cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 86 Documents clear
DESAIN BANDAR UDARA MOZES KILANGIN DENGAN TRANSFORMASI ATUMICS RUMAH HONAI Maria Fatima Walo; Beta Suryokusumo Sudarmo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal penumpang bandar udara memiliki fungsi utama sebagai wadah untuk menampung aktivitas perpindahan penumpang dan barang dari darat menuju udara. Perubahan status Bandara Mozes Kilangin dari bandara khusus menjadi bandara umum mengakibatkan terjadinya peningkatan aktivitas penumpang dan barang yang berdampak pada kualitas dan kuantitas dari terminal penumpang. bandar udara memerlukan desain yang dapat merepresentasikan kearifan lokal arsitektur setempat. Letak bandara yang berada di Papua. Metode yang digunakan adalah metode transformasi ATUMICS yang dijabarkan secara analitis dan programatik untuk menghasilkan sebuah acuan atau pedoman yang akan digunakan dalam tahap skematik, perencanaan dan perancangan serta pendekatan desain rasionalis sebagai pertimbangan rasional dan teknologis. Berdasarkan aplikasi konsep untuk pemenuhan kriteria terminal penumpang dan arsitektur transformasi ATUMICS maka dihadirkan rancangan Bandar Udara Mozes Kilangin yang berkarakter lokal dan bersinergi dengan masyarakat sekitar. Kata kunci: terminal penumpang, transformasi atumics, arsitektur rumah honai
Aktivitas Jalur Pedestrian pada Koridor Jalan Ijen, Malang Muhammad Faisal; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya dinamika aktivitas pada jalurpejalan kaki di kawasan koridor Jalan Ijen Malang. Penelitian dilakukan menggunakan metodepenelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan korelasi adanya hubungan antara behaviorsetting dengan aktivitas yang terjadi di jalur pedestrian terhadap perubahan fungsi danpemanfaatan jalur pedestrian tersebut. Objek studi yang diamati berupa elemen fisik berupaperabot jalan dan elemen vegetasi yang ada pada jalur pedestrian, serta aktivitas pengguna jalurpedestrian tersebut. Pengambilan sampel difokuskan pada lokasi aktivitas para pejalan kakimenggunakan teknik random sampling. Dari hasil pembahasan tersebut disimpulkan area jalurpejalan kaki yang memiliki elemen fisik perabot jalan lebih banyak digunakan sebagai areaberaktivitas dengan kegiatan yang paling beragam, serta aktivitas pejalan kaki yang dipengaruhioleh kondisi penataan elemen fisik.
Perubahan Fungsi Ruang pada Rumah Sangat Sederhana (RSS), Perumahan Karangploso View, Kabupaten Malang dega wisesa dharma putra; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota padat penduduk yang menyebabkan perkembangan perumahan subsidi oleh pemerintah kota. Perumahan tersebut ditujukan untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah yang belum memiliki hunian. Perumahan Karangploso View Kabupaten Malang merupakan salah satu perumahan dengan dominasi unit Rumah Sangat Sederhana. Desain awal unit RSS umumnya sudah ditentukan oleh pihak pengembang. Ketersediaan fungsi ruang yang terdapat pada desain awal belum tentu dapat memenuhi kebutuhan setiap pembeli. Pada Perumahan Karangploso View juga ditemukan kecenderungan perubahan pada unit hunian RSS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan perubahan ruang dalam yang ada pada unit RSS di Perumahan Karangploso View Kabupaten Malang, terutama dari segi aspek ketersediaan fungsi, perubahan ruang, dan hirarki fungsi. Ketersediaan fungsi berkaitan dengan kelengkapan kebutuhan fungsi penghuni. Apabila fungsi yang tersedia tidak memenuhi kebutuhan penghuni, maka dapat menghambat berjalannya kegiatan penghuni rumah. Adanya perubahan fungsi dapat mempengaruhi adanya perubahan ruang serta tatanan hirarki fungsi. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menjabarkan hasil amatan kondisi eksisting serta analisa perubahan fungsinya, disandingkan dengan jabaran hasil kuisioner mengenai kepuasan penghuni. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada denah eksisting memiliki beberapa perubahan fungsi dan perubahan ruang dibandingkan dengan desain awal RSS. Namun, pada aspek hirarki fungsi eksisting RSS memiliki kesamaan dengan desain awal RSS.   Kata kunci: tempat tinggal, Rumah Sangat Sederhana (RSS), fungsi ruang
Rekayasa Pencahayaan Alami Sebagai Upaya Pemerataan Cahaya Pada Ruang Tunggu Bandara Internasional Lombok Nata Tresna Hadi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pencahayaan yang digunakan pada ruang tunggu penumpang Bandara Internasional Lombok memiliki beberapa poin negatif yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya penggunaan cahaya alami sebagai pencahayaan utama di siang hari. Poin negatif tersebut meliputi antara lain nilai pencahayaan yang terlalu tinggi, dan paparan sinar matahari langsung di dalam ruangan. Untuk menjaga kenyamanan visual yang ada di dalam ruang tunggu, maka perlu adanya pemerataan nilai pencahayaan dalam ruangan dengan mengaplikasikan rekayasa pencahayaan alami. Penelitian ini menggunakan metode simulasi digital sebanyak 3 (tiga) kali sebagai penentu dalam menilai keberhasilan dari lima metode rekayasa pencahayaan alami yang dipilih. Penelitian ini membuktikan bahwa dari kelima metode rekayasa pencahayaan alami, metode sirip verticallah sebagai metode terbaik yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan di Bandara Internasional Lombok.
Evaluasi Sistem Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pada Pusat Perbelanjaan Malang Town Squarem Nita Yuliana; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran pada bangunan dapat menimbulkan kerugian materi dan moril, bahkan juga dapat berakibat fatal akan hilangnya nyawa manusia. Kerugian ini dikarenakan sarana evakuasi yang kurang memadai dan diadakan hanya sebagai formalitas saja. Sistem sirkulasi pada bangunan dapat mempengaruhi kelancaran dan kecepatan proses evakuasi apabila terjadi bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh pengguna bangunan pusat perbelanjaan Malang Town Square keluar dari bangunan saat terjadi bahaya kebakaran. Jenis penilitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, untuk analisis prediksi waktu evakuasi menggunakan metode “Egress Calculation’’. Prediksi waktu evakuasi pusat perbelanjaan Malang Town Square dibagi menjadi dua tahap, yaitu prediksi waktu keluar dari lantai dan prediksi waktu keluar dari bangunan melalui tangga darurat. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat beberapa sistem sirkulasi (lebar pintu dan lebar koridor) yang melebihi batas waktu evakuasi yang disyaratkan. Solusi yang bisa diterapkan adalah penambahan lebar koridor untuk mengatasi selisish waktu yang tidak terlalu banyak, pengalihan akses keluar (relayout) untuk mengatasi selisih waktu yang cukup banyak dan jarak penghuni menuju pintu keluar yang terlalu jauh, penambahan pintu dan lebar pintu keluar untuk mengatasi selisih waktu yang banyak terutamapada lantai 4.Kata kunci : sirkulasi, waktu evakuasi, kecepatan
Acoustical Comfort Amphiteater Classroom Building B Faculty of Law Universitas Brawijaya Lita Hilviana Kusnadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The magnificent aspect of form is one of the goals of a design. The shape of a design affects other elements. One of them is the element of comfort. In the classroom design the amphitheater has problems on the acoustic comfort aspect. This makes the lecturer's voice  clearless. Acoustic problems in the classroom can disrupt the activity inside. So the need for the evaluation of acoustic comfort in the classroom of this amphitheater and design recommendations for acoustic conditions in the classroom to support the activities in it. Data collection is done by using kesioner distribution and measurement directly, then the data is calculated using the sabine formula that serves as an indicator of time changes buzzing inside the class, sound absorbing material as an independent variable in modification. Classroom conditions that have many flat planes facing each other cause original sound to be reflected in many reverberant fields and result in reflection sound to reduce clarity to the original sound desired. The use of sound absorbing material can reduce the humming time in the classroom. So the condition of acoustic comfort in this classroom becomes better. Keywords: Aesthetics, Comfort Acoustics, Amphitheater Room, Flutter eco
Evaluasi Kenyamanan Spasial dan Visual Ruang Pejalan Kaki Koridor Jalan Soekarno-Hatta Sinaga, Andriano; Santosa, Herry
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Berdasarkan Rencana Tata Ruang Kota Malang Tahun 2010-2030, Kota Malang akan mengadakan perbaikan mengenai fasilitas dan prasarana jalur pejalan kaki untuk dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jalur pejalan kaki. Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu dari koridor jalan provinsi yang terletak pada kawasan perdagangan dan jasa, hal ini membuat koridor ini memiliki mobilitas yang tinggi baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Kenyamanan mobilitas pada suatu kawasan tidak lepas dari pengaruh elemen-elemen fisik yang tersedia. Maka dari itu, diperlukan kajian untuk mengevaluasi elemen-elemen ruang pejalan kaki guna untuk menyetahui tingkat kenyamanan pejalan kaki saat melakukan mobilitas serta mengetahui elemen-elemen apasaja yang perlu perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna untuk menganalisis karakter fisik elemen ruang pejalan kaki dan metode kuantitatif untuk mengetahui preferensi masyarakat tentang ruang pejalan kaki pada koridor Jalan Soekarno-Hatta. Penilaian elemen-elemen spasial maupun visual yang dikaji berdasarkan teori dan regulasi yang dipadukan dengan preferensi masyarakat untuk menentukan elemen-elemen mana yang sudah baik ataupun yang masih perlu diperbaiki. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa elemen spasial ruang pejalan kaki cenderung kurang nyaman sedangkan elemen spasial sudah cukup nyaman.   Kata kunci:  Kenyamanan spasial, kenyamanan visual, koridor jalan   ABSTRACT   Based on the Spatial Plan of Malang City Year 2010-2030, Malang City will make improvements on the facilities and infrastructure of pedestrian paths to be able to improve services for users of pedestrian paths. Soekarno-Hatta Road is one of the provincial road corridors located in the trade and services area, making this corridor has high mobility both motor vehicles and pedestrians. Convenience of mobility in a region cannot be separated from the influence of physical elements available. Therefore, a study is needed to evaluate the elements of the pedestrian space in order to know the pedestrian comfort when performing mobility and to know the elements that need to be ignored. This research uses qualitative method in order to analyze the physical character of pedestrian space element and quantitative method to know public preference about pedestrian way on Soekarno-Hatta Road corridor. Assessment of spatial and visual elements studied by theory and regulation combined with community preferences to determine which elements are good or that need improvement. From the results of this study concluded that the spatial elements of pedestrian space tend to be less comfortable while the spatial element is quite comfortable. Keywords: Spatial comfort, visual comfort, road corridor
Sistem Pencahayaan Melalui Side-lighting pada Kantor Bapenda Kabupaten Malang Fernanda Ayuning Putri; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPencahayaan alami merupakan konsep yang potensial untuk dikembangkan di negara beriklim tropis dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Sistem pencahayaan melalui side-lighting merupakan konsep yang banyak digunakan bangunan kantor pemerintahan Kabupaten Malang. Dibangunnya kantor terpadu sebagai akibat dari pemindahan ibukota Kabupaten Malang ke Kecamatan Kepanjen menjadi isu yang diangkat dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pencahayaan alami dan untuk memberikan rekomendasi mengenai rekayasa side-lighting pada Kantor Bapenda Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental dengan software DiaLux 4.13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pencahayaan eksisting dalam bangunan sangat jauh dari standar pencahayaan dalam ruang sehingga digunakan pencahayaan buatan pada 90% dari keseluruahan area sepanjang hari dari pukul 08.00 hingga 16.00. Setelah memberikan alternatif sesuai variabel bebas yang terpilih, rerata tingkat pencahayaan dan faktor cahaya naik sekitar 20% dari kondisi eksisting. Sedangkan zona nyaman naik sekitar 300% dari kondisi eksisting. Variabel yang mempengaruhi hasil dalam penelitian ini adalah warna interior, partisi ruang, material bukaan, dimensi bukaan, jenis dan dimensi pembayang, dan layout perabot.Kata kunci: side-lighting, pencahayaan alami, Dialux, kantorABSTRACTDaylighting has potential to be developed in tropical climates where the sun shines throughout the year constantly. Daylighting system through the side-lighting commonly uses in Malang Regency’s Government Building. This research based on issues the relocation of the District Capital of Malang to Kepanjen Subdistrict, whether the new building has been considered of daylighting system that can make users building more healthy and comfortable. The purpose of this research is to know the performance of daylighting and to give recommendation about the side-lighting system at Bapenda Office of Malang Regency. The research’s method is quantitative experimental by using DiaLux 4.13. the result of this research indicates that the existing illuminance condition within the building are to low compare with standard lighting therefore the artificial lighting is used in 90% of area and used all the daytime from 08.00 to 16.00. After providing alternatives according to the independent variables the average of illuminance and daylight factor is rises about 20% while the comfort zone rises about 300%. The variables that caused the result in this research are interior color, space partition, window material, window dimension, type and dimension of shading devices, and furniture layout.Keywords: side-lighting, daylighting, DiaLux, Office
Pola Perilaku Anak Terhadap Aspek Interior Pos PAUD Vinolia Malang Adrian - Widisono; Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku anak menjadi suatu tolak ukur atau parameter perkembangan anak. Anak usia dini merupakan periode emas perkembangan anak atau biasa disebut dengan golden age karena pada usia tersebut anak mencapai perkembangan intelektual 50%. Perilaku anak dipengaruhi oleh lingkungan terutama saat anak melakukan kegiatan belajar dan bermain. Dalam suatu kegiatan belajar dan bermain Pos PAUD menurut pemerintah di perbolehkan menggunakan setting fisik yang berbeda salah satunya dalam objek penelitian menggunakan bangunan Balai RW. Penggunaan bangunan yang tidak sesuai dengan fungsinya ini berpengaruh terhadap pola perilaku anak yang terbentuk dari aspek interior di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pola perilaku anak yang dipengaruhi oleh aspek interior ruang dalam bangunan Balai RW. Dalam penelitian ini aspek interior yang sering berinteraksi dengan anak akan dikaji terkait dengan perilaku anak. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan untuk mengamati perilaku anak menggunakan metode person centered mapping dan place centered mapping. Pengamatan dimulai pengumpulan data fisik terkait aspek interior yang nantinya akan dianalisis dengan perilaku anak. Berdasarkan hasil penelitian memberikan suatu kecenderungan pola perilaku yang berbeda dari penggunan tempat belajar mengajar secara umum, sehingga suatu prasarana pendidikan yang berbeda dapat memberikan pola perilaku yang berbeda juga bagi pengguna. Hasil dari penelitian ini memberikan kecenderungan perilaku terhadap aspek interior dan memberikan rekomendasi desain dari perubahan pola perilaku tersebut.  Kata kunci: Pola perilaku, Balai RW, aspek interior.
Rekayasa Pencahayaan Alami pada Ruangan sebagai Upaya Pemerataan Cahaya Ruang Tunggu Bandara Internasional Lombok Nata Tresna Hadi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pencahayaan yang digunakan pada ruang tunggu penumpang Bandara Internasional Lombok memiliki beberapa poin negatif yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya penggunaan cahaya alami sebagai pencahayaan utama di siang hari. Poin negatif tersebut meliputi antara lain nilai pencahayaan yang terlalu tinggi, dan paparan sinar matahari langsung di dalam ruangan. Untuk menjaga kenyamanan visual yang ada di dalam ruang tunggu, maka perlu adanya pemerataan nilai pencahayaan dalam ruangan dengan mengaplikasikan rekayasa pencahayaan alami. Penelitian ini menggunakan metode simulasi digital sebanyak 3 (tiga) kali sebagai penentu dalam menilai keberhasilan dari lima metode rekayasa pencahayaan alami yang dipilih. Penelitian ini membuktikan bahwa dari kelima metode rekayasa pencahayaan alami, metode sirip verticallah sebagai metode terbaik yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan di Bandara Internasional Lombok.