cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2015)" : 44 Documents clear
Morfologi Ruang Kawasan Kerajinan Bubut Kayu di Kampung Wisata Kota Blitar Irene Olivia Humayang Dinar Irani; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Santren merupakan salah satu kawasan kerajinan bubut kayu yang berada di dalam Kampung Wisata Kelurahan Tanggung Kota Blitar yang telah ada sejak tahun 1950 dan mengalami perubahan dari permukiman biasa menjadi salah satu kawasan kampung wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfologi ruang kawasan kerajinan kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi diakronik. Variabel yang dikaji meliputi morfologi ruang kawasan berupa tata guna lahan, tata letak massa, struktur jalan, parkir dan penanda. Dari tiap-tiap indikator yang ada pada variabel memiliki keterkaitan dan berpengaruh pada perubahan yang terjadi pada Lingkungan Santren sehingga ditemukan pola ruang kawasan yang dapat digunakan untuk pengembangan kawasan.Kata kunci: morfologi, ruang, kawasan, hunian
Pusat Informasi Wisata (PIW) Pendakian Gunung Semeru dengan Pemanfaatan Bahan Alami Ahmad Farid Ardiansyah; Edi Hari Purwono; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar diangkatnya judul ini adalah salah satu upaya untuk mengembangkan pusat informasi wisata yang memiliki potensi yang besar terhadap sistem pariwisata pendakian Gunung Semeru. Terutama pada bidang wisata alam yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan tujuan wisata pendakian Gunung Semeru. Gunung Semeru terletak di Kabupaten Lumajang, memiliki potensi alam yang besar baik dari sektor wisata maupun dalam menghasilkan potensi bahan alam. Lokasi yang dipilih pada objek kajian jauh dari pusat kota, oleh karena itu pemilihan bahan alami merupakan alternatif solusi yang paling tepat dalam perancangan. Perancangan ini diawali dengan identifikasi bahan alami di sekitar lokasi. Analisis didasari pada teori Arsitektur Ekologis. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan bahan alami dalam bahan bangunan sebagai solusi dari permasalahan lingkungan dan pendekatan terhadap Arsitektur Ekologis.Kata kunci: Pusat Informasi, Gunung Semeru, bahan alami, ekologis
Karakter Visual Pura Mandaragiri Semeru Agung di Lumajang Winda Astutiningsih; Ema Yunita Titisari; Haru Agus Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Mandaragiri Semeru Agung merupakan tempat ibadah bagi umat. Pura ini terletak dilereng Gunung Semeru, tepatnya di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang. Dari segi visualPura ini bergaya arsitektur Pura Bali, namun karena lokasinya yang terdapat di LerengSemeru – Lumajang, terdapat usaha untuk memunculkan lokalitas dimana pura didirikan.Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif-analitik untuk kemudian disandingkandengan karakter visual beberapa pura di Bali. Penggunaan sub-variabel ditentukan untukmenganalisis elemen bangunan untuk kemudian disintesis dengan variabel yang telahditentukan untuk mendapatkan karakter visual kompleks Pura Mandaragiri Semeru Agung.Sub-variabel yang dipakai adalah elemen visual bangunan meliputi: bentuk, garis, material,warna, tekstur, dan ornamen. Sedangkan variabel utamanya adalah prinsip visual yangmeliputi: irama, skala dan proporsi, keseimbangan dan kesatuan. Untuk mendapatkanperbedaan karakter visual Pura Mandaragiri Semeru Agung sebagai Pura Hindu di luar Baliyang memiliki gaya Arsitektur Bali dilakukan penyandingan dengan bangunan serupa daribeberapa Pura Bali yang telah dipilih sesuai dengan tingkatan yang sama. Secara visual PuraMandaragiri Semeru Agung dipengaruhi oleh arsitektur Pura Bali terutama pada bentukbangunan. Ornamennya memiliki kemiripan dengan ornamen pada Pura Bali tetapi lebihsederhana. Hal yang membedakan dengan Pura Bali adalah material yang digunakan.Kata kunci: karakter visual, arsitektur pura, arsitektur Bali
Pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas dengan Strategi Pola Penataan Fasilitas Zati Ulwa Lina Fadia; Jenny Ernawati; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak positif pengembangan pariwisata dapat dilihat dari hasil pembangunan sarana dan prasarana yang tersedia. Sarana dan prasarana pada Taman Rekreasi Tlogomas terlihat belum optimal akibat dari pola penataan yang kurang memaksimalkan fungsi terhadap luas lahan yang ada. Untuk memaksimalkan hal tersebut diperlukan kajian mengenai strategi pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas guna mengetahui permasalahan dan pengembangan potensi objek Taman Rekreasi Tlogomas.Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang tahun 2010-2030 Taman Rekreasi Tlogomas termasuk dalam kawasan objek wisata yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Taman Rekreasi Tlogomas, mengetahui potensi dan masalah serta menyusun strategi pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, Actual versus Planned Performance Comparison (tinjauan komparasi), deduktif (analisis) dan induktif (sintesis). Sehingga pengembangan Taman Rekreasi Togomas dapat memiliki kaitan dengan pola penataan ulang tanpa harus memperparah kondisi sarana dan prasarana yang ada. Hasil studi penelitian ini adalah posisi strategi pengembangan Taman Rekreasi Tlogomas memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat dimanfaatkan. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy) yakni dengan strategi pengembangan pola penataan berbagai fasilitas dan sarana penunjang yang dibutuhkan pengunjung.Kata Kunci:Pariwisata,Taman Rekreasi Tlogomas, Pola Penataan Fasilitas