cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (Studi Kasus Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2017 Pada Desa Saluallo Kecamatan Sangalla’ Utara, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan) ALLORERUNG, ALEXANDER BUNGIN
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami gambaran implementasi pengelolaan keuangan desa di Desa Saluallo pada tahun 2017 yang dimulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan (pengadaan barang atau jasa), penatausahaan, dan pelaporan. Sebagai acuan penelitian menggunakan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan melakukan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi kepada Kepala Desa Saluallo, Sekretaris Desa Saluallo, Bendahara Desa Saluallo dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Lembang Tana Toraja. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Desa Saluallo pada tahap proses perencanaan dan penganggaran tidak berjalan sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Pada tahap pelaksanaan (pengadaan barang atau jasa), penatausahaan, dan pelaporan dilaksanakan sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Hambatan utama Desa Saluallo dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa adalah terlambatnya informasi pagu indikatif desa (Alokasi Dana Desa dan Retribusi Pajak) dari Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang berakibat terlambatnya penetapan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Saluallo tahun 2017 dan terlambatnya penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2017. Kata Kunci:Pengelolaan Keuangan Desa, Akuntansi dan Manajemen Sektor Publik
PENGARUH INDEPENDENSI, KOMFLIK PERAN, BUDAYA ORGANISASI DAN PEMAHAMAN GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA AUDITOR (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang) Zahra, Charisma Talytha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan AkuntansiFakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas BrawijayaTujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh independensi, konflik peran, budaya organisasi dan pemahaman good governance terhadap kinerja auditor. Variabel independen adalah independensi, konflik peran, budaya organisasi dan pemahaman good governance. Variabel dependen adalah kinerja auditor. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang berada di Kantor Akuntan Publik di Kota Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah 65 auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan berdasarkan kemudahan (convenience sampling). Pengumpulan data menggunakan teknik survei kuesioner dengan responden sebanyak 62 auditor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Semakin independen seorang auditor maka klien dan publik akan sering menggunakan jasa auditor tersebut sehingga kinerjanya meningkat. Selanjutnya, ketika auditor mendapatkan konflik di tempat kerjanya maka kinerjanya akan menurun. Selain itu, budaya organisasi bisa memberikan motivasi auditor untuk menyelesaikan pekerjaannya supaya mendapatkan reward sehingga kinerjanya akan meningkat. Ketika seorang auditor paham tentang konsep tersebut maka hasil dari melakukan pekerjaannya akan baik sehingga kinerjanya akan meningkat.Kata kunci: independensi, konflik peran, budaya organisasi, pemahaman good governance, kinerja auditor  This study aims to analyze the impact of independence, role conflict, organizational culture and understanding of good governance on auditor performance. The independent variabels are independence, role conflict, organizational culture and understanding of good governance. The dependent variabel is auditor performance. The population in this study is the auditors who work at public accounting firm in Malang. The selection of sample using convience sampling method. The number of questionnaires distributed was 65 copies, but only 62 questionnaires returned and can used as the sample for this study. Analysis of the data in this study using multiple regression analysis. The results indicate that independent of the auditor, the more the client and public will often use the auditor's services so that performance will increase. Furthermore, when the auditor gets a conflict in his workplace, his performance will decrease. In addition, organizational culture can provide motivation for auditors to complete their work in order to get rewards so that performance will increase. Beside that, when an auditor understands the concept of good governance, the results of his work will be good so his performance will increase. Keywords: independence, role conflict, organizational culture and understanding of good governance, auditor performance
