cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 12 (2016)" : 16 Documents clear
Implementasi Program Zona Air Minum Prima (ZAMP) Sebagai Upaya Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air Dalam Rangka Pelayanan Publik (Studi Implementasi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kuali Rizky Agung Pratama
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation Program Zona Air Minum Prima(ZAMP) As Efforts Water Quality Management And Water Pollution Control In The Context Of Public Services (Study On Implementation Of The Indonesian Government RegulationNo. 82 Of 2001On Water Quality Management And ControlOf Water PollutionIn Local Water Company Malang City.The water needs mainly for consumption must have a good quality. The supply of drinking water has a very important role in improving public health. PDAM in Indonesia to innovate in order to attempt to improve drinking water services to customers. ZAMP program stands for Zona Air Minum Prima is a program set by the taps for drinking water services. ZAMP program's existence, the water can be drunk straight from the tap house, without the need for other treatment such as boiling or re-refining. ZAMP water is safe for consumption because it has been through the process of preservation of water quality. Besides PDAM Bogor and Medan, PDAM Malang also been selected as a pilot area. PDAM Malang continue to make additional zones in various areas, so that all people can feel Malang potable water service. However, based on the implementation, does not guarantee that all people of Malang City will consume the potable water. Keywords: ZAMP, implementation Abstrak: Implementasi Program Zona Air Minum Prima (Zamp) Sebagai Upaya Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air Dalam Rangka Pelayanan Publik(Studi Implementasi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air Di Perusahaan Air Minum Daerah Kota Malang).Kebutuhan air terutama untuk dikonsumsi haruslah memiliki kualitas yang baik. Kegiatan penyediaan air minum memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. PDAM di seluruh Indonesia melakukan inovasi dalam rangka usaha meningkatkan pelayanan air minum kepada pelanggan. Program ZAMP singkatan dari Zona Air Minum Prima merupakan program yang ditetapkan oleh PDAM untuk layanan air siap minum. Adanya program ZAMP ini, air dapat diminum langsung dari kran rumah, tanpa perlu pengolahan lain seperti perebusan atau penyulingan ulang. Air ZAMP ini aman untuk dikonsumsi karena sudah melalui proses penjagaan kualitas air.  Selain PDAM Kota Bogor dan Kota Medan, PDAM Kota Malang juga dipilih sebagai area percontohan. PDAM Kota Malang terus melakukan penambahan zona di berbagai wilayah, agar semua masyarakat Kota Malang dapat merasakan layanan air siap minum. Namun, berdasarkan implementasinya, tidak menjamin semua masyarakat Kota Malang akan mengkonsumsi air siap minum tersebut.   Kata kunci: ZAMP, implementasi
Strategi Pemerintah Daerah Dalam Membangun Citra Positif Melalui Media Online (Studi pada Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Malang) Rezy Afdhal
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Local Government Strategy in Building a Positive Image through Online Media (Studies in Public Relations Section of Malang). Currently there is an increasing tendency that people no longer trust the government agencies, public trust in the government intansi decreases. To increase public confidence in the government, the need for a positive image. Government imaging is done through the media, many media that can be used, one of which is the online media. Government Public Relations Malang city chose an online media website to represent the government. The use of online media greatly facilitate the performance of Public Relations. In addition to the convenience offered by online media, there are many obstacles and challenges faced by the Govenmrnt Public Relations of Malang city. Ease and this challenge comes from internal and external Public Relations. If seen by the theory of three (3) dimensional strategy by Bob De Wit and Ron Meyer, Public Relations of Malang still not up to running a content strategy and strategic context. There are still encountered some content that is not working and has not been updated, there are still many people who do not know about the existence of onlinne medias Public Relations. It can be concluded that the Public Rrlations has not been successful in the use of online media. This needs to be addressed in order to maxim the use of online media so that the sighting of