Claim Missing Document
Check
Articles

Selection In vitro of Granola Potato M1 Againts Bacteria Wilt Disease Ralstonia solanacearum Asta, Hidayat; Wardiyati, Tatik; Maghfoer, Mochamad Dawam
Journal of Tropical Plant Protection Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstracBacterial wilt disease caused by Ralstonia solanacearum is an important disease and could decreased yield up to 80%. Generally, bacterial disease is more difficult to control than other diseases. Moreover, there are no chemicals that can be used to control this pathogen. The approach through genetic improvement by using Ethyl Methane Sulfonate and in vitro selection are procesess to generate variants resistant against bacterial wilt on potato plants. Granola potato M1 is the result of treatment with mutagen Ethyl Methane Sulfonate. Based on the results of selection in vitro of potato plantlets M1 Granola with suspense of Rs 9 × 1010 CFU / ml, were can be induced E9 three potato plantlets are rather susceptible to  Ralstonia solanacearum through the regenerated node and E6 and E8 treatment can be induced moderately resistant planlets against Ralstonia solanacearum. Keyword: EMS, Granola, Ralstonia solanacearum
PENGARUH PANJANG TUNAS DAN BOBOT RIMPANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) A’yun, Lutfi Qurrotun; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/240

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia. Perbanyakan tanaman temulawak yang sering digunakan yaitu berasal dari rimpang. Rimpang temulawak yang digunakan merupakan rimpang cabang. Dalam budidaya temulawak, bobot rimpang yang digunakan sebagai bahan tanam akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Rimpang temulawak yang akan digunakan sebagai bahan tanam sebaiknya sudah muncul tunas. Rimpang yang telah bertunas, apabila digunakan sebagai bahan tanam pertumbuhannya akan lebih cepat dibandingkan dengan rimpang yang belum bertunas. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang tunas dan bobot rimpang terhadap pertumbuhan tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, meliputi 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah panjang tunas dengan 3 taraf yaitu : 2-4 cm, >4-6 cm dan >6-8 cm. Faktor kedua bobot rimpang dengan 3 taraf yaitu : 5-10 g, >10-15 g dan >15-20 g. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara penggunaan panjang tunas dan bobot rimpang terhadap semua variabel pengamatan.  Penggunaan panjang tunas >4-6 cm dan >6-8 cm menghasilkan jumlah anakan, bobot kering rimpang dan bobot segar rimpang panen yang lebih tinggi dibandingkan panjang tunas 2-4 cm.  Penggunaan bobot rimpang >15-20 g menghasilkan tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, bobot kering daun, bobot kering batang, bobot kering akar, bobot kering rimpang dan bobot segar rimpang panen yang lebih tinggi dibandingkan bobot rimpang yang lain. Kata kunci : Temulawak, Panjang Tunas, Bobot Rimpang, Pertumbuhan
PENGARUH DOSIS PUPUK NITROGEN DAN TINGKAT KEPADATAN TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L.) Pramitasari, Harin Eki; Wardiyati, Tatik; Nawawi, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/259

