cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH LERENG PASIR DR 88% MENGGUNAKAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE VARIASI POSISI DENGAN DIAMETER BARIS KEDUA D2 = 2 CM Yunita Listiana Putri; As'ad Munawir; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dilakukan pada lereng menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan pada tanah datar. Pergerakan massa tanah lereng yang cukup besarmengakibatkan ketidakstabilan bangunan yang terletak di lereng dan penurunan dayadukung yang akhirnya menyebabkan kegagalan superstruktur. Salah satu upaya yangdilakukan untuk stabilitas lereng adalah dengan memberi pile sebagai perkuatan tanah. Padapenelitian ini, dilakukan analisis pemodelan lereng dengan variasi posisi perkuatan pile bariskedua menggunakan metode FEM pada program PLAXIS dan ABAQUS untuk memperolehbesarnya penurunan tanah dan nilai daya dukung yang terjadi sehingga didapatkanpeningkatan kapasitas daya dukung tanah BCI dan membandingkan dengan hasileksperimen. Hasil akhir penelitian diperoleh bahwa terjadi peningkatan kapasitas dayadukung lereng antara tanpa perkuatan dengan adanya perkuatan double row pile, dimanaposisi pile sebagai perkuatan lereng mempengaruhi peningkatan nilai daya dukung tanahlereng. Posisi pile optimum yang dapat menghasilkan kapasitas daya dukung lerengmaksimum berada ketika rasio posisi pile Lx1/L = 0,9 dan Lx2/L = 0,6. Nilai BCI palingtinggi diperoleh sebesar 56,2% dan peningkatan BCI paling kecil sebesar 25,7%. Kata kunci : BCI, Lereng Pasir, Perkuatan Pile Dua Baris, FEM.
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH LERENG PASIR DR 88% MENGGUNAKAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI DIAMETER PADA POSISI BARIS KEDUA LX2/L = 0,7 Meriza Putri Ardhani; As'ad Munawir; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi tidak hanya dibangun pada permukaan datar melainkan harus dapat dibangun di daerah yang tidak rata seperti di atas lereng. Permasalahan yang akan timbul ketika pondasi dibangun di atas lereng adalah menurunnya daya dukung tanah yang mengakibatkan penurunan pada tanah atau bahkan terjadinya longsor. Sehingga diperlukan adanya tindakan preventif untuk mengurangi penyebab terjadinya tanah longsor, salah satunya dengan meningkatkan daya dukung lereng menggunakan pile. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi diameter pile baris kedua terhadap peningkatan daya dukung (Bearing Capacity Improvement, BCI) pada lereng tanpa perkuatan dengan lereng yang menggunakan perkuatan double row-pile. Metode penentuan daya dukung tanah yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode 0,1B. Metode 0,1B atau penurunan izin 0,1B merupakan metode untuk menentukan besar tegangan maksimum atau daya dukung tanah dengan membatasi penurunan pondasi sebesar 10% dari lebar pondasi (B). Dari hasil nilai daya dukung ultimit yang diperoleh dari software FEM akan dianalisis untuk mengetahui nilai rasio BCI kemudian dibandingkan untuk tiap software FEM dengan hasil eksperimen. Dari hasil analisis didapatkan bahwa terjadi peningkatan kapasitas daya dukung lereng antara tanpa perkuatan dengan adanya perkuatan double row-pile, dimana diameter pile baris kedua pada perkuatan lereng mempengaruhi peningkatan nilai daya dukung lereng. Semakin besar diameter pile maka semakin besar pula kapasitas daya dukung tanah yang terjadi pada lereng tersebut. Diameter pile optimum baris kedua yang dapat menghasilkan kapasitas daya dukung lereng maksimum berada pada diameter terbesar (D = 3,2 cm). Selain itu juga diperoleh bahwa dengan adanya penambahan perkuatan double row-pile pada lereng menghasilkan nilai BCI yang cukup signifikan. Peningkatan BCI paling tinggi sebesar 55% dan peningkatan BCI paling kecil sebesar 22%. Kata Kunci : Lereng, Longsor, Pile, Daya dukung, FEM.
Pengaruh Penggunaan Recycled Coarse Aggregate (RCA) terhadap Kuat Tekan Beton Polimer Porous Oktavianto Dwi Wicaksono; Eva Arifi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pertumbuhan populasi global menciptakan permintaan besar untukpembangunan gedung sehingga menyebabkan eksploitasi besar-besaran pada alam danpeningkatkanya limbah konstruksi. Salah satu solusinya dengan menggunakaan kembalilimbah konstruksi. Agregat kasar daur ulang (RCA) memiliki kualitas yang lebih rendahdibandingkan dengan agregat kasar alami atau Natural Coarse Aggregate (NCA) dikarenakanpori-pori yang ada menyebabkan penyerapan yang besar sehingga menghasilkan kuat tekanyang lebih rendah. Beton polimer dikenal kekuatannya yang sangat baik, penggunaan polimersebagai pengganti semen diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitasdari beton. Pada penelitian ini beton porous dibuat dengan polimer sebagai pengganti semendan menggunakan RCA. Langkah pertama pada penelitian ini adalah membandingkan antarabeton porous yang sama-sama menggunakan semen beragregat NCA dan RCA. Langkah keduamembandingkan beton porous yang sama-sama menggunakan RCA dengan bahan perekatsemen dan polimer. Selain itu ada variasi untuk meningkatkan persentase polimer danpenambahan fly ash pada beton. Didapatkan hasil kuat tekan yang dihasilkan dari beton yangmenggunakan NCA menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan RCA. Betondengan bahan perekat polimer memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengansemen. Peningkatan persentase polimer dan penambahan fly ash menghasilkan peningkatankuat tekan pada beton porous. Kata Kunci : agregat kasar daur ulang, polimer, beton porous, kuat tekan
Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polystyrene Dalam Bentuk Lateks Butiran Pada Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Dengan Metode Destructive Test Jonathan Steven Asido; Indra Waluyohadi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengguna expanded polystyrene atau styrofoam terbesar di dunia. Besarnya penggunaan styrofoam berbanding lurus dengan besarnya limbah yang ditimbulkan akibat styrofoam itu sendiri. Limbah styforoam merupakan limbah yang memiliki dampak sangat buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Maka dari itu, penelitian ini merupakan suatu upaya untuk mengurangi limbah styrofoam dengan cara mengubah limbah styrofoam menjadi lateks dan ditambahkan pada beton sebagai bahan tambah (admixture). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh olahan limbah styrofoam terhadap kuat tekan beton, kuat tarik belah beton, dan berapa kadar lateks yang paling optimum sebagai bahan tambah beton. Lateks yang digunakan dalam penelitian berupa butiran. Cara mendapatkan lateks butiran adalah pertama mencampurkan styrofoam pada bensin dengan perbandingan 1gr styrofoam : 4 ml bensin, pencampuran ini akan menghasilkan lateks cair. Selanjutnya, lateks cair didiamkan selama 3 hari hingga mengeras dan kering, lalu setelah mengeras lateks tersebut dipotong-potong menjadi butiran-butiran yang berukuran sama seperti agregat kasar. Butiran-butiran tersebut yang disebut dengan lateks butiran. Penelitian ini memiliki 4 variasi benda uji dengan masing-masing variasi memiliki 6 buah benda uji, jadi total 24 benda uji. Variasi tersebut adalah beton dengan kandungan 0%, 5%, 10%, dan 15% lateks butiran. Benda uji berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil dari pengujian menyimpulkan bahwa penambahan lateks butiran menurunkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penambahan lateks butiran berbanding lurus dengan penurunan kualitas beton. Jadi semakin banyak jumlah lateks butiran yang terkandung pada beton maka kualitas beton semakin menurun. Dan kadar optimum lateks yang memberikan kuat tekan dan kuat tarik belah yang paling tinggi adalah 0%. Kata Kunci : Beton, styrofoam, Kuat tekan, Kuat tarik belah, lateks butiran
Pengaruh Perkuatan Double Row Pile Variasi Diameter pada Posisi Baris Kedua (Lx2/L = 0,6) terhadap Daya Dukung Tanah pada Lereng Pasir Dr 88% Gracius Teguh Imananto; Yulvi Zaika; As'ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur pondasi merupakan bagian penting dalam suatu konstruksi. Struktur pondasi yang dibangun dekat dengan puncak lereng akan menghasilkan daya dukung relatif lebih kecil dan stabilitas lereng yang rendah. Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai struktur perkuatan lereng yaitu perkuatan tiang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkuatan dua baris tiang variasi diameter pada baris kedua (Lx2/L = 0,6) terhadap peningkatan daya dukung tanah pada lereng pasir. Pendekatan analisis menggunakan pendekatan numerik berupa metode elemen hingga (MEH). Data pada penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Analisis MEH menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D, PLAXIS 3D, dan ABAQUS 3D. Hasil dari analisis MEH yaitu nilai tegangan dan penurunan tanah. Data tersebut kemudian diolah untuk memperoleh nilai daya dukung ultimit dengan metode 0,1B. Metode 0,1B merupakan metode dalam menentukan nilai daya dukung ultimit dengan membatasi penurunan pondasi sebesar 10% dari lebar pondasi (B). Daya dukung ultimit dianalisis kembali untuk memperoleh nilai bearing capacity improvement (BCI). Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan daya dukung ultimit dengan menggunakan perkuatan dua baris tiang variasi diameter pada baris kedua (Lx2/L = 0,6). Peningkatan berbanding lurus dengan ukuran diameter tiang yang digunakan. Daya dukung optimum diperoleh dengan kondisi rasio D2/D1 = 0,68 (Dpile = 3,2 cm). Nilai bearing capacity improvement yang diperoleh pada masing-masing perangkat lunak yaitu PLAXIS 2D sebesar 28,42%, PLAXIS 3D sebesar 53,3%, dan ABAQUS sebesar 27,9%.
PENGARUH PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI POSISI BARIS KEDUA (Lx2/L & D2 = 2,5 CM) TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PADA LERENG PASIR DR 88% I Gusti Ngurah Putu Prabhawangsa; Harimurti; As'ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika pondasi diletakkan pada puncak lereng, daya dukung lereng akan berkurang sehingga dibutuhkan sebuah perkuatan salah satunya yaitu perkuatan pile. Perkuatan pile akan berfungsi sebagai elemen yang menahan gaya lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi posisi pile baris kedua (LX2/L) terhadap peningkatan daya dukung tanah pada lereng. Penelitian menggunakan metode elemen hingga yang dapat mempertimbangkan interaksi yang terjadi antara tanah dengan pile. Pada penelitian terdahulu, telah dilakukan pemodelan lereng dengan double row pile di laboratorium. Dari penelitian tersebut diperoleh geometri, data parameter tanah pasir, dan parameter pile. Parameter tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam memodelkan lereng dengan double row pile pada software PLAXIS 2D, PLAXIS 3D, dan ABAQUS. Hasil akhir dari software tersebut adalah berupa nilai tegangan dan penurunan tanah. Daya dukung ultimit diperoleh menggunakan metode 0,1B dengan membatasi besarnya penurunan sebesar 10% dari lebar pondasi (B). Nilai daya dukung ultimit kemudian dianalisis untuk mengetahui nilai rasio bearing capacity improvement (BCI). Pada penyajiannya, hasil daya dukung ultimit dan nilai rasio BCI akan dibandingkan dengan hasil eksperimen. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa terjadi peningkatan kapasitas daya dukung lereng antara tanpa perkuatan dengan adanya perkuatan (double row pile). Posisi pile baris kedua (LX2/L) pada lereng mempengaruhi besarnya daya dukung yang dihasilkan. Pada PLAXIS 2D untuk posisi LX2/L = 0,6 menghasilkan daya dukung tertinggi sebesar 24,256 kN/m2 dengan nilai rasio BCI sebesar 1,253. Pada PLAXIS 3D untuk posisi LX2/L = 0,6 menghasilkan daya dukung tertinggi sebesar 30,952 kN/m2 dengan nilai rasio BCI sebesar 1,593. Pada ABAQUS untuk LX2/L = 0,6 menghasilkan daya dukung tertinggi sebesar 26,926 kN/m2 dengan nilai rasio BCI sebesar 1,308. Dari hasil FEM tersebut disimpulkan bahwa posisi optimum baris pile kedua berada pada bagian tengah-atas lereng (upper middle).
Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polyesteryne dalam Bentuk Lateks Butiran pada Beton terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang dengan Metode Non Destruktif Test Daniel Dandi Wicaksono; Indra Waluyohadi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daniel Dandi Wicaksono, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Juli 2023, Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polystryne Dalam Bentuk Lateks Butiran Pada Beton Terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang Dengan Metode Non-Destructive Test, Dosen Pembimbing : Indra Waluyohadi dan Desy Setyowulan Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka produksi limbah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk semakin bertambah. Salah satu limbah yang banyak ditemui adalah limbah Styrofoam. Seiring dengan perdambahan penduduk pula, kebutuhan untuk membangun infrastruktur guna menunjang aktivitas masyarakat juga meningkat. Beton merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Styrofoam atau Expanded Polystyrene yang jika dilarutkan dengan bensin akan menghasilkan lateks. Lateks sintetis adalah polimer karet yang dibuat secara sintetis melalui proses kimia dan bersifat elastis, memiliki kekuatan yang baik, dan memiliki kestabilan kimia yang baik terhadap air, asam, basa, dan elemen-elemen lain. Beton yang sudah dimodifikasi dengan penambahan lateks fabrikasi disebut Latex Modified Concrete (LMC). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penambahan lateks yang berasal dari limbah Styrofoam terhadap kuat tekan dan kecepatan rambat gelombang pada beton. Adapun stelah dilakukan pengujian terhadap benda uji dengan variasi kadar lateks 0%, 5%, 10%, 15%, menggunakan hammer test dan UPV test, didapatkan kuat tekan beton dan kecepatan rambat gelombang pada beton berukurang seiring dengan penambahan lateks polistirena. Kata kunci: lateks polistirena, kuat tekan beton, kecepatan rambat gelombang
Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang Dua Lantai yang didesain hanya dengan Beban Gravitasi di Kota Malang Septi Dwi Lestari; Achfas Zacoeb; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang merupakan salah satu kota di Pulau Jawa yang mengalami beberapa kali gempa bumi. Perencanaan struktur yang telah diperhitungkan dengan baik harus disertai dengan pemasangan detail tulangan sesuai dengan standar yang berlaku yaitu SNI 2847:2019 untuk meminimalisir timbulnya korban jiwa saat gempa bumi terjadi. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk merancang struktur bangunan gedung beton bertulang dua lantai yang didesain hanya menggunakan beban gravitasi dan detail penulangan sesuai dengan SNI 2847:2019. Analisis ini menggunakan program analisis struktur berbasis elemen hingga dengan pemodelan 3D serta evaluasi kinerja seismik dengan metode pushover. Diperoleh hasil yaitu struktur tergolong level kinerja damage control dan mengalami mekanisme sendi plastis gabungan (beam sway mechanism dan column sway mechanism). Gaya geser arah X adalah 1017046,13 kg dengan nilai displacement sebesar 0,15 m. Sedangkan, Gaya geser dasar arah Y adalah 897485,28 kg dengan nilai displacement sebesar 0,11 m. Sendi plastis pada arah X mulai muncul pada bagian balok di step ke-3, dan diikuti pada bagian kolom di step ke-4, serta sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-19. Sedangkan, sendi plastis pada arah Y mulai muncul pada bagian balok di step ke-3, dan diikuti pada bagian kolom di step ke-4, serta sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-9. Kata kunci: gempa bumi, pushover, analisis elemen hingga, level kinerja, sendi plastis
Pengaruh Jetty terhadap Morfodinamika Muara Sungai Serayu Muhammad Ridwan Zulvan; Alwafi Pujiraharjo; Agus Suharyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Serayu mengalami morfodinamika atau perubahan keadaan morfologi terutama pada lanskap sand bars di kiri mulut sungai. Selama musim kering, sand bars meluas. Masalah akan muncul ketika sand bars belum tererosi di awal musim hujan dan kapasitas mulut sungai dalam melimpaskan debit masih kecil sehingga berakibat banjir di hulu muara seperti yang terjadi pada bulan April 2022. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan hidrodinamika yang memperhitungkan pengaruh gelombang, pasang surut, dan debit sungai. Pada domain eksisting ketika kondisi musim kering yang mana gelombang dari arah tenggara mencapai 2,39 m, terjadi longshore current di depan sand bars yang mentranspor sedimen dari laut sehingga terbentuk longshore bars dan sedimentasi di ujung sand bars setebal 0,20 m setelah simulasi dua hari. Hal ini menjadi alasan dibangunnya jetty single di kiri muara sungai dengan kemiringan 1:2, tinggi +4,10 m dari MSL, dan ujungnya berada pada kedalaman 5 m berdasarkan garis gelombang pecah saat muka air surut. Dengan simulasi selama dua hari, sedimen di ujung sand bars tidak mengalami penebalan yang berarti dan relatif masih sama dengan kondisi awal sehingga jetty secara signifikan mencegah sedimentasi di ujung sand bars. Kata kunci: morfodinamika, sand bars, jetty
Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang Tiga Lantai yang didesain hanya dengan Beban Gravitasi di Kota Malang Vony Indriyanty; Wisnumurti; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia termasuk daerah yang rawan terjadi bencana gempa bumi karena posisinya yang berada dalam daerah cincin api pasifik dan terletak di pertemuan antara tiga lempeng besar yakni Eurasia, Pasifik, dan Indo-Autralia. Hal ini membuat gempa menjadi sebuah perhatian khusus dalam konstruksi gedung. Perancangan struktur yang telah dihitung dengan baik masih memiliki kemungkinan terjadi kegagalan apabila tidak dilakukan pendetailan tulangan secara baik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merancang bangunan tiga lantai di Kota Malang hanya menggunakan beban gravitasi tetapi detail penulangan disesuaikan dengan SNI 2847:2019 yang ditinjau terhadap kemampuannya saat terjadi gempa. Analisis dan pemodelan 3D dilakukan dengan program analisis struktur berbasis elemen hingga. Elemen struktur yang didesain hanya pelat, balok, dan kolom. Desain dievaluasi untuk mendapatkan tingkat kinerja struktur dan mekanisme sendi plastis menggunakan metode pushover dengan acuan ATC-40. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk displacement 0,16 m pada pushover arah X, gaya geser dasar yang terjadi yaitu 1072222,34 kg dan terjadi pada step ke-11 sedangkan pada pushover arah Y, dengan displacement 0,16 m, gaya geser dasar yang terjadi yaitu 1901445,09 kg dan terjadi pada step ke-19. Pada pushover arah X, sendi plastis pertama terjadi pada ujung balok di step ke-3, kemudian diikuti sendi plastis pada kaki kolom di step ke-5, dan sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-11. Pada pushover arah Y, sendi plastis pertama terjadi pada ujung balok di step ke-2, kemudian diikuti sendi plastis pada kaki kolom di step ke-3, dan sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-19. Tingkat kinerja gedung saat menerima beban gempa berada pada kategori Damage Control (DC) dan mekanisme sendi plastis yang terjadi adalah mekanisme kelelehan gabungan (mekanisme kelelehan pada balok dan kolom). Kata kunci : gempa bumi, pushover, analisis elemen hingga, level kinerja, sendi plastis.

Page 4 of 12 | Total Record : 117