cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 65 Documents clear
PENGARUH VARIASI RASIO TULANGAN LONGITUDINAL BAMBU PADA KOLOM RETROFIT DENGAN METODE JAKET BETON Nabil Akmal, Ngakan Made; Wibowo, Ari; Remayanti, Christin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.518 KB)

Abstract

Pada suatu struktur konstruksi bangunan, kolom merupakan salah satu dari beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengerjaannya. Ada 4 jenis kolom yang akan diteliti kali ini, yaitu kolom retrofit dengan kode A1 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan rasio tulangan sebesar 1,23, kolom retrofit B1 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 0,5 mm dengan rasio tulangan sebesar 1,23, kolom retrofit C1 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 20 mm dengan rasio tulangan sebesar 2,47 dan kolom retrofit D1 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan rasio tulangan sebesar 2,47. Kolom retrofit akan diuji menggunakan compression test machine dan dipasang dial gauge untuk membantu membaca defleksi pada kolom saat diuji. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom retrofit C1 dengan rasio tulangan 2,47 memiliki nilai kuat tekan 3,05% lebih besar dibandingkan dengan kolom retrofit A1 dengan rasio tulangan 1,23. Untuk nilai kekakuan dan modulus elastisitas, kolom retrofit C1 memiliki nilai 2,22% lebih besar dibandingkan kolom retrofit A1.  Kemudian untuk penelitian kolom retrofit D1 dengan rasio tulangan 2,47memiliki nilai kuat tekan 7,11% lebih besar dibandingkan dengan kolom retrofit B1 dengan rasio tulangan 1,23. Untuk nilai kekakuan dan modulus elastisitas, kolom retrofit B1 memiliki nilai 22,63% lebih besar dibandingkan kolom retrofit D1. Hasil kedua tipe kolom diatas menunjukkan bahwa kolom retrofit D1 yang memiliki rasio tulangan yang lebih besar tidak memberikan efek yang signifikan untuk menambah nilai kekakuan, modulus elastisitas dan peningkatan daktilitas . Kata Kunci : Jaket beton, efektifitas, kuat tekam , kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASI RASIO TULANGAN LONGITUDINAL BAMBU DARI METODE CONCRETE JACKETING PADA KOLOM BETON MENGGUNAKAN SENGKANG BAMBU Pramudito, Faishal; Wijatmiko, Indradi; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.001 KB)

Abstract

Indonesia kerap kali terjadi kegagalan struktur pada bangunan. Karena latar belakangtersebut para civil engineer di Indonesia melakukan riset dan berbagai macam penelitian. Sehingga berkembanglah inovasi perkuatan maupun perbaikan pada struktur-struktur bangunan seperti concrete jacketing, steel bonding plat, carbon fibre reinforced polymer, self healing concrete, melakukan eksternal prestressing dan lain sebagainya. Ada 4  jenis kolom yang akan diteliti kali ini, yaitu kolom retrofit dengan kode A2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan rasio tulangan sebesar 1,23, kolom retrofit B2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 0,5 mm dengan rasio tulangan sebesar 1,23, kolom retrofit C2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 20 mm dengan rasio tulangan sebesar 2,47 dan kolom retrofit D2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan rasio tulangan sebesar 2,47.   Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom retrofit C2 dengan rasio tulangan 2,47 memiliki nilai kuat tekan 11,59% lebih besar dibandingkan dengan kolom retrofit A2 dengan rasio tulangan 1,23. Untuk nilai kekakuan dan modulus elastisitas, kolom retrofit C2 memiliki nilai 30,39% lebih besar dibandingkan kolom retrofit A2. Pada perbaikan kolom asli, kolom retrofit A2 memiliki nilai peningkatan daktilitas yang lebih besar yakni 264,07% dibandingkan dengan kolom retrofit C2 yang mengalamai penurunan sebesar 46,64%. H, kolom retrofit D2 memiliki nilai peningktan daktilitas yang lebih besar yakni 75,47% dibandingkan dengan kolom retrofit B2 yang mengalami peningkatan daktilitas sebesar 6,75% dari kolom asli. Hasil kedua tipe kolom diatas menunjukkan bahwa kolom retrofit D2 yang memiliki rasio tulangan yang lebih besar tidak memberikan efek yang signifikan untuk menambah nilai kekakuan, modulus elastisitas dan peningkatan daktilitas .           Kata Kunci : Jaket beton, efektifitas, kuat tekam , kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASIJUMLAH DAN DIMENSI TULANGAN LONGITUDINAL MATERIAL BAMBU PADA PERBAIKAN KOLOM DENGAN METODE CONCRETE JACKETING Rahmasari, Novita; Wijatmiko, Indradi; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.053 KB)

Abstract

Kolom merupakan elemen utama dari suatu struktur bangunan karena, kolom memiliki peran utama yaitu sebagai elemen yang menyangga beban aksial dari gaya tekan vertikal. Lokasi kritis keruntuhan struktur (collapse) berada pada kolom sehingga, perlu diperhatikan apabila kolom mengalami kerusakan.Keruntuhan pada kolom dapat berupa kerusakan akibat gempa bumi, overloading, tulangan kolom yang sudah luluh, dan beton keropos.Untuk mencegah keruntuhan dan memperbaiki kolom yang rusak maka diperlukan perkuatan dan perbaikan kolom. Pada penelitian ini kolom diretrofit menggunakan metode Concrete Jacketing dan akan dipasangi sengkang dan tulangan longitudinal bermaterial bambu.Berdasarkan hasil penelitian, kolom retrofit dengan  penggunaan tulangan bambu lebih mampu meningkatkan daktilitas, gaya tekan, modulus elastisitas serta kekakuan. Kata Kunci: Jaket beton, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP DAYA DUKUNG PADA TANAH LUNAK DI JALAN TOL GEMPOL - PASURUAN Dianing Putri, Arinda Rahma; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.341 KB)

Abstract

Jalan tol Gempol – Pasuruan merupakan jalan yang menghubungkan daerah Gempol, Sidoarjo dengan Kota Pasuruan. Seperti yang telah diketahui bahwa tanah di daerah tersebut besifat kohesif, sehingga apabila terjadi anomali iklim yang dapat menyebabkan adanya variasi kadar air yang diterima oleh tanah, kondisi tanah menjadi tidak stabil. Perlu dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah untuk mengetahui karakteristik tanah. Dilakukan pengujian Califonia Bearing Ratio (CBR), uji kuat tekan bebas (Unconfied Compression Test), dan uji triaksial (Triaxial Test) untuk mengetahui nilai daya dukung tanah (DDT) dengan variasi kadar air yaitu 20 %, 25 %, 31,25 %, 32 %, 33%, dan 38 %. Hasil dari pengujian CBR adalah semakin besar nilai CBR maka nilai daya dukung tanah bertambah besar. Dari hasil penelitian uji kuat tekan bebas (unconfined compression test) didapatkan semakin besar kadar air nilai qu, dan Cu semakin kecil. Untuk sudut geser (ф) yang diuji dengan uji triaksial (triaxial test) didapatkan semakin besar kadar air sudut geser (ф) semakin kecil. Sedangkan untuk nilai kohesi (c) didapatkan bahwa nilai kohesi (c) terbesar berada pada sekitar daerah OMC. Kata kunci : tanah lunak, variasi kadar air, karakteristik tanah, kuat tekan bebas, triaksial, California Bearing Ratio (CBR), daya dukung tanah.
PERUBAHAN STABILITAS TANAH AKIBAT PENAMBAHAN KAPUR, SEMEN, DAN FLY ASH PADA TANAH LUNAK PROYEK TOL GEMPOL-PASURUAN Darmawan, Wahid; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.513 KB)

Abstract

Jalan tol Gempol - Pasuruan merupakan jalan tol yang menghubungkan daerah Gempol, Sidoarjo dengan Kota Pasuruan. Seperti yang telah diketahui bahwa tanah di daerah tersebut besifat kohesif, sehingga dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi tidak stabil. Perlu dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah untuk mengetahui karakteristik tanah. Dilakukan pengujiankuat tekan bebas (Unconfied Compression Test),uji triaksial (Triaxial Test), dan ujiKonsolidasi (Consolidation Test) untuk mengetahui nilai stabilitas kadar zat additif yang bervariasi, untuk kapur yaitu sebesar 3%; 6%; 9%; 12%; dan 15%, untuk semen sebesar 5%, 8%, 10%, 12%, dan 15%, dan untuk fly ash sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Hasildari penelitian uji kuat tekan bebas (unconfined compression test) didapatkan semakin besar kadar additif nilai qu, dan Cu semakin besar. Untuk sudut geser (ф) yang diuji dengan uji triaksial (triaxial test) didapatkan semakin besar kadar additif maka sudut geser (ф) semakin besar dan grafik nilai kohesi (c) berbanding terbalik terhadap nilai sudut geser (ф). Dari hasil pengujian konsolidasi (consolidation test) adalah semakin besar nilai koefisien konsolidasi maka semakin besar pula nilai penurunan tanah.   Kata kunci: tanah lunak, fly ash, kapur, semen, kuat geser, konsolidasi.