Articles
52 Documents
Search results for
, issue
" Vol 2, No 1 (2014)"
:
52 Documents
clear
Pusat Perdagangan dan Komunitas Barang Antik di Surabaya
Mutiara, Monica Catharina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Pusat Perdagangan dan Komunitas Barang Antik di Surabayaâ ini merupakan tempat terjadinya transaksi jual-beli barang yang memiliki nilai kuno dan bernilai seni tinggi serta merupakan tempat interaksi sesama pencinta barang antik di Surabaya. Proyek ini terletak di Surabaya Utara yang merupakan dengan kawasan kota tua Surabaya. Hal ini didukung dengan ketidakberadaan fasilitas sejenis yang memadai untuk kawasan Jawa Timur. Sebuah pasar barang antik memiliki perbedaan dengan pasar pada umumnya. Karena itu, pendekatan sistem dipilih supaya dapat mengidentifikasikan kebutuhan khusus sebuah pasar barang antik. Hal yang paling mencolok adalah simbiosis mutualisme antara perdagangan dan komunitas. Komunitas adalah nyawa bagi pasar, dan pasar juga adalah nyawa bagi komunitas. Tipologi pasar yang digunakan pada bangunan ini adalah pasar tradisional modern, yakni pasar tradisional yang nyaman dan tetap terjadi interaksi antara pedagang dan pembeli. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mengarahkan pengunjung menuju zona yang dituju.
GEDUNG PAGELARAN MUSIK ROCK DI SURABAYA
Hendrianto, Alvantara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Gedung Pagelaran Musik Rock di Surabaya ini adalah fasilitas hiburan yang dapat mewadahi kegiatan pertunjukan musik rock di Surabaya yang berada di jalan Ngagel, Surabaya. Tempat ini di desain dengan tujuan untuk menampilkan pertunjukan musik rock serta memberikan hiburan kepada masyarakat Surabaya dengan adanya ruang publik.Surabaya merupakan salah satu kota besar yang mengusung banyak penggemar musik rock. Di Surabaya juga belum tersedia gedung pertunjukan musik khusus untuk music rock yang berkapasitas banyak. Oleh karena itu desain tempat ini didesain menggunakan pendekatan bentuk. Bentuk juga berkaitan dengan struktur, sehingga membutuhkan struktur bentang lebar mengingat banyaknya kapasitas pengunjung. Desain bangunan ini memperhatikan kondisi sekitar yang tata guna lahannya merupakan fasilitas perdagangan dan jasa, serta terdapat potensi lintasan kereta api di sebelah timur. Â Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman struktur, karena kebutuhan akan bentang lebar dan struktur yang tercipta dapat mencerminkan citra bangunan.
Grha Kuliner Khas Surabaya di Surabaya
Anggianto, Danny
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Proyek âGrha Kuliner Khas Surabaya di Surabayaâ merupakan tempat yang menyediakan berbagai macam fungsi dan kegiatan sebagai penunjang bagi masyarakat kota Surabaya dan luar kota Surabaya dalam memenuhi kebutuhannya tentang dunia kuliner, karena dunia kuliner saat ini bukan hanya menyangkut bagaimana masyarakat memenuhi rasa lapar mereka, tetapi juga berhubungan dengan bagaimana proses pengolahan bahan mentah yang ada menjadi makanan yang dapat dinikmati, sejarah dan asal mula makanan, kandungan gizi yang tersimpan di dalam makanan dan lain sebagainya.Proyek ini tidak hanya menyediakan fasilitas yang bersifat rekreatif, tetapi juga fasilitas yang bersifat edukatif serta fasilitas lain yang menunjang kegiatan kuliner. Bersifat rekreatif dan edukatif, karena pengunjung dapat menikmati aneka hidangan khas kota Surabaya, memenuhi rasa ingin tahu mereka terhadap warisan kekayaan kuliner khas Surabaya yang sangat diminati oleh banyak orang, termasuk masyarakat dari luar kota Surabaya, pengunjung juga dapat belajar langsung bagaimana mengolah, memasak dan mengkreasikan makanan khas Surabaya sebagai sebuah seni dalam dunia kuliner, serta mempelajari seluk â beluk maupun manfaat dan hal â hal apa saja yang terkandung dalam berbagai jenis makanan sebagai tambahan wawasan bagi masyarakat yang melihat. Oleh karena itu, karena banyaknya fasilitas yang disediakan proyek ini, maka digunakanlah pendekatan sirkulasi yang membantu pengunjung dalam mengatasi disorientasi yang mungkin terjadi. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mendapatkan kesan tradisional dan kekhasan Surabaya di dalam proyek.
Hotel Resor di Pantai Teleng Ria Pacitan
Saputro, Neria Novinda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Hotel Resort di Pantai Teleng Ria Pacitanâ merupakan Hotel bintang 4 yang mendukung kegiatan wisatawan local maupun mancanegara yang hendak bermalam di Pacitan lebih dari 2 malam. Hal ini didukung dengan kekayaan alam yang dimiliki Pacitan tidak kalah dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh daerah lain di Indonesia. Hotel Resort ini bertujuan untuk memperkenalkan Pacitan di mata dunia. Selain itu, juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa Pacitan memiliki bangunan yang menarik. Hotel ini dirancang dengan mengoptimalkan potensi lingkungan, yaitu view dan laut yang sudah dimanfaatkan untuk olah raga selancar . Oleh karena itu dalam desain ini setiap kamar dan fasilitas-fasilitas umum dapat melihat view tersebut.. Untuk menampung para peselancar antara kompleks hotel dan pantai dihubungkan dengan jembatan .Karena Pacitan merupakan daerah rawan gempa, maka pendalaman yang dipakai adalah pendalaman struktur.
Pusat Informasi Pariwisata dan Kebudayaan Kalimantan Timur di Samarinda
Sanjaya, Agus
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Samarinda sekarang merupakan ibukota dari Kalimantan Timur yang didalamnya memiliki potensi pariwisata dan kebudayaan. Hadirnya fasilitas pusat informasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kota atas potensi dan penjawaban salah satu permasalahan kota yang ada. Pusat Informasi ini di desain untuk memberikan informasi serta pemasaran tentang pariwisata dan kebudayaan yang ada di wilayah Kalimantan Timur. tidak hanya berupa data saja tetapi dari fasilitas gallery, workshop, ampitheatre, perpustakaan sampai informasi yang berupa kuliner dari resotran yang di desain.informasi juga dipaparkan lewat puisi semiotika yaitu pada ekspresi bangunan yang menggunakan pendekatan simbolik dengan tema âGenesis of East Borneo Cultureâ. Tidak semata-mata mentah mengambil bentuk dari arsitektur kalimantan timur tetapi dimodernisasikan mengikuti perkembangan dunia arsitektur disertai dengan kubahan bentuk melalui proses simbolik.
FASILITAS EKOWISATA ORANG UTAN DI SAMBOJA, KALTIM
Santoso, Hermawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Fasilitas ekowisata orang utan disamboja, kalimantan timur â ialah fasilitas perjalanan wisata yang mengedepankan sisi edukasi dan konservasi untuk melestarikan hewan orang utan dikalimantan timur. Faktor â faktor yang mempengaruhi dibuatnya proyek ini adalah menurunya populasi orang utan dikalimantan dan maraknya pembantaian orang utan. Maraknya pembantaian orang utan dipicu adanya ketidaktahuan masyarakat akan betapa pentingnya hewan orang utan. masyarakat mempunyai salah presepsi terhadap hewan orang utan. Karena selama ini hewan orang utan di anggap sebagai hama bagi masyarakat disamboja. Pemilihan site kenapa harus berada disamboja adalah karena lokasi site berada dekat dengan tempat konservasi orangutan dikalimantan timur. Site berada didekat tempat konservasi orangutan karena dalam perancangan ingin mengkampanyekan pelestarian hewan orang utan agar kedepannya hewan orang utan dapat dilestarikan sebagai hewan asli kalimantan. Desain bangunan memakai pendekatan Ekologi arsitektur karena dalam perancangaan adanya unsur pelestarian alam.
RUMAH SAKIT KANKER DI MALANG SELATAN
Tilaar, Gerrard Mona
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Rumah Sakit Kanker di Malang Selatan ini merupakan fasilitas kesehatan yang dikhususkan untuk penderita kanker. Rumah Sakit ini merawat dan mengobati kanker yang sudah mengalami tahap lanjut. Perawatan yang diberikan dari rumah sakit ini bersifat paliatif dan kuratif. Dimana dengan perawatan ini dapat memperbaiki pola hidup penderita sehingga penderita dapat memperpanjang umur hidup maupun dapat menikmati masa-masa akhir hidup penderita. Oleh karena itu proyek yang berada di kabupaten Bantur ini menggunakan pendekatan sistem arsitektur yang memperhatikan sirkulasi, zoning dan spatial agar dapat mewujudkan bangunan yang mampu mempermudah kegiatan perawatan. Pendalaman utilitas udara dipilih untuk memaksimalkan pengobatan pada pasien.
