cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 86 Documents clear
Komposisi Elemen Fasade Bangunan Kolonial Belanda Eks Rumah Dinas Sampoerna Dewi Ayu Ilmy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jl. Raya Prigen merupakan kawasan di Kabupaten Pasuruan yang memiliki banyak peninggalan bangunan kolonial Belanda yang keberadaannya mulai kehilangan identitas dikarenakan bangunan yang kurang terawat, sehingga banyak mengalami kerusakan dan kawasan koridor Jl. Raya Prigen kehilangan identitasnya sebagai kawasan peninggalan sejarah bangunan kolonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi elemen arsitektur bangunan kolonial Belanda, Villa Liem Seeng Tee dan diharapkan dapat dijadikan acuan untuk pengembangan kawasan koridor Jl. Raya Prigen sehingga dapat mempertahankan karakteristik kawasannya. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan kondisi sebenarnya dari objek amatan dan menganalisis setiap variabel amatan dengan variabel penilaian yang telah ditentukan. Kesimpulan yang dihasilkan pada penelitian ini adalah bentuk geometri dari bangunan Villa Liem Seeng Tee didominasi bentuk persegi panjang, keseimbangan pada bangunan keseluruhan didominasi oleh keseimbangan asimetri dan keseimbangan pada elemen arsitekturalnya merupakan keseimbangan simetri. Irama yang terdapat pada objek amatan berupa irama dinamis, Dominasi terdapat pada elemen gable dan kesatuan didominasi oleh kesatuan yang terbentuk oleh kesamaan bentuk.
PELESTARIAN GEREJA KRISTEN PREGOLAN BUNDER INDONESIA SURABAYA WILDAN HAMDANI
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja Kristen Indonesia di Surabaya ini merupakan salah satu dari tiga belas Situs danBangunan Cagar Budaya Kota Surabaya yang terletak di Kecamatan Tegalsari, danmerupakan satu dari sembilan cagar budaya yang berfungsi sebagai rumah Ibadah diKota Surabaya. Gereja Kristen Indonesia surabaya memiliki langgam neo-klasik atausering juga disebut sebagai gaya Indische Empire Style dengan ada beberapa campurangaya kolonial. Keunikan arsitektural Gereja Kristen Indonesia Surabaya masih tetapbertahan dari pertama kali di bangun hingga sekarang. Keberadaan bangunan moderndapat berpotensi menggeser keberadaan bangunan kuno. Hal ini menyebabkan perluadanya pelestarian terhadap banguan Gereja Kristen Indonesia Surabaya yang sangatberpotensi tenggelam oleh bangunan baru. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisiskarakter spasial pada bangunan Gereja Kristen Indinesia di Surabaya. Metode yangdigunakan dalam studi ini adalah metode analisis deksriptif. Terdapat beberapakesamaan karakteristik yang muncul pada aspek spasial bangunan pada Gereja KristenIndonesia Pregolan Bunder Surabaya yang membuat ruang ibadah menjadi ruangandengan hirarki tertinggi dibandingkan dengan ruangan lainnya, hal tersebutdikarenakan ruang ibadah merupakan ruang yang menampung kegiatan utama sesuaidengan fungsi utama bangunan yaitu sebagai tempat melaksanakan ibadah bagi umatAgama Kristen Protestan.
FUNGSI DAN AKTIVITAS TAMAN SLAMET SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA MALANG Nevi Rachmadani; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Slamet merupakan salah satu taman di Kota Malang yang telah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Malang sehingga terjadi perubahan fungsi yang berpengaruh pada aktivitas di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian aktivitas terhadap fungsi Taman Slamet sebagai ruang publik di Kota Malang. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung pada aspek fungsi dan aktivitas yang dilakukan pada hari kerja dan hari libur. Teknik placed-centered mapping digunakan untuk merekam hasil observasi mengenai aktivitas-aktivitas yang terjadi, yang kemudian digunakan sebagai alat utama dalam tahap analisis pola aktivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan fungsi yang terjadi pada Taman Slamet berpengaruh terhadap aktivitas di dalamnya. Secara keseluruhan aktivitas utama yang terjadi pada Taman Slamet dilakukan pada area perkerasan yang diperuntukkan untuk fungsi sosial, sehingga sudah sesuai dengan fungsi ruang yang ada. Namun masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, seperti aktivitas berkumpul yang tidak dilakukan pada area fungsi sosial, penyalahgunaan fasilitas olahraga yang digunakan untuk bermain anak-anak, serta aktivitas berdagang yang dilakukan oleh PKL di sekitar area Taman Slamet padahal terdapat larangan bagi PKL berjualan di area tersebut.
Keamanan dan Keselamatan Anak Pada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo di Jakarta Ladira Aprilia Tarigan; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil kajian UNICEF, Indonesia belum memiliki satupun kota yang berpredikat Kota Layak Anak (KLA). Pembangunan Ruang Publik Terpadu  Ramah Anak (RPTRA) yang memenuhi aspek keamanan dan keselamatan anak ialah salah satu bentuk perwujudan pemenuhan indakotr KLA. RPTRA Kalijodo yang terletak di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara, menjadi salah satu rptra terbesar dan sukses sebagai solusi peremajaan kawasan, dan merupakan lokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi bagaimana penerapan aspek keamanan dan keselamatan bagi pengguna anak pada RPTRA Kalijodo. Penelitian ini menggunakan metode…deskriptif-evaluatif dengan. Pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan. data yang dilakukan adalah observasi lapangan, wawancara, serta penyebaran kuisioner. Analisis data bersifat evaluatif terhadap variabel penelitian dengan. metode. deskriptif pada pemaparan analisis. Sintesis data menggunakan metode deskriptif naratif yang memuat kesimpulan kondisi aspek yang diteliti dan kemudian diberikan. Rekomendasi yang ideal berdasarkan studi. literatur dan teori terkait. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aspek keamanan. dan keselamatan anak pada…RPTRA. Kalijodo belum diterapkan sepenuhnya, seperti pada beberapa area bermain tidak ditemukannya penanda yang menunjukkan instruksi usia berapa saja yang dapat bermain, permukaan area bermain masih menggunakan material keras, dan tidak adanya pagar pembatas antara ruang bermain dan ruang fungsi lainnya. Kurangnya pemahaman mengenai aspek keamaanan dan keselamatan anak dan tidak adanya ruang tunggu bagi orangtua atau pendamping anak di sekitar area bermain juga menjadi permasalahan yang dapat menyebabkan anak mengalami kecelakaan karena orangtua atau pendamping lengah saat mengawasi anak bermain.
Aksesibilitas Fisik Bagi Penyandang Disabilitas Pada Taman Pesut Tepian Mahakam Kota Samarinda Arlia Denisa Rahman; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah seharusnya ruang terbuka hijau publik seperti Tepian Mahakam Kota Samarinda harus dapat digunakan oleh semua kalangan termasuk penyandang disabilitas. Namun kurangnya perawatan dan perencanaan infrastruktur yang tidak memperhatikan penyandang disabilitas pada Taman Pesut menyebabkan kondisi aksesibilitas fisik rusak dan tidak sesuai standar yang ditetapkan Permen PU No. 30 Tahun 2006, Building for Everyone oleh National Disability Authority, dan Accessibility for The Disabled oleh United Nation. Hal ini menyebabkan kemungkinan hambatan yang akan dihadapi oleh pengunjung penyandang disabilitas, terutama yang menggunakan alat bantu mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas fisik yang dapat menunjang mobilitas penyandang disabilitas pada Taman Pesut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan kualitatif serta teknik audit aksesibilitas yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi faktual aksesibilitas fisik Taman Pesut. Dari hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa aksesibilitas fisik Taman Pesut belum belum sesuai untuk mewadahi mobilitas penyandang disabilitas.Kata kunci: Aksesibilitas fisik, penyandang disabilitas, ruang terbuka hijau publik
Kawasan Wisata Waterpark Di Pantai Amal Tarakan Dwi Risky Mauliah; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa faktor alam dan faktor budaya dapat berpengaruh juga dalam merancang suatu objek kawasan wisata waterpark. Proses perancangan ini juga dikaitkan dengan standart-standart perancangan suatu objek kawasan wisata waterpark. Berdasarkan standart tersebut dapat menghasilkan variabel yang nantinya akan di analisis hingga memunculkan suatu sintesa yang dapat membantu dalam mengkonsep perancangan kawasan wisata waterpark. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan wisata waterpark dimasa yang akan datang. Pendekatan perancangan ini yaitu deskriptif-kualitatif, dengan cara mendeskripsikan atau menceritakan kembali secara tertulis hasil dari survei lapangan dan hasil wawancara dengan pemerintah setempat tentang konsep pengembangan kawasan wisata waterpark. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode pragmatis. Kata kunci: kawasan wisat, waterpark, faktor alam , faktor budaya
Redesain Sistem Pencahayaan Lapangan Tembak Indoor Di Pengprov Perbakin Provinsi Jatim Di Surabaya Rahmi Septianingsih Syamsuddin; Jusuf Thojib
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam olahraga menembak, beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dijaga kualitasnya adalah pencahayaan dan penghawaan. Menembak adalah kegiatan dimana senjata diarahkan pada suatu sasaran, sehingga kemampuan petembak untuk melihat sasaran tersebut sangat penting. Standar pencahayaan yang digunakan dalam olahraga menembak, baik untuk lapangan terbuka dan lapangan tertutup adalah standar yang dikeluarkan oleh ISSF (Federasi Olahraga Menembak Internasional). Dalam kondisi eksisting, pencahayaan yang digunakan dalam lapangan tembak indoor Pengprov Perbakin ini masih kurang dari standar. Selain itu, pencahayaan dalam ruang juga sepenuhnya menggunakan pencahayaan buatan, sehingga dapat dipertimbangkan untuk menambah suatu bukaan untuk pencahayaan alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dimana variabel yang ada dimanipulasi dan diteliti akibat-akibatnya. Metode ini menggunakan simulasi digital, dengan menggunakan software Dialux 4.12 untuk simulasi kondisi ruang dengan perubahan-perubahan variabel yang dicoba. Hasil yang diperoleh merupakan desain pencahayaan yang menggunakan kombinasi pencahayaan alami dan buatan dalam ruang, dengan hasil kenyamanan visual optimal yang sesuai standar ISSF.
EVALUASI PURNA HUNI PASAR TRADISIONAL PADA PASAR BOGOR, KOTA BOGOR KARIN LIESWIDAYANTI; WULAN ASTRINI
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan jantung perekonomian Indonesia yang menggerakkan perekonomian sebagian besar rakyat Indonesia. Namun, pasar tradisional tergerus oleh keberadaan pasar modern yang meningkat pembangunannya tanpa mengacuhkan identitas bangsa. Penyebab utama kalah bersaingnya pasar tradisional dengan pasar modern salah satunya adalah lemahnya manajemen dan buruknya infrastruktur pasar tradisional. Untuk mempertahankan keberadaan pasar tradisional, perlu adanya perbaikan fisik pada pasar, yaitu melalui Program Revitalisasi Pasar yang dicanangkan pemerintah. Pasar Bogor menjadi salah satu pasar yang akan direvitalisasi oleh pemerintah. Salah satu aspek untuk revitalisasi dalam pasar adalah melalui zonasi pasar itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi zonasi yang terbentuk pada Pasar Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji kondisi eksisting zona Pasar Bogor dengan standar dan teori yang ada. Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah observasi lapangan secara langsung. Zonasi yang terbentuk pada Pasar Bogor hanya zona bahan pangan basah berupa ikan segar. Zonasi untuk bahan pangan basah berupa daging tidak digunakan dengan baik oleh pedagang dan tidak terdapat zonasi untuk komoditas lain, sehinga zonasi Pasar Bogor tidak sesuai dengan standar dan teori yang ada.
Bangunan Industri Pengolahan Kakao di Blitar dengan Konsep Arsitektur Ekologi maemunah zahrah; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia  adalah  negara  produsen kakao  terbesar  ke-tiga di dunia, salah satunya  Kabupaten Blitar sebagai produsen kakao di regional Jawa. Kakao dari Blitar memiliki potensi yaitu mampu  memenuhi pasar regional, nasional maupun ekspor.  Salah satu tempat pengolahan kakao di  awa Timur  adalah Kampung  Coklat.  Selain  tempat  pengolahan,  Kampung  Coklat  juga  memiliki  konsep  sebagai  wisata edukasi  dengan  pengenalan  proses  pengolahan  coklat.  Melihat  data  produktivitas  kakao  dan permintaan  pasar,  maka  dapat  disimpulkan  kualitas  biji  kakao  dari  Blitar  memiliki  potensi  dan mampu  bersaing.  Namun  perkembangan  produktivitas  biji  kakao  tidak  diimbangi  dengan  adanya bangunan  industri  pengolahan  sampai  tingkat  akhir  (produk  olahan  coklat).  Menurut  Kementrian Perindustrian,  Kampung  Coklat  menjadi  salah  satu  dari  sepuluh  calon  Technopark  Coklat  yang berpotensi  mendirikan  bangunan  industri  pengolahan  kakao.  Kebutuhan  akan  pengembangan produk  maupun  bangunan  industri  pun  dibutuhkan.  Seiring  dengan  pengembangan  produk  dan bangunan industri  tidak menutup kemungkinan akan meningkatnya kebutuhan  energi,  sumber dayamaupun  dampak  lingkungan.  Menurut  Kementrian  Lingkungan  Hidup  di  Indonesia  telah  terjadi penurunan kualitas lingkungan, dan bangunan adalah penghasil emisi karbondioksida, yang menjadi salah satu penyebab pemanasan global. Maka dari itu, perancangan menggunakan konsep arsitektur ekologi  diharapkan  dapat  mengurangi  dampak  lingkungan  yang  mungkin  ditimbulkan  untuk menjaga kualitas lingkungan dan keberlangsungan proses produksi.
Persepsi Pengguna terhadap Kenyamanan Beraktivitas pada Kawasan Alun - Alun Kota Probolinggo Mala Azizatul Mukhoyyaroh; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kota merupakan pusat kegiatan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, politik, dan pemerintahan serta penyedia layanan untuk masyarakat. Berbagai kepentingan di perkotaan menyebabkan kota mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, yang diiringi dengan penurunan kualitas lingkungan. Sebagai salah satu solusi adanya penurunan kualitas tersebut, maka perlunya pengadaan ruang terbuka hijau, terlebih lagi yang dapat mewadahi aktivitas masyarakat dalam hal ini disebut sebagai ruang terbuka publik. Pada ruang terbuka publik aspek kenyamanan sangat penting agar masyarakat dapat tertarik untuk mengunjunginya. Penelitian ini berdasar pada latar belakang yang bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas pada kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting kawasan penelitian dan metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas dan apa saja yang mempengaruhinya. Jumlah responden sebanyak 230 orang yang terbagi ke dalam enam zona lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna merasakan cukup nyaman dalam beraktivitas di dalam kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan beraktivitas pada lokasi penelitian ini yaitu perasaan senang beraktivitas, kesesuaian layout dan desain ruang untuk beraktivitas, proporsi visual elemen ruang, dan tatanan vegetasi.   Kata kunci: kenyamanan, aktivitas, ruang terbuka publik   ABSTRACT   A city is a center of human being activities such as social activity, economic, education, politic, government activity, and society service provider. Multifarious activities in the city induce a huge population growth, and accompanied by decreasing environment quality. As a solution of decreasing environment quality, it is necessary to construct a green space, even a green space which facilitate activities as known as public open space. Public open space has an aspect that is comfort which is very important to attract people to visit it. This research based on a background which has purpose to known people perception on how comfort they are doing activities in Alun – Alun Probolinggo. The research contains two methods such as qualitative and quantitative method. Qualitative method is used to describe an existing condition of object study and quantitative method is used to know how people perception to feel comfort doing activities in public open space. This research has 230 respondents who divide into six zones of object study. The result of this research is user of Alun – Alun Probolinggo feel comfort enough doing activities inside it. The factors that influenced the comfort of activities in open public space especially this research location are feeling pleasure, presence of suitability layout and good design, presence of visual elements proportion, and plan of vegetations. Keywords: comfort, activities, public open space