a positive image of the governmnt Keywords: positive image , government , public relations, Malang   Abstrak: Strategi Pemerintah Daerah dalam Membangun Citra Positif melalui Media Online (Studi pada Bagian Hubungan Masyarakat pemerintah Kota Malang). Saat ini terdapat kecenderungan yang meningkat bahwa masyarakat tidak lagi mempercayai instansi pemerintahan, kepercayaan publik terhadap intansi pemerintahan semakin menurun. Untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, perlu adanya citra positif dimata masyarakat. Mencitrakan pemerintah dilakukan melalui media, banyak media yang bias dimanfaatkan, salah satunya adalah media online. Bagian Hubungan Masyarakat pemerintah kota Malang memilih media online website untuk mencitrakan pemerintah. Penggunaan media online sangat memudahkan kinerja Humas. Selain kemudahan yang ditawarkan oleh media online, banyak juga kendala dan tantantangan yang dihadapi oleh Humas pemerintah kota Malang. Kemudahan dan tantangan ini bersumber dari internal dan eksternal Humas. Jika dilihat berdasarkan teori 3 (tiga) dimensi strategi oleh Bob De Wit dan Ron Meyer, Humas Kota Malang masih belum maksimal dalam menjalankan strategi konten dan strategi konteks. Masih ada dijumpai beberapa konten yang ditak berfungsi dan belum di-update, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan media online Humas. Bisa disimpulkan bahwa Humas masih belum berhasil dalam penggunaan media online. Hal ini perlu mendapatkan perhatian guna memaksimalkan penggunaan media online agar terlihatnya citra positif pemerintah.   Kata kunci: citra positif, pemerintah, humas, Malang
Implementasi Program Gemerlap Dalam Pengembangan Industri Konveksi (Studi pada Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan) Isnaini Zulfiah
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation Of GEMERLAP Programs In Development Of Industry Convection (Study in Tritunggal Village, Sub-district Babat, District Lamongan). This research background by Tritunggal village have potential industry convection and set as Center Industry Convection and Tourism Village of Shopping Convection. On that ground government determine Tritunggal village as one village get assistance GEMERLAP Programs. This research is descriptive research with qualitative approach and use data analysis interactive model by Miles, Hubberman and Saldana. Results this research is, grounded on standard and objective programs Tritunggal village into location criteria and program’s criteria, the process implementation programs Diskoperindag as thechnical implementers isn’t perform his function as supervisor in management assistance of showroom building, actors involved is Government (Bappeda and Diskoperindag), and The community craftsmen convection. Inhibiting factors implementation is still the standard product quality, lack participation community craftsmen convection, and management vagueness showroom. Keywords: implementation GEMERLAP Programs, development of industry convection   Abstrak: Implementasi Program GEMERLAP dalam Pengembangan Industri Konveksi (Studi Pada Desa Tritunggal, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Desa Tritunggal yang mempunyai potensi dibidang industri konveksi dan ditetapkannya Desa Tritunggal sebagai Sentra Industri Konveksi dan Desa Wisata Belanja Konveksi. Oleh karenanya pemerintah menetapkan Desa Tritunggal sebagai salah satu desa yang mendapatkan bantuan Program GEMERLAP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis data model interaktif yang diajukan oleh Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian ini yaitu, berdasarkan standar dan tujuan program Desa Tritunggal masuk dalam kriteria lokasi dan kriteria penerima bantuan, dalam proses implementasi Diskoperindag tidak menjalankan fungsinya sebagai pembina dan pendamping dalam pengelolaan showroom, aktor yang terlibat adalah pemerintah (Bappeda dan Diskoperindag) dan masyarakat pengrajin konveksi. Faktor yang menghambat implementasi ini adalah kualitas produk masih standar, kurangnya partisipasi masyarakat pengrajin konveksi, serta ketidakjelasan pengelolaan showroom.   Kata kunci: implementasi Program GEMERLAP, pengembangan industri konveksi
Pelaksanaan Pengembangan Unit Pengelola Keuangan Dan Usaha Di Kelurahan Wates, Kota Mojokerto Ainul Ramadhiyani
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:The Implementation of Unit Financisl Managers and Business Development in WatesVillage, Mojokerto City.Grantingauthority by the East Java Province Government to Wates Village, Mojokertocity in 2009 to run the program Gerdu Taksin which realized through Unit Financial Managers and Business (UPKu). UPKu development implementation in Wates village, Mojokerto city, had already run in accordance with the provisions of the Standard Operating Procedure (SOP) and Public Service Standard (SPP) UPKu book. Implementation of UPKu development in Wates village gets support from governments and communities directly or indirectly. Moreover, SOP and SPP guidance are also supporting factors for helping the board in developing UPKu “Wahana Sejahtera”. Besides the obstacle in the implementation of UPKu, “Wahana Sejahtera” development comes from their bad loans caused by a lack of understanding of the purpose, function, and aim of holding Gerdu Taskin program. The lack of capital and lack of coordination among the boards can also be obstacles to the implementation of this institutional UPKu development. Keywords: Implementation, Unit Financial Managers and Business   Abstrak:Pelaksanaan Pengembangan Unit Pengelola Keuangan dan Usaha di Kelurahan Wates, Kota Mojokerto. Pemberian kewenangan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada kelurahan Wates, Kota mojokerto pada tahun 2009 untuk menjalankan program Gerdu taskin yang diwujudkan dalam bentuk Lembaga Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKu). Pelaksanaan pengembangan UPKu di Kelurahan Wates, Kota Mojokerto sudah berjalan sesuai dengan ketentuan  yang dituliskan di dalam buku SOP dan SPP UPKu. Pelaksanaan pengembangan UPKu di kelurahan Wates ini memperoleh dukungan dari pemerintah dan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu pedoman SOP dan SPP juga menjadi faktor pendukung karena membantu para pengurus dalam mengembangkan UPKu “Wahana Sejahtera”. Hambatan dalam pelaksanaan pengembangan UPKu “Wahana Sejahtera” berasal dari adanya kredit macet yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat akan maksud, fungsi dan tujuan dari diadakannya program Gerdu Taskin. Selain itu kurangnya modal dan kurangnya koordinasi antar pengurus juga menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan pengembangan lembaga UPKu Wahana Sejahtera” ini.   Kata kunci: Pelaksanaan, Unit Pengelola Keuangan dan Usaha
Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Program Pendidikan Kerohanian (Studi Pada Rumah Singgah Matahari Kota Surabaya) Vinda Eka Maria
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Empowerment Street Children Through Education Programs Spirituality (study at transit home “Matahari” Surabaya City ). Research is done dates from increase in the streets for the money keep shows increasing. If it continues to be left held , and indonesia especially in surabaya will not beget human resources dependable especially when must compete in the global. The government yet also makes problems street children as the matter it should be noted. Empowerment is way of improving to better where give or make an improvement society that weak become more powerless. This study adopted qualitative approaches. Advice of researchers is the need for a better understanding of education programs deeply religious efforts in the transit home Matahari. Very advised for social workers put forward teaching ala home schooling technique, because technique teaching was more precisely on practical landscape and easier understood to street children. Social service can always be the main support by taking into account and give aspiration overall material and non material on shelter house the sun in district krembangan city surabaya   Keywords: empowerment , program , transit home   Abstrak. Pemberdayaan Anak Jalanan dengan Program Pendidikan Kerohanian (Studi Pada Rumah Singgah Matahari. Penelitian dilakukan bermula dari peningkatan anak jalanan untuk mencari uang terus menunjukkan kenaikan. Jika hal itu terus dibiarkan berlangsung, maka Indonesia khususnya di Surabaya tidak akan melahirkan sumber daya manusia yang bisa diandalkan terlebih jika harus bersaing di era global. Pemerintah belum juga menjadikan permasalahan anak jalanan sebagai masalah yang diperioritaskan. Pemberdayaan merupakan cara memperbaiki agar lebih baik dimana memberikan atau membuat suatu perbaikan masyarakat yang lemah menjadi lebih berdaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Saran dari peneliti adalah perlunya pemahaman lebih mendalam mengenai program pendidikan kerohanian di Rumah Singgah Matahari. Sangat disarankan bagi para pekerja sosial untuk lebih mengedepankan pengajaran ala teknik home schooling, karena teknik pengajaran tersebut lebih tepat pada tataran praktis dan lebih mudah dimengerti untuk anak jalanan. Dinas Sosial dapat senantiasa menjadi pendukung utama dengan memperhatikan dan memberikan sumbangsih secara material dan non material pada Rumah Singgah Matahari di Kecamatan Krembangan Kota Surabaya.   Kata kunci: Pemberdayaan, Program, Rumah Singgah
Pelaksanaan Budaya Organisasi Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perkeretaapian (Studi pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya) Nurliana Ayu Setiya Ningrum
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation of Organizational Culture Towards Improving railway Service Quality (A Study at PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya). Organizational culture is a pattern of beliefs, values, attitudes, expectations, and actions are believed the truth and implemented by all members of the organization in order to create an identity and characteristic that differentiate between the other organizations. Cultural organization are executed well in an organization, especially in service organizations such as PT KAI (Persero), it will realiza the best quality of services, especially the railway services. The results showed that the implementation of organizational culture at PT KAI (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, run well and it have impacts to the quality of railway services with respect to some attributes of quality service. But it still needs more attention in punctuality, accuracy, and also humble & care personal aspects. Key Words: implementation, organizational culture, railway service quality, public service, railway Abstrak: Pelaksanaan Budaya Organisasi dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perkeretaapian (Studi pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya). Budaya organisasi adalah suatu pola sikap, tindakan, keyakinan, yang berisikan nilai dan harapan organisasi, yang diyakini kebenarannya dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh anggota organisasi agar tercipta suatu ciri khas dan karakter yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lain. Budaya organisasi  yang dilaksanakan dengan baik pada suatu organisasi, terutama organisasi pelayanan seperti PT KAI (Persero), maka akan terwujud suatu pelayanan yang berkualitas, utamanya pelayanan perkeretaapian. Berdasarkan pada tujuan penelitian yang telah ditetapkan, maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya organisasi pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya sudah baik dan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan perkeretaapian, dengan memperhatikan beberapa atribut dari kualitas pelayanan. Namun, masih diperlukan perhatian lebih pada aspek ketepatan waktu, akurasi, dan pegawai yang sopan dan ramah. Kata Kunci: pelaksanaan, budaya organisasi, kualitas pelayanan perkeretaapian, pelayanan publik, perkeretaapian
Implementasi Program Pemasaran Pariwisata Dalam Upaya Peningkatan Kunjungan Wisatawan Pada Objek Pantai Pulau Merah (Studi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi) Danang Agung Setiyawan
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation of Tourism Marketing Program to Increase Tourist Arrivals On Objects Red Island Beach (Study in Culture and Tourism Department of Banyuwangi Regency). Tourism is a sector that featured in Banyuwangi. One of the programs is the development of tourism in Banyuwangi is with their marketing program in Red Island Beach. The program aims to promote the Red Island Beach to increase tourist visits. In accordace with the purpose of the research that has been set, the type of research that researcher used is descriptive research with qualitative approach. Data collection in this research using observation, interviews and documentation. And for data analysis method used was Miles and Huberman. Based on the resultd of research, implementation of tourism marketing program which is conducted by Culture and Tourism Services have done well but not maximized. Moreover as for supporting factors is the coordination between SKPD in Banyuwangi, cooperation with mass media and sufficient budgetary resources. While inhibiting factors including Red Island Beach are in authority Ministry of Forestry and the other inhibiting factors is local communities awareness of tourism is still lacking. Keywords: implementation, tourism marketing, tourist Abstrak: Implementasi Program Pemasaran Pariwisata dalam Upaya Peningkatan Kunjungan Wisatawan Pada Objek Pantai Pulau Merah (Studi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi). Pariwisata adalah sektor yang diunggulan di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu program dalam pengembangan pariwisata di Banyuwangi adalah dengan adanya program pemasaran pantai pulau merah. Program ini memiliki tujuan utama yaitu melakukan pemasaran atau mempromosikan pantai pulau merah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah  Observasi, wawancara dan dokumentasi serta triangulasi data. Dan untuk metode analisis data menggunakan teori yang dijelaskan oleh Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa implementasi program pemasaran oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah terimplementasi dengan baik namun masih belum optimal dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Adapun faktor pendukung implementasi program pemasaran pariwisata pulau merah yaitu adanya koordinasi antar SKPD yang ada di Banyuwangi, Kerjasama dengan media massa dan Sumber daya anggaran. Sedangkan faktor penghambatnya diantaranya Objek wisata pantai pulau merah berada pada wilayah Kementrian Kehutanan dan Kesadaran masyarakat sekitar yang masih kurang. Kata Kunci: implementasi, pemasaran pariwisata, wisatawan
Perwujudan Pelayanan Prima Kependudukan Melalui Penyelenggaraan Pelayanan Admindukcapil Keliling (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tuban) Frety Septia Analista
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Embodiment Excellect Service of Demography through Admindukcapil by mobileservices (Studies in the Department of Population and Civil Registration Tuban Regency). The Department of Population and Civil Registration Tuban Regency create an innovation, that is admindukcapil by mobile services, it is used as a solution of low public awareness. This sevices like pick up the ball, the goal is being closer to the community, especially for rural communities that located far from the city. The research results showed good attitude, attention and action in providing excellent service of officer to the community, however there are limited human resources, there is no standard time of service and limited network. This service also cannot be said to be qualified because there are obstacles on the delivery of information to the public. However, there is an increased community participation shown in the number of birth certificates are 58% from 2012 to 2014.   Keywords: public service, excellent service, Admindukcapil by mobile service Abstrak: Perwujudan Pelayanan Prima Kependudukan melalui Penyelenggaraan Pelayanan Admindukcapil Keliling (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tuban). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tuban menciptakan suatu terobosan berupa pelayanan admindukcapil keliling yang digunakan sebagai solusi atas rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukannya. Pelayanan ini bersifat jemput bola dengan tujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk masyarakat desa yang lokasinya jauh dari pusat kota. Hasil penelitian menunjukkan sikap, perhatian dan tindakan telah diberikan dengan baik oleh petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, namun terdapat keterbatasan SDM, tidak ada standar waktu pelayanan dan keterbatasan jaringan. Pelayanan ini juga belum dapat dikatakan berkualitas karena penyampaian informasi pelayanan kepada masyarakat memiliki hambatan. Namun, dibalik itu terdapat peningkatan partisipasi masyarakat yang ditunjukkan pada jumlah kepemilikan Akta kelahiran sebesar 58% dari tahun 2012 ke 2014.   Kata kunci: pelayanan publik, pelayanan prima, pelayanan admindukcapil keliling
Pengembangan Dana Bergulir Untuk Menumbuhkan Umkm Produk Olahan (Studi Pada UPTD Pengelola Dana Bergulir Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang) Yunita Rahmawati
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Development Revolving Funds for Growing Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Processed Products (Study in Departement Technical Implementation Unit of Revolving Funds on Departement of Cooperative and MSMEs Malang Regecy). Technical Departement Implementation Unit of Revolfing Fund at the Departement of Cooperative and MSMEs provide a revolfing fund loan to overcome the capital problems of MSMEs in Malang Regecy. The purpose of this study are to determine, identify, and analyze the development of revolving funds conducted by the Departement of Cooperative and MSMEs. What is the enabling and inhibiting factors and to knowing and identifying the development of MSMEs after obtaining the revolving funds. This research uses descriptive research with qualitative approach. Data were comprised of primary and secondary data, collected by interview, observation and documentation. The data were analyzed using an interactive model of Miles, Hubberman, and Saldana (2014), which consists of four stages: data collection, data condensation, data display, and conclution drawing. The result show that total of MSMEs not accordance with targets. Surveillance activities to MSMEs recipients of refined products revolving funds has not done continue. The revolfing funds has not been able to increase market share, product development, and manpower efforts. Keywords: Development Revolving Funds, Technical Departement Implementation Unit of Revolving   Fund Management, MSMEs Processed Products Abstrak: Pengembangan Dana Bergulir untuk Menumbuhkan UMKM Produk Olahan (Studi pada UPTD Pengelola Dana Bergulir Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang). Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang melalui UPTD Pengelola Dana Bergulir telah menyediakan pinjaman modal berupa dana bergulir untuk mengatasi masalah permodalan UMKM di Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasi dan menganalisis pengembangan dana bergulir yang dilakukan oleh UPTD Pengelola Dana Bergulir. Untuk mengetahui apa sajakah faktor pendukung dan penghambat pengembangan dana bergulir. Untuk mengetahui dan mengidentifikasi perkembangan UMKM produk olahan di Kabupaten Malang setelah meminjam dana bergulir. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles Hubberman dan Saldana (2014) yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengembangan dana bergulir pada UPTD Pengelola dana bergulir belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Kegiatan pengawasan hanya terbatas pada kegiatan pengembalian kredit. Dana bergulir juga belum mampu meningkatkan pangsa pasar, perkembangan produk dan tenaga kerja.   Kata kunci: Pengembangan Dana Bergulir, UPTD Pengelola Dana Bergulir, UMKM Produk olahan
Penyelenggaraan Pelayanan KTP Elektronik Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Di Kabupaten Kediri Dinda Puspitasari
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 12 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation of Electronic Identity Services at The Department of Population and Civil Registration in Kediri. The research method that is suitable for this paper is research with quantitative approach . This study focused on the implementation of the service itself and the obstacles in providing services. The results show that the service of several the study , there are still parts should be improved , which is the service resolution speed schedule services inconsistent ,and  about the  facilities  , the.Other indicators such as the service which are good enought , the ability to provide officer in give information that the people need are good clearly , courtesy and friendliness servant to provide services can also be classified as well .While the barrier factor in the this include of the internal factor is to limited human resources ser ,while external factors on a technical problem in this technical services and lack of awareness about electronic id cards itselfvice   Keyword: public service , electronic id cards Abstrak: Penyelenggraan Pelayanan KTP Elektronik padaDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Kediri. Metode penelitian yang sesuai dlm  penulisan penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuatitatif. Penelitian akan befokus pada penyelenggaraan pemberian pelayanan itu sendiri dan hambatan atau halangan dalam memberi layanan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis yaitu  dari beberapa indikator pelayanan yang diteliti, masih ada bagian-bagian yang harus diperbaiki, yaitu mengenai kecepatan pelayanan jadwal penyelesaian pelayanan yang tidak konsisten serta sarana dan prasarana yang tersedia. Indikator lain seperti mekanisme pelayanan yg tidak berbelit-belit, kemampuan petugas dalam memberikan petugas dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat sudah baik secara jelas, kesopanan dan keramahan petugas dalam memberikan layanan juga dapat dikatakan sangat baik. Sedangkan untuk faktor penghambat dalam penyelenggaraan tersebut antara lain dari faktor internal yaitu keterbatasan sumber daya manusia yang melakukan pelayanan, sedangkan faktor eksternal mengenai gangguan teknis dalam hal ini teknis pelayanan dan kurangnya optimalnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas, sehingga menyebabkan kesadaran masyarakat masih rendah. Kata kunci : Pelayan Publik, KTP Elektronik

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue