cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 69 Documents clear
Kinerja Akustik Ruang pada Gedung Kesenian Gajayana Vandi Setiawan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Faktor utama yang perlu dicermati dalam perancangan akustik ruang adalah kualitas dan kinerja tata letak dan elemen ruang dalam, karena kedua hal itu memiliki pengaruh besar dalam menentukan keberhasilan sebuah aktifitas yang diwadahi. Gedung Kesenian Gajayana Malang merupakan salah satu auditorium multifungsi berlabel Cagar Budaya yang belum memenuhi kinerja akustik ruang yang baik, terbukti dari hasil observasi awal yang menghasilkan nilai rataan kebisingan 48,6 dBA. Tujuan dari studi ini adalah  untuk menghasilkan rekomendasi desain sebagai langkah peningkatan kinerja akustik ruang Auditorium Gajayana. Kinerja akustik ruang dapat dinilai berdasarkan parameter objektif yang meliputi latarbelakang kebisingan, distribusi tingkat tekanan bunyi dan respon impuls ruang terutama waktu dengung. Metode kuantitatif eksperimen dilakukan dengan perhitungan empiris dan simulasi digital Autodesk Ecotect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi modifikasi dengan melapisi material lantai eksisting dengan material vinyl 0,3 cm, melapisi dinding bergerigi eksisting dengan plywood rangka celah udara 50 mm dan mengganti ceiling gypsum dengan plasterboard dan plafon akustik  gantung mampu meningkatkan kinerja akustik ruang sehingga kenyamanan akustik secara objektif dapat terpenuhi.   Kata kunci: auditorium multifungsi, kinerja akustik ruang, latarbelakang kebisingan, tingkat tekanan bunyi, waktu dengung   ABSTRACT   The main factor that needs to be concerned in designing of acoustic room is the quality and performance of layout and element interior in that room, because it has a big impact in determining the acoustic comfort of an activites. Gedung Kesenian Gajayana Malang is one of the multifunctional auditorium labeled as Cultural Heritage building that hasn't met good acoustic performance, proven by the results of preliminary observations that produce a noise rating of 48.6 dBA. The purpose of this study is to determine design  recommen-dation as a step to improve the acoustic performance of the Gajayana Auditorium. The performance of the acoustic system can be measured based on an objective parameter that includes background noise level, sound pressure level and reveberation time. Quantitative experimental methods were carried out with empirical calculations and digital simulation using Autodesk Ecotect. The results showed that the combination of modification by coating the existing floor material with 0.3 cm vinyl material, coating the serrated wall with a plywood frame for a 50 mm air gap, and replacing the gypsum ceiling with a plasterboard and hanging acoustic ceiling capable of improving the room acoustic performance so the room acoustic comfort can be reached. Keywords: multifunctional auditorium, acoustical space performance, background noise level, sound pressure level, reverberation time 
Keefektifan Ruang Sirkulasi Pada Pusat Perbelanjaan di Surabaya (Objek Studi : Tunjungan Plaza) Oktavira Berlina Rosa; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tunjungan Plaza merupakan pusat perbelanjaan terbesar kedua di Kota Surabaya yangmemiliki permasalahan ruang sirkulasi yang menyebabkan beberapa area bangunanmemiliki persebaran pengunjung yang tidak merata. Persebaran pengunjung pada bangunan dipengaruhi oleh kepahaman pengguna ruang suatu bangunan yang menentukan keefektifan suatu ruang sirkulasi, untuk mengetahui nilai keefektifan ruang sirkulasi digunakan metode space syntax. Hasil studi dari keefektifan ruang sirkulasi menggunakan metode space syntax dan didukung oleh hasil observasi menunjukkan bahwa keefektifan ruang sirkulasi pada Tunjungan Plaza 1 sampai Tunjungan Plaza 6 terbilang rendah yang menyebabkan kepahaman pengguna ruang suatu bangunan. Keefektifan ruang tersebut akan menentukan kepahaman pengguna ruang suatu bangunan. Kepahaman pengguna ruang suatu bangunan menentukan persebaran pengunjung yang menunjukkan bahwa Tunjungan Plaza memiliki persebaran pengunjung yang tidak merata.Kata kunci: Sirkulasi, Pusat Perbelanjaan, Space Syntax
Evaluasi Konsep Tanggap Iklim Tropis pada Cafe Mezzanine di Kota Yogyakarta Abda Alif Prasidya; Andika Citraningrum, ST., M.Sc
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cafe mezzanine Yogyakarta adalah sebuah cafe di iklim tropis yang memiliki banyak bukaan transparan pada setiap sisi bangunan yang mengandalkan pencahayaan alami sebagai penerangan di pagi dan siang. Namun penutup yang transparan pada bangunan ini memberikan beberapa poin yang menjadi salah satu tolak ukur pada bangunannya sehingga perlu adanya evaluasi untuk menentukan apakah bangunan tersebut tanggap terhadap iklim tropis. Penelitian ini membuktikan bahwa objek yang di teliti menggunakan konsep tanggap iklim tropis sehingga parameter pada orientasi bangunan, ventilasi silang, pelindungan matahari, penyimpanan dan penghambatan panas, vegetasi, dan suhu pada bangunan membuat bangunan ini memberikan dampak yang positif yang bisa ditentukan dari orientasi bangunan, bukaan alami, material, suhu, dan juga vegetasi di sekitar bangunan ini juga memberikan hal positif bahwa apa yang sudah dilakukan untuk menerapkan prinsip tanggap iklim tropis sangat optimal.
Kenyamanan Ruang Terbuka Publik untuk Melakukan Aktivitas Fisik (Studi Kasus: Lapangan Banteng, Jakarta) HUSNATUL IZZATI LUTHVIA; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ruang terbuka publik merupakan elemen penting dalam tata kawasan sebuah kota. Keberadaan ruang terbuka publik bertujuan menyediakan lokasi yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik dengan nyaman. Lapangan Banteng adalah salah satu jenis ruang terbuka publik berlokasi di Jakarta yang terdiri atas dua fungsi area yaitu rekreasi dan olahraga. Hal menarik dari Lapangan Banteng adalah banyaknya pengguna melakukan aktivitas fisik di area rekreasi dibanding area olahraga yang cenderung sepi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas fisik berupa berjalan, berlari dan bersepeda. Kenyamanan tersebut dilihat dari pengaruh elemen fisik yang berada di sepanjang koridor area rekreasi, elemen fisik yang diteliti tersebut antara lain: lebar koridor, material koridor, tepi koridor, penerangan, vegetasi, kelandaian, penanda dan tempat istirahat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini terkait dengan ruang terbuka publik, elemen dalam ruang terbuka publik dan aktivitas fisik dan juga kriteria kenyamanan pengguna. Peraturan dan panduan perancangan terkait digunakan untuk mendukung proses analisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik behavior mapping dalam pengumpulan datanya. Dari penelitian ini diketahui bahwa elemen fisik ruang teruka publik pada Lapangan Banteng mempengaruhi kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas fisik, dengan tiga elemen utama yang mempengaruhi yaitu lebar koridor, material koridor dan penerangan. Kata kunci: ruang terbuka publik, elemen ruang terbuka publik, aktivita fisik, Lapangan Banteng ABSTRACT Public open space is an important element in the layout of a city. The existence of public open spaces aims to provide locations that can be used by the community to carry out physical activities comfortably. Lapangan Banteng is one type of public open space located in Jakarta which consists of two functions, namely recreation and sports. The interesting thing about Lapangan Banteng is that there are many users doing physical activities in recreational areas compared to sports areas that tend to be quiet. Therefore, this study was conducted to determine the convenience of users in carrying out physical activities in the form of walking, running and cycling. Comfort is seen from the influence of physical elements that are along the recreational area corridor, the physical elements studied include: corridor width, corridor material, corridor edge, lighting, vegetation, slope, signage and resting place. The theory used in this study is related to public open space, elements in public open space and physical activity as well as user comfort criteria. Related rules and design guidelines are used to support the analysis process. This study uses a qualitative descriptive method with the technique of behavior mapping in the data collection. From this study it is known that the physical element of public open space in Lapangan Banteng influences the user's comfort in carrying out physical activities, with three main elements which influence the width of the corridor, corridor material and lighting. Keywords: public open space, elements of public open space, physical activity, Lapangan Banteng
TIPIKAL JENIS PONDASI FLOATING PLATFORM UNTUK DESAIN RUMAH TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BANJIR ROB ( Studi Kasus: Rumah Tinggal di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah) DWI RATNA POESPANINGRUM; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kawasan Pesisir pantai merupakan daerah yang sering terkena banjir rob. Banjir rob terjadi akibat pasang surut permukaan air laut. Dampak yang ditimbulkan banjir rob salah satunya adalah merusak struktur bangunan. Desa Sriwulan merupakan sebuah Desa, yang berada dipesisir pantai di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Desa ini terendam banjir rob setiap hari. Banjir rob menyebabkan struktur bangunan rumah tinggal rusak, sehingga menyebabkan bangunan rumah tinggal kurang layak untuk menjadi tempat hunian. Penelitian ini bertujuan memberi solusi agar bangunan rumah tinggal warga layak untuk dihuni. Untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan sistem Floating Platform jenis Amphibiou House, dimana menyesuaikan dengan sifat banjir rob yang dapat surut dan dapat pasang. Amphibious House memiliki berbagai jenis sehingga diperlukan penelitian untuk menentukan tipikal jenis Amphibious House dengan penggunaan floating platform sebagai solusi desain untuk bangunan rumah tinggal tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, archival data, wawancara, dan study pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik penjodohan pola. Hasil penelitian ini didapatkan, bahwa jenis Thailand Amphibious House, merupakan jenis Amphibious House terpilih untuk diterapkan pada desain bangunan rumah tinggal di Desa Sriwulan. Penerapan sistem terpilih dilakukan secara teknis dimana dalam hal ini lebih spesifik terhadap jenis material Upper Structur dan Sub Structur pada bangunan yang ringan dan tahan lama. Kata Kunci: Bangunan rumah tinggal, Amphibious House, Hasil Penelitian ABSTRACK Coastal areas are areas that are often affected by tidal floods. Rob flooding occurs due to tidal sea levels. one of impacts of the rob flood is to damage the structure of the building. Sriwulan village is a village, which is located on the coast in Sayung District, Demak Regency. This village is submerged by tidal flooding every day. Rob floods have caused the structure of residential buildings to damaged, causing residential buildings are suitable for residents. To overcome this problem is the amphibious house type floating platform system, which adjusts to the nature of the tidal flood that can recede and can be installed. Amphibious house has various types so research is needed to determine the typical type of amphibious house with the use of floating platforms as a design solution for residential buildings. Data collection techniques in this study were conducted by observation, archival data, interviews, and literature studies. Data analysis techniques use pattern matching techniques. The results of this study were found, that the type of Thai Amphibious, is a type of amphibious house chosen to be applied to the design of residential buildings in the Sriwulan Village. The chosen system implementation is carried out technically where is this case it is more specific to upper structure and sub structure material types in buildings that are lightweight and durable. Keywords: Residential Building, Amphibious House, Research Result
PRINSIP STRUKTUR DAN KONSTRUKSI RUMAH TRADISIONAL DUSUN SEGENTER SEBAGAI DASAR PERANCANGAN RUMAH TAHAN GEMPA Fajar Aswadi Syamsuri; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kondisi geografis dengan lempengan tektonik yang aktif karena dilalui oleh Lingkaran Api Pasifik serta patahan-patahan tektonik lokal yang tersebar di dasar laut dan pulau-pulau di Indonesia yang menyebabkan Indonesia menjadi rentan terhadap bencana gempa bumi. Pulau Lombok yang terletak di Indonesia tengah pada tahun 2018 silam dilanda gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang berpusat di Lombok Utara. Rumah tinggal tradisional Dusun Segenter yang berlokasi di Lombok Utara tidak mengalami kerusakan karena dapat menanggapi getaran gempa sedangkan rumah tinggal modern di sekitar area tersebut mengalami kerusakan parah. Perlu dikaji bagaimana prinsip sistem struktur dan konstuksi pada rumah tinggal tradisional Dusun Segenter yang membuat bangunan tersebut tahan terhadap gempa, pengkajian dilakukan dengan melakukan observasi dan membandingkan data hasil observasi dengan teori ketahanan gempa yang terdapat di literatur. Kemudian kesamaan prinsip ketahanan gempa pada rumah tinggal tradisional Dusun Segenter dengan teori di literatur diterapkan sebagai acuan untuk merancang rumah tinggal modern yang tahan gempa dengan beberapa adaptasi, sehingga dapat mengurangi dampak kerusakan rumah tinggal jika terjadi gempa di masa mendatang khususnya di Pulau Lombok.
Kejelasan Ruang Jalan Kawasan Perumahan Sawojajar Kota Malang Helsalonika Clearista
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejelasan ruang jalan digunakan dalam penataan suatu kota untuk mempermudah pengunjung kawasan mengingat dan memahami kawasan (Puspitanigrum,2013). Kejelasan ruang jalan adalah tentang keterbacaan elemen fisik kawasan yang mudah  dipahami secara visual (Lynch,1960).  Isu permasalahan kejelasan ruang jalan di Kawasan Perumahan Sawojajar didukung pendapat masyarakat. Rendahnya kejelasan ruang jalan mengakibatkan banyaknya pengunjung kawasan yang kesulitan mengingat kawasan dikarenakan keberadaan elemen fisik yang buruk dan  tidak jelas. Menerapkan 7 elemen kejelasan ruang jalan menurut Shirvani (1985) dalam Puspitaningrum (2013) meliputi land use, street furniture, signage, activity support, vegetasi dan sirkulasi dan parkir. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dan observasi kawasan, serta wawancara responden di 7 zona kawasan, dijelaskan terkait hirarki zona yang memiliki kejelasan ruang jalan serta hirarki elemen fisik yang membantu masyarakat dalam mengingat dan memahami kejelasan ruang jalan. Data diidentifikasi dengan hasil observasi eksisting, serta dianalisis berdasarkan peraturan dan teori. Hasil yang diperoleh digunakan untuk mengetahui elemen yang dapat membantu kejelasan ruang jalan serta untuk memecahkan permasalahan. Rekomendasi penelitian terkait pemeliharaan elemen fisik, penambahan elemen kejelasan signage dan penambahan pendukung elemen kawasan.   Kata kunci: Kejelasan ruang jalan, kawasan perumahan, elemen fisik kawasan  
Pengaruh Pola Origami Tessellation dari Gasket terhadap Peningkatan Kualitas Akustik Ruangan (Lab Terpadu Jurusan Arsitektur FTUB) ORYZA ARDIANSYAH; ARY DEDDY PUTRANTO
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lab Terpadu Gedung Baru Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya merupakan ruang multifungsi dengan volume ruangan yang cukup besar. Hal ini mengakibatkan waktu dengung dalam ruangan belum bisa memenuhi standart ruang multifungsi. Selain itu lokasi objek studi ini berada didekat Jl. MT Haryono yang memiliki aktivitas lalu lintas yang cukup padat, sehingga tingkat kejelasan suara dalam objek studi memburuk. Untuk itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan daur ulang material gasket atau pro foam yang diambil dari limbah maket Jurusan Arsitektur menjadi panel akustik untuk mengendalikan respon akustik ruangan menggunakan pola Origami Tessellation. Pensimulasian software Freeform Origami menggunakan gasket dengan ketebalan 4 inci dan luas 87,88 m² terhadap tingkat renggang empat pola (Miura Ori, Ron Resch, Water Bomb, dan Yoshimura) menghasilkan volume yang berbeda sesuai bentuk cembung, cekung, dan datar. Bentuk cembung dan cekung diambil karena memiliki sifat penyebaran suara yang baik. Pensimulasian dilanjutkan dengan software Sketchup terhadap alternatif dari keempat pola origami, untuk diketahui pengaruh volume panel terhadap waktu dengung ruangan. Berdasarkan perhitungan rata-rata waktu dengung ruangan pada frekuensi 500 Hz-2000 Hz menggunakan empat pola origami tessellation, diperoleh hasil 0,9 detik, 0,87 detik, 0,88 detik, dan 0,86 detik dimana alternatif terbaik merupakan pola origami YoshimuraKata kunci: kualitas akustik, panel akustik, gasket, origami tessellation
Toponimi “Madura” Berdasarkan Perspektif Spasial Arsitektur Nabila Kartika; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dan lingkungannya merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan semenjak hadirnya manusia di permukaan bumi. Nama-nama daerah ini beragam dan memiliki latar belakang tertentu. Arsitektur sebagai salah satu produk budaya menyimpan serangkaian jejak peradaban dalam bentuk konsep dan artefak. Jejak peradaban tersebut antara lain berupa arsitektur yang dituangkan dalam bentuk linguistik (berupa teks). Toponimi suatu daerah merupakan identitas yang membedakannya dengan daerah lain, karena toponimi merupakan hasil kebudayaan masyarakat di suatu daerah yang bersumber dari hubungan timbal baliknya dengan lingkungan di sekitarnya, baik aspek fisik maupun nonfisik. Madura salah satunya. Penelitian ini bertujuan yaitu mengidentifikasi nama desa di wilayah Madura secara toponimi dan menelusuri kaitan antara nama desa dengan konsep spasial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-kualitatif dengan strategi segmented dan coding dari nama-nama desa di wilayah Madura dengan perangkat lunak JMP (Dibaca Jump). Pengkodean ditentukan berdasarkan proses analisis kuantitatif yang masuk dalam siginificant value dan hasil dari analisis dijelaskan secara kualitatif.
Aspek Jender Terhadap Pola Ruang Rumah Tingal di Kota Bangil Zafirah Badubah; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur di Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu jender, budaya dan agama dari masyarakat dilingkungan tersebut. Aspek Agama merupakan salah satu pengaruh munculnya aspek jender pada bangunan rumah tinggal. Saat ini aspek jender pada rumah tinggal dapat terlihat pada pembagian ruang tamu yang mulai dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Keunikan dalam susunan pola ruang tamu ini yang akhirnya menjadi suatu ciri khas pada rumah tinggal di beberapa daerah di Indonesia terutama pada lingkungan muslim. Pembagian ruang tamu ini dengan meletakkan area laki-laki di dekat entrance dan area ruang tamu perempuan lebih masuk kedalam ruang privat untuk lebih menjaga privasi. Pola letak ruang tamu juga berbeda-beda sehingga rumah tinggal ini memiliki ciri khas yang berbeda pada rumah-rumah lain.