cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa & Manajemen Sistem Industri (JRMSI) adalah wadah bagi lulusan S-1 Teknik Industri, UB dan perguruan tinggi lainnya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014)" : 20 Documents clear
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA AKTIVITAS GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (GSCM) (Studi Kasus: KUD “BATU” Fortuna, Irvan Fauzi; Suamtri, Yeni; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.444 KB)

Abstract

Abstrak KUD “BATU” merupakan salah satu sektor industri yang memiliki aktivitas supply chain dalam memproduksi susu pasteurisasi Nandhi Murni. Selama ini, KUD “BATU” belum pernah melakukan pengukuran kinerja supply chain management yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang dapat diterapkan dalam pengukuran kinerja supply chain management yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pencapaian kinerja supply chain management KUD “BATU” yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengukur kinerja supply chain management yang ramah lingkungan adalah metode pendekatan green supply chain management (GSCM). Model pengukuran kinerja GSCM ini terdiri dari aktivitas green procurement, green manufacture, green distribution dan reverse logistic. Dari pengamatan didapatkan indikator pengukuran sejumlah 44 key performance indicator yang sudah valid. KPI ini diberikan bobot dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software expert choice 11. Selanjutnya dilakukan perhitungan scoring system menggunakan Objective Matrix (OMAX) dan traffic light system. Dari pengukuran tersebut dapat diberikan rekomendasi perbaikan pada indikator kinerja yang memiliki kategori merah dalam traffic light system.   Kata kunci : pengukuran kinerja supply chain, GSCM, OMAX, traffic light system
IMPLEMENTASI LEAN SIGMA UNTUK PENURUNAN NILAI COST OF POOR QUALITY KAIN EKSPOR KELAS A (Studi Kasus : Departemen Finishing PT Mertex Indonesia) Dewi, Galuh Ratna; Sugiono, Sugiono; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.273 KB)

Abstract

Abstrak Departemen Finishing PT Mertex Indonesia bertugas mengolah kain mentah menjadi produk kain jadi. Dalam menjalankan produksinya, Departemen Finishing masih mengalami pemborosan. Pemborosan (waste) sebagai internal failure menyebabkan cost of poor quality yang membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah agar perusahaan dapat meningkatkan kualitas proses produksi dan menurunkan nilai cost of poor quality dengan menggunakan pendekatan lean sigma. Tahap awal dalam penelitian adalah mengidentifikasi alur proses produksi dan menggambarkan hasilnya melalui value stream mapping (VSM). Kemudian melakukan klasifikasi aktivitas dan melakukan identifikasi waste. Jenis waste yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah seven waste. Setelah itu dicari nilai cost of poor quality (COPQ) dari masing-masing waste untuk mendapatkan waste berpengaruh berdasarkan nilai COPQ yang terbesar. Setelah itu dicari akar penyebab permasalahan dengan root cause analysis (RCA) dan prioritas waste yang harus diperbaiki dengan failure mode and effect analysis (FMEA). Dari alternatif perbaikan dipilih yang terbaik menggunakan value based management berdasarkan nilai value yang tertinggi. Melalui konsep value based management didapatkan alternatif perbaikan terpilih yaitu mengganti proses pengemasan manual dengan proses pengemasan otomatis dengan membeli mesin pengemas otomatis, menjaga kestabilan rolling mesin, melakukan preventive maintenance secara teratur dan melakukan pemasangan expander roll pada roll mesin. Setelah dilakukan rekomendasi perbaikan diharapkan nilai sigma dapat meningkat dan cost of poor quality dapat menurun. Kata kunci : Kualitas, Lean Sigma, waste, cost of poor quality, FMEA, value-based management.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS LINI PRODUKSI PADA SISTEM PRODUKSI KONTINYU DENGAN PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) (Studi Kasus pada PT. Petrokimia Gresik) Mahdina, Aini Nur; Sugiono, Sugiono; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.287 KB)

Abstract

Abstrak Total Productive Maintenance (TPM) adalah sebuah konsep untuk aktivitas pemeliharaan. Penerapan TPM digunakan untuk mengukur efektivitas lini produksi dengan menggunakan metode Overall Line Effectiveness (OLE). PT Petrokimia Gresik adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi pupuk pestisida dan industri bahan-bahan kimia. Pada lini produksi pupuk Phonska IV terdapat beberapa masalah produksi yaitu target produksi tidak terpenuhi, tingginya produk rework dan downtime mesin. Oleh karena itu, pengukuran efektivitas diperlukan untuk mengetahui kinerja mesin/peralatannya. OLE digunakan untuk mengukur dan menganalisa efektivitas lini produksi. Identifikasi six big losses dilakukan untuk mengetahui penyebab rendahnya efektivitas lini produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai OLE tahun 2013 adalah sebesar 60.33%. Losses yang berpengaruh adalah breakdown losses sebesar 44.65% atau 98408.6 menit dan process defect sebesar 28.26% atau 62291.4 menit. Penyebab losses tersebut antara lain karena kelalaian operator, pengetahuan operator kurang, mesin overload, part mesin bermasalah, tingginya target produksi serta ketidaksesuaian kondisi lingkungan. Konsep TPM dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi losses tersebut. Beberapa rekomendasi perbaikan yang diusulkan berdasarkan konsep TPM antara lain melakukan pemeliharaan mandiri oleh operator, menambahkan predictive maintenance, mengurangi target produksi, memperbaiki dan menambah peralatan untuk meningkatkan kualitas dan mencegah cacat produksi, serta mengadakan training untuk meningkatkan skill operator.   Kata kunci: Total Productive Maintenance (TPM), Overall Line Effectiveness (OLE), six big losses.  
PERANCANGAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY UNTUK MENGURANGI JARAK MATERIAL HANDLING (Studi Kasus di PT Indonesian Marine Corp. Ltd Divisi Boiler Singosari-Malang) Rodliyah, Ainur; Choiri, Mochamad; Himawan, Rakhmat
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.278 KB)

Abstract

Abstrak   Tata letak fasilitas pada lantai produksi PT Indomarine Divisi Boiler saat ini belum menerapkan salah satu dari empat jenis layout yang umum digunakan (process layout, product layout, fixed position layout, group technology layout) sehingga terjadi perpindahan material yang cukup jauh dari workshop satu ke workshop lain dan akan menyebabkan adanya aliran material kurang teratur, frekuensi  perpindahan material lebih tinggi dan jarak perpindahan material yang lebih panjang. Untuk itu perlu dilakukan pengelompokan mesin berdasarkan kemiripan komponen yang diproduksi dengan menggunakan pendekatan group technology untuk mengurangi jarak perpindahan material. Penelitian ini menggunakan pendekatan group technology dengan metode clustering  (SLC, CLC, ALC). Untuk mengoptimalkan layout usulan yang mencakup sel-sel mesin dan departemen lain terkait dengan aliran material digunakan algoritma CRAFT dengan bantuan software WinQsb. Metode terpilih yang dijadikan dasar pembentukan sel mesin adalah metode SLC yang menghasilkan 10 sel mesin dengan nilai group efficiency 0,846.  Layout usulan baru yang telah dioptimalkan dengan algoritma CRAFT dapat memberikan pengurangan jarak material handling dari 71.935,23 m menjadi 63.003,0 m sehingga mengalami penurunan sebesar 8.932,23 m atau 12,41% dari total jarak pada layout awal. Kata kunci: tata letak fasilitas, group technology, clustering, material handling
PERBANDINGAN METODE PERT DAN FUZZY LOGIC APPLICATION FOR SCHEDULLING (FLASH) PADA PENJADWALAN PROSES FABRIKASI BOILER (Studi Kasus: PT Indonesian Marine Corp. Ltd.) Vizkia, Naura; Sugiono, Sugiono; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.538 KB)

Abstract

Abstrak PT Indonesian Marine Corp. Ltd. (Indomarine) saat ini menggunakan Critical Path Method (CPM) dalam melakukan penjadwalan proses fabrikasi boiler. Pada pelaksanaannya, sering terjadi ketidaksesuaian waktu penyelesaian proses fabrikasi antara rencana dengan aktualnya. Untuk mendapatkan metode yang memberikan hasil penjadwalan yang paling optimal, penelitian ini membandingkan waktu penyelesaian proses fabrikasi pada boiler menggunakan metode saat ini (CPM), PERT dan Fuzzy Logic Application for Scheduling (FLASH) terhadap waktu aktualnya. Di akhir penelitian juga dibandingkan terminologi probabilitas dan posibilitas dalam memperkirakan waktu penyelesaian proses fabrikasi. Berdasarkan hasil analisis dan perbandingan metode, PERT memberikan rata-rata waktu penyelesaian proyek paling optimal untuk kedua produk yaitu Boiler WR-11100 FM selama 147 hari  dan Fire Tube Boiler F 30 L selama 37 hari dengan selisih terhadap waktu penyelesaian aktual terkecil masing-masing 11 dan 6 hari. Terdapat perbedaan antara probabilitas dan posibilitas, dimana besarnya probabilitas bergantung pada standar deviasi serta perbedaan nilai yang dicari dengan rata-ratanya, sedangkan posibilitas akan semakin besar jika nilai tersebut mendekati nilai most likely-nya. Kata kunci : Penjadwalan Proyek, PERT, FLASH, CPM, Probabilitas, Posibilitas
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PRODUKSI FILTER ROKOK DENGAN WAM DAN METODE TAGUCHI (Studi Kasus Pada PT Essentra, Sidoarjo) Sigalingging, Epiphanie Aprianti; Tama, Ishardita Pambudi; Riawati, Lely
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.853 KB)

Abstract

Abstrak PT Essentra merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi filter rokok yang berlokasi di Sidoarjo. Salah satu produk yang dihasilkan perusahaan adalah filter rokok ACM502205. Pada proses produksi filter ACM502205 tersebut, masih ditemukan beberapa waste. Untuk itu dilakukan identifikasi waste dengan menggunakan salah satu tools dalam pendekatan lean manufacturing, yaitu waste assessment model (WAM) yang bertujuan untuk mengidentifikasi waste yang paling dominan dan membutuhkan perbaikan dengan segera pada produksi filter ACM502205. Dari hasil identifikasi waste menggunakan waste assessment model, diketahui waste yang paling dominan dan membutuhkan perbaikan dengan segera adalah defect waste. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan karyawan perusahaan untuk mengetahui akar penyebab timbulnya defect waste, dari hasil diskusi tersebut diketahui bahwa akar penyebab terjadinya defect adalah hardness filter yang rendah.. Usulan rekomendasi perbaikan yang diberikan terkait adanya defect waste pada proses pembuatan filter ACM502205 di PT Essentra adalah dengan menerapkan setting level optimal yang didapatkan dengan perhitungan menggunakan metode Taguchi, yaitu: faktor A level 2 (filter di oven selama 4 menit dengan suhu 110°C), faktor B level 2 (set circum 16,85mm), faktor C level 2 (set roundness 95%), faktor D level 2 (set PZ 9%), faktor E level 2 (Set PD 445mmWg), faktor F level 1 (set weight 0,416 gr), dan faktor G level 1 (set menthol 119,8mg). Setting level optimal ini didapat dari perhitungan dengan menggunakan metode Taguchi dan telah terbukti dapat meningkatkan hardness dan mengurangi defect filter. Kata kunci : lean manufacturing, waste assessment model, taguchi, defect.
OPTIMASI PERENCANAAN LAYOUT PRODUKSI PEMBUATAN HOIKEN BOILER CAP. 5000 KG/H DENGAN CRAFT ALGORITHM DAN SIMULASI Dewi, Egar Astri; Sugiono, Sugiono; Sari, Ratih Ardia
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.659 KB)

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan industri manufaktur yang memproduksi beberapa jenis produk berbahan logam seperti boiler, pressure vessel, heat exchanger, tangki dan lain-lain.PT XYZ membuat kebijakan untuk melakukan spesialisasi produk di tiap cabang.Berdasarkan kebijakan tersebut, salah satu cabang PT XYZ yakni cabang Pulo Gadung dikhususkan untuk menjadi produsen Hoiken Boiler Cap.5000 Kg/h. Awalnya layout lantai produksi di PT XYZ cabang Pulo Gadung adalah layout yang difungsikan untuk memproduksi berbagai produk.Analisa produk dan proses pembuatan Hoiken Boiler dijadikan acuan dalam usaha optimasi layout lantai produksi di PT XYZ.Hasil dari analisa tersebutlah yang dijadikan dasar dalam melakukan optimasi perancangan layout PT XYZ. Metode optimasi yang dilakukan adalah menggunakan algoritma CRAFT dengan bantuan software Winqsb 2.0, guna menghasilkan layout usulan dengan tujuan meminimasi total jarak material handling.Hasil dari CRAFT adalah 4 layout usulan dengan 4 metode pertukaran yang berbeda.Setelah itu, keempat layout usulan tersebut disimulasikan dengan software Arena 5.0. Simulasi ini dilakukan untuk menunjukan total utilitas transporter tiap layout usulan, yaitu sebesar 3.16 % untuk layout usulan dengan metode pertukaran improve by exchanging 2 departments, 3.28 % untuk metode improve by exchanging 3 departments , 3.19 % untuk  improve by exchanging 2 than 3 departments, dan 0.49 % untuk metode improve by exchanging 3 than 2 departments. Kata kunci : optimasi, CRAFT, simulasi, layout, perpindahan material, utilitas.
PENENTUAN KEBIJAKAN ORDER PRODUK SKINCARE DAN PLASTER DENGAN PENDEKATAN VENDOR MANAGED INVENTORY (Studi Kasus: PT Beiersdorf Indonesia) Renitasari, Retty; Sumantri, Yeni; Sari, Ratih Ardia
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.915 KB)

Abstract

Abstrak PT Beiersdorf Indonesia perusahaan internasional penghasil produk skincare Nivea dan plaster Hansaplast di kota Malang. Pada proses supply chain management terdapat masalah yaitu tidak dapat memenuhi permintaan distributor yang disebabkan oleh informasi yang tidak akurat. Untuk mengatasi masalah tersebut metode yang digunakan untuk menentukan kebijakan order adalah Vendor managed Inventory (VMI) yang merupakan suatu model dimana pembeli tidak memutuskan apa, kapan dan berapa yang akan dipesan, melainkan hanya memberikan informasi permintaan dari pelanggan mereka, persediaan yang tersisa, serta informasi lain yang bisa mempengaruhi penjualan di masa yang akan datang. Langkah awal adalah menghitung total cost inventory dan service level kebijakan eksisting. Langkah selanjutnya adalah melakukan peramalan permintaan yang digunakan sebagai masukan pada simulasi kebijakan VMI dengan simulasi Monte Carlo. Setelah didapatkan data permintaan hasil peramalan, dilakukan perhitungan input awal yaitu nilai ROP (s) dan nilai maksimum (S). Input awal yang digunakan dalam simulasi kebijakan VMI adalah data permintaan hasil peramalan, s, S, lead time, order cost, holding cost dan stok awal. Lalu langkah selanjutnya adalah running simulasi kebijakan VMI. Dari hasil simulasi kebijakan VMI didapatkan order cost, holding cost, total cost inventory dan service level yang dijadikan sebagai parameter untuk dikombinasikan. Pada simulasi model pengelolaan VMI pendekatan (s,S) akan menghasilkan nilai (s,S) untuk tiap produk di pihak supplier. Selain itu model ini akan berdampak pada perubahan alur replenishment sehingga menyebabkan perubahan pada biaya yang dikeluarkan dan service level yang dihasilkan. Untuk itu akan dibandingkan total biaya dan service level antara sistem kebijakan eksisting dan kebijakan VMI. Kata kunci : Vendor Managed Inventory (VMI), (s,S), Kebijakan Order, Pengendalian Persediaan
OPTIMASI PENENTUAN RUTE PENGUMPULAN SUSU SAPI DENGAN LINEAR PROGRAMMING (Studi Kasus: Koperasi Unit Desa (KUD) BATU, Malang) Damayanti, Elvina; Rahman, Arif; Sari, Ratih Ardia
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.578 KB)

Abstract

Abstrak Aktivitas logistik yang ada di KUD BATU yaitu pengumpulan susu dari peternak ke pabrik. Aktivitas ini dilakukan 2 kali dalam sehari oleh 11 kendaraan di KUD yang mengumpulkan susu dari 19 pos penampungan ke pabrik. Perencanaan rute pengumpulan susu saat ini masih menggunakan metode intuitif. Hal ini menyebabkan 1 truk hanya dapat mengambil susu di 1 pos penampungan dalam 1 rute. Padahal, rute yang dilalui oleh truk memungkinkan untuk melakukan pengambilan susu lebih dari 1 pos penampungan. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan sistem pengumpulan susu yang dapat meminimasi biaya transportasi mengunakan linear programming. Pada linear programming dilakukan formulasi matematis yaitu menentukan variabel keputusan, fungsi tujuan, dan fungsi kendala. Berdasarkan hasil analisis dan perbandingan model existing dengan model linear programming, diperoleh penurunan biaya sebesar Rp 52.850 (15,47%) dalam setiap jadwal pengumpulan susu. Dalam sehari, terdapat 2 kali jadwal pengumpulan susu sehingga KUD BATU dapat menghemat biaya sebesar Rp 3.171.000 dalam satu bulan. Kata kunci : Optimasi Rute, Formulasi Matematis, Linear Programming, Minimasi Biaya.
IMPLEMENTASI METODE LEAN SIX SIGMA SEBAGAI UPAYA MEMINIMASI WASTE PADA PRODUKSI LINK BELT DI PT PINDAD PERSERO Utami, Sindy Putri; Setyanto, Nasir Widha; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.706 KB)

Abstract

Abstrak Lean six sigma merupakan kombinasi antara konsep lean dan six sigma untuk mengidentifikasi dan menghilangkan waste melalui peningkatan terus-menerus untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma. PT Pindad (Persero) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi peralatan pertahanan keamanan (produk militer). Pada PT Pindad (Persero) masih terdapat permasalahan, khususnya pada bagian produksi link belt. Tahapan pada penelitian ini menggunakan tahap define, measure, analyze, dan improve (DMAI). Pada tahap define dengan value stream mapping teridentifikasi tujuh type waste yaitu waiting, defect, overproduction, unnecessary inventory, inappropriate processing, excessive transportation, dan unnecessary motion. Dari ketujuh waste tersebut, terdapat tiga waste yang paling berpengaruh berdasarkan tabel FMEA yaitu waiting dengan nilai RPN sebesar 540, unnecessary motion dengan nilai RPN sebesar 267, dan defect dengan nilai RPN sebesar 160. Beberapa rekomendasi perbaikan yang diusulkan berdasarkan konsep lean antara lain perancangan kartu kanban terkait waiting, modifikasi alat bantu material handling terkait unnecessary motion, dan perancangan checklist serta poster peringatan untuk defect.   Kata kunci: lean six sigma, value stream mapping, FMEA, kanban.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 9 (2025): Vol. 13 No. 8 (2025): Vol. 13 No. 7 (2025): Vol. 13 No. 6 (2025): Vol. 13 No. 5 (2025): Vol. 13 No. 4 (2025): Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 12 No. 10 (2024): Vol. 12 No. 9 (2024): Vol. 12 No. 8 (2024): Vol. 12 No. 7 (2024): Vol. 12 No. 6 (2024): Vol. 12 No. 5 (2024): Vol. 12 No. 4 (2024): Vol. 12 No. 3 (2024): Vol. 12 No. 2 (2024): Vol. 12 No. 1 (2024): Vol. 11 No. 10 (2023): Vol. 11 No. 9 (2023): Vol. 11 No. 8 (2023): Vol. 11 No. 7 (2023): Vol. 11 No. 6 (2023): Vol. 11 No. 5 (2023): Vol. 11 No. 4 (2023): Vol. 11 No. 3 (2023): Vol. 11 No. 2 (2023): Vol. 11 No. 1 (2023): Vol. 10 No. 9 (2022) Vol. 10 No. 8 (2022): Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 14 (2017) Vol 5, No 13 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue