cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 84 Documents clear
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT KALENG TERHADAP MODULUS ELASTISITAS, KEKAKUAN, DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Rama, Rizal; Wijatmiko, Indradi; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah komponen penting dalam penyusun bangunan konstruksi yang memiliki kuat tekan tinggi, tetapi memiliki kuat tarik rendah, sebagai solusi, beton dikombinasikan dengan tulangan baja untuk menahan gaya tarik yang disebut balok beton bertulang.  Namun, saat balok menerima beban melebihi kapasitas tulangan baja, balok dapat mengalami retak yang menyebabkan korosi pada tulangannya.Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memperkuat struktur balok, salah satunya dengan penambahan serat dalam campuran balok.Penelitian ini menggunakan serat kaleng untuk meningkatkan kuat tarik balok, selain itu dapat mengurangi permasalahan sampah yang ada. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi panjang serat kaleng terhadap modulus elastisitas, kekakuan, dan daktilitas balok beton bertulang dengan dimensi (15x20x130) cm. Benda uji yang dibuat menggunakan mutu beton K-250 dengan tulangan utama D10 dan tulangan geser Ø8, serta menggunakan penambahan variasi panjang serat kaleng dengan dimensi (2x40) mm dan (2x80) mm masing – masing dengan fraksi 10% dari volume balok.Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya, pengujian kuat tekan silinder untuk mendapatkan mutu beton dan pengujian kuat tarik lentur balok beton bertulang pada tumpuan sendi-rol dengan jarak 1m dan menggunakan LVDT untuk mendapatkan beban maksimum dan lendutan aktual pada benda uji. Hasil pengujian  menujukkan bahwa modulus elastisitas terbesar terjadi pada penambahan serat 8 cm dengan cara ASTM C469-02 sebesar 21968,106 MPa (naik 38,9%dari balok normal). Kekakuan terbesar dari titik tinjau 1 (first crack) terjadi pada penambahan serat 8 cm sebesar 518,684 kg/mm (naik 17,1% dari balok normal), kekakuan terbesar dari titik tinjau 2 (P=1000kg) terjadi pada penambahan serat 8 cm sebesar 496,946 kg/mm (naik 13,6% dari balok normal). Daktilitas terbesar terjadi pada penambahan serat 8 cm dengan cara daktilitas perpindahan sebesar 1,936 (naik 7,1% dari balok normal). Kata kunci: balok beton bertulang, serat kaleng, modulus elastisitas, kekakuan, daktilitas
PENGARUH VARIASI FRAKSI SERAT KALENG TERHADAP MODULUS ELASTISITAS, KEKAKUAN, DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Rahmantyo, Fiqi; N., Christin Remayanti; B. K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur balok berfungsi untuk memikul beban yang berasal dari pelat kemudian disalurkan ke kolom. Beban-beban yang tersebut akan menghasilkan momen lentur dan gaya geser pada balok. Selain kuat tarik yang lemah, perlu diwaspadai juga terjadinya retakan-retakan pada balok karena akan menyebabkan korosi pada tulangan baja di beton. Hal tersebut dapat memicu kegagalan struktur. Salah satu cara untuk mengatasi kelemahan pada balok tersebut yaitu dengan penambahan serat pada campuran beton. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serat kaleng terhadap modulus elastisitas, kekakuan, dan daktilitas balok beton bertulang. Ukuran serat kaleng yang digunakan adalah 40 x 2 mm. Balok yang digunakan berdimensi 130 x 15 x 20 cm. Mutu beton yang direncanakan sebesar 20,75 MPa. Tulangan utama pada balok yaitu tulangan D10 mm dan untuk tulangan sengkang yaitu tulangan Ø8 mm. Jenis serat  yang digunakan adalah kaleng bekas minuman. Variasi yang digunakan yaitu fraksi sebesar 10% dan 15% dari volume balok beton bertulang. Hasil pengujian modulus elastisitas menunjukkan  bahwa nilai modulus elastisitas maksimum diperoleh dari fraksi 15% dengan nilai sebesar 24571,339 MPa (meningkat 45,392% dari balok normal). Hasil dari pengujian kekakuan juga menunjukkan bahwa nilai kekakuan maksimum diperoleh dari fraksi 15%. Sedangkan hasil pengujian daktilitas tidak menunjukkan adanya hasil yang signifikan pada setiap fraksi serat kaleng. Kata Kunci: balok beton bertulang, serat kaleng, modulus elastisitas, kekakuan, daktilitas  
PENGARUH VARIASI FRAKSI SERAT KALENG TERHADAP KUAT LENTUR, LENDUTAN, DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Hasanti, Yufi Maghfira; N., Christin Remayanti; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material paling umum digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Beton memiliki sifat kuat tekan yang tinggi serta kuat tarik yang rendah. Untuk mengatasi kuat tarik beton seringkali dilakukan pemasangan tulangan baja pada bagian beton yang menahan gaya tarik. Namun seringkali bantuan tulangan baja masih kurang untuk mengatasi lendutan dan retakan yang terjadi. Oleh karena itu, berbagai inovasi telah dilakukan oleh para peneliti salah satunya dengan menambahkan serat pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh serat kaleng terhadap kuat lentur, lendutan, dan pola retak balok beton bertulang. Balok yang digunakan berdimensi 15 x 20 x 130 cm. Mutu beton direncanakan sebesar 20.75 MPa. Jenis serat yang digunakan adalah kaleng bekas minuman dengan panjang 40 mm dan lebar 2 mm serta variasi yang digunakan yaitu fraksi sebesar 10% dan 15% dari volume beton bertulang. Hasil pengujian kuat lentur balok menunjukkan bahwa penambahan serat kaleng pada balok beton bertulang tidak berpengaruh seara signifikan. Hasil pengujian lendutan menunjukkan bahwa balok dengan fraksi 15% menurunkan lendutan dan lebar retak paling optimum. Nilai lendutan untuk 1000 kg dan beban first crack masing-masing sebesar 2.105 kg dan 3.095 kg. Untuk nilai lebar retak senilai 1.52 mm. Hasil pengamatan pola retak menunjukkan bahwa seluruh balok normal maupun penambahan serat kaleng memiliki pola retak lentur geser. Kata Kunci: balok beton bertulang, serat kaleng, kuat lentur, lendutan, pola retak  
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT KALENG TERHADAP KUAT LENTUR, LENDUTAN, DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Amiroh, Habibatul; Wijatmiko, Indradi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Betonmerupakanunsur yang sangatpentingdalamstrukturbangunan. Betonmemilikikuattekan yang tinggi, namunkuattarik yang rendah. Baja tulangandigunakanuntukmenahangayatarik. Apabilabetonbertulangmenahangayatarik yang melebihikapasitasbajatulanganmakaakanmenimbulkanretak, sehinggadilakukanbeberapapenelitianuntukmengatasimasalahtersebut, salah satunyayaitupenambahanseratdalamcampuranbeton. Penelitininimenggunakanseratkalengkarenaselaindapatmeningkatkankuattarikbeton, serat yang digunakandapatmengurangipermasalahanlimbah di Indonesia. Penelitianinibertujuanuntukmenganalisispengaruhseratkalengterhadapkuatlentur, lendutan, dan polaretakbalokbetonbertulang. Balok yang digunakanberdimensi (15 x 20 x 130) cm denganmuturencana 20,75 MPa. Balokmenggunakantulanganutama D-10 mm dan tulangansengkang ø8 mm. Serat yang digunakanyaituseratdarilimbahkalengminumandenganfraksi 10% dari volume beton, lebar 2 mm, dan variasipanjang yang digunakanyaitu 4 cm dan 8 cm. Pengujiandilakukandenganmeletakkanbalok di atasduatumpuansederhana dan satubebanterpusat di tengahbentang. Hasil pengujianbalokmenunjukkanbahwaserat yang paling optimum dalammenaikkankuatlentur dan menurunkannilailendutansertalebarretak pada balokadalahseratvariasipanjang 8 cm. Kuatlenturbalokmeningkatsebesar 8,9% daribalok normal, lendutanbalokmengalamipenurunansebesar 8,1% daribalok normal, dan lebarretakmengalamipenurunansebesar 14,3%. Kata kunci: balokbetonbertulang, seratkaleng, kuatlentur, lendutan, polaretak.
PENGARUH VARIASI PILIN SERAT KALENG TERHADAP MODULUS ELASTISITAS, KEKAKUAN, DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Kireina, Annisa Widia; Wibowo, Ari; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan balok bertulang memanfaatkan sifat beton untuk menahan gaya tekan dan tulangan menahan gaya tarik. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, inovasi di bidang Teknik Sipil pun berkembang salah satunya inovasi penambahan serat kaleng pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan serat kaleng dengan variasi pilin terhadap modulus elastisitas beton, kekakuan, dan daktilitas balok beton bertulang. Benda uji yang digunakan berupa balok berukuran (15 x 20 x 130) cm dengan tulangan utama D10 dan tulangan sengkang Ø8. Serat kaleng yang dicampurkan berdimensi (2 x 40) mm, fraksi 10% volume balok, dengan variasi pilin satu kali dan satu setengah kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat pilin menurunkan beban maksimum yang dapat ditahan oleh balok beton bertulang dan modulus elastisitas beton. Penambahan serat dengan pilin satu kali memberikan hasil kekakuan terbesar sebesar 447,477 kg/mm (naik 15,574% dari balok normal) dan daktilitas terbesar sebesar 2,175 (naik 19,36% dari balok normal). Kata Kunci: balok beton bertulang, serat, modulus elastisitas, kekakuan, daktilitas.
PENGARUH PEMASANGAN BATU ALAM PADA STRUKTUR BATA RINGAN TERHADAP PERILAKU UJI LENTUR Ramadhan, Firmansyah; Susanti, Lilya; Wisnumurti, Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengansemakinmajunyaperkembanganpembangunan  saatini, banyakinfrastruktur yang barudibangunseperti mall, hotel, gedungperusahaanbesar dan gedungbertingkatlainnya. Sehingga, dalampembangunaninfrastrukturperluperencanaan dan perhitungan yang tepat yang melibatkanberbagaidisiplinilmu.  Seorangperencanatidakhanyafokuskepadakekuatansuatustruktur, akantetapi juga mempertimbangkan keamanan dinding pada suatu bangunan dengan memainkan ukuran mortar dalam pemasangan dinding dannilaikeindahan maupun estitika dari bangunan yang akan di bangun, salah satunyadenganmemasangbatualam pada pasanganbataringan. Penelitiandenganjudul “PengaruhPemasanganBatuAlam Pada Struktur Bata RinganTerhadapPrilaku Uji Lentur”, memilikirumusanmasalahbagaimanahasilbending testterhadapbataringan yang dipasangbatualam, bagaimanaperbedaanhasilbending testpada bataringan dan bataringan yang dipasangbatualam, dan apapenyebabdarilepasnyabatualam pada dindingpasanganbataringan. Tujuanpenelitianiniadalah mengevaluasihasilbending testbataringan yang dipasangbatualam, mengevaluasiperilaku uji lentur pada bataringandenganbataringan yang dipasangbatualam, dan mengidentifikasi penyebabdarilepasnyabatualam pada dindingpasanganbataringan. Penelitianinimenggunakanmetodepengumpulan dan pengolahan data. Adapunsumber data-data primer dan sekunderdarihasil uji lab. Data akandiolahdenganmetodeanalisis. Landasanteori yang digunakanadalahteoritentangbataringan, mortar, dan batualam. Berdasarkan Analisa yang dilakukandiperolehkesimpulanbahwakekuatanlentur pada bataringan yang dipasangbatualamdengan mortar 1,5mm ; 3mm ; 6mm menurunsebesardibawah 2% ; 0,3% ; 2% darikekuatanbataringansaja. Dapatdisimpulkanbahwabatualamtidakberpengaruhbesarakantetapibatualamdapatmenyatukanbataringanketikabataringantersebutditekan dan mengalamipecah. Kata kunci :bataringan, mortar, batualam, dan bending test
PENGARUH VARIASI WAKTU PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LUNAK YANG DIPERBAIKI FLY ASH Yandri, Muhammad; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya volume kendaraan mengharuskan adanya pembangungan prasarana transportasi pada keadaan tanah apapun. Dalam melaksanakan pembangunan terkadang mengharuskan kita mendirikannya pada berbagai macam jenis tanah seperti pada proyek jalan tol Gempol-Pasuraun yang memiliki jenis tanah lunak. Tanah lunak memiliki daya dukung yang rendah. Stabilisasi atau perbaikan tanah diperlukan untuk meningkatkan mutu tanah dasar. Pada penilitian ini dilakukan stabilisasi secara kimiawi dengan menambahkan zat aditif berupa fly ash 15% dari berat keseluruhan tanah lalu diberi waktu perawatan (curing) selama 0 hari, 4 hari, 7 hari, 14 hari, dan 228 hari. Hasil pengujian CBR yang didapat menunjukan bahwa kenaikan nilai CBR terus meningkat seiring bertambahnya waktu perawatan (curing). Dari pengujian triaxial didapatkan nilai sudut geser (terus meningkat hingga hari ke-14 lalu mengalami peningkatan di hari ke-28. Sedangkan nilai kohesi (C) terus menurun hingga hari ke-14 lalu mengalami penurunan di hari ke-28. Hasil dari pengujian kuat tekan bebas terus meningkat seiring bertambahnya waktu perawatan dimana nilai Cu terbesar ada pada hari ke-28. Hasil uji konsolidasi menyatakan waktu perawatan dapat mengurangi penurunan serta mempercepat proses tersebut. Kata kunci: Tanah Lunak, Waktu Perawatan, Fly Ash, CBR, Konsolidasi, Kuat Geser Tanah.
PENGARUH BESAR BEBAN TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN TANAH LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN METODE PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN POLA SEGITIGA Anggraeni, Gita Maulina; ., Harimurti; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan adalah salah satu lokasi proyek pembangunan jalan tol ruas Gempol – Pasuruan pada lokasi ini kondisi tanahnya merupakan tanah lempung lunak yang pada umumnya memiliki daya dukung yang rendah. Kondisi tanah dasar yang cukup lunak menyebabkan terjadinya penurunan tanah.hal ini mengharuskan dilakukannya upaya perbaikan tanah lunak agar bisa dijadikan lahan bangunan nantinya. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh besar penurunan dengan metode pemasangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan variasi beban. Perbaikan tanah lunak dilakukan dengan desain PVD menggunakan pola segitiga dan spasi 14 cm. Dari hasil perhitungan tanpa menggunakan PVD dan menggunakan PVD memiliki dampak yang sangat besar terhadap nilai penurunan tanah serta kuat geser tanah (Su). Kata Kunci : Tanah Lunak, Penurunan, Prefabricated Vertical Drain (PVD)
PENGARUH JARAK ANTAR LAPIS GEOGRID DAN JARAK EKSENTRISITAS BEBAN TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Maharani, Kharisma Tria; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak antar lapis geogrid(h) dan jarak eksentrisitas beban (e) terhadap daya dukung tanah pasir dengan Rc 80% pada pondasi persegi panjang. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan pondasi tanpa perkuatan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh variasi jarak eksentrisitas beban (e) dan variasi pengaruh jarak antar lapisan geogrid (h) terhadap daya dukung dan penurunan pada pondasi persegi panjang. Uji model yang dilakukan di laboratorium mengunakan 3 lapis perkuatan geogrid dengan rasio Df/B = 1. Rasio yang digunakan adalah variasi e/B sebesar 0,05; 0,1; 0,15 dan variasi rasio h/B sebesar 0,1; 0,2; 0,3. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari analisis BCR, nilai peningkatan daya dukung tanah pasir yang menghasilkan nilai maksimum terdapat pada jarak antar lapis geogrid (h/B)=0,3 dan jarak eksentrisitas beban (e/B) = 0,15.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, geogrid, variasi jarak eksentrisitas beban, variasi jarak antar lapis geogrid.
PENGARUH VARIASI JUMLAH DAN LUAS LAPISAN GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Charisma, Nuril; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penambahan geogrid untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir serta pengaruhnya terhadap penurunan yang terjadi. Dalam penelitian ini digunakan pondasi persegi panjang 10x12 cm yang akan diuji diatas tanah pasir dengan kepadatan relatif (RC) 80%. Uji pembebanan dilakukan pada tiap model dengan eksentrisitas (e) = 0,1B. Permodelan akan divariasikan terhadap dua variabel yaitu jumlah lapisan geogrid (n) sejumlah 1, 2, 3 dan luas lapisan geogrid (A) dengan ukuran 40x48 cm, 50x60 cm, 60x70 cm. Pengujian dilakukan baik pada pemodelan pondasi persegi panjang tanpa perkuatan maupun dengan perkuatan. Pada awalnya model tanpa perkuatan akan diuji sebagai pembanding, sedangkan model lainnya akan diuji sesuai dengan penambahan geogrid sesuai variasi.  Hasil dari penambahan geogrid baik variasi n maupun A meningkatkan data dukung tanah hingga 69,49%.Variasi yang paling efektif meningkatkan daya dukung terjadi pada model dengan jumlah lapisan geogrid (n) = 3 dan luas lapisan geogrid (A) = 60x72 cm. Dari hasil analisis, didapatkan nilai Bearing Capacity Ratio (BCR) maksimum sebesar 1,695. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban  eksentris, geogrid, variasi jumlah lapisan geogrid, variasi luas lapisan geogrid.