cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 10 (2019)" : 25 Documents clear
Pengaruh Dosis Pupuk Majemuk NPK terhadap Hasil dan Kandungan Vitamin C Dua Varietas Bayam (Amaranthus tricolor L.) Ghifari, Ahmad Fillah; Roviq, Mochammad; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu tanaman sayuran yang banyak diminati dan mengandung nutrisi yang tinggi, salah satunya adalah kandungan vitamin C (C6H8O6). Proses biosintesis vitamin C sangat dipengaruhi oleh fotosintesis dan reaksi yang menyertainya, sehingga beberapa unsur hara seperti N, P dan K sangat dibutuhkan karena berkaitan dengan proses fotosintesis, reaksi enzimatis dan penyaluran energi yang memiliki pengaruh terhadap proses pembentukan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan dosis pupuk NPK terhadap hasil dan kandungan vitamin C pada dua varietas bayam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah varietas yaitu V1= Varietas Maestro, V2 =Varietas Mira, faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yaitu D0= tanpa pupuk NPK D1= 187,5 kg NPK, D2= 375 kg NPK ha-1, D3= 562,5 kg NPK ha-1, D4= 750 kg NPK ha-1. Dosis pupuk NPK tidak meningkatkan kandungan vitamin C pada bayam Varietas Maestro, sedangkan dosis pupuk NPK sebesar 375 kg ha-1 lebih efisien dalam meningkatkan kandungan vitamin C pada bayam Varietas Mira. Bobot segar total dan konsumsi Varietas Maestro lebih berat dibandingkan dengan Varietas Mira. Pemberian pupuk NPK mampu meningkatkan hasil bobot segar total per hektar dan bobot konsumsi per hektar. Dosis pupuk NPK sebesar 750 kg ha-1 menghasilkan bobot segar total dan bobot konsumsi per hektar lebih berat dibandingkan tanpa pupuk NPK.
Pengaruh Blotong Tebu dan Rhizobium pada Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Kamila, Aisyatin; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) memiliki produktivitas rendah yang disebabkan oleh menurunnya kesuburan tanah. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kesuburan tanah adalah penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah adalah dengan penggunaan pupuk organik seperti blotong tebu dan rhizobium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh blotong tebu dan rhizobium pada pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Mei sampai Agustus 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 12 perlakuan. Perlakuan yang digunakan pada faktor satu terdiri dari B0= tanpa blotong tebu, B1= blotong tebu 20 ton ha-1, dan B2= blotong tebu 30 ton ha-1. Faktor dua terdiri dari L0= tanpa rhizobium, L1= rhizobium 5 g kg-1, L2= rhizobium 10 g kg-1, dan L3= rhizobium 15 g kg-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk blotong 30 ton ha-1 dan dosis rhizobium 10 g kg-1 menghasilkan bobot polong 2,47 ton ha-1 (memberikan peningkatan hasil panen sebesar 27,98% jika dibandingkan dengan perlakuan dosis pupuk blotong 30 ton ha-1 dan dosis rhizobium 5 g kg-1).
Pengaruh Macam Struktur Lapisan Filter dan Lapisan Drainase Roof Garden terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) Irianti, Anggit Anis; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga kubis-kubisan (Cruciferae). Sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan perkotaan dengan semakin menurunnya lahan pertanian maka mulai dikembangkan cara bercocok tanam dengan memanfaatkan atap bangunan yang kosong atau disebut roof garden terdiri dari lapisan media tanam, lapisan filter dan lapisan drainase. Beberapa kendala budidaya tanaman di roof garden ialah bobot struktur lapisan filter dan lapisan drainase yang berat, mahal dan kurang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh macam lapisan filter dan lapisan drainase roof garden yang murah, ringan dan ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kubis bunga. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2018 di lantai 7 Gedung Sentral, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya dengan ketinggian 475 m dpl pada roof garden dan 445 m dpl pada dasar bangunan. Penelitian menggunakan RAK yang terdiri dari perlakuan lapisan filter layer geotextile 1.88 mm, layer geotextile 2.05 mm dan sabut kelapa. Perlakuan lapisan drainase menggunakan  pecahan batu bata, batu kerikil dan pasir. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan lapisan filter layer geotextile 2.05 dan pecahan batu bata memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun dan diameter curd.
Pengaruh Dosis Pupuk P dan Perbedaan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Giberelin pada Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Permana, Ati Setiawati; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas hortukultura yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena banyak mengandung vitamin dan mineral. Namun, produktivitas mentimun masih rendah, hal ini disebabkan karena perbedaan ratio bunga jantan dan betina. Presentai bunga betina sangat rendah dibawah 5%. Giberelin   mampu mempengaruhi sifat genetik dan proses fisiologi tanaman seperti pembungaan dan unsur fosfor merupakan unsur yang berperan penting dalam pembungaan karena pada saat proses pembungaan kebutuhan pupuk P akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk P dan pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Malang pada bulan Februari 2019 sampai Maret 2019. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan kombinasi giberelin 3 taraf yaitu 0 ppm,100 ppm dan 200 ppm dan Pupuk P terdiri dari 3 taraf yaitu 0 kg/ha, 100 kg/ha, dan 200 kg/ha. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan BNJ 5%. Parameter komponen pertumbuhan meliputi Panjang Tanaman, Jumlah Daun, , Luas Daun Per Tanaman, Bobot Kering Tanaman. Kombinasi perlakuan 200 ppm + 100 kg/ha merupakan hasil terbaik dalam mempengaruhi pertunbuhan tanaman mentimun.
Pengaruh Pupuk Anorganik dan Pupuk Hayati pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Ardianti, Desi; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis ialah salah satu jenis tanaman serealia yang memiliki peran penting sebagai bahan pangan. Penggunaan pupuk anorganik melebihi dosis rekomendasi dan tanpa disertai penggunaan pupuk organik menyebabkan ketidakseimbangan unsuh hara. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah ialah dengan pupuk hayati. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis yang tepat dari pupuk anorganik dan pupuk hayati untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2018 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri 10 perlakuan dan diulang 3 kali. Perlakuan meliputi tanpa pupuk anorganik dan pupuk hayati (P0); Pupuk standar (Urea 200 kg/ha + NPK 300 kg/ha) (PS); 60 kg/ha pupuk hayati (PH); Urea 200 kg/ha + NPK 300 kg/ha + 20 kg/ha pupuk hayati (P1); Urea 200 kg/ha + NPK 300 kg/ha + 40 kg/ha pupuk hayati (P2); Urea 200 kg/ha + NPK 300 kg/ha + 60 kg/ha pupuk hayati (P3); Urea 150 kg/ha + NPK 225 kg/ha + 20 kg/ha pupuk hayati (P4); Urea 150 kg/ha + NPK 225 kg/ha + 40 kg/ha pupuk hayati (P5); Urea 150 kg/ha + NPK 225 kg/ha + 60 kg/ha pupuk hayati (P6); Urea 100 kg/ha + NPK 150 kg/ha + 60 kg/ha pupuk hayati (P7). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk urea 200 kg/ha + NPK 300 kg/ha dan 60 kg/ha pupuk hayati (P3) dapat menghasilkan tinggi tanaman, luas daun, dan bobot kering total tanaman yang lebih tinggi dibandingkan kontrol serta dapat meningkatkan hasil tongkol mencapai 21,58 t ha-1.
Pengaruh Mulsa Jerami dan Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan dan Produksi Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Medium Octavina, Dwita Risti; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan jenis tanaman herba semusim yang berasal dari daerah subtropis, sehingga budidaya tanaman bit merah di Indonesia banyak dilakukan di daerah dataran tinggi (≥ 1000 mdpl). Pengolahan tanah yang intensif pada lahan berlereng akan berdampak pada terjadinya degradasi lahan. Penanaman bit merah di dataran medium dengan kondisi lingkungan yang lebih aman dari terjadinya erosi, memiliki beberapa faktor pembatas seperti suhu. Sehingga perlu dilakukan rekayasa lingkungan melalui penggunaan mulsa, yaitu mulsa organik yaitu jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknologi tentang ketebalan mulsa jerami dengan dosis pemupukan N yang tepat untuk pertumbuhan, hasil serta kandungan antosianin pada tanaman bit merah di dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Maret – Juni 2018. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 12 kombinasi perlakuan 3 ulangan diuji lanjut menggunakan BNT dengan taraf 5%. Pengamatan yang dilakukan yakni jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot umbi dan kandungan antosianin pada umbi. Hasil analisis varian menunjukkan adanya interaksi antara ketebalan mulsa jerami dengan dosis nitrogen pada parameter jumlah daun, bobot segar tanaman dan bobot umbi. Mulsa jerami dengan ketebalan 6 cm dengan dosis nitrogen 250 kg. ha-1 mampu meningkatkan bobot segar dan bobot umbi tanaman. Penggunaan ketebalan mulsa jerami 6 cm berpengaruh terhadap menurunkan suhu tanah dan menaikkan kelembaban tanah serta dapat meningkatkan kandungan antosianin pada umbi bit merah.
Profil Biodiversitas Tanaman di Ruas DAS Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang Kota Malang Ardella, Erviana Junaifatul; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanskap merupakan suatu bagian ruang pada muka bumi dengan sistem kompleks dalam bentuk aktivitas komponen biotik dan abiotik. Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas merupakan suatu ekosistem yang memberikan jasa lanskap khususnya berupa keanekaragaman hayati (biodi-versitas) terhadap wilayah sekitarnya. Jasa lanskap yang diberikan berupa tata air, biodiversitas, penyerapan karbon, dan keindahan lanskap. Kawasan DAS Brantas memiliki biodiversitas yang cukup tinggi.. Upaya menjaga keberlanjutan biodiversitas tersebut, perlu dilakukan suatu studi identifikasi nilai biodiversitas sebagai penyedia jasa lanskap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui keanekaragaman hayati tanaman di sepanjang  Daerah Aliran Sungai Brantas Kota Malang. Penelitian dilaksanakan di sepanjang Sungai Brantas Kota Malang yaitu area Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang pada bulan Mei sampai Juni 2018. Metode yang digunakan yaitu metode transek garis untuk mengamati tanaman di sepanjang DAS serta mengidentifikasi jenis spesies tanaman sepanjang 100m. Kerapatan bernilai rendah berkisar antara 12-50 di masing-masing lokasi. Penyebaran spesies tumbuhan memiliki frekuensi yang sangat rendah yaitu berada pada kelas A (1-20%). Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada keempat lokasi pengamatan bernilai sedang yaitu 1<H’<3 dimana kondisi lingkungannya sedang. Nilai Indeks Dominansi Simpson (D) juga tidak ditemukan adanya tumbuhan yang paling mendominasi karena nilainya 0 < D ≤ 0,5 artinya tidak ada genus yang mendominasi. Manfaat agronomi tumbuhan yaitu dapat digunakan sebagai tanaman pangan, tanaman industri, tanaman hias dan tanaman obat.
Karakterisasi dan Identifikasi Keragaman Jamur Tiram di Kabupaten Malang, Jawa Timur Wahyuningtyas, Esther Arie; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur edible yang saat ini berkembang pesat, selain harganya murah dan mudah untuk dibudidayakan. Masa produksi jamur tiram relative cepat, harga jualnya relatif stabil, dan permintaan masyarakat akan jamur tiram dapat meningkatkan pendapatan petani jamur.Jamur tiram tergolong ke dalam kelas Basidiomycetes memiliki keragaman jenis jika terlihat dari morfologi seperti warna tubuh buah, bentuk tudung, ukuran tudung, ukuran tangkai serta karakter lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui koefisien kemiripan antar aksesi jamur tiram di kabupaten Malang berdasarkan karakter kualitatif dan mendapatkan aksesi yang berpotensi untuk dijadikan calon induk bibit F0. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret-Mei 2018 di 15 kecamatan di kabupaten Malang dan UPT Pengembangan Jamur Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian inimenggunakan tenik snowball sampling dalam menentukan responden petani jamur tiram. Hasil karakterisasi jamur tiram dilakukan analisis kelompok dengan software NTSYS 2.02 yang menghasilkan dendogram. Hasil penelitian karakterisasi jamur tiram di kabupaten Malang menunjukkan bahwa diperoleh 51 akesi jamur tiram yang tersebar di 15 kecamatan di kabupaten Malang.  Analisis kelompok berdasarkan karakter kualitatif didapatkan koefisien kemiripan antar aksesi sebesar 0,63-1,00. Aksesi yang berpotensi yang dapat dijadikan sebagai induk bibit F0 antara lain BL1, GDL2, NT3, NT4, NT6C, NT7, NT8, PGL2, PK7, WJ3, WG1 dan WG6.
Pengaruh Perbedaan Media Tanam dan Konsentrasi Aplikasi PGPR pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Labu Madu (Cucurbita moschata) Imani, Fahmi Lazuardi; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman labu madu ialah tanaman yang berasal dari keluarga Cucurbitaceae dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap diantaranya β-karoten, protein, karbohidrat, kalsium, vitamin B dan C. Kandungan nutrisi tersebut mampu menjadi salah satu upaya dalam mengatasi maraknya olahan pangan rendah gizi. Salah satu upaya peningkatan produksi labu madu ialah menggunakan media tanam dan konsentrasi PGPR yang tepat. Media tanam ialah tempat tumbuh dan tegaknya suatu tanaman dalam menunjang kelangsungan hidupnya, sedangkan PGPR ialah mikroorganisme hayati yang mampu memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019 di rumah plastik Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan sembilan perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menggunakan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan. Apabila hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT tingkat kesalahan 5% untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan media tanam dengan pemberian berbagai konsentrasi PGPR terhadap berbagai komponen pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu. Secara terpisah, perlakuan media tanam pupuk kandang kambing memberikan hasil paling tinggi pada pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang buah, diameter buah, bobot segar buah, bobot kering buah, bobot segar total per tanaman, dan bobot kering total per tanaman serta memberikan  umur berbunga dan umur panen yang lebih cepat. Sedangkan perlakuan konsentrasi PGPR menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap berbagai komponen pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu.
Pengaruh Jenis Bahan Pembungkus terhadap Mutu Buah Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143 Larasati, Ferota; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekspor mangga dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sangat lambat karena masih kalah bersaing dalam hal mutu dengan negara lain yang menerapkan standar mutu tinggi. Arumanis 143 merupakan salah satu kultivar yang cukup potensial untuk dikembangkan. Namun, kultivar Arumanis 143 masih memiliki kelemahan yaitu warna kulit yang kurang menarik, karena prefensi pasar khususnya pasar intenasional menghendaki warna merah pada kulit buahnya. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan jenis bahan pembungkus terbaik pada buah mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Kebun Percobaan Kraton, Pasuruhan, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  4 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan dengan membungkus buah Arummanis-143 dengan 8 macam bahan pembungkus antara lain kontrol, kain katun putih, kain katun merah, kain katun biru, kain kassa putih, kertas semen, amplop coklat, dan koran. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian antara lain perubahan warna buah, bobot buah, tingkat kekerasan buah, padatan terlarut total buah, kadar vitamin C, analisa karoten, dan tingkat kerusakan buah. Buah mangga varietas Arummanis 143 yang dibungkus Koran memberikan hasil keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya dari segi perubahan warna memiliki warna yang cerah, padatan terlarut total tinggi, kadar karoten tinggi, dan kerusakan buah rendah. Tetapi kertas Koran tidak memberikan hasil bobot buah segar yang tinggi, kelunakan buah yang tinggi, dan kadar vitamin C yang rendah.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue