cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 41 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI ASAM PIKRAT PADA PENENTUAN KREATININ MENGGUNAKAN SEQUENTIAL INJECTION ANALYSIS Rinda, Arfidyaninggar Septia
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.634 KB)

Abstract

Analisis kreatinin dalam urin merupakan hal yang penting untuk memantau keadaaan ginjal. Pendeteksian kreatinin didasarkan pada reaksi Jaffe yaitu reaksi antara kreatinin dengan asam pikrat dalam suasana alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam pikrat terhadap absorbansi senyawa kreatinin-pikrat yang terbentuk. Penentuan kreatinin diukur dengan metode sequential injection analysis-valve mixing dengan variasi konsentrasi 0,010; 0,015; 0,020; 0,025; 0,030 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam pikrat 0,020 M dipilih sebagai compromise concentration untuk kondisi optimum. Kata kunci : asam pikrat, kreatinin, reaksi Jaffe, sequential injection analysis-valve mixing.
DEGRADASI METHYLENE BLUE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2-N/ZEOLIT DENGAN SINAR MATAHARI Lestari, Yeni Dwi; Wardhani, Sri Wardhani; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.029 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah degradasi zat warna methylene blue menggunakan fotokatalis TiO2-N/zeolit serta mengkaji pengaruh sinar, lama penyinaran serta efektivitas penggunaan kembali (reuse) fotokatalis. TiO2-N/zeolit dibuat melalui metode sonikasi dan impregnasi. Jenis sinar yang digunakan adalah sinar UV, sinar matahari dan pembanding kondisi gelap. Proses fotokatalitik dilakukan melalui fotodegradasi 25 mL methylene blue 20 mg/L dengan 50 mg fotokatalis dan disinari selama 50 menit. Variasi lama penyinaran dilakukan selama 5, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 90 dan 120 menit. Konsentrasi methylene blue sebelum dan setelah penyinaran diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 664 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyinaran sinar matahari memberikan hasil degradasi paling baik dibandingkan sinar UV, lama penyinaran optimum sinar matahari adalah 50 menit dengan degradasi sebesar 96,81% serta efektivitas penggunaan kembali (reuse) TiO2-N/zeolit hingga pemakaian keempat memberikan hasil degradasi diatas 50%.
SINTESIS TiO2-N/ZEOLIT UNTUK DEGRADASI METILEN BIRU Alfina, Bulan Tahta; Wardhani, Sri; Tjahjanto, Rahmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.077 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk sintesis fotokatalis yang dapat mendegradasi metilen biru. TiO2 dimodifikasi dengan penambahan dopan N dan didukung oleh zeolit sebagai pengemban. Sintesis TiO2-N/Zeolit dibuat dengan komposisi N dalam TiO2-N dengan perbandingan mol 20:2 dan 20:3 yang diimpregnasi kedalam zeolit. Fotokatalis hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer IR, spektrometer UV-Vis DR dan instrumen analisis ukuran partikel. Fotokatalis TiO2-N/zeolit sebanyak 50 mg diuji aktivitasnya menggunakan 25 mL larutan metilen biru 20 mg/L. Radiasi yang digunakan adalah sinar matahari dan sinar UV. Percobaan dalam kondisi gelap dilakukan sebagai kontrol. Filtrat larutan metilen biru setelah penyinaran diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ= 664 nm untuk menentukan konsentrasi metilen biru. Hasil karakterisasi fotokatalis dengan FTIR menunjukkan terbentuknya ikatan Ti-N dalam permukaan zeolit dengan serapan 505,31-680,83 cm-1. Pengukuran energi celah pita menggunakan spektrometer UV-Vis DR menghasilkan energi celah pita TiO2, TiO2-N dan TiO2-N/zeolit secara berturut-turut yaitu 3,35 eV, 3,34 eV dan 3,33 eV. Ukuran diameter fotokatalis meningkat ketika diembankan kedalam zeolit. Kata kunci : fotodegradasi,  fotokatalis TiO2-N/Zeolit, metilen biru.
DEGRADASI METHYL ORANGE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2-N : KAJIAN PENGARUH SINAR DAN KONSENTRASI TiO2-N Fraditasari, Risca; Wardhani, Sri; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.852 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui degradasi methyl orange menggunakan fotokatalis TiO2-N  dengan mempelajari pengaruh sinar UV dan sinar matahari serta variasi konsentrasi TiO2-N yang digunakan. Sintesis fotokatalis TiO2-N  dilakukan dengan perbandingan mol TiO2:urea 10:0,1 menggunakan metode sonikasi. Karakterisasi fotokatalis dilakukan dengan menggunakan UV-DRS. Untuk mengetahui pengaruh sinar, aktivitas fotokatalis TiO2-N  diuji menggunakan 25 mL larutan methyl orange 10 mg/L dengan TiO2-N sebesar 3,2 g/L pada kondisi gelap, di bawah sinar UV, dan di bawah sinar matahari. Variasi konsentrasi TiO2-N  yang digunakan sebesar 1,6; 3,2; 4,8; 6,4; dan 8,0 g/L pada penyinaran sinar UV  maupun sinar matahari selama 3 jam. Konsentrasi larutan methyl orange setelah penyinaran ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 464,3 nm. Karakterisasi UV-DRS menghasilkan bahwa energi band gap dari TiO2-N  sebesar 3,34 eV. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa penyinaran dengan sinar matahari menghasilkan degradasi lebih besar daripada sinar UV. Berdasarkan hasil uji statistika, konsentrasi TiO2-N  yang paling optimum  untuk degradasi methyl orange adalah sebesar 3,2 g/L dengan persen degradasi sebesar 93,93%.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN LAJU ALIR PADA PENENTUAN KREATININ DALAM URIN SECARA SEQUENTIAL INJECTION ANALYSIS Khikmah, Nurul
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.499 KB)

Abstract

Pengukuran kreatinin sebagai indeks medis gagal ginjal sangat penting untuk mengidentifikasi seseorang pada kondisi beresiko tinggi mengalami penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan  menentukan kondisi optimum untuk penentuan kreatinin secara sequential injection-valve mixing (SI-VM). Dalam penelitian ini, deteksi kreatinin secara SI-VM didasarkan pada reaksi jaffe yang diukur absorbansinya pada 500 nm. Parameter-parameter yang berpenagruh antara lain konsentrasi NaOH dan laju alir hasil reaksi menuju detektor. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi optimum tercapai pada konsentrasi NaOH 0,5% (b/v) dan laju alir hasil reaksi menuju detektor 50 µL/s.
DESORPSI KADMIUM(II) YANG TERIKAT PADA BIOMASSA Azolla microphylla-SITRAT MENGGUNAKAN LARUTAN HCl Amelinda, Falisca; Purwonugroho, Danar; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.261 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian desorpsi kadmium(II) yang terikat pada biomassa Azzola microphylla diesterifikasi dengan asam sitrat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan HCl dan waktu kontak optimum desorpsi kadmium(II). Biomassa A. microphylla sebanyak 5 g dicampur dengan 50 mL larutan asam sitrat 0,8 M dilanjutkan dengan pemanasan selama 3,5 jam pada suhu 120o C. Adsorpsi dilakukan dengan cara mengocok suspensi 0,10 g biosorben dalam 25 mL larutan kadmium(II) 100 mg/L pH 6 selama 60 menit. Desorpsi dilakukan dengan cara mensuspensikan biosorben yang telah mengikat kadmium(II) ke dalam 25 ml larutan HCl dengan variasi konsentrasi 0,01 M; 0,05 M; 0,1 M, 0,5 M; 1,0 M dan dilanjutkan dengan variasi waktu kontak 30, 5, 60, 75, 90 menit menggunakan konsentrasi optimum larutan HCl. Penentuan Konsentrasi kadmium(II) menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi HCl dan waktu kontak berpengaruh terhadap desorpsi kadmium(II) yang terikat oleh biomassa A. microphylla diesterifikasi dengan asam sitrat. Kondisi optimum desorpsi kadmium(II) terjadi pada penggunaan larutan HCl 0,5 M dan waktu kontak 60 menit dengan persentase desorpsi sebesar 97,10 %. Kata kunci : asam sitrat, Azzola microphylla, desorpsi, esterifikasi, kadmium(II)
ADSORPSI SENG(II) OLEH BIOMASSA Azolla microphylla-SITRAT: KAJIAN DESORPSI MENGGUNAKAN LARUTAN ASAM NITRAT Felayati, Mifta Fauziah; Purwonugroho, Danar; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.279 KB)

Abstract

Penelitian tentang desorpsi seng(II) dari biomassa Azolla microphylla diesterifikasi asam sitrat telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum desorpsi seng(II) oleh biomassa Azolla microphylla diesterifikasi asam sitrat. Biomassa diesterifikasi dengan cara mencampurkan 5 g biomassa ke dalam 50 mL larutan asam sitrat 0,8 M dengan pemanasan 120°C selama 3,5 jam. Percobaan adsorpsi - desorpsi dilakukan menggunakan metode batch. Adsorpsi seng(II) 100 mg/L dilakukan pada pH 6 dengan waktu kontak 45 menit. Percobaan desorpsi dilakukan dengan cara mensuspensikan adsorben yang mengikat seng(II) ke dalam 25 mL larutan HNO3 dengan variasi konsentrasi 0,1; 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 M dan variasi waktu kontak 30; 45; 60; 75 dan 90 menit. Konsentrasi seng(II) yang terdesorpsi ke dalam larutan pendesorpsi ditentukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum desorpsi seng(II) terjadi pada penggunaan larutan HNO3 1,0 M dan waktu kontak 60 menit memberikan persen desorpsi sebesar 93,62 %.
ADSORPSI SENG(II) OLEH BIOMASSA Azolla microphylla DIESTERIFIKASI DENGAN ASAM SITRAT: KAJIAN DESORPSI MENGGUNAKAN LARUTAN HCl Sinaga, Ria Septiani; Purwonugroho, Danar; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.882 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang desorpsi seng(II) yang terikat oleh biomassa Azolla microphylla diesterifikasi dengan asam sitrat menggunakan agen pendesorpsi larutan HCl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum desorpsi seng(II). Esterifikasi dilakukan dengan menambahkan 5 gram biomassa kering Azolla microphylla berukuran 120-150 mesh ke dalam 50 mL asam sitrat 0,8 M dan diaduk selama 2 jam. Campuran biomassa-sitrat dikeringkan pada suhu 60oC hingga kering dan dilanjutkan dengan pemanasan selama 3,5 jam pada suhu 120oC. Percobaan adsorpsi dilakukan dengan menambahkan adsorben ke dalam 25 mL larutan seng(II) 100 mg/L pH 6 dan dikocok selama 45 menit. selanjutnya dilakukan percobaan desorpsi dengan menambahkan adsorben kering yang telah mengikat seng(II) kedalam larutan HCl sebanyak 25 mL dengan variasi konsentrasi larutan HCl(0,1M;0,5M;1,0M;1,5M;2,0M) dan waktu kontak(30;45;60;75;90 menit). Konsentrasi seng(II) yang terdesorpsi ditentukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum desorpsi seng(II) terjadi pada penggunaan larutan HCl 1,0 M dan waktu kontak 45 menit dengan persentase desorpsi sebesar 97,78%.
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN HNO3 DAN WAKTU KONTAK TERHADAP DESORPSI KADMIUM(II) YANG TERIKAT PADA BIOMASSA Azolla microphylla-SITRAT Adha, Shofi Dwika
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.376 KB)

Abstract

Penelitian tentang desorpsi kadmium(II) dari biomassa Azolla microphylla diesterfikasi dengan asam sitrat telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan konsentrasi larutan asam nitrat dan waktu kontak optimum terhadap desorpsi kadmium(II). Esterifikasi biomassa dilakukan dengan mensuspensikan 5 gram biomassa Azolla microphylla 120–150 mesh ke dalam 50 mL larutan asam sitrat 0,80 M. Campuran biomassa-sitrat dikeringkan pada temperatur 60°C dan dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 120°C selama 3,5 jam. Percobaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu adsorpsi dam dsorpsi menggunakan sistem batch. Adsorpsi kadmium(II) 100 mg/L dilakukan pada pH 6 selama 60 menit. Desorpsi dilakukan dengan variasi konsentrasi larutan asam nitrat dan variasi waktu kontak. Konsentrasi kadmium(II) setelah adsorpsi dan desorpsi ditentukan menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk mendesorpsi kadmium(II) terjadi pada konsentrasi larutan asam nitrat 1,0 M dan waktu kontak 60 menit dengan persentase desorpsi sebesar 99,27%. Kata kunci : Azolla microphylla, desorpsi, kadmium(II)
PENGARUH KONSENTRASI FASE PENERIMA TERHADAP TRANSPOR FOSFAT MELALUI POLYMER INCLUSION MEMBRANE (PIM) BERBASIS PVC-ALIQUAT 336 Pratiwi, Rossy Dwi Adhi; Rumhayati, Barlah; Mulyasuryani, Ani
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.539 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi NaCl sebagai fase penerima terhadap konstanta permeabilitas dan efisiensi transpor fosfat melalui Polymer Inclusion Membrane (PIM). Tahap awal penelitian dilakukan dengan pembuatan Polymer Inclusion Membrane. Larutan NaCl dengan konsentrasi 0,05; 0,1; 0,5; dan 1 M digunakan untuk percobaan pengaruh konsentrasi fase penerima. Percobaan dilakukan menggunakan sel difusi. Konsentrasi analit diukur dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi fase penerima yang memberikan harga konstanta permeabilitas fosfat yang paling baik adalah NaCl 1 M dengan harga sebesar 7,47×10-4 mL/min.cm2 dan efisiensi transpor 60,2%.