Abstract

Peningkatan produksi  kailan dapat dilaku-kan dengan pengaturan tingkat kepadatan tanaman dan pupuk nitrogen. Pada tingkat kepadatan optimal, kompetisi antar tanam-an masih terjadi sehingga pertumbuhan dan hasil per individu menjadi berkurang, namun karena jumlah tanaman per hektar ber-tambah dengan meningkatnya populasi, maka hasil panen per hektar masih dapat meningkat. Suplai nitrogen akan membuat bagian tanaman  menjadi hijau karena me-ngandung klorofil yang berperan dalam fo-tosintesis. Unsur tersebut juga bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan tinggi ba-gi tanaman, memperbanyak jumlah anak-an, mempengaruhi lebar dan panjang daun serta membuat menjadi besar, menambah kadar protein dan lemak bagi tanaman. Pe-nelitian dilaksanakan pada bulan April sam-pai Juli 2014 di Cangar Kecamatan Bumiaji Kota Batu Malang. Bahan yang digunakan adalah benih kailan varietas Taichung, pu-puk urea, SP-36, KCl, pupuk kandang, kom-pos, dan air. Alat yang digunakan adalah cangkul, gembor, cetok, tugal, tray pot, sprayer, label, penggaris, alat tulis, jangka sorong, kamera, dan timbangan. Penelitian menggunakan RAK faktorial terdiri dari per-lakuan pertama P1: Kepadatan 25 tanaman per petak (1m2), P2: Kepadatan 30 tanaman per petak (1m2). Perlakuan kedua N1: 80,5 kg N ha-1, N2: 92 kg N ha-1, N3: 103,5 kg N ha-1, N4: 115 kg N ha-1, N5: 126,5 kg N ha-1. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak terjadi interaksi nyata antara kedua perlaku-an tersebut terhadap pertumbuhan dan ha-sil tanaman kailan. Pada tingkat kepadatan tanaman 30 tanaman per 1m2 dan perlaku-an dosis pupuk nitrogen 126,5 kg N ha-1 me-nunjukkan hasil tertinggi pada semua kom-ponen hasil kecuali indeks panen disban-dingkan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci: Kailan, Kepadatan Tanaman, Pupuk Nitrogen, Urea.
PENGARUH PEMBERIAN THIDIAZURON (TDZ) TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) cv. ‘Smooth Cayyene’ ASAL MAHKOTA BUAH Prasiwi, Indika Dwi; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/609

Abstract

Nanas merupakan salah satu komoditas ekspor andalan pertanian Indonesia berdampingan dengan kelapa, karet, kelapa sawit, kopi, kakao, manggis dan mangga. Berdasarkan wilayahnya, pada tahun 2011 Pulau Jawa memiliki produktivitas buah nanas yang lebih besar dibandingkan dengan produktivitas buah nanas di luar Pulau Jawa. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas nanas adalah dengan memperbaiki manajemen penyediaan bibit. Super mikro section crown merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif dengan menggunakan mahkota buah, tetapi memiliki persentase tumbuh tunas yang rendah, dan memiliki waktu muncul tunas yang lama. Thidiazuron (TDZ) merupakan salah satu sitokinin tipe phenylurea sintetik yang memiliki kemam-puan lebih baik dalam menginduksi tunas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meng-analisis pengaruh aplikasi thidiazuron (TDZ) terhadap pertumbuhan bibit nanas (Ananas cosmosus (L) Merr.) cv. ‘Smooth Cayenne’ klon MD 2 asal mahkota buah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan enam perlakuan. Pengamatan dilakukan pada umur muncul tunas, persentase tumbuh tunas, jumlah tunas, berat segar tunas, dan panjang akar. Penelitian dilaksanakan di ruang pembibitan milik Crop Development PT. Great Giant Pineapple, Jl. Lintas Timur KM. 77 Terbanggi Besar, Lampung Tengah pada bulan Januari hingga Maret 2016. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan potongan dengan konsentrasi TDZ. Pada potongan 32 peningkatan konsentrasi TDZ tidak ber-pengaruh pada persentase tumbuh dan jumlah tunas, namun pada potongan 64 peningkatan konsentrasi TDZ berpengaruh pada peningkatan persentase tumbuh dan jumlah tunas.
Uji Efektivitas Arang Sekam Padi, Jerami Bakar dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonium L.) Aini, Churil; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1058

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura berjenis umbi lapis yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi. Ketersediaan bawang merah dalam negeri masih rendah dibandingkan kebutuhan akan bawang merah yang tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil bawang merah adalah penerapan teknologi yang sesuai dengan budidaya bawang merah yaitu penambahan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dapat diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah melalui perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arang sekam padi, jerami bakar dan dosisi pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) telah dilaksanakan Maret-Mei 2017 di Kelurahan. Dadaprejo Kec. Martorejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, yaitu: Faktor 1 kontrol, Arang sekam, jerami bakar dan faktor 2 pupuk kandang ayam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% dan apabila hasil uji berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi yang nyata antara perlakuan pemberian dosis pupuk kandang dengan bahan organik arang sekam padi dan jerami bakar pada bobot segar tanaman umur 40 dan 50 HST. Hasil panen yang paling tinggi didapat pada perlakuan dosis pupuk kandang ayam 15 ton/ha meningkatkan hasil panen lebih baik sebesar 45,27% dari perlakuan 0 ton/ha.
Pengaruh Aplikasi Aquasorb terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Asal In Vitro Manurung, Andrew Josua; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1067

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman per-kebunan yang memiliki peranan penting dan bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan baku utama penghasil gula pasir sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Permasalahan lain dari bibit tebu adalah keterbatasan waktu tanam di luar musim hujan. Iklim merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan penanaman. Waktu tanam yang relatif singkat dengan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala keberhasilan penanaman. Pem-berian aquasorb merupakan pilihan yang tepat dalam mengatasi waktu tanam saat musim kemarau. Aquasorb mampu meyerap air dalam jumlah besar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tebu terhadap aplikasi aquasorb dan waktu penyiraman.  Penelitian dilaksanakan di Green House, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada bulan Juli – September 2017. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb. Parameter pengamatan meliputi tinggi tana-man, jumlah daun, persentase bibit hidup, diameter batang, panjang akar, luas daun, bobot segar dan bobot kering. Selanjutnya, data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis ragam F hitung dengan taraf 5% dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian aplikasi aquasorb menunjukkan interaksi antara perlakuan frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb pada para-meter luas daun, bobot segar dan bobot kering. Perlakuan frekuensi penyiraman dengan dosis aquasorb menunjukkan peng-aruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar dan persentase bibit hidup.
Pengaruh Pengaplikasian Paclobutrazol pada Tanaman Coleus (Coleus scutellarioides L.) dengan Konsentrasi yang Berbeda Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1102

Abstract

Coleus ialah tanaman hias yang memiliki keindahan pada bagian daunnya. kriteria tanaman hias daun yang memiliki nilai estetika tinggi ialah tanaman yang tidak terlalu tinggi dan memiliki daun yang kompak. Paclobutrazol ialah zat pengatur tumbuhan yang mampu menghambat perpanjangan batang tanaman dan membuat diameter tanaman menjadi besar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui konsentrasi paclobutrazol yang tepat untuk mendapatkan tanaman coleus yang rimbun, kompak dengan tinggi tanaman yang proporsional. Penelitian dilaksanakan Februari-April 2018 di UPT Kebun Bibit Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang, Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu A1: 20 ppm, A2: 40 ppm, A3: 60 ppm, A4: 80 ppm, A5: 100 ppm dan A6 : 120 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 80 ppm dan 100 ppm memberikan hasil yang paling baik dengan tinggi yang ideal dan daun yang kompak.
Pengaruh Posisi Mata Tempel Pada Keberhasilan Okulasi Beberapa Varietas Jeruk Keprok (Citrus reticulate) Musthofa, Mochammad Insan; Sugiyatno, Agus; Wardiyati, Tatik; Roviq, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1126

Abstract

Tanaman jeruk banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki iklim yang sesuai dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Produksi tanaman jeruk pada tahun 2014 mencapai 1.785.264 ton/tahun, sedangkan pada tahun 2015 produksi tanaman jeruk mengalami penurunan sebesar 40.925 ton/tahun (BPS, 2016). Hal tersebut disebabkan karena serangan hama dan penyakit, dan berkurangnya ketersediaan lahan budidaya tanaman jeruk akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan. Salah satu teknik perbanyakan tanaman jeruk yang banyak dilakukan di Indonesia yaitu dengan okulasi. Okulasi yaitu menggabungkan sifat unggul yang terdapat pada batang atas dengan sifat unggul yang terdapat pada batang bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi mata tempel terbaik pada setiap varietas untuk menghasilkan bibit yang baik, untuk mengetahui perbedaan pada pertumbuhan bibit dengan posisi mata tempel yang berbeda dan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada setiap varietas yang ditanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 hingga Desember 2017 di Kebun Percobaan Tlekung Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) untuk melihat adanya pengaruh perlakuan. Terdiri dari dua faktor, yaitu faktor posisi mata tempel dan faktor varietas jeruk keprok. Variabel pengamatan dalam penelitian yaitu presentase keberhasilan okulasi, kecepatan pecahnya mata tunas, panjang tunas, jumlah daun per tunas, diameter batang tunas, diameter batang bawah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksiantara perlakuan posisi mata tempel dengan varietas. Keberhasilan okulasi tidak dipengaruhi oleh letak mata tempel pada semua varietas.
Pengaruh Jenis Bahan Pembungkus terhadap Mutu Buah Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143 Larasati, Ferota; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1247

Abstract

Perkembangan ekspor mangga dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sangat lambat karena masih kalah bersaing dalam hal mutu dengan negara lain yang menerapkan standar mutu tinggi. Arumanis 143 merupakan salah satu kultivar yang cukup potensial untuk dikembangkan. Namun, kultivar Arumanis 143 masih memiliki kelemahan yaitu warna kulit yang kurang menarik, karena prefensi pasar khususnya pasar intenasional menghendaki warna merah pada kulit buahnya. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan jenis bahan pembungkus terbaik pada buah mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Kebun Percobaan Kraton, Pasuruhan, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  4 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan dengan membungkus buah Arummanis-143 dengan 8 macam bahan pembungkus antara lain kontrol, kain katun putih, kain katun merah, kain katun biru, kain kassa putih, kertas semen, amplop coklat, dan koran. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian antara lain perubahan warna buah, bobot buah, tingkat kekerasan buah, padatan terlarut total buah, kadar vitamin C, analisa karoten, dan tingkat kerusakan buah. Buah mangga varietas Arummanis 143 yang dibungkus Koran memberikan hasil keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya dari segi perubahan warna memiliki warna yang cerah, padatan terlarut total tinggi, kadar karoten tinggi, dan kerusakan buah rendah. Tetapi kertas Koran tidak memberikan hasil bobot buah segar yang tinggi, kelunakan buah yang tinggi, dan kadar vitamin C yang rendah.
Hubungan Filotaksis dan Kerapatan Stomata terhadap Hasil 20 Aksesi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) Utami, Putri Sri; Waluyo, Budi; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1262

Abstract

Buah okra merupakan hasil dari fotosintesis. Fotosintesis membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Banyak faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang diterima. Salah satunya adalah posisi daun pada tanaman yang disebut dengan filotaksis daun. Meningkatnya fotosintesis diimbangi dengan meningkatnya asupan dari CO2 sebagai bahan utama fotosintesis. Semakin ideal filotaksis tanaman memungkinkan dapat mempengaruhi kerapatan stomata terutama pada daun tanaman okra. Penelitian dilaksanakan di Agro Technopark  Universitas Brawijaya, Malang, dengan ketinggian ±330 mdpl, suhu rata-rata 24-36°C dan curah hujan 315 mm per bulan selama penelitian. Penelitian  dilaksanakan pada bulan 18 Desember 2018 sampai bulan 15 Maret 2019. Penelitan ini merupakan penelitian non percobaan. Tujuh belas aksesi tanaman diuji, sedangkan tiga aksesi cek/kontrol. Seleksi dilakukan untuk mencari aksesi terbaik menggunakan seleksi massa dari total berat buah lebih besar dari hasil rata-rata+standar deviasi. Dua puluh aksesi okra yang diseleksi berbunga pada kisaran umur ± 60 hari setelah tanam. Berdasarkan 20 aksesi yang diseleksi didapatkan empat aksesi terbaik, berdasarkan parameter total berat buah yang tinggi yaitu, aksesi Aesc[BW]-02-01-02-5-4, Aesc[BW]-02-05, Aesc[BW]-5-5-2, Aesc[BW]-02-03.  Filotaksis pada 20 aksesi okra yang ditemukan ada tiga filotaksis yaitu 1/3, 2/5, dan 3/8. Aksesi okra yang terbaik tidak bisa ditentukan oleh  filotaksis daunnya, karena filotaksis pada aksesi yang terbaik berbeda-beda, sehingga filotaksis tidak bisa menentukan aksesi terbaik. Dan kerapatan stomata tidak berkorelasi dengan semua parameter vegetatif maupun generatif, berarti tidak berdampak pada hasil tanaman okra. Indikator yang paling utama untuk menentukan aksesi terbaik dari segi agronomis okra yaitu berat buah dan panjang buah.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Abdul Latief Abadi Achmad Noerkhaerin Putra Adi, Isa Apri Adi, Isa Apri Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Sugiyatno Agustin N. Nilasari Aini, Churil Aini, Churil Ainun Fithriyandini Ainun Zuhrah Ali Djamhuri Alpano Rolistyo Aminudin Afandhi Ana Lutfi Aulia Andan Sari Kusuma Indah Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arini Yunia Rachmawati Armita, Deffi Aulia, Ana Lutfi Azizah, Nur Barunawati, Nunun Bela, Dika Meinar Laili Bela, Dika Meinar Laili Budi Waluyo Budi Waluyo Caecilia Puspita C.P.A Cicik Udayana Dawam, Moch. Eka Riana Sari Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Estri Laras Arumingtyas Farid, Muhammad Fithriyandini, Ainun Fitriani, Ristianing Dwi Gandhi Yudhistira Pribadi Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Hayuning Martha L.A Heddy, JB. Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Hidayat Asta Hidayat, Elisa Andri Hidayat, Elisa Andri Iman Sudrajat Indah, Andan Sari Kusuma Indriyani, Nofita Indriyani, Nofita Ismuha Nasution JB. Suwasono Heddy Karmelina, Nita Karmelina, Nita Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Larasati, Ferota Larasati, Ferota Lilik Setyobudi Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Manurung, Andrew Josua Manurung, Andrew Josua Mar'atul Qibtiyah Moch. Dawam Maghfoer Mochamad Dawam Maghfoer, Mochamad Dawam Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Mudji Santoso Muhammad Farid Mukti, Muhammad Saifullah Mukti, Muhammad Saifullah Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Musthofa, Mochammad Insan Musthofa, Mochammad Insan Muttaqien, Khaerul Muttaqien, Khaerul Nasution, Ismuha Nawawi Nawawi Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nilasari, Agustin N. Ninggar Listiana Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurul Aini Pakaya, Cindriany Pakaya, Cindriany Polii-Mandang, Jeanny Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Praemysta, Febyna Hapsari Pramitasari, Harin Eki Pramitasari, Harin Eki Prasetyo, Wahyudi Prasiwi, Indika Dwi Prasiwi, Indika Dwi Pribadi, Gandhi Yudhistira Putri, Ardiah Virana Rahayu, Aldhila Putri Rahayu, Aldila Putri Reginasari, Immanuelita Sarah Rifqi Hermawan Ristianing Dwi Fitriani Ristianing Dwi Fitriani Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rofiq, Moch. Rolistyo, Alpano Rosita, Wenny Dwi Roviq , Mochammad Roviq, Muhammad Rurini Retnowati Sa’diyah, Halimatus Sa’diyah, Halimatus Saitama, Akbar Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Atika Novita Sari, Atika Novita Setyobudi, Lilik Shodikin, Aris Shofiah Yasmin Sudiarso, Sudiarso Sudrajat, Iman Sugiyatno, Agus Sulistyoningtyas, Mey Eka Sulistyoningtyas, Mey Eka Sumarno . Sumayku, Bertje R.A. Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Titiek Islami Utami, Putri Sri Utami, Putri Sri Wahyudi Prasetyo Waryastuti, Defi Eka Waryastuti, Defi Eka Wijayanti, Annisa Kartika Yasmin, Shofiah Yolanda Retno Nandika Viola Yuliarini, Titik Yuliarini, Titik