cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 12 (2017)" : 20 Documents clear
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 20 CALON VARIETAS JAGUNG HIBRIDA HASIL TOPCROSS Agustin, Eka; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topcross ialah salah satu strategi dalam program pemuliaan tanaman konvensional untuk mengevaluasi galur. evaluasi pada kombinasi persilangan difokuskan pada hasil dan penampilan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi persilangan yang memiliki potensi untuk dijadikan tetua (betina atau jantan) yang menghasilkan hibrida baru dan mengetahui nilai koefisien keragaman genetik hasil persilangan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 3 ulangan dengan 22 perlakuan yaitu 20 calon hibrida yang diuji dan 2 varietas komersial (Pertiwii 3 dan DK 85). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 sampai Maret 2016 Analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter yang diamati. Sebelas dari 20 kombinasi persilangan dipilih yang memilki potensi untuk menjadi tetua hibrida yaitu G2 (14,03 ton ha-1), G3 (15,73 ton ha-1), G4 (14,15 ton ha-1), G5 (13,94 ton ha-1), G7 (12,98 ton ha-1), G9 (12,92 ton ha-1), G11 (14,99 ton ha-1), G12 (13,70 ton ha-1), G13 (14,77 ton ha-1), G15 (15,30 ton ha-1) dan G16 (12,82 ton ha-1). Nilai koeffisien keragaman genetik pada kategori rendah sampai agak rendah.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN BEBERAPA GALUR JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata) Wulandari, Diyah Retno; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji daya hasil pendahuluan dilakukan untuk melihat potensi hasil calon varietas dibandingkan dengan varietas komersial dan untuk memilih parental yang akan dilan-jutkan dalam seleksi berikutnya yaitu dalam metode seleksi berulang (recurrent selec-tion). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi hasil dari calon varietas hasil top cross yang diuji dibandingkan de-ngan varietas komersial, memilih tanaman yang sesuai dengan tipe ideal jagung manis dan mengetahui pasangan terbaik dari tetua yang digunakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November–Februari 2016 di Dusun Ngandat Kidul, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Bahan yang diuji ialah 12 galur harapan jagung manis dan dua varietas komersial (Talenta dan Avilia). Terdapat 6 galur harapan yang memiliki potensi hasil dan penampilan yang baik yaitu (IE3+69 x TLY), (IE3+69 x SBX), (IE3+69 x SBY), (IE3+162 x TLY), (IE3+162 x SBX) dan (IE3+162 x SBY). Galur (IE3+ 162 x TLY), (IE3+162 x SBY), (IE3+69 x TLY), (IE3+162 x SBX), dan (IE3+69 x SBY) cocok dikembangkan untuk kebutuhan in-dustri. Galur (IE3+69 x SBX) cocok dikem-bangkan untuk kebutuhan konsumen pasar. Galur yang sesuai dengan tipe ideal jagung manis ialah (IE3+69 x SBX) dan (IE3+162 x SBX). Pasangan tetua terbaik untuk tetua jantan TLX ialah (IE3+147), TLY dan SBX ialah (IE3+ 162) dan pasangan terbaik SBY ialah (IE3+69). Nilai koefisien keragaman genetik (KKG) termasuk kriteria rendah yang menunjukkan populasi dalam galur tidak perlu dilakukan seleksi.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA AIR (Nasturtium officinale) PADA TINGKAT PEMBERIAN AIR YANG BERBEDA DAN DUA MACAM BAHAN TANAM Fitriyah, Nurul Lailiyatul; Azizah, Nur; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan wilayah produksi selada air perlu dilakukan guna meningkatkan produksi tanaman selada air. Perluasan wilayah produksi dapat dilakukan dengan cara penanaman tanaman selada air di polybag ataupun wadah tanam lainnya sehingga tanaman selada air dapat dibudidayakan di lahan-lahan yang awalnya bukan lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan tingkat pemberian air dan jenis bahan tanam yang sesuai pada proses pertumbuhan dan hasil produksi selada air dalam polybag. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2016 di screenhouse STTP 2, Tanjung, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara tingkat pemberian air dan perbedaan jenis bahan tanam. Interaksi tersebut memberikan pengaruh yang nyata pada berbagai variabel pengamatan antara lain panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering tanaman, laju pertumbuhan relatif dan bobot segar total tanaman panen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada perlakuan bahan tanam biji umumnya meningkat pada semua tingkat pemberian air kecuali pada tingkat pemberian air 125% kapasitas lapang semua variabel menunjukkan penurunan. Perlakuan bahan tanam stek menunjukkan bahwa Semakin tinggi tingkat pemberian air maka semakin tinggi pula nilai panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering tanaman, laju pertumbuhan relatif dan bobot segar total tanaman panen.
KAJIAN VARIASI JARAK TANAM DAN PEMUPUKAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) Uliyah, Vika Noer; Nugroho, Agung; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis di Indonesia memiliki produktivitas rendah yaitu rata-rata 6-8 ton ha-1. Dewasa ini untuk meningkatkan produksi melalui pemupukan K dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium serta menentukan kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah latosol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi jarak tanam dan pemupukan  Kalium sebagai perlakuan, dan terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yaitu: 30 cm x 20 cm + 125% KCl (P1), 30 cm x 20 cm + 100% KCl (P2), 30 cm x 20 cm + 75% KCl  (P3), 30 cm x 20 cm + 50% KCl (P4), 50 cm x 20 cm + 125% KCl (P5), 50 cm x 20 cm + 100% KCl (P6), 50 cm x 20 cm + 75% KCl (P7), 50 cm x 20 cm + 50% KCl (P8), 70 cm x 20 cm + 125% KCl (P9), 70 cm x 20 cm + 100% KCl (P10), 70 cm x 20 cm + 75% KCl (P11), 70 cm x 20 cm + 50% KCl (P12). Perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 36 petak kombinasi perlakuan.  Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium (K) berpengaruh nyata pada parameter yang diamati yaitu  pertumbuhan dan hasil.  Penggunaan jarak tanam 70 cm x 20 cm + 125% Pupuk K, bobot tongkol per hektar yang dihasilkan paling tinggi dengan R/C tertinggi yaitu 1,83.
UJI KETAHANAN TIGA GENOTIP PADI HITAM (Oryza Sativa L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN M Sihombing, Theresia; Damanhuri, Damanhuri; Ainurrasjid, Ainurrasjid
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan sumber bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Padi hitam sangat berpotensi untuk dikembangkan dikarenakan padi hitam kaya akan nutrisi seperti asam amino, kalium, magnesium, kalsium, serta pigmen antosianin melebihi kadar nutrisi pada beras merah. Semakin pesatnya alih fungsi lahan dari sektor pertanian menjadi non sektor pertanian berakibat menurunnya lahan subur untuk pertanaman padi lahan sawah. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan kering perlu ditingkatkan. Permasalahan pada lahan kering ialah terbatasnya air tanah yang mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Hal tersebut dapat mengakibatkan penghambatan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan genotip padi hitam terhadap cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo kecamatan Junrejo kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – November 2014 Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah 3 genotip padi hitam dan faktor kedua adalah dengan 3 tingkat cekaman kekeringan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan produktif panjang akar, berat kering akar, berat kering tajuk, jumlah malai per rumpun dan jumlah gabah per rumpun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada karakter komponen hasil, genotip UB 2 lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan genotip lainnya.
UJI EFEKTIVITAS HERBISIDA AMONIUM GLUFOSINAT DENGAN PARAQUAT DALAM MENGENDALIKAN GULMA Stenochlaena palustris PADA TANAMAN KELAPA SAWIT Silaban, Atma Abarido; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gulma yang menjadi isu utama dalam sistem produksi Kelapa sawit ialah Stenochlaena palustris, terutama di daerah tropika basah seperti Indonesia. Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengendalikan S. palustris ialah pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Adapun herbisida yang digunakan adalah paraquat dan amonium glufosinat serta penambahan bahan aktif metil metsulfuron pada masing – masing herbisida. Tujuan penelitian ini ialah untuk menguji efektivitas Herbisida paraquat dan amonium glufosinat dalam mengendalikan gulma S.palustris pada areal tanaman Kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada September hingga Oktober 2015 di Divisi IV Estate PMSE blok H 44 PT.BGA Wilayah III, Kalimantan Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida ammonium glufosinat berpengaruh nyata dengan herbisida paraquat dalam mengendalikan gulma S. palustris terhadap bobot kering gulma dalam 5 Minggu setelah aplikasi. Berdasarkan nilai total bobot kering gulma S. palustris selama 5 MSA, nilai bobot kering tertinggi 78,5 gram adalah Kontrol dan nilai bobot kering herbisida paraquat 70 ml ialah 44,6 gram dan Amonium Glufosinat 60 ml dengan bobot kering 42,1 gram yang  merupakan tingkat dosis yang efisien dan efektif untuk menekan pertumbuhan gulma S.palustris pada areal tanaman kelapa sawit. Karena bobot kering gulma digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas herbisida. Persentase keracunan gulma yang mengalami kematian secara fisiologis terdapat pada 5 MSA yang bernilai 84,85 % dan sisanya terdapat gulma yang regrowth dan segar karena tidak diberi perlakuan.
STUDI KEBERHASILAN PERSILANGAN KACANG BOGOR (Vigna Subtteranea (L.)) GALUR INTRODUKSI DAN GALUR LOKAL Alfiyah, Layinnati; Yulianah, Izmi; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang bogor merupakan salah satu kacang-kacangan yang belum terlalu diperhatikan di Indonesia. Perbaikan varietas yang dapat dilakukan melalui penggabungan sifat-sifat genetik yang diinginkan salah satunya melalui persilangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan  persilangan antara galur lokal dengan galur introduksi dan persilangan antar galur lokal. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah terdapat tingkat keberhasilan persilangan antara galur lokal dan introduksi dan antar galur lokal. Hasil penelitian menunjukkan pada karakter kualitatif pada galur introduksi sudah seragam kecuali pada warna biji dan bentuk daun sedangkan pada galur lokal sudah seragam kecuali dari bentuk daun dan bentuk biji. Hasil persentase keberhasilan persilangan galur lokal dengan galur introduksi pada rasio jumlah polong dibagi jumlah bunga yang termasuk kedalam compatible pada kombinasi TKB 1 x Tvsu, compatible sebagian yang memiliki nilai tertinggi pada kombinasi BBL 10.1 x Thailand lokal sedangkan untuk incompatible pada kombinasi BBL 6.2.1 x TVsu 1483. Berdasarkan rasio jumlah polong dibagi jumlah bunga pada persilangan galur lokal dengan galur lokal yang termasuk kedalam compatible yang memiliki nilai tertinggi pada kombinasi TKB 1 x BBL 10.1 sedangkan kombinasi yang termasuk compatible sebagian tertinggi pada kombinasi BBL 6.2.1 x BBL 6.1.1 dan incompatible pada kombinasi BBL 10.1 x BBL 6.1.1.
