cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 49 Documents clear
RESPON SAMBUNGAN PELAT BAUT PADA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT BERTULANGAN BAMBU TERHADAP VARIASI BEBAN VERTIKAL SIMETRIS DAN TIDAK SIMETRIS Morrida, Adam Akbar; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.23 KB)

Abstract

Kuda-kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk pada atap. Pada dasarnya konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya tanpa mengalami perubahan. Penggunaan bahan berupa beton bertulang sudah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai alternatif pembuatan rangka kuda-kuda, Penggantian bahan dasar beton bertulang diantaraanya ialah limbah batu bata sebagai agregat kasar dan tulangan bambu sebagai tulangan besi. Tujuan dari penggantian bahan dasar ini untuk mengurangi berat kuda-kuda dengan kekuatan yang hampir sama. Rangka kuda-kuda memiliki beberapa segmen, kemudian untuk mempermudah pemasangan di lapangan maka dibutuhkan sambungan berupa sambungan pelat baut sebagai penghubung antar segmen, dan untuk mempermudah pembuatan dan mempersingkat waktu pekerjaan sebaiknya rangka kuda-kuda dibuat tidak di area proyek akan tetapi rangka kuda-kuda dibuat di pabrik dan sudah berbentuk pre-cast. Pada benda uji nantinya akan dilakukan 2 jenis pembebanan bertambah yaitu beban vertikal simetris dan vertikal tidak simetris. Beban ini akan bertambah dengan interval 50 kg. 2 buah benda uji akan dibuat untuk setiap tipe pembebanan. Pada tipe vertikal simetris, rata-rata beban yang mampu ditahan ialah 600 kg. Sedangkan pada tipe vertikal tidak simetris beban maksimum yang dapat ditahan ialah 950 kg. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya pada tahun 2016 yang menggunakan modifikasi material beton bertulang yang sama namun tidak menggunakan sambungan, beban yang mampu ditahan mencapai rata-rata 3000 kg. Sedangkan beban maksimum pada kuda-kuda tanpa sambungan dengan bentang total 240 cm dan tinggi 100 cm dapat menahan beban vertikal maksimum sebesar 6136 kg. Pola retak yang terjadi pada penelitian ini pun terjadi pada daerah batang dan sekitar joint pada rangka.   Kata kunci: kuda-kuda, beton bertulang, tulangan bambu, limbah batu bata, sambungan pelat baut
RESPON SAMBUNGAN GROUTING PADA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU TERHADAP VARIASI BEBAN VERTIKAL SIMETRIS DAN HORIZONTAL Anggara Putra, Dyorizky Imaduddin; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.186 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respom sambungan cor grouting pada rangka kuda-kuda komposit beton bertulangan bambu yang dibebani secara vertikal simetris dan horizonal, mengetahui besar beban maksimum yang dapat ditahan oleh sambungan kuda-kuda komposit beton bertulangan bamboo dan mengetahui pola retak yang terjadi terhadap sambungan kuda-kuda komposit beton bertulangan. Benda uji dalam penelitian ini merupakan rangka kuda-kuda beton bertulangan bambu dengan agregat kasar batu bata yang dibuat sebanyak delapan buah kuda-kuda. Pengambilan data dilakukan dengan pengujian beton silinder dan pengujian benda uji yang dibagi menjadi 2 model pembebanan yaitu pengujian pembebanan secara vertikal simetris dan pembebanan secara horizontal. Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium, kuda-kuda sambungan grouting dengan pembebanan horizontal dapat menerima beban yang lebih besar dibandingkan sambungan grouting dengan pembebanan vertikal simetris. Hal ini dikarenakan, pada kuda-kuda sambungan grouting pembebanan vertikal simetris terjadi keruntuhan (collapse) di bagian sambungan pada saat pembebanan baru dimulai. Kata Kunci : kuda-kuda, beton, tulangan bambu, batu bata, sambungan cor grouting
SIMULASI DINAMIK RUMAH TINGGAL SATU LANTAI DENGAN PERBEDAAN JENIS BATA MERAH Amriani, Chrysantia; MD, Agoes Soehardjono; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.326 KB)

