cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Hotel Resor di Pantai Hunimua Pulau Ambon Gloria christabel lilipory
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel resor di pantai Hunimua, pulau Ambon ini merupakan perancangan untuk meningkatkan wisatawan yang datang ke provinsi Maluku dimana perancangan ini didesain dengan adanya fasilitas penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Konsep pada perancangan ini adalah dengan memberikan kenyamanan, view dan juga penyediaan fasilitas. Adanya perancangan Hotel resor dengan fasilitas seperti water sport, ruang serbaguna, cottage, taman, dll. wisatawan dapat tinggal untuk berlibur, kunjungan bisnis, berkreasi, dan mengenal budaya di Provinsi Maluku. Pendekatan Simbolik digunakan untuk dapat mengekspresikan bentuk bangunan, yaitu dengan mengaplikasikan bentuk Arsitektur tradisional daerah Maluku yang dimana dapat memberi ciri khas tersendiri dari bangunan. Pendalaman karakter ruang pada desain yaitu memiliki konsep massive dan comfort yang dimana ada beberapa ruangan yang memiliki karakter yang berbeda yaitu dengan memberikan luasan yang berbeda serta fungsi yang berbeda.
Museum Sejarah Sumenep di Sumenep Darmadi Soetjahja
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Sejarah Sumenep di Sumenep ini dirancang dengan dasar adanya sejarah yang menarik di kota Sumenep namun tidak di lestarikan sehingga menyebabkan penduduk setempat tidak mengetahui mengenai sejarah kotanya sendiri dan terjadi penurunan jumlah wisatawan karena tidak adanya hal baru yang menarik perhatian pengunjung dari luar. Dengan begitu, museum ini dibuat khusus bercerita mengenai sejarah yang terjadi di Sumenep sehingga pengunjung memahami sejarahnya dengan jelas.Museum ini juga dibuat untuk mendukung bangunan Makam Raja Asta Tinggi dimana bangunan tersebut sangat berhubungan dengan sejarah dan merupakan salah satu peninggalan sejarah kota Sumenep sehingga pengunjung yang datang menuju makam dapat mengetahui sejarah dan perjuangan Raja-raja terlebih dahulu sebelum berziarah ke Makam. Maka dari itu pendekatan yang diambil yaitu pendekatan simbolik dengan pendalaman sequence dimana pengunjung di dalam bangunan dapat mengikuti alur sejarah secara berurutan dan merasakan suasana setiap masa sembari mempelajarinya yang kemudian di sampaikan menggunakan elemen bangunan (Mix Intangible-Tangible).
Sanggar Kesenian Anak Jalanan di Surabaya Aprilia Listiyani Utomo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Kesenian Anak Jalanan di Surabayamerupakan desain rancangan fasilitas pembinaan danpengembangan bakat minat melalui pendidikaninformal dan kesenian bagi anak jalanan berusia 5-17tahun. Dengan fungsi pengembangan bakat dan minatini, anak dapat mengekspresikan diri melalui seni,dan mendapatkan motivasi hidup, mental health yanglebih baik, serta pola pikir yang lebih luas. Dilengkapijuga dengan fasilitas edukasi serta ruang luar agaranak jalanan merasakan rasa aman dan nyaman.Diharapkan kedepannya anak bisa hidup denganmandiri serta produktif. Rumusan masalah dalamproyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas yangdapat memenuhi kebutuhan anak berdasarkankebutuhan sosial, fisik dan psikis sesuai dengankategori usia antara 5-17 tahun. Metode pendekatanyang digunakan adalah pendekatan perilaku dan teoritahapan perkembangan anak dan karakteristik anaksesuai jenjang usia. Pendekatan perilaku disesuaikandengan kebutuhan perilaku anak dan responnya yangmempengaruhi tatanan massa, bentuk bangunan,orientasi, zoning, material dan karakter ruang.Pendalaman yang digunakan adalah pendalamankarakter ruang dengan aktivitas, karakter ruang danwarna yang dapat menstimulus kreatifitas anak.
Fasilitas Pelatihan dan Pendidikan bagi Pelajar yang Putus Pendidikan di Surabaya Henry Christian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Pelatihan dan Pendidikan bagiPelajar yang Putus Pendidikan di Surabayamerupakan sebuah fasilitas pendidikan informalyang menampung anak-anak putus sekolah yangdiakibatkan karena memiliki masalah ekonomi,sarana dan prasarana sekolah yang tidakmendukung serta memiliki motivasi anak - anakakan pendidikan rendah. Fasilitas inimemberikan pendidikan secara formal sertapelatihan keterampilan, khususnya di bidangindustri kreatif. Anak-anak ini dibekalipendidikan dan keterampilan agar merekanantinya siap memasuki dunia kerja.Jumlah anak putus sekolah di Surabayaterus meningkat. Ketika anak-anak putussekolah biasanya mereka tidak ingin bersekolahlagi, karena pandangan mereka akan sekolah ituseperti mereka terpenjara maka dari itu, munculmasalah desain bagaimana membuat fasilitaspendidikan informal ini dapat mewadahikarakter perilaku dari anak putus sekolahsehingga kesan sekolah yang terbentuk nantinyajuga berbeda dari sekolah pada umumnya.Melihat permasalahan dalam mendesainfasilitas pelatihan dan pendidikan bagi pelajarputus sekolah, maka untuk penyelesaiannyamengunakan pendekatan arsitektur perilakudengan pendalaman karakter ruang. Pendekatanperilaku ini dapat membantu pengguna fasilitasini menjadi nyaman dalam berkegiatan, karenadi desain sesuai dengan karakter perilaku merekaserta suasana ruang yang terbentuk sesuaidengan karakteristik area persebaran merekadahulu.
Fasilitas Rehabilitasi Pecandu Napza di Batu Stella Maria
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Rehabilitasi Pecandu Napza di Batu merupakan fasilitas yang mewadahi para pecandu Napza terutama untuk kalangan remaja dan dewasa. Kota Batu sendiri merupakan kota dengan pengguna Napza tertinggi kedua se-Jawa Timur. Fasilitas Rehabilitasi Pecandu Napza di Batu akan menjadi tempat yang mempersiapkan mantan pecandu Napza untuk pulih dan bisa diterima kembali di kalangan masyarakat tanpa adanya pandangan negatif dari lingkungan sekitarnya. Dalam penerapannya projek ini memiliki konsep humans connect to nature dimana Biofilik akan mewadahi proses penyembuhan secara sosialisasi (Therapeutic Community). Fasilitas ini akan dilengkapi fasilitas terapi yang dibedakan menjadi terapi Diad (untuk dua orang), terapi Triad (untuk tiga orang), penginapan tamu keluarga, penginapan rehabilitan, kamar tidur pengawas, ruang workshop, ruang bakat minat, kantor pengelola, lounge, minimarket, food stalls, dan amphitheatre. Pendekatan perilaku digunakan untuk menciptakan suatu ruang yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna selama masa penyembuhan.
OCEANARIUM DI KENJERAN PARK Emmanuel James
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas pariwisata yang kurang diSurabaya khususnya di Kenjeran Park, mendorongperancang untuk mendesain sebuah fasilitas wisataberupa Oceanarium. Oceanarium dirancangdengan pendekatan sustainable architecture, yangdifokuskan pada renewable energy. Pendekatanrenewable energy ditujukan untuk menjawabpermasalahan bangunan oceanarium yaitu bebanenergi yang besar akibat sistem akuarium yang adadidalamnya. Bentuk dan penataan massa bangunanterhadap lingkungan sekitar menjadi faktor pentingdalam mengefektifitaskan penangkapan energiangin dan matahari sebagai sumber energi padasistem akuarium dalam bangunan. Struktur spaceframe menjadi penyelesaian terhadappermasalahan struktural yang diakibatkan olehbentang lebar akibat ruang bebas kolom. Spaceframe tidak hanya dimanfaatkan sebagai elemenstruktural, tapi juga sebagai elemen pembentukruang yang ada didalamnya.
Museum Fosil Hewan di Surabaya Felix Richardian Limantara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Fosil Hewan di Surabaya merupakan wadah yang menyediakan informasi yang edukatif mengenai hewan – hewan yang sudah punah maupun masih ada dari berbagai penjuru dunia. Untuk memperkenalkan hewan – hewan tersebut, museum ini menyediakan ruang pamer fosil dari tiap wilayah, galeri fosil indoor, galeri fosil outdoor, Outdoor Archeolog Playground. Didukung dengan fasilitas penunjang seperti toko souvenir, kafe, restauran, dan sebagainya. Museum Fosil Hewan di Surabaya ini bertujuan sebagai tempat wisata sekaligus tempat edukasi, para pengunjung dapat melihat replika – replika fosil beraneka ragam binatang. Museum ini menggunakan metode pendekatan sistem dengan pendalaman pencahayaan dikarenakan permasalahan – permasalahan yang muncul dalam mendesain sebuah museum meliputi permasalahan sirkulasi, struktur, hingga sains.
Fasilitas Eduwisata Pegunungan dan Budaya Tengger di Lumajang Cynthia Tjandra Tjandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Eduwisata Pegunungan dan Budaya Tengger di Lumajang merupakan suatu gagasan “pintu gerbang” bagi para wisatawan ketika mengunjungi kawasan wisata Senduro Lumajang. Senduro merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lumajang yang memiliki banyak objek wisata berupa alam serta budaya dan saat ini mulai gencar dipromosikan oleh Pemkab Lumajang. Terletak di kaki Gunung Bromo dan Gunung Semeru, Senduro menyajikan wisata alam pegunungan dan Budaya Tengger yang menarik. Peningkatan jumlah wisatawan dapat berdampak positif bagi perkembangan wisata di Lumajang, namun yang terjadi saat ini adalah banyaknya kelalaian dari para wisatawan untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keberlanjutan dari objek wisata. Hal ini berdampak pada kerusakan alam dan cagar budaya yang dapat mengurangi daya tarik wisata. Wisatawan cenderung hanya mementingkan foto “selfie” ketika berkunjung, sehingga seringkali melakukan hal-hal yang dapat beresiko merusak untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Gagasan ini berusaha untuk memberikan edukasi dan informasi bagi wisatawan terkait jenis objek wisata baik alam maupun budaya yang terdapat di kawasan Senduro, sekaligus meningkatkan kesadaran wisatawan untuk lebih bertanggung jawab pada alam dan budaya. 
PERANCANGAN FASILITAS HOTEL RESOR DAN VILA DI SUMENEP, MADURA Hansen Sugijanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah perancangan fasilitas hotel resor dan vila ini diharapkan dapat menampung kegiatan dan fasilitas tempat tinggal bagi warga sekitar dan wisatawan yang hendak berekreasi, maupun yang sedang dalam business trip di daerah Sumenep, Madura. Bangunan yang diambil dari konsep Tanean Lanjang khas Madura ini dengan menggunakan penyusunan bangunan dan kamarnya sesuai pada adat rumah Madura yang sudah diterapkan. Pendekatan vernakular digunakan di sini agar pengunjung dapat merasakan unsur tradisional dan adat dari Madura itu sendiri, namun juga tetap merasakan unsur budaya modern. Penggunaan material kayu, batu alam, dan dinding beton juga diharapkan dapat membantu bangunan dalam memunculkan suasana tradisional dan sederhana, namun tetap nyaman dan indah, sehingga pendalaman karakter ruang pun dipertegas. Rata – rata bangunan ini menggunakan penghawaan alami, kecuali tempat – tempat tertentu seperti kamar hotel dan vila, serta kantor pengelola dan ruang staff lainnya. Banyaknya tanaman dan segala bentuk penghijauan dalam site diharapkan dapat membantu penciptaan udara sejuk dan nyaman bagi setiap bagian bangunan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bangunan ini merupakan bangunan yang cukup ramah lingkungan dan memanfaatkan alam sekitar, serta nyaman dan mengutamakan view lautan yang indah, sehingga cocok bagi wisatawan – wisatawan yang sedang berekreasi dan menghilangkan stress, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Pusat Kebudayan Tionghoa Peranakan di Surabaya Beatrice Setiawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Kebudayaan Tionghoa Peranakan di Surabaya merupakan fasilitas untuk mengenal kebudayaan Tionghoa di Indonesia dan mengasah bakat minat masyarakat dari berbagai golongan usia serta menjadi tempat komunitas orang Tionghoa di Indonesia. Perancangan fasilitas ini diharapkan dapat memperkenalkan kebudayaan Tionghoa peranakan dengan baik. Pusat Kebudayaan Tionghoa peranakan ini akan menjadi pusat dari wilayah tersebut karena akan menjadi titik kumpul atau titik temu komunitas. Agar menarik minat pengunjung untuk datang, fasilitas dilengkapi dengan market dan teater terbuka dengan pengadaan berbagai pentas seni yang dapat dilihat secara langsung dari jalan. Selain itu ada galeri pengenalan secara langsung kepada masyarakat. Metode pendekatan simbolik yang diambil dari esensi naga sebagai sarana untuk pengenalan. Ornamen – ornamen dan material yang digunakan menggunakan ornamen Tionghoa pada umumnya sehingga masyarakat dapat lebih mengenal melalui arsitektur. Tidak hanya melalui bentuk bangunan, ciri khas Tionghoa juga diperkenalkan melalui suasana interior bangunan, sehingga dipakai pendalaman karakter ruang.