Jawa Timur sendiri, pertumbuhan konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Dengan pertumbuhan konsumsi yang meningkat maka penyaluran kredit konsumsi juga meningkat. Penyaluran kredit konsumsi sangat penting artinya untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga kredit, inflasi, nilai tukar, serta pendapatan per kapita terhadap penyaluran kredit di Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi linier berganda dengan menggunakan metode log linier dimana variabel suku bunga kredit, inflasi, nilai tukar, dan pendapatan per kapita sebagai variabel independen, dan variabel penyaluran kredit konsumsi sebagai variabel dependn. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil analiis statistik dari uji f memberikan kesimpulan bahwa variabel suku bunga kredit, inflasi, nilai tukar, dan pendapatan per kapita berpengaruh secara bersama-sama terhadap penyaluran kredit konsumsi. Selanjutnya, berdasarkan hasil statistik dari uji t variabel suku bunga kredit , nilai tukar, dan pendapatan per kapita masing-masing berpengaruh terhadap penyaluran kredit konsumsi di Jawa Timur. Sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit konsumsi.   Kata Kunci : Suku Bunga Kredit, Inflasi, Nilai Tukar, Pendapatan per Kapita, Kredit  Konsumsi, Regresi Log Linier
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Kerja (Studi Kasus pada Perusahaan Tambang Batubara PT.Thiess Project Sangatta, Kaltim) Saputra, SE, Andik
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di  Kutai Timur, Industri pertambangan menjadi industri yang diharapkan oleh masyarakat. Ini menggambarkan tingkat ketergantungan masyarakat Kutai Timur dengan industri pertambangan  sangat besar. Wilayah yang menjadi area tambang dipadati oleh penduduk daripada wilayah yang tidak memiliki potensi tambang. Pendatang berdatangan ke Kutai Timur untuk menjadi tenaga kerja. Namun dari sedemikian banyak tenaga kerja yang tersedia, tidak semuanya dapat terserap pada pasar permintaan tenaga kerja. Kondisi demikian tentu menjadi tugas bersama untuk ditelusuri, mengapa dan apa yang menyebabkan tenaga kerja tidak terserap. Maka dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tenaga kerja pada salah satu perusahaan tambang batubara di Sangatta.  Analisis yang dilakukan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan regresi linear  berganda untuk menjawab rumusan masalah dan mengetahui pengaruh variabel-variabel yang telah ditentukan. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa  dari ketiga variabel yang diteliti(tingkat upah,nilai produksi,dan investasi), variabel nilai produksi dan investasi berpengaruh terhadap permintaan tenaga kerja. Sementara tingkat upah tidak memiliki pengaruh terhadap permintaan tenaga kerja. Investasi memiliki arah yang negatif terhadap permintaan tenaga kerja dikarenakan investasi yang dilakukan lebih banyak pada sektor alat berat. Sehingga tidak memiliki arah yang positif. Selain itu  adanya demonstrasi tenaga kerja medio April-November 2011 turut menjadi salah satu faktor turunnya investasi yang akhirnya permintaan tenaga kerja tidak bertambah dengan jumlah yang signifikan.   Kata Kunci : permintaan tenaga kerja, tingkat upah, nilai produksi, investasi, PT. Thiess.
Rencana Strategis Pengembangan Hotel Helios Malang Dengan Pendekatan Blue Ocean Strategy Wulandari, SE, Rahmadani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian di bidang manajemen strategi yang membahas tentang strategi perusahaan untuk menghadapi persaingan dan mencapai keunggulan kompetitif. Obyek penelitian yang dipilih adalah Hotel Helios. Hotel Helios merupakan perusahaan yang bergerak di bidang akomodasi perhotelan. Persaingan usaha jasa akomodasi di Kota Malang yang semakin ketat saat ini menyebabkan perlunya dilakukan analisis lingkungan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan juga ancaman yang dihadapi oleh Hotel Helios serta mengetahui penerapan rencana strategis yang didasarkan pada analisis kerangka kerja empat langkah dan konsep ruang pasar baru pada Hotel Helios. Analisis dilakukan melalui penilaian eksternal pada kekutan ekonomi, kekuatan sosial, budaya, dan demografis, kekuatan pemerintahan dan hukum, kekuatan teknologi. Selain itu dilakukan penilaian internal yang meliputi manajemen, pemasaran, keuangan, dan produksi/operasi. Faktor-faktor internal dan eksternal tersebut dianalisis melalui Matriks SWOT kemudian digambarkan dalam kanvas strategi.  Penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui penggabungan metode pengumpulan data, yakni wawancara kepada pihak manajemen Hotel Helios dan  dokumentasi beberapa artikel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana strategis pengembangan Hotel Helios dilakukan dengan langkah menghapus pemikiran meningkatkan kelas hotel akan meraih lebih banyak konsumen jasa. Kemudian mengurangi penyediaan peralatan dan  fasilitas hotel yang tidak membawa manfaat serta mengurangi turnover    karyawan. Upaya peningkatan Hotel Helios dalam peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak eksternal, peningkatan system informasi, dan pelayanan promo khusus bagi tamu. Hasil dari kerangka kerja ini bahwa Hotel Helios mampu menciptakan konsep hotel-travel  yang membentuk diferensiasi sekaligus berbiaya rendah sesuai hakekat pendekatan Blue Ocean Strategy.   Kata Kunci : Rencana Strategis, Blue Ocean Strategy, Hotel Helios.
ANALISIS INDIKATOR EARLY WARNING SYSTEM KRISIS PERBANKAN DI INDONESIA Hariskaningtias, SE, Elisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk melihat seberapa besar pengaruh indikator-indikator deteksi dini krisis perbankan bisa memberikan peringatan dini akan terjadinya krisis di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan model ekonometrika Logit/Probit dengan menggunakan variabel  dummy sebagai variabel dependennya. Variabel dummy diproksi dengan menggunakan variabel Exchange Market Pressure (EMP).  Indikator yang diuji adalah indikator makro ekonomi yang meliputi suku bunga, kurs, M2 Multiplier, rasio M2 cadangan devisa, pertumbuhan  ekonomi, rasio kredit domestik terhadap PDB, serta inflasi. Dari penelitian yang dilakukan, enam dari tujuh variabel yang diuji memberikan sinyal yang cukup signifikan dalam memprediksi terjadinya krisis. Sedangkan satu variabel yaitu variabel pertumbuhan  ekonomi ternyata tidak memberikan pengaruh terhadap terjadinya krisis di Indonesia. Kata kunci  : krisis perbankan, indikator makroekonomi, EMP, peringatan dini, model EWS Logit/Probit.

Page 2 of 17 | Total Record : 167


Filter by Year

2012 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue