cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 77 Documents clear
Pemetaan Pola Aliran dan Indeks Kualitas Air Tanah di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo putri, yessy noviyanti; Siswoyo, Hari -
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.373 KB)

Abstract

ABSTRAK: Semburan Lumpur Sidoarjo awal terjadi pada tanggal 29 Mei 2006 hingga saat ini yang sudah terjadi selama 12 tahun. Lumpur Sidoarjo sangat mempengaruhi kondisi lingkungan serta merusak infrastruktur yang ada di wilayah tersebut, semburan lumpur ini mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan mulai kerusakan lahan, perubahan struktur geologi bawah tanah, pencemaran udara akibat gas yang keluar bersama lumpur dan perubahan kualitas air dari sumber - sumber air tanah yang berasal dari sumur gali yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari oleh penduduk. Dampak pencemaran kualitas air tanah sangat mungkin terjadi karena dilihat dari banyaknya desa yang sudah tenggelam dan dilihat dari kondisi fisik telah mengalami pencemaran, baik dari aspek warna, rasa, ataupun bau. Air tanah yang sudah tercemar jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk atau menjalar ke desa - desa sekitarnya, oleh karena itu penelitian air tanah ini dilakukan untuk memetakan pola aliran dan indeks kualitas air tanah yang ada di wilayah Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Pada penelitian ini dilakukan survei sebanyak 3 sampai 5 sumur setiap desa untuk mendapatkan elevasi muka air tanah yang digunakan sebagai dasar penggambaran pola aliran air tanah. Pengambilan contoh air tanah ini dilakukan terhadap sumur-sumur penduduk yang dilewati jalur aliran air tanah dengan parameter kualitas air yang diamati yaitu TDS, Kekeruhan, Cl-, CaCO3, F-, NO3-, Fe, pH. . Contoh air tanah yang telah diambil selanjutnya diujikan pada laboraorium untuk menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan metode Water Quality Index (WQI). Dari hasil penelitian ini didapatkan 8 jalur pola aliran air tanahyang secara umum menjauhi genangan Lumpur Sidoarjo dan berdasarkan dari hasil perhitungan dengan metode Water Quality Index (WQI) maka 3 Desa yang memiliki kualitas yang ‘Sangat Bagus’, wilayah tersebut meliputi Desa Lajuk, Desa Wunut dan Desa Kebakalan, dan 2 Desa yang memiliki kualitas yang ‘Bagus’ yang terdapat pada Desa Glagaharum dan Desa Plumbon. Desa Pesawahan berada pada area dengan kualitas ‘Cukup’ dalam artian cukup adalah kualitas air yang sudah termasuk buruk tetapi masih dapat dimanfaatkan untuk air minum hanya tidak disarankan. Desa Kebonagung berada pada wilayah yang berpotensi dengan kualitas air yang ‘Buruk’ untuk air minum. Sedangkan 8 Desa yang lain sudah memiliki potensi kualitas air ‘Tidak Layak Minum’ diantaranya yaitu Desa Candi Pari, Desa Kesambi, Desa Kedungboto, Desa Pamotan, Desa Gedang, Desa Kedungsolo, Desa Juwet Kenongo, dan Desa Porong.ABSTRACT: Mud outpouring in Sidoarjo was initiated in May 29th, 2006 and has currently occurs for 12 years. Sidoarjo mud was highly affects environmental condition and damaging infrastructure in this area, mud outpouring has caused environmental damage such as land damage, structure changes on the underground structure, air pollution due to the outpoured gas along with the mud and water quality changes of groundwater sources from artesian wells of the surrounding community. Impact in groundwater pollution was most likely to happen because there were several villages has gone due the mud and this pollution can be seen from the physical condition such as its color, taste and smell. If not addressed immediately, the polluted groundwater would spread over to the surrounding villages therefore this study was conducted to map the flow pattern and quality index of groundwater in Porong subdistrict, Sidoarjo regency. This study conduct survey toward 3 to 5 wells in each village to obtain the surface elevation of groundwater and using it as the basis of mapping groundwater’s flow pattern. Groundwater sample collection was done toward wells that was passed through by groundwater with water quality parameter includes TDS, turbidity, Cl-, CaCO3, F-, NO3-, Fe, and pH. Groundwater sample taken would be tested in the laboratory to determine its quality by using Water Quality Index (WQI) method. From the result, we obtain 8 groundwater path that generally move outward of Sidoarjo mud and based on the calculation result with Water Quality Index (WQI) method, there were 3 villages with ‘very good’ quality, those were Lajuk, Wunut and Kebakalan villages, while there were Glagaharum and Plumbon villages that has ‘good’ groundwater quality. Pesawahan village was located in the area with ‘fair’ groundwater quality. This term fair means that the groundwater was quite poor but still can be used for various purposes other than drinking water. Kebonagung village lies in the area with ‘poor’ groundwater quality. There were 8 other villages with ‘not for drinking water’ quality, those are Candi Pari, Kesambi, Kedungboto, Pamotan, Gedang, Kedungsolo, Juwet Kenongo and Porong villages.
ANALISA INDEKS KINERJA DAERAH IRIGASI PAKIS KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PDSDA-PAI VERSI 2.0 Pribadi, Laurentius Prasetya; Priyantoro, Dwi; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.145 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Pakis terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang kewenangannya berada di bawah UPT SDA Tumpang. Pada beberapa tahun terakhir di Kabupaten Malang, khususnya di Kecamatan Pakis diindikasikan adanya penurunan kinerja sistem irigasi pada beberapa jaringan irigasi, yang ditandani dengan menurunnya luas panen dan hasil panen. Oleh karena itu diperlukan suatu penilaian untuk dapat menentukan kelayakan serta memberikan solusi yang tepat dalam penanganan penurunan indeks kinerja sistem irigasi yang ada. Untuk memperhitungkan besarnya indeks kinerja sistem pada Daerah Irigasi Pakis dilakukan penilaian pada aset irigasi dengan menggunakan metode penilaian sesuai dengan PerMen PUPR No 12/PRT/M/2015, dan untuk mempermudah hal tersebut, maka dalam studi ini perhitungan nilai indeks kinerja sistem irigasi juga dibantu dengan menggunakan software PDSDA-PAI Versi 2.0.
ANALISIS STABILITAS LERENG TAILINGS STORAGE FACILITY II PROYEK TEMBANG, LUBUKLINGGAU, SUMATRA SELATAN, BERDASARKAN PETA GEMPA INDONESIA 2010 Firmanda, Andry Riski; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.121 KB)

Abstract

ABSTRAK : Indonesia, khususnya pada lokasi studi yakni pada sisi barat Pulau Sumatradalam satu dekade terakhir terhitung cukup sering terjadi gempa dengan skala yang cukupbesar. Analisis pada studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana potensitubuh bendungan terhadap bahaya piping dan stabilitas lereng TSF II Proyek Tembangterkait dengan pembebanan gempa berdasarkan Peta Gempa Indonesia 2010, masingmasing menggunakan SEEP/W dan SLOPE/W pada program GeoStudio 2012. Hasilmenunjukkan bahwa TSF II aman terhadap piping dan kondisi statis, namun masih belummemenuhi syarat faktor keamanan yang diijinkan dari beberapa kondisi OBE dan sebagianbesar MDE dengan Fk terkecil 0,751. Oleh karenanya, analisis deformasi maksimummenggunakan metode Makdisi-Seed dilakukan dan mendapatkan hasil penurunan sebesar40,005 cm, sedangkan metode Swaisgood dengan hasil sebesar 16,43 cm. Rekomendasidengan penambahan timbunan di hilir dengan memanfaatkan tampungan tailings dari TSFyang lain.Kata kunci: tailings dam, TSF II proyek tembang, stabilitas lereng, potensi piping,rekomendasiABSTRACT : Indonesia , especially in the location of the study, which is on the west sideof Sumatra Island, was quite frequently occurred earthquakes with a fairly large scale. Theanalysis of this study was undertaken with the aim to find out the piping potential towardsthe dam body and stability slope of TSF II Tembang Project relating to the imposition ofearthquake based on 2010 Indonesian Earthquake Map, each using SEEP/W andSLOPE/W in GeoStudio 2012. Results showing that TSF II is safe against piping potentialand static condition, but still have yet to meet the requirements of the safety factor allowedfor some conditions of OBE and MDE with the least result of safety factor is 0,751. Thusmaximum deformation analysis using Makdisi – Seed method was applied which resultingin 40,005 cm of height reduction, and Swaisgood method resulting in 16,43 cm of heightreduction. Recommendations advised for the addition of embankment at the downstreamby making use of stored tailings in other TSF.Keywords: tailings dam, TSF II Tembang Project, slope stability, piping potential,recommendation
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO DI BENDUNGAN TUGU, KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Putra, Galih Rizam Pratama; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.222 KB)

Abstract

ABSTRAK : Bendungan Tugu yang terletak di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur yang mendapat inflow dari Sungai Kesser mampu mengalirkan debit yang dapat diandalkan sepanjang tahunnya. Pemanfaatan bendungan tersebut belum begitu maksimal  meskipun ada beberapa pemanfaatan air sebagai sumber air irigasi dan kebutuhan air baku, namun sejatinya tetap tidak maksimal mengingat debitnya yang ideal untuk sumber pembangkit listrik. Pemanfaatan Bendungan Tugu sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) dapat dilakukan, dengan melakukan studi untuk mengetahui kelayakan dari aspek teknis dan ekonomi. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa debit desain sekaligus debit pembangkit terbesar yang digunakan adalah 0,822 m3/dt. Bangunan pendukung yang digunakan yaitu intake tipe menara tenggelam, waterway berupa saluran bekas pengelak, penstock, dan tailrace. Pada penstock digunakan pipa bertekanan dengan aliran turbulen, serta jenis pipa Glass Fiber Reinforced Plastic (GRP), dan diameter penstock utama sebesar 0,6 m dengan ketebalan sebesar 33,10 mm. Dengan tinggi jatuh efektif sebesar 75,065 m didapat kapasitas terpasang yaitu 570,151 kW menggunakan turbin francis sumbu horisontal. Energi tahunan yang mampu dihasilkan yaitu sebesar 3610577,60 kWh dengan faktor kapasitas sebesar 72,29 %. Dari analisa kelayakan ekonomi yang dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter kelayakan yaitu BCR = 2,75, NPV = Rp 26.561.796.649,82, IRR = 22,25%, dan Payback Periode = 7 tahun 99 hari. Kata kunci : PLTM, daya dan energi, debit andalan, GRP, kelayakan ekonomi     ABSTRACT : Tugu Dam which is located in Tugu District, Trenggalek Regency, East Java Province which is passed by Kesser River is able to drain reliable discharge throughout the year. The utilization of the dam is not yet maximal although there are several uses of water as an irrigation and raw water needs, but in fact it is still not optimal considering the ideal discharge for the source of power plant. Utilization of Tugu Dam as a source of Microhydro Power Plant can be done, by doing studies to determine the feasibility of technical and economic aspects. The results of the study showed that the design discharge as well as the largest generator discharge used was 0,822 m3/s. Supporting buildings used are intake with type of the tower sank, waterway in the from of a former dodger channel , penstock, and tailrace. Pressurized pipes are used in the penstock, with Glass Fiber Reinforced Plastic (GRP) pipe type, diameter of penstock is 0,6 m with 33,10 mm of thickness. With an effective head of 75,06 m, the installed capacity is 570,151 kW using a Francis turbine with horizontal axis. The energy that can be produced is 3610577,60 kWh with a capacity factor is 72.29 %. From the economic feasibility analysis by using several economical parameters that is BCR = 2,75, NPV = Rp 26.561.796.649,82, IRR = 22.25%, and Payback Period = 7 years 99 days. Keyword : Minihydro Power Plant, power and energy, dependable discharge, GRP, economic feasability
STUDI EFEKTIFITAS FITOREMEDIASI TANAMAN BAMBU AIR DAN ZEOLIT GUNA MEREDUKSI LOGAM TIMBAL (Pb) DAN SENG (Zn) Maulidya, Aisah; Yuliani, Emma; Sholichin, Moch
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Fitoremediasi adalah metode penggunaan tumbuhan untuk memindahkan, menstabilkan, atau mengurangi bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun anorganik. Metode Saringan Pasir Lambat (SPL) adalah proses penyaringan menggunakan pasir dimana didalamnya terdapat dua proses penyaringan, yaitu secara fisika dan secara biologi. Penelitian ini menggunakan metode fitoremediasi dan saringan pasir lambat. Media yang digunakan untuk metode fitoremediasi adalah Bambu Air dan media untuk SPL adalah zeolit alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas rancangan percobaan dari kombinasi kedua metode ini dalam menurunkan kadar Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada air limbah buatan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018 – November 2016. Data hasil pengujian laboratorium dianalisa menggunakan Uji T. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dari kedua metode ini mampu menurunkan kadar Zn, tetapi tidak untuk Pb. Perlakuan terbaik ada pada perlakuan bak B (100 Tanaman) dengan penurunan kandungan logam Zn sebesar 86,9% pada minggu terakhir pengamatan yaitu selama 21 hari. Kata Kunci: Fitoremediasi, SPL, Bambu Air (Equisetum hyemale)ABSTRACT:.The phytoremediation is a method with using a plant to move, to stabilize, or to decrease the pollutan, either organic or anorganic compound. Slow Sand Filtration (SSF) method is filtering process by using sand within includes of two filtering process, physically and biologically. The media used for phytoremediation method is “water bamboo” plant and the media for SSF is natural zeolite. The aim of this research was to reveal the effectiveness of trial design from the combination of both methods in decreasing the Lead (Pb) and Zinc (Zn) level in synthetic wastewater based on Government Regulation Number 82 in 2001 about Water Quality Processing and Water Pollution Restrain. This research was carried out on October 2018-November 2018. The data from laboratory testing result was analyzed by using T test. The result of this research showed that combination from the both methods was able to decrease Zn, but not for Pb. The best treatment was on the b tub (60 plants) treatment with reduction of Zn metal content of 86,9% in the last week of observation that is for 21 days. Keywords: Phytoremediation, SSF, Water Bamboo (Equisetum hyemale)
STUDI PERENCANAAN JADWAL PELAKSANAAN KONSTRUKSI MAIN DAM DAN BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) PADA BENDUNGAN GONDANG KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT MANAGER 2016 Neditia, Dwandika Vicky; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan Bendungan Gondang berfungsi sebagai salah satu alternatif pemenuhan ketersediaan air irigasi dan air baku di wilayah Kabupaten Karanganyar. Proyek Bendungan Gondang mempunyai kompleksitas pekerjaan yang cukup tinggi, baik dari segi sumber daya yang digunakan maupun segi jenis pekerjaan. Sehingga diperlukan optimasi penjadwalan yang fleksibel agar mampu diterapkan di lapangan. Dengan begitu jadwal pelaksanaan konstruksi pada Bendungan Gondang tidak mengalami keterlambatan. Untuk  mendapatkan penjadwalan yang optimal dalam segi efisiensi waktu, biaya, sumber daya, maka digunakan program Microsoft Project Manager 2016 untuk dapat memaksimalkan kegiatan yang dapat dioptimalkan dalam suatu penjadwalan. Dalam melakukan percepatan digunakan penambahan jam kerja dan penambahan sumber daya. Berdasarkan hasil penjadwalan pelaksanaan konstruksi main dam dan spillway pada Bendungan Gondang dengan durasi 1095 hari didapatkan anggaran biaya sebesar Rp. 361.915.427.000,00. Setelah dilakukan percepatan jadwal dengan menggunakan alternatif penambahan jam kerja, didapatkan jadwal proyek dengan durasi 810 hari dengan anggaran biaya sebesar Rp. 363.139.970.000,00 inefisiensi anggaran awal sebesar 0,34%. Sedangkan percepatan jadwal dengan menggunakan alternatif penambahan sumber daya dengan durasi yang sama didapatkan anggaran biaya sebesar Rp. 361.295.664.000,00 efisiensi anggaran awal sebesar 0,17%. Maka dapat ditarik kesimpulan alternatif yang dipilih untuk percepatan jadwal konstruksi main dam dan spillway pada Bendungan Gondang adalah alternatif penambahan sumber daya.   Kata Kunci: Efisiensi, Penjadwalan, Jam Kerja, Sumber daya, Percepatan, Microsoft Project Manager 2016 ABSTRACT: Gondang dam construction serves as the one alternative fulfillment of irrigation water and water standard needs in the region of Karanganyar Regency. The complexity of Gondang dam construction is quite high, both in terms of resources used and in terms of type of work. According to that, flexible schedulling management is required to be applied in the field. Therefore, the schedule of Gondang dam construction not experiencing delay. To get optimal schedulling in terms of time efficiency, cost, resources, the Microsoft Project Manager 2016 is used to find out which activities can be optimized in a schedulling. In accelerated used additional working hours and additional resources. Based on scheduling result, the budget plan of main dam and spillway on Gondang dam is Rp. 361.915.427.000,00.. With duration of 1095 days. After the acceleration of the project schedule using the addition of working hours, the budget plan of the project schedule is Rp. 363.139.970.000,00 with the duration of 810 days and inefficiency the initial budget plan as 0,34%. While the acceleration of the project schedule using addition of resources with the same duration, the budget plan of the project schedulle is Rp. 361.295.664.000,00 with efficiency the initial budget plan as 0,17%. Based on the results, the selected alternative for the project schedule acceleration of main dam and spillway construction on Gondang dam is the addition of resources. Keywords: Efficiency, Schedulle, Overtime , Resources, Crashing, and Microsoft Project Manager 2016
PERENCANAAN DESAIN DERMAGA TUKS PLTU (4X7) MW LOKASI SORONG KABUPATEN SORONG, PROVINSI PAPUA BARAT Effendi, Totok Firman; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar dengan luas laut 63 % dari luas total keseluruhan negara Indonesia.  Sehingga pelabuhan cukup berperan penting dalam upaya pembangunan nasional.  Seiring majunya pembangunan nasional di daerah Papua, permintaan akan kebutuhan energi terutama energi listrik terus meningkat.  Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pembangunan pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan yang ada.  Oleh sebab itu, didaerah Sorong direncanakan akan dibangun PLTU (4x7) MW dengan batu bara sebagai bahan bakar.  Batu bara tersebut akan di distribusikan mengunakan kapal tongkang 10.000 DWT.  Sehingga diperlukan sebuah dermaga khusus (TUKS) untuk kapal tersebut.  Untuk perencanaan dermaga menggunakan data angin selama 10 tahun (2006-2015), data pasang surut (15 hari), dan data tanah (hasil uji SPT).  Perencanaan dermaga dimulai dengan pembangkitan gelombang oleh angin menggunakan metode JONSWAP.  Analisis gelombang rencana menggunakan distribusi Fisher-Tippet I dan didapatkan tinggi gelombang rencana maksimum kala ulang 50 tahun sebesar 1,270 m arah utara.  Muka air rencana +4,136 m dengan tinggi gelombang pecah maksimum 1,350 m arah utara dengan kala ulang 50 tahun.  Struktur dermaga  direncanakan memiliki dengan panjang 170 m, lebar 20 m, dan kedalaman 14 m.  Hasil uji SPT didapatkan jenis tanah pada lokasi dermaga yaitu lempung berpasir dengan kedalaman tanah keras pada kedalaman lebih dari 12 m.  Dimensi balok melintang tebal 0,75 m x 0,5 m dengan panjang 20 m dan berjumlah 36 buah.  Dimensi balok memanjang 0,5 m x 0,3 m dengan panjang 170 m dan berjumlah 9 buah.  Tebal plat 0,4 m dan tebal aspal 0,05 m.  Untuk tiang pancang menggunakan tiang pancang spun pile berdiameter 0,8 m dan panjang 27 m berjumlah 180 buah.  Untuk menahan gaya lateral dermaga, diperlukan tiang pancang miring.  Dalam perencanaan dermaga ini, tiang pancang miring diletakkan pada bagian belakang dermaga dengan kemiringan tiang 300.ABSTRACT: Indonesia in one of the most largest maritime countries wint an seas area 63 % of total indonesia area.  The port plays on important role in national developed efforts.  As national developed advance in the Papua region, demand of energy continues increase, especially electricity energy.  To overcome this, the construction of a power plan is needed for supply the energy.  Therefore in Sorong area will built an power plan (4x7) MW with coal as fuel.  The coal will be distributed using 10.000 DWT ship barge.  That will needed special port for self-interest for this ship can dock.  For pier planning using 10 years of wind date (2006-2015), tidal date (15 days), and soil date (SPT test result).  Pier planning begins with wave generated by using JONSWAP method.  The wave planned analysis uses the fisher-tipped I distribution and the height wave palnned of 50 years return period is 1,270 m northward.  The design water lever is +4,136 m with maximum breaking wave 1,350 m height northward with 50 years return period.  The pier structure planned has lenght 170 m, wide 20 m, and depth 14 m.  The result of SPT test found that soil in location is sandy clay with hard soil depth at depth more than 12 m.  The dimension of transverse beam are 0,75 m x 0,5 m thick with a lenght 20 m and total beam 36 pieces.  The dimension of extends beam are 0,5 m x 0,3 m thick with lenght 170 m and total beam 9 pieces.  Plate thickness is 0,4 m and asphalt thickness is 0,05 m.  For pile is using spun pile with diameter of 0,8 m and lenght 27 m totaling 180 pieces.  To hold the lateral force of the pier, raking  pile is needed.  In planing this pier, the raking pile are placed in the back of pier with slope 300.ABSTRACT: Indonesia in one of the most largest maritime countries wint an seas area 63 % of total indonesia area. The port plays on important role in national developed efforts. As national developed advance in the Papua region, demand of energy continues increase, especially electricity energy. To overcome this, the construction of a power plan is needed for supply the energy. Therefore in Sorong area will built an power plan (4x7) MW with coal as fuel. The coal will be distributed using 10.000 DWT ship barge. That will needed special port for self-interest for this ship can dock. For pier planning using 10 years of wind date (2006-2015), tidal date (15 days), and soil date (SPT test result). Pier planning begins with wave generated by using JONSWAP method. The wave planned analysis uses the fisher-tipped I distribution and the height wave palnned of 50 years return period is 1,270 m northward. The design water lever is +4,136 m with maximum breaking wave 1,350 m height northward with 50 years return period. The pier structure planned has lenght 170 m, wide 20 m, and depth 14 m. The result of SPT test found that soil in location is sandy clay with hard soil depth at depth more than 12 m. The dimension of transverse beam are 0,75 m x 0,5 m thick with a lenght 20 m and total beam 36 pieces. The dimension of extends beam are 0,5 m x 0,3 m thick with lenght 170 m and total beam 9 pieces. Plate thickness is 0,4 m and asphalt thickness is 0,05 m. For pile is using spun pile with diameter of 0,8 m and lenght 27 m totaling 180 pieces. To hold the lateral force of the pier, raking pile is needed. In planing this pier, the raking pile are placed in the back of pier with slope 300.
STUDI EFISIENSI METODE ZIG-ZAG AERATOR VERTIKAL MENGGUNAKAN FILTER SPONGE UNTUK MEREDUKSI NILAI KEKERUHAN DAN MENAIKKAN NILAI DO Siregar, Yoan Nathalia; Prayogo, Tri Budi; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Air buangan limbah domestik dihasilkan dari kegiatan rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat setiap harinya secara rutin. Limbah domestik akan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan dan masyarakat bila tidak dikelola dengan benar. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan 3 kali pengulangan pada faktorial 2x3x2. Faktor pertama adalah debit, yaitu menggunakan 0,07 liter/detik dan 0,02 liter/detik. Faktor kedua adalah kemiringan plat, yaitu 0°, 5°, dan 10°. Faktor ketiga yaitu jumlah plat, yaitu 6 buah dan 4 buah. Penelitian ini menggunakan limbah domestik buatan dalam pengolahannya, serta menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal dengan filtrasi sponge. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan efisiensi kemiringan plat, debit, dan jumlah plat pada pengolahan limbah domestik buatan menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal dengan filtrasi sponge terhadap parameter kekeruhan, DO, dan pH. Dari hasil penelitian, didapatkan efisiensi untuk DO 22% - 68%, kekeruhan memiliki efisiensi 50% - 68%, dan pH hanya 1% - 3%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan untuk pengolahan menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal menggunakan debit 0,02 liter/detik, kemiringan plat 0°, dan jumlah plat 6 buah akan memberikan hasil yang maksimal.ABSTRACT: Domestic waste water is generated from household activities carried out by the community on a daily basis. Domestic waste will cause problems for the environment and society if it is not managed properly. Complete Random Design Method (CRD) was used with 3 repetitions in factorial 2x3x2. The first factor is debit, which uses 0.07 liters / second and 0.02 liters / second. The second factor is the slope of the plate, which is 0 °, 5 °, and 10 °. The third factor is the number of plates, which is 6 pieces and 4 pieces. This research uses artificial domestic waste in its processing, and uses Vertical Zig-Zag Aerators with sponge filtration. This research was conducted to determine the effect and efficiency of plate, discharge, and plate number on artificial domestic waste processing using Zig-Zag Vertical Aerator with sponge filtration on turbidity, DO, and pH parameters. From the results of the study, obtained efficiency for DO 22% - 68%, turbidity has an efficiency of 50% - 68%, and pH is only 1% - 3%. From the results of the study, it can be concluded for processing using Zig-Zag Vertical Aerator using a discharge of 0.02 liters / second, slope of the plate 0 °, and the number of plates of 6 pieces will provide maximum results.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE STADION UTAMA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XX/2020 DI DISTRIK SENTANI TIMUR, KABUPATEN JAYAPURA, PROVINSI PAPUA Ramadhani, Tresna Asih Utami; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Stadion utama yang akan digunakan untuk acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua ini merupakan kebanggaan bagi kota Papua karena merupakan tuan rumah. Sistem drainase stadion terbagi atas sistem drainase bawah permukaan dan sistem drainase permukaan. Dalam perencanaan sistem drainase hal pertama yang dilakukan adalah analisis hidrologi, dilanjutkan struktur tanah lapangan dan perencanaan pipa bawah permukaan. Langkah selanjutnya melakukan perhitungan debit limpasan dan debit air kotor dari tribun untuk perencanaan sistem drainase permukaan. Perhitungan curah hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun menggunakan distribusi Log Pearson III didapat sebesar 134,39 mm/hari. Setelah itu direncanakan struktur tanah bawah permukaan lapangan yang terdiri dari bahan pasir urug dan pupuk kandang, pasir murni, geokomposit, dan batu koral yang dibawahnya direncanakan pipa PVC AW Ø 5. Perencanaan sistem drainase permukaan terdapat 3 saluran utama, yaitu saluran I dengan dimensi lebar = 0,35 m dan tinggi = 0,8 m, saluran II dengan dimensi lebar = 0,25 m dan tinggi = 0,3 m, dan saluran III dengan dimensi lebar = 1,0 m dan tinggi = 1,0 m. Debit total yang masuk pada saluran pembuang sebesar 2,707 m3/detik. Dari hasil perhitungan analisa rencana anggaran biaya didapat bahwa total keseluruhan biaya untuk pekerjaan stadion utama PON XX yaitu sejumlah Rp. 4,027,715,652.ABSTRACT: The main stadium which will be used for National Sports Week XX event in Papua Province is the pride of the city of Papua because it is the host. The stadium drainage system is divided into subsurface drainage systems and surface drainage systems. In planning of drainage system the first thing to do is hydrological analysis, soil structure preparation and subsurface pipe planning. The next step is to calculate runoff discharge and dirty water discharge from the stands for planning the surface drainage system. Design rainfall calculations with a 5-year return period using Log Pearson III distribution were obtained at 134.39 mm / day. After that, a soil structure below the surface of the field is built which consists of urug sand and manure, pure sand, geocomposite, and coral rock and below that there is PVC pipe AW Ø 5. There are 3 main channels for the surface drainage system planning, that is channel I with dimensions width = 0.35 m and height = 0.8 m, channel II with dimensions width = 0.25 m and height = 0.3 m, and channel III with dimensions width = 1.0 m and height = 1.0 m. The total discharge that entering the drainage channel is 2.707 m3 / second. From the calculation of bill of quantity from the total costs for the work of the main stadium PON XX is Rp. 4,027,715,652.
STUDI POLA DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN DI SALURAN TERBUKA PADA AMBANG LEBAR Kusuma, Roorkeindia Paramita; Dermawan, Very; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Aliran pada saluran terbuka dapat mengalami pembendungan apabila ada struktur bangunan ambang. Aliran akan mengalami perubahan kecepatan baik sebelum dan setelah melalui ambang. Perubahan kecepatan ini mempengaruhi pola distribusi kecepatan aliran yang berbeda di tiap kondisi aliran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi aliran yang terjadi baik pada sebelum dan setelah ambang lebar. Selain itu, penggunaan ambang lebar pada penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai koefisein debit (Cd) terhadap tinggi ambang lebar. Penelitian ini menggunakan saluran terbuka lurus (flume) berpenampang persegi dengan dasar tetap (fixed bed) dan tanpa kemiringan serta memiliki dimensi lebar (B)=7,6 cm, tinggi (H)=25 cm, dan panjang (L)=900 cm. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan aliran pada penelitian ini adalah tabung pitot. Penelitian ini menggunakan 2 debit pengaliran (Q) dengan Q1=4,017 l/dt dan Q2=3,437 l/dt. Selain menggunakan 2 debit pengaliran, penelitian ini juga menggunakan 2 variasi tinggi (P) ambang lebar dengan P1 = 10 cm dan P2 = 12 cm. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan bahwa aliran sebelum dan setelah ambang adalah subkritis. Pengukuran pada 4 section sebelum ambang menunjukkan bahwa semakin mendekati ambang kecepatan aliran semakin rendah, sedangkan pada 3 section sesudah ambang kecepatan aliran semakin ke hilir semakin tinggi. Kecepatan geser dihitung menggunakan metode Clauser. Pada hulu ambang pola distribusi aliran di daerah inner region memiliki nilai yang cukup berhimpit dengan perhitungan metode Logarithmic Law dan Von Karman tetapi di area outer region tidak. Pada hilir ambang pola distribusi aliran memiliki nilai yang jauh berbeda dengan perhitungan metode Logarithmic Law dan Von Karman baik pada daerah inner maupun outer region.Kata Kunci: saluran terbuka, distribusi kecepatan, ambang lebar, tabung pitotABSTRACT: An open channel flow over broad-crested weir will have different velocities in the upstream and downstream. This will also affect the velocity distribution that is vary in each flow condition. The objective of this study is to investigate the flow velocity distribution over broad crested weir. Moreover, the use of broad-crested weir was also to study the change of its discharge coefficient (Cd) over different weir heights. This study was conducted using a straight, rectangular channel (flume) with fixed horizontal bed and with dimensions of width (B)=7,6 cm, height (H)=25 cm, and length (L) = 900 cm. Pitot tube is used as flow velocity measuring instrument. There are 2 discharges used in this study, Q1 = 4,017 l/sec and Q2 = 3,437 l/sec. In addition, this study is also using 2 height variations (P) which are P1 = 10 cm and P2 = 12 cm. From the results of the measurements and calculations found that the flow in the upstream and downstream is subcritical flow. Velocity measurements in 4 sections before weir showed that the closer flow to the weir, the lower flow velocity. While in the 3 sections after the weir showed that the further the flow from weir, the higher flow velocity. Shear velocity was calculated using the Clauser method. Velocity distribution on the upstream inner region had values that coincide with Logarithmic Law as well as Von Karman but not on the outer region area. In the downstream, velocity distribution had values that is not in accordance with the calculation of Logarithmic Law and Von Karman method both in the inner and outer region.Keywords: open channel, velocity distribution, broad crested weir, pitot tube.