Biotropika
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 3 (2018)"
:
10 Documents
clear
Pengaruh Desinfektan dan Lama Perendaman pada Sterilisasi Eksplan Daun Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson ex. F.A Zorn) Fosberg)
Setiani, Nur Asni;
Nurwinda, Fitri;
Astriany, Dewi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.842 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.01
Daun sukun (Artocarpus altilis) merupakan herbal yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan. Kultur jaringan menjadi alternatif dalam meningkatkan produktivitas daun sukun dan metabolit sekunder yang dihasilkannya. Tahap pertama yang menentukan keberhasilan perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan adalah teknik sterilisasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan metode sterilisasi terbaik dengan melihat pengaruh penggunaan natrium hipoklorit 5,25% dan alkohol 70% serta waktu perendaman terhadap penurunan kontaminasi. Pada penelitian ini terdapat 10 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif, kontrol negatif, perendaman dengan alkohol 70% selama 5 menit dan 10 menit, perendaman dengan natrium hipoklorit 5,25% selama 5 menit dan 10 menit, serta kombinasi natrium hipoklorit 5,25% dan alkohol 70% selama 5 menit dan 10 menit. Parameter pengamatan meliputi waktu pertama kontaminasi, persentase kontaminasi jamur dan bakteri, dan penampilan eksplan yang diamati selama 40 hari. Hasil penelitian pada penggunaan masing-masing desinfektan, baik alkohol 70% maupun natrium hipoklorit 5,25% dengan waktu perendaman 10 menit menunjukkan tidak adanya kontaminasi jamur dan bakteri, tetapi pada perlakuan natrium hipoklorit 5,25% terjadi perubahan warna eksplan menjadi kecoklatan. Kombinasi dari kedua desinfektan menunjukkan adanya kontaminasi jamur dan bakteri serta adanya perubahan warna eksplan. Sterilisasi eksplan daun sukun yang terbaik dapat dilakukan dengan cara perendaman menggunakan alkohol 70% selama 10 menit.
Varietas Padi Lokal Jawa Timur Tahan Cekaman Kekeringan Berdasarkan Gen DREB2A
Lathif, Yudrik;
Listyorini, Dwi;
Suharti, Suharti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.57 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.03
Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan utama masyarakat Indonesia. Masalah kekeringan dalam upaya penanaman padi adalah hal yang biasa di kalangan petani. Penelitian tahan cekaman kekeringan pada padi perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan. Sifat tahan cekaman kekeringan pada tanaman salah satunya dikendalikan oleh gen DREB2A. Varietas padi lokal Indonesia untuk tahan cekaman kekeringan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari varietas padi lokal Jawa Timur yang tahan terhadap cekaman kekeringan menggunakan gen DREB2A, yang diisolasi menggunakan primer forward 5’-CCT CAT TGG GTC AGG AAG AA-3’ dan primer reverse 5’-GGA TCT CAG CCA CCC ACT TA-3’. Penelitian ini menggunakan tiga varietas padi lokal, yaitu Berlian dan SOJ A3, keduanya dari Banyuwangi, dan varietas Jawa dari Malang. Isolasi DNA total dilakukan mengikuti protokol Kit Macherey-Nagel. Amplifikasi gen DREB2A dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Fragmen gen DREB2A berhasil diamplifikasi sepanjang 239 bp (varietas Berlian), 239 bp (varietas SOJ A3), dan 240 bp (varietas Jawa). Analisis sampel gen DREB2A varietas padi lokal Jawa Timur menunjukkan hilangnya kemampuan gen DREB2A dari varietas Jawa untuk mengikat cis-regulator elemen promotor gen target.
Identifikasi Padi Lokal Jawa Timur Berdasarkan Gen BADH2 yang Berpotensi sebagai Padi Beraroma
Putra, Kurniawan Setia;
Listyorini, Dwi;
Suharti, Suharti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.922 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.04
Padi lokal merupakan padi liar yang telah dibudidayakan oleh petani Indonesia. Potensi padi lokal dapat digunakan sebagai plasma nutfah yang memiliki berbagai gen dalam mengendalikan sifat tertentu. Beberapa beras di Indonesia memiliki potensi sebagai beras aromatik. Berbagai varietas padi aromatik berpotensi meningkatkan kualitas beras di Indonesia. Aroma beras dikendalikan oleh gen betain aldehid dehidrogenase (BADH). Gen ini terdiri dari dua alel yaitu BADH1 dan BADH2, mengkodekan enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis sintesis senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (2-AP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi aroma varietas Berlian. Gen BADH2 diisolasi dari daun pada ketiga varietas tersebut dan diamplifikasi menggunakan primer forward 5'-TTGTTTGGCTCTTGCTGATG -3' dan primer reverse 5'CATAGGAGCAGCTGAAATATATACC-3'. Fragmen gen BADH2 berhasil diamplifikasi dengan ukuran 258 bp (varietas Berlian). Sekuen BADH2 varietas Berlian menunjukkan kemiripan 100% dengan sekuen BADH2 padi tidak beraroma dan tidak memiliki kemiripan dengan sekuen BADH2 varietas padi beraroma. Analisis potensi padi beraroma menunjukkan bahwa varietas Berlian tidak berpotensi sebagai padi beraroma.
Makroinvertebrata sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Waduk Batujai di Lombok Tengah
Sukmaring Kalih, Lalu Achmad Tan Tilar Wangsajati;
Septian, I Gede Nano;
Sativa, Denianto Yoga
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.826 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.05
Waduk Batujai yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah merupakan penampung dari beberapa aliran sungai di wilayah tersebut. Hal ini menjadikan Waduk Batujai menjadi tempat akumulasi berbagai bentuk bahan pencemar yang terbawa oleh sungai-sungai inletnya. Pengambilan contoh makroinvertebrata dilakukan dengan menggunakan jala atau jaring dengan ukuran bukaan 30x30 cm2. Selain itu, beberapa parameter fisik dan kimia lingkungan juga diamati seperti suhu, kecerahan, salinitas, dan pH. Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, dan indeks penting biotik. Data hasil analisis diperoleh suatu bentuk kuantifikasi kondisi perairan yang selanjutnya diuraikan secara deskriptif. Makroinvertebrata yang telah teridentifikasi dari hasil sampling dalam penelitian ini sebanyak 495 individu dari 19 spesies dalam 10 famili berbeda. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu Anisops breddini. Keberadaan makroinvertebrata yang ada di Waduk Batujai memperlihatkan nilai Family Biotic Index (FBI) sebesar 4,73. Nilai tersebut berada di kisaran 4,26-5,00 dengan kategori kualitas air yang “Baik”. Analisis SIGNAL 2 untuk makroinvertebrata Waduk Batujai menunjukkan nilai sebesar 5,73 yang mengkategorikan Waduk Batujai sebagai habitat yang baik.
Hubungan antara Aktivitas Manusia dan Keberadaan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di Kawasan Hutan Lindung di RPH Sumbermanjing Kulon, Jawa Timur
Aryanti, Nirmala Ayu;
Hartono, Naufal Akbar;
Ramadhan, Fajar;
Pahrurrobi, Pahrurrobi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.134 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.02
Keberadaan hutan lindung yang tersisa di kawasan Malang Selatan sangat rentan akan kerusakan habitat satwa liar akibat tingginya aktivitas manusia. Keberadaan kukang Jawa (Nycticebus javanicus) saat ini mampu bertahan hidup pada kawasan yang dikeliling oleh aktivitas manusia yang tinggi. Oleh karena itu, pengaruh aktivitas manusia terhadap keberadaan kukang Jawa yang ada di hutan lindung RPH Sumbermanjing Kulon, Jawa Timur perlu diketahui. Pengambilan data titik keberadaan individu kukang Jawa dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Wawancara dengan masyarakat dan pencatatan bentuk aktivitas manusia di sekitar hutan lindung RPH Sumbermanjing Kulon, Jawa Timur juga dilakukan untuk mengambil data. Analisis data dilakukan dengan mengukur jarak antara keberadaan kukang Jawa dengan keberadaan aktivitas masyarakat menggunakan program ArcGis 10.3. Berdasarkan perjumpaan langsung dan informasi dari masyarakat ditemukan enam individu kukang Jawa. Kukang Jawa cenderung ditemukanjauh dari pemukiman dan jalan setapak, namun ditemukan dekat dengan jalan utama dan wisata pantai yang berada di sekitar hutan lindung. Oleh karena itu, keutuhan kawasan hutan lindung perlu tetap dijaga dari segala bentuk aktivitas manusia yang tinggi.
Pengaruh Desinfektan dan Lama Perendaman pada Sterilisasi Eksplan Daun Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson ex. F.A Zorn) Fosberg)
Nur Asni Setiani;
Fitri Nurwinda;
Dewi Astriany
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.01
Daun sukun (Artocarpus altilis) merupakan herbal yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan. Kultur jaringan menjadi alternatif dalam meningkatkan produktivitas daun sukun dan metabolit sekunder yang dihasilkannya. Tahap pertama yang menentukan keberhasilan perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan adalah teknik sterilisasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan metode sterilisasi terbaik dengan melihat pengaruh penggunaan natrium hipoklorit 5,25% dan alkohol 70% serta waktu perendaman terhadap penurunan kontaminasi. Pada penelitian ini terdapat 10 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif, kontrol negatif, perendaman dengan alkohol 70% selama 5 menit dan 10 menit, perendaman dengan natrium hipoklorit 5,25% selama 5 menit dan 10 menit, serta kombinasi natrium hipoklorit 5,25% dan alkohol 70% selama 5 menit dan 10 menit. Parameter pengamatan meliputi waktu pertama kontaminasi, persentase kontaminasi jamur dan bakteri, dan penampilan eksplan yang diamati selama 40 hari. Hasil penelitian pada penggunaan masing-masing desinfektan, baik alkohol 70% maupun natrium hipoklorit 5,25% dengan waktu perendaman 10 menit menunjukkan tidak adanya kontaminasi jamur dan bakteri, tetapi pada perlakuan natrium hipoklorit 5,25% terjadi perubahan warna eksplan menjadi kecoklatan. Kombinasi dari kedua desinfektan menunjukkan adanya kontaminasi jamur dan bakteri serta adanya perubahan warna eksplan. Sterilisasi eksplan daun sukun yang terbaik dapat dilakukan dengan cara perendaman menggunakan alkohol 70% selama 10 menit.
Identifikasi Padi Lokal Jawa Timur Berdasarkan Gen BADH2 yang Berpotensi sebagai Padi Beraroma
Kurniawan Setia Putra;
Dwi Listyorini;
Suharti Suharti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.04
Padi lokal merupakan padi liar yang telah dibudidayakan oleh petani Indonesia. Potensi padi lokal dapat digunakan sebagai plasma nutfah yang memiliki berbagai gen dalam mengendalikan sifat tertentu. Beberapa beras di Indonesia memiliki potensi sebagai beras aromatik. Berbagai varietas padi aromatik berpotensi meningkatkan kualitas beras di Indonesia. Aroma beras dikendalikan oleh gen betain aldehid dehidrogenase (BADH). Gen ini terdiri dari dua alel yaitu BADH1 dan BADH2, mengkodekan enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis sintesis senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (2-AP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi aroma varietas Berlian. Gen BADH2 diisolasi dari daun pada ketiga varietas tersebut dan diamplifikasi menggunakan primer forward 5'-TTGTTTGGCTCTTGCTGATG -3' dan primer reverse 5'CATAGGAGCAGCTGAAATATATACC-3'. Fragmen gen BADH2 berhasil diamplifikasi dengan ukuran 258 bp (varietas Berlian). Sekuen BADH2 varietas Berlian menunjukkan kemiripan 100% dengan sekuen BADH2 padi tidak beraroma dan tidak memiliki kemiripan dengan sekuen BADH2 varietas padi beraroma. Analisis potensi padi beraroma menunjukkan bahwa varietas Berlian tidak berpotensi sebagai padi beraroma.
Makroinvertebrata sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Waduk Batujai di Lombok Tengah
Lalu Achmad Tan Tilar Wangsajati Sukmaring Kalih;
I Gede Nano Septian;
Denianto Yoga Sativa
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.05
Waduk Batujai yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah merupakan penampung dari beberapa aliran sungai di wilayah tersebut. Hal ini menjadikan Waduk Batujai menjadi tempat akumulasi berbagai bentuk bahan pencemar yang terbawa oleh sungai-sungai inletnya. Pengambilan contoh makroinvertebrata dilakukan dengan menggunakan jala atau jaring dengan ukuran bukaan 30x30 cm2. Selain itu, beberapa parameter fisik dan kimia lingkungan juga diamati seperti suhu, kecerahan, salinitas, dan pH. Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, dan indeks penting biotik. Data hasil analisis diperoleh suatu bentuk kuantifikasi kondisi perairan yang selanjutnya diuraikan secara deskriptif. Makroinvertebrata yang telah teridentifikasi dari hasil sampling dalam penelitian ini sebanyak 495 individu dari 19 spesies dalam 10 famili berbeda. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu Anisops breddini. Keberadaan makroinvertebrata yang ada di Waduk Batujai memperlihatkan nilai Family Biotic Index (FBI) sebesar 4,73. Nilai tersebut berada di kisaran 4,26-5,00 dengan kategori kualitas air yang “Baik”. Analisis SIGNAL 2 untuk makroinvertebrata Waduk Batujai menunjukkan nilai sebesar 5,73 yang mengkategorikan Waduk Batujai sebagai habitat yang baik.
Hubungan antara Aktivitas Manusia dan Keberadaan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di Kawasan Hutan Lindung di RPH Sumbermanjing Kulon, Jawa Timur
Nirmala Ayu Aryanti;
Naufal Akbar Hartono;
Fajar Ramadhan;
Pahrurrobi Pahrurrobi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.02
Keberadaan hutan lindung yang tersisa di kawasan Malang Selatan sangat rentan akan kerusakan habitat satwa liar akibat tingginya aktivitas manusia. Keberadaan kukang Jawa (Nycticebus javanicus) saat ini mampu bertahan hidup pada kawasan yang dikeliling oleh aktivitas manusia yang tinggi. Oleh karena itu, pengaruh aktivitas manusia terhadap keberadaan kukang Jawa yang ada di hutan lindung RPH Sumbermanjing Kulon, Jawa Timur perlu diketahui. Pengambilan data titik keberadaan individu kukang Jawa dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Wawancara dengan masyarakat dan pencatatan bentuk aktivitas manusia di sekitar hutan lindung RPH Sumbermanjing Kulon, Jawa Timur juga dilakukan untuk mengambil data. Analisis data dilakukan dengan mengukur jarak antara keberadaan kukang Jawa dengan keberadaan aktivitas masyarakat menggunakan program ArcGis 10.3. Berdasarkan perjumpaan langsung dan informasi dari masyarakat ditemukan enam individu kukang Jawa. Kukang Jawa cenderung ditemukanjauh dari pemukiman dan jalan setapak, namun ditemukan dekat dengan jalan utama dan wisata pantai yang berada di sekitar hutan lindung. Oleh karena itu, keutuhan kawasan hutan lindung perlu tetap dijaga dari segala bentuk aktivitas manusia yang tinggi.
Varietas Padi Lokal Jawa Timur Tahan Cekaman Kekeringan Berdasarkan Gen DREB2A
Yudrik Lathif;
Dwi Listyorini;
Suharti Suharti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.03
Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan utama masyarakat Indonesia. Masalah kekeringan dalam upaya penanaman padi adalah hal yang biasa di kalangan petani. Penelitian tahan cekaman kekeringan pada padi perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan. Sifat tahan cekaman kekeringan pada tanaman salah satunya dikendalikan oleh gen DREB2A. Varietas padi lokal Indonesia untuk tahan cekaman kekeringan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari varietas padi lokal Jawa Timur yang tahan terhadap cekaman kekeringan menggunakan gen DREB2A, yang diisolasi menggunakan primer forward 5’-CCT CAT TGG GTC AGG AAG AA-3’ dan primer reverse 5’-GGA TCT CAG CCA CCC ACT TA-3’. Penelitian ini menggunakan tiga varietas padi lokal, yaitu Berlian dan SOJ A3, keduanya dari Banyuwangi, dan varietas Jawa dari Malang. Isolasi DNA total dilakukan mengikuti protokol Kit Macherey-Nagel. Amplifikasi gen DREB2A dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Fragmen gen DREB2A berhasil diamplifikasi sepanjang 239 bp (varietas Berlian), 239 bp (varietas SOJ A3), dan 240 bp (varietas Jawa). Analisis sampel gen DREB2A varietas padi lokal Jawa Timur menunjukkan hilangnya kemampuan gen DREB2A dari varietas Jawa untuk mengikat cis-regulator elemen promotor gen target.