cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 5 (2013)" : 18 Documents clear
ANALISIS KADAR GLUKOMANAN PADA UMBI PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) MENGGUNAKAN REFLUKS KONDENSOR Wigoeno, Yustino Armend
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan tanaman yang termasuk dalam familia Araceae. Tumbuhan ini dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku berbagai industri karena memiliki kandungan glukomanan yang cukup tinggi. Analisis kadar glukomanan pada umbi porang dengan menggunakan refluks kondensor ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode analisis glukomanan dengan menggunakan refluks kondensor dengan mengadopsi metode Ohtsuki (1967). Sampel umbi porang yang digunakan adalah umbi siap panen yang diambil dari Kabupaten Madiun, Jawa Timur dengan kisaran berat 780-870 g, keliling 44-48,5 cm dan diameter 14-15,44 cm. Setelah umbi dibuat tepung, tepung umbi porang ini dihidrolisis dengan menggunakan refluks  kondensor. Untuk menentukan kadar glukomanan pada porang digunakan fenilhidrazin hidroklorida yang berfungsi sebagai pengikat manosa.  Rata-rata kadar glukomanan pada umbi porang yang dihasilkan melalui metode refluks kondensor berkisar antara 50,84-70,70 %. Hal ini menunjukkan bahwa analisis kadar glukomanan menggunakan refluks kondensor cukup efektif dan mampu mengukur glukomanan lebih banyak dibanding metode-metode sebelumnya. Kata kunci : Glukomanan, Porang (Amorphophallus muelleri Blume), Refluks kondensor
Analisa Polimorfisme Gen BMP-15 (Bone Morphogeninetic Protein) Sapi PO (Bos Indicus) Dan Hubungannya Dengan Keberhasilan Inseminasi Buatan Damayanti, Erni Usnia; Rahayu, Sri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.743 KB)

Abstract

ABSTRACT BMP-15 gene is a member of the TGF-β are expressed specifically in developing oocytes in the ovary. The aims of this study was to determine the BMP-15 gene polymorphism in PO cattle using PCR-RFLP method and its relationship to success of artificial insemination of PO cattle. Genomic DNA was isolated from blood of 10 PO cattle using salting out method, obtained randomly from Pasuruan. BMP-15 gene was amplified with 5-GCTCTGGAATCACAAGGGG-3 as forward primer and 5-AGAGATGGGGAGCGATGAT-3 as reverse primer. The results of amplification is fragments DNA with the length 350 bp. The amplicon of BMP-15 gene was cut by restriction enzyme HaeIII and polymorphism are indicated by the presence of two haplotypes. The first haplotyp with 2 fragments consist of 100 bp and 200 bp and the second haplotyp with 5  fragments consist of , 100 bp, 125 bp, 200 bp, 300 bp, and 400 bp. In conclusion, there is polymorphism of PO cattle (Bos indicus) BMP-15 gene, however there is no correlation between BMP-15 gene polymorphism with success of artificial insemination of PO cattle..   Keywords : BMP-15 gene, polymorphism, PO cattle.
Identifikasi dan Analisis Similaritas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur yang Berpotensi Mengendalikan Pertumbuhan Larva Aedes aegypti Rohmanita, Sela Ayu; rohmanita, sela ayu; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.478 KB)

Abstract

Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki kasus demam berdarah tertinggi di Indonesia. Salah satu agen hayati pengendali vektor virus demam berdarah adalah Bacillus thuringiensis, namun penelitian terkait B. thuringiensis isolat lokal asal Jawa Timur belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan B. thuringiensis isolat lokal Jawa Timur yang berpotensi mengendalikan larva Aedes. aegypti serta mengetahui karakter dan similaritas fenotip antar isolat tersebut dengan B. thuringiensis acuan (Bti.HD567). Tahapan penelitian meliputi isolasi B. thuringiensis dari sedimen dan air dengan menggunakan media selektif B. thuringiensis, karakterisasi fenotip berdasarkan morfologi koloni dan morfologi sel (pewarnaan Gram dan endospora), serta uji toksisitas dari masing-masing isolat B. thuringiensis terhadap larva A. aegypti. Data hasil uji toksisitas selanjutnya diseleksi untuk mendapatkan isolat-isolat yang berpotensi tinggi dalam mengendalikan larva A. aegypti yang kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Isolat yang berpotensi tinggi dalam mengendalikan larva A. aegypti diidentifikasi dengan API 50 CHB, kemudian dibuat dendogram dengan menggunakan CLAD97. Isolat-isolat yang memiliki potensi tinggi dalam membunuh larva A. aegypti yaitu Mdn1.Tk2, SK.T, Pb2.T, W.Swh.S.K2, K.K1.S.K2, dan Jmbr1.T. Berdasarkan dendogram terdapat tiga kelompok yaitu kelompok 1 (Mdn1.Tk2, K.K1.S.K2), 2 (SK.T, Pb2.T dan W.Swh.S.K2) dan 3 (Jmbr1.T).Isolat Mdn1.Tk2 dan K.K1.S.K2 identik dengan Bti.HD567 (100 %), sedangkan SK.T, Pb2.T, dan W.Swh.S.K2 merupakan Genus Bacillus (98,3 %). Isolat Jmbr1.T tidak termasuk Genus Bacillus.
Pengaruh Hormon Hipofisa dan Ovaprim Terhadap Ovulasi Serta Pengaruh Pakan Terhadap Pertumbuhan Berudu Katak Fejervarya cancrivora Putri, Ardyah Ramadhina Irsanti; Kurniawan, Nia; W.M, Agung Pramana
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.385 KB)

Abstract

Katak Fejervarya cancrivora merupakan kelompok dari kelas amfibi yang habitatnya sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi habitat dan aktivitas manusia. Salah satu upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati yaitu memanfaatkan teknologi reproduksi buatan dengan melakukan induksi pematangan gonad menggunakan hormon hipofisa dan ovaprim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon hipofisa dan ovaprim terhadap pematangan gonad dan keberhasilan fertilisasi pada katak Fejervarya cancrivora, serta mengetahui pengaruh perbedaan pemberian pakan pada pertumbuhan berudu katak Fejervarya cancrivora. Injeksi dilakukan pada katak betina yang  hampir matang gonad dengan total dosis injeksi 250 µl secara intraperitonial. Setelah dipijahkan dan difertilisasi, telur dipelihara sampai menetas dan diberikan dua perlakuan pakan, yaitu pakan bayam  rebus (P1) serta  pakan bayam rebus dan kuning telur rebus (P2). Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan injeksi hipofisa dihasilkan telur 632 butir sel telur dan berhasil menetas 65,67%  dan perlakuan injeksi ovaprim sebanyak 108 butir sel telur dan dapat menetas 75,92%. Hasil  perlakuan P1 dan P2 pada kedua jenis injeksi tidak terdapat perbedaan panjang (p>0,05) namun terdapat perbedaan berat (p<0,05) pada perlakuan selama masa metamorfosis. Persentase jumlah berudu yang berhasil bermetamorfosis sempurna pada perlakuan injeksi hipofisa sebanyak 41,12%, sedangkan pada perlakuan injeksi ovaprim sebanyak 31,67%.
Dinamika Komunitas dan Potensi Bakteri Pendegradasi Linear Alkilbenzen Sulfonat Pembentuk Biofilm di Ekosistem Sungai Sunter Ridlo, Ahmad; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.262 KB)

Abstract

Pencemaran air di ekosistem sungai banyak disebabkan oleh penggunaan deterjen dengan surfaktan anionik Linear Alkylbenzen Sulfonat (LAS). Komunitas bakteri pembentuk biofilm indegenous sungai tercemar deterjen diketahui memiliki kemampuan mendegradasi LAS. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dinamika dan diversitas komunitas bakteri pembentuk biofilm di ekosistem sungai serta potensinya dalam mendegradasi LAS. Penelitian meliputi isolasi bakteri dari sedimen sungai dengan metode pour plate dan uji potensi biodegradasi dalam sistem biakan kontinyu. Konsorsium isolat-isolat bakteri hasil isolasi diuji potensinya dalam mendegradasi LAS dalam media mineral sederhana yang mengandung 20 mg/L LAS dengan penambahan  sedimen batu sebagai substrat  dan perlakuan debit 50 dan 70 mL/jam. Densitas komunitas bakteri pendegradasi LAS dari bulan Desember 2012 hingga Februari 2013 relatif sama yaitu antara 19,7x104 cfu/g – 28,9x104 cfu/g, dengan indeks diversitas kurang dari 0,4. Konsorsium bakteri pada perlakuan debit 50 dan 70 mL/jam secara berturutan dapat mendegradasi LAS sebesar 51,23 % dan 76 % dengan waktu inkubasi 24 jam.  Didapatkan enam isolat bakteri pendegradasi LAS berdasarkan karakter fenotip berbeda spesies dengan nilai similaritas 51 %.   Kata kunci: bakteri, biofilm, degradasi, dinamika komunitas, LAS
Uji Aktifitas Biologis Fraksi Ethanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Perubahan Kuantitatif Sel T Regulator Pada Mencit BALB/c (Mus musculus) Al Qarni, Uwais
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.223 KB)

Abstract

Andrografolid merupakan senyawa aktif sejenis diterpenoid yang terkandung dalam daun sambiloto dan berperan sebagai imunomodulator di dalam sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kuantitatif sel T regulator setelah pemberian fraksi ethanol daun sambiloto secara oral, mengetahui dosis optimum fraksi ethanol daun sambiloto dalam perubahan kuantitas sel T regulator, dan mengetahui histopatologis jaringan hepar setelah pemberian fraksi ethanol daun sambiloto. Metode meliputi ekstraksi daun sambiloto dengan pelarut ethanol 95%, perlakuan oral pada mencit BALB/c normal selama 2 minggu dengan dosis 0; 0,1; 0,5; dan 1 mg/g BB, isolasi sel limfosit organ spleen, analisis kuantitatif sel limfosit menggunakan haemocytometer dan flowcytometry, dan pembuatan preparat histologi hepar dengan pewarnaan HE. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji ANOVA selang kepercayaan 95% menggunakan program SPSS 16 for Windows. Pemberian fraksi ethanol daun sambiloto secara oral meningkatkan jumlah sel T CD4+CD25+, pada Dosis 1 (0,1 mg/g BB) dan Dosis 2 (0,5 mg/g BB), selain itu terjadi penurunan jumlah sel T CD4+, CD4+CD62L+, dan CD8+CD62L+ pada Dosis 1 (0,1 mg/g BB) dan Dosis 3 (1 mg/g BB). Dosis optimum fraksi ethanol daun sambiloto dalam peningkatan sel T regulator adalah 0,1 mg/g BB. Fraksi ethanol daun sambiloto dosis 1 mg/g BB menimbulkan efek toksik yang signifikan pada jaringan hepar.   Kata kunci: andrografolid, daun sambiloto, fraksi ethanol, histopatologi, imunomodulator
Pengaruh Rotasi Tanaman dan Agen Pengendali Hayati terhadap Nematoda Parasit Tanaman thirdyawati, nadiyatus saada; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.946 KB)

Abstract

Tanah merupakan komponen yang terbentuk secara alamiah sebagai media pertumbuhan mahluk hidup, dari jenis tanaman hingga mikroba. Mikroba memiliki peran sebagai dekomposer sehingga dapat memertahankan keseimbangan ekosistem. Terdapat beberapa faktor pembatas dalam menjaga kualitas dan kuantitas tanah, yaitu tingginya serangan patogen dan nematoda parasit tanaman. Berbagai cara dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut, mulai dari penggunaan pestisida sintetik hingga persilangan varietas unggul, sampai ditemukan upaya pengendalian yang ramah lingkungan dan tidak berdampak buruk bagi organisme non-target, yaitu rotasi tanaman dan pemanfaatan agen pengendali hayati. Upaya tersebut terbukti mampu memperbaiki dan meningkatkan mikro-flora dalam tanah akibat kerusakan alami maupun buatan. Meningkatnya jumlah mikroba dalam tanah, merupakan  indikasi dari yang tanah sehat, dan berdampak positif bagi peningkatan produktivitas tanaman.
Analisa Flow Cytometry pada Subpopulasi Sel T-Limfosit Bursa Fabricius Ayam Pedaging Pasca Infeksi Salmonella typhimurium dan Pemberian Pakan Tambahan Polyscias obtusa dewi, septi utami; Djati, Mochammad Sasmito
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.004 KB)

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah mengetahui adanya aktivitas imunomodulator daun Polyscias obtusa pada organ bursa fabricius ayam  pedaging  yang terinfeksi bakteri Salmonella typhimurium, serta mengetahui dosis optimum penambahan daun Polyscias obtusa dalam mempengaruhi jumlah subpopulasi T-limfosit pada organ bursa fabricius ayam pedaging yang terinfeksi Salmonella typhimurium. Prosedur kerja yang dilakukan adalah konfirmasi isolat bakteri Salmonella typhimurium, pemberian daun Polyscias obtusa, infeksi bakteri Salmonella typhimurium, pembedahan, isolasi sel, analisis Flow Cytometri, analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pakan alami dengan tambahan daun Polyscias obtusa dengan variasi dosis 0,08%, 0,16%, tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah relatif CD8+ dan B220+ pada Bursa fabricius. Sehingga, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pakan pabrik dan pakan alami dengan tambahan daun Polyscias obtusa.. Namun, pada dosis 0,26 % fase finisher terlihat peningkatan jumlah relatif sel CD4+ yang siginifikan dibandingkan fase starter. Dapat disimpulkan bahwa, dosis 0,26% merupakan dosis optimum dalam meningkatkan proses proliferasi jumlah sel CD4+ sebagai agen imunomodulator pada bursa fabricius ayam pedaging.   Kata kunci :  Ayam pedaging, bursa fabricius, flow cytometry,   Polyscias obtusa, Salmonella typhimurium typhymurium
PERTUMBUHAN PADI HITAM DAN SERANGAN BEBERAPA HERBIVOR DI SAWAH PADI ORGANIK KECAMATAN KEPANJEN cristanti, linda deviana; Arisoesilaningsih, Endang
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.071 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan diversitas herbivor pengunjung padi hitam varietas Toraja di sawah padi organik di Kecamatan Kepanjen, Malang, menentukan gejala gangguan pertumbuhan padi hitam akibat serangan ringan herbivor, serta membandingkan pertumbuhan padi hitam akibat serangan tikus dengan tanaman tidak terserang. Pengamatan dilakukan di tiga petak sawah padi hitam organik pada empat umur yaitu 28, 48, 88, dan 112 hari setelah tanam (hst). Pertumbuhan padi hitam diamati tinggi rumpun, jumlah anakan, malai, spikelet dan biomassa. Pengamatan diversitas hewan pengunjung dengan  metode jelajah dan visual encounter di sisi tiap petak sawah padi hitam organik  menggunakan skor kelimpahan 0-4 pada jam 06.00-10.00 WIB. Diversitas hewan pengunjung ditentukan dengan kekayaan spesies, famili, dan ordo. Data pertumbuhan padi hitam yang terserang tikus dianalisis menggunakan software PAST dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan telah diamati enam famili herbivor pada fase vegetatif dan generatif yang mengunjungi sawah padi hitam di antaranya tikus (Muridae), burung pipit (Estrildidae), ulat penggerek batang (Pyralidae), lalat (Muscidae), lalat pucuk padi (Ephydridae) dan ngengat (Arctiidae). Serangan herbivor pengunjung terbesar pada umur 26 hst diakibatkan oleh Muride, dan fase generatif oleh Estrildidae. Walaupun pasca serangan tikus terjadi recovery pada pertumbuhan tinggi padi, namun jumlah malai dan spikelet padi menurun  10 %-55 % pada saat panen. Kata kunci: Padi hitam, herbivor, pertumbuhan, dan tikus.
Analisa Flow Cytometry pada Subpopulasi Sel T-Limfosit Bursa Fabricius Ayam Pedaging Pasca Infeksi Salmonella typhimurium dan Pemberian Pakan Tambahan Polyscias obtusa septi utami dewi; Mochammad Sasmito Djati; Muhaimin Rifa'i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah mengetahui adanya aktivitas imunomodulator daun Polyscias obtusa pada organ bursa fabricius ayam  pedaging  yang terinfeksi bakteri Salmonella typhimurium, serta mengetahui dosis optimum penambahan daun Polyscias obtusa dalam mempengaruhi jumlah subpopulasi T-limfosit pada organ bursa fabricius ayam pedaging yang terinfeksi Salmonella typhimurium. Prosedur kerja yang dilakukan adalah konfirmasi isolat bakteri Salmonella typhimurium, pemberian daun Polyscias obtusa, infeksi bakteri Salmonella typhimurium, pembedahan, isolasi sel, analisis Flow Cytometri, analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pakan alami dengan tambahan daun Polyscias obtusa dengan variasi dosis 0,08%, 0,16%, tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah relatif CD8+ dan B220+ pada Bursa fabricius. Sehingga, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pakan pabrik dan pakan alami dengan tambahan daun Polyscias obtusa.. Namun, pada dosis 0,26 % fase finisher terlihat peningkatan jumlah relatif sel CD4+ yang siginifikan dibandingkan fase starter. Dapat disimpulkan bahwa, dosis 0,26% merupakan dosis optimum dalam meningkatkan proses proliferasi jumlah sel CD4+ sebagai agen imunomodulator pada bursa fabricius ayam pedaging.   Kata kunci :  Ayam pedaging, bursa fabricius, flow cytometry,   Polyscias obtusa, Salmonella typhimurium typhymurium

Page 1 of 2 | Total Record : 18