cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013)" : 22 Documents clear
Eksplorasi Potensi ekowisata di Blitar Prasetya, Siska Puspa Wardhani; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.687 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekowisata merupakan  suatu  kegiatan  wisata  yang  konsep  utamanya  difokuskan  terhadap kelestarian  sumberdaya  pariwisata.  Perjalanan  ekowisata  lebih difokuskan pada wisata  alam yang  bertanggung  jawab dengan  cara  mengkonservasi  lingkungan  dan  meningkatkan kesejahteraan  masyarakat  lokal.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  potensi  dan  persepsi  masyarakat  terhadap  ekowisata. Penelitian  ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2012 di kota  dan  Kabupaten  Blitar.  Potensi  ekowisata  dilakukan  dengan  cara eksplorasi langsung terhadap tempat-tempat wisata. Persepsi masyarakat dilakukan dengan  cara wawancara  semi  terstruktur kepada narasumber dan  demi  kode  etik  para  narasumber  tidak  berkenan  disebutkan  namanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blitar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah ekowisata. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya  Obyek Wisata  yang  ada  di  Blitar,  yang  meliputi  Rambut Monte,  Es  Drop,  Candi  Penataran,  Pantai  Tambakrejo,  Gong  Kyai Pradah,  dan  lain-lain.  Berdasarkan  hasil  wawancara  diketahui  bahwa masyarakat mengetahui  potensi  ekowisata  di  Blitar,  selain  itu mereka turut  melestarikan  dan  mendukung  pengembangan  obyek-obyek ekowisata yang ada di Blitar. Kata Kunci  : blitar, ekowisata, eksplorasi, dan persepsi.
GENETIC ANALYSIS AND MOLECULAR INTERACTION OF UGPase IN SOME TUBER PLANTS RELATED TO GLUCOMANNAN PRODUCTION Ulum, Badiul; Arumingtyas, Estri Laras; Kurniawan, Nia
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.915 KB)

Abstract

UGPase is an enzyme that affect the conformation of polysaccharide with β 1-4 bond. There are some differences interaction of UGPase enzyme with UDP-Glucose substrate in some tuber plants. So, the aim of this research are to observe the interaction of UGPase and UDP-G in some tuber plants and to observe the relationship among tuber plant based on UGPase sequence. Result of molecular docking shows the catalytic domain interaction of UGPase and UDP-G in substrate binding loop, lower energy free obtain from A. konjac is -5.06 kcal/mol, following by I. batatas and S. tuberosum is -4,60 dan -3,73 kcal/mol respectively. Interaction was stabilize by some interaction type, there are electrostatic and hydrogen in A. konjac and I. batatas, and hydrophobic in S. tuberosum. Sequence alignment of UGPase shows I. batatas and S. tuberosum relatively close than to A. konjac.   Key words: interaction, UDP-Glucose, UGPase
Effect Variations of Fish Food on Growth in Catfish. (Clarias Garipinus) Nugraha, Lingga; Kurniawan, Nia
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.422 KB)

Abstract

ABSTRAK This study was carried out faculty Mathematics UB Malang 1 June 2012. This study aims to determine the effect of variations of food to African catfish (Clarias Gariepinus) using pests (Gold snails) and poultry waste (feces gemak) on the growth of channel catfish as well as to reduce the cost of purchasing an expensive artificial feed, so need to note the retention and protein efficiency ratio of fish needs every day. The variables were observed in this study was the weight, length, body color. The study was conducted using completely randomized design (CRD) with three treatment that feeding by comparing the artificial fish feed plant, fish feed made ​​with gold snails and artificial feed with poultry manure with each ratio 100:0, 70:30, 70:30 @ weight of each fish and each made ​​repeated 4 times, with other factors such as pH equated, light intensity, water temperature, water quality, oxygen levels. The results showed that there was no significant difference between the treatment given to the growth of the weight and length of the fish, but mixed with dung feeding quail in the ratio of 70: 30 more profitable because the costs were less. Feeding pellets mixed with the ratio of 70:30 keongmas also beneficial although slightly larger than quail dirt. Although the number of calories produced is less than the controls, but not significantly different, and the provision of a varied diet had no effect on the shape and color of the fish where the fish are shown color remains black and shiny, which means normal. So dirt and keongmas quail can be a safe alternative to feed and to reduce maintenance costs.   Keywords: Lele Dumbo, food, growth, color  
Keanekaragaman Arthropoda Kanopi yang Berpotensi Polinator pada Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill.) di Lahan Apel Bumiaji jumiatin, ervin; Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.76 KB)

Abstract

Desa Bumiaji adalah salah satu wilayah penghasil buah apel di Jawa Timur. Namun, selama beberapa dekade terakhir produktivitas tanaman apel di Bumiaji menurun. Salah satu penyebabnya adalah aplikasi pestisida, dan penurunan komposisi Arthropoda sebagai polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Arthropoda polinator tanaman ape dimusim bunga dan buah, mengetahui komposisi dan struktur komunitas Arthropoda kanopi, dan mengetahui hubungan faktor lingkungan (suhu, cahaya, kelembaban) dan dilakukan pencuplikan empat hari sekali sebanyak empat kali pada bulan Juli sampai desember 2012. Pencuplikan dilakukan dengan metode jebakan ember (pan trap) warna biru dan kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jumlah keseluruhan Arthroposa kanopi yang ditemukan sebanyak 1121 individu, dari 9 odo, 33 famili. Nilai indeks diversitas (Shannon-wiener) musim bunga lebih tinggi (H’=3.1) dibanding musim buah (H’=2.7). Persentase kelimpahan Arthropoda polinator pada musim bunga lebih tinggi yaitu 25% dan 21% pada musim buah. Nilai KR dan INP paling tinggi bejana kuning musim bunga ditemukan pada famili Vespidae yaitu 6.1% dan 13%. Pada bejana biru di musim bunga kelimpahan dan INP tertinggi dari famili Formicidae yaitu sebesar 8.9% dan 18.3%. Kelimpahan dan INP pada bejana kuning musim buah tertinggi ditemukan pada famili Colletidae 4.4% dan 12%. Sedangkan pada bejana biru musim buah , kelimpahan relatif dan INP tertinggi dari ordo Formicidae sebesar  11.4% dan 19.9%. Tingkat kesamaan komposisi antar dua musim dihitung dengan indeks Bray-Curtis yaitu sebesar 0.66 pada musim bunga dan 0.83 pada musim buah. Berdasarkan uji Pearson-Correlation, kelembaban berkorelasi negatif dengan kelimpahan. Kata kunci : Faktor lingkungan, kelimpahan, komposisi, musim bunga, polinator.
Distribusi Spasial Nyamuk Diurnal Secara Ekologi Di Kabupaten Lamongan Johanudin, Nanang; leksono, amin setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.479 KB)

Abstract

Abstrak Daerah tropis seperti Indonesia merupakan daerah  yang disukai  nyamuk. Jawa Timur merupakan salah satu wilayah bagian Indonesia yang terdapat pada bagian jawa daerah timur. Akibat penyakit  yang ditularkan oleh nyamuk di Provinsi Jawa Timur masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat, baik di perkotaan   maupun di pedesaan, seperti:  Demam Berdarah Dengue, Malaria,  Filariasis (kaki gajah), Chikungunya dan Encephalitis. Kabupaten  Lamongan termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang perna terserang penyakit karena vektor dari nyamuk diantaranya, Demam Berdarah Dengue (DBD). Nyamuk yang aktif dan bergerak pada pagi hari hingga sore hari merupakan nyamuk diurnal, sedangkan nyamuk yang aktif  ketika malam hari merupakan nyamuk nokturnal. Penelitian ini dilakukan dengan penyaringan  jentik nyamuk, pemeliharaan, dan pengamatan ketika dewasa.  Data yang telah diperoleh dianalisis dengan  populasi rata-rata menggunakan Microsoft Excel  2007. Kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik   uji t-test dan uji distribusi menggunakan SPSS 16.  Kemudian dilakukan pemetakan komposisi nyamuk dimasing-masing lokasi. Ditmukan tiga jenis nyamuk yang tertangkap. Anopheles, Culex, dan Culex quinquesfaciatus. Rata-rata  populasi nyamuk tertinggi yang didapatkan di lima titik merupakan nyamuk dari genus Anopheles yang terdapat didesa Dagan sebesar 15,3 populasi, dan genus Culex yang terdapat didesa kedungmegari sebesar 11,7 populasi.   Kata kunci: Anopheles, Culex, diurnal, Lamongan, nyamuk.
Respon Beberapa Galur Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Fase Pertumbuhan Vegetatif Terhadap Cendawan Rhizoctonia solani (Kuhn) nafriana, dany wahyu; Indriyani, Serafinah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.535 KB)

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang banyak mengandung karbohidrat. Rhizoctonia solani merupakan salah satu patogen tular tanah yang mampu menggagalkan panen sorgum. Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon beberapa galur sorgum koleksi Balai Penelitian Kacang - kacangan dan Umbi - umbian (Balitkabi) terhadap cendawan R. solani. Penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2012 sampai Juni 2013 di laboratorium dan rumah kasa hama penyakit Balai Penelitian Kacang – kacangan dan Umbi – umbian (Balitkabi). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 13 galur sorgum dengan perlakuan inokulasi cendawan R. solani diulang sebanyak 3 kali untuk tiap galurnya,  sedangkan untuk kontrol yaitu tanpa pemberian cendawan. Data dianalisis menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi cendawan R. solani berlangsung dari 4 sampai 42 hari. Diperoleh tiga galur sorgum yang menunjukkan masa inkubasi terpendek, yaitu galur nomor 3 (4 hari), 4 (5 hari), dan 10 (6 hari). Berdasarkan tingkat serangan R. solani mengindikasikan bahwa galur nomor 8 merupakan galur yang sangat tahan terhadap cendawan R. solani. Galur nomor 8 dapat digunakan sebagai tetua dalam penciptaan varietas tahan terhadap R. solani. Galur rentan tidak didapatkan dalam penelitian ini.
Variasi Profil Vegetasi Pohon Riparian di Sekitar Mata air dan Saluran Irigasi Tersier di Kabupaten Malang Agustina, Leni; Arisoesilaningsih, Endang
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.33 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil vegetasi pohon riparian dan kualitas air di sekitar mata air dan saluran irigasi tersier di Kabupaten Malang (Karangploso, Tajinan, Tumpang, Lawang dan Kepanjen), menentukan hubungan kualitas air dengan vegetasi pohon riparian. Profil vegetasi pohon riparian diamati tingkat kerapatan, indeks Hemeroby dan Naturalness. Kualitas air yang diukur adalah pH dan konduktivitas. Semua data yang diperoleh ditabulasi dan dikompilasi menggunakan Ms. Excel. Vegetasi pohon riparian dianalisis dengan menentukan INP dan indeks diversitas pohon. Kualitas air dianalisis dengan diagram batang. Hubungan kualitas air dengan vegetasi pohon dianalisis dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian di mata air dan saluran irigasi menunjukkan diversitas pohon riparian di mata air selalu lebih tinggi daripada salurannya. Indeks diversitas tertinggi di sempadan  mata air Karangploso dan Tumpang. Karangploso memiliki indeks naturalness yang paling tinggi dan indeks hemerobi paling rendah artinya ekosistem masih dalam keadaan lebih alami dibandingkan dengan daerah lainnya. Nilai pH berkisar 6,7-8,6 yang tergolong dalam standart normal. Nilai konduktivitas berkisar 110- 360 μS.cm-1 masuk dalam kelompok baik untuk saluran irigasi. Indeks diversitas berkorelasi positif dengan konduktivitas, kekayaan spesies berkorelasi negatif dengan pH dan berkorelasi positif konduktivitas, kerapatan spesies berkorelasi dengan pH. Profil vegetasi riparian tidak secara langsung berkorelasi dengan kualitas air. Kata kunci :air irigasi tersier, mata air, vegetasi pohon riparian
Potensi Hidromakrofita Lokal Untuk Peningkatan Kualitas Air Irigasi Tercemar Pupuk NPK Dengan Sistem Batch Culture ivansyah, khairunnas; retnaningdyah, catur
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.22 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hidromakrofita lokal (M. vaginalis, L. hyssopifolia, dan L. adscendens) dalam mereduksi residu pupuk NPK. Penelitian dilakukan secara ex-situ di rumah kaca melalui fitoremediasi sistem batch culture. Media air irigasi yang digunakan sebanyak 30 L tiap bak dan ditambahkan tanah sawah 10 kg. Kemudian diberi pengayaan pupuk NPK sebanyak 50 mg.L-1. Pengukuran faktor fisiko-kimia dilakukan pada hari ke- 0, 1, 5, dan 10 meliputi nitrat, ammonium, dan fosfat terlarut. Perbedaan kualitas air antar perlakuan diketahui melalui analisis data menggunakan uji ANOVA atau uji Brown-Forsythe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidromakrofita yang digunakan memiliki kemampuan yang sama dalam mereduksi residu pupuk NPK. Hidromakrofita mampu mereduksi lebih dari 95% konsentrasi nitrat pada hari ke-10 inkubasi, lebih dari 95% konsentrasi fosfat terlarut pada hari pertama inkubasi, dan lebih dari 80% konsentrasi ammonium pada hari ke-10 inkubasi.
ANALISIS POLIMORFISME GEN Growth Differentiation Factor 9 (GDF-9) dan HUBUNGANNYA DENGAN KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN pada SAPI PO arta, pangesti dimy; Rahayu, Sri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.213 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya polimorfisme gen GDF-9 pada sapi PO (Bos indicus) dan hubungannya dengan keberhasilan inseminasi buatan pada sapi PO. Sampel Sapi PO diambil dari Pasuruan secara acak. DNA diisolasi dari darah menggunakan metode Salting out. Gen GDF-9 diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan primer GDF-9 forward (5’- GCCCA CCCACACACCTAAAGTTTA-3’) dan GDF-9 reverse (5’ GCACA CCAACAGCTGAAAGAGGTA-3’). Polimorfisme gen GDF-9 dianalisis menggunakan teknik PCR-RFLP dengan enzim restriksi HaeIII. Berdasarkan hasil RFLP diperoleh dua tipe haplotip. Haplotip I terpotong dengan ukuran fragmen DNA 70 bp, 100 bp, 290 bp dan 590 bp. Haplotip II terpotong dengan ukuran fragmen DNA 70 bp, 100 bp, 120 bp, 290 bp dan 590 bp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat polimorfisme gen GDF-9 pada sapi PO. Namun, tidak terdapat hubungan antara polimorfisme gen GDF-9 tersebut dengan keberhasilan inseminasi buatan pada sapi PO.   Kata kunci : gen GDF-9, polimorfisme, Sapi PO
Studi Toksisitas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur Berdasarkan Ketinggian Tempat Terhadap Larva Aedes aegypti Triprisila, Lidwina Faraline; Suharjono, Suharjono; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.984 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit endemis yang menyebabkan angka kematiannya tinggi hampir di seluruh provinsi di Indonesia.  Pada kurun empat tahun terakhir Jawa Timur memiliki kasus DBD paling tinggi. Ketinggian tempat merupakan faktor yang membatasi penyebaran Aedes aegypti sebagai vektor epidemik penyakit demam berdarah. Salah satu cara yang aman untuk memberantas nyamuk tersebut adalah dengan Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat dan menguji toksisitas Bacillus thuringiensis yang efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti dari beberapa ketinggian tempat di Jawa Timur. Sampel sedimen dan air diambil dari dataran tinggi Blitar dan Bondowoso, dataran sedang di Bangkalan, Ponorogo, Madiun dan Tulungagung serta dataran rendah di Lamongan dan Surabaya. Bacillus thuringiensis diisolasi dengan media selektif. Isolat yang didapatkan diamati karakteristik fenotip (Profil Matching Method), kemudian dilakukan pengujian toksisitas pada larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Persentase mortalitas larva dianalisis probit (LC50), ragam (ANOVA) dan uji t (t-test). Dua dari 28 isolat Bacillus thuringiensis yang didapatkan yaitu SK.T dan Mdn I TK2 mampu membunuh larva Aedes aegypti lebih dari 50 %. Isolat Mdn I TK2 pada umur biakan 48 jam dan isolat SK.T pada umur biakan 24 jam pada waktu pendedahan 72 jam secara berturut-turut mampu membunuh larva Aedes aegypti sebesar 100 % dan 68,3 %. Isolat Mdn I TK2 lebih efektif membunuh larva Aedes aegypti dibandingkan isolat SK.T dengan nilai LC50-72jam sebesar 2,17×107 sel/ml.

Page 1 of 3 | Total Record : 22