Abstract

Terdapat beberapa studi lapangan yang menyebutkan bahwa bangunan yang paling banyak mengalami keruntuhan akibat gempa bumi di Indonesia adalah non engineered building yang berstruktur dinding pasangan bata merah.Secara umum bata merah terbagi menjadi dua jenis yaitu bata merah cetak mesin dan bata merah buatan tangan.  Dengan menggunakan parameter modulus elastisitas, rasio Poissondan massa jenis sebagai pembeda kedua jenis bata tersebut didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa nilai perpindahan yang terjadi akibat beban kombinasi U=1,2DL+1LL+1RSy+0,3RSx+0,67RSzterhadap struktur dinding pasangan bata merah buatan tangan lebih besar dari nilai perpindahan yang terjadi  pada dinding pasangan bata merah cetak mesin.Selain nilai perpindahan, hasil analisis ini juga menunjukkan bahwa tegangan utama yang terjadi pada struktur dinding pasangan bata merah cetak mesin lebih besar daripada tegangan  utama yang terjadi pada pasangan bata merah  buatan tangan.  Sama halnya dengan tegangan geser, nilai tegangan geser maksimum pada struktur dinding pasangan  bata merah cetak mesin lebih besar daripada tegangan geser maksimum pada struktur dinding pasangan bata merah buatan tangan. Kata-kata Kunci: bata merah, dinding,perpindahan,tegangan geser, tegangan utama.
PERBANDINGAN KEKUATAN DINDING BATA KEDIRI DAN TULUNGAGUNG UNTUK RUMAH SATU LANTAI TERHADAP GEMPA Y L, Fajrina Zata; MD, Agoes Soehardjono; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.231 KB)

Abstract

Dinding merupakan bagian bangunan yang sering terjadi kerusakan pada bangunan rumah satu lantai akibat bencana gempa karena tidak direncanakan dengan baik.  Bata merah merupakan bahan bangunan yang seringkali dan telah sejak lama dipakai dalam pembangunan rumah tinggal.  Respon spektrum menurut Puskim PU dan PPMB-ITB untuk Kota Blitar dengan jenis tanah sedang akan digunakan untuk beban gempa.  Karakteristik material yang digunakan diambil dari penelitian sebelumnyameliputi tebal dinding, modulus elastisitas,rasio Poisson dan massa jenis.  Hasil analisis berupa nilai tegangan utama dan nilai tegangan geser akibat kombinasi beban maksimum pada struktur dinding.  Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan utama yang terjadi pada struktur dinding pasangan bata merah asal Tulungagung lebih besar daripada tegangan  utama yang terjadi pada pasangan bata merah asal Kediri.Berbeda dengan tegangan utama, nilai tegangan geser maksimum pada struktur dinding pasangan bata merah asal Tulungagung lebih kecil daripada tegangan geser maksimum pada struktur dinding pasangan bata merah asal Kediri.  Hasil tegangan utamapada struktur dinding rumah kemudian dibandingkan dengan nilai kuat tarik batu bata dan didapatkan hasil struktur dinding dengan bata merah asal Kediri maupun Tulungagung masih mampu menahan beban gempa yang diberikan. Kata- kata kunci : dinding bata, tegangan utama, tegangan geser
KAJIAN PEMENUHAN PERSYARATAN TEKNIS DINDING BATA PADA RUMAH TINGGAL SEDERHANA DI KOTA MALANG Natalis Simbolon, Mia Audina; ., Wisnumurti; MD, Agoes Soehardjono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.336 KB)

Abstract

Dinding bata merupakan suatu komponen bangunanyang berbentuk bidang vertikal yang berguna untuk membagiatau membatasi suatu ruang dengan ruang lain. Dinding dapat hanya berfungsi sebagai pembatasdan dapat pula berfungsi sebagai komponen struktural. Meskipun telah dipahami oleh banyak orang bahwa dinding bata berpengaruh terhadap kekuatan struktur bangunan namun kekuatan dinding bata tetap saja diabaikan dan dalam kenyataannya pekerjaan dinding bata pada rumah tinggal sederhana di lapangan  belum sesuai dengan persyaratan teknis yang ada.Pada penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan melihat persyaratan teknis untuk pemasangan dinding bata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara pekerjaan teknis dinding bata di lapangan dengan persyaratan teknis dinding bata yang berlaku pada rumah tinggal sederhana dan kajianrumah tinggal sederhana apabila persyaratan teknis dinding bata tidak terpenuhi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada rumah tinggal sederhana di Kota Malang belum sesuai dengan Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa. Dari survei diperoleh rata-rata persentase penyimpangan terhadap pedoman pada survei pertama sebesar 34,77%, pada survei kedua sebesar 33,27%, pada survei ketiga sebesar 37,90% sedangkan pada survei keempat diperoleh persentase sebesar 30,56%. Kajian apabila persyaratan tidak terpenuhi maka struktur bangunan belum cukup kuat menerima gaya gempa sehingga memungkinkan adanya kerusakan pada dinding dan keruntuhan bangunan. Kata-kata kunci: dinding bata, Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa, persyaratan teknis, rumah tinggal sederhana.
P M, N; Arifi, Eva; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

P
KORELASI NILAI KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN NON-DESTRUCTIVE TEST DAN DESTRUCTIVE TEST Wirotama, I Nengah Gandi; Nurlina, Siti; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.255 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan nilai korelasi dari hasil pengujian kuat tekan beton di laboratorium dengan menggunakan alat compression strength machine (destructive test) dan pengujian yang bersifat tidak merusak (non-destructive test) dengan menggunakan alat hammer test dan UPV test. Pengujian dilakukan terhadap benda uji berbentuk silinder dan kubus dengan perbedaan variasi mutu beton yaitu 20 Mpa, 25 Mpa, 30 Mpa, dan 35 Mpa. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai koefisien determinasi dan persamaan regresi yaitu , di mana a,b,c adalah konstanta, Y adalah nilai kuat tekan dari compression test, X1 adalah nilai kuat tekan dari hammer test dan X2 adalah nilai kuat tekan dari UPV test. Untuk benda uji silinder dengan mutu beton gabungan didapatkan nilai koefisien determinasi sebesar 71,9% dengan persamaan regresi yaitu . Sedangkan, untuk benda uji kubus dengan mutu beton gabungan didapatkan nilai koefisien determinasi sebesar 63,2% dengan persamaan regresi yaitu .Dari nilai korelasi ini diharapkan dapat digunakan untuk menentukan nilai kuat tekan beton jika destructive test tidak dapat dilakukan sehingga mampu meningkatkan penerapan metode NDT (non-destructive test) di Indonesia. Kata Kunci: Kuat tekan beton, Non-Destructive Test, Destructive Test, Hammer Test, UPV Test, Compression Test
INVESTIGASI RONGGA DAN KEDALAMAN RETAK PADA BALOK BETON DENGAN UPE DAN UPV Saputra, Teguh Dwi; Budio, Sugeng P.; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.902 KB)

Abstract

Kualitas dari sebuah beton dalam sebuah struktur sangat ditentukan dari proses perencanaan dan pelaksanaan dari beton tersebut. Oleh karena itu, saat ini ada metode pengecekan kualitas sebuah beton dengan menggunakan prinsip gelombang ultrasonik, yaitu UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) dan UPE (Ultrasonic Pulse Echo). Akan tetapi perlu diketahui hubungan antara hasil yang digambarkan oleh kedua alat tersebut dengan keadaan riil di lapangan. Pada penelitian ini proses validasi alat UPE dan UPV dilakukan dengan pembuatan 2 jenis benda uji. Yaitu 2 buah benda uji blok beton untuk pengujian rongga (UPE) dan 5 buah benda uji balok untuk pengujian kedalaman retak (UPV). Pada masing-masing sampel telah diberi perlakuan sehingga dapat menggambarkan rongga dalam beton dan juga kedalaman retak sesuai rencana yang ada. Dalam analisis didapatkan bahwa untuk kesalahan relatif alat UPE pada sumbu X adalah sebesar 4,99%, pada sumbu Y sebesar 17,31%. Sedangkan pada pengujian kedalaman retak nilai kesalahan relatif adalah sebesar 15,34%. Setelah itu, dilakukan analisis ragam untuk mengetahui apakah hasil pengujian dengan alat UPE dan UPV konsisten. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, didapatkan bahwa alat UPE dapat secara konsisten menggambarkan keadaan rongga yang ada di dalam beton. Sedangkan untuk alat UPV hasil menunjukkan adanya ketidakkonsistenan. Banyak hal yang memengaruhi hasil-hasil yang telah disebutkan diatas sebelumnya. Diantaranya yaitu jarak antar retak yang terlalu dekat, adanya kepadatan yang berbeda didalam beton, dan masih adanya melamin yang tertinggal dibagian dalam. Kata Kunci: beton, kedalaman retak, rongga, ultrasonik, pulse echo, pulse velocity.
PENGARUH LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON TERHADAP LEBAR RETAK BALOK BETON BERTULANG Suryandari, Wentri Asri; ., Wisnumurti; Setyowati, Edhi Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.826 KB)

Abstract

Kerikil merupakan salah satu material pembentuk beton dengan kebutuhan volume paling besar dalam campuran sekitar 60% sampai 80% volume agregat. Limbah pecahan onyx yang dihasilkan dari perusahaan besar pengrajin onyx setiap harinya mencapai 500 kg. Komponen struktur harus memenuhi kemampuan layan untuk menjamin tercapainya perilaku struktur yang cukup baik pada tingkat beban kerja. Kemampuan layan terbatas pada tingkat beban kerja dan salah satunya ditentukan oleh retak pada beton bertulang. Maka dari itu diperlukan penelitian terhadap lebar retak beton agregat limbah batu onyx balok bertulangan tunggal dan beton agregat kerikil bertulangan tunggal. Pada penelitian ini dibuat dua jenis benda uji yaitu balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang onyx. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 2 meter. Pengujian kuat tekan dengan menggunakan compression machine. Serta pengujian lentur dengan dibebani secara berangsur hinnga mencapai beban maskimum. Selanjutnya dilakukan pengukuran lebar retak menggunakan microscope detector pada balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang onyx. Dari hasil pengamatan dilakukan perbandingan dengan hasil teoritis. Hasil pengujian yang dilakukan kuat tekan rata-rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton onyxyaitu sebesar 7,839 %.Lebar retak balok  beton bertulang normaldan balok beton bertulang onyx memiliki perbedaan dimana retak pertama balok beton bertulang normal1200 kg - 2200 kg dan  balok beton bertulang onyx 1600 kg - 2600 kg. Hasil pengamatan pengukuran lebar retak rata-rata beban maksimum balok normal sebesar 6285 kg dengan lebar retak 1,52 mm dan rata-rata beban maksimum balok onyx sebesar 6234 kg dengan lebar retak 1,66 mm. Kata Kunci: balok beton bertulang, limbah agregat batu onyx,lebar retak.
PENGARUH LIMBAH BATU ONYX PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON TERHADAP POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Aqli, Kharimatul; S, Edhi Wahyuni; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.578 KB)

Abstract

Kerikil pembentuk beton dengan volume sekitar 60% sampai 80% volume agregat. Limbah pecahan onyxdari pengrajin onyx setiap harinya mencapai 500 kg. Struktur beton bertulang didesain untuk memenuhi kriteria keamanan (safety) dan layak pakai (serviceability). Kriteria perilaku beton bertulang salah satunya adalah pola retak. Benda uji yang dibuat yaitu silinder dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 2 meter. Pengujian kuat tekan dengan menggunakan compression machine. Dilakukan pengujian lentur selanjutnya dilakukan pengamatan pola retak.Kuat tekan rata – rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton limbah onyx yaitu sebesar 7.858 %. Pola retak kedua balok  beton bertulang normal dan onyx memiliki kecenderungan retak lentur, dan retak lentur geserpada balok beton bertulang limbah onyx. Kecenderungan jumlah retak yang sama yaitu 9 retakan bagian depan dan 10 retakan bagian belakang. Jumlah retak menjalar ke atas pada retak maksimum balok beton bertulang onyx lebih banyak dengan 10 retakan dan balok beton bertulang normal 9 retakan. Beton bertulang normal memiliki kuat tarik dan lebih getas dari balok balok beton bertulang limbah onyx. Keruntuhan lentur yang terjadi cenderung sama yaitu under reinforced dengan ditandai retak pada daerah tarik. Kata Kunci: balok beton bertulang, agregat limbah batu onyx, pola retak.