cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 45 Documents clear
STUDI ANALISIS PENGARUH PERKUATAN SAMBUNGAN PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA CANAI DINGIN TERHADAP LENDUTAN Hidayatullah, Billy Wijaya; Simatupang, Roland Martin; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.89 KB)

Abstract

Jembatan rangka baja canai dingin hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki. Jembatan rangka merupakan sebuah jembatan yang terdiri dari batang-batang yang dihubungkan dengan sambungan sendi hingga membentuk rangka segitiga yang akan mengalami tegangan akibat gaya tarik, gaya tekan, atau kadang-kadang keduanya jika terkena beban-beban dinamis. Material baja canai dingin atau cold formed adalah suatu komponen struktur yang terbuat dari lembaran-lembaran baja yang diproses dengan bentuk-bentuk profil tertentu menggunakan proses press-braking atau roll forming. Material baja ringan yang merupakan komponen yang tipis, ringan dan mudah dalam pengerjaan bila dibandingkan dengan material baja biasa (hot rolled). Dalam studi ini akan dilakukan sebuah analisis jembatan rangka dengan material baja ringan canai dingin. Analisis yang akan dilakukan pada studi ini yaitu dengan menggunakan bantuan software SAP 2000. Dalam analisisnya terbatas pada 2 dimensi sehingga analisis yang dilakukan hanya pada struktur rangka batang tanpa ikatan angin dan struktur melintangnya. Terdapat 3 model rangka batang yang dianalisis yaitu struktur jembatan rangka tanpa perkuatan, struktur jembatan rangka dengan perkuatan 50 cm, dan struktur jembatan rangka dengan perkuatan 70 cm. Kata kunci: jembatan rangka, perkuatan sambungan, canai dingin.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERKUATAN SAMBUNGAN PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA CANAI DINGIN TERHADAP LENDUTAN P, Erlangga Adang; Susanti, Lilya; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.083 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi, ditemukan bahan yang mampu menyaingi jembatan rangka baja, yaitu baja ringan canai dingin (Cold Formed). Bahan ini memiliki kuat tarik yang tinggi, kuat, serta mudah dibentuk. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tarik baja canai dingin dan lendutan. Model struktur jembatan ini dibuat dengan dua dimensi tanpa pelat lantai. . Hasil pengujian kuat tarik baja canai dingin yang kita gunakan dengan lima benda uji didapatkan rata-rata tegangan ultimit (fu) 503,332 N/mm2. Berdasarkan uraian beberapa sumber dianggap nilai fy dan fu pada kelima benda uji adalah sama. Pengujian lendutan dilakukan pada ketiga model untuk mendapatkan beban maksium dan lendutan maksimum. Pada grafik perbandingan ketiga model didapatkan bahwa model 3 tidak bisa dianalisis lebih lanjut karena kemungkinan terjadi kesalahan prosedur pengujian. Setelah dianalisis lebih lanjut model 2 mengalami peningkatan kekuatan yang signifikan dibandingkan model 1. Jika ditinjau pada beban yang sama pengurangan lendutan yang didapatkan 10,5 % sedangkan jika ditinjau pada lendutan yang sama peningkatan kekuatan yang didapatkan 15%. Kata kunci :baja canai dingin, perkuatan sambungan, jembatan rangka
PENGARUH VARIASI LETAK TULANGAN HORIZONTAL GANDA TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SEMI SIKLIK Randha, Yehuda Keyzia; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.317 KB)

Abstract

Dinding geser dirancang agar mampu menahan beban-beban lateral dengan efektif seperti gempa dan beban angin. Karenanya dibutuhkan perkuatan agar dinding geser menjadi kaku. Maka dari itu dinding geser menjadi sangat tinggi dalam hal pembiayaan. Dalam penelitian ini tulangan horizontal dipasang ganda dan divariasikan letaknya, dengan begitu dengan biaya yang sama dinding geser yang divariasikan diharap dapat memperoleh kekuatan yang lebih besar dari pada biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola retak yang terjadi pada dinding geser tanpa variasi dengan dinding geser variasi serta momen kapasitas yang dimiliki antara keduanya. Penelitian ini menggunakan tiga buah benda uji yaitu dinding geser tanpa variasi dengan konfigurasi tulangan horizontal berdiameter 8 mm dengan jarak 150mm, kemudian dinding geser dengan variasi tulangan horizontal ganda beriameter masing-masing 8 mm dengan jarak 300mm, dan dinding geser dengan variasi tulangan horizontal ganda diameter 8mm masing-masing dengan jarak 150mm. Dalam penelitian ini dinding geser dibebani secara semi siklik. Pembebanan lateral pada ujung bagian atas dinding geser diberikan sampai driftt yang diingin capai. Drift yang dimaksud mulai dari 0% sampai dengan 5%. Pada drift 0% sampai 1% pembebanan dihentikan setiap drift mencapai 0,25%. Selanjutnya drift 1% sampai 3% drift dihentikan setiap mencapai 0,5%. Kemudian drift 3% sampai 5% setiap 1% pembebanan dihentikan. Pada saat pembebanan dihentikan setiap driftnya dinding geser diamati dan ditandai pola retaknya, serta beban yang diterima pada saat itu dicatat. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah dinding geser tanpa variasi lebih kuat dari pada dinding geser dengan variasi tulangan horizontal ganda berjarak 300mm, namun tidak lebih kuat dari pada variasi salah satunya. Pola retak yang terjadi pada ketiga benda uji sama, pertama kali retak yang muncul adalah retak lentur kemudian selang beban bertambah muncul retak geser.       Kata kunci :Dinding Geser, drift, momen ultimate, momen retak, pola retak
PENGARUH VARIASI LETAK TULANGAN HORIZONTAL TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Sembiring, Aldi Efrata; Wibowo, Ari; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.664 KB)

Abstract

Tekanan angin dan gempa bumi adalah suatu beban lateral yang sering dihadapi oleh bangunan, terutama bangunan yang tinggi. Untuk itu penggunaan dinding geser sangat dibutuhkan dalam suatu struktur bangunan, dikarenakan dinding geser ini mampu menahan beban lateral. Akan tetapi penggunaan dinding geser cukup memakan biaya. Untuk mengurangi penggunaan biaya dilakukan penggunaan variasi pada tulangan horizontal. Pembebanan siklik adalah suatu metode yang dilakukan pada pengujian ini untuk mendapatkan beban yang diterima dinding geser setiap perubahan nilai drift, dimana pada akhirnya nilai ini dipakai untuk mencari besarnya daktilitas dan juga kekakuannya. Beban aksial yang diberikan selama pengujian yaitu sebesar 3000 kg. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah shear wall dengan jarak tulangan sengkang 150 mm (SW-50), shear wall dengan sengkang ganda jarak tulangan sengkang 150 mm (SD-150), dan shear wall sengkang ganda dengan jarak tulangan sengkang 300 mm (SD-300). Dari penelitian ini dapat disimpulkan dinding geser dengan jarak sengkang yang lebih rapat akan meningkatkan kekuatan dinding geser dan juga meningkatkan daktilitas dan kekakuannya.   Kata Kunci : dinding geser,drift, daktilitas, kekakuan
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN VERTIKAL TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Simanjuntak, Jackson Bernath; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.559 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan intensitas gempa bumi vulkanik dan tektonik cukup aktif oleh karena itu diperlukan struktur-struktur yang mampu bertahan selama gempa yang terjadi. Dinding geser merupakan dinding struktur yang diaplikasikan untuk menahan gaya momen, geser dan aksial. Pembuatan dan uji pembebanan siklik terhadap tiga spesimen benda uji dengan menggunakan material utama yaitu semen, air, agregat kasar dan agregat halus untuk mutu desain 20 Mpa serta tulangan polos ᴓ8 untuk pondasi dan dinding geser dengan rasio tulangan dinding geser vertikal 2,44% serta rasio tulangan horizontal 5,54%. Dinding geser pertama yaitu dengan jarak antar tulangan vertikal 50 mm. Dinding geser kedua yaitu dengan jarak antar tulangan vertikal 40 mm. Dinding geser ketiga yaitu dengan jarak antar tulangan vertikal 30 mm. Untuk masing-masing spesimen memiliki jarak antar tulangan horizontal 150 mm dengan tingga benda uji 800 mm, lebar 400mm serta tebal 80 mm. Pembebanan aksial yang diberikan sebesar 5% dari kapasitas desain benda uji. Pembebanan lateral yang diberikan berupa pembebanan siklik. Pada penelitian dilapangan dikarenakan berbagai kondisi maka spesimen dengan jarak antar tulangan vertikal 50 mm (jarak tengah tulangan 65mm) memiliki beban lateral 6780 kg, µpeak load =1,645, µSimp max load = 2,742 dan Ktangential= 678,154 kg/mm juga Ksecant= 464,829 kg/mm. Spesimen dengan jarak antar tulangan vertikal 40 mm (jarak tengah tulangan 105mm) memiliki beban lateral 7650 kg, µpeak load =1,137, µSimp max load = 2,274 dan Ktangential= 583,658 kg/mm juga Ksecant= 434,98 kg/mm. Spesimen dengan jarak antar tulangan vertikal 30 mm (jarak tengah tulangan 165mm) memiliki beban lateral 6782 kg, µpeak load =1,959, µSimp max load = 3,919 dan Ktangential= 1090,178 kg/mm dan Ksecant= 553,678 kg/mm. Kata kunci :Dinding geser, Pembebanan Siklik , % drift, Daktilitas, Kekakuan                   
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN VERTIKAL TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Allo, Jonathan; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.382 KB)

Abstract

Bangunan bertingkat sangat rentan terhadap gaya lateral seperti gaya angin dan gempa bumi. Kondisi ini membutuhkan sebuah struktur yang mampu menahan gaya lateral. Dinding geser adalah salah satu alternatif struktur penahan gaya lateral dan dapat meningkatkan kekakuan struktur. Banyak bangunan bertingkat yang telah mengaplikasikan dinding geser, namun tidak sebanding antara jumlah biaya dan kapasitas dari dinding geser. Maka dilakukan variasi jarak tulangan vertikal pada penulangan dinding geser. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas setiap dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang berbeda. Pada penelitian ini dinding geser diberikan beban aksial konstan (3000 kg) dan pembebanan siklik (quasi-statis) dengan nilai drift yang telah ditentukan, kemudian didapatkan besarnya beban lateral yang diterima dinding geser dan juga pola retak pada setiap nilai drift. Nilai beban lateral yang didapat dipakai untuk menghitung momen kapasitas dari dinding geser.Dalam penelitian ini terdapat 3 variasi dinding geser yaitu dinding geser tanpa variasi yaitu SW-50 (jarak antara tulangan vertikal 50 mm dan spasi bagian tengah dinding sebesar 65 mm) dan dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang lebih rapat yaitu SW-40 (jarak antara tulangan vertikal 50 mm dan 40 mm serta spasi bagian tengah dinding sebesar 105 mm) dan SW-30 (jarak antara tulangan vertikal 30 mm dan 40 mm serta spasi bagian tengah dinding sebesar 165 mm). Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang lebih rapat dapat menghasilkan momen kapasitas yang lebih besar, dan juga semakin besar spasi bagian tengah dari dinding geser maka akan menghasilkan retak yang lebih panjang. Untuk pola retak yang terjadi selalu diawali retak lentur kemudian diikuti oleh retak geser. Kata kunci: Dinding geser, drift, momen ultimit, panjang retak, pola retak
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN HORIZONTAL DAN KEKANGAN TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Silalahi, Jogi; Wibowo, Ari; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.786 KB)

Abstract

Dinding geser adalah dinding yang dirancang untuk menahan gaya geser, gaya lateral akibat gempa bumi. Sehingga diperlukan  suatu perencanaan yang baik agar bangunan tinggi dapat menahan gaya-gaya lateral yang disebabkan oleh angin dan gempa. Jumlah benda uji untuk penelitian ini sebanyak tiga dengan menggunakan tulangan baja polos Ø8 mm. Adapun perbedaan dari ketiga benda uji tersebut berada pada variasi jarak tulangan horizontal dan kekangan. Ketiga dinding geser tersebut adalah SW-50, DGK-75 dan DGK-150. Dinding geser SW-50 memiliki jarak antar tulangan longitudinal sebesar 50 mm dan jarak antara sengkang sebesar 150 mm tanpa adanya kekangan. Dinding geser DGK-150 memiliki jarak antar tulangan horizontal  sebesar 150 mm dengan kekangan di sisi dinding. Kontrol perpindahan dilakukan dengan rasio drift untuk mendapat beban lateral yang diterima dinding geser.Dari hasil penelitian ini, dapat menunjukkan bahwa dinding geser yang memiliki jarak tulangan horizontal yang lebih rapat memberikan peningkatan kekuatan terhadap momen kapasitas dinding geser. Di mana DGK-75 memiliki nilai Mu =5222.4 kgm dan Mcr =1753 kgm berbeda dengan DGK-150 yang memiliki nilai Mu =5028.8 kgm dan Mcr= 1536 kgm dengan adanya kekangan pada sisi dinding. Untuk dinding SW-50 memiliki nilai Mu =5424 kgm dan nilai Mcr =1760 kgm. Jika ditinjau dinding geser yang memiliki jarak tulangan horizontal yang sama tanpa kekangan hanya  memiliki sedikit perbedaan yang tidak signifikan. Selisih persentase nilai Mu antara SW-50 dan DGK-150 adalah 6-10% dan nilai Mcr memiliki selisih sebesar 3-8%. Jarak antar retak benda uji yang kekangan rapat terlihat saling berdekatan. Daerah retak benda uji yang tanpa kekangan lebih terlihat jelas pada sambungan pondasi dengan dinding di mana adanya retak kompresi dan spalling. Juga panjang retak maksimum terjadi pada benda uji yang jarak sengkang dengan kekangan-nya rapat. Kata kunci:    dinding geser,horizontal , % drift, pola retak, momen kapasitas, beban siklik,      kekangan, momen retak(Mcr), momen ultimit (Mu)
PERENCANAAN ALTERNATIF GEDUNG KAMPUS FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT Raharjo, Edy Sulistyanto; Hidayat, M. Taufik; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.925 KB)

Abstract

Castellated Beam adalah profil baja yang kekuatan komponen strukturnya bertambah dengan cara memperpanjang profil kearah satu sama lain dan di las sepanjang pola. Profil ini juga biasa disebut sarang lebah karena memiliki bentuk lubang segi enam menyerupai sarang. Castellated Beam ini mempunyai tinggi (h) hampir 50% lebih tinggi dari profil awal sehingga meningkatkan nilai lentur axial, momen inersia (Ix), dan modulus section (Sx). Badan profil dibuat dicetakan hot - rolled (molding panas) dengan bentuk I, H, U dan memotong zig – zag. Setengah hasil pemotongan digeser atau dibalik dimana ujung atas kanan dilas dengan ujung bawah kiri, dan sebaliknya. Sehingga lubang yang dihasilkan berbentuk segi enam (hexagonal). Dalam perenacanaan ini akan dilakukan analisis struktur gedung dengan material baja Wide Flange yang dipotong menjadi baja Castellated Beam dengan mutu baja BJ 41. Analisis yang akan dilakukan pada studi ini yaitu dengan menggunakan bantuan software SAP 2000. Dalam analisisnya menggunakan 3 dimensi dengan memasukkan beban-beban yang bekerja pada stuktur, dengan bentang balok induk sebesar 7,2 meter . Dari hasil analisis program SAP 2000 digunakan baja baja Castellated Beam 918 x 202 x 13 x 23 yang berasal dari baja Wide Flange 612 x 202 x 13 x 23 karena menenuhi kategori penampang kompak, dan harus memenuhi syarat Mn ≥ Mu serta perhitungan kuat geser memenuhi syarat Vn ≥Vu Kata kunci : castellated beam; momen inersia; modulus section; wide flange
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN HORIZONTAL DAN KEKANGAN TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Silalahi, Andrew Timothy; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.044 KB)

Abstract

Dinding geser berfungsi untuk menahan gaya lateral yang diterima oleh suatu bangunan. Perencanaan dinding geser yang tepat dapat menghasilkan dinding geser dengan kekuatan lebih dengan biaya yang sama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak tulangan horizontal dan kekangan pada dinding geser saat gempa. Perilaku yang diamati adalah daktilitas dan kekakuan dinding geser. Percobaan ini menggunakan 3 buah benda uji dan 3 variasi. Sebuah benda uji dengan perbedaan jarak tulangan horizontal tanpa kekangan (SW-50) dan 2 buahbenda uji dengan 2 variasi jarak tulangan horizontal dengan kekangan (DGK-75 dan DGK-150). Masing-masing benda uji memiliki dimensi 1000x400x350 mm untuk pondasi dan 400x80x800 mm untuk dinding geser dan f’c 20 Mpa. Pada saat pengujian, beban aksial diberikan secara konstan sebesar 0,05 Pu dan beban siklik hingga dinding geser melewati keruntuhan beban lateral dengan metode displacement control, dimana untuk drift 0-2%, kenaikan drift tiap siklusnya sebesar 0.25% sedangkan untuk drift 2-3% kenaikan siklus yang diberikan sebesar 0,5% dan untuk drift di atas 3% kenaikan siklus sebesar 1%.Beban lateral dan perpindahan tiap siklus dari percobaan dicatat untuk kemudian digunakan dalam analisis daktilitas dan kekakuan dinding geser. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinding geser SW-50 memiliki nilai daktilitas yang lebih besar dibandingkan DGK-150, sedangkan dinding geser DGK-75 memiliki peningkatan daktilitas yang lebih besar dari DGK-150, dan DGK-75 memiliki peningkatan daktilitas yang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan SW-50. Kata kunci : dinding geser, beton bertulangan, daktilitas perpindahan, kekakuan, beban gempa, kekangan, tulangan horizontal
PENGARUH LAPIS STYROFOAM SEBAGAI RONGGA PENGISI TERHADAP KUAT LENTUR DAN BERAT VOLUME PADA PLAT BETON SATU ARAH BERTULANGAN BAMBU Darrisman, M. Rifki; Wibowo, Ari; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.536 KB)

Abstract

Beton merupakan campuran material yang umum digunakan dalam dunia konstruksi. Struktur Beton bertulang adalah salah satu sistem komposit yang diterapkan pada beton yaitu dengan menggunakan baja tulangan untuk menahan tarik. Sehingga bambu digunakan sebagai material alternatif pengganti baja tulangan karena dapat diperbaharui. Inovasi dalam struktur beton tetap berlanjut pada sisi berat volume. Beton normal memiliki berat volume yang besar. Tujuan darilpenelitian inikadalah untuklmengetahui perbandingan besar beban vertikal maksimum yang dapat ditahan dan selisih berat volume dari platubetonpbertulangankbambu  denganmlapisostyrofoam maupun tidak. Objek yang digunakan dalam penelitianviniradalahvplatsbeton bertulangancbambu dengan ukuran 160 cm x 80 cm x 12 cm  dengan lapisan styrofoam sebanyak 4 buah dengan jenis shear connector yang berbeda laluydibandingkanqdengan bendazuji pembanding platzbeton bertulangan bambuftanpa lapishstyrofoam sebanyak 2 buah. Material tulangan yang digunakanvadalah bambu jenisspetung. Dimensiitulangan memanjang adalah 1x2 cmddengan panjang150 cm dan 1x2 cm dengan panjang 70 cm untuk tulangan bagi. Styrofoam yang digunakan berdimensi 150x70x4 cm yang diletakkan di tengah ketebalan. Pembebanan beban vertikal statik pada benda uji ini akan dilakukan saat beton telah berumur 28 hari. Benda uji diberikan beban garis pada tengah bentang hingga mencapai keruntuhan, kemudian dilakukan pengambilan data antara lain beban maksimum, berat volume, dan lendutan plat. Hasil yang dapat diketahui dari penelitian ini adalah bahwa pelat tulangan bambu yang diberi rongga pengisi berupa styrofoam mengalami penurunan tahanan maksimal pelat sebesar 22,5 % dan berat volume berkurang sebesar 27,8 % dari berat volume pada plat beton bertulangan bambu  tanpa lapis styrofoam. Rata-rata hasil kuat lentur eksperimental pun berada di bawah kuat lentur teoritis yang direncanakan. Kata kunci : beton ringan, plat beton, tulanganjbambu, styrofoam, kuat lentur, berat volume