cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
ANALISIS KETERKAITAN KONSERVASI LINGKUNGAN DENGAN PEMBANGUNAN EKONOMI Muhammad, Fauzan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik pembangunan berkelanjutan di Pulau Jawa. Pembangunan berkelanjutan sudah menjadi isu yang sangat kompleks untuk menciptakan kesinambungan kepada generasi yang akan datang. Konsep pembangunan berkelanjutan terjadi apabila pembangunan ekonomi dalam setiap aktivitas produksinya dapat dirasakan secara terus menerus untuk generasi kedepan atau bekelanjutan tanpa harus menaikan tingkat degradasi lingkungan. Pulau Jawa merupakan wilayah yang memiliki rata-rata pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia, bahkan hampir disetiap tahunnya pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa melebihi tingkat pertumbuhan rata-rata nasional. Berdasarkan pendekatakan teori Hipotesa Kuznet U terbalik, Pulau Jawa berada pada fase peningkatan pertumbuhan dengan degradasi lingkungan. Oleh karena itu Pulau Jawa memerlukan perencanaan regulasi kebijakan yang mengarah kepada sustainable. Faktanya pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa menunjukan tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional, namun pertumbuhan yang tinggi tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas lingkungan. Oleh karea itu nampaknya belum terjadi pembangunan berkelanjutan di Pulau Jawa, dengan demikian penelitian ini berfokus pada bagaimana mempercepat terjadinya pembangunan berkelanjutan di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan (i) untuk mengestimasi keterkaitan kualitas lingkungan hidup dengan pertumbuhan ekonomi, (ii) untuk mengestimasi keterkaitan kualitas lingkungan hidup dengan produktivitas, (iii) untuk mengestimasi keterkaitan kualitas lingkungan hidup dengan kepadatan penduduk. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebuah temuan (i) pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa berdampak negatif signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup, (ii) pendapatan perkapita di Pulau Jawa berdampak positif signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup, (iii) kepadatan penduduk di Pulau Jawa berdampak negative signifikan terhadap kualitas lingkungan.Kata kunci: iklh, pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi
PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA SERIKAT, DAN BI 7-DAYS (REVERSE) REPO RATE TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Ervina, Rina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak sejak awal tahun 2020, dunia menjadi resah karena adanya pandemi COVID-19. Pandemi menyebabkan banyak perusahaan kecil, menengah maupun besar yang akhirnya terpaksa menutup usahanya untuk sementara. Perekonomian dunia pun menjadi terguncang. Asian Development Bank (ADB) telah memperingatkan potensi kerugian ekonomi global sebesar US$ 347 miliar atau Rp5.697 triliun akibat pandemi COVID-19. Pasar keuangan domestik pun tak luput dari guncangan yang diakibatkan pandemi COVID-19. Hal ini terlihat dari derasnya arus modal keluar yang tercatat mencapai sebesar Rp.159,6 triliun antara Januari sampai April 2020. Di Indonesia, dampak dari pandemi COVID-19 telah menyebabkan melemahnya IHSG hingga memaksa BEI untuk menghentikan perdagangan saham sementara pada Maret 2020 akibat perilaku risk aversion. Perilaku risk aversion di pasar keuangan membuat situasi yang sangat ketat. Perilaku tersebut menyebabkan terjadinya rekomposisi dan realokasi struktur portofolio pemilik modal, dari asset yang dinilai memiliki risiko tinggi ke asset yang minim risiko. Perilaku tersebut menyulut capital outflow dan melemahnya kurs rupiah. Disisi lain, pasar modal merupakan salah satu indikator kondisi perekonomian di Indonesia yang dapat dilihat melalui pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Melemahnya kondisi pasar modal di Indonesia ketika pandemi mengharuskan pemerintah lebih berhati-hati dalam pengambilan kebijakan untuk meminimalisir kemungkinan tersjadinya ystem failure. Oleh karena itu, hubungan nilai tukar, harga saham, tingkat suku bunga, dan inflasi selama pandemi COVID-19 menjadi diskursus menarik untuk mengetahui bagaimana hubungan volatilitas pasar modal dan nilai tukar guna memperkecil risiko sistemik dalam mempermudah mengambil keputusan atau tindakan pencegahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda yang dianalisis menggunakan uji linieritas, uji multikolinieritas, uji T, uji F, dan uji beda untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial dan simultan. Data yang digunakan merupakan data tingkat suku bunga BI-7days (Reverse) Repo Rate, Inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan IHSG yang berasal dari Bank Indonesia dan IDX sejak Januari 2019-Maret 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum pandemi inflasi memiliki pengaruh signifikan terhadap IHSG, sedangkan BI-7days (Reverse) Repo Rate dan nilai tukar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap IHSG. Ketika pandemi, BI-7days (Reverse) Repo Rate dan nilai tukar memiliki pengaruh signifikan terhadap IHSG dan inflasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Selain itu, seluruh variabel independent memiliki pengaruh secara simultan terhadap IHSG dan memiliki perbedaan yang signifikan saat sebelum dan selama Pandemi COVID-19.Kata kunci: Indeks Harga Saham Gabungan, Pandemi COVID-19, Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar.