PENGARUH KONSENTRASI NAA (Naphthaleneacetic Acid) DAN BAP (6-Benzyl Amino Purine) PADA PEMBENTUKAN PLANLET ANTHURIUM GELOMBANG CINTA (Anthurium plowmanii) SECARA IN VITRO Lestari, Aryani Trie; Islami, Titiek; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthurium gelombang cinta (Anthurium plowmanii) merupakan salah satu tanaman yang pernah menjadi primadona dan bernilai tinggi pada masanya dalam dunia tanaman hias. Ekspor tanaman Anthurium di Indonesia mengalami peningkatan mencapai 1.112.724 ton pada tahun 2004 dan meningkat menjadi 2.615.999 ton pada tahun 2005, sedangkan perbanyakan anthurium gelombang cinta masih secara konvensional dengan menggunakan biji dan pemisahan anakan. Perbanyakan secara in vitro menggunakan eksplan tunas hasil induksi dari biji Anthurium gelombang cinta diharapkan dapat mempersingkat waktu perbanyakan tanaman. Zat Pengatur Tumbuh yang diberikan diharapkan dapat menumbuhkan eksplan tunas Anthurium gelombang cinta menjadi planlet. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari dan mendapatkan  konsentrasi NAA dan BAP secara tunggal atau kombinasi pada pembentukan plantlet Anthurium gelombang cinta secara in vitro. Penelitian dilaksanakaan di UPT Kultur Jaringan Gedung Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Agustus-Desember 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 16 perlakuan NAA dan BAP. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Setiap perlakuan/ulangan terdiri dari dua botol kultur sehingga totalnya ialah 96 botol. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis of variance (Anova). Apabila hasil pengujian diperoleh hasil yang perbedaan nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan dengan pemberian 0,5 ppm NAA (naphtalene acetic acid) menunjukkan hasil terbaik untuk pembentukan planlet Anthurium gelombang cinta yang ditunjukkan dengan adanya 2,00 daun; 2,00 tunas; 2,17 cm panjang akar; 20,17 jumlah akar dan 5,03 cm panjang planlet pada akhir pengamatan.
PENGARUH PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DAN PUPUK ORGANIK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS BAUJI Br Ginting, Wirda Dayanti; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya bawang merah diluar musim sering mengalami kendala seperti terserang penyakit berupa patogen. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang dibudidayakan diluar musim (off season) diperlukan cara khusus dalam penanaman bawang merah, salah satunya dengan penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan pupuk organik kotoran kambing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mendapatkan kombinasi terbaik dari pemberian interval PGPR (PlantGrowth Promoting Rhizobacteria) dengan dosis pupuk organik kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Bauji. Penelitian ini dilakukan di DesaDuwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro pada November 2015 sampai Februari 2016 dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara interval pemberian PGPR dan pupuk organik kotoran kambing. Intraksi terjadi pada variabel pengamatan jumlah daun, luas daun, jumlah umbi, bobot segar daun, bobot segar umbi, bobot segar akar, diameter umbi, bobot segar umbi panen dan produksi/ha.Hasil produksi/ ha menunjukkan bahwa perlakuan K3P1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan K3P2, K3P3, K2P1, K2P2, K2P3, K1P2 dan  K0P1.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 9 GALUR JAGUNG (Zea mays L.) Hutauruk, Jonathan Nicholas; Kuswanto, Kuswanto; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) ialah bahan pangan pokok kedua di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil, untuk mengetahui nilai heritabilitas dan juga mendapatkan galur-galur harapan terbaik pada 9 galur harapan jagung (Zea mays L.) hasil persilangan generasi S3. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan penelitian di desa Ganung Kidul kota Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan ialah 9 genotip jagung, yakni (G10 x A), (A x G10), (B5 x A), (G10 x B5), (B5 x G10),(G4 x A), (A x G4), (B5 x G4), (G4 x B5) dan varietas pembanding Pioneer-21. Karakter kuantitatif yang diamati ialah tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar batang, tinggi letak tongkol, umur muncul bunga jantan, umur muncul bunga betina, umur panen, lingkar tongkol tanpa klobot, panjang tongkol tanpa klobot, bobot segar tongkol berklobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot 100 butir biji dan potensi hasil per hektar. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F. pada variabel yang berbeda nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5% dan analisis heritabilitas. Nilai heritabilitas dari tiap-tiap variabel pengamatan berbeda-beda. Nilai heritabilitas tinggi dan nilai KKG (koefisien keragaman genetik) rendah. Galur harapan B5 x G10, G4 x A, B5 x G4, dan G4 x B5 ialah galur-galur harapan yang memiliki potensi hasil yang paling tinggi diantara galur-galur harapan lain yang diuji berdasarkan perbandingan potensi hasil dengan varietas kontrol Pioneer-21.

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue