Articles
98 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2016)"
:
98 Documents
clear
KAJIAN GEOMETRIK JALAN RAYA PADA BUNDARAN ARTERI BARU PORONG SIDOARJO
Fauzan, Erga Rahmada;
Thoriq, Yuzqi Alfan;
Arifi, M. Zainul;
Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (970.766 KB)
Bundaran merupakan salah satu bentuksimpang dengan pulau lalu lintas dimana gerakan penyilangan di ganti dengan jalinan serta untuk membelokkan kendaraan dari suatu lintasan yang lurus sehingga akan memperlambat kecepatan nya . Sehingga dengan adanya bundaran pada simpang Arteri Baru Porong akan menimbulkan dampak yang akan mengganggu pergerakan kendaraan yang melewati daerah tersebut.Tujuan dalam studi ini adalah adalah untuk mengevaluasi kondisi eksisting geometrik pada Bundaran Arteri Baru Porong dan merancang ulang geometrik Bundaran Arteri Baru Porong agar berfungsi secara optimal. Metode survei di lakukan dengan pengukuran topografi pada lokasi studi dengan alat teodolith. Perencanaan ulang desain Bundaran Arteri Baru Porong agar dapat berfungsi secara optimal dengan beberapa metode lengkung Spiral-Spiral, lengkung Spiral-Cirlce-Spiral , dengan kecepatan rencana 60 km/jam sesuai dengan kecepatan pada jenis jalan arteri serta kecepatan 40 km/jam dengan mempertimbangkan kondisi eksisting. Hasil yang di dapatkan adalah R=50, kecepatan rencana/ Vr = 40 km/jam sesuai dengan Tata cara Perencanaan Geometrik Antar Kota 1997 jenis tikungan yang di gunakan adalah lengkung Spiral – Spiral dengan Ls = 44,75m dengan mempertimbangkan kondisi eksisting. Sehingga pada eksisting di lakukan pelebaran sebesar 2,23m sesuai dengan perhitungan , serta di lakukan penyeseuaian elevasi di karenakan adanya underpass menjadi 4,6m agar di dapatkan hasil yang lebih optimal daripada kondisi eksisting . Selain itu di perlukan penambahan rambu lalu lintas batas kecepatan pada kawasan tersebut . Diharapkan dengan adanya kajian ini kawasan bundaran atau tikungan tersebut dapat berfungsi lebih optimal daripada sekarang. Kata kunci : Geometrik Jalan , Bundaran , Tikungan, Spiral – Spiral , Spiral – Circle – Spiral.
KAJIAN KOORDINASI SIMPANG JALAN PATIMURA DENGAN SIMPANG JALAN PANGLIMA SUDIRMAN, KOTA MALANG
F, Rizki Wahyu;
A., Ramadhan Ridlo;
Arifin, M. Zainul;
Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.029 KB)
Banyaknya persimpangan di kota besar seperti Kota Malang ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri, terlebih pada jarak antar Simpang yang pendek seperti pada Simpang di Jalan Panglima Sudirman dan Simpang di Jalan Patimura yang berada dalam jarak 172 meter pada ruas Jalan Patimura. Permasalahan yang terjadi adalah kendaraan yang terkadang harus selalu berhenti pada tiap Simpang karena selalu mendapat sinyal merahdanarus yang jenuh. Tentu saja hal ini menimbulkan ketidaknyamanan pengendara.Tujuandaristudiiniadalahmengetahui kinerja SimpangJalan Pattimura dan SimpangJalan Panglima Sudirman Kota Malang kondisi eksisting,mengetahui kinerja Simpang yang sama bila di lakukan koordinasi Simpangdenganlampulalulintaspada kedua Simpang,membandingkan kinerja kedua Simpang tersebut berdasarkan kondisi eksisting dan kondisi koordinasi. Didapatkan waktu siklus baru sebesar 115 detik untuk untuk semua kondisi arus lalu lintas. Waktu siklus semua Simpang disamakan untuk mempermudah koordinasi sinyal. Untuk bandwidth yang dihasilkan dari diagram koordinasi, didapat bandwidth sebesar 18 detik dari arah Selatan Simpang Jalan Patimura yaituJalanTrunojoyomenuju arah timurkeJalanPatimura. Kata Kunci: Koordinasi Sinyal Antar Simpang, Waktu Offset, Bandwidth, Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Patimura, Kota Malang
EVALUASI KINERJA LALU LINTAS RUAS JALAN PANDAAN-GEMPOL SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA JALAN TOL
R, Tri Angga Prakoso;
R, Rakmat Andi;
Djakfar, Ludfi;
Wicaksono, A
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.181 KB)
Tranportasi adalah suatu kegiatan perpindahan lokasi dari tempat asal ketempat tujuan.. Penelitain ini bertujaun untuk mengevaluasi Kinerja Lalu Lintas Terhadap Ruas Jalan Karangrejo-Kejapanan bertujuan membandingkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Pra jalan tol dan data penelitian survey yang dilakukan pada bulan April 2016 pasca beroperasinya jalan tol. Evaluasi Kenerja Lalu Lintas dianalisis berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia, tingkat pelayanan jalan eksisting dengan nilai D menunjukan bahwa ruas jalan tersebut mengalami kepadatan arus yang tinggi sehingga sering terjadi kemacetan pada saat jam sibuk. Setelah dibangunannya Jalan Tol guna mengatasi kemacetan pada ruas jalan tersebut maka tingkat pelayanan menjadi lebih baik dengan nilai C. Kata Kunci: Kinerja Lalu Lintas, Manual Kapasitas Jalan Indonesia,dan Jalan Tol
ANALISIS PERUBAHAN BIAYA PADA PEMBANGUNAN PLENGSENGAN DI DAERAH X YANG MENGALAMI KELONGSORAN DINDING PLENGSENGAN ANTARA HASIL PEKERJAAN DI LAPANGAN PADA PROYEK YANG DIPERSYARATKAN
Christon, Hosea Adyo;
Unas, Saifoe El;
Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (913.035 KB)
Pada pelaksanaan pekerjaan bangunan terdapat berbagai kemungkinan perbedaan antara spesifikasi yang ada di lapangan dengan spesifikasi yang di persyaratakan, maka dari itu diperlukan adanya penelitian dan pengujian terhadap mutu pekerjaan di lapangan untuk mendapatkan kekuatan bangunan eksisting. Dari perbedaan spesifikasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui dampak yang diakibatkan dalam segi kekuatan dan selisih biaya akibat perbedaan spesifikasi yang ada di lapangan dengan spesifikasi yang telah dipersyaratkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengukuran langung di lapangan. Pengukuran langsung menggunakan alat meteran roll dan meteran biasa. Selanjutnya untuk mendapatkan hasil sampel tanah dilakukan pengambilan sampel tanah lalu diuji di laboratorium mekanika tanah dari data diatas didapatkan perhitungan yang menunjukan perbedaan spesifikasi dinding penahan tanah yang telah dipersyaratkan. Biaya yang dikeluarkan dalam dokumen kontrak pada dinding penahan tanah sebesar Rp.125.826.976 sedangkan pada pekerjaan struktur eksisting dinding penahan tanah dana yang dikeluarkan sebesar Rp.33.388,367. Dari perbedaan yang diperoleh antara dokumen kontrak dengan struktur eksisting sebesar Rp.92.438.609. Perbedaan biaya diakibatkan oleh adanya perbedaan spesifikasi mutu dan bentuk bangunan yang dikerjakan. Pengaruh dari ketidaksesuaian mutu dan bentuk bangunan mengakibatkan struktur dinding penahan tanah mengalami kegagalan bangunan, karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Kata kunci : Penurunan kekuatan, selisih biaya, pengukuran langsung di lapangan, forensik bangunan.
Analisis Produktivitas Jumlah Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pasangan Bata Dengan Metode Work Study
Hartono, Nico;
Hasyim, M. Hamzah;
Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.614 KB)
Salah satu pekerjaan pada proyek konstruksi yang mempunyai volume pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang cukup besar adalah pekerjaan dinding atau pasangan bata. Volume yang besar akan sebanding dengan biaya yang besar pula, maka produktifitas tenaga kerja harus dimaksimalkan guna meminimalisasi anggaran dan waktu penyelesaian proyek. Ada banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja, di antaranya adalah waktu menganggur, umur, dll. Maka penting untuk dilakukannya penelitian mengenai produktifitas tenaga kerja berdasarkan efektivitas jumlah kelompok kerja (work study) dalam menyelesaikan pekerjaan pasangan bata agar suatu proyek dapat berjalan secara efektif. Penelitian mengenai analisa perbandingan harga satuan pekerjaan pasangan bata berdasarkan SNI dan Work Study ini dilakukan dengan metode analisa SNI dan analisa Penelitian Work Study. Objek penelitian ini adalah proyek pembangunan rumah sederhana di Nurasa Regency Nganjuk. Perhitungan dengan metode SNI menggunakan koefisien yang ada pada SNI sedangkan perhitungan Work Study menggunakan koefisien yang didapat melalui penelitian dan hasil yang ditunjukkan dalam metode Work Study. Setelah dilakukan pengolahan, diperoleh hasil pada pembangunan proyek tersebut. metode yang digunakan adalah SNI 6897-2008 dengan nomor analisa 6.9 untuk pekerjaan 1 m2 pasangan dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP. Pada pelaksanaan di lapangan metode bahan yang digunakan adalah metode SNI namun untuk jumlah pekerja dan waktu kerja disesuaikan pada kondisi lapangan di mana mungkin terdapat perbedaan antara SNI dan lapangan. Metode pelaksanaan di proyek saat dilakukan penelitian tidak sesuai dengan SNI, karena pada saat penelitian di lapangan digunakan beberapa kelompok kerja yang berbeda. Hal ini tentu mempengaruhi biaya pada pelaksanaan, di mana jumlah tukang atau pekerja yang berbeda mengakibatkan perbedaan biaya yang cukup besar pula. Selain itu beberapa hal yang membuat harga menjadi jauh berbeda dan berada di luar batasan masalah harus dihilangkan demi mendapatkan hasil yang benar – benar dapat dibandingkan dengan SNI. Beberapa hal yang dihilangkan atau diabaikan antara lain adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan benangan, kepala tukang, dan mandor. Rencana anggaran biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi menurut SNI adalah Rp 86,472.50. Rencana anggaran biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi dengan metode Work Study adalah Rp 77,395.50. Sehingga perbandingannya selisih biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi antara SNI dan metode Work Study adalah Rp 9,076.50. Kata kunci : harga satuan pekerjaan pasangan bata,SNI, Work Study.
ANALISIS PERUBAHAN PENJADWALAN DENGAN METODE TRACKING PROGRES PADA SOFTWARE MICROSOFT PROJECT ( Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan AUTIS Kota Blitar Tahun 2013 )
Muhammada, Helmy Qathafie;
Unas, Saifoe El;
Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1924.513 KB)
Keterlambatan suatu item pekerjaan dalam sebuah proyek akan sangat mempengaruhi total durasi dari proyek tersebut, selama ini metode yang sering digunakan untuk me-monitor progress pekerjaan suatu proyek adalah metode kurva S dari persentasebobot biaya proyek yang mana hanya mengamati biaya yang sudah terlaksana dalam proyek tetapi tidak dapat digunakan untuk mengamati pengaruh keterlambatan suatu item pekerjaan terhadap total durasi dalam suatu proyek. Salah satu metode untuk me-monitor pengaruh keterlambatan terhadap total durasi proyek adalah dengan metode tracking progress sdalam software Microsoft Project. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlambatan suatu aktivitas dalam proyek serta pengaruhnya terhadap total durasi dari proyek tersebut menggunakan tracking terhadap jadwal yang telah diberikan oleh pihak kontraktor. Pada penelitian ini dilakukan penjadwalan dengan MS project yang durasi pada setiap item pekerjaan berdasarkan dari jadwal rencana dan jadwal setelah addendum dari proyek tersebut, pada penjadwalan MS Project akan terlihat mana saja item pekerjaan yang tergolong kritis dan non-kritis. Sementara untuk me-monitor progress mingguan menggunakan fasilitas dari MS Project berupa tracking yang mana untuk memasukan progress tiap mingguan tetap menggunakan persen dari setiap item pekerjaanya. Hasil dari tracking tersebut akan memperlihatkan pertambahan total durasi dari proyek tersebut, jika suatu item pekerjaan dalam proyek tersebut mengalami keterlambatan maka total durasi dari proyek tersebut akan ikut bertambah. Sebaliknya, apabila item pekerjaan dalam proyek tersebut mengalami percepatan maka total durasi dari proyek tersebut akan berkurang. Hasil dari perbandingan jadwal yang di lakukan pada penilitian kali ini,adalah: untuk total dari durasi proyek tidak terdapat perbedaan hasil waktu dikarenakan mengguanakan data dari laporan mingguan yang sama yaitu selama 36 minggu untuk mencapai 100%, akan tetapi terdapat perbedaan hasil bobot pekerjaan ( % Complete ) tiap-tiap minggunya seperti deviasi keterlambatan terbesar pada kurva S terjadi pada minggu ke-17 dengan deviasi sebesar -48,3676%, sementara pada tracking hasil deviasi keterlambatan terjadi pada minggu ke-18 dengan deviasi sebesar 46,3391%. Kata Kunci :tracking, kurva S.
ANALISIS DAN EVALUASI SISA MATERIAL KONSTRUKSI MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM MALANG)
Nursyahbani, Hanif;
Negara, Kartika Puspa;
Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.088 KB)
Dalam pembangunan proyek gedung Pascasarjana Universitasitas Islam Malang menghasilkan sisa material yang berdampak pada biaya proyek itu sendiri. Agar kedepannya dapat meminimalisir sisa material yang dihasilkan diperlukan analisis penyebab sisa material tersebut terjadi. Pada penelitian ini digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis penyebabnya. FTA digunakan karena pada FTA menyediakan metode untuk menentukan penyebab terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Dan untuk melakukan analisis lebih lanjut penyebab sisa material digunakan aljabar Boolean. Penelitian ini adalah analisis deskriptif dimana penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer berupa kuisioner dan wawancara serta data sekunder berupa data-data proyek itu sendiri. Dalam penelitian ini kejadian puncak didapatkan dari dua material dengan nilai biaya sisa material tertinggi yakni baja tulangan dan tiang pancang. Hasil analisis yang didapat adalah kejadian dominan atau penyebab utama yang menyebabkan terjadinya sisa material. Penyebab paling dominan yang menyebabkan sisa material baja tulangan adalah pekerja yang kurang pengalaman, alat yang konslet, alat yang sudah aus, voltase listrik naik turun, pemotongan mengikuti desain, koordinasi yang kurang, mandor kurang disiplin, pekerja kurang teliti dan perubahan desain yang mendadak. Sedangkan tiang pancang adalah ketidaktelitian memeriksa material yang diterima. Kata kunci: Fault Tree Analysis (FTA), Sisa Material, Biaya Konstruksi
ANALISIS DAN EVALUASI SISA MATERIAL KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE PARETO DAN FISHBONE DIAGRAM (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM MALANG)
Aulia, Novinda Annisa;
., Harimurti;
Negara, Kartika Puspa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1037.808 KB)
Sisa material konstruksi merupakan bagian material yang tidak menjadi komponen dari bangunan karena tidak terpakai dalam pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis material yang memiliki volume dan biaya sisa material yang besar/ dominan, serta faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya sisa material pada proyek. Sampel penelitian adalah consumable material pada Proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang. Metode yang digunakan dalam menganalisis dan menentukan jenis material yang memiliki biaya sisa material yang besar/ dominan adalah Metode Pareto. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor penyebab timbulnya sisa material adalah Metode Fishbone Diagram. Dari hasil analisis menggunakan Metode Pareto, jenis-jenis material yang dominan menimbulkan sisa pada proyek konstruksi yakni tiang pancang, tulangan D22, dan tulangan D16. Dengan total biaya sisa dari ketiga jenis material tersebut sebesar Rp 108.303.861,00. Berdasarkan analisis menggunakan Fishbone Diagram, faktor-faktor penyebab terjadinya sisa material pada tiang pancang yakni karena kondisi tiang pancang yang diterima kurang baik, hal ini bisa terjadi karena proses loading unloading kurang hati-hati. Selain itu, tidak semua bagian tiang pancang masuk ke dalam tanah karena kondisi pada tiap titik pancang berbeda-beda. Untuk besi tulangan, sisa material yang timbul merupakan hasil sisa dari proses pemotongan. Kata kunci : sisa material konstruksi, pareto, fishbone diagram.
ANALISIS KURVA BELAJAR MODEL WRIGHT DAN STANFORD-B UNTUK PEMASANGAN KERAMIK RUKO X DI MALANG
Purnamasari, Risqi Eka;
Unas, Saifoe El;
Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (998.32 KB)
Waktu penyelesaian suatu pekerjaan berulang cendrung menurun dari waktu ke waktu. Pengurangan waktu yang terjadi pada setiap pengulangannya memungkinkan adanya kenaikan produktivitas pada setiap pengulangan pekerjaan yang dapat diprediksi melalui metode kurva belajar serta regresi. Metode kurva belajar telah ada sejak lama tetapi belum banyak penelitian yang mengkaji tentang kemampuan kurva tersebut. Prediksi yang akan dilakukan oleh kurva belajar Wright, kurva belajar Stanford-B akan dibandingkan pula dengan model sudah dikenal berperan dalam memprediksi (forecasting) diantaranya regresi eksponensial dan polinomial. Persamaan untuk kurva belajar Wright adalah dan kurva belajar model Stanford-B adalah . Kurva regresi eksponensial yang dilibatkan dalam penelitian ini hanya sebatas model , serta . Untuk persamaan polinomial digunakan orde tiga. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui diantaranya persamaan kurva belajar yang dihasilkan oleh model Wright dan Stanford-B, persamaan kurva belajar yang dihasilkan oleh model regresi eksponensial dan polinomial, serta mengetahui kemampuan kurva belajar dalam memprediksi pengurangan waktu serta penigkatan produktivitas pada pemasangan keramik ruko x di Malang. Kata kunci: kurva belajar, pekerjaan pemasangan keramik, waktu pekerjaan.
ANALISIS KURVA BELAJAR MODEL WRIGHT DAN DE JONG UNTUK PEMASANGAN ANAK TANGGA RUKO X DI MALANG
Ananda, Puan Resty;
Hasyim, M. Hamzah;
Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (982.746 KB)
Pekerjaan konstruksi tangga merupakan pekerjaan berulang dari komponen bangunan. Pekerja yang melakukan pekerjaan berulang akan menghasilkan peningkatan produktivitas dikarenakan berkurangnya waktu yang dibutuhkan yang dinamakan learning. Pengamatan adanya kecenderungan kebutuhan waktu yang berkurang untuk pekerjaan berulang telah dipelajari oleh T.P Wright pada tahun 1936 dan hasilnya disajikan dalam bentuk kurva yang disebut sebagai kurva belajar atau learning curve. Teori kurva belajar mengalami perkembangan, salah satunya adalah model De Jong. Model De Jong menambahkan faktor inkompresibilitas yang dilambangkan dengan huruf M dan menyebabkan adanya kemungkinan perbedaan prediksi dari model Wright dan De Jong. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan langsung pengerjaan anak tangga di lapangan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan anak tangga. Waktu pengerjaan dilapangan inilah yang menentukan apakah pekerja mengalami learning dalam melakukan pekerjaan berulang. Selanjutnya dilakukan analisis data untuk mendapatkan produktivitas di lapangan dan analisis data untuk kurva belajar model Wright dan De Jong. Hasil dari penelitian adalah pekerja mengalami learning sehingga produktivitas meningkat. Model Wright dan De Jong mempunyai hasil prediksi yang sama, dikarenakan faktor M pada model De Jong bernilai 0 sehingga persamaan De Jong kembali kebentuk persamaan Wright. Jika dibandingkan dengan hasil prediksi fungsi eksponensial dan exponential average, maka metode prediksi paling akurat untuk pekerjaan anak tangga dalam penelitian ini adalah metode exponential average. Kata-kata kunci : kurva belajar, pekerjaan berulang, produktivitas, model Wright, model De Jong