Analisis Pengaruh Aglomerasi, Infrastruktur, Upah Minimum, Jumlah Orang Bekerja, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Ketimpangan Distribusi Pendapatan Antar Kabupaten/Kota Jawa Timur Tsamara, Alifia Nadia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan merupakan masalah yang umum dihadapi oleh negara berkembang tak terkecuali indonesia. Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan tingkat ketimpangan yang terus meningkat tiap tahunnya hingga menyamai ketimpangan nasional pada 2015. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi ketimpangan distribusi pendapatan antar Kabupaten/Kota Jawa Timur serta faktor yang diduga mempengaruhi fluktuasinya. Penelitian dilakukan dengan data 38 Kabupaten/Kota Jawa timur pada periode 2010 hingga 2015 menggunakan analisis indeks entropi theil dan regresi data panel. Hasil analisis menunjukkan adanya tren meningkat pada ketimpangan distribusi pendapatan antar Kabupaten/Kota Jawa Timur. Adapun faktor yang berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi ketimpangan adalah aglomerasi, jumlah orang bekerja, dan Indeks Pembangunan Manusia. Sedangkan variabel Infrastruktur dan upah minimum tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ketimpangan.Keywords: Ketimpangan, Indeks Entropi Theil, Jawa Timur
PENGARUH BELANJA MODAL, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP ANGKA KEMISKINAN: STUDI DATA SEKUNDER PADA SWP GERBANGKERTOSUSILA TAHUN 2010 – 2019 Ariansyah, Ahmad Naufal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) Gerbangkertosusila merupakan salah satu kawasan SWP terbesar pertama di Provinsi Jawa Timur dan menjadi SWP terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. SWP Gerbangkertosusila terdiri atas 5 kabupaten dan 2 kota, antara lain Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Lamongan, Kab. Mojokerto, Kab. Lamongan, Kab. Sidoarjo, Kota Mojokerto, dan Kota Surabaya. Kota Surabaya berkedudukan sebagai kota satelit atau pusat pelayanan. Pembentukan SWP Gerbangkertosusila dilandasi melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No.4/1996 tentang RTRW Provinsi Jawa Timur yang lalu diperbaharui dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Tahun 2011—2031 dan Peraturan Pemerintah No.47/1997 tentang RTRW Nasional untuk mewujudkan pemerataan serta mengurangi ketimpangan pembangunan antar daerah. Akan tetapi, tujuan tersebut belum tercapai secara optimal yang salah satuindikatornya adalah masih tingginya tingkat kemiskinan di SWP Gerbangkertosusila. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian lebih mendalam untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel belanja modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang dianggap sebagai instrumen yang mampu mengentaskan masalah kemiskinan yang ada. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (DJPK Kemenkeu). Data diolah menggunakan alat Eviews 9 dengan menggunakan analisis regresi data panel dengan model terpilih dalam penelitian ini yaitu Random Effect Model (REM). Hasil penelitian yang diperoleh bahwa variabel Belanja Modal (X1), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Sektor Kunci atau Key Sector (D) tidak signifikan sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (Y) kemiskinan di SWP Gerbangkertosusila. Variabel Indeks Pembangunan Manusia (X2) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel dependen (Y) kemiskinan di SWP Gerbangkertosusila.Kata Kunci: Kemiskinan, Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Sektor Kunci, SWP Gerbangkertosusila
ANALISIS PENGARUH DANA DESA, ALOKASI DANA DESA, DAN JUMLAH UMKM TERHADAP JUMLAH KEMISKINAN DI KABUPATEN MALANG Rahayu, Shintya Ruvianti Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari dana desa, alokasi dana desa, dan jumlah umkm terhadap jumlah kemiskinan di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Metode analisis yang digunakan yaitu partial least square melalui SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana desa berpengaruh signifikan negatif terhadap jumlah penduduk miskin, sedangkan dana desa melalui jumlah UMKM tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malang. Sebaliknya, alokasi dana desa berpengaruh signifikan positif terhadap jumlah penduduk miskin, sedangkan alokasi dana desa melalui jumlah UMKM tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malang.Kata kunci: Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Jumlah UMKM, Jumlah Penduduk Miskin.
Analisis Peran Industri Kecil dan Menengah Terhadap Pengentasan Pengangguran Terbuka Di Kota Malang Ramantyo, Bagas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dalam jangka pendek dan jangka panjang dari jumlah IKM,tingkat upah minimum kota,dan nilai investasi pada sektor IKM terhadap pengentasan pengangguran terbuka di Kota Malang,dengan data time series pada tahun 20032018(dalam kuartal). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Metode analisis yang digunakan yaitu vector error correction model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek variabel upah minimum kota dan investasi sektor IKM berpengaruh negatif signifikan terhadap pengentasan pengangguran terbuka di Kota Malang.tetapi variabel jumlah IKM tidak berpengaruh signifikan terhadap pengentasan pengangguran terbuka di Kota Malang. Dalam jangka panjang variabel jumlah IKM berpengaruh negatif signifikan terhadap pengentasan pengangguran terbuka di Kota Malang. Sebaliknya, variabel upah minimum kota dan investasi sektor IKM tidak berpengaruh signifikan terhadap pengentasan pengangguran terbuka di Kota Malang.Kata kunci: Jumlah IKM, Upah minimum , Investasi sektor IKM, Pengangguran terbuka.
Analisis Pengaruh Pengumuman Kasus Pertama WNI Positif COVID-19 Terhadap Harga Saham Subsektor Farmasi Claudia, Nadya Cindy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk menemukan apakah ada perbedaan rata-rata abnormal return dan rata-rata trading volume activity sebelum dan sesudah pengumuman kasus pertama WNI terpapar virus corona pada harga saham emiten subsector farmasi. Sampel diambil dengan metode sampling jenuh yang mana semua emiten subsector farmasi yang masuk dalam periode penelitian diambil sebagai sampel. Metode analisis data menggunakan metode paired sample t test dan paired wilcoxon signed ranked test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah pengumuman diluncurkan.Kata kunci: Abnormal Return, Trading Volume Activity, Event Study, COVID-19
Analisis Exchange Rate Pass-through: Efektivitas Penerapan Kebijakan Inflation Targeting di Asia Tenggara Almandasari, Shindy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ERPT menjadi semakin menarik ketika suatu negara memutuskan untuk menerapkan kebijakan IT. Hal ini dikarenakan perubahan nilai tukar secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap stabilitas inflasi sebagai tujuan utama kebijakan IT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektivan kebijakan IT pada negara negara di Asia Tenggara, dengan menjadikan fenomena krisis 2008 sebagai tolak ukur peningkatan efektivitas kebijakan IT melalui penurunan tingkat ERPT (loss of pass-through). Selain sebagai dampak dari pembaruan kebijakan IT menjadi FIT yang terjadi di Indonesia, peningkatan efektivitas kebijakan IT juga diharapkan terjadi di Filipina dan Thailand