cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Galeri dan Fasilitas Pelatihan Fotografi di Surabaya Wiliyanti Wiliyanti Wiliyanti
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2176.216 KB)

Abstract

Galeri dan Fasilitas Pelatihan Fotografi di Surabaya merupakan suatu fasilitas yang berfungsi untuk memamerkan karya seni fotografi, mengakomodasi pelatihan fotografi, dan mewadahi kegiatan komunitas-komunitas fotografi di Surabaya, agar nilai seni fotografi dapat lebih dipahami oleh masyarakat secara umum dan juga untuk mengasah skill fotografer. Proyek ini didasari dari pemikiran bahwa, saat ini peminat fotografi semakin banyak dilihat dari banyaknya komunitas pecinta fotografi dan event-event fotografi di Indonesia. Namun sayangnya, belum ada fasilitas fotografi yang memadai di Indonesia terutama di Surabaya untuk menampung berbagai kegiatan komunitas foto. Akibatnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami dan kurang mengapresiasi karya seni foto dan masih banyak pula fotografer amatir yang kurang terlatih.Masalah utama dalam desain adalah bagaimana suatu bangunan dapat merepresentasikan jati diri fotografi kepada masyarakat. Diharapkan dengan desain galeri dan fasilitas pelatihan fotografi ini masyarakat semakin memahami arti fotografi dan skill fotografer juga dapat dikembangkan sehingga dapat memberi dampak yang positif bagi industri kreatif sektor fotografi. Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan simbolik dengan konsep desain “Capture and Play with Light” agar bangunan dapat menyimbolkan pengertian fotografi yang sesungguhnya kepada masyarakat sekitar. Konsep ini kemudian juga akan dilihat dalam pendalaman karakter ruang pada ruang-ruang yang dipilih.
Kantor Dinas dan Fasilitas Pelatihan Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jayapura Chevin Villen Villen
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.933 KB)

Abstract

Kantor Dinas dan Fasilitas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jayapura adalah fasiltias operasional kedinasaan dan pelatihan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, untuk aparatur sipil negara dan masyarakat yang dirancang untuk memenuhi peraturan organisasi dinas yang berlaku. Bangunan ini menggunakan konsep “aligned with environmental unity” agar bangunan bisa selaras dengan lingkungan bagian bangunan perkantoran.
FASILITAS BERMAIN DAN BELAJAR ANAK DI SURABAYA Jovita Tanuwisastro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.563 KB)

Abstract

Fasilitas ini merupakan sebuah wadah untuk membantu para orang tua yang sibuk bekerja dalam mengasuh dan mengajar anak, ditujukan bagi anak-anak usia nol sampai lima tahun, agar anak-anak tetap mendapat perhatian ketika bermain dan belajar, untuk seluruh warga di Kota Surabaya. Rancangan bangunan ini menggunakan pendekatan perilaku anak-anak usia nol sampai lima tahun saat bermain dan belajar, konsep yang digunakan yaitu kedinamisan dalam keteraturan, dan pendalaman karakter ruang. Berdasarkan pengguna dan aktivitas dalam bangunan zoning terbagi enam dengan dua lantai (zona pengelola, zona publik, zona anak usia nol sampai dua, zona anak usia tiga sampai lima, zona servis, zona bermain outdoor). Pendalaman karakter ruang diterapkan dengan penggunaan warna warni, warna terang dan warna pastel serta bentuk lingkaran pada jendela digunakan untuk menarik perhatian bagi anak-anak. Serta dengan memberikan penutup pada tempat bermain outdoor, ketinggian dalam bangunan, penggunaan karpet, serta parket kayu untuk memberikan kenyamanan bagi anak-anak. Dengan demikian Fasilitas Bermain dan Belajar anak di Surabaya ini adalah wadah pendidikan yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak.
Rumah Detensi Imigrasi di Jakarta Theodore Lamuel Lamuel
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.352 KB)

Abstract

Masuknya pengungsi dan pencari suaka merupakan isu krusial yang dihadapi oleh beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia. Masalah ini kemudian ditanggapi oleh pemerintah Indonesia dengan penggunaan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), dimana untuk saat ini Rudenim juga digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi. Rudenim Jakarta, yang merupakan salah satu dari 13 rudenim yang berada di Indonesia, mengalami overkapasitas, sehingga beberapa pengungsi terpaksa tinggal menggelandang di jalan, mengganggu ketertiban umum di wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, diusulkan perancangan arsitektur Rumah Detensi Imigrasi di Jakarta, sebagai sebuah desain baru, yang menggantikan rudenim eksisting, untuk menyediakan kondisi tinggal yang lebih memperhatikan kebutuhan jasmani dan psikologis bagi para pengungsi. Hal ini dilakukan dengan menerapkan konsep desain yang merupakan kebalikan dari tipologi rudenim eksisting, yang menggunakan tipologi spasial penjara konvensional.
FASILITAS KOMUNITAS SEPEDA DI SURABAYA Wendhy Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.968 KB)

Abstract

Fasilitas Komunitas Sepeda di Surabaya ini merupakan fasilitas untuk para anggota komunitas sepeda dan warga Surabaya lain yang tidak tergabung dalam komunitas sepeda. Proyek ini terletak di Surabaya yang merupakan kota berkembang di Indonesia, tepatnya berada di jalan Golf Famili Barat Surabaya. Fasilitas yang disediakan antara lain Galeri dan Museum, Toko Souvenir Sepeda, Cafe, Perpustakaan, Amphitheater, Ruang Pertemuan, Area Bersepeda, Counter Sepeda, Bengkel Sepeda, Plaza dan Taman, dan Parkir Sepeda. Fasilitas ini bertujuan untuk mengakomodasi berbagai aktivitas, kegiatan dan kebutuhan tiap komunitas sepeda serta memberi informasi mengenai perkembangan sepeda di Surabaya. Proyek ini menggunakan pendekatan simbolik dengan inti permasalahannya yaitu bagaimana menciptakan sebuah tempat yang sesuai dengan kebutuhan para komunitas sepeda di Surabaya yang dapat menginterpretasikan karakteristik sepeda (pergerakan dan dinamis) sebagai ekspresi bangunan. Pendalaman karakter ruang dipilih sehingga pengunjung yang datang dapat merasakan suatu pergerakan yang dinamis sesuai dengan karakteristik sepeda yang teraplikasi ke dalam ruang-ruang yang ada.
Instalasi Rehabilitasi Medis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Kabupaten Malang Natalia Rianti Kurniawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.567 KB)

