cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 86 Documents clear
Pola Pemanfaatan Lingkar Luar Velodrome Sawojajar Sebagai Ruang Terbuka Hijau Anindya Rizki Rahmania; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkar Luar Velodrome Sawojajar merupakan sebuah kawasan hutan kota yang mengelilingi GOR Velodrome Sawojajar. Area ini telah menjadi sebuah ruang terbuka hijau yang mengakomodasi berbagai aktivitas. Hal ini berpengaruh terhadap pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan kecenderungan pemanfaatan ruang pada RTH Lingkar Luar Velodrome Sawojajar yang merupakan sebuah ruang terbuka hijau publik di Kota Malang. RTH Lingkar Luar Sawojajar telah menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat Kota Malang yang mewadahi bermacam-macam aktivitas sehingga menimbulkan pola pemanfaatan yang bermacam-macam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan RTH Lingkar Luar Velodrome Sawojajar dalam masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan behavioral mapping. Penelitian dilakukan pada hari Senin sampai Minggu dengan pembagian waktu pagi, siang dan sore.
Pengaruh Keberadaan Ruang Bersama Terhadap Interaksi Sosial Lansia Wanita di Panti Wreda Hargo Dedali Surabaya Andrew Maula Deva; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia telah mengalami penurunan tingkat aktivitas sosial akibat mengalami proses penurunan kinerja fisik maupun psikologisnya. Padahal hubungan sosial sangat berdampak terhadap kualitas hidup dari lansia tersebut. Semakin banyak interaksi sosial yang dilakukan oleh lansia tersebut, maka semakin baik pula kualitas hidup yang dimiliki oleh lansia tersebut. Panti wreda menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu, apakah ruang bersama yang terdapat di panti wreda Hargo Dedali, Surabaya ini sudah dapat mempengaruhi interaksi sosial para lansia yang tinggal disana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruang bersama yang ada sudah dapat mempengaruhi tingkat interaksi sosial lansia yang tinggal disana. Hal itu dapat dilihat dari munculnya beberapa aktivitas bersama yang dilakukan oleh para lansia tersebut. Tetapi ruang bersama yang ada masih kurang maksimal dalam meningkatkan tingkat interaksi sosial para lansia, karena masih ada beberapa lansia yang enggan untuk berinteraksi sosial karena kurangnya macam aktivitas dan kenyamanan ruang. Sehingga peningkatan kualitas ruang bersama diperlukan untuk meningkatkan interaksi sosial para lansia yang tinggal disana.Kata kunci: lansia, interaksi sosial, ruang bersama
Pola Perilaku Animator Pada Studio Animasi SMK Raden Umar Said Kudus Yafie Yassar; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap jalannya sebuah industri. Seperti Studio Animasi yang berada di SMK Raden Umar Said Kudus yang tidak hanya fokus pada pendidikan, namun juga pada industri animasi yang sedang berkembang. Sehingga studio animasi tersebut membutuhkan lingkungan kerja yang tidak hanya memiliki fasilitas memadai dalam pembuatan sebuah film animasi, namun juga lingkungan kerja yang dapat melindungi pekerjanya dari bahaya resiko kerja yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan ruang terkait dengan pola perilaku animator pada Studio Animasi Raden Umar Said Kudus dengan metode behavior mapping. Dari hasil behavior mapping dapat mengetahui pola perilaku atau kecenderungan animator yang berada di dalam studio animasi tersebut, sehingga mengetahui kebutuhan ruang yang sesuai dengan aktivitas animator dan sesuai dengan standar keselamatan kerja pada Peraturan Kementrian Kesehatan no 48 tahun 2016.Kata kunci: pola perilaku, lingkungan kerja, studio animasi, behavior mapping
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka pada Kawasan B 29 Argosari Lumajang Brilian Alkautsari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan B 29 termasuk dalam Kawasan Zona Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Semeru dan perkebunan sayur mayur. Penggunaan ruang yang tidak merata pada Kawasan B 29 dipicu oleh penggunaan kios – kios semi permanen yang mempersempit ruang gerak pengunjung dan mengurangi kualitas visual pada kawasan, area parkir yang kurang optimal dalam pemanfaatannya memicu aktivitas berkendara di area yang tidak untuk para pengendara namun untuk pejalan kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan pola pemanfaatan ruang terbuka pada Kawasan B 29. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan behavioral mapping yang digambarkan dalam bentuk sketsa mengenai semua aktivitas yang ada pada suatu area. Hasil penelitian didapatkan pola pemanfaatan ruang pada Kawasan B 29 terbentuk di blok – blok area studi yang terdiri dari Rest Area I, Rest Area II, dan Area Puncak yang secara keseluruhan membentuk pola linear, aktivitas berpindah tempat seperti berjalan dan berkendara membentuk pola chain yang merantai ke masing – masing sub area dan beberapa aktivitas lainnya membentuk pola scatter yang tersebar di beberapa titik tempat dengan Rest Area I menjadi area utama yang paling maksimal dalam pemanfaatan ruangnya.   Kata kunci: aktivitas, pola, kawasan wisata
Pola Pemanfaatan Taman Wisata Wendit di Kabupaten Malang sindyarti mulia jaya; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman wisata wendit adalah suatu wilayah terbuka yang di tumbuhi berbagaitanaman yang memiliki fungsi sebagai obyek wisata, yang dapat dinikmati dan memilikidaya tarik wisata utama berupa kolam pemandian dan habitat jenis monyet ekorpanjang. Dengan adanya taman wisata dapat memberikan sarana rekreasi denganberbagai hiburan dan aktivitas di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pola pemanfaatan ruang pada Tawam wisata Wendit yang sesuai dengankeadaan desain fisik yang ada. Metode yang digunakan adalah analisis kualiytatef,menggunakan pemetaan place centered mapping. Hasil dari penelitian yang dilakukan inidapat berguna sebagai acuan dalam usaha pengembangan taman wisata di harikedepannya, sehingga perubahan yang dilakukan tepat pada komponen yang perlu.Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengamatan dilakukan pada zonazonayang telah dibagi pada area taman wisata Wendit, pada saat siang hari dan sore haridan dilakukan pada saat hari kerja (senin-kamis) dan hari libur (sabtu-minggu). Daripenelitian ini dapat diketahui bahwa pemanfaatan taman wisata wendit tidaklah meratabeberapa area seperti pasar wisata, area hutan dan area kolam perahu kurangtermanfaatkan. Pola yang muncul dari pemanfaatan taman wisata berupa pola linear.Kata Kunci : pola, pemanfaatan, taman wisata
Keamanan dan Kenyamanan Fisik Pejalan Kaki di Kawasan Pedagang Kaki Lima Simpang Lima Semarang Vabbya Annisa Swastika; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang Lima sebagai kawasan Perdagangan dan Jasa di Kota Semarang, berdampak pada intensitas lalu lintas dan pejalan kaki yang semakin tinggi. Ditambah dengan diberlakukan fasilitas Pedagang Kaki Lima di jalur pejalan kaki oleh Pemerintah Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan dan kenyamanan fisik pejalan kaki di kawasan pedagang kaki lima Simpang Lima Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan serta kuesioner dan wawancara pejalan kaki. Variabel penelitian (sirkulasi, bentuk, dan aksesibilitas) pada jalur pejalan kaki kawasan pedagang kaki lima Simpang Lima dianalisis secara evaluatif. Untuk memperoleh rekomendasi kondisi yang ideal dan rasional menggunakan kesimpulan analisis data yang sebelumnya dibuat dalam sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan fisik pejalan kaki di kawasan PKL Simpang Lima Semarang belum menerapkan sebagaimana mestinya. Sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Pemerintah dan penata kota untuk lebih memperhatikan jalur pejalan kaki. Lalu, bagi akademisi dapat meneliti di jalur pejalan kaki yang lainnya atau meneruskan penelitian terhadap kriteria jalur pejalan kaki selain kenyamanan dan keamanan.
Walkability pada Jalur Pedestrian di Area Universitas Negeri Malang shahnez paramastri; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang State University (UM) have design to be the green campus, there is an university haveattention about campus area condition and campus with personality showed by the campus areacondition. Campus with personality care about campus area condition can be created by mixingsocial element and nature element. But, since the program green campus have started, there is nota single observation or research about walkabilty in pedestrian path, this mean to maximizefunction of pedestrian path for support green campus Program. Objective of this research isknowing walkability level in studies location, the result will be evaluation report and reference forplainning in future. In this research using mixed method or qualitative method and quantitativemethod. Qualitative method used to measure assesment researcher and pedestrian paerceptionabout walkability of pedestrian path in studies location basic from US Department Health andHuman Service standard. Result from the research showing that Malang State Universityclassified as walkable enough for pedestrian path that score obtained 46. But there still muchaspect about pedestrian path walkability have to upgrading because less than standard. Forexcample sidewalk, pedestrian conflict, street furniture, accessbility for difabel and aestheticssmust be to fixed. The result of this research can use by goverment or planology for urban design torealize walkable campus and attract students to walk.
Rekayasa Ventilasi Alami Pada Ventilasi Alami Pada Gedung Islamic Center Pamekasan TAFIF PRANATA AKBAR; wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Center Pamekasan merupakan gedung serbaguna yang mewadahi segala macam aktivitas yang membutuhkan kenyamanan termal dengan baik. Pada kondisi eksisting temperatur ruang dalam lebih tinggi dari ruang luar. Dalam upaya meningkatkan kenyamanan termal, perlu memperhatikan dua faktor yaitu temperatur ruang luar dan ruang dalam. Kondisi termal ruang dalam salah satunya dipengaruhi oleh desain bukaan ventilasi. Tidak adanya ventilasi atap dan akibat bangunan yang tebal menyebabkan aliran udara tidak dapat keluar sehingga temperatur ruang dalam menjadi tinggi (28°C-33°C). Bukaan ventilasi berperan penting dalam mengalirkan udara, dengan kombinasi ventilasi atap dan ventilasi dinding pada sudut kemiringan tertentu dapat menurunkan temperatur panas dalam ruang melalui stack effect. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-evaluatif dan simulasi eksperimental dengan menggunakan software Ecotect Analisys 2011. SNI 03-6572-2001 menjadi acuan dalam menentukan rekomendasi desain yang memiliki kemampuan dalam menurunkan temperatur udara. Hasil#penelitian#ini berupa#rekomendasi desain ventilasi dinding dengan sudut kemiringan bukaan 90° serta bukaan dinding dengan sudut kemiringan 45° dapati menurunkani temperaturi sebesar 3,1°C dari 29.8°C menjadi 26,7°C.
PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KENYAMANAN FUNGSIONAL TAMAN HONDA TEBET Dea Andia; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh masyarkat umum. Taman kota selain berfungsi secara ekologis juga memiliki fungsi tambahan yaitu sebagai fungsi sosial dan budaya, arsitektural/estetika, dan fungsi ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan fungsional di Taman Honda Tebet untuk digunakan beraktivitas, yang meliputi olahraga, bermain, rekreasi, dan beristirahat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mengobservasi karakteristik taman sesuai dengan kondisi di lapangan. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran keadaan dan kondisi awal sesuai dengan keadaan eksisting taman melalui observasi lapangan. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kenyamanan pengguna taman yang dinilai dari persepsi manusia melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert Scale tujuh skala. Analisis kualitatif mendukung hasil dari analisis kuantitatif sehingga akan diperoleh rekomendasi pada Taman Honda Tebet. Hasil dari penelitian ini yaitu variabel apa saja yang termasuk dalam kenyamanan rendah, sedang, tinggi. Selain itu diketahui pula area mana saja yang memiliki tingkat kenyamanan rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian ini juga menghasilkan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan beraktivitas di Taman Honda Tebet dan Taman Kota secara umum.Kata kunci: taman kota, kenyamanan fungsional, persepsi
Tata Ruang Hunian Pengrajin Akar Jati Desa Tempellemahbang Kabupaten Blora WENTI HIDAYAH NUR SYADZA; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempellemahbang village is one of the villages which produce teak root craft in Blora town. In 2008 Tempellemahbang community realized that the teak root as one of material that has high artistic value if processed properly, with the increasing demand of teak root craft, many people were interested to become teak root craftsmen. In the residential of teak root craftsman there is a change of occupancy dwelling either macro, meso and micro that is associated with the typology of residential space. The purpose of this study is to determine the layout of the home teak root craftsmen in accordance with the activities of craftsmen and related factors to be the basis of the concept of settlement arrangement of craftsmen. The research method used is descriptive- qualitative with field data collection is done by observation method and observation of observated object. The results obtained by the analysis of spatial layout based on community activities related elements of nature, network, society, man and shells are divided into macro, meso and micro of residential spatial . The macro pattern of settlements formed based on the natural structure commonly called the organic pattern. Macro spatial residential contained in this research is the discovery of irregular path patterns on the settlement. In the micro occupancy is divided into two typologies there is typology of mixed space (production room is in the one building with residence) and the typology of separate spaces (production room is in the different buildings with residence).