cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2017)" : 7 Documents clear
KAJIAN ANALISIS PUSHOVER UNTUK PERFORMANCE BASED DESIGN PADA GEDUNG FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK (FISIP) UNIVERSITAS BRAWIJAYA Sandhi, Reza Dwipa; Wibowo, Ari; SMD, Agoes
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.998 KB)

Abstract

Analisa statis non-linear (pushover analysis) digunakan untuk mengetahui perilaku struktur akibat gempa besar dan merupakan salah satu performance based design dengan konsep memberikan suatu pola beban lateral statik terhadap bangunan secara bertahap sampai memenuhi target perpindahan lateral yang direncanakan. Hasil dari metode ini adalah kurva base shear-roof displacement yang selanjutnya diproses untuk menentukan titik kinerja (performance point) dan tingkat kinerja struktur dengan menggunakan dua prosedur berdasarkan ATC-40 1997 yaitu prosedur A dan prosedur B. Pada analisis ini dilakukan pemodelan dari gedung fakultas ilmu sosial dan politik Universitas Brawijaya, lalu gedung tersebut dianalisis untuk mengetahui simpangan antar lantainya, tingkat kinerja dari bangunan, dan titik performa yang dihasilkan dengan dua macam respon spektrum desain berdasarkan SNI-1726-2002 dan SNI-1726-2012. Analisis dilakukan dengan menggunakan bantuan program SAP2000 v19 dan berdasarkan ketentuan yang ada di ATC 40 1997. Hasil yang diperoleh dari pushover analysis ini untuk prosedur A adalah dimana dihasilkan titik performa (0.315, 0.0602) untuk gempa desain respon spektrum SNI-1726-2002  dan (0.205, 0.0379) gempa desain respon spektrum  SNI-1726-2012. Sedangkan titik performa (performance point) untuk prosedur B dimana dihasilkan titik performa (0.277, 0.08) untuk gempa desain respon spektrum SNI-1726-2002  dan (0.184, 0.053) gempa desain respon spektrum  SNI-1726-2012. Mekanisme runtuh yang terjadi dimulai dari balok terlebih dahulu baru kemudian kolom sehingga bangunan masih relatif aman untuk dihuni (beam sidesway mechanism). Berdasarkan ATC-40 1997 semua hasil analisis baik prosedur A maupun prosedur B dengan dua peraturan berdasarkan SNI 2002 dan 2012 tingkat kinerja struktur adalahImmediate Occupancy. Kata kunci: performance based design, pushover analysis, performance point, performance level, analisis dinamik, respon spektrum desain
KAJIAN ANALISIS PUSHOVER UNTUK PERFORMANCE BASED DESIGN PADA GEDUNG A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KERTOSONO Kadarusman, Rizky Andhika; SMD, Agoes; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.71 KB)

Abstract

Berkurangnya lahan pembangunan yang tersedia di Indonesia menyebabkan meningkatnya jumlah pembangunan gedung bertingkat. Semakin tinggi suatu struktur, semakin rawan struktur tersebut terhadap gaya gempa bumi. Perencanaan bangunan tahan gempa perlu dilakukan untuk meminimalisir pengaruh gaya gempa bumi, salah satu contoh perencanaan bangunan tahan gempa adalah Perencanaan Berbasis Kinerja (Performance Based Design). Salah satu komponen dari Performance Based Design dalam menentukan kapasitas suatu struktur adalah Analisis Statik Non-Linier Pushover. Analisis yang dilakukan ada dua, yaitu Analisis Dinamis Respon Spektrum dan Analisis Statik Non-Linier Pushover. Analisis Dinamis Respon Spektrum menggunakan respon spektrum dari SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012. Analisis ini dilakukan untuk menentukan gaya gempa dasar dan simpangan atap struktur. Analisis Statik Non-Linier Pushover menggunakan Prosedur A dan B sesuai ATC 40 dengan respon spektrum sesuai SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012. Prosedur A dilakukan secara manual dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel, sedangkan Prosedur B menggunakan aplikasi SAP2000. Hasil dari analisis pada Gedung A Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono berupa gaya gempa dasar, simpangan atap, titik performa, serta tingkat layan struktur. Gaya gempa dasar sesuai SNI 2002 sebesar 1841665,3 kg ke arah X dan 1633055,2 kg ke arah Y, untuk SNI 2012 sebesar 1473344 kg ke arah X dan 1306519 kg ke arah Y. Simpangan atap sesuai SNI 2002 sebesar 0,02669 m ke arah X dan 0,02049 m ke arah Y, untuk SNI 2012 sebesar 0,02135 m ke arah X dan 0,01639 m ke arah Y. Titik performa dari Prosedur A dan B mengalami perbedaan, hal ini terjadi karena perbedaan asumsi parameter oleh penulis pada prosedur A dan asumsi parameter oleh aplikasi SAP2000 pada prosedur B. Serta adanya perbedaan nilai-nilai pada respon spektrum menurut SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012.Kata kunci: pushover, perencanaan berbasis kinerja, SAP2000, titik performa, tingkat layan, respon spektrum.
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR BAJA GEDUNG PTIIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG MENGACU PADA SNI 1729:2015 Firdauzy, Firsty Adinda; ., Wisnumurti; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.256 KB)

Abstract

Terkait dengan gedung tinggi yang terdapat di Kota Malang, salah satu contohnya adalah Gedung B Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari 13 lantai gedung dengan ketinggian total 79,52 m sehingga direncanakan pula sebagai bangunan tahan gempa. Dengan keadaan eksisting bahwa balok dan kolom berukuran besar sehingga penggunaan ruang gerak sedikit terbatas, diharapkan dari kelemahan struktur bangunan beton bertulang dapat direncanakan bangunan alternatif guna mendapatkan bangunan yang lebih baik dalam struktur kekuatannya dan sebagai pertimbangan perencanaan gedung bertingkat lainnya.Perencanaan ulang pada Gedung B Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) Universitas Brawijaya Malang ini menggunakan komponen baja pada struktur balok dan kolomnya. Dengan struktur baja ini terdapat banyak kelebihan yaitu berat struktur lebih ringan sekitar 44% dari struktur eksisting beton bertulang, hal ini menguntungkan karena beban gempa yang diterima bangunan akan semakin kecil, berat baja dapat dihemat, penampang yang digunakan dapat semakin kecil, dan kekakuan pelat lantai meningkat. Gedung dirancang mampu tahan gempa menggunakan sistem struktur yaitu sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM) karena terletak di wilayah atau zona gempa 4. Konsep perencanaan dibatasi pada ketentuan LRFD saja, yang menurut RSNI disebut Desain Faktor Beban dan Ketahanan (DFBK). Beban gempa dianalisis dengan metode respon spektrum dengan bantuan aplikasi analisis struktur. Untuk perencanaan balok didapatkan profil WF dengan mutu baja BJ 37 (Fy = 240 MPa) sedangkan untuk perencanaan kolom didapatkan profil King Cross dan profil WF dengan mutu baja BJ 55 (Fy = 410 MPa). Sambungan yang digunakan adalah rekomendasi Metal Building Manufacturers Association (MBMA) dari USA dengan dua tipe yaitu, flush-end-plate dan extended-end-plate dengan perkuatan las dan menggunakan baut A325 (Fnt = 620 MPa dan Fnv = 330 MPa). Kata Kunci: struktur baja, gaya gempa, SRPMM, DFBK
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL KERETA API JENGGALA JURUSAN MOJOKERTO – SIDOARJO Nurdiansyah, Irfan; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.521 KB)

Abstract

On November 24, 2014 PT.KAI (Persero) inaugurated Jenggala train with Mojokerto - Sidoarjo route in order to meet the mobility needs of the areas. To find out the performance of the Jenggala train, it needs to be reviewed in terms of travel time, stop time, time delay, load factor, and cross capacity. It is also necessary to review the service facility for passengers to find out the level of satisfaction on Jenggala train. In this study using survey as a method to get primely data related to operational performance in the form offield survey, and to know customer satisfaction using quisoner with Importance Performance Analysis (IPA) method. The analysis used for the travel time, stop time, and delay time is the 1 tail t-test, load factor using Vukan R Vuchic capacity calculation, route capacity by using scott formula, and customer satisfaction using Importance Performance Analysis (IPA) method. The result of the analysis showed that the average travel time from Mojokerto is 48 minutes at Jenggala 294 and from sidoarjo is 54 minutes at Jenggala 289, the average stop  time from Mojokerto is 3minutes atJenggala 288 and from Sidoarjo is 10 minutes at Jenggala 289, the average of time delay on departure and arrival from Mojokerto is 6 minutes and 5 minutes, while from Sidoarjo is 3 minutes and 3 minutes. The highest Load Factor from Mojokerto is 63.95% and from Sidoarjo is 63,57%. Cross capacity on Mojokerto – Tarik stastion is 56 trains / day and cross capacity at  Sidoarjo – Tulangan is 79 train / day,  with the result of user satisfaction level is 89.34%. Keywords: Railway, Jenggala, Operational Performance, Cross Capacity, IPA
MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA SURABAYA ; Arifin, M. Zainul; Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.012 KB)

Abstract

Sepeda motor kini menjadi moda transportasi yang kian digemari masyarakat Indonesia karena dianggap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari aspek harga, kemampuan bermanuver, dan efisiensi biaya. Namun pertumbuhan sepeda motor diringi dengan pertumbuhan jumlah kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini membahas tentang karakteristik pengendara sepeda motor; karakteristik jalan yang terdiri dari karakteristik geometrik berupa fungsi jalan, lebar jalan,.jumlah lajur, bahu jalan, median, jumlah arah dan karakteristik lalu lintas berupa volume dan kecepatan; serta karakteristik kecelakaan berupa  jumlah dan kondisi korban,.lokasi kejadian, dan jenis kecelakaan. Metode analisis yang digunakan pada  penelitian ini adalah analisis deskriptif frekuensi.dan Generalized Linier Model. Data diperoleh menggunakan survei volume lalu lintas,.survei kecepatan, pengukuran geometrik dan dari.badan-badan pemerintah terkait. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Kota Surabaya pengendara sepeda motor yang sering terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki dan berusia pada rentang 15-25 tahun. Untuk karakteristik geometrik di Kota Surabaya adalah lebar lajur: 7.4 – 28.0, jumlah lajur: 2 – 6, lebar bahu: 0 – 3 m, kecepatan: 19,55 – 55,88 km/jam, volume kendaraan: 1845,83 smp/jam-12594,03 smp/jam. Model prediksi kecelakaan sepeda motor di beberapa  ruas Kota Surabaya yang terbentuk adalah: McA=0,002255ARUS1,030.EXP(.0032 Kecepatan). Kata Kunci : model prediksi, kecelakaan sepeda motor, Generalized Linier Model, Kota Surabaya
KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN PERUMAHAN BUMI KANJURUHAN KABUPATEN MALANG Dabi, Fransiska R; Devia, Yatnanta Padma; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.73 KB)

Abstract

Pertambahan penduduk di Kabupaten Malang harus diikuti dengan sarana dan prasarana yang memadai, khususnya perumahan.Salah satu perumahan yang sedang berkembang adalah perumahan Bumi Kanjuruhan yang mana perumahan ini diutamakan untuk pegawai negeri sipil (PNS). PT Kharisma selaku pengembang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang membangun perumahan Bumi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dimanaperumahan ini perlu dikaji kelayakan secara finansial untuk mengetahui apakah perumahan ini layak dibangun atau tidak. Metode yang digunakan dalam studi kelayakan ini adalah dengan menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR) danPayback Period (PP). Perhitungan kelayakan didasarkan pada 3 alternatif yaitu 100 modal sendiri, 70% modal sendiri dan 30% modal pinjaman, serta 50% modal sendiri dan 50% modal pinjaman. Suku bunga dihitung dengan menggunakan weighted average cost of capital (WACC). Hasil NPV untuk alternatif 1 sebesar Rp 9.000.436.026 alternatif 2 sebesar - Rp 7.610.997.065, dan alternatif 3 sebesar - Rp 8.434.739.436. Alternatif yang layak untuk dijalankan ialah alternatif 1 karena NPVbernilai positif, sedangkan alternatif 2 dan alternatif 3 tidak layak karena NPV bernilai negatif.Batas suku bunga yang ditawarkan sehingga memenuhi kelayakan dengan metode IRR adalah alternatif 1 sebesar 16,36%, alternatif 2 sebesar 1,42%, dan alternatif 3 sebesar 0%. Alternatif yang layak untuk dijalankan ialah alternatif 1 karena suku bunga yang ditawarkan lebih dari faktor diskon, sedangkan alternatif 2 dan alternatif 3 tidak layak karena suku bunga yang ditawarkan kurang dari faktor diskon. Perbandingan nilai yang ditawarkan menurut kelayakan finansial dengan metode BCR adalah alternatif 1 bernilai 1,34, alternatif 2 bernilai 0,72, dan alternatif 3 bernilai 0,32. Alternatif yang layak untuk dijalankan ialah alternatif 1 karenaIRR > 1 sedangkan alternatif 2 dan alternative 3 tidak layak karena IRR < 1. Jangka waktu pengembalian yang diperlukan sehingga pengembang memperoleh keuntungan adalah alternatif 1 berjumlah 4 tahun 5 bulan, alternatif 2 berjumlah 10 tahun 1 bulan, dan alternatif 3 jumlahnya melebihi periode yang ditentukan. Alternatif yang layak untuk dijalankan ialah alternatif 1 karena pengembalian modalnya lebih cepat dari alternatif lainnya.Kata Kunci :benefit cost ratio, finansial, internal rate of return, net present value, payback period, perumahan, studi kelayakan, dan weighted average cost of capital.
STUDI EVALUASI PEMANFAATAN DEBIT SUMBER AIR KALI REMU UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA SORONG Rumatarai, Marthina Hermina; Suharyanto, Agus; Devia, Yatnanta Padma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.952 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup termasuk manusia. Keberadaan air dalam bentuk sumber air dapat berupa mata air, air tanah, air  permukaan (sungai, rawa, danau) yang mana perlu diperhatikan sisi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Untuk sumber air permukaan khususnya sungai umumnya memenuhi syarat kuantitas dan kontinuitas namun perlu penyelidikan lebih lanjut.  Demikian pula hanya dengan kota Sorong, dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan air bersih tentu saja akan semakin meningkat. Untuk itu perlu melihat keberadaan potensi sumber air yang digunakan untuk kebutuhan air bersihnya. Berdasarkan latar belakang diatas, Kota Sorong memerlukan perhitungan kembali kebutuhan air bersih, jumlah penduduk, serta jaringan pipa yang digunakan agar pemenuhan kebutuhan air bersih sesuai dengan potensi yang ada. Kebutuhan air bersih dihitung dari kebutuhan air domestik, kebutuhan air non domestik, kebutuhan harian maksimum dan kebutuhan jam puncak.Untuk memperkirakan jumlah penduduk pada tahun 2026, digunakan data sensus penduduk tahun-tahun sebelumnya yaitu data penduduk tahun 2009-2013.Selanjutnya, perhitungan proyeksi penduduk dihitung dengan tiga metode yaitu metode geometrik, metode aritmatik, metode least square, kemudian dipilih salah satu yang mendekati bentuk kurva dari data penduduk Kota Sorong. Perhitungan debit andalan dimaksudkan untuk menentukan besarnya debit yang tersedia untuk kebutuhan penyedia air bersih sepanjang tahun dengan resiko kegagalan yang telah diperhitungkan. Debit andalan ini akan dibandingkan dengan kebutuhan air bersih, apakah bisa mencukupi atau tidak. Selanjutnya dilakukan perencanaan jaringan distribusi air bersih Kota Sorong dengan bantuan program Epanet 2.0. Hasil penelitian jumlah penduduk Kota Sorong sampai dengan tahun 2026 sebesar 138.950 jiwa sedangkan debit kebutuhan air bersih jaringan pipa distribusi untuk Kota Sorong domestik = 159,29 L/det, kebutuhan non domestik = 23,74 L/det, kebutuhan harian rata-rata = 218,38L/det, kebutuhan harian maksimum = 251,137L/det, kebutuhan pada jam puncak = 262,056L/det. Besarnya potensi sumber air baku untuk pemenuhan kebutuhan air bersih berkisar 251 L/det-310 L/det atau 21.686,4 m³/hari – 26.784 m³/hari sedangkan untuk total kebutuhan air bersih setelah dilakukan proyeksi hingga tahun 2026 adalah 22.641,64 m³/hari atau 262,056L/det.Untuk memenuhi kebutuhan air tahun 2026 diperlukan penggantian pipa yakni pipa 3, pipa 5, pipa 6, pipa 7, pipa 8, pipa 9, pipa 11, pipa 12, pipa 14, dan pipa 15 dimana kondisi eksisting diameter pipa antara 25 mm – 300 mm menjadi 100 mm – 300 mm. Kecepatan pengaliran jaringan pipa umumnya memenuhi syarat yaitu 0,2 – 2 m/det, serta headloss yang memenuhi kriteria yaitu maksimal 10 m/km. Kata kunci :Air Bersih, Epanet, Jaringan Pipa

Page 1 of 1 | Total Record : 7