cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 30 Documents clear
RESOLUSI KONFLIK ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DI PABRIK ROKOK (Studi Kasus Mengenai Demonstrasi Pekerja Akibat Pelanggaran Hak Normatif yang Dilakukan oleh Pengusaha di Pabrik Rokok Adi Bungsu Kota Malang) NIM. 105120100111021, Efi Asmi Suryani
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.264 KB)

Abstract

ABSTRAKSI   Studi ini membahas resolusi konflik antara pengusaha dan pekerja di Pabrik Rokok Adi Bungsu Kota Malang. Penelitian ini penting untuk dikaji agar dapat memberikan manfaat baik akademis maupun praktis mengenai konflik di dunia industri, model resolusi konflik yang efektif, dan hubungan industrial yang terbangun pasca resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan teori konflik Ralf Dahrendorf. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik disebabkan oleh pengusaha yang berencana menurunkan THR dan menetapkan uang pesangon yang tidak sesuai dengan masa kerja pekerja borongan. Resolusi konflik yang ditempuh terkait konflik rencana penurunan THR dan konflik penetapan uang pesangon pekerja yang di-PHK dapat terselesaikan secara bipartit dengan menerapkan demokrasi industri. Kemudian hasil penelitian terkait hubungan industrial antara pekerja dan pemilik pabrik pasca resolusi konflik menunjukkan kondisi hubungan yang harmonis. Selain itu, pekerja dan pengusaha telah memperbaiki pola pengambilan keputusan sehingga berbagai kebijakan yang akan diterapkan di pabrik merupakan hasil dari musyawarah bersama. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa konflik laten di pabrik tersebut baik antara mandor dengan pekerja maupun antar pekerja kelas bawah pasca terjadinya beberapa konflik terbuka yang telah terselesaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa konflik tidak dapat dihindari karena konflik merupakan kenyataan sosial di suatu relasi dalam sistem.     Kata Kunci: konflik industri, hak normatif, pekerja dan pengusaha.          
POLA KOMUNIKASI IMPLEMENTASI CSR (Corporate Social Responsibility) BANK INDONESIA (Studi Evaluatif Implementasi CSR Bank Indonesia Surabaya dalam Tinjauan Rasionalitas Komunikatif Sebagai Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance Pada Program Pemberdayaa NIM :105120107111004, Mila Hiswatus Sholihah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.417 KB)

Abstract

ABSTRAK Bank Indonesia merupakan salah satu lembaga negara independen di Indonesia yang telah menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility). Salah satu kegiatan CSR yang digagas oleh Bank Indonesia terimplementasi pada program pemberdayaan usaha kecil dan mikro berbasis KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya. Pada dasarnya implementasi program tersebut mempunyai tujuan yang sangat baik yaitu untuk mengatasi permasalahan ekonomi makro di Indonesia yang selama ini masih belum terselesaikan yaitu kemiskinan dan pengangguran. Namun, dalam praktik dan implementasinya program tersebut masih memiliki berbagai kendala dan hambatan salah satunya yaitu stagnan dana. Maka dari itu diperlukan suatu analisis kritis pada pola komunikasi pihak stakeholder yang terlibat dalam implementasi program tersebut dengan menggunakan teori tindakan rasionalitas komunikatif Jurgen Habermas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dibangun antara pihak Bank Indonesia dengan PKPU terkait penentuan program pemberdayaan tidak ada yang mendominasi. Walaupun pihak Bank Indonesia selaku pemberi dana CSR pada program tersebut, namun decision maker atau pembuat keputusan tetap berdasarkan pada persetujuan bersama. Penetapan program tersebut juga menunjukkan bahwa Bank Indonesia selaku lembaga negara independen telah melaksanakan konsep Good Corporate Governance. Hal ini berbeda terbalik dengan pola komunikasi antara pihak PKPU dengan anggota KSM, tidak adanya keterlibatan dan partisipasi anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit di ranah ruang publik (public sphere) menyebabkan munculnya kredit macet. Maka dari itu diperlukan keterlibatan ataupun partisipasi anggota KSM melalui komunikasi dua arah yang reguler antara pihak BI, PKPU dan anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit sebagai bentuk evaluasi program. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance, public sphere, pemberdayaan, tindakan rasionalitas komunikatif dan konsensus.
DINAMIKA GERAKAN SOSIAL (Studi Peran Intelektual dalam Melakukan Gerakan Sosial dengan Masyarakat Sipil untuk Mendapatkan Pelayanan Listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember) NIM : 105120107111020, Fathor Rosid
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.448 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini mengkaji tentang dinamika gerakan sosial, khususnya peran intelektual dalam melakukan gerakan sosial dengan masyarakat sipil untuk mendapatkan pelayanan listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini, pertama, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam mengorganisir massa untuk pengajuan listrik. Kedua, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam melakukan lobi politik dengan PLN sebagai instansi yang wajib memberikan pelayanan listrik. Adapun manfaat dari pelaksanaan penelitian ini, pertama, memberikan gambaran tentang pentingnya seorang intelektual organik bagi masyarakat sipil dalam melakukan gerakan sosial untuk mendapatkan pelayanan listrik dari PLN. Kedua, memberikan pembelajaran ideologis bagi masyarakat Mulyorejo dan intelektual agar melakukan gerakan sosial untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil sebagai respon atas tidak adanya pelayanan listrik dari PLN sebagai masyarakat politik. Penelitian ini menggunakan teori Gerakan Intelektual Organik yang dikemukakan oleh Antonio Gramsci. Intelektual organik harus bisa mengorganisir massa, memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat sipil, serta mempunyai koneksi dengan masyarakat politik dalam upaya melakukan gerakan sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terbuka, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan empat hasil penelitian, pertama, intelektual organik Mulyorejo dengan pendekatan ketokohan menjadi penggerak masyarakat untuk berkumpul membahas gerakan pengajuan listrik yang waktu itu masyarakat tidak tahu bagaimana mekanisme untuk mendaptkan listrik dari PLN. Namun, dalam menggerakkan massa tersebut intelektual tidak memberikan penyadaran ideologis kepada masyarakat tentang kewajiban PLN dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik dikarenakan intelektual tidak punya pemahaman tentang itu. Kedua, intelektual organik mempunyai koneksi dengan PLN dan mampu melakukan lobi politik dengan pengajuan proposal ke PLN, sehingga berhasil mendapatkan pelayanan listrik. Ketiga, dalam gerakan, intelektual tidak memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat soal kelistrikan karena ia juga tidak punya pemahaman soal itu.  Keempat, intelektual mempunyai kepentingan ekonomi di balik gerakannya dalam memperjuangkan hak pelayanan listrik masyarakat sipil Mulyorejo. Kata Kunci: Gerakan Sosial,  Intelektual Organik, Masyarakat Politik, Masyarakat Sipil,  Pelayanan Listrik
PRAKTIK SOSIAL DALAM ALOKASI DANA DESA UNTUK PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi kasus di Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang) NIM 0911213059, Henariza Febriadmadja
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.17 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan alokasi dana desa (ADD) dengan sebuah praktik sosial dalam proses perencanaan dan pelaksanaan. Dengan tujuan menganalisis bentuk praktik sosial dalam perencanaan dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dianggarkan melalui ADD, yang mana dana ADD 70% untuk program pemberdayaan dan 30% aparatur pemerintahan desa. Dalam penelitian ini bentuk perencanaan dan pelaksanaannya lebih didominasi agen yang menguasai struktur S-D-L.Penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang mengagas agen dan struktur. Agen yang memiliki beberapa bentuk kesadaran agen yang meliputi motiv tak sadar, kesadaran diskursif dan kesadaran praktis. Giddens juga memaparkan definisi dari struktur, terbagi tiga proposisi yaitu: (1) Signifikasi; (2) Dominasi; dan (3) Legitimasi. Kemudian hubungan keduannya antara agen dan struktur membentuk keterulangan dalam lintas ruang dan waktu menjadi praktik sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Hasil dari penelitian dimana signifikasi tanpa didasari dengan dominasi dan legitimasi maka siginifikasi itu menjadi hampa atau percuma, dalam permasalahan yang diangkat peneliti fungsi kepala desa yang secara otomatif memiliki S-D-L dan praktik sosial ini terbentuk dengan adanya kesadaran dari tiap-tiap agen terus-menerus dalam lintas ruang dan waktu. Ketika kepala desa membentuk suatu program maka, perangkat desa dan jajaran lainnya turut serta membantu karena sudah menjadi kewajiban dari warga ikut dalam kegiatan desa atau kepala desa.Pengelolaan anggaran yang memang anggaran tersebut merupakan anggaran khusus program pemberdayaan masyarakat yaitu Alokasi Dana Desa ADD. Sebesar 70% dana ADD untuk program pemberdayaan masyarakat dan 30% untuk aparatur pemerintahan desa. Dalam teori strukturasi Anthony Giddens, agen dan struktur harus saling berhubungan. Dimana agen melakukan sesuatu maka disitulah struktur mengatur jalannya sebuah kondisi masyarakat dengan pihak-pihak agenKata Kunci : Praktik sosial, agen dan struktur, kepala desa, alokasi dana desa (ADD), program pemberdayaan
Pemaknaan Uang Pinjaman (Studi Fenomenologis tentang Makna Uang Pinjaman bagi Debitur BPR Delta Malang di Kelurahan Sisir Kota Batu) NIM 105120101111022, Ririn Retno Wati
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI Ririn Retno Wati. (2014). Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang. ‘Pemaknaan Uang Pinjaman (Studi Fenomenologis tentang Makna Uang Pinjaman bagi Debitur BPR Delta Malang di Kelurahan Sisir Kota Batu)’. Pembimbing: Anif Fatwa Chawa dan Andini Setya Karlina Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya program dan lembaga kredit yang bermunculan di masyarakat. Program tersebut berupa kegiatan-kegiatan kredit seperti dari bank, individu atau pun lembaga sosial di masyarakat. Dari semakin banyaknya program serta lembaga tersebut pada akhirnya memberikan dampak konsumtif pada penggunanya. Hal ini juga akan menimbulkan persepsi serta pemberian makna uang pinjaman di masyarakat. Masyarakat akan memberikan anggapan yang lain terhadap uang pinjaman.. Penelitian ini mencoba melihat lebih dalam tentang penggunaan uang pinjaman, dampak serta makna uang pinjaman oleh debitur BPR Delta Malang. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori interaksi Georg Simmel. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan sembilan informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang para debitur berhutang yaitu adanya kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi namun tidak adanya biaya. Sehingga mereka berhutang pada BPR. Dalam penggunaannya uang pinjaman tidak selalu untuk modal usaha namun juga untuk konsumsi. Dengan menggunakannya sebagai konsumsi para debitur beranggapan bahwa dapat meningkatkan status sosial mereka. Uang pinjaman juga dapat memberikan nilai beban dan kesenangan tersendiri, hal ini termasuk dalam segi emosi. Di sisi yang lain mudahnya akses meminjam uang di BPR menjadikan para debitur mempercayai dan kembali menggunakan uang pinjaman. Kata Kunci: Lembaga kredit, hutang, makna uang pinjaman, uang
PEMBERDAYAAN REMAJA TERLANTAR SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN (Studi Evaluasi di Pelayanan Sosial Remaja Terlantar (PSRT) Blitar) NIM 105120100111020, Novita Rohmah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.077 KB)

Abstract

  ABSTRAKSI   Studi ini membahas mengenai pemberdayaan remaja terlantar yang dilaksanakan di PSRT Blitar. Penelitian ini penting untuk dikaji agar dapat memberikan manfaat, tidak hanya secara akademis tetapi juga praktis, mengenai pemberdayaan yang dilaksanakan untuk remaja terlantar. Penelitian ini menggunakan teori ACTORS Sarah Cook dan Steve Macaulay. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilaksaanakan oleh PSRT Blitar adalah berupa bimbingan fisik, sosial, mental, dan keterampilan kerja. Terdapat beberapa hambatan dalam proses pelaksanaan pemberdayaan dan itu berpengaruh terhadap output dari pemberdayaan. Hingga saat ini, pemberdayaan yang dilaksanakan untuk dapat membentuk kemandirian kerja remaja terlantar kurang berjalan dengan baik, hal tersebut terbukti dari jumlah kemandirian kerja alumni yang semakin menurun setiap angkatannya. Oleh karena itu, kemandirian kerja yang diharapkan dapat digunakan untuk menghapuskan stigma dari remaja terlantar juga masih jauh dari harapan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat kekerasan fisik terhadap beberapa remaja terlantar yang dilakukan oleh pekerja sosial di PSRT Blitar. Di akhir laporan penelitian ini, peneliti mengajukan dua rekomendasi program, yaitu kartu kendali remaja terlantar dan paguyuban pekerja.   Kata Kunci: pemberdayaan, remaja terlantar, kekerasan fisik, dan rekomendasi program.    
Representasi Nilai Tanda Produk Apple (Studi Etnografi Pada Komunitas Iphonesia Malang) NIM :105120101111020, Liestiana
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Liestiana (2014). Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang. ‘Representasi Nilai Tanda Produk Apple (Studi Etnografi pada Komunitas iPhonesia Malang)’. Pembimbing: Anif Fatma Chawa dan Indhar Wahyu Wira Harjo iPhonesia Malang merupakan suatu komunitas yang beranggotakan pemilik segala produk milik Apple. Syarat utama untuk dapat bergabung dengan komunitas iPhonesia Malang haruslah pengguna dari produk Apple. Produk Apple identik dengan memiliki ‘nilai tanda’ tersendiri bagi para anggota komunitas iPhonesia Malang. Representasi dari nilai tanda produk Apple itulah yang menjadi sebuah fenomena menarik pada komunitas iPhonesia Malang, sehingga dari representasi nilai tanda tersebut menghasilkan perilaku-perilaku konsumtif di dalam komunitas iPhonesia Malang. Maka dari itu diperlukan suatu analisis kritis mengenai perilaku-perilaku konsumtif yang dihasilkan dari representasi nilai tanda Apple pada komunitas iPhonesia Malang dengan menggunakan teori masyarakat konsumsi Jean P.Baudrillard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa yang pertama, yaitu komunitas iPhonesia memiliki 3 kegiatan unik yang dikenal dengan sebutan KOPDAR (Kopi Darat), Instameet dan Minggu Hore. Kedua, ditemui beberapa perilaku-perilaku konsumtif yang terjadi pada komunitas iPhonesia Malang. Sehingga ditentukan bahwa Tema Budaya dari penelitian ini adalah perilaku-perilaku konsumtif anggota komunitas iPhonesia Malang merupakan wujud dari Urban Culture. Maka dari itu representasi masyarakat konsumsi di era masyarakat konsumer menurut Baudrillard cukup tergambar pada komunitas iPhonesia Malang ini, dimana saat ini masyarakat lebih cenderung mengkonsumsi nilai tanda dari suatu objek daripada nilai gunanya.   Kata Kunci : Komunitas, Masyarakat Konsumsi, Representasi Nilai Tanda dan Urban Culture
Dinamika Kelompok Mandiri Perempuan (KMP) terhadap Program Pemberdayaan Ekonomi Simpan Pinjam (Studi Pada Dampingan LSM RUMPUN Di Dukuh Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang) NIM 0710010032, Sulastri
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perempuan desa memiliki potensi yang belum dikembangkan dengan baik dalam pembangunan karena secara kultural mereka terikat oleh adat dan budaya setempat. Perempuan desa memiliki pendidikan yang rendah, kurangnya keterampilan, pembagian kerja secara seksual yang masih kaku dan tinginya angka pernikahan dini. Untuk memberikan pilihan lebih kepada perempuan, LSM RUMPUN memberikan kontribusinya dengan membentuk pemberdayaan kelompok di pedesaan. LSM RUMPUN memiliki beberapa tema program antara lain: pengembangan ekonomi melalui skema simpan pinjam guna peningkatan pendapatan, pendidikan warga negara, advokasi kebijakan dengan kepentingan perempuan, dan pengembangan mata pencaharian berbasis lingkungan. LSM RUMPUN dalam menjalankan program pengembangan tersebut memberikan fokus pada perempuan di daerah pedesaan. Pengembangan dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok mandiri perempuan yang kemudian mendapatkan pendampingan oleh LSM RUMPUN. Salah satu desa yang menjadi target pemberdayaan LSM RUMPUN adalah Desa Jatiguwi, Dukuh Jatimulyo. Dua kelompok di Dukuh tersebut yakni KMP Intan dan KMP Mutiara dibimbing untuk dapat melakukan kegiatan simpan pinjam dan kegiatan produksi. Program simpan pinjam kemudian menjadi hal yang menarik peneliti untuk meninjau dinamika kelompoknya mengenai fenomena tersebut lebih lanjut. Untuk melihat dinamika kelompok yang terjadi, peneliti menggunakan konsep dari Ruth Benedict (dalam Santosa, 2004: 7) yakni melihat segi dari segi kohesi (persatuan), motif (dorongan), struktur, pimpinan, dan perkembangan kelompok. Dengan analisis dari dinamika kelompok ini selanjutnya akan nampak faktor-faktor yang secara fluktuatif mempengaruhi perkembangan kelompok baik dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Dari perkembangan kelompok yang ada pada KMP Intan dan KMP Mutiara, peneliti lalu mengkategorikan kelompok tersebut pada kelompok yang increase dan kelompok yang decrease dengan berpedoman pada potensi yang dimiliki kelompok tersebut.   Kata kunci: Program Simpan Pinjam, Analisis Dinamika kelompok, Faktor Intrinsik, Faktor Ekstrinsik  
PILIHAN RASIONAL PEMILIK LAHAN PEKARANGAN DALAM BERMITRA DENGAN PT ANUGRAH ALAM SUBUR INDONESIA (Studi Kasus di Desa Maron Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar) sosiologi, WIDODO NURADI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study discusses the rational choice land owners to partner with PT Anugrah Alam Subur Indonesia Jabon tree planting program. Management system that developed in Jabon planting program partnership is pattern. This pattern provides the opportunity for local people to enjoy the natural resources owned. This pattern also provides the opportunity for other people who do not have land that could be supporting resources in the process of planting, fertilizing, maintenance and harvesting activities.   The analysis in this study uses the theory of Rational Choice of James Coleman, and the concept of partnership and community empowerment by Jim Ife. This analysis focused on  farmers rational choice and landowners to partner with PT Anugrah Alam Subur Indonesia. This research method is qualitative research deskripsif case study approach and process of data collection is done by observation, interview and documentation.   Key words: Rational Choice and partnerships
KONTESTASI KEKUASAAN DALAM PRAKTIK SOSIAL KEAGAMAAN GERAKAN PEMUDA ANSOR DI KABUPATEN JOMBANG 0911210048, Nur Fahmi Ramadhani
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.075 KB)

Abstract

ABSTRAKMemasuki era reformasi, berbagai ormas Islam telah menunjukkan pergerakannya yang lebih dinamis. Salah satunya adalah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), yang merupakan badan otonom dari organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), saat ini cenderung menunjukkan pergeseran pergerakan, dari yang dulunya bergerak dalam lingkup tradisi NU saja, tetapi pada saat ini lebih menunjukkan pergerakan yang lebih luas. Namun, adanya pergeseran pergerakan ini memunculkan sebuah perdebatan dan tarik ulur didalam internal Ansor, antara golongan yang masih mempertahankan tradisi dan golongan yang lebih progresif. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya pertarungan (kontestasi) kekuasaan antar individu didalamnya. Beberapa kasus yang menggambarkan pergeseran pergerakan pada GP Ansor di Jombang antara lain, GP Ansor Jombang menyelenggarakan konser Slank, mengadakan Jambore Vespa, Konvoi pengamanan Tahun Baru Masehi, Penjagaan Gereja dan ikut serta memberikan pengawalan terhadap pasangan Pilkada Jombang 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik sosial keagamaan yang dilakukan GP Ansor merupakan hasil dari kontestasi kekuasaan dalam internal Ansor yang muncul akibat dari adanya pergeseran tindakan yang dilakukan. Praktik sosial yang dilakukan ini merupakan sebuah strategi untuk menjaga eksistensi organisasi di era reformasi dan kebebasan ditengah aktifnya kembali berbagai ormas Islam yang lain. Strategi eksistensi organisasi ini dilakukan dengan upaya membangun berbagai modal baik modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik yang terejawantahkan dalam bentuk praktik sosial keagamaan yang dilakukan.Kata Kunci : Praktik sosial keagamaan, habitus, kontestasi, GP Ansor, modal

Page 2 of 3 | Total Record : 30