Articles
13,824 Documents
ANALISIS PENDAPATAN SERTA KELAYAKAN USAHA TERNAK AYAM RAS PETELUR PADA SKALA USAHA YANG BERBEDA DALAM 1 (SATU) TAHUN PERIODE PRODUKSI (Studi pada peternakan ayam petelur skala kecil dan skala besar di Kabupaten Blitar)
Wicaksono, Akhmad Adi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gejolak kenaikan harga pakan ternak dan gejolak penurunan harga telur terhadap pendapatan peternak ayam ras petelur pada skala usaha yang berbeda di Kabupaten Blitar dan mengetahui kelayakan usaha yang dilihat dari nilai Break Even Point (BEP) dan R/C Ratio-nya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur pada bulan November 2016 hingga bulan Mei 2017. 15 sampel peternak yang ditentukan dengan menggunakan metode Proporsional Random Sampling. Data penelitian menggunakan metode 1.) Analisis Deskriptif dengan data kuantitatif 2.) Analisis pendapatan yang terdiri dari biaya produksi dan penerimaan 3.) Analisis BEP dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan yang diperoleh peternak skala besar sebesar Rp 576.634.710 lebih besar dibanding dengan pendapatan rata-rata yang diperoleh peternak skala kecil yaitu sebesar Rp124.482.273. Namun jika dilihat dari sisi untung rugi, kelompok peternak skala besar mengalami kerugian terbanyak dibandingkan dengan kelompok peternak skala kecil. Dari hasil perhitungan pendapatan diatas dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya pendapatan dipengaruhi oleh seberapa besar tingkat penerimaan (revenue) yang diperoleh dan seberapa besar skala usahanya atau jumlah populasi ternak yang dimiliki. Nilai Break Event Point (BEP) yang diperoleh berbeda-beda dari masing-masing peternak. Rata-rata BEP pada kelompok peternak skala besar yaitu Rp 16.873 lebih kecil dibandingkan dengan kelompok peternak skala kecil yaitu sebesar Rp 17.403. Hal ini dikarenakan nilai Feed Convertion Ratio (FCR) yang berbeda-beda dari masing-masing peternak. Artinya semakin kecil nilai FCR maka akan semakin bagus. Tingkat R/C Ratio menunjukkan hasil yang berbeda-beda dari masing-masing peternak. Secara keseluruhan rata-rata tingkat R/C ratio kelompok peternak skala kecil maupun kelompok peternak skala besar yaitu memiliki nilai 1,1. Artinya usaha ternak ayam petelur di Kabupaten Blitar dikategorikan sebagai usaha yang layak. Artinya usaha ini menguntungkan dan memiliki prospek yang menjanjikan.Kata kunci: Biaya produksi, Pendapatan, BEP, R/C RatioÂ
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Pangsa Pasar, Produktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) Terhadap Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) (Studi Kasus pada 33 Provinsi di Indonesia)
Fathoni, Arif Rahman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang  dan  jasa  yang  diproduksi dalam  masyarakat bertambah dan  kemakmuran masyarakat menjadi meningkat. Usaha Mikro Kecil dan  menengah di Indonesia sendiri mempunyai peran penting sebagai penopang perekonomian karena UMKM memiliki peranan yang cukup besar dalam peningkatan penyerapan tenaga kerja, pembentukan produk domestik bruto (PDB), dan penyediaan jaring pengaman khususnya bagi masyarakat yang terimbas krisis keuangan dan ekonomi. Selain produktivitas umkm, perkembangan UMKM juga dapat dipengaruhi oleh pangsa pasarnya.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana besaran pengaruh  pertumbuhan pangsa pasar UMKM dan produktivitas UMKM terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto  antar provinsi di  Indonesia. Metode yang  digunakan dalam  penelitian  ini adalah metode kuantitatif  dengan data sekunder 33 provinsi di Indonesia. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pangsa pasar umkm tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia karena proporsi pertumbuhan pangsa pasar usaha besar lebih besar dari pada pertumbuhan pangsa pasar UMKM. Sedangkan Pertumbuhan produktivitas umkm berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.Kata kunci : Pertumbuhan ekonomi, perkembangan UMKM, Pangsa pasar UMKM, Produktivitas UMKM
ANALISIS PENGARUH RATIO CAPITAL, ASSET QUALITY DAN LIQUIDITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA BANK GO PUBLIC (Studi Pada Bank Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015)
Maarif, Raditya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisa pengaruh rasio kapital, kualitas asset, dan likuiditas terhadap pendapatan atau profitabilitas perusahaan perbankan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner, dan observasi pada 15 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah analisis panel data  dengan program Eviews 10.0. Variabel independen yang diteliti adalah rasio kapital, kualitas asset, dan likuiditas sedangkan variabel dependen yang diteliti adalah profitabilitas bank. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan nilai signifikan 0,000. Untuk pengaruh secara individu (parsial) setiap variabel independen memiliki pengaruh yang berbeda.Kata Kunci: Profitabilitas, kualitas asset, rasio kapital, likuisditas.
IMPLIKASI KEBIJAKAN FISKAL ERA ORDE BARU DAN ERA REFORMASI DALAM MEWUJUDKAN PERTUMBUHAN INKLUSIF DI INDONESIA
Jamil, Hidsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki dua tujuan utama yakni: (i) menguji inklusivitas pertumbuhan ekonomi di Indonesia; dan, (ii) menganalisis perbedaan implikasi kebijakan fiskal Era Orde Baru dan Era Reformasi dalam mewujudkan percepatan pertumbuhan inklusif di Indonesia. Dengan menggunakan metode estimasi parameter 3SLS (Three Stage Least Square), penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama periode 1981-2016 masih belum inklusif. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia mengarah pada sektor yang bersifat padat modal (capital intensive). Selain  itu, penelitian ini menemukan bahwa kebijakan fiskal baik di Era Orde Baru dan Era Reformasi memiliki implikasi yang berbeda dalam mewujudkan pertumbuhan inklusif di Indonesia. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bersumber dari belanja kesehatan di Era Orde Baru dan belanja pendidikan di Era Reformasi. Sementara itu, penurunan pengangguran berasal dari belanja infrastruktur di Era Orde Baru.Kata Kunci: Kebijakan Fiskal, Pertumbuhan Inklusif, Metode 3SLS.
Hubungan antara Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia periode 1994.1-2013.4
Nadirin, Muhamad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hubungan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi saling berkaitan. Apabila tingkat inflasi tinggi maka dapat menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi, sebaliknya inflasi  yang  relatif  rendah  dan  stabil  dapat mendorong  terciptanya pertumbuhan ekonomi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah tingkat inflasi menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya apakah pertumbuhan ekonomi menyebabkan tingkat inflasi di Indonesia selama periode 1994.1-2013.4. (2) Apakah  ada hubungan jangka  panjang antara  inflasi  dengan pertumbuhan  ekonomi selama periode 1994.1- 2013.4. Metode yang digunakan adalah: (1) Uji Kausalitas Granger, untuk mengetahui hubungan sebab-akibat, (2) Uji VAR/ VECM, digunakan untuk memperkuat serta melengkapi hasil pengujian awal dari Granger causality, Hasil uji kausalitas Granger variabel inflasi mempunyai hubungan kausalitas dua arah terhadap pertumbuhan ekonomi dan hubungan dua arah tersebut terjadi pada lag 4. Selain itu berdasarkan hasi uji VECM didapatkan bahwa perubahan inflasi berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedangkan perubahan pertumbuhan ekonomi berpengaruh  positif terhadap  inflasi. Dengan  adanya  hubungan  sebab-akibat  dan hubungan jangka panjang antara inflasi dengan pertumbuhan ekonomi, diharapkan pemerintah dan Bank Indonesia dapat mentargetkan tingkat inflasi lebih kecil dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang.Kata Kunci : Inflasi, pertumbuhan ekonomi, kausalitas (sebab-akibat)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK MENJADI NASABAH BANK SYARIAH (Studi Pada PT Bank Syariah Mandiri Tbk Cabang Surabaya)
Lailiya, Miftakhudzikril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Melalui penelitian ini nantinya dapat diketahui bahwa terdapat faktor-faktor yang mampu mempengaruhi keputusan menjadi nasabah Bank Syariah khusunya pada Bank Syariah Mandiri Cabang Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan sampel sebanyak 100 responden yang berada di Bank Syariah Mandiri Cabang Surabaya. Melalui penyebaran kuesioner nantinya akan diketahui faktor mana yang paling berpengaruh  terhadap  keputusan nasabah  untuk menjadi nasabah Bank Syariah. Berdasarkan hasil estimasi regresi logistic diketahui bahwa diantara keenam variable yakni variable pengetahuan, pelayanan , karakteristik Bank Syariah , harga/biaya, aksebilitas dan promosi  ternyata tidak  semua variable  yang dijadikan factor dalam penelitian ini berpengaruh terhadap keputusan nasabah.Faktor pelayanan Bank Syariah, faktor karakteristik Bank Syariah, faktor harga/biaya dan faktor aksebilitas ternyata yang berpengaruh terhadap keputusan nasabah Bank Syariah. Sedangkan faktor pengetahuan Bank Syariah dan promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah Bank Syariah.Kata Kunci:Faktor Ketertarikan Nasabah,Bank Syariah,Regresi Logistik
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Tanggungan Keluarga, dan Status Pernikahan Terhadap Keputusan Perempuan Bekerja (Studi kasus Pada Desa Trawasan Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang)
Hidayatulloh, Mochammad Iqbal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perempuan merupakan sumber daya ekonomi yang tidak kalah penting dibandingkan dengan laki-laki, perempuan sesungguhnya memegang fungsi yang sangat penting dalam keluarga. Keberadaan perempuan dalam rumah tangga bukan sekedar pelengkap reproduksi saja, namun lebih daripada itu banyak penelitian membuktikan bahwa perempuan ternyata seringkali memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga serta masyarakat. Walaupun kaum perempuan banyak terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi, mereka cenderung hanya menggeluti usaha kecil atau sambilan sebagai bagian dari strategi kelangsungan hidup keluarganya. Perempuan memilih bekerja untuk membantu dan meringankan perekonomian keluarga.Kata kunci: Tenaga Kerja perempuan, Pendidikan, Tanggungan Keluarga, Status Pernikahan.
