Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2018)"
:
63 Documents
clear
Kualitas Walkability Berdasarkan Persepsi Pedestrian (Studi Kasus pada Koridor Jalan Kawi Atas, Kota Malang)
Ela Tiara B. Brouwer
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (905.96 KB)
Wilayah perkotaan merupakan salah satu kontributor utama penurunan kualitas lingkungan, populasi yang tinggi mengakibatkan berbagai kerusakan lingkungan seperti limbah dan polusi. Pengembangan alih moda transportasi non-motor seperti berjalan kaki dapat menunjang perbaikan lingkungan. Pengukuran kualitas walkability digunakan untuk mengetahui kelayakan suatu area untuk diakses masyarakat dengan berjalan kaki. Koridor Jalan Kawi Atas berperan sebagai koridor komersil di Kota Malang dijadikan sebagai kajian studi dengan alasan tingginya volume pengguna dan konflik antar moda, namun belum diimbangi penyediaan transportasi pedestrian yang baik. Pendekatan penilaian walkability dilakukan dengan menggunakan persepsi pedestrian sebagai tolok ukur hasil penilaian, dengan indikator parameter yang dikembangkan dari teori-teori walkability. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner yang ditujukan pada responden secara random. Data hasil survey dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sistem penilaian mean score yang kemudian dikelompokkan dengan aturan Sturges. Hasil penelitian menunjukkan dari 12 variabel kualitas walkability pada Koridor Jalan Kawi Atas, 7 berkualitas sedang, 1 berkualitas buruk, dan 4 berkualitas baik. Dapat disimpulkan bahwa Koridor Jalan Kawi memiliki kualitas walkability yang sedang atau cukup, dan memerlukan perbaikan pada aspekaspek yang bernilai rendah-sedang untuk meningkatkan kualitas walkability pada kawasan tersebut. Kata kunci: walkability, persepsi, pedestrian, area komersil
Penerapan Material Bambu Pada Elemen Bangunan Pasar Tradisional Di Desa Donowarih - Karangploso
Erent Dwira Putra;
Heru Sufianto;
Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.978 KB)
Pasar tradisional merupakan tempat beraktivitasnya jual-beli dengan budaya tawar menawar. Pesatnya perkembangan pembangunan pasar modern di Indonesia memberikan dampak pada menurunnya minat belanja di pasar tradisional sehingga pembangunan pasar tradisional dengan konsep yang berbeda dirancang untuk meningkatkan daya beli. Pembangunan pasar tradisional dengan penerapan material bambu ditujukan untuk lebih menarik minat konsumen, juga memerlukan estetika dalam proses pembangunannya. Desa Donowarih di Kabupaten Malang adalah desa segitiga emas yang menjadi objek penelitian dikarenakan potensinya sebagai wilayah perdagangan dan pariwisata. Penerapan material bambu pada Desa Donowarih adalah untuk perbaikan estetika arsitektur serta memberikan nuansa lokal pada pasar tradisional yang diharapkan menarik konsumen yang melintasi wilayah tersebut sehingga mampu menunjang sektor perdagangan dan pariwisata Kata kunci: Arsitektur Hijau, Bambu, Estetika Pasar Tradisona
Evaluasi Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Nusantara di Malang
Gilang Rayendra P.;
Eryani Nurma Yulita
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.123 KB)
Permasalahan utama yang dihadapi dalam masalah pembangunan perumahan ialah tingginya angka backlog hingga 13,5 juta unit. Selain itu, percepatan pembangunan yang mengatasnamakan modernisasi seringkali mengabaikan bahkan melunturkan nilai dari arsitektur lokal Nusantara. Maka dari itu diperlukan adanya kajian menyeluruh tentang unit hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal, melainkan unit hunian yang ramah terhadap lingkungan sebagai ikon pembangunan yang berkelanjutan dengan pendekatan Arsitektur Tropis Nusantara di Malang. Metode yang digunakan ialah deskriptif evaluatif dengan parameter berdasarkan aspek-aspek yang termasuk dalam konsep Arsitektur Tropis Nusantara dan mengkhususkan pada unit hunian untuk MBR. Berdasarkan hasil evaluasi unit hunian pada Perumahan Bumi Mondoroko Raya, unit hunian ini hanya memenuhi 5 dari 19 variabel yang diteliti dengan persentase 263%. Hal ini tentunya dapat ditingkatkan, sehingga dapat dijadikan acuan sebagai desain unit hunian untuk MBR yang tanggap terhadap iklim, dapat melestarikan warisan nusantara, dan berkelanjutan. Kata kunci: Perumahan, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Tropis Nusantara
Kinerja Termal Pasar Bandar Kota Kediri
Rica Nurcahyani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.256 KB)
Berdasarkan survey AC Nielsen, pertumbuhan pasar tradisional mengalami penurunan setiap tahunnya. Perpindahan berbelanja konsumen dipengaruhi oleh kualitas produk, kebersihan, dan kenyamanan. Pasar Bandar Kota Kediri diharapkan dapat memenuhi faktor-faktor tersebut untuk mengurangi angka perpindahan berbelanja konsumen sebagai pusat kota kecamatan pada wilayah barat sungai Kota Kediri. Dari ketiga faktor tersebut, salah satu faktor yang berhubungan erat dengan bidang arsitektur adalah faktor kenyamanan dimana suatu bangunan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Pasar Bandar berada di Kota Kediri yang merupakan salah satu daerah yang memiliki iklim tropis dengan suhu, kelembaban, dan kecepatan angin relatif tinggi, perlu ditinjau kinerja termal dalam bangunannya untuk dapat memenuhi kenyamanan termal bagi pengguna. Dalam penelitian ini, dilakukan tinjauan terhadap kinerja termal Pasar Bandar yang hasilnya menunjukkan bahwa kinerja termal bangunan utama belum optimal. Pada siang hari suhu udara dalam bangunan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 2.7°C dan penurunan sebesar 2.6°C pada sore hari, kecepatan angin pada siang hari pengalami penurunan sebesar 0.04 m/s dan kenaikan sebesar 0.02 m/s pada sore hari, sedangkan untuk kelembabannya pengalami penurunan pada siang hari sebesar 6.4% dan kenaikan sebesar 9.6% pada sore hari. Kata kunci: Pasar Bandar Kota Kediri, kinerja termal, penghawaan alami
Karakter Visual Fasade Pada Bangunan Rumah Bucu Di Desa Gampeng Ngluyu Nganjuk
Tiara Ertina Febriana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.308 KB)
Nganjuk dikenal sebagai kota angin, dan di Nganjuk pula memiliki satu bangunan yang merupakan warisan budaya yang berada di kecamatan Ngluyu tepatnya desa Gampeng. Rumah tersebut yaitu rumah Bucu, rumah ini merupakan rumah jenis limasan dengan ciri-ciri yang berbeda dengan rumah limasan pada umumnya.Rumah Bucu memiliki karakter visual yang unik itu dilihat dari beberapa elemen yaitu atap, dinding, pintu, jendela.Dengan metode deskriptif analisis yang digunakan dimana rumah Bucu dikaji tentang karakter visual fasede dari atap, dinding, pintu, jendela untuk memperoleh gambaran jelas tentang elemen penting dalam karakteristik visual fasade pada rumah Bucu tersbut. Kata kunci: karakter visual, elemen karakter, bangunan rumah Bucu
Evaluasi Konsep Bangunan Hijau Pada Kondominium The Accent di Kawasan Bintaro Tangerang Selatan
Jane Malinda;
Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.043 KB)
Berkurangnya sumber daya alam dan kerusakan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan papan merupakan salah satu permasalahan dunia yang kini marak terjadi yang merupakan dampak dari Global Warming. Pembangunan yang berkonsep bangunan hijau merupakan salah satu solusi untuk mencegah hal tersebut. Di Indonesia Kota Bintaro telah menggagas konsep ramah lingkungan yaitu ecommunity namun hanya untuk hunian perumahan dan taman kota. Sedangkan pembangunan marak dilakukan secara vertikal. Penelitian mengkaji hunian vertikal di Bintaro yaitu Kondominium The Accent untuk menetahui konsep bangunan hijau yang diterapkan sesuai standar GBCI. Standar Greenship yang digunakan merupakan Greenship Bangunan Baru versi 1.2 dengan enam kategori dan masing-masing kriteria di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan hasil analisis berupa total poin dan peringkat yang didapatkan objek sesuai standar. Serta rekomendasi dalam bidang arsitektur maupun non arsitektur yang harus ditambahkan agar mencapai peringkat GBCI yang lebih baik. Sehingga objek penelitian mampu menjadi hunian vertikal yang memiliki konsep bangunan hijau. Kata kunci: global warming, GBCI, bangunan hijau
Rekayasa Desain Fasad Untuk Penurunan Suhu Ruang pada Bangunan Rumah Susun Bambe Kabupaten Gresik
Firda Lailia;
Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1568.473 KB)
Sebagai negara tropis, Indonesia menerima sinar matahari dengan jumlah yang cukup banyak. Hal tersebut menyebabkan bangunan-bangunan di Indonesia, terutama hunian harus menyesuaikan dengan kondisi geografis dan lingkungan agar kenyamanan penghuni di dalamnya tetap terjaga. Salah satu jenis hunian yang ada saat ini adalah Rusunawa. Bangunan yang menjadi objek penelitian ini adalah Rusun Bambe di Kabupaten Gresik. Kondisi rusun yang ada saat ini cenderung tidak sesuai kondisi lingkungan dengan sisi utama bangunan menghadap Timur dan Barat. Desain pembayang matahari yang ada pada fasad bangunan tidak efektif dalam membayangi fasad dari sinar matahari, sehingga suhu di dalam unit hunian cenderung tinggi. Terdapat 3 jenis pembayang yang akan disimulasikan menggunakan Ecotect Analysis 2011 yaitu pembayang horizontal, panel, dan egg crate. Hasil simulasi menunjukkan pembayang jenis egg crate merupakan yang paling efektif dengan penurunan suhu rata-rata mencapai 1,950C.Kata kunci : Rusunawa, Pembayang Matahari, Penurunan Suhu
Karakteristik Spasial Area Masuk Utama pada Bangunan Stasiun (Studi Kasus: Stasiun-Stasiun di Wilayah Malang)
Martha Angelia;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (689.072 KB)
Adanya 3 kelas pada stasiun di wilayah Malang, yaitu stasiun kelas besar, kelas sedang dan kelas kecil. Stasiun ini pasti memiliki area masuk utama yang merupakan ruang sentral kegiatan di stasiun. Dan adanya perbedaan kelas stasiun ini membuat karakteristik spasialnya harus mampu memenuhi pada kasus bangunan stasiun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik spasial area masuk utama dan sebagai kajian teoritik untuk melihat bagaimana area masuk utama sebagai area sentral yang memenuhi pada kasus bangunan stasiun. Metode yang digunakan merupakan metode analisis deskriptif kualitatif. Setelah variabel penelitian ditentukan dari rumusan masalah, analisis dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi dengan teori yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat karakteristik spasial area masuk utama pada semua kelas stasiun di wilayah Malang. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat karakteristik organisasi ruang yang dominan pada area masuk utama bangunan stasiun. Karakteristik ini mewakili dari keseluruhan jenis kelas pada stasiun.Kata kunci: bangunan stasiun, area masuk utama stasiun, karakteristik spasial
Aksesibilitas pada Fasilitas Pendidikan Sekolah Luar Biasa untuk Tunanetra di Banyuwangi
Innani Choirun Nisa;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.25 KB)
Kondisi fasilitas pendidikan yang merupakan tempat proses belajar bagi tunanetra mempunyai peran penting untuk menunjang aksesibilitas tunanetra di sekolah. Pada penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji aksesibilitas pada fasilitas SDLB A Negeri Banyuwangi dengan asas aksesibilitas dan standar yang berlaku. Standar yang digunakan adalah Peraturan Menteri No. 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan dan Peraturan Meneteri Pendidikan Nasional No.33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Hasil penelitian ini berupa prosentase terkait fasilitas pendidikan SDLB A Negeri Banyuwangi yang memenuhi asas aksesibilitas dan standar yang berlaku. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis bagi peneliti sebagai saran belajar dan sumber pengetahuan. Dapat memberikan informasi dan wawasan tambahan mengenai keadaan SDLB A Negeri Banyuwangi terkait aksesibilitas pada sekolah tersebut. Dan dapat membantu atau memberikan kesempatan bagi tunanetra agar mendapatkan aksesibilitas yang sesuai kebutuhan terutama dalam fasilitas pendidikan.Kata Kunci: aksesibilitas, fasilitas pendidikan, sekolah luar biasa, tunanetra
Pengaruh Ruang Sirkulasi terhadap Kenyamanan Berpindah Kelas pada SMK Negeri 2 Pacitan
Agustina Listiani;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.693 KB)
Sekolah dengan sistem moving class adalah sekolah yang aktif, dengan kata lain siswa harus berpindah-pindah kelas saat pergantian jam pelajaran sehingga bangunan harus dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna khususnya pada ruang sirkulasi. Sekolah SMK Negeri 2 Pacitan dibangun pada tahun 1959 untuk sekolah dengan sistem pembelajaran konvesnsional. Sejak awal tahun 2007 sistem pembelajaran SMK Negeri 2 Pacitan diubah menjadi sistem pembelajaran moving class murni. Permasalahan terkait kenyamanan pengguna teridentifikasi setelah adanya perubahan dari sistem pembelajaran tersebut. Kajian ini dititikberatkan pada bagaimana kesesuaian kenyamanan pengguna terhadap fisik ruang sirkulasi pada SMK Negeri 2 Pacitan yang menggunakan sistem pembelajaran moving class. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang didukung dengan kuesioner. Data yang digunakan mengenai ruang sirkulasi secara fisik dan kenyamanan pengguna. Variabel yang digunakan dalam perencanaan ruang sirkulasi adalah dimensi ruang sirkulasi, konfigurasi jalur, bentuk ruang sirkulasi, dan hubungan antar ruang.Kata kunci: sekolah moving class, fisik ruang srikulasi, kenyamanan pengguna