HOTEL DI KAWASAN KENJERAN
Soetjipto, Michael Reinhart
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Hotel yang terletak di kawasan Kenjeran ini bertujuan untuk memfasilitasi para wisatawan domestik atau ataupun internasional. Selain itu seiring dengan pengembangan kenpark yang mulai merencanakan pengembangan fasilitas hiburan serta apartemen yang dapat mendukung dari adanya hotel tersebut sebagai bangunan yang dapat melengkapi komplek tersebut. Fasilitas yang ada saat ini dan cukup ramai dikunjungi masyarakat adalah sebuah tempat ibadah orang tionghoa, banyak masyarakat yang datang untuk berwisata religi ataupun yang beribadah di dalamnya. Bangunan dari hotel ini dirancang dengan menggunakan pendekatan bentuk yang bertujuan untuk menyelaraskan bangunan hotel dengan bangunan sekitarnya agar bisa terlihat selaras. Sedangkan pendalaman menggunakan pendalaman karakter ruang yang mendukung agar suasana ruang yang mendukung agar suasana ruang yang identik dengan suasana tionghoa dapat terwujud. Â
Fasilitas Pelatihan dan Pengembangan Seni Visual untuk Anak di Surabaya
Hardjawikarta, Josephine
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas rekreasi edukasi di mana melatih dan mengembangkan kemampuan dan minat anak terhadap kesenian visual di Surabaya. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh realita bahwa walupun anak-anak memiliki otak kanan dan kiri yang perlu berjalan ssecara seimbang, namun pada kenyataannya di sekolah-sekolah saat ini lebih menekankan kepada ilmu-ilmu eksak yang cenderung menekankan kepada perkembangan otak kiri, sedangkan pelajaran sekolah seperti kesenian yang mengembangkan otak kanan anak memiliki porsi yang jauh lebih sedikit dibandingkan mata pelajaran lainnya. Fasilitas ini bersifat edukatif, informatif, dan rekreasional, dengan mengajak anak untuk bermain, bereksplorasi, dan menciptakan sesuatu sesuai imajinasi mereka. Pembagian zona pada fasilitas ini sendiri selain dibagi berdasarkan jenis aktifitasnya, juga menggolongkan ruang sesuai dengan kebutuhan anak pada jenjang usia tertentu, di mana terdiri dari area ekplorasi, kelas, maupun zona fasilitas umum (untuk semua kalangan). Untuk itu digunakan pendekatan perilaku anak, yang akan berpengaruh terhadap penataan ruang, zoning, dan sirkulasi pada fasilitas, sesuai dengan kebutuhan ruang yang ada.
GALERI DAN SANGGAR ANGKLUNG DI SURABAYA
Natalia, Dessy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Galeri dan Sanggar Angklung di Surabaya ini merupakan salah satu fasilitas wisata yang mewadahi kegiatan masyarakat sehubungan dengan pengenalan dan permainan dari salah satu alat musik khas indonesia, yaitu Angklung. Pengadaan fasilitas ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan musik angklung. Serta terdapat pula fasilitas gedung pertunjukkan dimana para pengunjung dapat langsung menikmati alunan dari musik angklung. Hal ini didukung pula dengan pengesahan yang telah dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2010 terhadap angklung yang diakui sebagai salah satu alat musik asli dari Indonesia. Angklung juga dikenal sebagai alat musik yang sudah universal di indonesia, sehingga dengan keberadaan fasilitas ini di Surabaya dapat mendukung minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak Surabaya terhadap Angklung serta mendukung eksistensi dari Sanggar Alang-Alang yang telah mempelajari dan memainkan angklung terlebih dahulu dimana letaknya berada di dekat site.  Agar kegiatan yang terjadi di dalam fasilitas ini dapat berjalan dengan baik, maka digunakan pendekatan arsitektur perilaku yang dikombinasi dengan pendekatan akustik. Pendekatan tersebut digunakan agar nilai-nilai kebersamaan yang dimiliki oleh angklung dapat dirasakan dan tersampaikan dengan baik kepada pengguna fasilitas melalui elemen arsitektural. Agar perilaku kebersamaan tersebut dapat terwujud dengan baik, didukung pula dengan akustik, dimana angklung tidak pernah lepas dengan sistem akustiknya. Untuk pendalaman yang digunakan adalah pendalaman akustik yang lebih mendalami mengenai material untuk mendukung sistem akustik yang baik serta pemaksimalan penggunaan material bambu.Â