sebagai hasil dari penurunan tingkat inflasi yang terjadi setelah periode krisis 2008 di masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan tingkat ERPT baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang berhasil membuktikan adanya peningkatan keefektivan kebijakan IT pada negara-negara di Asia Tenggara setelah krisis 2008. Hal ini menunjukkan bahwa dengan ada atau tidaknya pembaruan pada kebijakan IT bank sentral terus berusaha meningkatkan keefektivan dalam menjalankan kebijaknnya. Selain itu, peningkatan ERPT yang terjadi bukan berarti bahwa suatu negara gagal dalam mempertahankan stabilitas inflasinya, melainkan terdapat alasan lain yang perlu diperhatikan demi kepentingan perekonomian negara itu sendiri seperti pertumbuhan ekonomi dan daya saing global.Kata kunci: Nilai Tukar, Indeks Harga Konsumen, Exchange Rate Pass through, Loss of Pass-through, Inflation Targeting, Flexible Inflation Targeting, Autoregressive Distributed Lag (ARDL)
PENGARUH KEBIJAKAN MAKROPRUDENSIAL TERHADAP RISK TAKING BEHAVIOUR PADA BANK BUKU 4 DI INDONESIA TAHUN 2016-2020 Octavira, Yashinta
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah terjadinya krisis 1997 dan kiris 2008. Bank Indonesia menerapkan kebijakan makroprudensial guna untuk melengkapi kebijakan makro yang sudah ada yaitu kebijakan moneter dan fiskal. Fokus pada kebijakan makroprudensial adalah menjaga keseluruhan kestabilan sistem keuangan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya risiko sistemik. Melalui instrumentnya kebijakan makroprudensial dapat mengendalikan aktivitas neraca perbankan, yaitu RIM, CCB dan LTV. Dengan demikian instrument yang ada pada kebijakan makroprudensial dapat mengendalikan risk taking behaviour sehingga tidak dapat memicu terjadinya risiko sistemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh instrumen kebijakan makroprudensial RIM, CCB dan LTV terhadap risk taking behaviour pada bank BUKU 4 di Indonesia tahun 2016-2020. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analisis data panel, dengan hasil model terbaik yaitu REM (Random Effect Model) dengan periode penelitian yaitu dari tahun 2016 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrument RIM dan LTV memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap risk taking behaviour yang diproksikan dengan NPL. Sedangkan instrument CCB tidak signifikan terhadap risk taking behaviour yang diproksikan dengan NPL.Kata kunci: Krisis 1997 dan 2008, Kebijakan Makroprudensial, Risk Taking Behaviour, RIM, CCB, LTV, NPL, Data Panel, REM
PENGARUH INDIKATOR MAKRO EKONOMI GLOBAL DAN DOMESTIK TERHADAP VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM DI INDONESIA DAN VIETNAM Isyyatin, Tiari Yanwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh indikator makro ekonomi global dan domestik terhadap indeks harga saham di Indonesia dan Vietnam. Indikator makro ekonomi yang digunakan adalah Nasdaq 100 Futures, U.S Treasury Bond, Produksi Industri dan Retail Sales. Analisis data yang digunakan adalah ARCH-GARCH. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nasdaq 100 Futures dan Retail Sales berpengaruh nyata terhadap volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara itu, Nasdaq 100 Futures, U.S Treasury Bond dan Produksi Industri berpengaruh nyata terhadap volatilitas Indeks VN. Sehingga, investor perlu memperhatikan pergerakan dari indikator makro ekonomi seperti Nasdaq 100 Futures, Retail Sales, U.S Treasury Bond dan Produksi Industri sebelum berinvestasi di Pasar Modal Indonesia dan Vietnam.Kata kunci: Indikator Makro Ekonomi, Volatilitas, Indeks Saham

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue