cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2018)" : 52 Documents clear
Ruang Personal Pemustaka di Ruang Internet Perpustakaan Universitas Indonesia Sona Putra Wicaksana; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi yang mempengaruhi perkembangan perpustakaan menjadi perpustakaan berbasis teknologi. Dengan fenomena ini ditemukan kecenderuangan yang berbeda antara pemustaka pada perpustakaan analog dan berbasis teknologi. Ketidaknyamanan dalam melakukan kegiatan terkait dengan ruang personal menjadi salah satu permasalahan yang terlihat dalam observasi awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ruang personal yang terjadi pada pemustaka di ruang internet Perpustakaan Universitas Indonesia. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ruang personal seseorang diantaranya tatanan perabot, jenis kelamin, jarak interaksi dan jenis pemustaka.   Kata kunci: ruang personal, pemustaka, perpustakaan digital, perpustakaan
Persepsi Pengguna terhadap Kenyamanan Beraktivitas pada Kawasan Alun - Alun Kota Probolinggo Mala Azizatul Mukhoyyaroh; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kota merupakan pusat kegiatan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, politik, dan pemerintahan serta penyedia layanan untuk masyarakat. Berbagai kepentingan di perkotaan menyebabkan kota mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, yang diiringi dengan penurunan kualitas lingkungan. Sebagai salah satu solusi adanya penurunan kualitas tersebut, maka perlunya pengadaan ruang terbuka hijau, terlebih lagi yang dapat mewadahi aktivitas masyarakat dalam hal ini disebut sebagai ruang terbuka publik. Pada ruang terbuka publik aspek kenyamanan sangat penting agar masyarakat dapat tertarik untuk mengunjunginya. Penelitian ini berdasar pada latar belakang yang bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas pada kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting kawasan penelitian dan metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas dan apa saja yang mempengaruhinya. Jumlah responden sebanyak 230 orang yang terbagi ke dalam enam zona lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna merasakan cukup nyaman dalam beraktivitas di dalam kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan beraktivitas pada lokasi penelitian ini yaitu perasaan senang beraktivitas, kesesuaian layout dan desain ruang untuk beraktivitas, proporsi visual elemen ruang, dan tatanan vegetasi.   Kata kunci: kenyamanan, aktivitas, ruang terbuka publik   ABSTRACT   A city is a center of human being activities such as social activity, economic, education, politic, government activity, and society service provider. Multifarious activities in the city induce a huge population growth, and accompanied by decreasing environment quality. As a solution of decreasing environment quality, it is necessary to construct a green space, even a green space which facilitate activities as known as public open space. Public open space has an aspect that is comfort which is very important to attract people to visit it. This research based on a background which has purpose to known people perception on how comfort they are doing activities in Alun – Alun Probolinggo. The research contains two methods such as qualitative and quantitative method. Qualitative method is used to describe an existing condition of object study and quantitative method is used to know how people perception to feel comfort doing activities in public open space. This research has 230 respondents who divide into six zones of object study. The result of this research is user of Alun – Alun Probolinggo feel comfort enough doing activities inside it. The factors that influenced the comfort of activities in open public space especially this research location are feeling pleasure, presence of suitability layout and good design, presence of visual elements proportion, and plan of vegetations. Keywords: comfort, activities, public open space
PREFERENSI PENGUNJUNG TERHADAP FAKTOR PENATAAN KAWASAN WISATA DI DESA TROWULAN DAN SENTONOREJO, KAB. MOJOKERTO rizkiyana syafira zahra; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Trowulan menjadi kawasan strategis di bidang sosial budaya dan pariwisata, termasuk diantaranya adalah Desa Trowulan dan Sentonorejo. Kedua desa ini dijadikan bahasan karena letak kedua desa yang berada pada satu koridor jalan, memiliki jumlah situs paling banyak dibanding desa lainnya, serta masih memiliki upacara adat dan keagamanan. Namun sayangnya potensi ini belum diimbangi dengan pembangunan kawasan sebagai daerah wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui preferensi pengunjung terhadap faktor penataan kawasan wisata di Desa Trowulan dan Sentonorejo. Penelitian menggunakan mixed method deskriptif kualitatif-kuantitatif, dengan responden sebanyak 120 pengunjung. Pengolahan data menggunakan mean score, dengan pengelompokan faktor menggunakan rumus sturgess. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor penataan kawasan wisata yang memiliki preferensi tinggi, sedang dan rendah. Faktor-faktor yang memiliki preferensi tinggi (disukai) oleh pengunjung adalah faktor attraction (daya tarik atraksi peninggalan kebudayaan, atraksi Rumah Majapahit, serta atraksi upacara budaya & keagamaan), sehingga cukup dipertahankan keberadaan dan kondisinya. Faktor-faktor yang banyak memiliki preferensi netral dan rendah (tidak disukai) adalah faktor aksesbilitas & transportasi, serta keamanan & kebersihan kawasan.  Faktor-faktor tersebut merupakan faktor-faktor yang dinilai pengunjung masih membutuhkan perbaikan/peningkatan kualitas. Kata kunci: preferensi, penataan kawasan, wisata heritage
Distribusi Pencahayaan Alami Terhadap Kenyamanan Visual pada Ruang Kelas SMA Negeri 7 Malang Muhammad Fadillah Pratama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai wadah kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan guru, ruang kelas idealnya dikondisikan dengan pencahayaan yang cukup guna mendukung aktifitas di dalamnya. Standar pencahayaan di ruang kelas sesuai dengan SNI, yaitu 250 lux/m² diatas bidang kerja, namun beberapa fasilitas ruang kelas tidak memiliki kondisi pencahayaan yang dipersyaratkan tersebut. Hal ini terjadi pada beberapa ruang kelas di gedung SMA Negeri 7 Malang. Studi ini membahas desain arsitektural yang dapat dihadirkan pada gedung SMA tersebut guna mencapai kondisi pencahayaan ruang yang ideal. Rekomendasi warna dan material interior, ukuran luas bukaan, dan penambahan komponen ‘lightshelves’ diberikan melalui serangkaian tahapan pengukuran nilai cahaya pada beberapa ruang kelas hingga predikisi pencahayaan ruang yang terjadi melalui program simulasi komputer. Studi ini menunjukkan bahwa dengan perubahan warna dan material interior hanya terjadi perubahan pada bagian perabot, menjadi warna putih yang bermaterialkan poli propilen, kemudian memperluas ukuran bukaan 2-30% pada 5 ruang kelas dari 7 sampel ruang kelas, serta penambahan lightshelves selebar 1 m dan tinggi 50 cm, dengan jarak 50 cm-2 m di depan ruang kelas dapat meningkatkan distribusi pencahayaan alami sebesar 72-100%, dengan persepsi kenyamanan visual pengguna yaitu sangat nyaman.   Kata kunci: Pencahayaan Alami, Kenyamanan Visual, Ruang Kelas, Distribusi
Rekayasa Bukaan untuk Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas SMA Plus YPHB di Kota Bogor Adi Wahyutomo; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.113 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan termal siswa didalam ruang kelas SMA Plus YPHB di Kota Bogor. Dimana sekolah adalah tempatuntuk menuntut ilmu dengan terdapat guru dan murid yang menggunakan ruangkelas pada sekolah. Pentingnya kondisi udara yang nyaman agar konsentrasibelajar dan mengajar tetap terjaga. Dengan memanfaatkan penghawaan alamidiharapkan dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan termal pada ruang kelas,akan tetapi terdapat perbedaan bukaan di setiap kelas yaitu bentuk bukaan.Bentuk bukaan pada sekolah ini cukup berbeda dari ruang kelas SMA padaumumnya, perbedaan tersebut terletak pada dinding masif dan tidaknya. Denganbukaan pada ruang kelas SMA ini memiliki bukaan setengah selebar dindingdengan implementasi dinding tanpa pintu pintu dan memiliki tinggi dindingsebesar 170 centimeter. Lalu sisi lain dari dinding tersebut memiliki 2 bukaanjendela masing-masing sebesar 100 centimeter x 60 centimeter. Metode yangdigunakan adalah kuantitatif dengan variable luas bukaan, temperatur udara,kelembaban udara, kecepatan angin, insulasi pakaian, dan aktivitas siswa. Hasildari kuisioner nantinya akan menunjukkan rasa nyaman atau tidak pada ruangkelas tersebut. Rekomendasi yang dihasilkan akan berpengaruh pada bukaanjendela.Kata kunci: Kenyamanan termal, Ruang kelas, Bukaan jendela, Simulasi
Pola Pemanfaatan Ruang pada Kawasan Ngrowo Waterfront Tulungagung saviratri sekar nusa; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Ngrowo Waterfront merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yangtermasuk dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dari KementerianPUPR dan selesai dibangun pada tahun 2017. Seiring dengan pemanfaatannyasebagai RTH publik, Kawasan Ngrowo Waterfront memiliki kompleksitaspemanfaatan ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis polapemanfaatan ruang yang terjadi di Kawasan Ngrowo Waterfront dengan keterkaitanpelaku aktivitas, waktu aktivitas, dan ruang aktivitas. Metode penelitian yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan di ruangruangyang ada di kawasan Ngrowo Waterfront pada hari kerja dan hari libur di pagidan malam hari. Metode observasi yang digunakan adalah place-centered mappinguntuk mengetahui pola aktivitas yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan polayang terbentuk di Kawasan Ngrowo Waterfront adalah linear dan cluster. Pola yangterbentuk dipengaruhi oleh setting fisik, pelaku aktivitas serta waktu aktivitas.Kata kunci: pola, aktivitas, waterfront
PELESTARIAN BANGUNAN STASIUN KERETA API CILACAP talitha nurin tamimi; antariksa sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Cilacap merupakan kota industri yang berada di Jawa Tengah,namun kota ini juga memiliki peninggalan bersejarah, Salah satunya Stasiun Kereta Api Cilacap. Stasiun ini sudah ada dari zaman penjajahan belanda dan pernah di bom pada tahun 1942 oleh Angkatan Laut Jepang. Kemudian stasiun ini dibangun kembali pada tahun 1943 dengan arsitek Thomas Nix (1904-1998). Sejak saat itu, Stasiun Kereta Api Cilacap ini belum mengalami perubahan. Keunikan bangunan ini, yaitu menggunakan gaya Nieuwe Bouwen, tetapi tetap memasukan unsur lokal pada pilar-pilar area drop off. Unsur lokal yang digunakan adalah bunga Wijayakusuma yang merupakan lambang dari Kota Cilacap. Oleh karena itu, dilakukannya studi ini didasari tujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi karakter arsitektural yang terdapat pada bangunan. Serta menentukan strategi arahan pelestarian fisik sesuai hasil penilaian makna kultural yang ditetapkan. Diharapkan studi ini dapat berguna sebagai tindakan untuk mencegah agar bangunan tetap terpelihara sesuai dengan kebutuhan.
Pola Pemanfaatan Ruang pada Taman Tematik di Kota Malang (Studi Kasus : Merbabu Family Park dan Taman Slamet) ariadne hartati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka memfasilitasi kebutuhan masyarakat, sejumlah taman di Kota Malang dikembangkan menjadi taman tematik. Taman Slamet memiliki tema Hidden Paradise yang terdiri dari beberapa fasilitas spot pengambilan gambar yang menarik sedangkan Merbabu Family Park memiliki tema taman keluarga terdiri dari fasilitas bermain dan berolahraga mulai dari kalangan anak-anak hingga lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh perbedaan tematik taman terhadap pola pemanfaatan ruang yang terbentuk pada kedua taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan behavioral mapping yaitu place centered mapping. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam desain pembangunan serta pengembangan taman kota agar memiliki tema yang sesuai kebutuhan masyarakat. Pengamatan dalam penelitian ini dilaksanakan pada saat pagi hari, siang hari dan malam hari pada di hari kerja (Senin-Jumat) serta hari libur (Sabtu-Minggu) dengan setting ruang aktivitas yaitu pada Taman Slamet terdapat 8 macam ruang aktivitas sedangkan pada Merbabu Family Park terdapat 6 macam ruang aktivitas. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tematik taman berpengaruh terhadap pemanfaatan ruang taman. Pada Taman Slamet yang terdiri atas fasilitas ruang estetik, dan memiliki sculpture pola pemanfaatannya menyebar sedangkan pada Merbabu Family Park pola pemanfaatan ruangnya terklaster berdasarkan hobi, tujuan serta klasifikasi usia.Kata Kunci : pola, pemanfaatan, taman tematik
Publik-Privat Pada Hunian Suku Tengger Desa Ngadas amalia melody; abraham mohammad ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngadas merupakan salah satu dari 36 desa dengan penduduk asli Suku Tengger yang tersebar dalam empat kabupaten/kota, dan merupakan satu-satunya desa dengan penduduk asli suku tengger yang terletak pada kawasan Kabupaten Malang. Sebagai Desa Wisata dengan intensitas pengunjung atau wisatawan yang tidak sedikit, pada sebagian hunian ada pemukiman Desa Ngadas terdapat penambahan fungsi ruang hunian sebagai home stay. sehingga terdapat pergantian zonasi pada beberapa ruang hunian pada waktu tertentu. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui fleksibilitas zonasi pada pola ruang hunian Suku Tengger Desa Ngadas. Metode yang digunakan pada studi ini adalah deskriptif-kualitatif dengan melakukan crosscheck antara kondisi di lapangan dengan kajian teori mengenai zonasi ruang hunian. Pembahasan mengenai zonasi pada hunian Tengger Desa Ngadas dalam bentuk overlay gambar denah pada masing-masing hunian yang dijadikan subjek penelitian. Hasil studi berupa faktor-faktor penyebab perubahan zonasi ruang pada pola ruang hunian Tengger Desa Ngadas . Perubahan zonasi pada ruang hunian memiliki keterkaitan dengan pembentukan ruang hunian dan juga interaksi sosial masyarakat Desa Ngadas terhadap wisatawan.
Geometri Arsitektur Masjid Agung Surakarta bachtiar muhamad iqbal; antariksa sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter visual merupakan salah satu bagian dari bangunan yang mudah terlihat dan ditangkap oleh manusia. Geometri merupakan bagian dari karakter visual bangunan yang befungsi untuk memperoleh keindahan dan estetika. Masjid Agung Surakarta adalah masjid yang memiliki keunikan dan bersejarah dalam perkembangan agama islam di Kota Surakarta. Masjid agung surakarta juga tergolong dalam bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui geometri arsitektur Masjid Agung Surakarta melalui unsur pembentuk dan prinsip perancangan geometri. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan pengumpulan data yang didapatkan melalui observasi,document review, dan wawancara narasumber, kemudian melakukan analisis data dan penarikan kesimpulan tentang geometri arsitektur Masjid Agung Surakarta.Kata kunci: Geometri, Masjid Agung Surakarta