cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2020)" : 10 Documents clear
ANALISIS KAPASITAS BEBAN LENTUR DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN VARIASI PANJANG PET POLYESTER FIBER PLASTIC Rachman Hakim, Mochamad Arief; Wibowo, Ari; Brahmana K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok beton bertulang merupakan kombinasi antara beton dan tulangan baja. Balok beton bertulang ketika diberi beban terpusat ditengah bentang akan mengalami gaya tekan pada serat atas yang ditahan oleh beton dan gaya tarik pada bagian bawah yang ditahan oleh tulangan baja. Akibat adanya gaya tarik maka balok akan mengalami retak yang dapat menyebabkan keruntuhan. Oleh karena itu banyak inovasi yang dilakukan untuk menambah kekuatan balok beton bertulang. Salah satunya ialah penambahan fiber yang dipasangkan sejajar dengan bagian atas tulangan baja untuk menahan gaya tarik pada beton bertulang. Benda uji pada penelitian ialah balok dengan dimensi 20 x 15 x 120 cm . Tulangan baja yang digunakan D10 untuk tulangan utama dan Ø8 untuk tulangan sengkang. Kuat tekan beton rencana sebesar 20 MPa pada umur 28 hari. Fiber yang digunakan ialah PET Polyester Fiber Plastic dengan lebar 3 cm dan tebal 0,2 cm serta variasi panjang 15 cm, 30 cm dan 45 cm. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan nilai beban lentur balok beton bertulang PET Polyester Fiber Plastic 45 cm lebih baik daripada balok Normal 1 dan 2 (naik 4,9% dan 2,86%). Sedangkan nilai daktilitas kurvatur yang paling besar didapatkan pada balok beton  dengan penambahan  PET Polyester Fiber Plastic panjang 45 cm sebesar 8,32 rad/m. Nilai daktilitas perpindahan paling besar pada balok dengan penambahan PET Polyester Fiber Plastic panjang 30 cm sebesar 4,54. Sehingga dapat disimpulkan penambahan  PET Polyester Fiber Plastic pada balok beton bertulang tidak menambah kapasitas beban lentur dan daktilitas  secara signifikan, diharapkan untuk penelitian selanjutkan dapat menambah ketebelan fiber atau menambah jumlah lapis fiber yang digunakan.   Kata kunci :    Balok beton bertulang, PET Polyester Fiber Plastic, beban lentur, daktilitas.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PANJANG FIBER ALUMINIUM TERHADAP KAPASITAS LENTUR DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Azami, Muhammad Rif’at; Remayanti, Christin; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan kombinasi dari 2 material yaitu beton yang kuat menahan tekan dan tulangan baja yang kuat menahan tarik. Tulangan baja pada beton yang memiliki daktilitas tinggi dapat memberikan regangan pada beton sehingga, keamanan pada beton bertambah sebelum mengalami keruntuhan. Jika kuat tarik pada beton melebihi kapasitasnya, maka akan terjadi retak yang mengakibatkan korosi pada tulangan baja dan melemahkan kekuatan beton bertulang. Berbagai inovasi dilakukan guna meningkatkan kekuatan beton bertulang seperti penambahan fiber aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fiber aluminium dengan variasi panjang terhadap kapasitas beban lentur dan daktilitas (kurvatur dan perpindahan) balok beton bertulang. Balok beton bertulang dengan dimensi 15 cm x 20 cm x 120 cm dan mutu beton 20 MPa digunakan sebagai benda uji. Tulangan utama menggunakan tulangan D-10 dan tulangan 8 sebagai tulangan sengkang. Fiber aluminium yang digunakan memiliki lebar 3 cm dan tebal 0,2 cm serta variasi panjang 45 cm, 30 cm, dan 15 cm yang dipasang pada tulangan utama bagian bawah menggunakan bendrat. Strain gauge di bawah balok untuk mendapatkan data regangan balok beton. Pengujian dilakukan dengan meletakkan balok pada tumpuan sendi-rol dengan bentang 1 m. Pembebanan terpusat di tengah bentang dan peletakkan LVDT di tengah bentang untuk pembacaan lendutan.Hasil pengujian menunjukkan balok dengan fiber aluminium 45 cm mengalami peningkatan beban lentur sebesar 0,98% dari balok normal. Untuk daktilitas kurvatur, balok dengan fiber aluminium 45 cm memiliki nilai sebesar 1,03 rad/m. Sedangkan pada daktilitas perpindahan, persentase penurunan paling tinggi terhadap balok normal didapati pada balok dengan fiber aluminium 45 cm yaitu sebesar 64,68%.Kata kunci: balok, fiber, beban lentur, daktilitas kurvatur, daktilitas perpindahan
ANALISIS PENGARUH VARIASI PANJANG PET POLYESTER FIBER TERHADAP PERILAKU LENTUR DAN KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG Pambudi, Bayu Indra; Remayanti, Christin; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton mempunyai ketahanan terhadap tekan yang tinggi namun memiliki kekuatan tarik yang rendah, oleh sebab itu beton seringkali dikombinasikan dengan tulangan baja untuk mengoptimalkan kekuatannya. Beton bertulang sendiri masih memungkinkan untuk mengalami keruntuhan akibat retak dan deformasi. Berbagai inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan kekuatan beton bertulang, salah satunya adalah menggunakan fiber. Fiber ini diharapkan bisa membantu kinerja dari tulangan baja dalam menahan gaya tarik yang terjadi sehingga beton memiliki ketahadanan terhadap retak dan lendutan yang tinggi serta memiliki kekakuan dan beban maksimum yang lebih baik. Pada penelitian ini jenis fiber yang digunakan adalah PET Polyester Fiber dengan lebar 3 cm dan tebal 0,2 cm serta panjang 15 cm, 30 cm dan 45 cm. Benda uji yang digunakan adalah balok dengan dimensi 15 cm x 20 cm x 120 cm dengan mutu beton sebesar 20 MPa. Tulangan yang digunakan adalah tulangan D-10 mm sebagai tulangan utama dan Ø8 mm sebagai tulangan geser. PET Polyester Fiber akan diletakkan diatas tulangan utama bagian bawah dengan menggunakan bendrat. Pengujian benda uji akan dilakukan dengan pembebanan balok dengan beban aksial di tengah bentang serta menggunakan tumpuan sendi-rol. Pengamatan terhadap lendutan dilakukan dengan menggunakan LVDT yang diletakkan pada tengah bentang. Sementara untuk pengamatan lebar retak menggunakan microdetector, kemudian untuk pengamatan terkait dengan pola retak diamati secara visual saja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beban maksimum balok PET Polyester Fiber 30 cm dan 45 cm lebih baik dibandingkan dengan balok normal (naik 3,722%). Untuk lendutan dan kekakuan balok PET Polyester Fiber 15 cm adalah yang paling optimal dalam memberikan pengaruh. Pola retak yang terjadi pada balok beton normal, PET Polyester Fiber 15 cm dan PET Polyester Fiber 30 cm adalah jenis retak lentur. Sedangkan, untuk PET Polyester Fiber 45 cm jenis retak yang terjadi adalah retak lentur geser. Kata kunci : balok, beban maksimum, lendutan, kekakuan, retak
ANALISIS PENGARUH VARIASI PANJANG ALUMINIUM FIBER TERHADAP PERILAKU LENTUR DAN KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG W, Dany Dwitama; Wijatmiko, Indradi; B.K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kaleng merupakan salah satu limbah yang sulit diurai karena kandungan aluminiumnya yang besar, salah satu solusi dan invoasi penanganannya adalah dengan mendaur ulang limbah kaleng menjadi Aluminium Fiber sebagai material perkuatan beton. Balok beton bertulang yang merupakan salah satu elemen struktur yang menerima beban dapat mengakibatkan perilaku lentur yang dapat berdampak pada kegagalan struktur. Untuk mengurangi dampak yang diakibatkan pada perilaku lentur dan meningkatkan kekakuan balok beton bertulang, pada penelitian ini digunakan lembaran Aluminium Fiber berdimensi  15 cm x 3 cm x 0,2 cm dengan variasi panjang 15  cm, 30 cm dan 45 cm. sehingga dapat meningkatkan sifat mekanik beton bertulang yang ditempatkan pada tulangan tarik. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian dengan dimensi balok 130x15x20 cm yang terdiri dari 1 balok normal dan 3 balok dengan mutu beton sebesar 20 MPa. Pada tulangan utama digunakan tulangan D-10 mm dan tulangan geser digunakan Ø8 mm dengan penambahan variasi panjang yang diletakkan diatas tulangan utama pada tengah bentang balok . Hasil pengujian menunjukan bahwa pada beban maksimum penambahan Aluminium Fiber 15 dan 30 cm memberikan pengaruh peningkatan nilai kuat lentur balok rata-rata sebesar 4,01% dibandingkan balok normal. Pada hasil pengujian lendutan menunjukan bahwa ada pengaruh pada panjang Aluminium Fiber 15 cm, 30 cm dan 45 cm rata-rata sebesar 23,78% dibandingkan balok normal. Pada hasil pengujian kekakuan didapatkan bahwa pengaruh parameter nilai kuat tekan lebih besar dibandingkan dengan pengaruh parameter panjang Aluminium Fiber sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Hasil pada pengujian lebar retak dan pola retak menunjukan bahwa penambahan Aluminium Fiber yang memiliki luas bidang kontak yang lebih besar dapat berpengaruh memperkecil lebar retak yang terjadi dengan pola retak jenis lentur-geser. Kata kunci : Balok beton bertulang, beban maksimum, lendutan, kekakuan, retak
EVALUASI PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN(PVD) DENGAN POLA SEGITIGA Nur Arifin, Hadi Mizan; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis pemodelan tanah skala lapangan dan tanah skala laboratorium menggunakan program elemen hingga (FEM) untuk mengetahui pengaruh penambahan PVD pola segitiga terhadap waktu, penurunan, tegangan, dan regangan.  Pada tanah skala lapangan analisis dilakukan hingga mencapai konsolidasi 90% dengan kondisi tanpa PVD dan menggunakan PVD pola pemasangan segitiga dengan jarak 1 m dan kedalaman 13 m. Pada tanah skala laboratorium analisis dilakukan pada 4 variasi pemodelan dengan perbedaan jarak dan kedalamaan pemasangan PVD.  Pemasangan PVD dapat mempercepat waktu konsolodasi , pada tanah skala lapangan dengan PVD hanya selama 397,3 hari dengan penurunan 1,351m, sedangkan tanpa PVD selama 2000 hari dengan penurunan 1,347 m. Namun pemasangan PVD tidak berpengaruh terhadap besar tegangan total dan regangannya. Pada tanah skala laboratorium, semakin dekat jarak dan semakin panjang kedalaman pemasangan PVD maka nilai penurunan akan semakin besar. Variasi III menghasilkan nilai penurunan terbesar yaitu sebesar 5,512 mm. Program elemen hingga 2D kurang optimal dalam analisis penggunaan PVD pola segitiga, karena data hasil penelitian di laboratorium memiliki nilai penurunan 5 - 8 kali lebih besar dari hasil perhitungan menggunakan program elemen hingga.Kata kunci: tanah lunak, konsolidasi, PVD,segitiga, FEM,  waktu.
EVALUASI KINERJA STASIUN TARIK DAN TARIF KA JENGGALA DENGAN METODE ATP DAN WTP Abdillah, Hilmy Abid; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarik Station is a Class II Station located in Tarik, Sidoarjo. The problem that occurs at the Tarik station is that there are still many passengers who stand to wait for the arrival of the train because of the limited seating in the waiting room which is only available 24 seats and the long queue of ticket reservations at the station counter along 9 people queuing during peak hour. On 12 November 2014, PT. KAI (Persero) operated the Jenggala Train on the Mojokerto - Sidoarjo route to meet the mobility needs in the area. The purpose of this study was to determine the level of service of the Tarik Station according to the costumers, service improvement at the Tarik Station, improvement sketch of Tarik Station and the level of ability and willingness of Jenggala Train users to pay for train tickets. The analysis used for customer satisfaction in Tarik Station using Importance Performance Analysis (IPA) method, for service improvement Tarik Station, refer to the Minister of Transportation regulation No. 63 of 2019 concerning Minimum Service Standards People with Railway Transport and for ability and willingness to pay for Jenggala Train fare using Ability To Pay (ATP) and Willingness To Pay (WTP) methods. The results of the analysis of the Tarik Station have not met the desires of costumers and need improvement in terms of facilities like CCTV, security officers, ticket counters, waiting rooms and toilets. Facility improvements made were the addition of 2 CCTVs, 5 security officers, 2 ticket counters, 70 of waiting area and 6 toilets. The value of the ability to pay passengers of the Jenggala train is 116 Rp/km and the willingness to pay the passengers of the Jenggala train is 147 Rp/km and the fare of Jenggala Train is 130 Rp/km. Keywords: Railway, Jenggala, Operational Performance, Cross Capacity, IPA
ANALISIS KINERJA WAKTU BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF VOKASI TAHAP 1 UNIVERSITAS BRAWIJAYA Maulana, Akhmad Fikri; Hasyim, M. Hamzah; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam manajemen konstruksi sering terjadi pada konstruksi konvensional yaitu keterlambatan yang disebabkan adanya tumpang tindih pengerjaan proyek karena tidak adanya integrasi pekerjaan yang menyeluruh. Integrasi tersebut dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM) dengan menggunakan model bangunan tiga dimensi (3D) untuk memperoleh semua gambar proyek yang diperlukan. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi yang dilakukan dengan cara mengolah data gambar dan penjadwalan menjadi model Building Information Modelling (BIM) 4D dengan menggunakan software Tekla Structures 2018 pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Tahap 1 Universitas Brawijaya yang selanjutnya akan dianalisis kinerja waktunya secara visual dengan membandingkan kemajuan rencana dan kemajuan realisasi di lapangan dengan melihat deviasi keterlambatan serta menentukan tindakan perbaikan dengan menerapkan Building Information Modelling (BIM) dalam penyelesaian permasalahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan analisis kinerja waktu berbasis BIM, proyek mengalami keterlambatan pada minggu ke-4 dan minggu ke-5 pekerjaan pembangunan, dan percepatan pada minggu ke-6 sampai dengan proyek selesai. Faktor penyebab keterlambatan pada proyek adalah miskordinasi antara konsultan perencana dan pelaksana pada saat pengerjaan strauss pile sehingga tindakan perbaikan dengan BIM yang bisa dilakukan adalah melakukan permodelan kondisi ekstising dan analisa lokasi (Layout) dengan metode fotogameteri pada fase perencanaan, serta melakukan 3D modelling dan Design Review bersama semua stakeholders pada saat fase design dan menerapkan 3D coordination dan pengendalian dan perencanaan 3D pada saat pelaksanaan. Kata Kunci : Building Information Modelling, Kinerja Waktu, pemodelan, Manajemen Konstruksi
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM X DI KOTA MALANG Gilang Remansyah, Aryasuta Akbar; Unas, Saifoe El; Widjatmoko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi pada pelaksanaannya terbatasi oleh waktu dan biaya untuk menghasilkan sebuah produk dengan kualitas yang diinginkan oleh pemilik proyek.  Dibutuhkan sebuah manajemen proyek yang fungsinya merencanakan, mengorganisasi, serta mengelola sumber daya dengan efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Penyampaian informasi yang kurang jelas dan tidak terarsip dengan baik merupakan akar dari banyak permasalahan di dunia konstruksi. Penyampaian informasi yang terintegrasi dan mendetail dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM). Prinsip dasar dari BIM adalah dapat menggunakan model bangunan tiga dimensi (3D) untuk memperoleh semua gambar proyek yang diperlukan. Salah satu software BIM, Tekla Structures 18, merupakan perangkat lunak yang membantu mengelola risiko dan merencanakan keberhasilan proses konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi yang dilakukan dengan cara mengolah data gambar menjadi model Building Information Modelling (BIM) 3D dengan menggunakan software Tekla Structures 2018 pada proyek pembangunan gedung Laboratorium X di kota Malang. Output dari software Tekla Structures 2018 adalah model 3D serta hasil volume pekerjaan (per item, per lantai). Terdapat perbedaan hasil perhitungan dari Tekla Structures 2018 dan volume dari data, yang mayoritas lebih besar hasil volume dari data sehingga hasil RAB Tekla pun lebih kecil dari RAB data.  Perbedaan-perbedaan ini terjadi karena faktor human error / kesalahan estimator dalam perhitungan volume karena model tidak tervisualisasi. Kata kunci : BIM, RAB, Manajemen, Proyek, Tekla Structures
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM V DI MALANG Mahendra, Anfasa Tifani; Hasyim, Muhammad Hamzah; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggara konstruksi dalam pelaksanaannya menggunakan sistem manajemen proyek tertentu. Parameter dalam pelaksanaan proyek antara lain biaya, waktu, dan kualitas. Pada pelaksanaan konstruksi terdapat berbagai permasalahan salah satunya terkait kesalahan perhitungan biaya. Secara umum metode perhitungan biaya yang digunakan adalah cara manual dengan melihat gambar bestek, sehingga hasil yang didapatkan belum tentu akurat. Keterbatasan sarana untuk mendapatkan integrasi informasi yang melekat terhadap objek konstruksi menjadi kendala perhitungan biaya. Sehingga intergrasi informasi proyek terangkum dalam konsep Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini menerapkan konsep Building Information Modelling (BIM) untuk mempermudah mengetahui informasi pada objek konstruksi dibantu dengan software Tekla Structures. Dengan aplikasi ini mulai dari pemodelan tiga dimensi (3D), penulangan pada model, dan pengklasifikasian setiap item pekerjaan. Yang kemudian didapatkan volume setiap item pekerjaan secara otomatis dan akurat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan volume item pekerjaan dari data kontrak proyek dan Tekla Structure yaitu 2,83%. Dan total perhitungan biaya yang dihasilkan dengan volume item pekerjaan hasil Tekla Stuctures sebesar Rp 4.450.407.000,- Kata Kunci : BIM, perhitungan biaya, Tekla Stuctures, volume item pekerjaan.
ANALISIS PENJADWALAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL Prassetiyo, Angghoro Berkah; Unas, Saifoe El; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi adalah suatu pekerjaan yang menghasilkan suatu produk yang dibatasi oleh waktu dan biaya. Pelaku konstruksi dituntut dapat menghasilkan produk konstruksi yang efektif, efisien, dan berkualitas. Dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi, banyak permasalahan yang timbul seperti contohnya waktu pelaksanaan proyek di lapangan melebihi waktu pelaksanaan yang direncanakan di awal. Secara garis besar permasalahan yang terjadi selama ini di dunia konstruksi tradisional berhubungan dengan integrasi pekerjaan yang belum menyeluruh. Dan kinerja manajemen proyek konstruksi yang terintegrasi dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini menerapkan konsep BIM untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh BIM dalam aspek manajemen waktu (penjadwalan). Dengan meninjau salah satu proyek konstruksi., dan menjadwalkan ulang kembali dengan konsep BIM. Untuk membantu penerapan BIM, penelitian ini menggunakan software yang mendukung metode BIM yaitu, Tekla Structures. Dengan memodelkan bangunan secara tiga dimensi (3D), membuat penjadwalan berdasarkan data, serta mengintegrasikan model 3D yang dibuat dengan penjadwalannya. Yang nantinya akan mendapatkan hasil durasi pekerjaan menggunakan software Tekla Structures. Penelitian ini juga menambahkan software konvensional sebagai pembanding Tekla Structures, yaitu Microsoft Project. Hasil analisis menggunakan Tekla Structures dan Microsoft Project menunjukkan hasil yang sama dalam menentukan hasil durasi proyek, yaitu sebesar 106 hari. Perbedaan hanya terletak pada Tekla Structures, jadwal yang telah dibuat dapat diintegrasikan langsung dengan model 3D. Sehingga informasi jadwal dapat divisualisasikan dengan gambar model 3D. Kata Kunci : BIM, penjadwalan, Tekla Structures, Microsoft Project, durasi proyek

Page 1 of 1 | Total Record : 10