STUDI FENOMENOLOGI : PENERAPAN KODE ETIK PROFESI SEBAGAI AUDITOR INTERNAL SEBAGAI ACUAN DALAM MENGHADAPI DILEMA ETIS PADA PT ARAYA BUMI MEGAH Favian, Atsha Daryre
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan AkuntansiFakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas BrawijayaPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana auditor internal perusahaan memahami kode etik profesi, serta bagaimana auditor internal perusahaan menerapkan kode etik sebagai acuan dalam menghadapi dilema etis. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Data-data yang dijadikan sebagai bahan penelitian diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Departemen Kontrol sebagai auditor internal perusahaan harus mengesampingkan kode etik yang telah ditetapkan The Institute Of Internal Auditors (IIA), yaitu pada poin Objektivitas yang menyebutkan bahwa auditor internal “tidak boleh berpartisipasi dalam kegiatan atau hubungan apapun yang dapat atau patut diduga dapat mengurangi kemampuannya untuk melakukan assesment secara objektif. Termasuk dalam hal ini adalah kegiatan atau hubungan yang menimbulkan konflik dengan kepentingan organisasinya”. Hal ini dikarenakan kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan, dimana apabila kode etik dijalankan seutuhnya kemungkinan besar roda bisis perusahaan akan terhenti. Sebagai jalan keluar, telah ada kebijakan perusahaan yang mengatur diterapkannya kode etik tersendiri bagi Departemen Kontrol sebagai Auditor Internal perusahaan yang berdasar pada pada kode etik profesi yang ditetapkan oleh The Institute Of Internal Auditors (IIA) yang telah disesuakan dengan kondisi perusahaan sendiri.      Kata kunci:          Kode Etik, Auditor Internal   Departement of AccountingFaculty Economics and Business Brawijaya UniversityThis research aims to find out how the internal auditor of the company understands the code of professional ethics, as well as how an auditor would apply the code of professional ethics as a reference for facing ethical dilemmas while being an internal auditor at PT. Araya Bumi Megah. This research uses the descriptive qualitative research method and the data used as the research materials were obtained through interviews and documentation. Based on the results of the research, the Control Department as the internal auditor of the company was unable to apply the code of ethics established by The Institute of Internal Auditors (IIA), specifically point 2.1, which states that internal auditors "Shall not participate in any activity or relationship that may impair or be presumed to impair their unbiased assessment. This participation includes those activities or relationships that may be in conflict with the interests of the organization." There exists a company policy that regulates the implementation of its own code of ethics for the Control Department as the Internal Auditor of the company, based on the code of professional ethics established by The Institute of Internal Auditors (IIA), which has been adapted to the company conditions.      Key words: Code of Ethics, Internal Auditor
THE IMPACT OF WORKING EXPERIENCE AND GENDER TOWARDS AUDIT JUDGMENT WITH PROFESSIONAL SKEPTICISM AS A MODERATING VARIABLE (Empirical Study at BPK RI Jakarta) Atiwina Katon, Rucira Karayita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRACTWhen the auditors do their duties in order to make professional judgment, they are influenced by many factors. Individual behavior aspect is one of the factors that can impact the making of auditor’s judgment. This study was aimed to prove empirically the professional skepticism as a moderating variable in the influence of auditor experience and gender towards audit judgment. Moreover, the impact of auditor experience and gender on audit judgment were also assessed. This study was conducted at BPK RI headquarter in Jakarta. The sample was chosen by using purposive sampling method. Further, 93 auditors were the number of samples that had been taken. Questionnaires were used as a data collection method. In addition, the analysis technique of this study was moderated regression analysis. After the test and analysis had been taken, the result indicated that working experience significantly influenced the auditors’ judgment and professional skepticism attenuated the relationship between working experience and audit judgment. Contrarily, gender did not significantly affect the audit judgment as well as professional skepticism did not impact the correlation between gender and auditor judgment.Kеywords: Working Experience, Gender, Professional Skepticism, Audit Judgment АBSTRАKKetika auditor melakukan tugasnya untuk membuat penilaian profesional, mereka dipengaruhi oleh banyak faktor. Aspek perilaku individu adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pembuatan penilaian auditor. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris skeptisisme profesional sebagai variabel moderat dalam pengaruh pengalaman auditor dan jenis kelamin terhadap penilaian audit. Selain itu, dampak pengalaman auditor dan gender pada penilaian audit juga dinilai. Penelitian ini dilakukan di kantor pusat BPK RI di Jakarta. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang telah diambil sebanyak 93 auditor. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Selain itu, teknik analisis penelitian ini adalah analisis regresi moderasi. Setelah pengujian dan analisis dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa pengalaman kerja secara signifikan mempengaruhi penilaian auditor dan skeptisisme profesional melemahkan hubungan antara pengalaman kerja dan penilaian audit. Sebaliknya, gender tidak mempengaruhi penilaian audit secara signifikan dan skeptisisme profesional tidak memengaruhi korelasi antara gender dan penilaian auditor.Kаtа Kunci: Pengalaman Kerja, Gender, Profesional Skeptisisme, Penilaian Audit 
ANALISIS KEBIJAKAN MIKROPRUDENSIAL OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP KESEHATAN PERBANKAN SYARIAH (STUDI PADA BANK UMUM SYARIAH BUKU 3) HARSIWIE, RIESA ISTIQAMAH PUTRI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan mikroprudensial terhadap kesehatan bank. Metode  pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder yang diporeleh dari laporan keuangan tahunan perbankan dan laporan tata kelola perusahaan dari tahun 2014 sampai tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor dan analisis regresi linear berganda dengan program SPSS. Kebijakan mikroprudensial yang terdiri dari variabel DPL, CAR, Size, dan kesehatan bank terdiri dari variabel NPF, GCG, ROA, NWC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  variabel DPK berpengaruh signifikan terhadap NPF yang mencerminkan risiko kredit (pembiayaan). Semakin tinggi tingkat NPF maka semakin besar pula risiko pembiayaan yang ditanggung oleh pihak bank. CAR berpengaruh signifikan terhadap NPF, akibat tingginya NPF perbankan harus menyediakan pencadangan yang lebih besar, sehingga pada akhirnya modal bank ikut terkikis. Size berpengaruh signifikan terhadap NPF, ukuran bank (Size) yang besar kemungkinan dapat menekan terjadinya pembiayaan bermasalah. DPK berpengaruh signifikan terhadap good corporate governance (GCG). Semakin tinggi tingkat DPK mempengaruhi kualitas penerapan GCG bank syariah. CAR berpengaruh signifikan terhadap penerapan GCG yang diterapkan oleh bank syariah. Hal tersebut menunjukan bahwa kecukupan modal bank mempengaruhi kemampuan bank dalam melakukan penerapan GCG. Size berpengaruh signifikan  terhadap penerapan (GCG). Hal tersebut menunjukan bahwa ukuran bank (Size) mempengaruhi kemampuan bank dalam melakukan penerapan kualitas manajemen melalui penerapan GCG. DPK berpengaruh signifikan terhadap return on asset (ROA). Jumlah penerimaan DPK yang dikelola oleh bank mempengaruhi jumlah pembiayaan dan keuntungan bank. CAR berpengaruh signifikan terhadap return on asset (ROA). Hal tersebut menunjukan bahwa kecukupan modal bank mempengaruhi kemampuan bank dalam mengelola modal. Size berpengaruh ROA. Hal tersebut menunjukan bahwa ukuran bank mempengaruhi kemampuan bank dalam mengelola modal yang akan digunakan untuk melakukan pengembangan usaha. DPK berpengaruh signifikan terhadap net working capital (NWC) melalui penyaluran pembiayaan yang menghasilkan keuntungan. CAR berpengaruh signifikan terhadap NWC. Hal tersebut menunjukan bahwa kecukupan modal bank mempengaruhi kemampuan bank dalam mengelola modal yang akan digunakan untuk melakukan pengembangan usaha. Size berpengaruh siginifikan signifikan terhadap NWC. Hal tersebut menunjukan bahwa ukuran bank mempengaruhi kemampuan bank dalam mengelola modal yang akan digunakan untuk melakukan pengembangan usaha. Kata kunci: Kebijakan Mikroprudensial, DPK, CAR, Size, Kesehatan Bank, NPF, GCG, ROA, NWC.
ANALISIS PENGARUH MODAL USAHA, LAMA USAHA, DAN JENIS USAHA TERHADAP LABA USAHA MUSTAHIK (Studi Pada UMKM Binaan BAZNAS Kota Malang) AZRA, ALYA TSUROYYA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BAZNAS Kota Malang menyelesaikan masalah kemiskinan dengan menyalurkan dana Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) produktif melalui program yang bernama KMKP (Komunitas Masyarakat Kota Produktif), dalam hal ini BAZNAS Kota Malang memberikan bantuan modal usaha produktif bagi mustahik dalam bentuk pinjaman tanpa bunga dan tidak ada denda keterlambatan.Peningkatan perekonomian mustahik dapat tercapai apabila UMKM yang mereka jalankan telah berjalan dengan baik. Keberhasilan suatu usaha dapat dilihat melalui laba dari usaha tersebut karena laba usaha merupakan tujuan seseorang dalam menjalankan suatu usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh modal BAZNAS, modal pribadi, lama usaha, dan jenis usaha terhadap laba usaha mustahik pada UMKM binaan BAZNAS Kota Malang. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif dengan responden sebanyak 90 mustahik penerima dana ZIS produktif binaan BAZNAS Kota Malang.Data penelitian yang diperoleh yakni berupa data primer yang diperoleh langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal pribadi dan jenis usaha berpengaruh signifikan terhadap laba usaha, sedangkan modal BAZNAS dan lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap laba usaha mustahik.Kata kunci: BAZNAS , Laba Usaha, Regresi Linier Berganda.
Judul : PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, TENAGA KERJA DAN KONTRIBUSI SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT AGUSTINA, EVA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi daerah dapat dilihat dari kenaikan PDRB rill. Provinsi Jawabarat memiliki nilai PDRB ADHK tertinggi ke 3 dibandingkan enam provinsi lain dipulau Jawa. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah, tenagakerja dan kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi JawaBarat tahun 2011-2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Datayang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistikdan DJPK. Analisis data yang digunakan merupakan regresi liner berganda denganfixed effect yang diolah dengan menggunakan eviews-9. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa variabel pengeluaran pemerintah dan variabel kontribusiindustri pengolahan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel tenagakerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.Kata Kunci : Pengeluaran Pemerintah, Tenaga Kerja, Kontribusi Sektor Industri,Pertumbuhan Ekonomi
Pengaruh Karakteristik Demografi dan Sosial Ekonomi Terhadap Probabilitas Bekerja di Sektor Pariwisata, Non-Pariwisata, dan Tidak Bekerja di Provinsi Bali ANDINI, ANNIDA ZAHRA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Karakteristik Demografi dan Karakteristik Sosial Ekonomi terhadap kecenderungan untuk bekerja di sektor pariwisata, non-pariwisata atau tidak bekerja di Provinsi Bali. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi multinomial logit dengan overall dan partial test di dalamnya. Variabel dependen yang digunakan adalah bekerja di sector pariwisata, non-pariwisata, dan tidak bekerja. Dengan variable independent jenis kelamin, usia, serta status tempat tinggal (Kota/Desa) dan wilayah tempat tinggal (Kab. Badung/non-Badung), status kawin, pendidikan terakhir, jurusan pendidikan atau bidang studi, dan mengikuti pelatihan serta ketersediaan sertifikat professional, serta Upah Minimum Regional (UMR) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, PDRB Sektor Industri, PDRB Sektor Pariwsata, dan Belanja Pemerintah. Berdasarkan hasil regresi dari sisi demografi lebih cenderung untuk bekerja di sektor non-pariwisata karena melimpahnya jenis pekerjaan yang tersedia. Serta terdapat kecenderungan untuk tidak bekerja ketika pekerja memasuki usia lanjut. Sedangkan, dari sisi sosial-ekonomi terdapat kecenderungan bekerja di sektor pariwisata jika pekerja berasal dari jurusan pendidikan di bidang pariwisata dan adanya peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Kemudian untuk tingkat pendidikan pekerja yang semakin tinggi akan memperlihatkan kecenderungan pekerja terjun di pasar tenaga kerja begitupun ketika mereka memiliki sertifikasi professional dari berbagai bidang. Pemerintah Daerah Provinsi Bali juga memiliki peran dalam penyediaan lapangan pekerjaan.Kata kunci: Probabilitas Bekerja, Pariwisata, Bali, Multinomial Logit, Penyerapan Tenaga Kerja
