cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2021)" : 21 Documents clear
PERILAKU SAMBUNGAN SEKRUP PADA BAJA CANAI DINGIN (COLD-FORMED) DI BATANG TARIK DAN BALOK LENTUR (SINGLE) Anugerah Nurtjahja, Edwardo Pradana; Setyowulan, Desy; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan bahan baja padakonstruksi sudah banyak berkembang. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah baja ringan, danpenggunaannya sudah lazim ditemukan dimana-mana. Baja cold-formed atau baja canai dingin atau bajaringan memiliki dimensi yang relatif kecil dan tipis. Untuk mengetahu perilaku dari sambungan baja canaidingin maka diperlukan pengujian langsung terhadap baja canai dingin. Pengujian dilakukan diLaboratorium Struktur dan Bahan Konstruksi Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Malang.Pengujian yang dilakukan antara lain uji tarik dan uji lentur (single), penelitian ini menggunakandua profil baja yaitu profil C80x30x9x0,75 dan C80x30x9x0,60. Pada penelitian uji tarik penelitimenentukan benda uji dengan beberapa konfigurasi sambungan yaitu tanpa sambungan, satu sambungan,tiga sambungan dan sambungan zig-zag. Sambungan yang peneliti gunakan antara lain sekrup SDS 12x20dan baut baja diameter 6 mm dengan mur. Pada pengujian lentur terdapat dua jenis benda uji lentur yaitubenda uji C80x30x9x0,75 dan benda uji C80x30x9x0,60. Masing-masing benda uji memiliki bentang kotorsekitar 1400 mm. Peneliti melakukan pengujian menggunakan loading frame dan pada tengah bentangbenda uji diberikan beban melalui hydraulic jack. Benda uji lentur juga menggunakan pemodelan tumpuanagar meminimalisir terjadinya torsi atau puntir.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Baja Cold-formed, Profil Kanal C, Uji Tarik, Uji Lentur, Sekrup, Bautdan Mur, Konfigurasi Sambungan, Sambungan Zig-zag, Pola Keruntuhan.
PERUBAHAN DAYA DUKUNG TANAH LUNAK YANG DISTABILISASI DENGAN DEEP CEMENT MIXING BERPOLA PANEL DENGAN VARIASI JARAK Asyifa, Hira; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung yang rendah yang berpotensi tidak kuat menahan beban.Diperlukan stabilisasi untuk meningkatkan daya dukung tanah. Penelitian berfokus pada pengaruh variasijarak terhadap peningkatan daya dukung tanah lunak menggunakan metode stabilisasi Deep Cement Mixingberpola panel. Deep Cement Mixing dilaksanakan dengan kadar semen 10%, kolom perbaikan berdiameter15,2 cm, tinggi 30 cm. Kolom ditata sesuai konfigurasi, lalu diisi dengan tanah asli (kadar air 95%) setinggikolom. Masa curing sampel 7 hari. Dilakukan pengujian dengan variasi jarak 15 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30cm. Hasil analisa serta pengujian tanah lunak yang distabilisasi Deep Cement Mixing pada dengan variasijarak (D = 15,2 cm, kadar semen = 10%) mampu meningkatkan daya dukung tanah. Daya dukung tertinggidiperoleh pada variasi jarak 15 cm sebesar 0,2321 kg/cm2 dari hasil analisa dan 0,51 kg/cm2 dari hasil UjiPembebanan. Dari seluruh hasil pengujian dan analisa, disimpulkan bahwa peningkatan daya dukungberbanding terbalik dengan jarak antar panel. BCI terbesar diperoleh pada variasi jarak 15 cm sebesar55,3688% untuk hasil analisa 91,18% dari hasil Uji Pembebanan. Dari seluruh hasil pengujian dan analisa,disimpulkan bahwa BCI berbanding terbalik dengan jarak antar panel.Kata kunci: tanah lunak, stabilisasi tanah, deep cement mixing, semen, daya dukung, bearing capacityimprovement
Pengaruh Semen Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) Pada Komposisi Semen Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Mutu Tinggi Fahrudin, Rizqi; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sulit untuk menggantikan semen dalam memproduksi beton lainnya. Dengan dukungan teknologi modern, penggunan bahan pengganti sebagian semen adalah solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi seperti beton mutu tinggi akan tetapi bisa diminimalisir dengan menggunakan bahan pengganti sebagian semen seperti fly ash, silica fume, ggbfs dan dengan durabilitas serta kekuatan awal beton yang tinggi. Ggbfs mempunyai bahan penyusun yang serupa dengan semen hanya saja dalam jumlah yang berbeda, sehingga ggbfs bereaksi ketika ditambahkan dengan air. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh GGBFS terhadap kuat tarik belah beton bermutu tinggi dan pengaruh GGBFS terhadap kuat tarik belah beton bermutu tinggi dengan tambahan bahan silica fume pada proporsi semen. Penelitian dilakukan pada 160 benda uji yaitu dengan kelompok perlakuan dengan variasi GGBFS 25%, 45%, 55%, 65% serta dengan variasi silika fume 0% dan 10%. Benda uji dikelompokkan sesuai umur yaitu umur 7 hari, 14 hari, 28 hari, 56 hari, dan 90 hari. Data dikoleksi sesuai umur benda uji. Perbedaan antar kelompok dianalisis menggunakan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tarik belah mengalami perubahan nilai kuat tarik belah beton. Hal tersebut dibuktikan pada hasil grafik dan tidak ada beda nyata pada analisa menggunakan anova dua arah.   Kata Kunci: Beton, GGBFS, Kuat tarik belah
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU ABUTMENT TERHADAP MOMEN LENTUR PADA JEMBATAN DALAM MENAHAN BEBAN TUMBUKAN (COLLISION) AKIBAT GEMPA Bria Seran, Rey David; Setyowulan, Desy; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan intensitas gempa tinggi. Berdasarkan Badan NasionalPenanggulangan Bencana (BNPB) pada 2017 tercatat terjadi sebanyak 8.693 kali terjadi gempa diIndonesia. Dengan adanya gempa, kerusakan dapat terjadi pada bangunan termasuk abutment darijembatan. Akibat terjadinya gempa banyak jembatan yang rusak dan ambruk, salah satu penyebabnyaadalah abutment jembatan tidak mampu menahan beban gempa yang terjadi. Salah satu metode pengujianyang dilakukan dapat berupa pengujian benda uji abutment. Variabel yang digunakan pada penelitian iniyaitu tipe abutment tanpa wing wall, retak struktur dan diaktilitas pada benda uji abutment. Bahan danperalatan yang digunakan pada penelitian ini adalah bahan semen, agregat, air, tulangan baja, sertaperalatan seperti saringan, timbangan, vibrator, cetakan benda uji, alat uji tekan, alat uji tarik, satu set alatuji lentur dan alat bantu lainnya. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pada ketiga benda uji abutmentmengalami keruntuhan atau beban yang tidak dapat naik lagi, hal ini dibuktikan dengan beban yang terusmenurun saat dicoba untuk dinaikkan lagi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian defleksidan beban diketahui bahwa momen lentur yang terjadi pada abutment tidak sesuai dengan hipotesadikarenakan kurangnya alat yang memadai pada saat pengujian sehingga hasil yang di dapat tidakmaksimal juga pembuatan benda uji yang mempengaruhi dimensi asli.Kata Kunci: Jembatan, Pengujian benda uji Abutment, Abudment tanpa wing wall, Retak struktur, Defleksi
PERUBAHAN DAYA DUKUNG AKIBAT VARIASI KADAR SEMEN PADA PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN METODE DEEP CEMENT MIXING (DCM) Sirait, Solapida Glenesya; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan media utama yang digunakan dalam pembangunan suatu konstruksi bangunan gedungmaupun jalan. Dalam dunia konstruksi, tanah lunak dianggap kurang menguntungkan karena memiliki dayadukung yang rendah sehingga membuat tanah tidak kuat menahan beban yang berada diatasnya dan dapatmenyebabkan keruntuhan. Sehingga, diperlukan stabilisasi untuk meningkatkan daya dukung pada tanah.Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi kadar semen terhadap peningkatan daya dukung tanah lunakmenggunakan stabilisasi Deep Cement Mixing. Stabilisasi dilakukan pada 2 kolom perbaikan berdiameter15,2 cm dan tinggi 30 cm yang disusun pada box berukuran 50 x 50 cm dengan jarak antar pusat kolomperbaikan 25 cm. Kemudian box diisi tanah asli (kadar air 95%) hingga ketinggian 30 cm. Pengujiandilaksanakan saat usia sampel perbaikan 7 hari. Pengujian dilakukan sebanyak empat kali dengan variasikadar semen 7,5%, 10%, 15%, dan 20%.Hasil analisa dan pengolahan data dari stabilisasi Deep Cement Mixing dengan variasi kadar semen mampumeningkatkan daya dukung tanah lunak. Daya dukung tertinggi diperoleh pada variasi kadar semen 20%sebesar 0,72 kg/cm2 dan daya dukung terendah diperoleh pada variasi kadar semen 7,5% sebesar 0,2kg/cm2. Berdasarkan seluruh hasil pengujian, disimpulkan bahwa peningkatan daya dukung berbandinglurus dengan peningkatan kadar semen. Berdasarkan analisa BCI (Bearing Capacity Improvement)diperoleh hasil BCI terbesar pada variasi kadar semen 20% sebesar 260%. Berdasarkan seluruh hasil analisadan pengolahan data, disimpulkan bahwa besar nilai BCI berbanding lurus dengan peningkatan kadarsemen.Kata kunci : tanah lunak, stabilisasi tanah, deep cement mixing, semen, daya dukung, bearing capacityimprovement
PERKUATAN LERENG PASIR DENGAN RC 88% MENGGUNAKAN DUA BARIS PILE DENGAN VARIASI POSISI Suhartono, Gerrie; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kontur yang beragam dari dataran rendah, perbukitan hingga lereng.Permasalahan yang sering muncul berupa longsor pada pemukiman atau bangunan yangdidirikan pada daerah perbukitan dan lereng. Pilar digunakan sebagai struktur penahan padalereng untuk perkuatan tanah.Metode penelitian yang dilakukan adalah denganmemasukkan tanah berjenis pasir dengan kondisi kering permukaan ke dalam box, setelahmodelling box sudah dipadatkan setebal 70 cm lalu tancapkan pilar sebagai perkuatan hinggakedalaman 5 cm dari dasar box permodelan dan jarak antar pilar setiap 10 cm, kemudiandilakukan pemotongan lereng dengan sudut kemiringan lereng 50o. Pada lereng dengan 2baris pilar perkuatan dengan D2/D1 = 0,80 beban runtuh maksimum sebesar 0,649 kg/cm2.Untuk posisi pilar yang optimal berada pada posisi tengah atas. Pada variasi posisi pilarlokasi pilar optimal baris kedua pada Lx/L = 0,6. Dengan analisis menggunakan FEM, angkakeamanan pada lereng tanpa perkuatan diperoleh sebesar 1,065 pada aplikasi FEM. Untuklereng dengan perkuatan satu baris pilar pada Lx/L = 0,9 dan D2/D1 = 0,68 diperoleh angkakeamanan sebesar 1,393 pada aplikasi FEM. Untuk lereng dengan perkuatan dua baris pilardiperoleh angka keamanan sebesar 0,9545 pada aplikasi FEM 2D dan 1,458 pada aplikasiFEM 3D. Angka keamanan terbesar diperoleh pada pilar baris kedua pada variasi posisidengan Lx/L = 0,6 dan pada variasi diameter dengan D2/D1 = 0,80.Kata Kunci: Angka keamanan, Perkuatan, Lereng, Pilar, Longsor.
PENGARUH PERKUATAN DOUBLE ROW PILES PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR DR 88% DENGAN VARIASI DIAMETER PADA BARIS KEDUA PILE (LX BARIS 2 = 0,6) Hutomo, Wahyudi; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kontur yang beragam dari dataran rendah, perbukitan hingga lereng. Pada saat musim hujanberlangssung daerah perbukitan hingga lereng sering mengalami longsor yang menyebabkan korban jiwa yang cukupbanyak.Pile digunakan pada modeling lereng sebagai struktur penahan saat lereng diberikan beban. Untuk persiapanpemodelan dilakukan dengan memasukan tanah dengan jenis pasir pada box modeling. Ukuran box modeling yangdigunakan adalah 1 m x 1m x 1,5m. Pasir dimasukan setiap 10 cm dan dilakukan pemadatan menggunakan silinderbeton dengan 15 gilasan. Pasir dimasukan dan dipadatkan hingga ketinggian mencapai 70 cm setelah itu tancapkanpile sesuai dengan variasi diameter yang akan diamati. Setelah pile tertancap lereng pasir dikikis dengan kemiringan50o. Pembebanan pada lereng dilakukan dengan menggunakan pondasi menerus selebar 13 cm dengan jarak pondasipada tepi lereng sebesar 5cm. Pembacaan beban telah mencapai longsor pada saat pembacaan telah diulang 3x namunbeban yang diberikan tidak mengalami peningkatan.Dengan dilakukanya penelitian ini akan mengetahui jeniskelongsoran yang terjadi pada model lereng sesuai dengan variabel yang diteliti. Mengetahui variasi diameteroptimum pile sebagai penahan lereng. Serta mengetahui peningkatan angka keamanan untuk setiap variabel yangditeliti.Untuk lereng tanpa perkuatan didapatkan tegangan tanah sebesar 0,301 kg/cm2. Untuk lereng denganperkuatan satu baris pile (Lx/L 0,9 dan D2/D1 = 0,68) didapatkan peningkatan daya dukung tanah sebesar 73.75%.Untuk lereng dengan perkuatan 2 baris pile didapatkan peningkatan daya dukung 62,72% dari perkuatan 1 baris pile.Pada pelaksanaan percobaan di laboratorium diperoleh jenis keruntuhan untuk lereng tanpa perkuatan merupakankeruntuhan pada kaki lereng dan keruntuhan untuk lereng menggunakan perkuatan adalah keruntuhan pada lereng.Angka keamanan pada lereng tanpa perkuatan sebesar 1.065. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris pile (Lx/L 0,9dan D2/D1 = 0,68) terjadi peningkatan angka keamanan 30,8%. Pada perkuatan lereng dengan dua baris pile terjadipeningkatan 40,09% dari lereng tanpa perkuatan.Kata kunci : Perkuatan lereng, pasir, alumunium, longsor, angka keamanan, jenis longsor
PENGARUH PERBEDAAN POSISI PADA PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN DOUBLE-ROW PILE DIAMETER 3,2 CM DENGAN KEPADATAN PASIR Rc 88% Farandy, Fairuz Ikbar; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki sudut kemiringan tertentu dengan bidangdatar (horizontal). Dengan pemanfaatan lereng yang sering digunakan oleh masyarakat, maka terdapat halyang harus diperhitungkan dan direncanakan dalam bidang Geoteknik yaitu longsor.Pada penelitian ini pile digunakan sebagai media pencegah longsor. Metode penelitian yang dilakukanadalah dengan memasukkan pasir kedalam box dengan ketinggian setiap lapisan 10 cm, lalu dipadatkandengan silinder beton sebanyak 15 lintasan untuk diambil kadar air menggunakan cawan, setelah itumasukkan pile sebagai perkuatan hingga kedalaman 45 cm dan jarak antar pile setiap 10 cm, kemudiandilakukan pemotongan lereng hingga mendapatkan sudut 50 o , selanjutnya letakkan beban secara betahapdengan jarak 5 cm dari tepi lereng dan dilakukan pembacaan hingga pasir mengalami kelongsoran sebanyak3 kali pembacaan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban maksimum yang dapat ditahan lereng padakondisi tanpa perkuatan, satu perkuatan, dan dua perkuatan, Mengetahui posisi pile optimum untukmenahan beban yang terjadi, untuk mengetahui jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatan, satuperkuatan, dan dua perkuatan, dan untuk mengetahui peningkatan nilai Safety of Factor dari lereng tanpaperkuatan menjadi satu perkuatan dan dua perkuatan.Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil untuk beban runtuh maksimum tanpa perkuatansebesar 0,314 kg/cm2, dengan perkuatan satu baris pile didapatkan Qu sebesar 0.557 kg/cm2, denganperkuatan 2 baris pile didapatkan beban maksimum terbesar 0,851 kg/cm2. Pada variasi posisi piledidapatkan lokasi optimum pile baris kedua pada Lx/L=0,6. Jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatanmerupakan kelongsoran pada kaki lereng, sedangkan pada perkuatan 1 baris dan 2 baris pile merupakankelongsoran pada badan lereng. Dari analisis menggunakan aplikasi FEM. Factor of safety pada lereng tanpaperkuatan didapatkan sebesar 0,886 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,073 pada aplikasi FEM 3D. padalereng dengan perkuatan satu baris pile didapatkan sebesar 0,919 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,391pada aplikasi FEM 3D. Untuk lereng dengan perkuatan dua baris pile didapatkan sebesar 0,968 pada aplikasiFEM 2D dan sebesar 1,492 pada aplikasi FEM 3D.Kata Kunci : Lereng, Longsor, beban, pile, perkuatan, factor of safety
PENGARUH VARIASI DIAMETER DENGAN RASIO LX1/L = 0,9 DAN LX2/L = 0,5 TERHADAP STABILITAS PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR DENGAN RC 88% Agustia, Daffa Fadhiel; Rachmansyah, Arief; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang pada umunnya berpotensi terjadi pada pemanfaatan lahanlereng. Indonesia memiliki karakteristik daratan yang salah satunya adalah dataran tinggi. Oleh karena itu,dibutuhkan suatu metode perkuatan stabilitas lereng.yang mampu mencakup wilayah yang luas. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui peningkatan faktor keamanan lereng akibat penggunaan dua baris tiang sebagaimetode perkuatan lereng. Penelitian dilakukan dengan pemodelan skala kecil. Tanah pasir dibentukmenyerupai lereng dengan kemiringan 50° di dalam model boks. Tiang yang digunakan adalah pipaalumunium. Variasi diameter tiang diberikan pada tiang baris kedua dari nilai terkecil hingga terbesar,sedangkan tiang pada baris pertama diberi nilai konstan. Pembebanan dilakukan pada puncak lereng hinggapeningkatan beban tidak terjadi. Analisis faktor keamanan menggunakan metode elemen hingga denganbantuan aplikasi FEM 2D dan 3D. Hasil penelitian menunjukkan dengan membandingkannya dengan lerengtanpa perkuatan, maka lereng mengalami peningkatan nilai faktor keamanan hingga sebesar 9,221% padaaplikasi FEM 2D dan 34,282% pada aplikasi FEM 3D. Selain faktor keamanan, nilai daya dukung tanahmengalami peningkatan hingga sebesar 187,38%. Sehingga, diameter optimal yang mampu menahanterjadinya longsoran yaitu diameter terbesar. Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui jenis longsoran yangterjadi adalah tipe rotasi.Kata Kunci: daya dukung tanah, faktor keamanan, lereng, longsor, perkuatan lereng, tanah pasir, tiang,variasi diameter tiang
PENGARUH SUHU PEMADATAN DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN CPHMA MENGGUNAKAN ASBUTON B50/30 Nur Hilmy Dhiya Ul’Aziz, Nur Hamidah &; Bowoputro, hendi; Djakfar, ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pengelolahan asbuton adalah LGA (Lawele Granular Asphalt), LGA merupakanaspal alam buton yang memiliki kadar antara 25% hingga 35%. Kelebihan utama LGA yaitutahan terhadap perubahan suhu dari titik lembek lebih tinggi dibandingkan dengan aspalminyak. Beberapa penelitian mengenai LGA memerlukan bahan peremaja sebagai pelunakbitumen asbuton sehingga memiliki sifat fisik dan ketahanan mendekati aspal minyak. Padapenelitian ini dilakukan proses pengujian marshall dengan metode Two Way Anova. Variabelbebas (independen) merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat (dependen).Variabel bebas dalam penelitian ini adalah suhu pencampuran (250C, 50 0C, 75 0C, dan 1000C)dan lama pemeraman (1 hari, 3 hari, 5 hari, 9 hari). Variabel terikat (dependen) merupakanvariabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (independen). Yang merupakan variabel terikatdalam penelitian ini adalah nilai stabilitas, nilai kelelehan plastis (flow), nilai VIM, nilai VFB,dan nilai VMA.Variabel kontrol adalah variabel yang dianggap konstan untuk mendapatkannilai antara dua hubungan variabel terikat dan variabel bebas. Variabel kontrol dalam penelitianini adalah kadar aspal dalam campuran sebesar 6%, asal dan kondisi agregat, benda uji, carapengujian benda uji, suhu perendaman benda uji, dan keausan agregat. Hasil yang diperolehdari penelitian ini adalah suhu pemadatan berpengaruh terhadap nilai stabilitas, VFB, VMAdan VIM. Lama pemeraman berpengaruh terhadap stabilitas, VFB, VIM dan VMA. Interaksiantara dua variabel bebas signifikan pada stabilitas, VMA, VFB dan VIM, Sedangkan flowtidak dipengharui signifikan oleh suhu pemadatan, lama pemeraman maupun interaksi antarasuhu pemadatan dan lama pemeraman.Rentang variasi yang memenuhi semua spesifikasiadalah benda uji dengan variasi lama pemeraman 4-5 hari pada variasi suhu pemadatan 88-910C.Kata Kunci : Keausan, Suhu Pemadatan, Lama Pemeraman, Marshall, Two Way Anova

Page 1 of 3 | Total Record : 21