cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2018)" : 36 Documents clear
ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK GEDUNG BALAI NIKAH DAN MANASIK HAJI KECAMATAN SIJUNJUNG, KABUPATEN SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT Miftha, M. Faridhol; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.84 KB)

Abstract

Earned Value adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja proyek.Kinerja yang dianalisis adalah kinerja waktu dan kinerja biaya proyek.Selain itu dengan Earned Valuejuga dapat digunakan untuk melakukan prediksi biaya proyek keseluruhan, biaya untuk pekerjaan sisa, prediksi waktu keseluruhan, prediksi waktu tersisa, dan pedoman pengerjaan proyek kedepannya.Kinerja biaya dan waktu tersebut diperoleh dengan menganalisis data-data yang dijadikan indikator dalam perhitungan seperti pengeluaran aktual, laporan mingguan dan sebagainya.Proyek pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji adalah proyek pembangunan yang ditujukan untuk memnuhi kebutuhan masyarakat. Proyek ini bernilai Rp 777.995.000,- . Dalam pelaksanaannya proyek mengalami perbedaan dari perencanaan ditinjau dari segi biaya dan waktu.Oleh karena itu, untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu, sehingga dilakukan analisis dengan menggunakan metode Earne Value pada proyek ini. Kata-kata Kunci: earned value, eavaluasi proyek, kinerja biaya, kinerja waktu, forecasting proyek
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI RAKIT DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS BRAWIJAYA Ratri, Lola Kumala; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.605 KB)

Abstract

Pondasi merupakan bagian terbawah dari suatu bangunan yang berfungsi meneruskan beban-beban diatasnya, beban-beban yang diterima maupun di dekat permukaan tanah ke tanah di bawahnya. Gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya (RSGM UB) merupakan salah satu infrastruktur yang akan dibangun di Universitas Brawijaya, Malang. RSGM UB direncanakan menggunakan pondasi dalam berupa pondasi tiang bor. Pada studi ini dilakukan perencanaan ulang pondasi pada RSGM UB menggunakan pondasi dangkal berupa pondasi rakit. Hasil studi dan analisis menunjukkan bahwa pondasi rakit tidak ada permasalahan pada daya dukung, daya dukung ijin netto yang didapat berdasarkan uji lapangan dengan metode Hansen menghasilkan nilai daya dukung ijin 14012.54 kg/m². Tegangan netto pondasi rakit akibat beban gravitasi adalah sebesar 5611.79 kg/m², sehingga masih di bawah nilai kapasitas dukung ijin tanah. Dengan demikian tanah aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung. Namun pada analisis penurunan hasil yang ditunjukkan lumayan besar, yaitu mencapai 14 cm. Nilai penurunan tersebut tergolong besar namun normal terjadi karena beban struktur gedung dan pondasi rakit yang besar. Analisis biaya konstruksi menunjukkan bahwa pondasi tiang bor lebih ekonomis sejumlah Rp. 5.77.2.733.207,27 dibandingkan pondasi rakit yang memerlukan sejumlah Rp. 6.819.519.605,14. Analisis ini dapat disimpulkan bila memperhatikan aspek fungsional maka pemakaian pondasi tiang bor pada RSGM UB lebih dianjurkan karena biayanya yang lebih murah.   Kata Kunci: Pondasi rakit, pondasi tiang bor, daya dukung, penurunan, biaya konstruksi
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS BRAWIJAYA ., Mayangsari; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.616 KB)

Abstract

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya (RSGM UB) merupakan salah satu gedung infrastruktur penunjang pendidikan yang berada di Universitas Brawijaya, kota Malang. Konstruksi RSGM UB ini direncanakan menggunakan, pondasi tiang bor. Pada studi ini direncanakan ulang menggunakan pondasi tiang pancang.Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui perencanaan tiang pancang, mendapatkan pondasi yang lebih efisien dan ekonomis diantara pondasi tiang pancang dan tiang bor, dengan cara membandingkan biaya yang dibutuhkan, serta pondasi manakah yang lebih cepat proses penyelesaiannya. Dari hasil perhitungan perencanaan pondasi tiang pancang menggunakan data yang di dapat dari test laboratorium dengan parameter tanah: f, c, dan g pada kondisi tak terdrainase, didapatkan daya dukung ijin sebesar 742.28 kN. Daya dukung ijin dari hasil data lapangan menggunakan pengujian SPT didapatkan sebesar 609.816 kN.Biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan pondasi tiang pancang adalah Rp 4.750.140.000 dengan jumlah tiang pancang 330 buah.Sedangkan pada tiang bor biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 6.350.000.000 dengan jumlah tiang bor 157 buah.Selisih harga antara kedua pondasi tersebut adalah Rp 1.599.860.000. Hasil tersebut menunjukkan dari segi biaya tiang pancang lebih efisien dan ekonomis dibandingkan tiang bor. Akan tetapi, jika ditinjau pada aspek pelaksanaan tiang bor lebih cepat penyelesaiaanya dibanding tiang pancang yang proses pekerjaannya hanya dapat dilakukan pada malam hari. Katakunci : Pondasi tiang pancang, daya dukung, biaya konstruksi
DAMPAK RENCANA AKSES JALAN TOL PANDAAN-MALANG TERHADAP JALAN ASRIKATON, AMPELDENTO, SEKARPURO DAN KI AGENG GRIBIG Maulana Rizky Akbar, Moch. Ilham Dwiyulianto; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.86 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota terpadat kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Padatnya jumlah penduduk di Kota Malang tidak diiringi dengan sarana prasarana yang memadai.Sarana dan prasarana sendiri memiliki peran penting dalam meningkatkan aspek ekonomi, sosial, budaya dan menghubungkan antar wilayah. Selain itu, sarana  prasarana juga berperan meningkatkan jaringan transportasi, komunikasi, dan informatika. Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus melaksanakan Pembangunan Nasional. Salah satu fokus pada saat ini adalah pembangunan Jalan Tol.Diantaranya adalah pembangunan Jalan Tol untuk menghubungkan Kota Malang dengan Kota Surabaya yaitu Jalan Tol Pandaan-Malang. Dengan adanya akses Jalan Tol Pandaan-Malang akan merubah status beberapa ruas jalan yang berada di Kota Malang yang bermula berstatus jalan kota akan berubah menjadi jalan Provinsi atau jalan Nasional.Pengumpulan data dilakukan dengan dua metode yaitu dengan metode traffic counting di ruas jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro dan Ki Ageng Gribig selain pada ruas traffic counting juga dilakukan pada simpang Abdul Rachman Saleh, Ampeldento, Wisnuwardhana dan Madyopuro. Metode ke dua yang dilakukan adalah metode wawancara langsung pada pada pengguna jalan khususnya kendaraan berat. Survai traffic counting dilakukan pada hari sabtu sore pukul 14.30-16.30 dan senin pagi pukul 06.00-09.00.Dari hasil analisis didapat bahwa kinerja ruas dan simpang eksisting di daerah studi buruk dan memiliki waktu tunda yang berlebihan sehingga disarankan dilakukan perbaikan geometri dan manajemen lalu lintas kembali. Seperti pada simpang Madyopuro memiliki LOS F yang memiliki DS sebesar 1.842 dan tundaa >45 detik/smp Untuk itu direkomendasikan melakukan perbaikan berupa pelebaran jalan dan merubah fase lalu lintas sehingga merubah nilai LOS menjadi C, DS menjadi 0.79 dan tundaan menjadi 24.21 detik/smp Kata kunci : Derajat Kejenuhan, Tundaan, Jalan Tol Pandaan-Malang, kota Malang
DAMPAK PERUBAHAN STATUS JALAN L.A SUCIPTO-JALAN RAYA BUGIS DARI JALAN KOTA MENJADI JALAN NASIONAL Cibro, Lolo Karina; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.656 KB)

Abstract

Perkembangan infrastruktur di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Dapat kita lihat dengan banyaknya proyek pembangunan infrastruktur di segala bidang termasuk bidang transportasi dibangun oleh pemerintah, swasta dan lain-lainPemerintah Indonesia hingga saat ini terus melaksanakan Pembangunan Nasional dengan salah satu fokus adalah pada penyediaan jaringan transportasi, yaitu pembangunan Jalan Tol. Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Gempol–Pandaan yang direncanakan memiliki panjang 37,6 km dan melintasi tiga wilayah, yakni Pasuruan, Kota Malang dan Kabupaten Malang Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang mengakibatkan perubahan jalur yang dilalui truk. Perubahan jalur ini yang akan mengaibatkan perubahan beban lalu lintas terhadap ruas jalan L.A Sucipto- Jalan Raya Wendit Barat- Jalan Raya Bugis dan memberikan dampak pada tingkat pelayanan lalu lintas. Bertambahnya volume lalu lintas dapat menyebabkan kemacetan, tundaan dan lain sebagainya, sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar dan khususnya pengguna jalan. Untuk itu, diperlukan Analisis Dampak perubahan status jalan dalam rangka meninjau pengaruh pergerakan lalu lintas baru terhadap sistem jaringan jalan yang sudah ada dan setelah adanya pergerakan baru akibat pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang. Kinerja jaringan jalan yang ditinjau setelah beroperasinya jalan tol Pandaan-Malang memiliki nilai derajat kejenuhan diatas 0.75 dan memiliki tingkat pelayanan ≥ C. untuk Ruas Jalan L.A Sucipto memiliki nilai DS= 0.9474, LoS= D dan Ruas Jalan Raya Bugis  memiliki nilai DS sebesar 1.0997, LoS=E. Simpang tidak bersinyal yang ditinjau mengalami perubahan kinerja. Nilai derajat kejenuhan  pertigaan jalan Simpang L.A Sucipto meningkat menjadi 0.966 dengan tundaan sebesar 17.64 det/smp , Simpang Industri Wendit Barat mmiliki nilai DS=0.86 dengan tundaan sebesar 14.63 det/smp, serta Simpang Saptorenggo memiliki nilai DS =2.258 dengan tundaan sebesar -3.20 det/smp sehingga tingkat pelayanan uang dimiliki oleh masing-masing simpang tidak bersinyal adalah C,C dan F Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan antara lain mengubah simpang tidak bersinyal menjadi besinyal dengan tiga fase pergerakan , melakukan perbaikan geometri pada badan jalan dan masing masing kaki simpang yang ditinjau, serta melakukan pengaturan ulang waktu siklus pada simpang bersinyal. Perhitungan kinerja jaringan jalan yang ditinjau serta perbaikan berdasarkan Pendoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI).   Kata kunci: Lalu lintas, Tol Pandaan-Malang, Derajat kejenuhan, Tingkat Pelayanan
APLIKASI METODE TIME COST TRADE OFF UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN PROYEK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG PENGAIRAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Laksana, Bayu Indra; Wijatmiko, Indradi; Hasyim, M Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.236 KB)

Abstract

Pada=mas= pelaksanoan=proyek=konstruksi9seringterjadi ketidak sesuaien=antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan.pertambahan waktu pelaksanaan dan.pembengkakan3biaya pelaksanaaan. Keterlambatanodapat diatasi=dengan=melakuka” percepatan=dapat ditarik kesimpulan sebagai Pada bab iki akan dijelasken mengenai studi kasus pada proyek pembangunen gedung Pengairan Universitas Brawijaya=faktor=pembiayaan=sehingga=hasi= yang diharapkan=yaitu biaya]minimum tanpa mengabaikanmutusesuai standar yang+diinginkan. Alternatif yang dapat digunakanadalah penambahan=jamkerja dan=penambahan\”tenagakerja. Penulis akan dilakukan analisis skenario percepatan penyelesaian proyek dengan membandingkan penambahan jamkerja}sebanyak}(cara pertama) dan penambahan”:tenaga kerja (cara kedua). Metode analisis yang akan digunakan ialah metodu pertukeran waktu=dan.biaya (time cost trade off). Tujuan[dari metodef.ini adalah mempercepat=wakto pelaksanean+proyekl;dan=menganalisisdvepengaruh=waktu=dapat=dipersingka=dengan=penambahan=biaya=sehinggajndapat=diketahu=juhpercepatanan=Lpaling=maksimumKdan+biaya yangfgpaling:minimum. Perhitunganddimulai3dengan mencarilintasan kritis dad kemudias dilakukon crashing+untuk.mendapatkan=cost=slope. Selanjutnyaoipenekanksjhdurasidcshdimulaisdcdaridcsdaktivitas yangmemilikidcwcostscdsslopesdcterendah. Darishasilsdcanalisis didapatdbahwasdcpercepatan=yang menghasilkanrtotalmcosL minimum (belum termasuk tidak langsung) untukgf proyekf Pembangunab Gedungt Pengairang adalaho dengano menggunakann penambahen tenaga kerjo, dengane totaol costa dan totalu durasio menjade Rp. 17.790.067.877 menjade 224 hr didapate efisiensi waktu proyek dari keterlambatann sebonyak 19 hary (9,07%). Kata kunci :percepatan proyeg, time cost trade off, lintason kritis, cost slop, penambahen jam kerjo, penambahen tenago kerjahs. Kata Kunci: Time cost trade off percepatan pembangunan proyek, efisiensi.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN TERMINAL BUS ARJOSARI DI KOTA MALANG ; Wicaksono, Achmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.639 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan kota Malang yang semakin pesat, maka aktifitas manusia semakin beragam dan meningkat terutama di terminal. Namun di terminal Arjosari ini justru merupakan permasalahan utama, seperti ketidakjelasan arah menyebabkan para calon penumpang merasa kebingungan untuk menuju tempat yang akan dituju, penumpang yang naik dan turun di dalam terminal lebih memilih naik dan turun di luar terminal karena waktu tunggu di dalam terminal yang cukup lama. Penelitian ini menggunakan metode survai lapangan, dengan melakukan pengamatan secara langsung di Terminal Arjosari pada hari Jum’at, Sabtu, Minggu, Senin pada jam (06:00-11:00) sesi pagi dan untuk siang jam (12:00-18:00) serta dengan jumlah responden 390 untuk penyebaran kuisioner. Pengamatan langsung dilakukan dengan pencatatan data waktu kedatangan bus, plat nomor, jurusan, waktu parkir, waktu keberangkatan dan kuisioner serta dilakukan wawancara. Metode analisisa penelitian ini menggunakan : (a) Analisis Antrian, (b) Analisis Kapasitas Parkir, (c) Analisis Waktu Layan, (d) Analisis IPA, (e) Analisis SWOT. Dari hasilanalisis antrian di Terminal Arjosari, jumlah kedatangan bus terbesar terjadi pada hari Jum’at pagi (06:00-11:00) dimana nilai λ = 0,3996 bus/menit, lebih tinggi dari waktu lainnya dan belum terjadi tingkat antrian yang jenuh karena nilai ρ < 1. Konfigurasi parkir yang digunakan pada areal parkir tersebut adalah parkir sejajar. Dari hasil perhitungan kapasitas kedua areal parkir tersebut menghasilkan kapasitas sebesar 43 bus. Dari hasil perhitungan fluktuasi dan akumulasi parkir dengan interval 1 jam didapat fluktuasi maksimum di keempat hari survei terjadi pada hari Jum’at pagi (10:00-11:00) dengan volume 31 bus. Pada layanan keberangkatan, waktu layan rata-rata bus sangat bervariasi. Nilai waktu layan rata-rata terlama terjadi pada hari Senin siang antara 5 menit sampai dengan 30 menit. Dari 12 atribut pada analisis IPA terdapat 2 atribut yang masuk dalam kuadran I, dimana kedua atribut tersebut adalah (1) Lajur pejalan kaki, (2) Jalur kedatangan dan keberangkatan. Untuk menentukan strategi yang digunakan terkait permasalahan di Terminal Arjosari dilakukan analisis SWOT   Kata Kunci : Terminal, Antrian, Areal Kedatangan, Areal Parkir, Areal Keberangkatan, Importance Performance Analysis (IPA), Analisis SWOT.  
KAJIAN DAMPAK LALU LINTAS TERHADAP BANDARA SAMARINDA BARU Nugraha, Aviantara Wahyu; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.398 KB)

Abstract

Pembangunan Bandara Samarinda Baru menimbulkan dampak diberbagai elemen yang terkait dalam sistem transportasi baik sarana maupun prasarana beserta yang terkait di dalamnya seperti daya manusia, geografi, demografi dan lain-lain. Dari Skripsi ini dapat diketahui bahwa kinerja lalu lintas pada persimpangan eksisting, mengetahui perbedaan kinerja lalu lintas pada persimpangan eksisting dan saat beroperasi Bandara Samarinda Baru, menentukan bentuk peningkatan/perbaikan yang diperlukan untuk mengakomodasikan perubahan yang terjadi akibat beroperasinya Bandara Samarinda Baru. Pengambilan data primer didapatkan melalui survei geometrik di Simpang Empat Desa Budaya Pampang, Simpang Tiga Bandara Samarinda Baru, dan Simpang Empat Muara Badak dengan menggunakan roll meter. Survei Pencacahan Lalu Lintas Persimpangan dilakukan untuk mendapatkan data volume gerakan membelok, distribusi gerakan lalu lintas, dan volume jam perencanaan. Survei dilakukan 7 hari 24 jam untuk ketiga simpang, data diambil per 10 menit, dalam perhitungan nanti akan dipilih satu kondisi lalu lintas yaitu pada saat kondisi puncak. Dari satu jam perhitungan akan didapat data volume lalu lintas 10 menitan dan jumlah volume lalu lintas selama satu jam. Dalam perhitungan di skripsi ini menggunakan metode MKJI. Tundaan simpang eksisting di Simpang Empat Desa Budaya adalah 0,81; Simpang Tiga Bandara Samarinda Baru adalah 0,36; dan Simpang Empat Muara Badak adalah 0,35. Keadaan ini belum terpengaruh akibat pertambahan penumpang dari Bandara Samarinda Baru karena masih proses pembangunan. Akibat pertumbuhan penumpang dan penduduk untuk mendukung kenyamanan direkomendasikan perbaikan dengan simpang bersinyal. Pada masa operasional Simpang Tiga Bandara Samarinda Baru menghasilkan derajat kejenuhan 1,2 dan 0,72 setelah penggantian tipe simpang bersinyal. Di Simpang Empat Desa Budaya Pampang dari 1,70 menjadi 0,64. Dan Simpang Empat Muara Badak tidak mengalami perubahan karena tingkat pelayanan masih 0,73 (tidak lebih dari D).   Kata kunci : MKJIs, LHRT, ANDALALIN, Kapasitas, Bandara Samarinda Baru
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL DAN TARIF KERETA API DHOHO (SURABAYA – BLITAR) ; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.196 KB)

Abstract

Besarnya kebutuhan dan kegiatan perekonomian masyarakat dari Kota Surabaya menuju Kota Blitar membutuhkan moda transportasi yang murah, aman dan nyaman. PT. Kereta Api Indonesia meyediakan rangkaian kereta api Dhoho yang melayani rute Surabaya-Blitar dibawah pengawasan DAOP XIII Surabaya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk (1)Mengetahui kesesuaian kinerja operasional kereta api Dhoho secara aktual dan terjadwal. (2) Mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan kereta api Dhoho dengan kepuasan penumpang. (3) Mengetahui tingkat kesesuain tarif kereta api Dhoho yang berlaku dengan tingkat kemampuan membayar penumpang. Oleh kerena itu diperlukan kajian terhadap kereta Api Dhoho dalam penyelenggarannya demi memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna setianya. Pada kajian kinerja operasional yang meninjau analisis waktu (waktu tempuh antar stasiun, waktu henti antar stasiun, waktu tempuh total perjalanan, waktu tunda kedatangan dan keberangkatan) mengunakan metode statistik dengan uji 1 tail T-test dari stasiun Surabaya-Blitar menggunakan perhitungan rumus matematis. Data untuk kinerja operasional (waktu) didapatkan dari pengamatan secara langsung di lapangan maupun dari instansi terkait penelitian ini. Untuk analisis kinerja pelayanan dan analisis kesesuaian tarif dari kereta api Dhoho dilakukan terhadap 400 responden dewasa yang semuanya merupakan penumpang kereta api Dhoho. Data diperoleh dengan teknik survei dan wawancara secara langsung terhadap responden. Metode yang digunakan untuk kinerja pelayanan adalah ImportancePerformance Analysis sedangkan kajian tingkat kesesuaian tarif menggunakan metode Abillity To Pay (ATP) untuk tingkat kemampuan membayar dari responden dan Willingness To Pay (WTP)untuk tingkat kemauan membayar responden. Penelitian yang dilakukan dari bulan Mei – Juni 2018 didapatkan hasil yang menjawab tujuan dari adanya penelitian ini. (1)Hasil analisis kinerja operasional yang meninjau waktu tempuh antar stasiun, waktu henti antar stasiun dan waktu tempuh total perjalanan menggunakan uji hipotesis 1 tail T-test dengan hipotesis awal (Ho) yang menyatakan “Waktu aktual perjalanan kereta api Dhoho lebih kecil atau sama dengan waktu perjalanan terjadwal”dan didapatkan hasil Ho diterima karena nilai thitung< ttabel. Untuk analisis waktu tunda kedatangan dan keberangkatan hanya menjelaskan selisih waktu tunda kedatangan dan keberangkatan dari masing-masing stasiun dengan analisis deskriptif. (2) Dari hasil analisis kinerja pelayanan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) didapatkan nilai tingkat kesesuaian antara tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan sebesar 91,7% dan didapatkan 4 atribut yang masuk dalam kuadran I yang menjadi prioritas utama untuk mendapatkan perbaikan dan peningkatan. Keempat atribut yang masuk kuadran I yaitu ketersediaan CCTV di setiap gerbong, perbaikan pada AC/ventilasi/kipas angin, informasi terkait stasiun yang akan disinggahi/dilewati secara beruntun, dan informasi gangguan perjalanan Kereta Api. (3)Hasil analisis kesesuaian tarif dengan menggunakan metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) didapatkan rata-rata ATP sebesar Rp.7.000,00 dan rata-rata WTP didapatkan Rp.12.340.00 sedangkan tarif yang berlaku adalah Rp.15.000,00. Dari evaluasi tarif didapatkan persamaan regresi berdasarkan penghasilan keluarga dan rata-rata ATP yaitu Y=0.0197X + 41676 dengan nilai R2 = 0,707. Jika variabel X dimasukkan dengan nilai rata-rata penghasilan keluarga sebesar Rp.5.110733,00, maka didapat nilai ATP sebesar Rp.12.770,00. Selanjutnya dilakukan analisis tarif ideal berdasarkan ATP dan WTP pada kelas ekonomi dan didapatkan hasil sebesar Rp.13.380. Kata kunci : kinerja operasional, kinerja pelayanan, tarif, IPA, ATP, WTP, kereta api Dhoho
OPTIMALISASI PEMILIHAN ALAT ANGKUT (HAULER) PENAMBANGAN BATUBARA PADA DAERAH KALIMANTAN Wijaya, Theo Mahendra; Hasyim, M. Hamzah; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.017 KB)

Abstract

Di industri batubara ada beberapa kegiatan utama yang menyumbang biaya overburden penambangan terbesar, karena itu perlu untuk evaluasi pekerjaan. Pekerjaan galian tanah yang menggunakan excavator, dan untuk pekerjaan pengangkutan tanah menggunakan dumptruck. Alat berat pada proyek ini digunakan untuk memudahkan dan mempercepat pekerjaan. Namun jika pemilihan kombinasi alat berat yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan akan sangat mempengaruhi hasil pekerjaan. Kombinasi alat berat yang sesuai dengan kondisi lapangan adalah kunci dalam mendapatkan produktivitas yang optimum. Pelaksanaan overburden penambangan, PT. KPP menggunakan peralatan excavator Komatsu PC 1250, hauler HD 785 dan HD 465. Tetapi umur pemakaian dari HD465 sudah hampir habis. Kemampuan produksi rata-rata per jam PC 1250, HD 785 dan HD 465 belum optimal sehingga perlu dilakukan perbaikan perencanaan optimalisasi skenario penambangan dan optimalisasi nilai pencocokan armada. Kemampuan produksi optimal dipengaruhi oleh beberapa hal seperti keterampilan operator, alat seleksi dan pemeliharaan, desain alat dan pengaturan tata letak, topografi dan metode penerapan alat. Untuk mengoptimalkan kemampuan produksi peralatan dilakukan dengan menggunakan simulasi software overburden produksi Talpac. Kata kunci: overburden, alat berat, kemampuan produksi, optimalisasi, simulasi.

Page 1 of 4 | Total Record : 36