cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 90 Documents clear
ANALISIS RISIKO K3 MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIRADC DAN JSA (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN MENARA BNI DI JAKARTA) Zulfa, Irbah Mahdiah; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.212 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri pembangunan proyek kontruksi dalam pembangunannya selalu mengandung risiko. Risiko yang sering terjadi dalam proyek konstruksi adalah kecelakaan kerja. Proyek BNI di Jakarta merupakan bangunan dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi dikarenakan memiliki 30 lantai. Penerapan Sistem Manjemen K3 yang baik, diupayakan untuk dapat meminimalisir kemungkinan risiko tersebut terjadi. Maka dibuat penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan kegiatan yang memiliki kemungkinan risiko, mengetahui tahap pekerjaan berdasarkan variabel risiko tertinggi, mengetahui pengendalian serta penerapan pengendalian terhadap rencana kerja K3. Penelitian dilakukan dengan pendekatan HIRADC untuk mengidentifikasi risiko, memberi penilaian dengan severity index dan risk matriks lalu akan diketahui tingkat risiko, lalu melalui metode JSA akan diidentifikasi lebih lanjut secara spesifik mengenai risiko tersebut. Selanjutnya akan diketahui bagaimana tindakan pengendalian dari hasil wawancara serta penerapan pengendalian dilapangan yang disajikan dalam persentase (%). Hasil dari analisa data diketahui bahwa dari dua pekerjaan utama yang diamati yaitu pekerjaan kolom dan pekerjaan balok pelat, keduanya tergolong kategori dengan risiko tinggi dan terdapat tahap pekerjaan dengan masing-masing variabel risiko tertinggi yaitu 2 variabel ekstrim untuk pekerjaan Kolom dan 3 Variabel ekstrim untuk pekerjaan Balok dan Pelat. Selanjutnya didapat pengendalian yang telah dikelompokkan menjadi 6 kelompok pengendalian serta didapat pula hasil dari penerapan pengendalian yang di sajikan dalam persentase dengan kategori penilaian sangat baik. Kata kunci: Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), HIRADC, Job Safety Analysis (JSA), Tingkat Risiko, Matriks Risiko
ANALISIS PRODUKTIVITAS JUMLAH TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PASANGAN BATA DENGAN METODE WORK STUDY ., Fachreza; Zacoeb, Achfas; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.701 KB)

Abstract

Pekerjaan pasangan bata adalah salah satu pekerjaan pada proyek konstruksi yang mempunyai volume pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang cukup tinggi. Tenaga kerja dan volume pekerjaan yang tinggi tentunya akan memerlukan biaya yang tinggi pula sehingga dengan tingkat produktivitas yang baik akan meminimalkan biaya proyek dan waktu pekerjaan pada tingkat optimal. Objek penelitian adalah rumah tipe 45 dengan luas dinding bata rata – rata 110 m2. Penelitian ini menggunakan metode work study dengan membandingkan kelompok kerja yang telah dibuat dengan aturan SNI 2008 untuk setiap pengerjaan 1 m2 pasangan bata. Pada metode work study langkah awal adalah penggambaran lokasi kerja, penentuan urutan pekerjaan pemasangan bata serta penentuan pergerakan pekerja, bahan, dan alat di lapangan. Sebelum pengambilan data dilakukan terlebih dahulu mengubah layout kerja yang lama dengan yang baru menggunakan method study. Perbaikan layout dibuat sedemikian rupa sehingga waktu dan jarak tempuh pekerja dan material bisa dipersingkat dan lebih produktif. Kelompok kerja yang ditentukan sebanyak 3 kelompok dengan masing-masing kombinasi adalah kelompok 1 dengan 1 tukang 1 pekerja, kelompok 2 dengan 2 tukang 1 pekerja, dan kelompok 3 dengan 2 tukang 2 pekerja. Pengamatan penelitian dilaksanakan dengan total 6 hari pengamatan. Komposisi campuran mortar yang digunakan adalah 1PC:4PP. Analisis penelitian dilakukan terhadap produktivitas dan efisiensi dari masing-masing kelompok kerja yang selanjutnya dibandingkan dengan aturan SNI 2008. Kelompok kerja 2 dengan 2 tukang dan 1 pekerja adalah kelompok kerja paling optimal. Kelompok kerja ini mempunyai nilai produktivitas sebesar 11,61 m2/hari sedangkan produktivitas menurut SNI 2008 sebesar 10 m2/hari. Biaya total yang diperlukan untuk pengerjaan 1 m2 pasangan bata berdasarkan SNI 2008 adalah Rp 89.370,00 sedangkan biaya untuk kelompok kerja 2 adalah Rp 82.310,00. Sehingga dapat terdapat selisih biaya penghematan pada kelompok kerja 2 adalah Rp 6.440,00. Kata kunci : pasangan bata, kelompok kerja, produktivitas, SNI 2008, work study
ANALISIS BIAYA PEKERJAAN DINDING PANEL MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO ( STUDI KASUS : PROYEK RUKO THE BOULEVARD, JAKARTA GARDEN CITY ) Bagasasi, Anggun Restria; Unas, Saifoe El; Kususmaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.249 KB)

Abstract

Setiap pelaksanaan kosntruksi memakan banyak waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit, Begitu juga dalam pelaksanaannya memiliki metode yang berbeda-beda. Khususnya dalam pelaksanaan pekerjaan dinding dimana saat ini terdapat teknologi terbaru untuk menggantikan batu bata sebagai material yang umum digunakan untuk dinding. Panel menggunakan material foam EPS (Expanded Polystyrene) dan kawat baja telah digunakan dalam pembuatan rangka atap, partisi, tangga, plat lantai hingga dinding.Penelitian ini akan menganalisis biaya yang diperlukan untuk memasang 1 m2 dinding panel. Terdapat 4 tipe panel dengan total panel yang diamati sejumlah 28 panel dengan populasi 30 panel yang diamati selama di proyek, yaitu 8 panel tipe A (1,2 m x 3,05 m), 8 panel tipe B (1,2 m x 3,15 m), 8 panel tipe C (1,2 m x 3,05 m), dan 4 panel tipe D (0,9 m x 3,05 m). Perbedaan tipe panel terletak pada dimensi panel yang berbeda-beda. Tipe panel yang digunakan pada proyek adalah panel dengan tebal 10 cm. Analisis dilakukan dengan metode Analisis Harga Satuan Pekerjaan untuk biaya langsungnya dan metode Monte Carlo dan disimulasikan dengan menggunakan software @Risk. Terdapat beberapa poin hasil analisis. Yang pertama, biaya upah untuk setiap pemasangan untuk tipe panel A Rp5.438 /m2, tipe B Rp7.529 /m2, tipe C Rp5.768 /m2, dan tipe D Rp5.275 /m2. Biaya material untuk setiap pemasangan panel tipe A Rp298.221 /m2, tipe B Rp298.119 /m2, tipe C Rp298.583 /m2, dan tipe D Rp298.874 /m2. Maka, total biaya lansgung pemasangan dinding panel tipe A Rp303.659 /m2, tipe B Rp305.648 /m2, tipe C Rp304.353 /m2, dan tipe D Rp304.149 /m2. Sedangkan untuk biaya tak langsung masing-masing tipe panel didapat panel tipe A Rp57.092 /m2, tipe B Rp55.410 /m2, tipe C Rp57.577 /m2, dan tipe D Rp55.512 /m2. Maka, didapat total harga satuan pekerjaan dinding panel untuk panel tipe A Rp360.751 /m2, tipe B Rp361.058 /m2, tipe C Rp361.930 /m2, dan tipe D Rp359.661 /m2. Kata kunci: biaya, panel, produktivitas, dinding, Monte Carlo
ANALISIS BIAYA PEKERJAAN TANGGA PANELMENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO (STUDI KASUS: PROYEK RUKO THE BOULEVARD JAKARTA GARDEN CITY) ., Mala; Kusumaningrum, Rahayu; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.602 KB)

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi turut mempengaruhi ranah konstruksi. Sehingga pada akhirnya muncul material terbarukan yaitu panel. Namun material panel ini belum diatur dalam SNI, sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pemasangan tangga panel, tidak hanya biaya langsung namun juga biaya tidak langsung, yaitu biaya overhead dan kontingensi. Dalam 1 panel tangga terdiri dari lebar 1,075 m, panjang 5,15 m’, dan 15 anak tangga. Panel yang digunakan yaitu dari Mpanel,salah satu produk milik PT Modern Land. Adapun penelitian dilakukan dengan mengamati waktu pengerjaan di lapangan untuk mengetahui produktivitas 1 unit tangga panel menggunakan daily record sheet. Diketahui bahwa efektivitas jam kerja yaitu 40 menit dalam 1 jam. Data-data tersebut dianalisis menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dengan harga satuan yang didapat dari proyek untuk menghasilkan biaya langsung. Sedangkan biaya overhead diambil 15% dari biaya langsung tiap pekerjaan, 15% diambil berdasarkan contoh yang tertera pada Peraturan Menteri PUPR28-2016. Pada biaya kontingensi diambil tingkat resiko sebesar 11% berdasarkan asumsi proyek. Untuk mendapatkan nilai kontingensi menggunakan Monte Carlo maka digunakan software @risk dengan memasukkan data RAB maksimum, most likely, dan minimum dengan harga satuan yang didapat dari wawancara serta nilai iterasi kemudian akan diproses otomatis hingga mendapatkan persentil ke 89%. Setelah biaya langsung, biaya overhead, dan kontingensi diketahui maka didapatkan total biaya yang diperlukan untuk pengerjaan 1 unit tangga panel. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat diketahui biaya langsung untuk upah 1 unit tangga panel yaitu Rp 1.967.866, biaya langsung untuk material 1 unit tangga panel Rp 11.146.913, biaya langsung 1 unit tangga panel Rp 13.114.779, biaya tak langsung yaitu biaya overhead dan kontingensi untuk 1 unit tangga panel Rp 2.939.002, dan harga satuan yaitu total harga langsung dan tak langsung yang diperlukan untuk pekerjaan 1 unit tangga panel adalah Rp 16.053.800,36.
ANALISIS DURASI PEKERJAAN DINDING PANEL BERDASARKAN METODE PERT DAN CCPM (Studi Kasus: Proyek Ruko The Boulevard, Jakarta Garden City) Latuba Farma, Indira Thenisia; Kusumaningrum, Rahayu; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.451 KB)

Abstract

Keberhasilan dalam suatu proyek adalah jika proyek yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan standar sebuah proyek yaitu tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.Hal ini yang mendorong munculnya suatu penggabungan kemajuan teknologi khususnya dalam bidang material bahan bangunan dengan teknologi terbaru untuk mendapatkan hasil pengerjaan yang cepat.Salah satunya adalah material Panel, dengan bahan utama yaitu Expanded Polystyrene System (EPS) dan Wiremesh.Penelitian dilakukan dengan pengamatan secara langsung pekerjaan di lapangandengan mencatat waktu pada masing-masing kegiatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode PERT (Program Evaluation and Review Technique) dan Metode CCPM (Critical Chain Project Management) untuk mendapatkan nilai durasi dan nilai produktivitas.Nilai probabilitas pekerjaan didapatkan dengan menggunakan tabel distribusi nilai Z (normal baku).Dari analisis dan perhitungan didapat durasi yang dibutuhkan pada pekerjaan dinding panel ditinjau dari metode PERT adalah: pemasangan besi stek sampai pemlesteran tahap 1 sebesar 49,513 menit/ panel, persiapan pemlesteran tahap 2 sebesar 18,859 menit/ panel, dan pemlesteran tahap 2 adalah 30,117 menit/ panel. Untuk total durasi dari penjadwalan pekerjaan dinding panel menggunakan metode PERT adalah 6,598 jam/m2 dan total durasi dari penjadwalan pekerjaan dinding panel menggunakan metode CCPM adalah: dengan durasi terealistis (m) sebesar 6,587 jam/m2, dengan durasi terealistis (m) + buffer sebesar 6,634 jam/m2. Hasil nilai produktivitas pekerjaan dinding panel ditinjau dari durasi CCPM adalah 16,508 m2/jam. Probabilitas pekerjaan dinding panel berdasarkan durasi pada metode PERT dan CCPM adalah: dengan durasi terealistis (m) sebesar 75,78%,  dengan durasi terealistis (m) + buffer sebesar 99,98%. Kata Kunci  :Panel, Penjadwalan, Produktivitas, Probabilitas, Metode PERT, Metode CCPM
ANALISIS DURASI PEKERJAAN TANGGA PANEL BERDASARKAN METODE PERT DAN CCPM (Studi Kasus: Proyek Ruko The Boulevard Jakarta Garden City) Oktaviana, Priska Ika; Unas, Saifoe El; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.845 KB)

Abstract

Teknologi dan inovasi di bidang konstruksi saat ini mulai berkembang, salah satunya yaitu dengan menggunakan bahan utama EPS (Extended PolyStrene) dan rangka kawat baja (wiremesh) sebagai pengganti material untuk tangga konvensional.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total durasi pengerjaan tangga panel dengan menggunakan metode PERT dan CCPM beserta produktivitasnya, dan juga untuk mengetahui probabilitas total durasi dari penjadwalan dengan metode CCPM.Data yang digunakan untuk analisis pada penelitian ini diperoleh dengan mengamati secara langsung pekerjaan dilapangan. Pekerjaan yang diamati adalah pekerjaan pemasangan tangga dimulai dari awal pekerjaan yaitu pengukuran elevasi sampai akhir pekerjaan yaitu exposed/plester ACI. Hasil perhitungan dan analisis data didapatkan total durasi untuk pekerjaan tangga panel menggunakan metode PERT selama 11,6398 unit/hari, dan dari perhitungan menggunakan metode CCPM untuk durasi buffer selama 11,9645 unit/hari, sedangkan perhitungan menggunakan metode CCPM untuk durasi normal selama 11,7644 unit/hari. Hasil perhitungan produktivitas pekerjaan tangga panel didapatkan: pekerjaan tahap I sebesar 12,2886 unit/hari, pekerjaan tahap II sebesar 36,4288 unit/hari, dan pekerjaan tahap III sebesar 9,0207 unit/hari. Untuk nilai probabilitas total durasi dari penjadwalan CCPM menggunakan durasi buffer sebesar 99,53%, sedangkan nilai probabilitas total durasi dari dari penjadwalan CCPM menggunakan durasi normal sebesar 83,89%. KataKunci: EPS, panel, tangga, CCPM, PERT, durasi, buffer, produktivitas,probabilitas.  
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN TANAH DI PROYEK TOL NGANJUK - KERTOSONO Ramadhani, Afifah; Hasyim, M. Hamzah; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.118 KB)

Abstract

Produktivitas adalah kemampuan produksi suatu alat berat dengan satuan meter kubik per jam. Pada penelitian ini merupakan penelitian untuk galian tanah yang menggunakan alat berat untuk menggali dan alat berat untuk pengangkutan. Produktivitas alat berat dipengaruhi oleh kapasitas bucket alat berat, kondisi kerja dan waktu siklus. Untuk mendapatkan waktu siklus yaitu didapatkan dari waktu yang di kerjakan alat berat dalam satu siklus. Produktivitas berpengaruh terhadap waktu pengerjaan, jumlah alat yang dibutuhkan dan juga harga sewa alat berat. Pada penelitian ini dilaksanakan di proyek tol Nganjuk – Kertosono. Menggunakan metode deskripsi analisis. Dengan menggunakan alat berat excavator untuk menggali dan dumptruck untuk mengangkut. Tempat pengambilan material tanah terletah di daerah Tarakan, Kediri. Jarak antara tempat pengambilan material dan proyek tol Nganjuk adalah 28,1 km dengan letak pembuangan pada STA 150+100. Kombinasi yang direncanakan yaitu excavator dengan kapasitas bucket 0,5 m3, 0,8 m3, dan 1,3 m3, terhadap dumptruck dengan volume 7 m3, 20 m3, dan 30 m3. Dengan berbedanya volume kapasitas bucket pada masing-masing alat berat maka akan mendapatkan nilai produktivitas yang berbeda, yang berpengaruh pada jumlah alat yang bervariasi. Semakin besar volume kapasitas, semakin sedikit alat berat yang digunakan. Hasil dari penelitian didapatkan nilai harga sewa terendah yaitu dari kombinasi excavator dengan ukuran 1,3 m3 dan dumptruck ukuran 30 m3 dengan jarak quary yang terdekat. Harga sewa yang didapatkan adalah sebesar Rp 94.176.497.598,- dengan waktu pengerjaan selama 311 hari dan jumlah alat berat yang dibutuhkan yaitu excavator sebanyak 3 unit dan dumptruck sebanyak 50 unit. Kata kunci: produktivitas, excavator, dumptruck, harga sewa, optimalisasi
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK TOL PANDAAN-MALANG La Shinta, Annisa Citra; ., Harimurti; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.431 KB)

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan proyek yang digunakan untuk memperlancar transportasi di Pulau Jawa khususnya kota Surabaya dan Malang. Pada proyek ini membutuhkan alat yang dapat membantu dalam pengerjaan pembangunan. Pada pembangunan jalan tol ini, alat berat merupakan solusi. Alat berat yang digunakan yaitu excavator dalam pekerjaan galian material tanah di lokasi quary dandumptruckdalam pekerjaan pengangkutan material tanah. Pada penelitian ini, menggunakan metode deskriptif analitis. Analisa yang dilakukan adalah perhitungan waktu siklus, produktivitas pada tiap kombinasi excavator dan dumptruck yang ada di lapangan maupun teoritis,  perhitungan jumlah alat yang akan digunakan, penjadwalan pekerjaan dalam menyelesaikan pekerjaan dan perhitungan biaya sewa alat berat. Dari analisa tersebut kemudian dipilih kombinasi excavator dan dumptruck yang paling optimal yang dapat digunakan di lapangan. Dari hasil perhitungan pada kombinasi alat berat, alternatif merupakan kombinasi yang paling optimal yaitu dengan menggunakan 7 unit excavator 0,5 m³ dan 36 unit dumptruck 20m³. Total waktu pengerjaan yaitu dalam waktu 338 hari dengan total biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa alat berat sebesar Rp. 86.868.566.462. Kata kunci : Optimalisasi, Alat berat.
EVALUASI SISTEM DRAINASE DI DAERAH SIMO GUNUNG, SIMO MULYO BARAT, SIMO MULYO, DARMO SATELIT, DAN DARMO INDAH YANG BERADA DI SURABAYA BARAT Fitri, Annisaa; Pujiharjo, Alwafi; Suhariyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.734 KB)

Abstract

Salah satu kawasan yang sering terjadi banjir di Surabaya yaitu berada di Surabaya Barat. Penyebab terjadinya banjir pada kawasan ini yaitu karena kurangnya daerah resapan air, terjadi perubahan tata guna lahan dan kurangnya kapasitas tampungan dari saluran drainase khususnya saluran sekundernya. Daerah yang sering terjadi banjir berada di Simo Gunung, Simo Mulyo Barat, Simo Mulyo, Darmo Satelit dan Darmo Indah. Analisis yang dilakukan pada skripsi ini yaitu analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Analisis hidrologi antara lain perhitungan curah hujan wilayah, perhitungan curah hujan rencana dengan metode log pearson III dan perhitungan debit banjir maksimum dengan metode rasional. Adapun analisis hidrolika yang dilakukan antara lain perhitungan kapasitas eksisting saluran sekunder, mengevaluasi saluran sekunder dengan membandingkan debit banjir maksimum dengan kapasitas eksisting saluran sekunder, dan melakukan desain ulang saluran sekunder. Hasil dari evaluasi sistem drainase beberapa saluran sekunder yang masih terjadi banjir antara lain saluran sekunder Darmo Indah ruas 5-2 dengan Qkap. dan Qmaks. masing–masing sebesar 2,49 m3/det dan 9,727 m3/det;Darmo Harapan ruas 4-5 dengan Qkap. dan Qmaks. masing–masing sebesar 2,90 m3/det dan 4,719 m3/det;Darmo Satelit ruas 7-8 dengan Qkap. dan Qmaks. masing–masing sebesar 4,08 m3/det dan 4,891 m3/det;Kupang Jaya ruas 10-11 dengan Qkap. dan Qmaks. masing– masing sebesar 7,52 m3/det dan 9,544 m3/det;Simo Mulyo ruas 14-15 dengan Qkap. dan Qmaks. masing–masing sebesar 9,80 m3/det dan 13,484 m3/det;Simo Gunung ruas 18-19 dengan Qkap. dan Qmaks. sebesar 1,31 m3/det dan 6,766 m3/det. Kapasitas eksisting saluran sekunder tidak mampu untuk menampung debit banjir maksimum kala ulang 10 tahun. Solusi yang digunakan untuk mengatasinya yaitu dengan menambah kapasitas saluran dan dibuat long storage pada saluran Darmo Indah. Kata kunci: Evaluasi, Drainase, Debit, Desain Ulang, Gunungsari.
STUDI PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK DESAUMBULAN KECAMATAN WINONGAN KABUPATEN PASURUAN Heryono, Cahyo Adhi; Wijatmiko, Indradi; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.683 KB)

Abstract

Permasalahan yang banyak ditemukan dalam lingkup keairan adalah kendala kurang maupun belum tercukupinya kebutuhan air bersih. Kondisi yang ada pada Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan sebagaian besar daerahnya mengalami kekeringan dan ketersediaan air bersih masih belum mencukupi.Faktor topografi yang berupa bukit menyebabkan masyarakat masih terkendala dalam pelayanan kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari.Pada penelitian kali ini dilakukan perencanaan penyediaan air bersih untuk Kecamatan Winongan yang meliputi tiga desa yakni Desa Karangtengah, Kedungrejo dan Umbulan. Tahap awal dalam penelitian ini adalah menetukan jumlah kebutuhan air bersih pada daerah pelayanan air bersih dan kemudian dibandingkan dengan debit ketersediaan air untuk mencukupi kebutuhan air tersebut. Untuk penyediaan air bersih pada tugas akhir ini digunakan air pada mata air Umbulan untuk mencukupi kebutuhan air daerah penyediaan air bersih. Dari hasil penelitian ini didapatkan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 451.504 liter/hari sedangkan jumlah debit sumber mata air Umbulan sebesar 168.453.181,4 liter/hari. Dengan demikian maka sumber mata air Umbulan dapat digunakan untuk melayani jumlah kebutuhan air bersih pada tugas akhir ini. Kemudian untuk sistem distribusi air bersih ditempatkan pompa dan reservoir yang sesuai dengan beberapa pertimbangan teknis.Perencanaan penyediaan air bersih dilakukan pembagian daerah pengaliran menjadi 2 wilayah, wilayah pertama merupakan Desa Karangtengah, sedangkan wilayah kedua merupakan Desa kedungrejo dan Desa Umbulan. Pada daerah pengaliran 1 digunakan pompa dengan debit 5 m3/jam dan tampungan reservoir sebesar 40 m3, sedangkan pada daerah pengaliran 2 digunakan pompa dengan debit 10 m3/jam dengan kapasitas reservoir sebesar 40 m3. Kata kunci: mata air Umbulan, sistem penyediaan air bersih, pompa air, reservoir