cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 90 Documents clear
ANALISIS STATIK NON-LINIER PUSHOVER PADA OPTIMALISASI DESAIN GEDUNG PENDIDIKAN BERSAMA FKUB DENGAN VARIASI KONFIGURASI BRESING BAJA Pangestu, I Made Surya Wisnu; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.026 KB)

Abstract

Bresing baja merupakan salah satu komponen struktur penahan beban gempa yang sering digunakan pada struktur bangunan tinggi. Dengan penggunaan bresing baja dalam struktur bangunan tinggi diharapkan dapat mengurangi dampak kerusakan akibat beban gempa. Dalam penelitian ini Gedung pendidikan Bersama FKUB sebagai objek kajian dimodelkan dengan program SAP 2000v18 menjadi tujuh model yaitu Struktur Asli dengan Dilatasi (OD), Struktur Asli Tanpa Dilatasi (OND), Struktur Alternatif Tanpa Bresing (Tipe A), Struktur Alternatif dengan Single Brace (Tipe B), Struktur Alternatif dengan X-Brace (Tipe C), Struktur Alternatif dengan V-Brace (Tipe D), dan Struktur Alternatif dengan A-Brace (Tipe E). Pada masing-masing struktur dilakukan analisis statik non-linier pushover yang mengacu pada ATC-40 untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konfigurasi bresing baja terhadap simpangan lateral, tingkat pelayanan, waktu getar alami, serta simpangan antar lantai struktur. Hasil analisis menunjukan bahwa penggunaan X-Brace pada struktur alternatif dapat meningkatkan kemampuan struktur untuk menerima gaya geser dasar. Tingkat pelayanan struktur untuk semua jenis struktur adalah immidite occupancy, sehingga penggunaan bresing baja tidak berpengaruh besar terhadap perubahan tingkat pelayanan struktur. Struktur OD memiliki periode getar paling besar dibandingkan struktur jenis lain. Serta penggunaan X-Brace pada struktur alternatif dapat menghasilkan simpangan antar lantai paling kecil. Kata kunci: bresing baja, analisis pushover, performance point, tingkat kinerja
ANALISIS STATIK NON-LINIER PUSHOVER PADA OPTIMASI DESAIN GEDUNG PENDIDIKAN BERSAMA FKUBDENGAN VARIASI KONFIGURASI DINDING GESER Tyarpratama, Marsa Achadian; Wibowo, Ari; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.773 KB)

Abstract

Desain bangunan tahan gempa sangat diperlukan sebagai upayameredam getaran akibat percepatan tanah yang sewaktu-waktu bisa terjadi akibat gempa bumi. Untuk mengurangi dampak kerusakan, maka diperlukan elemen penahan gempa untuk memperkuat struktur bangunan. Penelitianinibertujuan untuk mengetahui pengaruh dihilangkannya dilatasi pada bangunan eksisting, penggunaan variasi konfigurasi dinding geser terhadap periode getar alami, roof displacement, tingkat kinerja dan daktilitas pada struktur Gedung Pendidikan Bersama FKUB.Pemodelanstrukturdilakukansecaratigadimensidengan SAP2000 menjadi8 macamtipe. Untuk mengevaluasi kinerja dari masing-masing struktur, dilakukananalisis statik non-linier pushover dengan 2 (dua) prosedur yang mengacu pada metode spektrum kapasitas ATC 40 dengan spektrum respons rencana mengacu pada SNI 03-1726-2012.Dari hasilanalisisdisimpulkanbahwavariasi jumlah dinding geser yang paling optimum adalah struktur alternatif dengan dinding geser 2 x 8 m (SWB). Kata kunci: analisis statik non-linier pushover, dinding geser, titik kinerja, daktilitas
STUDI ANALISIS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG KAMPUS FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA Prihatmojo, Lazuardi; Hidayat, M. Taufik; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.855 KB)

Abstract

Pembangunan tiada henti-hentinya untuk terus dikembangkan. Akan tetapi dengan Banyaknya gedung – gedung yang dibangun membuat lahan yang tersedia semakin lama semakin sempit. Oleh karena itu, banyak daerah yang mulai membangun gedung–gedung bertingkat untuk mengatasi kekurangan lahan yang semakin sempit. Pembangunan gedung bertingkat saat ini  sebagian besar masih tetap menggunakan metode beton bertulang konvensional dengan menggunakan bekisting yang dicor di tempat yang akan menelan biaya lebih mahal karena membutuhkan banyak sekali bekisting serta akan memakan waktu yang lebih lama. Akan tetapi sekarang ada trobosan baru untuk mengurangi penggunaan bekisting yang banyak dan mengurasi lamanya durasi pengerjaan, yaitu dengan menggunakan metode pracetak yang dibuat di pabrik atau di lokasi proyek kemudian dirakit. Konsep pembangunan mengacu ke dalam SNI 03-2847-2002 dan SNI 03-1726-2002 sehingga acuan kedua peraturan tersebut akan didapatkan struktur yang tahan gempa, efektif, dan efisien. Dalam studi ini merupakan analisis gedung Kuliah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang dengan zona gempa 4 yang di rencanakan kembali dengan menggunakan metode pracetak. Dari hasil studi didapatkan bahwa dimensi balok induk berukuran 40 cm x 60 cm dengan tulangan lentur digunakan D22 dan tulangan geser ∅ 10 harus memenuhi syarat aman terhadap kapasitas momen yang ada. Untuk struktur kolom lantai 1 hingga lantai 7 berukuran 80cm x 100 cm dengan menggunakan tulangan lentur D25 dan tulangan geser ∅ 10 harus bisa menahan berat beban yang ada diatasnya. kata kunci : Pracetak, sambungan, balok-kolom
UJI CABUT TULANGAN BAMBU DENGAN VARIASI JARAK KAIT DARI KLEM SELANG Nawawi, Imam; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.541 KB)

Abstract

Beton bertulang adalah material komposit yang sangat baikuntuk konstruksi bangunan.Tulangan yang digunakan umumnya adalah material baja sebagai penahan tegangan tarik. Salah satu pengganti tulangan baja adalah bambu karena pertumbuhan cepat di Indonesia dan memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Tetapi bambu memiliki kelemahan yaitu tegangan lekat yang rendah maka perlu adanya upaya untuk mengatasi kelemahan tersebut salah satunya dengan menambahkan kait klem selang pada tulangan bambu. Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai variasi jarak kait menggunakan klem selang. Benda uji pull outberukuran 15 cm x 30 cm x 40 cm, dengan variasi jarak klem selang 6 cm dan 12 cm sebanyak 18 buah.Hasil uji pull out ketika perpindahan 2,75 mm  tegangan lekat pada jarak klem selang 12 cm dengan dimensi tulangan 1,5 x 1,5 cm sebesar 0,336 MPa. Dari hasil uji hipotesis dengan metode anova didapatkan bahwa belum ada pengaruh yang signifikan variasi jarak kait klem selang terhadap tegangan lekat tulangan bambu (F2 = 0,760 < F tabel = 3,885). Kata-kata kunci: Tulangan bambu, klem selang, jarak kait, tegangan lekat
PENGARUH VARIASI UKURAN TULANGAN DAN PENGGUNAAN KLEM SELANG TERHADAP KUAT CABUT TULANGAN BAMBU Puspitasari, Linda Andita; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.955 KB)

Abstract

Alternatif bahan yang kini banyak diteliti untuk menggantikan tulangan baja adalah bambu. Karena lekatan bambu terhadap beton kurang baik maka pada penelitian ini bambu dilengkapi dengan klem selang. Benda uji pull out dibuat menggunakan bambu petung dengan variasi ukuran tulangan 1,2 x 1,2 cm dan 1,5 x 1,5 cm. Benda uji menggunakan dua tulangan bambu yang ditanam diantara dua balok beton dengan ukuran balok 15 x 30 x 40 cm. Benda uji pull out dibuat sebanyak 18 buah yang terdiri dari 6 jenis perlakuan dengan tiga kali ulangan. Selain itu terdapat benda uji silinder 15 x 30 cm berjumlah 18 buah dengan mutu beton 30 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan kuat cabut rata-rata terbesar untuk satu tulangan bambu ukuran 1,2 x 1,2 dan 1,5 x 1,5 saat perpindahan 2,75 mm adalah 559,444 kg dan 1613,889 kg. Saat regangan 0,002, tegangan lekat terbesar untuk bambu dengan ukuran 1,2 x 1,2 dan 1,5 x 1,5 adalah 0,146 MPa dan 0,336 MPa. Pengaruh penggunaan klem selang terhadap kuat cabut dan tegangan lekat paling terlihat pada ukuran tulangan 1,5 x 1,5 dengan jarak klem selang 12 cm. Berdasarkan uji statistik two way anova dan regresi, variasi ukuran tulangan berpengaruh signifikan terhadap kuat cabut dan dapat meningkatkan kuat cabut tulangan bambu dengan klem selang. Kata Kunci: klem selang, bambu petung, ukuran tulangan bambu, kuat cabut bambu, tegangan lekat
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU DENGAN KLEM SELANG Aulia, Rahmi; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1926.018 KB)

Abstract

Beton bertulang adalah material utama yang banyak digunakan pada konstruksi saat ini. Tetapi pada penggunaannya beton memiliki kelemahan dalam menahan gaya tarik. Untuk mengatasi kelemahan tersebut dipadukanlah beton dengan tulangan yang memiliki kuat tarik tinggi. Jenis tulangan yang biasa digunakan adalah tulangan baja. Namun, harga yang relatif tinggi serta mudahnya terkena korosi menyebabkan perlunya alternatif tulangan lain yaitu bambu. Bambu memiliki nilai kuat tarik yang mendekati baja namun kuat lekatnya rendah. Rendahnya kuat lekat bisa diminimalisir dengan memberikan beberapa perlakuan pada tulangan bambu. Pada penelitian ini perlakuan pada tulangan bambu mencakup pemberian cat, sikadur 31-CF, pasir serta klem selang. Penelitian menggunakan balok berukuran 18x25x160 cm dan silinder dengan ukuran 15 cm dan tinggi 30 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rasio tulangan besar (1.5%)  menyebabkan meningkatnya kekuatan lentur maksimum sebanyak 18.84%  terhadap rasio tulangan kecil (0.96%). Kapasitas beban pada regangan 0.02 meningkat sebanyak 10.75% terhadap rasio tulangan kecil (0.96%). Penggunaan klem selang pada tulangan bambu menambah kuat lentur balok sebanyak 13.42% terhadap tulangan bambu Petung polos. Kata kunci: kuat lentur, rasio tulangan, bambu, beton, klem selang
PENGARUH KAIT KLEM SELANG DENGAN VARIASI JARAK KAIT TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BERTULANGAN BAMBU Rachman, Muhammad Arif; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.707 KB)

Abstract

Bahan material beton banyak digunakan dalam bidang konstruksi dikarenakan memiliki kelebihan. diantaranya kuat akan tekan yang tinggi dan mudah dalam perawatan.  Namun, disisi lain juga memiliki. kekurangan yaitu kuat akan tarik yang lemah sehingga dalam pembuatan sering. dikombinasikan dengan tulangan. Tulangan bambu merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan tulangan baja. Meskipun tegangan tarik bambu bisa dibandingkan dengan baja, tetapi bambu. memiliki kuat lekat yang rendah dengan beton sehingga. beton bertulang bambu masih kurang efektif dalam menerima beban. Sehingga beton bertulang bambu dengan penambahan. pemasangan kait berupa klem selang diharapkan mampu menambah tegangan lekat pada beton. Pada penelitian ini, pembuatan benda uji berupa balok bertulang. bambu dengan kait klem selang berdimensi 18x25x160cm dan variasi jarak pemasangan kait klem selang adalah 12 dan 6 cm sebanyak 16 benda uji termasuk benda uji kontrol (tanpa kait). Besar kapasitas beban yang diterima oleh balok tanpa kait klem selang (A0) rata-rata sebesar 2783.09 kg. Sedangkan pada balok dengan kait klem selang dengan jarak 12 cm (A1) rata-rata sebesar 3213,74 kg dan jarak 6 cm (A2) rata-rata sebesar 3215.21 kg. Berdasarkan uji statistik dengan metode Two-Way ANNOVA. dan analisis regresi didapatkan adanya pengaruh yang signifikan dengan dipasangnya kait klem selang. terhadap kuat lentur balok bertulang bambu dan terdapat interaksi antara pemasanganjarak kait klem selang dengan rasio tulangan. Kata Kunci: balok bertulang bambu dengan kait, klem selang, jarak kait, kuat lentur, pola retak, lebar retak
PENGARUH GEMPA TERHADAP PERILAKU JEMBATAN PELENGKUNG SULTAN MUHAMMAD ALI ABDUL JALIL MUAZZAMYAH RIAU DENGAN TIME HISTORY ANALYSIS Nur Rizqi, Mohammad Radja; Setyowulan, Desy; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.146 KB)

Abstract

Jembatan Pelengkung Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamyah atau biasa di sebut Jembatan Siak III merupakan jembatan pelengkung yang berada di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang rawan terjadinya gempa bumi. Dengan adanya gempa, Analisis riwayat waktu dapat di jadikan pedoman untuk mengetahui perilaku struktur jembatan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pemodelan pada struktur jembatan. Akan tetapi besar dimensi dan material struktur jembatan yang tidak diketahui akan ditentukan sendiri oleh peneliti dimana panjang dan lebar mengikuti jembatan Siak III. Setelah pemodelan struktur jembatan selesai, input data time history pada struktur jembatan. Data gempa yang digunakan adalah gempa bumi Hyogo-Ken Nanbu di Jepang. Lalu dilakukan analisis terhadap struktur jembatan akibat gempa berupa mode shapes, displacement, dan tegangan yang terjadi. Hasil analisis yang dihasilkan yaitu mode shapes terbesar terlihat pada arah sumbu Y jembatan. Untuk displacement terbesar terjadi pada bentang tengah jembatan dimana besar displacement lebih besar dari lendutan maksimum jembatan yang diijinkan. Lalu pada tegangan setiap batang memiliki tahanan yang di antaranya lebih besar dari pada tahanan nominal penampang, dimana tegangan terbesar terjadi pada struktur utama jembatan yaitu gelagar pelengkung. Kata kunci: Jembatan, jembatan pelengkung, mode shapes, displacement, tegangan, time history analysis
P K, N V; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

J
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) Maulana, Akbar; Arifi, Eva; Remayanti, Christin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.805 KB)

Abstract

Beton Porous merupakan beton khusus yang didesain memiliki porositas yang tinggi sehingga rongga pada beton mampu dilewati oleh air. Untuk mendapatkan porositas yang tinggi maka bahan penyusun beton porous terdiri dari campuran semen, air, agregat kasar, dan sedikit agregat halus atau sama sekali tanpa agregat halus.  Namun beton porous memiliki kelemahan yaitu kuat tarik belah lebih kecil dari pada beton normal. Pemanfaatan RCA diharapkan mampu menjadi inovasi ramah lingkungan dan pemanfaatan fly ash diharapkan mampu meningkatkan kualitas beton porous sehingga mampu memberikan inovasi penerapan konsep 5R.Kemampuan beton porous cocok digunakan pada perkerasan yang tidak menerima beban berat. Kelebihan beton porous dengan porositas yang tinggi adalah mampu mengalirkan air dengan mudah. Pada penelitian ini dilaksanakan pengujian kuat tarik belah terhadap beton  porous dengan kombinasi campuran fly ash sebesar 0%, 15%, 25% dan agregat kasar daur ulang sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Pengujian beton porous menggunakan alat uji compression testing machine yang bertujuan mengetahui hubungan serta komposisi optimal kombinasi campuran fly ash dan RCA terhadap kuat tarik belah beton porous Hasil penelitian dari pengujian kuat tarik belah terhadap beton porous adalah kuat tarik belah tertinggi didapatkan pada komposisi fly ash 25% dan agregat kasar daur ulang (RCA) 75% dengan kuat tarik belah sebesar 1,5312 MPa untuk memenuhi persyaratan mutu beton perkerasan masih harus ditingkatkan. Hubungan antara komposisi fly ash dan RCA terhadap kuat tarik belah menunjukkan hasil yang beragam dikarenakan nilai penyerapan NA yang lebih tinggi daripada RCA. Kata kunci: beton porous,fly ash, agregat kasar daur ulang, tarik belah, komposisi