cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 84 Documents clear
JARAK EKSENTRISITAS BEBAN TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN PANJANG PONDASI (L/B) = 1,2 DAN KEDALAMAN PONDASI (DF/B) = 1 Praptawati, Atika; ., Harimurti; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pada tanahhpasir dengan nilai kerapatan relatif yang rendah (pasir lepas) jika diberikan pembebanan di atasnya adalah penurunan yang besar danhdaya dukunghtanah yang rendah. Selain itu, adanya beban eksentris akan mengakibatkan pengurangan (reduksi) dayahdukunghtanah.Pengujian dilakukan pada tanahhpasir Rc 80%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak lapis geogrid teratas(u) dan jarak eksentrisitas beban(e) terhadap dayahdukung tanah pasir pada pondasi persegi panjang. Uji model yang dilakukan di laboratorium mengunakan 3 lapis perkuatan geogrid dengan rasio Df/B = 1. Rasio yang digunakan adalah variasi u/B sebesar 0,2; 0,3; 0,4dan variasi rasio e/B sebesar 0,05; 0,1; 0,15.Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari analisis BCR, nilai peningkatan daya dukunghtanahhpasir yang menghasilkan nilai maksimum terdapat pada jarak lapis geogridhteratas (u/B)=0,2 dan jarak eksentrisitas beban (e/B) = 0,15. Kata kunci:dayahdukung, penurunan, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, geogrid, variasi jarak lapis teratas geogrid, variasi jarak eksentrisitas beban.
PENGARUH LUAS GEOGRID DAN JARAK ANTAR GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Bangalino, Arvi; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang sering dijumpai pada tanah pasir adalah sebagian besar butirannya memiliki ukuran yang seragam. Hal ini menyebabkan adanya rongga-rongga antar partikel pasir, sehingga tanah pasir tersebut memiliki kerapatan relatif yang rendah. Tanah pasir dengan kerapatan yang relatif rendah jika diberikan pembebanan di atasnya akan menyebabkan penurunan yang berlebih dan mengalami keruntuhan geser. Selain itu, momen yang disebabkan oleh beban eksentris dapat mereduksi daya dukung tanah. Oleh karena itu, perlu adanya metode perbaikan pada tanah pasir dengan menggunakan lapisan geogrid.Pengujian ini dilakukan pada tanah pasir dengan RC 80%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh variasi luas geogrid (A) dan jarak antar geogrid (h). Pengujian yang dilakukan di laboratorium menggunakan luas geogrid dengan ukuran 40x48 cm2, 50x60 cm2, 60x70 cm2 dan jarak antar geogrid 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas sebesar 1 cm dan ukuran pondasi yaitu 10x12 cm2. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Dari hasil penelitian ini berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model pondasi yang menghasilkan daya dukung tanah maksimum yaitu pondasi dengan A = 60x70 cm2 dan h = 3 cm.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban eksentris, geogrid, variasi luas geogrid, variasi jarak antar geogrid.
PENGARUH VARIASI PILIN SERAT KALENG TERHADAP KUAT LENTUR, LENDUTAN, DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Ishaq, Muh. Nurul; Wibowo, Ari; Brahmana K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan gedung merupakan hasil pekerjaan kontruksi secara fisik yang menyatukan berbagai komponen struktur sebagai kesatuan untuk mendistribusikan beban dari atas sampai ke bawah. Kekuatan komponen struktur sangat bergantung pada bahan dan dimensi yang akan digunakan. Secara umum, bahan yang paling sering digunakan yaitu beton bertulang. Pada zaman sekarang, inovasi mengenai beton bertulang sudah semakin banyak, terutama penelitian mengenai beton serat. Serat yang digunakan berupa serat kaleng. Penggunaan serat kaleng ini merupakan langkah yang tepat dalam upaya mengurangi sampah.Hal ini membuat peneliti ingin meneliti pengaruh variasi pilin serat kaleng terhadap kuat lentur, lendutan, dan pola retak balok beton bertulang. Penelitian ini memanfaatkan limbah serat kaleng yang telah dipotong dengan ukuran 4 cm dan lebar 2 mm serta dipilin sebanyak 1x dan 1,5x. Fraksi serat kaleng yang digunakan adalah sebesar 10% dari volume balok (15x20x130) cm. Pengujian dilakukan pada balok beton bertulang setelah berumur 28 hari. Perencanaan dan pengujian balok menggunakan beban terpusat di tengah bentang. Pengukuran lendutan menggunakan LVDT yang diletakkan di kedua sisi di tengah bentang balok. Sedangkan pola retak diamati secara visual dan penggunaan Dyno lite untuk mengukur lebar retak balok. Hasil pengujian kuat lentur balok menunjukkan bahwa penambahan serat kaleng pada balok beton bertulang kurang berpengaruh. Hasil pengamatan lendutan dan lebar retak balok menunjukkan bahwa penambahan serat kaleng yang telah dipilin sebanyak 1,5x dapat mengurangi nilai lendutan dan lebar retak. Nilai lendutan dan lebar retak balok serat kaleng yang telah dipilin 1,5x masing-masing berkurang sebesar 10-15 % dari nilai lendutan balok normal dan berkurang 23,85% dari nilai lebar retak balok normal. Hasil pengamatan pola retak menunjukkan bahwa balok normal dan balok dengan penambahan serat kaleng memiliki pola retak geser lentur. Kata kunci :     Balok beton bertulang, serat kaleng, kuat lentur, lendutan, pola retak
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG TERHADAP POLA RETAK BALOK DENGAN VARIASI RASIO TULANGAN Adinda Maharani, Ghea Nabila; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu inovasi dalam penanganan limbah produk pada proses pemisahan antara besi/baja (Ground Granulated Blast Furnace Slag) adalah pemanfaatan limbah tersebut sebagai bahan pengganti semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi semen slag dan rasio tulangan terhadap pola retak dan lebar retak balok beton bertulang. Benda uji yang digunakan berupa balok dengan dimensi 15 x 15 x 100 cm. Komposisi semen slag yang dibandingkan dalam penelitian kali ini adalah 0%, 10%, 40%, dan 70%. Sedangkan variasi rasio tulangan yang dibandingkan adalah rasio tulangan minimum, setengah maksimum, dan maksimum. Terdapat dua mutu beton yang diteliti  yaitu K-350 dan K-275. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pola retak tidak dipengaruhi oleh komposisi semen slag, namun dipengaruhi secara siginifikan oleh rasio tulangan. Secara umum, semakin besar komposisi semen slag, maka semakin kecil lebar retaknya. Berdasarkan analisis varian dua arah (Anova), ditarik kesimpulan bahwa pada mutu K-350 terdapat pengaruh dari variasi komposisi semen slag dan rasio tulangan terhadap lebar retak namun pada mutu K-275 variasi komposisi semen slag dan rasio tulangan tidak memberikan pengaruh. Selain itu pada kedua mutu, tidak ditemukan pengaruh dari interaksi antara variasi komposisi semen slag dan rasio tulangan terhadap lebar retak. Kata Kunci: Semen Slag, Rasio Tulangan, Pola Retak, Lebar Retak.
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK DENGAN SEMEN SLAG DAN FLY ASH Sitanggang, Gilbert; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upayamengurangipencemaranlingkungan yang disebabkanlimbahadalahdenganinovasipemanfaatanlimbah. Inovasipemanfaatanlimbahditerapkandalambidangkonstruksiyaitulimbahproduksampinganpemisahanantarabesi/bajasebagaibahansubstitusi semen dan limbahsisapembakaranbatu bara atau yang seringdisebutdengan fly ash sebagaibahan admixture beton. Untukmemberikankekuatantambahan dan untukmengeleminasikelemahanstrukturbetonmakadiberikantulangan pada beton. Pada penelitianinidibuatbenda uji dengandimensi 15 x 15 x 100 cm denganmenggunakankomposisi semen slag sebagaisubstitusisebesar 0%, 10%, 40%, dan 70%. Sedangkanvariasirasiotulangan yang digunakanyaiturasiotulangan minimum, setengahmaksimum, dan maksimum. Balokbetonbertulang juga menggunakan fly ash sebesar 20% tambahandari total semen yang direncanakan. Terdapatduajenismutu yang direncakanyaitu K-350 dan K-275. Untukcampuranbalok yang menggunakanrasiotulangan minimum dan setengahmaksimumterdapatmasingmasingtigasampel, akantetapiuntukrasiotulanganmaksimumterdapatsatubuahsampel. Sehingga total benda uji sebanyak 56 buah. Pada pengujianbalokdilakukandenganmemberibebanduatitik di tengahbentangdenganjarak yang simetris. Pembebananbalokdilakukansecarabertahapdengan interval 200 kg untukrasiotulangan minimum dan interval 500 kg untukrasiotulangansetengahmaksimum dan maksimumhinggabebantidakdapatdinaikkanlagi dan balokmengalamikeruntuhan. Data yang diperolehdaripengujianlenturuntukdianalisisantara lain beban dan lendutan. Hasil penelitian yang didapatkanadalahsemakinbesarrasiotulanganmemberikanpeningkatanbebanmaksimum yang dapatditahan dan baloksemakinkuatmenahanlendutan. Untukbalokmutubetonrencana (K-350) besarpeningkatanbebanmaksimumdarirasiotulangan minimum (0,58%) kerasiotulangansetengahmaksimum (2,49%) hinggakerasiotulanganmaksimum (4,98%) secaraberturut 41,9% dan 22,05%. Untukbalokmutubetonrencana (K-275) besarpeningkatanbebanmaksimumdarirasiotulangan minimum (0,58%) kerasiotulangansetengahmaksimum (1,94%) hinggakerasiotulanganmaksimum (3,87%) secaraberturut 46,49% dan 12,555%.Sedangkanlendutanmaksimum pada balokterjadimayoritas pada rasiotulangan minimum.Kata kunci: Semen Slag, RasioTulangan, Beban, Lendutan.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR Ramadhani, Muhammad Alfian; Susanti, Lilya; Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada di titik pertemuan antara tiga lempeng bumi yaitu lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia. Oleh karena itu sangat diperlukan bangunan yang aman terhadap gempa yang memberikan beban lateral pada struktur. Untuk menghindari keruntuhan akibat beban lateral gempa tersebut, ditambahkan pengaku (bracing) tipe V yang dipasang secara simetris pada bentang tengah portal.Pada penelitian ini portal yang digunakan terbuat dari beton bertulang yang memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm, dengan ukuran penampang 10 cm x 10 cm untuk seluruh komponen struktur. Tulangan terdiri dari tulangan utama berukuran Ø6 dan tulangan geser berukuran Ø4-150. Variasi eksentrisitas bracing tipe V pada struktur portal ini adalah Kode F bereksentrisitas 0 cm, Kode G bereksentrisitas 15 cm, dan Kode H bereksentrisitas 25 cm. Pengujian beban lateral pada benda uji portal dengan load cell yang dibebani secara berangsur hingga mencapai beban maskimum dan struktur runtuh. Hasil akhir dari penelitian ini adalah momen kapasitas struktur pada struktur portal bracing tipe V. Hasil pengujian yang dilakukan adalah portal kode F,G, dan H mampu menahan beban maksimum sebesar 7000 Kg, 5200 Kg, dan 4400 Kg untuk masing-masing portal. Hasil pengujian lab juga mendapatkan momen kapasitas struktur yaitu portal F memiliki momen kapasitas 4900 Kg.m , portal G memiliki momen kapasitas 3640 Kg.m , dan portal H memiliki momen kapasitas 3080 Kg.m. Maka disimpulkan bahwa portal kode F lebih efektif dan paling besar momen kapasitas struktur nya dibandingkan portal kode G dan H. Kata Kunci : Portal, Beban Lateral, Pengaku, Momen Kapasitas.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE INVERTED V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP POLA RETAK DAN DAKTILITAS STRUKTUR Pribadi, Akbar; W., Ming Narto; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan populasi penduduk yang terus meningkat menjadi salah satu faktor dilaksanakannya pembangunan bangunan tinggi guna memenuhi kebutuhan. Tantangan utama dari konstruksi bangunan tinggi di Indonesia adalah gempa bumi. Salah satu cara efisien struktur untuk memikul beban lateral akibat beban gempa adalah dengan menambahkan pengaku diagonal (bracing) pada strukturnya. Penelitian ini dibuat benda uji portal bracing tipe inverted V dengan jenis yaitu portal dengan bracing konsentris (CBF) dan portal dengan bracing eksentris (EBF). Total benda uji ada 3 buah, dimana benda uji CBF dibuat 1 buah benda uji dan untuk benda uji EBF dibuat 2 buah benda uji dengan eksentrisitas bracing 15 cm dan 25 cm. Benda uji portal memiliki dimensi 110 x 10 x 80 cm yang dibuat dari beton bertulang dengan mutu rencana K-175 (14,5 Mpa). Tulangan utama yang digunakan adalah baja polos ukuran Ø6 mm untuk tulangan utama dan ukuran Ø4 mm untuk tulangan transversal. Pengujian pembebanan benda uji portal dilakukan secara horizontal dengan menggunakan alat load cell berkapasitas 10 ton dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi yang nanti diolah untuk mendapatkan nilai daktilitas struktur portal. Selain itu dari pengujian juga diperoleh penyebaran daerah pola retak dari benda uji portal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji portal dengan bracing konsentris (CBF) yaitu benda uji portal kode K dengan eksentrisitas bracing 0 cm lebih efektif digunakan karena mampu memikul beban lateral paling besar hingga 6,8 ton dan mempunyai nilai daktilitas paling tinggi dibandingkan dengan benda uji portal yang memiliki eksentrisitas pada bracing (EBF). Kapasitas memikul beban yang besar membuat benda uji portal kode K terjadi penyebaran retak paling banyak. Kata Kunci: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Beban Lateral, Daktilitas, Pola Retak.
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN STRUKTUR Waluyo, Ajit Rachmatsyah; Susanti, Lilya; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki tingkat ancaman gempa bumi yang tinggi. Banyak bangunan di Indonesia rusak akibat gempa karena strukturnya tidak memenuhi. Salah satu inovasi untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gempa adalah dengan menambahkan bracing. Pada umumnya bracing terhubung di titik pertemuan antara kolom dan balok, yang disebut sebagai bracing tanpa eksentrisitas (CBF). Namun, sistem bracing CBF terkadang sulit diterapkan pada sebuah struktur. Pemasanganbracing dengan eksentrisitas (EBF) perlu dilakukan. Maka, dari itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas bracing yang memiliki eksentrisitas.Dalam penelitian ini dibuat tiga benda uji portal. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok, kolom, dan bracing satu arah. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm. Bracing pada benda ujiportal pertama tidak memiliki eksentrisitas. Sedangkan, benda uji lainnya diberikan eksentrisitas pada sisi atasnya masing-masing 15 cm, dan 30 cm. Benda uji portal dibuat dengan tulangan utama Ø6 dan sengkang Ø4-150. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan.Hasil penelitian ini diketahui bahwa portal dengan eksentrisitas 15 cm memiliki tegangan maksimum yang hampir sama dengan portal yang non-eksentris, dengan nilai tegangan baja dan beton masing-masing 0,21% dan 0,24% lebih kecil. Regangan maksimum benda uji non-eksentris untuk baja dan beton masing-masing 23,73 x 10-4 dan 4,14 x 10-4. Sedangkan benda uji dengan eksentrisitas 15 cm masing-masing 23,36 x 10-4 dan 10,64 x 10-4. Beban maksimum dari benda uji non-eksentris dan benda uji dengan eksentrisitas 15 cm sama besar, namun untuk benda uji dengan eksentrisitas 30 cm memilki beban maksimum 52,27% lebih kecil dari benda uji non-eksentris Kata Kunci : Portal, Bracing, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Adikasih, Prima; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material tidak ramah lingkungan karena menggunakan agregat kasar alami (NCA). Pengganti NCA agar tidak habis adalah agregat kasar daur ulang (RCA).Hasil pengujian agregat didapatkan mutu NCA lebih unggul daripada RCA. Drainase pada jalan di Indonesia belum berfungsi dengan baik. Sehingga dibutuhkan material baru, yaitu beton porous untuk mengatasinya. Namun, beton porous memiliki kuat tekan yang rendah. Sehingga, pada penelitian ini akan meneliti tentang penambahan glass fiber dan polypropylene fiber, sebesar 0,75% dan 1,5% terhadap berat semen, terhadap kuat tekan beton porous dengan menggunakan RCA sebagai solusi  masalah-masalah di atas. Uji yang dilakukan adalah uji agregat meliputi berat isi, berat jenis, dan penyerapan. Serta void ratio dan permeabilitas. Proporsi volume campuran antara semen dan agregat kasar adalah 1:4 dengan FAS 0,27. Hasil yang didapatkan adalah penggunaan RCA mengurangi kuat tekan daripada NCA dan penambahan glass fiber meningkatkan kuat tekan beton dari 7,841 MPa hingga mencapai 8,382 MPa, serta penambahan polypropylene fiber menambah sifat getas pada beton. Selain itu, pada pengujian void ratio dan permeabilitas didapatkan semakin besar void ratio beton porous maka semakin rendah kuat tekannya dan semakin meningkat permeabilitasnya. Kata kunci : Beton porous, RCA, polypropylene fiber, glass fiber, void ratio, permeabilitas, kuat tekan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR KOMPOSIT GEDUNG JAMBOO HOTEL KABUPATEN TULUNGAGUNG (Alternative Design Study of Composite Structure in Jamboo Hotel Tulungagung Putri Aji, Gumelar Asrining; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di Indonesia maka pembangunan pada saat ini menitikberatkan pada bangunan bertingkat tinggi dikarenakan keterbatasan lahan yang ada di kota-kota besar dan dimaksudkan agar suatu kota mampu menampung konsentrasi penduduk yang padat serta menciptakan sarana dan prasarana bagi penduduk didalamnya. Oleh karena itu dilakukan perencanaan alternatif dengan menggunakan bahan komposit pada bagian baloknya. Balok berupa beton dan baja, sedangkan kolom berupa baja. Konsep perencanaan menggunakan metode LRFD. Agar terjadi aksi komposit antara baja dengan beton, maka digunakan penghubung geser. Sambungan yang digunakan untuk balok-kolom yaitu sambungan las, dan sambungan yang digunakan untuk kolom yaitu sambungan baut. Keuntungan dari pemakaian struktur komposit ini adalah struktur menjadi lebih kaku serta panjang bentang layan untuk balok semakin besar. Kata Kunci : Komposit, Gaya Gempa, LRFD.