Articles
52 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 4 (2018)"
:
52 Documents
clear
Rekayasa Fasad High Tech pada Selubung Bangunan Pusat Perbelanjaan IT Cyber Mall Malang
Vania Yunike;
Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Globalization era led to a rapid development of technology. IT mall becomes a containerwhich introduce the technology development to the society. There is some mall in Indonesia,which specially concepted as IT building but some of it didn’t built from the first concept sothat the application isn’t on target, especially on façade. Façade have to be the first thingsociety rate for its identity. Cyber Mall, one of the biggest and the most complete IT productmall in Malang experience it. The concept was switched after rebranded. To understand thedesign criteria of commercial IT building, Typology study of IT commercial building,combined with existing and climate response analytics to gain the design criteria of IT mall.The result were three design alternatives which form shading device with their differentcharacteristics in composition, kinetic, color, and form. All were evaluated withquestionnaire to practitioners or architecture academics, and public. From the threealternatives, ACP and curtain wall as the main material which implemented as a secondaryskin with dynamic wavy shape, blue monochrome as the base color, void openings with 80%transparency, and cluster position LED screen at the northeast building side.
Stadion Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Dengan Struktur Tegangan Membran
Sugiarto Fajar Handoko;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Tangerang merupakan daerah dengan populasi tertinggi di Provinsi Banten. Dengan area selatan memiliki kepadatan lebih tinggi yang berbatasan dengan Kota Tangerang yang merupakan daerah penyangga Kota Jakarta. Kawasan ini didominasi oleh area pemukiman dengan pembangunan yang menagarah pada hunian vertikal. Peningkatan pertumbuhan penduduk dan pembangunan perlu adanya ruang aktivitas publik untuk sarana rekreasi masyarakat dan menghindari dampak negatif dari kepadatan yang tinggi seperti kriminalitas dan kekumuhan. Salah satu sarana yang diajukan berupa stadion sepak bola untuk memenuhi kekurangan veneu olahraga berupa sepak bola pada daerah ini. Pemaksimalan bentuk atap stadion dibutuhkan jenis struktur dengan efisiensi dalam menyalurkan gaya pada struktur bentang lebar. Penggunaan jenis struktur form active dan struktur tegangan membran diharapkan dapat memberikan rancangan struktur untuk bentang lebar pada stadion dengan efisiensi penyaluran gaya dan beban atap yang ringan.
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka pada Kawasan B 29 Argosari Lumajang
Brilian Alkautsari;
Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kawasan B 29 termasuk dalam Kawasan Zona Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Semeru dan perkebunan sayur mayur. Penggunaan ruang yang tidak merata pada Kawasan B 29 dipicu oleh penggunaan kios – kios semi permanen yang mempersempit ruang gerak pengunjung dan mengurangi kualitas visual pada kawasan, area parkir yang kurang optimal dalam pemanfaatannya memicu aktivitas berkendara di area yang tidak untuk para pengendara namun untuk pejalan kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan pola pemanfaatan ruang terbuka pada Kawasan B 29. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan behavioral mapping yang digambarkan dalam bentuk sketsa mengenai semua aktivitas yang ada pada suatu area. Hasil penelitian didapatkan pola pemanfaatan ruang pada Kawasan B 29 terbentuk di blok – blok area studi yang terdiri dari Rest Area I, Rest Area II, dan Area Puncak yang secara keseluruhan membentuk pola linear, aktivitas berpindah tempat seperti berjalan dan berkendara membentuk pola chain yang merantai ke masing – masing sub area dan beberapa aktivitas lainnya membentuk pola scatter yang tersebar di beberapa titik tempat dengan Rest Area I menjadi area utama yang paling maksimal dalam pemanfaatan ruangnya.
Pemaknaan Alun-alun Lumajang sebagai Ruang Publik
Rizal Ardy Firmansyah;
Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makna sakral dan profan yang diwadahi pada alun-alun jawa yang salah satunya adalah alun-alun Lumajang menjadi hal yang diteliti dalam penelitian serta peran masyarakat dalam memunculkan makna alun-alun akan dilihat perannya. Penelitian ini menggunakan kondisi fisik dan non fisik dari objek studi berupa aktivitas dan interaksi masyarakat dengan objek sebagai observasi awal. Interaksi yang terjadi didukung dengan hasil respon para responden tentang hal yang ditangkap dan ditelaah dari masing-masing elemen. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang makna-makna yang muncul pada alun-alun Lumajang saat ini dengan melihatnya sebagai ruang publik karena terdapat indikasi pemanfaatan dan perancangan ruang alun-alun sebagai ruang publik kota. Hubungan makna denotatif dan konotatif yang terbentuk dari penanda dan petanda karena interaksi dan respon masyarakat. Makna tersebut akan digali dengan teori semiotika menggunakan pendekatan kualitatif dipadukan bersama metoda survei. Hasil temuan makna selanjutnya akan diinterpretasikan dengan hasil bahwa tidak semua area objek studi memiliki pemaknaan yang condong ke makna denotatif, karena sisi utara memiliki pemaknaan kuat tentang makna sebagai ruang privat para pemerintah daerah. Sedangkan pada semua area kecuali sisi utara bermakna sebagai ruang hiburan bagi masyarakat dengan penyediaan berbagai kebutuhan dalam hal hiburan bagi masyarakat. Kata kunci: makna, semiotika, alun-alun, interaksi masyarakat, ruang publik
Jurnal Evaluasi Purna Huni Koridor Instalasi Rawat Inap RSUD dr.Iskak Kabupaten Tulungagung
Dody Putra Wijaya;
Tito Haripradianto haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian evaluasi purna huni terhadap suatu bangunan dibutuhkan untuk melakukan investigasi dan memberikan evaluasi apakah bangunan sudah berfungsi dengan maksimal dalam memenuhi kebutuhan pengguna, rumah sakit merupakan salah satu fungsi bangunan yang komplek dimana membutuhkan performansi fisik yang maksimal agar dapat memberikan pelayanan medis yang baik bagi pasien. RSUD dr.Iskak Kabupaten Tulungagung merupakan rumah sakit rujukan regional yang memiliki tingkat BOR mencapai lebih dari 90% sehingga membutuhkan pelayanan medis yang maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan sebuah evaluasi terhadap bangunan RSUD dr.iskak Kabupaten Tulungagung. Terdapat tiga jenis evaluasi purna huni yang akan diteliti pada koridor instalasi Rawat RSUD dr.Iskak yaitu, aspek teknis, aspek fungsional dan aspek perilaku Analisis yang akan dilakukan pada penelitian evaluasi purna huni koridor instalasi rawat inap RSUD dr.Iskak ini menggunakan metode kuantitaif dan kualiatif, dengan metode kuantitatif sebagai metode analisis utama dengan membandingkan antara kondisi eksisting dan standar yang telah ditetapkan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan performansi fisik koridor instalasi rawat inap RSUD dr.Iskak berdasarkan tiga aspek analisis evaluasi purna huni yaitu aspek teknis, aspek fungsional dan aspek perilaku
KONSEP KESELAMATAN KEBAKARAN PADA PASAR TRADISIONAL PETISAH KOTA MEDAN
sarah freshima tampubolon;
heru sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar tradisional merupakan hunian dengan kategori kebakaran kelas A. Hal ini dikarenakan pada pasar terdapat material kertas dan kain yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Sebagai salah satu pasar tradisional, Pasar Petisah Kota Medan telah mengalami kebakaran sebanyak empat kali pada tahun 2002, 2004, 2017 dan 2018. Walaupun dampak yang ditimbulkan dari kebakaran relatif kecil namun, hal ini tetap menimbulkan kerugian bagi pemilik dan pedagang. Sistem proteksi kebakaran yang kurang memadai dan minimnya kesadaran akan bahaya kebakaran semakin meningkatkan potensi terjadinya kebakaran pada Pasar Petisah. Studi ini bermaksud menganalisis kondisi fisik dan elemen keselamatan kebakaran pada bangunan pasar tradisional. Dengan mengambil Pasar Petisah sebagai objek studi, artikel ini diharapkan menemukan konsep keselamatan kebakaran yang dapat diterapkan pada Pasar Petisah. Kata kunci: sistem proteksi kebakaran dan nilai keandalan sistem keselamtan bangunan
Visual Quality of Tunjungan District in Surabaya
Reza Hidayatullah;
Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
A lot of changes happened to the architecture and urban design of heritage district that influence community’s experience and responses. Tunjungan street is one of heritage district that connects northern and southern area of Surabaya. The importance of this heritage district’s location raises a crucial question about the visual quality that created,as this heritage district is one of the Surabaya city’s main face. This research measured people’s preferences on heritage district’s visual quality in Tunjungan street. Using linear-numeric semantic differential and 22 variables, and also human scale photos of the district as a stimuli. The result show that existing corridor indicates early integration in architectural style between new building and the old one, unharmonious setback, uses reflective material, and also moderate transparency level. There were three main factorsof Tunjungan district’s visual quality resulted from this research: Attractiveness, Continuity, and Movements. The most influential factor in the process of creating visual quality is Attractiveness, followed by Continuity, and Movement.Keywords: Visual quality, Heritage district, Tunjungan street, People’s preference
Kinerja Sistem Ventilasi Alami pada Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik
Nur Wakhida Fitria;
Jusuf Thojib
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai masjid bersejarah Gresik dan sering dikunjungi para wisatawan, Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik diharap mampu memberikan kenyaman termal terhadap penggunanya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengoptimalkan kinerja ventilasi alami pada Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik dengan tanpa merubah bentuk asli bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksperimental. Metode eksperimen menggunakan program Autodesk Flow Design untuk melakukan rekayasa bukaan. Hasil analisis kondisi eksisting Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik menunjukaan masjid memiliki kinerja sistem ventilasi yang tergolong cukup baik. Namun, kenyamanan termal pada ruang masjid belum tercapai menurut standar ASHRAE khususnya pada waktu sholat dhuhur. Hasil dari rekayasa bukaan untuk mengoptimalkan kinerja sistem ventilasi berupa penerapan sistem stack effect, penambahan luas inlet, dan merubah jenis bukaan mampu mempengaruhi kecepatan udara, kemerataan udara, dan titik tubulensi.Kata kunci : kinerja ventilasi, sistem ventilasi, bukaan, rekayasa bukaan.
Pengaruh Pencahayaan Alami Terhadap Kenyamanan Visual Pengguna Ruang Kuliah Gedung Baru Teknik Pengairan UB
Zakaria Priyono Putra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Natural lighting is related with the human perception. Lighting is one of the important factor because the visual comfort will affect process of study in class room. Lack of lighting inside the class room will affect productivity and study activities. GBTP is one of the building of Brawijaya University that has 6 floors and used as class room with window ratio ±60% of building surface. However, differentiation of contrast exposure intensity appear in several class room and with a one side lighting because of double loaded-coridor. Aim of this study is to understand human visual comfort towards natural lighting of class room and to understand lighting system engineering to increase class room visual comfort. Dependent variables are exposure level and lighting distribution, while independent variables are window, shading devices, and interior colour. This reserach use experimental method with descriptive- quantitative. Dialux 4.13 is used as the software to know distribution lay out and distributed lighting in the class room. Experimental method also used to analyse the result and to create some recomendation through independent variable engineering that decrease and improve exposure intensity and distribution of light inside the class room.
Pengaruh Modifikasi Material Dinding pada Suhu Ruang Foresta Resort Tanjung Papuma, Jember
Chibhatul Mufrida;
Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Infrastruktur berupa bangunan sangat rawan terjadi kerusakan akibat perubahan iklimyang terjadi belakangan ini. Foresta Resort Tanjung Papuma merupakan salah satuinfrastruktur penunjang kegiatan wisata di Wanawisata Pantai Tanjung Papuma yangterkena dampak dari perubahan iklim tersebut dan menemui masalah yang cukupserius. Bangunan resort dengan material dinding kayu kelapa sudah tidak berfungsikarena rusak berat dan resort yang menggunakan material dinding kayu gelam sudahdialih fungsikan menjadi gudang penyimpanan ATV. Pihak Perhutani Jawa Timursebagai pengelola telah merencanakan untuk merenovasi resort-resort yang ada terkaitdengan adanya kerusakan-kerusakan pada bangunan resort, review pengunjung resortyang kurang baik, dan kenyamanan suhu ruang yang kurang baik. Tulisan inidimaksudkan untuk menganalisis bagaimana kesesuaian bangunan dengan kriteriabangunan iklim tropis lembap dan bagaimana pengaruh material dinding padakenyamanan suhu ruang resort. Beberapa strategi pemecahan yang berkaitan denganbeberapa aspek tersebut dapat dicoba melalui beberapa alternatif rekomendasi yangditawarkan melalui tulisan ini.