ANALISIS PENGUKURAN KESEJAHTERAAN DI INDONESIA
Basofi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengukuran kesejahteraan di Indonesia masih menggunakan pendapatan perkapita, padahal dalam perkembangannya, makna kesejahteraan tidak terbatas pada tambahan pendapatan atau konsumsi saja. Persepsi subjektif individu yang dilatarbelakangi perbedaan budaya, cara pandang dan ideologi, perlu dipertimbangkan sebagai indikator kesejahteraan yang dirangkum dalam indeks kebahagiaan. Sebagai negara Berketuhanan Yang Maha Esa, makna kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia secara normatif seharusnya lebih dekat dengan persepsi subjektif pada aspek spiritual. Penelitian dengan penekatan kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan pendapatan perkapita masih relevan digunakan sebagai indikator kesejahteraan di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data mentah IFLS 5, dan ditemukan sebanyak 14.583 data responden yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data diolah menggunakan metode ordered logit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan indeks kebahagiaan seharusnya tidak menafikan pentingnya pendapatan perkapita sebagai indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia. Adapun aspirasi kebutuhan dasar untuk mencapai kata sejahtera di Indonesia yang utama ada pada pemenuhan kebutuhan pangan, akses kesehatan dan interaksi sosial. Tingkat kesehatan justru tidak menjadi aspirasi utama masyarakat Indonesia terkait dengan kesejahteraan.Kata Kunci : kesejahteraan, indeks kebahagiaan, pendapatan perkapita, konsumsi
Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan serta Gini Ratio terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten-Kabupaten di Jawa Timur Bagian Selatan
Chotimah, Khusnul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah untuk sektor pendidikan dan kesehatan, serta Gini Ratio terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Kabupaten-kabupaten di Provinsi Jawa Timur bagian selatan dalam kurun waktu 2011-2015. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode Regresi Data Panel (Pooled Data) yang merupakan gabungan antara data time series dan data cross section yang dianalisis dengan Model Random Effect (REM) yang diolah dengan aplikasi EViews 8.1.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Kabupaten-Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan. Sedangkan untuk variabel Gini Ratio berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Kabupaten-Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan.Kata kunci: Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan, Gini Ratio, IPM, Random Effect Model (REM)
DAMPAK SOSIAL EKONOMI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN PADA MASYARAKAT PETANI (Studi Kasus Desa Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Malang)
SE, Zainab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak yang dialami oleh masyarakat sebelum dan sesudah alih fungsi lahan pertanian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive research) adalah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau  uraian  atas  suatu  keadaan  sejelas  mungkin tanpa  ada  perlakuan terhadap objek yang diteliti. Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data. Aktivitas dalam analisis data yaitu: Data Condensation, Data Display, dan Conclusion Drawing/Verifications Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diuraikan sebagai berikut:1) Masyarakat di Desa Tunggulwulung melakukan alih fungsi lahan dikarenakan adanya peningkatan harga tanah yang tinggi sehingga nilai ekonomisnya menjadi meningkat.2) Faktor-faktor yang mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian antara lain: a) Faktor Kependudukan, b) Kebutuhan lahan untuk kegiatan non pertanian antara lain pembangunan real estate c) Lokasi sekitar kota sehingga menjadi sasaran pengembangan kegiatan non pertanian mengingat harganya yang relatif murah d)  Faktor sosial  budaya  e)  Degradasi  lingkungan,  f)  Otonomi  daerah  yang mengutamakan pembangunan pada sektor menjanjikan keuntungan jangka pendek lebih tinggi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  dan g) Lemahnya sistem perundang-undangan dan penegakan hukum (Law Enforcement) dari peraturan- peraturan yang ada.Kata Kunci: Dampak Sosial Ekomoni dan Alih Fungsi Lahan Pertanian