cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa & Manajemen Sistem Industri (JRMSI) adalah wadah bagi lulusan S-1 Teknik Industri, UB dan perguruan tinggi lainnya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : -
Articles 2,287 Documents
PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENDUKUNG PEMBUATAN PAVING BLOCK DENGAN METODE MULTI RESPON TAGUCHI (Studi Kasus di CV. Kali Ampo Malang) Fauzi, Ega Pratida; Setyanto, Nasir Widha; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.5 KB)

Abstract

Abstrak   Paving block adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen Portland atau bahan perekat hidroli sejenisnya, air, dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu beton. Harga semen yang meningkat dari tahun 2011 dan 2012, maka diperlukan suatu bahan alternatif pendukung pembuatan paving block yang dapat mereduksi penggunaan semen. Abu ampas tebu merupakan salah satu bahan alternatif yang memiliki kandungan silika yang tinggi sehingga dapat bereaksi dengan Ca(OH)2 yang akan menghasilkan zat perekat seperti semen. Dalam pembuatan paving block dengan abu ampas tebu digunakan desain eksperimen metode Taguchi yang merupakan metode perbaikan kualitas dengan melakukan percobaan baru serta biaya seminimal mungkin. Berdasarkan perhitungan ANOVA respon kuat tekan menunjukkan tiga faktor memiliki pengaruh signifikan yaitu rasio air semen:agregat (Fhitung 7,83), rasio semen:abu ampas tebu (Fhitung 18,73) serta rasio pasir goa:pasir kali (Fhitung 77,57). Sedangkan perhitungan ANOVA respon penyerapan air menunjukkan tiga faktor memiliki pengaruh signifikan yaitu faktor air semen dan agregat (Fhitung 19,59), rasio semen dan abu ampas tebu (Fhitung 23,66) serta rasio pasir goa dan pasir goa dan pasir kali (Fhitung 32,18). Menurut prosedur TOPSIS dihasilkan setting level optimal yaiturasio berat air semen dan agregat adalah 5%:95%, rasio air dan semen (FAS) adalah 35%:65%, rasio berat semen dan abu ampas tebu adalah 75%:25%, serta rasio berat pasir goa dan pasir kali adalah 35%:65%. Sehingga penggunaan abu ampas tebu dapat mengurangi penggunaan semen sebesar 25%.   Kata kunci: Paving Block, Abu Ampas Tebu,Desain Eksperimen, Metode Taguchi, TOPSIS
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODEL (Studi Kasus Pada Perusahaan PT. Petrokimia Gresik) Nuswantoro, Budi Kusuma; Sugiono, Sugiono; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.693 KB)

Abstract

Abstrak Dewasa ini, peningkatan produktivitas merupakan perhatian utama dalam berbagai perusahaan, dimana sumber daya manusia merupakan komponen utama dalam menjalankan kegiatan produksi dalam perusahaan. Sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja tidak terlepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja, akan tetapi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sendiri masih dilihat sebelah mata oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut, metode yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) dibantu dengan program LISREL untuk mengetahui hubungan antar variabel-variabel yang terkait dengan K3 dan produktivitas. Variabel-variabel tersebut, yaitu program keselamatan kerja, program kesehatan kerja, faktor kecelakaan kerja, faktor penyakit akibat kerja, dan faktor produktivitas kerja. Kemudian dilakukan pembuktian untuk hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan menggunakan kuesioner yang diajukan kepada karyawan-karyawan di pabrik 1 PT. Petrokimia Gresik. Dari kuesioner yang kemudian diolah dengan LISREL, perusahaan-perusahaan lain dapat melihat nilai hubungan antara: Program Keselamatan kerja terhadap faktor kecelakaan kerja adalah -0,67. Program Kesehatan kerja terhadap faktor penyakit akibat kerja adalah -0,83. Faktor Kecelakaan kerja terhadap faktor produktivitas kerja adalah -0,79. Faktor Penyakit akibat kerja terhadap faktor produktivitas kerja adalah -0,49. Program Keselamatan kerja terhadap faktor produktivitas kerja secara tidak langsung adalah 0,53. Program Kesehatan kerja terhadap faktor produktivitas kerja secara tidak langsung adalah 0,41.   Kata Kunci : Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja, Structural Equation Model.
PENJADWALAN PADA MESIN PARALEL IDENTIK UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING (Studi Kasus pada PT Pertamina Production Unit Gresik – Pelumas) Wildan, Wahyu Rachmad; Setyanto, Nasir Widha; Rahman, Arif
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.128 KB)

Abstract

Abstrak Proses penjadwalan produksi PT Pertamina Production Unit Gresik - Pelumas dilakukan untuk menghasilkan rencana produksi harian. Proses ini tidak saja memerlukan tindak lanjut yang cepat, akan tetapi juga memerlukan langkah-langkah yang sistematis. Penjadwalan yang diterapkan oleh perusahaan dilakukan dengan menggunakan metode trial and error. Penggunaan metode ini mengakibatkan tidak terukurnya waktu penyelesaian pekerjaan maksimum (maximum completion time)/ makespan sehingga pengoptimalisasian utilitas mesin masih belum dapat diupayakan dengan baik  Proses penjadwalan produksi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode Mixed Integer Linear Programming (MILP) dengan tujuan untuk menentukan jadwal produksi yang memiliki makespan yang optimal. Produk yang diamati adalah lima belas produk pelumas kemasan lithos dengan ukuran kemasan 0,8 l dan 1 l yang diproduksi di lintasan pengisian FL-01 dan FL-02. Kedua mesin adalah paralel identik. Penelitian ini dimulai dengan menentukan variabel input dan output, serta parameter ukur yang berupa waktu proses untuk tiap produk, waktu setup antarproduk, waktu kerja lintasan maksimum, variabel keputusan penjadwalan, serta waktu penyelesaian produk di masing-masing lintasan. Formulasi matematis dari model MILP yang dibuat terdiri dari tiga parameter ukur, dua variabel keputusan, tujuh fungsi kendala, dan satu fungsi tujuan. Kemudian dilakukan pengembangan model MILP yang selanjutnya diselesaikan secara komputasi dengan menggunakan software LINGO 14.0.  Hasil penyelesaian secara komputasi dari penjadwalan yang dilakukan di PT Pertamina Production Unit Gresik – Pelumas dihasilkan urutan pengerjaan produk yang optimal untuk masing-masing lintasan dengan nilai makespan sebesar 453,5 jam dan nilai utilitas lintasan sebesar 0,91. Kata Kunci: Penjadwalan Produksi, Mesin Paralel Identik, Makespan, MILP.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN BORONGAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MEDIASI (Studi Kasus: Perusahaan Rokok Adi Bungsu Malang) Dirianzani, Leindra; Sugiono, Sugiono; Hardiningtyas, Dewi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.656 KB)

Abstract

Abstrak Perusahaan Rokok Adi Bungsu yang terletak di Malang, Jawa Timur, merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan sistem kontrak khususnya pada karyawan borongan proses produksi rokok sigaret kretek tangan (SKT). Berdasarkan hasil wawancara dengan bagian personalia, terdapat permasalahan kinerja individu yang berfluktuatif pada karyawan borongan proses produksi SKT. Selain itu, sistem kontrak yang digunakan oleh Perusahaan Rokok Adi Bungsu mengakibatkan adanya perbedaan komitmen organisasi yang dimiliki karyawan borongan dengan karyawan lain yang merupakan karyawan tetap. Penelitian ini menganalisis bagaimana pengaruh motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap kinerja dengan komitmen organisasi sebagai faktor mediasi menggunakan teknik analisis regresi berganda dan sobel test. Langkah awal yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada 89 orang karyawan borongan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hanya motivasi intrinsik yang berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, Selanjutnya berdasarkan hasil RCA untuk motivasi intrinsik terhadap komitmen organisasi, maka rekomendasi perbaikan ditujukan kepada beberapa manajemen perusahaan. Salah satu rekomendasinya adalah merencanakan kebijakan mengenai job rotation. Kata Kunci: Motivasi Intrinsik, Motivasi Ekstrinsik, Komitmen Organisasi, Kinerja, Regresi Berganda, Sobel Test, Root Cause Analysis (RCA).
EVALUASI DAMPAK LINGKUNGAN PRODUK KERTAS DENGAN MENGGUNAKAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) DAN ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) (Studi Kasus: PT X Probolinggo) Palupi, Amandha Harnaningtyas; Tama, Ishardita Pambudi; Sari, Ratih Ardia
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.143 KB)

Abstract

Abstrak Pada era globalisasi sekarang ini, dunia perindustrian telah mengalami perkembangan yang cukup pesat yang juga menimbulkan dampak lingkungan yang cukup besar, sehingga peraturan mengenai lingkungan juga semakin ketat. Salah satu peraturanmengenai lingkunganyaitu PROPER. PT X Probolinggomerupakan salah satu perusahaan kertas yang mendapat peringkat merah dalam program PROPER. Oleh karena itu,perlu dilakukannya evaluasi dan identifikasi hal-hal apa saja yang berpengaruh terhadap lingkunganpada seluruh kegiatan supply chain produk sehingga bisa dilakukan perbaikan terhadap hal tersebut. Konsep supply chain yang mempertimbangkan lingkungan disebut Green Supply Chain.Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan adalah metodeLife Cycle Asessment (LCA), sedangkan metode yang digunakan untuk melakukan pemilihan alternatifterbaik adalah metode Analytic Network Process (ANP). Dari hasil Life Cycle Asessment (LCA) didapatkandampak terbesar pada pengadaan bahan baku adalah distribusi batu bara dengan menggunakan truk muatan 40 ton, pada proses produksi adalah penggunaan bahan pemutih Optical Brightening Agent (OBA), dan pada distribusi produk adalah penggunaan truk muatan 40 ton.Alternatif yang terpilih untuk mengurangi dampak lingkungan padapengadaan bahan baku adalah mengganti truk muatan dengan kereta api dari pelabuhan Tanjung Tembaga, sedangkan pada proses produksi adalahmenggunakan LBKP yang berkualitas tinggi. Kata kunci : Green Supply Chain Management, Life Cycle Assessment (LCA), Analytic Network Process (ANP)
OPTIMASI KAPASITAS PRODUKSI DALAM PENYUSUNAN JADWAL INDUK PRODUKSI MENGGUNAKAN INTEGER LINEAR PROGRAMMING (ILP) (Studi Kasus: CV. PABRIK MESIN GUNTUR MALANG) Christanty, Ellysa Maria Ayu; Setyanto, Nasir Widha; Hamdala, Ihwan
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.796 KB)

Abstract

Abstrak Perencanaan produksi sangat menentukan jalannya suatu proses produksi dalam merencanakan, mengelola sumber daya, dan menghasilkan output sesuai dengan order dari konsumen yang disusun dalam jadwal induk produksi (JIP). Dari hasil identifikasi CV. Pabrik Mesin Guntur belum memaksimalkan  pengelolaan kapasitas produksi dengan memperhatikan antara kapasitas yang tersedia (CA) dan kapasitas yang dibutuhkan (CR) dalam menentukan jumlah produksi sesuai dari target order mesin pompa air. Hal ini menyebabkan adanya sisa order produksi (SOP) yang cukup banyak untuk periode selanjutnya. Melalui perhitungan integer linear programming (ILP) maka dapat dilakukan pengelolaan kapasitas yang tersedia, peningkatan kapasitas pada stasiun kerja (SK) yang menjadi kendala karena tidak memiliki kapasitas yang mencukupi dengan pemilihan alternatif antara menambahkan jam lembur atau menambahkan resources, kemudian menentukan kebijakan dengan memilih peningkatan kapasitas yang menghasilkan output SOP minimum dan total profit tinggi. Dari optimasi kapasitas produksi dengan perhitungan ILP didapatkan hasil meningkatkan kapasitas dengan menambahkan jam lembur lebih efektif daripada menambahkan resources dalam memenuhi target order. Output perhitungan ILP melalui penambahan jam lembur menghasilkan jumlah produksi optimal mesin pompa air dengan SOP minimum sebanyak 8 unit dan total profit yang didapatkan pabrik sebesar Rp. 457.027.300,-. Sehingga dari output perhitungan ILP dapat disusun JIP yang optimal untuk periode (bulan) sebagai target produksi. Kata kunci : Kapasitas produksi, jadwal induk produksi (JIP), sisa order produksi (SOP), profit,integer linear programming (ILP)
PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING PADA PROSES PRODUKSI FURNITURE DENGAN METODE COST INTEGRATED VALUE STREAM MAPING (Studi Kasus: PT. Gatra Mapan, Ngijo, Malang) Antandito, Dikki Julian; Choiri, Mochammad; Riawati, Lely
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.784 KB)

Abstract

Abstrak Setiap perusahaan baik perusahaan manufaktur maupun jasa akan terus meningkatkan produktivitas perusahaannya dalam segala aspek. Dalam industri manufaktur, produktivitas suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan dalam menjalankan proses produksi secara efektif dan efisien. Semakin efisien sistem produksi perusahaan tersebut, maka semakin sedikit timbulnya waste dalam aktivitas produksinya. PT. Gatra Mapan Ngijo merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk furniture. Dalam melakukan proses produksinya terjadi ketidaksesuaian hasil output produksi dengan target produksi yang ditentukan. Hal tersebut terjadi karena ditemukan adanya waste pada kegiatan proses produksi. Permasalahan tersebut diselesaikan dengan pendekatan lean manufacturing untuk menciptkan continuous improvement pada proses produksi dengan metode cost integrated value stream mapping. Analisis difokuskan pada produk Dino Sideboard 2 D 3 yang mempunyai volume produksi tertinggi. Aspek biaya yang dihitung pada value stream menggunakan konsep Activity Based Costing (ABC) yang menekankan pengelolaan bisnis berdasarkan aktivitas. Waste pada current state map dianalisis dan dicari akar penyebabnya dengan menggunakan analisis Root Cause Analysis (RCA). Waste yang diprioritaskan untuk menjadi perhatian dalam proses produksi yaitu waste of defect, waste of waiting, dan underutilizing people. Rekomendasi perbaikan yang diberikan yaitu pengiriman bahan baku seminggu dua kali, penerapan continous flow, dan pembuatan kartu kontrol mesin. Hasil perubahan yang dihasilkan yaitu inventory cost berkurang Rp 33.590,00, total production lead time berkurang 12,87 hari, total cycle time berkurang 5,14 menit, dan travel distance berkurang 22 meter. Target biaya yang ditentukan pada total value added dan non value added cost yakni sebesar Rp 24.000,00. Kata kunci : Waste, Lean manufacturing, Continuous improvement, Cost integrated value stream mapping, Activity based costing, Root cause analysis
DESAIN SISTEM KEAMANAN PANGAN HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA PROSES PRODUKSI GULA PG. KEBON AGUNG MALANG Fakhmi, Aminuddin; Rahman, Arif; Riawati, Lely
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.635 KB)

Abstract

Abstrak PG Kebon Agung merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi Gula yang berlokasi di Kabupaten Malang. Jenis gula yang dihasilkan adalah gula kristal putih. PG Kebon Agung belum menerapkan sistem keamanan pangan pada lantai produksinya, padahal pada tahapan proses produksinya banyak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya yang sangat tidak baik apabila terkomsumsi oleh konsumen. Untuk itu dilakukan perencanaan desain sitem keamanan pangan, Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), yang bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya-bahaya yang cenderung terjadi pada lantai produksi dan menempatkan pengendalian yang diharapkan dapat mencegah, mengurangi, bahkan menghilangkan bahaya-bahaya tersebut. Hasil analisa dengan menggunakan prinsip-prinsip yang ada pada metode HACCP didapat 9 titik kendali kritis atau critical control point (CCP) yang ada pada proses produksi gula kristal putih. kesembilan CCP tersebut, lebih rinci lagi, terdapat pada proses pencucian (kontaminasi fisik), proses pemberian desinfektan (kontaminasi biologi dan kimia), proses penambahan asam phospat (kontaminasi kimia), proses penambahan susu kapur (kontaminasi fisik), proses pelepasa gas-gas sisa rekasi (kontaminasi kimia), proses penambahan flocculant (kontaminasi fisik dan kimia), dan proses pemberian fondan (kontaminasi kimia). Tabel HACCP Plan sebagai hasil atau output dari sistem HACCP telah mencakup keseluruhan hasil analisa dari prinsip-prinsip HACCP. Kata kunci : Gula Kristal Putih, Hazard Analysis and Critical Control Point, Critical Control Point, Tabel HACCP Plan
PENGEMBANGAN PENJADWALAN RE-ENTRANT FLOWSHOP BERDASARKAN ALGORITMA NAWAZ, ENSCORE, DAN HAM (NEH) DENGAN PENDEKATAN DISPATCHING RULE (Studi Kasus: PT. Sahabat Rubber Industries - Malang) Faizal, Achmad; Rahman, Arif; Tantrika, Ceria Farela Mada
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.899 KB)

Abstract

Abstrak Penjadwalan adalah suatu kegiatan perencanaan dalam mengalokasikan sumber daya yang tersedia untuk menyelesaikan seluruh tugas yang ada dalam jangka waktu tertentu. PT. Sahabat merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pembuatan selang LPG (Liquid Petroleum Gas). Sistem alur proses produksi yang dimiliki oleh PT.Sahabat adalah re-entrant flowshop. Permasalahan yang dihadapi oleh PT.Sahabat adalah masih tingginya waktu tunggu karena proses alokasi yang tidak tepat, sehingga menyebabkan tingkat penggunaan sumber daya yang tersedia masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan penjadwalan untuk minimasi makespan. Dalam penelitian ini akan dikembangkan model algoritma Nawaz,Enscore dan Ham (NEH) dengan dua pendekatan dispatching rule yaitu Shortest Processing Time (SPT) dan Longest Processing Time (LPT), dengan memperhatikan routing dan precedence. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari algoritma Nawaz, Enscore, dan Ham baik dengan pendekatan mendapatkan hasil makespan sebesar 3146,16 menit. Dibandingkan dengan penjadwalan perusahaan yang memiliki makespan 4602,02 menit, maka terjadi penurunan makespan sebesar 46,27%. Kata kunci : Re-entrant Flowshop, minimasi makespan, Pengembangan algoritma NEH
PERENCANAAN AGREGAT CHASE STRATEGY DENGAN ANALISIS KEBUTUHAN OPERATOR DAN SESUAI FLUKTUASI PERMINTAAN ROKOK (Studi Kasus: PR. Adi Bungsu, Malang) Rahmadhani, Aditya; Rahman, Arif; Tantrika, Ceria Farela Mada
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.214 KB)

Abstract

Abstrak PR.Adi Bungsu merupakan salah satu pabrik rokok di kota Malang yang memiliki jumlah permintaan rokok SKT dan SKM yang sangat fluktuatif setiap bulannya. Jumlah permintaan rokok yang sangat fluktuatif ini tentu sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan jumlah operator yang membuat rokok kretek tangan (SKT) dan juga penggunaan jumlah mesin yang digunakan untuk membuat rokok  filter (SKM). Lini produksi SKT PR. Adi Bungsu menerapkan penggunaan operator SKT dan verpack dalam jumlah yang konstan untuk memenuhi berapapun jumlah permintaan rokok dari konsumen. Hal ini menimbulkan besarnya biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pengaturan jumlah operator SKT dan verpack dengan chase strategy akan dibandingkan dengan  penggunaan jumlah tenaga kerja di PR.Adi Bungsu guna mengetahui strategi mana yang menghasilkan biaya tenaga kerja yang minimal. Perbandingan juga akan dilakukan pada strategi jumlah penggunaan mesin maker, verpack, mesin bandrol dan mesin wrapper untuk mengetahui strategi mana yang menghasilkan biaya listrik yang minimal. Berdasarkan perbandingan biaya tenaga kerja masing – masing strategi, metode chase strategy menghasilkan total biaya tenaga kerja paling kecil yaitu sebesar Rp.744.673.875. sedangkan total biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp.1.199.007.984 atau 37% lebih besar dari biaya tenaga kerja berdasarkan metode chase strategy. Sedangkan untuk total biaya listrik, perusahaan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp.72.815.948. Jika dibandingkan dengan hasil peramalan, total biaya listrik untuk penggunaan 4 mesin yang harus dikeluarkan perusahaan sebesar Rp.71.276.490. Selisih keduanya adalah Rp.1.539.458 atau 2% lebih kecil dari total biaya listrik yang sudah dikeluarkan perusahaan. Kata kunci : Fluktuatif, pengaturan jumlah operator dan mesin, biaya minimal, total biaya tenaga kerja, total biaya  listrik.

Page 15 of 229 | Total Record : 2287


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 9 (2025): Vol. 13 No. 8 (2025): Vol. 13 No. 7 (2025): Vol. 13 No. 6 (2025): Vol. 13 No. 5 (2025): Vol. 13 No. 4 (2025): Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 12 No. 10 (2024): Vol. 12 No. 9 (2024): Vol. 12 No. 8 (2024): Vol. 12 No. 7 (2024): Vol. 12 No. 6 (2024): Vol. 12 No. 5 (2024): Vol. 12 No. 4 (2024): Vol. 12 No. 3 (2024): Vol. 12 No. 2 (2024): Vol. 12 No. 1 (2024): Vol. 11 No. 10 (2023): Vol. 11 No. 9 (2023): Vol. 11 No. 8 (2023): Vol. 11 No. 7 (2023): Vol. 11 No. 6 (2023): Vol. 11 No. 5 (2023): Vol. 11 No. 4 (2023): Vol. 11 No. 3 (2023): Vol. 11 No. 2 (2023): Vol. 11 No. 1 (2023): Vol. 10 No. 9 (2022) Vol. 10 No. 8 (2022): Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol 10, No 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 14 (2017) Vol 5, No 13 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue