cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal" : 113 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Satu Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Destructive Test Bintang Tri Lolang Barnad; Indra Waluyohadi; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur yang cepat meningkatkan kebutuhan beton, yang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Untuk meminimalkan dampak lingkungan, limbah expanded polystyrene (EPS) dipertimbangkan sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Di perairan Indonesia, sebagian besar limbah terdiri dari EPS yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Penggunaan EPS dalam beton dapat mengurangi berat beton dan limbah lingkungan, namun cenderung menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan EPS yang dilapisi pasta semen untuk mengatasi kelemahan EPS yang memengaruhi kekuatan beton. Lima jenis beton diuji, yaitu beton dengan 25% EPS, 50% EPS, 75% EPS, 100% EPS, dan beton kontrol yang menggunakan agregat kasar alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan EPS yang dilapisi pasta semen memiliki modulus elastisitas dan kekuatan tekan yang lebih rendah dibandingkan beton dengan agregat alami. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan compression testing machine dan extensometer sebagai metode pengujian.  Kata Kunci: Expanded polystyrene, Destructive test, Beton ringan
Analisis Performa Bracing Baja Konsentris Tipe X sebagai Pengganti Shearwall pada Struktur Portal Beton Bertulang (Studi Kasus Gedung FKG Universitas Brawijaya) Baiq Shaffa Rizky Satriawangsa; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kerawanan gempa bumi di Indonesia tinggi akibat letaknya di antara tiga lempeng aktif dunia dan memiliki banyak gunung berapi yang aktif sehingga perlu merencanakan bangunan yang dapat menghindari keruntuhan ketika terjadi gempa bumi. Salah satu cara untuk membuat bangunan lebih stabil adalah dengan memasang bracing baja. Penelitian ini akan meninjau pengaruh penambahan bracing baja konsentris tipe X pada Gedung FKG Universitas Brawijaya dengan tiga konfigurasi lokasi bracing yang berbeda melalui tingkat kinerja struktur menggunakan analisis pushover, simpangan antar lantai, gaya geser dasar, dan periode getar alami. Hasil analisis menunjukkan tingkat kinerja yang dimiliki seluruh jenis pemodelan adalah Immediate Occupancy (IO), nilai periode getar alami pada struktur yang menggunakan bracing baja lebih kecil daripada struktur eksisting, terdapat peningkatan nilai gaya geser dasar serta penurunan pada nilai simpangan antar lantai pada struktur yang menggunakan bracing baja. Kata Kunci: bracing konsentris, tipe X, analisis pushover, tingkat kinerja.
Analisis Performa Bracing Baja Tipe Split-K sebagai Pengganti Shearwall pada Struktur Portal Beton Bertulang (Studi Kasus Gedung FKG Universitas Brawijaya) Alya Adella Purwita; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bracing baja termasuk salah satu solusi untuk meminimalisir dampak kerusakan bangunan dan memperbaiki kinerja struktur tahan gempa. Eccentrically Braced Frame tipe Split-K dengan link pendek dipilih karena lebih banyak memberikan kekakuan, serta memiliki bentuk bracing simetris yang memudahkan pemasangannya. Struktur eksisting akan dibandingkan dengan 3 konfigurasi struktur yang menggunakan bracing baja Split-K (WF 350x350x10x16) dalam kriteria kinerja struktur akibat beban gempa, simpangan antar lantai, dan gaya geser dasar. Kriteria tersebut akan ditinjau menggunakan metode Pushover Analysis dengan bantuan software ETABS v21.2. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa semua struktur masih berada pada tingkat kinerja Immediate Occupancy. Ketiga variasi konfigurasi bracing baja menunjukkan bahwa penggunaan bracing baja dapat memperkecil simpangan antar lantai dan displacement dari struktur eksisting. Pada gaya geser ditunjukkan juga bahwa struktur dengan bracing memiliki peningkatan gaya geser dasar dari struktur eksisting akibat bertambahnya berat struktur. Kata Kunci : struktur tahan gempa, Eccentrically Braced Frame, Split-K, Pushover Analysis
Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan (Bracing) Baja Menggunakan Metode Performance Based Design (PBD) Reyhan Narendra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan konstruksi di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan terutama dikarenakan kondisi geografis. Salah satu jenis bangunan di Indonesia yang diragukan kekokohannya disebut bangunan irregular. Bangunan irregular lebih kompleks untuk dirancang dan dibangun dikarenakan perilaku dinamisnya yang lebih sulit diprediksi terutama dalam kondisi gempa bumi. Salah satu solusi yang dapat dilaksanakan adalah dengan mengaplikasikan konstruksi perkuatan seperti pengaku (bracing). Bangunan ini dianalisa menggunakan Metode Performance Based Design (PBD) dan Pushover Analysis untuk mengetahui respon struktur terhadap beban gempanya. Penggunaan kedua metode ini sudah dianggap mendekati dengan kondisi realitas struktur pada saat terkena beban gempa. Pushover Analysis akan membantu untuk mendapatkan Performance Level, Performance Point, Drift, dan Displacement dari struktur yang akan dibandingkan sebelum dan sesudah diaplikasikan pengaku (bracing) baja pada bangunan irregular. Tiga jenis konfigurasi penempatan pengaku (bracing) baja digunakan sebagai perkuatan pada arah X-X dan Y-Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiganya berkontribusi dalam mengurangi displacement dan drift dibandingkan dengan struktur tanpa perkuatan. Ketiga tipe ini termasuk dalam klasifikasi Performance Level Immediate Occupancy yang menandakan bahwa struktur tetap dapat digunakan setelah terjadi beban gempa. Selain itu, semua tipe tersebut memenuhi standar keamanan karena simpangan pada setiap level masih berada dalam batas izin sesuai dengan SNI 1726:2019. Kata Kunci : Bangunan Irregular, Struktur Tahan Gempa, Concentric Braced Frame (CBF), Metode Performance Based Design (PBD), Pushover Analysis
Pengaruh Penggunaan Recyled Coarse Aggregate (RCA) yang telah Diperbaiki oleh Bakteri Micrococcus Luteus dengan Penambahan Kadar Glukosa terhadap Permeabilitas Beton Naufal Ammar Ainurridho; Arifi, Eva; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya industri konstruksi menyebabkan peningkatan kebutuhan beton serta limbah pembongkaran dan konstruksi. Diperlukan pemanfaatan kembali limbah konstruksi dan pembongkaran berupa beton untuk didaur ulang menjadi recyled coarse aggregate (RCA). Diperlukan perbaikan terhadap RCA karena kualitas RCA lebih rendah dibandingkan agregat kasar alami dikarenakan terdapat sisa mortar yang menempel pada permukaan agregat. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dengan menggunakan metode biodeposisi. Penelitian ini memanfaatkan bakteri ureolitik untuk menghasilkan enzim urease yang akan menghidrolisis urea dan mengendapkan CaCO3. Dengan menambahkan glukosa sebagai sumber karbon bakteri dalam menghasilkan eksopolisakarida. Dilakukan uji karateristik pada RCA seperti sebelum dan sesudah dilakukan perendaman dengan bakteri micrococcus luteus dengan penambahan kadar glukosa 0,1%; 0,2%; dan 0,3% selama 14 hari. Kemudian dilakukan pembuatan benda uji beton kubus dengan ukuran 15x15x15 cm. Setelah benda uji berusia 28 hari dilakukan pengujian permeabilitas beton. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perbaikan menggunakan metode biodeposisi dengan penambahan glukosa terbukti mampu meningkatkan mutu RCA. Meningkatnya mutu RCA menyebabkan penurunan nilai permeabilitas beton.
Kuat Tekan Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Merek Semen Adis Yanuarhidayat Denandra; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan meningkatnya proyek konstruksi, kebutuhan semen juga mengalami peningkatan. Namun, produksi semen menghasilkan sekitar 2,5% emisi CO2 global, yang berdampak negatif ke lingkungan. Salah satu inovasi untuk mengurangi emisi ini adalah dengan mengganti sebagian semen portland dengan GGBFS. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan merek semen yang berbeda berdasarkan umur beton terhadap kuat tekan beton. Penelitian ini mengganti semen secara parsial dengan GGBFS dengan persentase 0%, 20%, dan 50% dari berat semen. Selain itu, merek semen yang digunakan meliputi Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Merdeka. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan dimensi 15 cm x 30 cm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengujian kuat tekan beton pada umur 28 dan 56 hari secara umum naik dan turun sampai dengan persentase GGBFS 20% dari berat semen. Pada umur 56 hari, secara umum kuat tekan beton masih mengalami kenaikan walupun tidak signifikan mengindikasikan bahwa material GGBFS semakin lama umur beton maka semakin naik juga nilai kuathtekan beton. Kekuatan tekan beton terbesar terjadi pada Semen Gresik dengan persentase GGBFS 20% pada umur 56 hari dengan nilai kuatgtekan yaitu 35,03 Mpa. Dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton Semen Gresik lebih bagus dibandingkan dengan Semen Padang dan Semen Merdeka. Kata kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Merek Semen, Kuat Tekan
Analisis Perbandingan Konfigurasi Rangka Jembatan Baja Tipe Warren Truss Dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe Warren Dan K-truss Pamungkas, Paulus Alexander; Indra Waluyohadi; Ir. Sugeng Prayitno Budio, MS., IPU., AU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan struktur vital dalam infrastruktur transportasi yang berperan penting dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi. Efisiensi desain jembatan, khususnya dalam konfigurasi rangka, menjadi faktor krusial dalam mengoptimalkan kekuatan struktur serta menekan biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja struktur antara jembatan rangka baja tipe Warren Truss dengan konfigurasi rangka gabungan Warren Truss–K-Truss. Fokus utama penelitian ini adalah pada aspek lendutan, efisiensi struktur berdasarkan nilai Demand Capacity Ratio (DCR), dan kebutuhan total berat material baja. Model struktur dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dan mengacu pada SNI 1725:2016, dengan beban yang terdiri dari berat sendiri dan beban lajur “D”. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan Warren Truss–K-Truss menghasilkan lendutan yang lebih kecil (4,00 mm) dibandingkan konfigurasi Warren Truss konvensional (4,19 mm). Selain itu, konfigurasi gabungan menunjukkan nilai DCR rata-rata yang lebih efisien untuk elemen tarik (9%) meskipun lebih tinggi pada elemen tekan (21,5%) dibandingkan Warren Truss (12% tarik dan 18% tekan). Dari segi material, konfigurasi gabungan berbobot total 241,43 ton, lebih ringan dibandingkan Warren Truss yang berbobot 285,99 ton. Temuan ini menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan tidak hanya memberikan performa struktural yang baik, tetapi juga lebih efisien dalam penggunaan material. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain jembatan yang optimal, khususnya dalam konteks kompetisi akademik dan aplikasi praktis di lapangan.  
Pengaruh Penambahan Limbah Carrageenan terhadap Kinerja Marshall Campuran Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Kusumadewi, Intan Rosma; Grenaldi, Angeli Gladis; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada impor aspal dengan memanfaatkan cadangan Aspal Buton (Asbuton) yang melimpah. Namun, Asbuton sering retak akibat nilai flow yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan 7,25% limbah carrageenan pada campuran Asbuton B 50/30 untuk meningkatkan kinerjanya. Benda uji dibuat dengan variasi kadar Asbuton (8-20%), kemudian dicampur dengan limbah carrageenan kering dan aspal penetrasi 60/70. Setelah dipadatkan, karakteristik Marshall diuji. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar Asbuton cenderung menurunkan parameter Marshall seperti VMA, VIM, stabilitas, dan Marshall Quotient (MQ), serta meningkatkan VFB dan flow. Sementara itu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa limbah carrageenan secara signifikan menurunkan VFB, namun tidak berpengaruh signifikan pada VMA, VIM, stabilitas, flow, dan MQ. Kadar Asbuton optimum tanpa carrageenan adalah sekitar 13,2%. Dengan penambahan limbah carrageenan, kadar Asbuton dapat ditingkatkan hingga 14% sambil tetap memenuhi standar Marshall. Nilai optimum Asbuton adalah 10,6% tanpa aditif dan 11,0% dengan limbah carrageenan. Studi ini menyimpulkan bahwa metode pengeringan carrageenan yang lebih baik dan peningkatan kadar aditif diperlukan untuk optimalisasi karakteristik Marshall lebih lanjut.
Pertumbuhan Kekuatan Awal Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Accelerator Arista, Talitha; Wijaya, Ming; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Portland adalah material yang sangat penting pada campuran beton, namun penggunaan semen Portland yang tinggi dalam waktu yang lama dapat membawa dampak yang buruk terhadap lingkungan. GGBFS dapat dijadikan salah satu alternatif solusi untuk mengurangi permasalahan lingkungan akibat penggunaan semen Portland. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan accelerator pada umur beton yang berbeda terhadap kekuatan tekan awal beton. GGBFS yang digunakan yaitu dengan persentase 0%, 20%, dan 50% dari total berat semen. FAS yang digunakan sebesar 0,35. Pengujian dilakukan pada umur 1, 3, dan 7 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan ukuran 15 x 30 cm. Bahan tambah yang digunakan adalah accelerator dengan kadar 1,4% berjenis Additon HE. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase GGBFS memberikan pengaruh terhadap kekuatan tekan awal beton. Kekuatan beton mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya persentase GGBFS. Pada umur 7 hari beton mencapai kekuatan awal tertinggi pada persentase GGBFS 20% yaitu sebesar 29,06 MPa. Penambahan bahan tambah accelerator memberikan pengaruh terhadap kekuatan awal beton. Berdasarkan hasil pengujian pada umur 7 hari, beton dengan accelerator 1,4% memiliki nilai kekuatan awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan accelerator 0%. Secara umum pada persentase GGBFS 50%, beton mengalami penurunan kekuatan dikarenakan kandungan GGBFS yang terlalu tinggi dapat memperlambat kekuatan tekan awal beton. Dengan adanya penambahan accelerator, pada persentase GGBFS 50% nilai kekuatan beton dapat meningkat. Persentase optimum untuk kekuatan awal beton terhadap variasi persentase GGBFS dan accelerator terdapat pada umur 7 hari yaitu dengan persentase 25% dan nilai kekuatan sebesar 32,58 MPa.
Kuat Tekan Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Akselerator Arya Pangestu Halim; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur membutuhkan material kuat dan tahan lama seperti beton, namun produksi semen sebagai bahan utama beton menghasilkan emisi CO₂ yang tinggi. Untuk mengatasinya, Ground GranulateddBlast Furnace Slag (GGBFS) atau limbah dari industri baja digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen. Selain ramah lingkungan, GGBFS juga membuat beton lebih kuat. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan penambahan akselerator terhadap kuat tekan beton pada umur 28 dan 56 hari. Penelitian ini mengganti semen secara parsial dengan GGBFS dengan persentase 0%, 20%, dan 50% dari berat semen. Selain itu, merek semen yang digunakan adalah Semen Padang. Penelitian ini menggunakan benda ujiisilinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan GGBFS sebagai substitusi sebagian semen dalam beton memberikan peningkatannsignifikan pada kuat tekan, dengan titik optimum pada penggantian 20%, yang menghasilkan kuat tekan tertinggi dibandingkan dengan 0% dan 50%. Selain itu, umur beton berpengaruh terhadap kuat tekan, di mana beton berumur 56 hari cenderung memiliki kekuatan lebih tinggi dibandingkan beton berumur 28 hari, baik dengan maupun tanpa GGBFS, menunjukkan bahwa beton dengan GGBFS menguat seiring bertambahnya usia. Penambahan akselerator juga meningkatkan kuat tekan beton, terutama pada umur 56 hari, dengan akselerator membantu mempercepat hidrasi awal. Kombinasi GGBFS 20% dan akselerator menghasilkan kuat tekan tertinggi (40,54 MPa) pada umur 56 hari, menjadikannya kombinasi yang paling optimal dalam penelitian ini. Kata kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Akselerator, Kuat Tekan

Page 1 of 12 | Total Record : 113