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Purchase Intention pada Merek Kosmetik Wardah dengan Brand Image sebagai Variabel Mediasi Rachmy, Frisa Sovia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research was conducted to analyze the influence of social media influencers on purchase intention with a brand image as the mediation. The data was taken through a questionnaire using a purposive sampling technique to 200 respondents and analyzed using the PLS technique using SmartPLS 3 software. The results of this study stated that there was a positive and significant relationship between the three variables studied. Furthermore, there is a positive and significant indirect relationship in the research model that supports brand image as a mediation between the independent variable and dependent variable. Keywords: social media influencers, buying intention, brand image, PLS Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh social media influencers terhadap purchase intention dengan brand image sebagai mediasinya. Data diambil melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling kepada 200 responden dan dianalisis menggunakan teknik PLS menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan langsung yang positif dan signifikan antara ketiga variabel yang diteliti. Selanjutnya, terdapat hubungan tidak langsung yang positif dan signifikan dalam model penelitian ini yang mendukung hipotesis brand image sebagai mediasi antara variabel independen dan variabel dependen. Kata kunci: Social Media Influencers, Purchase Intention, Brand Image, PLS
PENGARUH SERVICESCAPE TERHADAP REVISIT INTENTION YANG DIMEDIASI OLEH PERCEIVED SERVICE QUALITY (STUDI PADA GARDEN THEMATIC CAFE DI KOTA MALANG) Dwiyanti, Nisfu'ah Rizka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of servicescape and perceived service quality on revisit intention of garden thematic café visitors in Malang City. This research is considered as an explanatory research that tests the relationships between the chosen marketing variables. This study used a sample of 110 respondents where questionnaires were distributed online and offline in Malang City. The sampling technique used was purposive sampling. The criteria used in this study were: respondents should be above of17 years-old and have visited the garden thematic café at least once in the last three months. The data were analyzed by using Partial Least Square (PLS) method which is processed with SmartPLS 3 software. The result of this study shows that servicescape has a significant direct effect on revisit intention. Serviscape also has a significant direct effect on perceived service quality. In addition, perceived service quality has a significant direct effect on revisit intention. The mediating test results also indicate the indirect effect of servicescape on revisit intention mediated by perceived service quality. Keywords: Servicescape, Perceived Service Quality, Revisit Intention.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh servicescape dan perceived service quality terhadap revisit intention pada pengunjung garden thematic cafe di Kota Malang. Pengaruh yang ingin diketahui adalah pengaruh langsung maupun tidak langsung. Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang menguji suatu hipotesis antara variabel satu  dengan  variabel  lainnya  yang  saling  berpengaruh.  Penelitian  ini  menggunakan sampel sebanyak 110 responden dimana penyebaran kuesioner dilaksanakan secara online dan  offline  di  Kota  Malang.  Teknik  pengambilan  sampel  yang  digunakan  adalah purposive sampling. Karakteristik responden yang diteliti memiliki kriteria usia minimal17 tahun dan pernah mengunjungi garden thematic cafe yang ditentukan minimal satukali. Analisis data menggunakan metode Partial Least Square (PLS) yang diolah dengan software SmartPLS 3.   Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa variabel servicescape memiliki pengaruh langsung secara signifikan terhadap  revisit intention. Serviscape juga memiliki pengaruh langsung secara signifikan terhadap perceived service quality. Perceived service quality memiliki pengaruh langsung secara signifikan terhadap revisit intention. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa servicescape memiliki pengaruh tidak langsung terhadap revisit intention yang dimediasi oleh perceived service quality. Kata kunci: Servicescape, Perceived Service Quality, Revisit Intention    1

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue