cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 90 Documents clear
PENGARUH ASPEK RASIO (HW/LW) TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIONTAL DENGAN KEKANGAN DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Suli, Vivi Novita; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.294 KB)

Abstract

Dinding geser salah satu elemen struktur yang kaku yang dapat menahan beban lateral dan dapat digunakan sebagai salah satu elemen penting pada bangunan bertingkat. Perencanaan dinding geser serupa dengan kolom namun berbeda pada tulangan horizontalnya. Tulangan horizontal pada kolom dapat sekaligus berfungsi sebagai sengkang, berbeda pada dinding geser. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini merupakan benda uji  yang awalnya beraspek rasio 2 yang kemudian dipotong menjadi aspek rasio 1,5. Pengaruh aspek rasio pada pola retak, DGK-150-1,5 memiliki jarak antar retak yang lebih renggang  dan lebih menyebar di bagian dinding geser dibanding DGK-150-2. Ditinjau dari momen kapasitas, DGK-150-1,5 memiliki nilai yang yang hampir mendekati antara keduanya. Untuk benda uji beraspek rasio sama, pola retak pada DGK-150-1,5 menghasilkan retak yang lebih panjang dikarenakan adanya kekangan dan didominasi oleh retak baru ataupun pertambahan panjang retak. Sedangkan SW-50-1,5 retak yang terjadi tidak sepanjang DGK-150-1,5 dan didominasi oleh petambahan retak dan penyambungan antar retak. Berdasarkan momen kapasitas, DGK-150-1,5 dan SW-50-1,5 ditinjau dengan jarak yang sama dan mutu beton yang berbeda, dimana DGK-150-1,5 menghasilkan momen kapasitas yang lebih besar dibanding dengan SW-50-1,5. Kata kunci:  dinding geser, aspek rasio, pengekang, pola retak, momen kapasitas, beban siklik.
PENGARUH VARIASI JARAK KLEM SELANG PADA TULANGAN BAMBU TERHADAP RESPON SIKLIK SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BETON BERTULANG BAMBU Prayoga, Yopi Adi; Dewi, Sri Murni; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.947 KB)

Abstract

Sambungan balok-kolom merupakan bagian dari komponen struktur bangunan yang sangat kritis. Seiring dengan penggunaan tulangan baja yang semakin banyak, inovasi bambu sebagai pengganti baja untuk penahan gaya tarik yang bekerja pada beton bertulang dapat menjadi solusi. Dikarenakan daya lekat antara bambu dan beton belum cukup kuat, pada penelitian kali ini akan meneliti penggunaan variasi jarak pemasangan klem selang sebagai kait pada bambu untuk mendapatkan kapasitas respon siklik sambungan balok-kolom yang lebih baik. Sambungan balok-kolom yang diuji berjumlah 7 buah dengan mutu beton (f’c) 30 Mpa.Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi jarak klem selang (6 cm dan 12 cm), dan tulangan bambu yang digunakan adalah bambu petung dengan dimensi 1,5 x 1,5 Cm. Pengujian yang dilakukan adalah Pengujian Kuat Lentur dengan Beban Siklik. Hasil eksperimental dari penelitian ini menunjukkan bahwa sambungan balok-kolom dengan klem selang jarak 12 cm memiliki nilai daktilitas rata-rata 15,339 serta luas kurva hysteresis rata-rata 29,8 Kgmm, sedangakn sambungan balok-kolom dengan klem selang jarak 6 cm memiliki nilai daktilitas rata-rata 7,998 serta luas kurva hysteresis rata-rata 20,39 Kgmm. Kata kunci : respon siklik, beton bertulangan bambu, daktilitas perpindahan, beban gempa, sambungan balok-kolom.
PENGARUH PEMAKAIAN KLEM SELANG TERHADAP BEBAN MAKSIMUM PADA SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BETON BERTULANGAN BAMBU Yanuar, Lucky; Dewi, Sri Murni; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.512 KB)

Abstract

Beton merupakan material utama yang digunakan dalam bidang konstruksi karena kuat tekan yang tinggi, mudah dibentuk dan perawatannya mudah.Dalam pelaksanaandilapangan  sering dikombinasikan dengan tulangan baja karena kuat tarik baja yang tinggi.Namun, tulangan baja merupakan material yang relatif mahal dan sumber daya alam tak terbaharui maka, diperlukan alternatif pengganti baja yaitu menggunakan tulangan bambu.Tulangan bambu memiliki kuat tarik tinggi yang mendekati baja namun kuat lekat pada bambu masih rendah. Kuat lekat pada bambu dapat diminimalisir dengan menggunakan kait dan pemberian lapisan kedap air. Dalam penelitian ini tulangan bambu diberikan klem selang sebagai kait dan cat serta sikadur sebagai lapisan kedap air. Dengan adanya penambahan klem selang diharapkan kapasitas beban maksimum pada tulangan bambu dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan pengujian beban siklik. Benda uji sambungan balok-kolom berdimensi 18x25x160cm pada kolom dan 25x18x75cm pada balok.Berdasarkanhasil penelitian diperoleh belum adanya pengaruh akibat penggunaan klem selang pada rasio tulangan kecil 0.76% terhadap peningkatankapasitas  beban maksimum sambungan balok-kolom beton bertulangan bambu. Namun, pada rasio tulangan besar 1.21% penggunaan klem selang berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas beban maksimum pada sambungan balok kolom beton bertulangan bambu sebesar 14.21%. Kata Kunci: sambungan balok-kolom bertulang bambu dengan kait, klem selang, beban makasimum, lendutan, pola retak.
RESPON SIKLIK SAMBUNGAN BALOK – KOLOM BETON BERTULANG BAMBU DENGAN VARISAI PADA RASIO TULANGAN Nugroho, Rahadian Dwi; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.234 KB)

Abstract

Dalam perencanaanya sambungan balok-kolom direncankan mampu menahan beban lateral yang disebabkan oleh gempa. Sambungan balok – kolom dapat menggunakan beberapa bahan diantaranya; kayu, baja, dan beton bertulang. Pemakaian bambu pada tulangan beton memiliki permasalahan pada lekatan antara bambu dan beton yang kurang baik, kemudian sifat bambu yang higroskopis. Penelitian mengenai beton bertulang bambu masih dilakukan dengan variasi pengujian dan penggunaan bahan lekatan yang berbeda beda. Penelitian ini adalah uji kuat lentur dengan permodelan balok kantilever dan pembebanan siklik. Merupakan lanjutan dari penelitan sebelumnya dimana menggunakan permodelan pengujian balok diatas dua tumpuan. Desain dari sambungan sendiri menggunakan kait dengan jarak 6 cm pada ujung ujung bambu dan tanpa kait klem selang. Selain pada kait penelitian ini juga menggunakan rasio tulangan yang berbeda, rasio tulangan kecil (0,77%) dan rasio tulangan besar (1,21%). Pada penelitian ini mendapatkan hasil pengujian dimana penggunaan kait dan variasi pada rasio tulangan belum berpengaruh secara signifikan untuk beban maksimum yang di hasilkan. Selain itu penggunaan kait mampu menambah bagus kinerja  sambungan dalam menerima beban gempa dan penggunaan rasio tulangan yang besar akan menambah kaku dari sambungan tersebut. Kata kunci: Tulangan bambu, klem selang, rasio tulangan, respon siklik, sambungan balok - kolom
PENGARUH POLA TULANGAN GESER BAMBU PADA PENGUJIAN GESER-LENTUR BALOK Amelia, Renny; Simatupang, Roland Martin; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.847 KB)

Abstract

Penelitian penggunaan tulangan bambu sebagai pengganti tulangan baja pada beton sudah banyak dilakukan.Morisco (1999) merupakan salah satu peneliti yang menyelidiki bahwa bambu dapat digunakan sebagai pengganti tulangan baja karena mempunyai kekuatan tarik yang tinggi mendekati baja struktur. Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh tulangan geser bambu pilin dan tidak dipilin terhadap nilai kuat geser, beban maksimum balok dan lendutan. Untuk tulangan bambu pilin digunakan dimensi 0,4 cm x 0,4 cm yang dibentuk berdasarkan pola pilinan terbaik dari hasil uji pull out. Untuk tulangan geser bambu tidak dipilin menggunakan dimensi 0,5 cm x 1 cm. Tulangan utama balok menggunakan tulangan baja dengan diameter 8 mm. Balok yang akan diuji berdimensi 18 cm x 20 cm x 100 cm dengan jenis pembebanan Two Point Loading, jarak antar tumpuan 80 cm, dan rasio a/d yaitu 1 < a/d < 2,5. pengujian balok dilakukan setelah usia balok 10 hari. Hasil pengujian kuat geser yang dihasilkan oleh benda uji balok dengan menggunakan tulangan geser bambu tidak dipilin sebesar 13800 kg dan 14500 kg , dan benda uji balok dengan menggunakan tulangan geser bambu pilin sebesar 5400 kg dan 9400 kg. Dapat disimpulkan bahwa tulangan geser bambu memiliki peran dalam meningkatkan nilai kuat geser selain dari kuat geser dari beton sendiri.Pola retak akibat pembebanan yang dialami keseluruhan balok adalah retak geser-lentur. Kata kunci: Tulangan Geser Bambu, Bambu Pilin, Kuat Geser, Pola Retak
UJI TARIK DAN PENGARUH VARIASI POLA PILINAN BAMBU TERHADAP KUAT LEKAT BALOK BETON Jahuranto, Maria Veronika; Nuralinah, Devi; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.909 KB)

Abstract

Morisco (1999) menyelidiki bahwa bambu dapat digunakan sebagai pengganti tulangan baja karena mempunyai kekuatan tarik yang tinggi mendekati baja struktur. Bambu memiliki kelemahan yaitu pada sifat kembang susutnya karena sifatnya yang higroskopis yang menyebabkan berkurangnya kuat lekat dengan beton sehingga sangat rentan terjadi slip. Untuk itu bambu perlu diberikan perlakuan khusus untuk meningkatkan daya lekat antara tulangan dengan beton dengan cara dipilin. Pada penelitian ini akan diteliti lebih lanjut tentang kuat tarik bambu dan pengaruh variasi pola pilinan terhadap kuat lekat beton bertulangan bambu. Dicoba 3 pola pilinan untuk mengetahui pola pilinan mana yang dapat memberikan kuat lekat terbaik. Sebagai kontrol digunakan tulangan bambu polos berukuran 0,7cm x 0,7 cm. Hasil pengujian hasil kuat tarik bambu sebesar 48,90 Mpa dan berdasarkan hasil pengujian pull out bambu didapatkan hasil kuat lekat bambu sebesar 1,18 MPa yang berasal dari tulangan bambu polos. Pada tulangan bambu pilin didapatkan tegangan tarik maksimum sebesar 85,85 Mpa yang berasal dari pola 1. Tulangan bambu pilin belum memperlihatkan perilaku cabut saat pengujian pull out sehingga belum dapat diketahui besarnya lekatan antara bambu pilin dengan beton. Namun, lekatan antara tulangan bambu pilin dengan beton yang terjadi cukup bagus jika dilihat dari mutu beton yang melebihi rencana. Dimana pada beton dengan mutu diatas rencana tulangantidak mengalami pergeseran atau tercabut saat dilakukan uji pull out karena adanya ikatan yang kuat antara beton dengan tulangan bambu pilin. Kata Kunci: Bambu Pilin, Uji Tarik, Uji Pull Out, Kuat Tarik, Kuat Lekat.
PENGARUH VARIASI IKATAN UJUNG TERHADAP KUAT LENTUR BETON TULANGAN BAMBU PILIN Natalia, Christiovalni; Simatupang, Roland Martin; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.237 KB)

Abstract

Padaqdunia konstruksi,.beton bertulan..merupakan material utama yang paling dibutuhkan saat ini. Bajaqmerupakan komponen yang digunakan sebagai tulangan beton pada umumnya, akan tetapi baja merupakan :sumber”daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sehingga diperlukan alternatif..lain pengganti baja sebagai tulangan. Bambu merupakan alternatif yang ditawarkan sebagai tulangan pengganti baja, akan tetapi sifat higroskopiszdari bambu .serta”daya lekat bambu yang rendah menjadi kelemahan inovasi ini. Oleh sebab itu dibuatlah inovasi terbaru untuk memperbaiki nilai:lekatan antar bambu dan beton yaitu dengan menggunakan bambu pilinan. Betonadenganq tulangan bambu pilin membutuhkan ikatan ujung”untuk mengikat bilah- bilah bambu dengan tujuan untuk menjaga pola pilinan, meningkatkan respon lentur serta kuat lekat beton. Hasil dari penelitian ini, pengaruh variasi ikatan  ujung ini tidak memperoleh perbedaan yang cukup signifikan  antara variasi ikatan . Berdasarkan dua  tinjauan  tersebut variasi ikatan ujung  belum memberikanzpengaruh yang signifikan terhadap lendutan  dan  beban  maksimum . faktor pengaruh ikatan ujung  terhadap hasil 8,867% terhadap  beban  maksimum  dan 32,62% terhadap lendutan  maksimum  benda uji. Dengan  hasil  beban  maksimum  terbaik diperoleh variasi klem selang sedangkan lendutan terbesar diperoleh klem selang. Kata kunci : kuat lentur,beton, bambu pilin, ikatan ujung.
PERBANDINGAN KAPASITAS KUAT LENTUR PADA BALOK TULANGAN BAMBU PILIN DENGAN KULIT DAN TANPA KULIT Chamidah, Lina Laila; Simatupang, Roland Martin; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.43 KB)

Abstract

Pembangunan konstruksi semakin mengalami peningkatan, begitu pula penggunaan beton bertulang dan baja sebagai tulangannya. Baja merupakan mineral,yang tidak dapat diperbaharui, sehingga perlu adanya alternatif pengganti baja sebagai tulangan. Bambu dapat digunakan sebagai tulanganLbeton pengganti baja, karena bambu mempunyai kuat tarik yang tinggi yang mendekati kekuatan baja.Pemakaian bambu pada tulangan beton perlu dilakukan perlakuan khusus, seperti permasalahan pada lekatan antara bambu dan semen yang kurang baik, kemudian sifat bambu yang higroskopis. Sehingga perlu dilakukan perlakuan khusus dengan menggunakan bambu yang sudah tua usianya,:memanfaatkan bagian kulit sehingga sifat higroskopiknya:rendah, danJmelakukan pilinan untuk memperbaiki lekatan:antara bambu dan beton.Tulangan yang digunakan pada penelitian ini untuk uji kuat lentur dengan membelah bambu  menjadi dua bagian, bagian luar dengan kulit dan bagian dalam tanpa kulit. Tulangan bambu memiliki ukuran 18 cm x 25 cm x 160 cm dengan pola pilinan ukuran 0,4 x 0,4 cm dengan”variasi kulit dan tanpa kulit. Hasil pengujian kuat lentur pada variasi kulit didapatkan nilai P Maks:rata-rata:3400 kg dengan lendutan rata-rata 9.25 mm sedangkan pada variasi tanpakulit P Maks rata-rata yang dihasilkan 2400 kg dengan nilai lendutan 1.92 mm. Hasil variasi pada penelitian ini menunjukkan perbedaan yang:signifikan pada P maks dan lendutan, sehingga dapat?disimpulkan kulit berpengaruh pada kuat lentur balok bertulangan}bambu pilin. Namun, hasil pola retak, lebar retak, dan panjang retak menunjukkan hasil yang hampir sama pada setiap benda uji, baik dengan kulit maupun tanpa kulit. Kata Kunci : Kulit Bambu, Variasi Kulit, Kuat Lentur, P Maks, Pola Retak
STATIC NONLINEAR PUSHOVER ANALYSIS UNTUK PERFORMANCEBASED DESIGN PADA GEDUNG PASCASARJANA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS GADJAH MADA Fernandes Manurung, Rido Jonatahan; Wibowo, Ari; Budio, Sugeng P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.169 KB)

Abstract

Perencanaan tahan gempa berbasis kinerja (Performance based design) merupakan proses perancangan bangunan baru maupun perkuatan dengan memperhatikan kapasitas struktur. Metode ini menjelaskan perilaku inelastic komponen struktur bangunan. Static nonlinear pushover analysis dapat memenuhi kriteria performance baed design, konsep analisis ini adalah memberikan suatu pola beban lateral statik terhadap bangunan secara bertahap sampai memenuhi target perpindahan lateral yang direncanakan pada suatu titik yang di pusat massa atap. Pemodelan analisis dilakukan dengan mengambil contoh bangunan yang sudah berdiri, yaitu gedung pasca sarjana (gedung S1 dan S2 terpadu) fakultas MIPA UGM. Analisis dilakukan menggunakan prosedur A dan B sesuai dengan ATC 40, beban gempa desain ditentukan bedasarkan SNI 1726-2012. Hasil yang diperoleh dari analisis ini adalah metode A dan metode B menunjukan hasil yang mendekati, prosedur A diperoleh titik kinerja (S;S)= (0,77g; 0,074m), dan prosedur B diperoleh titik kinerja (S;S) =(0,974g;0,059m). Analisis tingkat kinerja struktrur bedasarkan deformasi menunjukan bahwa struktur berada dalam fase Immediate Occupancy. Mekanisme runtuh struktur pada kondisi titik kinerja menunjukan mekanisme strong column weak beam sehingga struktur bangunan tersebut relative aman selama terkena beban gempa direncanakan.. Kata Kunci :performance based design, pushover analysis, performance point, performance level
ANALISIS STRUKTUR BALOK DAN PELAT PADA BANGUNAN MAIN BUILDING A HOLLAND PARK CONDOTEL KOTA BATU DENGAN MENGGUNAKAN METODE HALF SLAB PRECAST Fadhilah, Yasinta Rizka; Hidayat, M. Taufik; Setyowati, Edhi Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.12 KB)

Abstract

Analisis ini dilakukan untuk memberi kontribusi sebagai mahasiswa teknik sipil terhadap masyarakat. Karena dengan adanya beberapa alternatif tentang bagaimana cara membangun sebuah bangunan maka masyarakat juga akan lebih mudah memilih sesuai dengan kondisi tempat proyek. Dalam analisis ini menggunakan metode Half Slab Precast. Pada metode ini terdapat perbedaan dalam pelaksanaan. Metode Half Slab Precast ialah pelat lantai beton bertulang dengan cara separuh precst dan separuhnya lagi dibuat ditempat. didapatkan hasil bahwa dimensi Half Slab yang digunakan berukuran 20 cm x 30 cm, 25 cm x 25 cm, 20 cm x 25 cm, 25 cm x 30 cm. Dengan tulangan lentur pelat arah x dan arah y sebesar   10 – 200 mm.  Begitu pula dengan tulangan susut, di dapat tulangan sebesar   10 – 200 mm. Analisis pelat dan balok diasumsikan sebagai balok T dengan tumpuan jepit.. Kata Kunci: beton precast, half slab precast, analisis balok dan pelat, balok monolit, tulangan lentur, balok T.