Articles
40 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 4 (2020)"
:
40 Documents
clear
Pengaruh Material Selubung Bangunan Luar Terhadap Perhitungan OTTV Pada Bangunan Menara Kompas Jakarta
Calista Demetrialisendra;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki tingkat radiasi matahari tinggi sehingga seringkali menyebabkan peningkatan konsumsi energi berlebih pada bangunan yang disebabkan oleh cahaya matahari yang masuk ke dalam bangunan. Salah satu pemanfaatan elemen arsitektural untuk meminimalisir dampak tersebut adalah dengan merancang selubung bangunan yang hemat energi. Salah satu bangunan di Jakarta yang menanggapi permasalahan tersebut adalah Menara Kompas Jakarta. Menara Kompas Jakarta merupakan bangunan bertingkat tinggi yang terdiri dari dua massa bangunan utama yaitu, podium dan tower yang berfungsi sebagai perkantoran. Sejak awal perencanaan, bangunan Menara Kompas Jakarta telah mengusung konsep hemat energi yang difokuskan pada selubung bangunannya berupa curtain wall dan double skin facade (DSF) yang berfungsi menyerap sinar matahari yang masuk agar dapat mengurangi konsumsi energi pada bangunan. Untuk itu dilakukan pengkajian terhadap kinerja material selubung bangunan menggunakan metode kuantitatif dengan taktik simulasi, yaitu dengan menghitung nilai perpindahan termal menyeluruh (OTTV) sesuai standar SNI 03-6389-2011 (OTTV ≤ 35 W/m2) yang dilanjutkan dengan simulasi menggunakan program Autodesk Ecotect Analysis 2011 untuk mengetahui penerimaan rata-rata radiasi matahari harian pada seluruh orientasi selubung bangunan. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggabungkan beberapa variasi simulasi modifikasi terhadap variabel nilai OTTV dapat menurunkan nilai OTTV bangunan secara keseluruhan baik pada bangunan podium maupun tower sehingga memenuhi standar.Kata kunci: Radiasi matahari, Selubung bangunan, OTTV, Ecotect analysis
Tipologi Shading Device pada Bangunan Apartemen di Surabaya
Demast Satria Zhatatra;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang kelembapan udaranya adalah 50%-92%. Tingkat kelembapan udara yang cenderung tinggi ini terjadi karena negara Indonesia berada pada pertemuan dua benua dan dua samudra. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi manusia ketika akan melakukan aktifitas. Salah satu cara yang mudah dan murah untuk menurunkan suhu di dalam ruangan adalah menggunaka shading device. Adanya apartemen di Surabaya sangat dibutuhkan karena keterbatasan lahan yang ada. Dilihat dari pentingnya apartemen ini, maka kenyamanan thermal dalam bangunan harus diperhatikan. Oleh karena itu diperlukan identifikasi terhadap bentuk dan jenis shading device yang digunakan pada bangunan apartemen di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dimana pada tahap awal penelitian akan dilakukan survey lokasi terhadap bentuk shading device apartemen. Hasil penelitian yang didapatkan adalah bentuk dan ukuran shading device pada bangunan apartemen yang nantinya akan dihitung SBH dan SBV apakah sudah sesuai atau belum. Jika belum sesuai maka akan dibuat rekomendasi desain.Kata kunci: tipologi, shading device, apartemen
Kinerja Bukaan Ventilasi pada Bangunan Indis di Yogyakarta
Fildza Anggedo;
Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bangunan Indis di Yogyakarta, khususnya rumah milik Bapak Syubi merupakan bangunan Indis yang keberadaannya belum banyak diketahui. Pada tahun 2011, Bapak Syubi memberi modifikasi pada bangunan berupa pemberian bukaan pada plafon sebagai akses penghawaan. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY terdapat kenaikan suhu, penurunan kelembapan, dan peningkatan kecepatan angin pada tiga tahun terakhir (2017 – 2019). Kecenderungan kenaikan suhu lingkungan dan adanya modifikasi pada bagian plafon memengaruhi penghawaan dalam bangunan. Tujuan dari peneitian ini adalah membandingkan kinerja bukaan ventilasi jendela dan plafon pada bangunan Indis serta penerapannya pada rumah tinggal sederhana masa kini. Metode yang digunakan yaitu, Quasi Experimental dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menerapkan pretest posttest one group design. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kinerja bukaan jendela dalam mendinginkan suhu dan mengalirkan udara lebih baik dibandingkan bukaan plafon. Penggabungan bukaan ventilasi jendela dan pafon dapat diterapkan pada bangunan sederhana masa kini. Kedua bukaan tersebut dapat menurunkan suhu dan membuat sirkulasi udara dalam bangunan lebih baik. Kata kunci: bangunan Indis, iklim tropis, bukaan vetilasi
Kualitas Sarana Ruang Publik pada Perumahan Araya Kota Malang
Mangku Sabdo Alam;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Araya adalah salah satu perumahan di Kota Malang yang mengembangkan sarana ruang publik di area perumahannya. Akan tetapi, sarana yang dimiliki tidak sama dengan sarana ruang publik kota sebagaimana dikelola pemerintah. Pihak pengembang perumahan mengelola secara professional sarana ruang publik yang dimiliki dengan tujuan menjaga kualitas dan menjadi faktor daya tarik Perumahan Araya, antara lain Plaza Araya, Taman Indie, Family Club Araya dan Araya Golf. Meskipun lokasi pengembangan perumahan ini relatif jauh dari pusat kota atau sarana ruang publik kota, akan tetapi sarana ruang publik Perumahan Araya dapat terus berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas sarana ruang publik yang selama ini dikelola oleh Perumahan Araya. Metode Good Public Space Index (GPSI) digunakan dalam penelitian ini untuk menilai tingkat kualitas sarana ruang publik yang dikelola oleh Perumahan Araya. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Plaza Araya memiliki tingkat kualitas ‘tinggi’ hingga ‘sangat tinggi’, Taman Indie memiliki tingkat kualitas ‘tinggi’, Family Club Araya memiliki tingkat kualitas ‘sangat tinggi’, dan Araya Golf memiliki tingkat kualitas yang ‘tinggi’. Meskipun memiliki tingkat kualitas ‘tinggi’ dan ‘sangat tinggi’ berdasarkan GPSI, namun bila ditinjau berdasarkan variabel penyusun, setiap sarana ruang publik Perumahan Araya memiliki karakter yang berbeda.
Pengaruh Karakteristik Koridor Jalan Besar Ijen terhadap Kenyamanan Termal Ruang Luar
Febriana Maharani Sukarno;
Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perubahan iklim akibat pemanasan global menyebabkan suhu yang terjadi di Kota Malang terasa sangat panas, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Salah satu koridor yang cukup aktif berada pada Jalan Besar Ijen, yang mana kawasan ini menjadi salah satu jalan utama di Kota Malang. Hal ini membuat tingginya intensitas kendaraan yang melewati koridor. Dengan karakteristik yang ada pada koridor, membuat koridor Jalan Besar Ijen memiliki intensitas kegiatan yang beragam dengan pengunjung yang pada pada hari libur. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal koridor melalui penghitungan kondisi termal pada hari aktif dan hari libur serta preferensi pengunjung beraktivitas selama berada di dalam koridor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan Predicted Mean Vote (PMV). Metode pegolahan kuesioner menggunakan metode Regresi Logistik dan Regresi Linear Berganda. Hasil dari penelitian memiliki kenyamanan termal agak tidak nyaman, sedangkan kuesioner menunjukkan hasil tidak signifikan. Oleh sebab itu, dibuat rekomendasi desain sesuai hasil preferensi pengunjung
Persepsi Pengunjung Terhadap Kualitas Setting Fisik pada Kawasan Wisata Pantai Pasir Putih Trenggalek
Gagas Tegar Hardian;
Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemerintah Kabupaten Trenggalek sedang menggencarkan pembangunan pada sektor pariwisata, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Trenggalek. Salah satu destinasi wisata pada Kabupaten Trenggalek adalah Pantai Pasir Putih Karanggongso yang berada di Kecamatan Watulimo. Setting fisik pada objek studi mempunyai berbabagai macam elemen, yang berfngsi untuk menunjang kenyamanan pengunjung selama berwisata. Untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap kualitas setting fisik pada Pantai Pasir Putih Karanggongso maka dilakukanlah penelitian secara kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner untuk mengetahui jawaban responden dengan rincian terdapat 11 elemen dengan 3 variabel yaitu, variabel fungsi, variabel penempatan dan variabel desain. Metode pengumpulan data menggunan purposive sampling. Didapatkan responden sebanyak 150 orang melalui survei online. Terdapat 47 mean score pada dari semua elemenen. Dari data yang didapat maka elemen pohon dan perahu wisata mendapatkan nilai mean score tertinggi dengan klasifikasi sangat baik. jalur pejalan kaki, gazebo, tempat ibadah, dan lahan parkir mendapatkan mean score paling rendah dengan klasifikasi kurang baik.
Pengaruh Elemen Air Sebagai Alat Pengendali Iklim Mikro Ruang Luar (Alun-Alun Tugu Malang)
rizky refi rangga;
Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suhu udara di kota Malang terasa sangat panas karena perubahan iklim, berdasarkan analisis BPBD Kota Malang (Surya.co.id 2019). Komponen pembentuk ruang luar seperti elemen air (kolam teratai dan air mancur) merupakan salah satu strategi pasif untuk mengurangi tingginya suhu iklim mikro pada taman. Alun-alun Tugu Kota Malang merupakan salah satu contoh taman pasif, yang mengaplikasikan komponen material permukaan seperti air sebagai pengendali iklim mikro pada taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi air dan seberapa besar pengaruh dari kinerja elemen air sebagai alat pengendali iklim mikro, dengan cara membandingkan hasil iklim mikro disaat air mancur menyala dan saat air mancur tidak menyala. Observasi lapangan dilakukan untuk mengambil data visual dan iklim, data diolah menggunakan metode kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi air dalam mengendalikan iklim mikro yaitu Arah angin yang membawa cipratan air dan uap air serta Evatransporasi dari air serta tumbuhan teratai yang ada pada kolam. Elemen Air dapat menurunkan suhu pada jarak 10m mencapai 0,5°C serta meningkatkan kelembaban relative 5%, dan pada jarak 20m dapat menurunkan suhu 0,2°C serta meningkatkan kelembaban relative sebesar 4,2%.
Pengaruh Pembayangan Terhadap Lingkungan Termal Pada Taman Slamet Kota Malang
Rd Roro Sabrina Fernanda;
Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suhu iklim di Kota Malang memiliki suhu yang cukup panas, kondisi iklim tersebut sangat mempengaruhi tingkat lingkungan dan kenyamanan manusia untuk beraktivitas. Pembayangan adalah salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan ketidaknyamanan termal akibat radiasi matahari langsung di ruang terbuka. Taman Slamet Kota Malang adalah salah satu taman kota aktif, terdapat 2 jenis pembeda area yang terdapat taman yaitu area yang terbayangi dan area yang tidak terbayangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor pembayangan terhadap lingkungan termal pada suatu objek yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran lingkungan termal pada saat berada di area yang terbayangi dan tidak terbayangi. Observasi lapangan dilakukan untuk mengambil data fisik dan iklim, data diolah menggunakan metode kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pembayangan dapat mempengaruhi lingkungan termal karena adanya sifat pendinginan secara pasif. Pembayangan dapat menurunkan suhu ratarata mencapai 0,59°C serta meningkatkan kelembaban relative 1,26% yang membuat meningkat nya kenyamanan termal.
PENGARUH SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP PENERIMAAN RADIASI MATAHARI PADA GEDUNG F FAKULTAS ILMU KOMPUTER UB
Nadiya Amalia;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejalan dengan RENSTRA 2015-2019 UB, gedung F FILKOM diresmikan pada tahun 2018. Salah satu indikator dalam program Pengembangan Sarana dan Prasarana Kampus menuju Green Campus yaitu sistem efiesiensi energi listrik. Pada bangunan ini masih terlihat penggunaan energi yang kurang efisien. Strategi penghematan energi dalam bangunan dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan performa selubung bangunannya. Untuk menilai kinerja selubung bangunan dilakukan dengan perhitungan nilai OTTV. Metode pada penelitian yaitu metode eksperimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan identifikasi pada selubung bangunan kemudian melakukan perhitungan pada nilai OTTV eksisting. Pada metode eksperimental dibuat rekomendasi desain selubung bangunan dan melakukan komparasi terhadap eksisting untuk mendapat nilai OTTV yang lebih baik. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa nilai OTTV pada bangunan eksisting sudah memenuhi standar yaitu sebesar 34,26 watt/m2. Namun, pada sisi barat bangunan nilai OTTV yang didapatkan masih melebihi standar yaitu sebesar 51,21 watt/m2. Modifikasi yang dilakukan untuk menurukan nilai OTTV sisi barat bangunan berdasarkan SNI yaitu modifikasi nilai ɑ, modifikasi nilai Uf, modifikasi nilai WWR, dan modifikasi nilai SC. Hasil modifikasi selubung bangunan dapat menurunkan nilai OTTV dari nilai 51,21 watt/m2 menjadi 35 watt/m2. Rekomendasi akhir yang dipilih yaitu dengan menggabungkan beberapa modifikasi yang telah dilakukan.
Pengaruh Penataan dan Elemen Taman Terhadap Penurunan Suhu pada Alun - alun Batu
Ario Nathan Saputra;
Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Batu mengalami kenaikan suhu yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan 10 tahun lalu yang memiliki rata – rata suhu 20 – 22 derajat celcius (https://radarmalang.id/suhu-kota-batu-semakin-panas-saja/, 2018). Perkembangan serta pembangunan di Kota Batu, salah satunya faktor pariwisata merupakan salah satu penyebab perubahan iklim tersebut. Alun – alun Batu merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Batu, yang termasuk kedalam kategori taman kota dimana memiliki berbagai jenis elemen taman yang dapat membantu mengendalikan iklim mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui elemen taman seperti apa yang paling efektif dan besar efek nya sebagai pengendali iklim yang berpengaruh pada iklim mikro di taman kota, dengan cara membandingkan hasil pengukuran pada setiap titik ukur dengan elemen taman yang berbeda. Observasi serta pengambilan data dilakukan untuk mendapatkan data fisik dan iklim, yang di analisis dengan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi elemen vegetasi dengan ground cover berjenis batu alam merupakan elemen yang paling berpengaruh terhadap iklim mikro pada Alun – alun Batu dengan penurunan suhu mencapai 1,95°C dan peningkatan kelembaban sebesar 6%.