Abstract

Instalasi Rehabilitasi Medis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Kabupaten Malang merupakan sebuah fasilitas yang dapat menjawab kebutuhan akan sarana penyembuhan medis dan psikologis bagi para penderita PPOK di Kota Malang dan kota-kota sekitarnya. Untuk itu, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita yang terlekat sangat erat dengan kesehatan fisik dan mental (mengurangi kejenuhan pasien dan mencegah depresi) penderita yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Perancangan Instalasi Rehabilitasi Medis PPOK ini dilatarbelakangi oleh penyebab kematian di Indonesia tidak lagi disebabkan oleh penyakit menular (PM) tapi lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM). Walau PPOK termasuk PTM yang berada di peringkat 5 besar penyakit dengan angka kematian yang tinggi, di Indonesia maupun di dunia, masih jarang penyakit ini diketahui oleh masyarakat. Faktor selain eksposur polutan udara di tempat kerja dan genetik, penyebab utama PPOK adalah rokok. Kekhawatiran ini hanya bertambah parah mengingat kenyataan di Indonesia bahwa rokok sudah sangat melekat dalam lifestyle masyarakat Indonesia. Jadi,PPOK ini merupakan salah satu kelompok penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan dengan pembiayaan yang tinggi, morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) yang tinggi. Masih belum banyak pula fasilitas instalasi yang tersedia untuk mewadahi perawatan ekstensif rehabilitasi medis, terutama untuk PPOK. RPJMD Provinsi Jawa Timur 2014-2019 juga memiliki strategi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan minimal. Tujuan dari perancangan Instalasi Rehabilitasi Medis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Kabupaten Malang ini, selain demi membantu usaha pemerintah Indonesia untuk menekan angka kematian oleh penyakit tidak menular (PTM) dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan fokus ke penyediaan sarana untuk menggenapi program pemerintah tertiary prevention, adalah menyediakan sarana kesehatan yang menjawab permasalahan beban mental akan suasana saat perawatan rehabilitasi medis di rumah sakit supaya pasien bisa lebih nyaman dan produktif saat menjalani treatment. Untuk mewujudkan tujuan tersebut,digunakan pendekatan perilaku dan sirkulasi pasien dalam pengaplikasian pada desain bangunan yang menjawab kebutuhan mereka.
Fasilitas Perdagangan Merek Lokal : Tata Busana, Kerajinan Tangan dan Kuliner di Surabaya Fenny Angela T.Y Angela T.Y
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.809 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas perdagangan merek lokal di Surabaya dengan tiga kategori retail utama yaitu tata busana, kerajinan tangan, dan kuliner. Serta didukung oleh fasilitas tambahan berupa ruang pelatihan atau workshop. Dimana proyek ini akan mendukung kegiatan anak muda kreatif yang dapat menghasilkan karya-karya baru dan dapat dijual sebagai produk merek lokal. Proyek ini berada di sekitar perumahan dan fasilitas umum lain, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat sekitar dengan mudah. Akan tetapi hal itu juga menimbulkan kurangnya view dalam bangunan ini. Permasalah utama dalam proyek ini adalah bagaimana menciptakan sebuah fasilitas perdagangan yang menarik minat dan gairah anak muda secara berkesinambungan agar tujuan daripada proyek ini dapat tercapai dengan maksimal. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka pendekatan yang dipilih adalah pendekatan karakter anak muda, sedangkan pendalamannya adalah karakter ruang.
FASILITAS PENDIDIKAN DAN PRAKTEK FISIOTERAPI DI MALANG Antonius Archie Tobias
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.733 KB)

Abstract

Sebuah wadah yang diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi calon tenaga fisioterapis dengan dilengkapi fasilitas klinik yang berguna untuk menunjang pembelajaran serta menjadi sarana pelayanan medis fisioterapi yang terletak di Kecamatan Lawang, Kota Malang, Jawa Timur. Dengan fungsi sebagai sarana pendidikan  dengan fasilitas praktek klinik, maka aktivitas akademis dan praktek klinis harus dapat berlangsung berdampingan dan saling menunjang proses pembelajaran. Aktivitas akademik dan aktivitas praktek klinis memiliki karakteristik yang berbeda sehingga muncul kebutuhan ruang yang berbeda pula yang akan didesain melalui pendekatan prilaku dengan konsep integrated collaborative space yang didukung oleh sains untuk penyelesaianya. Dengan demikian diharapkan karakteristik aktivitas yang berbeda tersebut tidak menyebabkan munculnya gangguan antara fungsi satu dengan fungsi yang lainya
Fasilitas Pernikahan Aquatic di Surabaya Handono - -
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.36 KB)

Abstract

 Fasilitas Pernikahan Aquatic merupakan salah satu fasilitas yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Fasilitas bersifat rekreasi relaksasi, berekreasi dengan suasana air yang membuat relaksasi. Fasilitas yang direncanakan meliputi fasilitas penjualan, restoran dan area makan, fasilitas kantor, fasilitas perjamuan, dan fasilitas penginapan. Dalam hal adanya isu susahnya pasangan-pasangan muda untuk memenuhi segala sesuatu keperluannya untuk menikah dalam waktu yang relatif singkat, maka dibutuhkan sebuah fasilitas yang dapat menaungi segala keperluan tersebut. Fasilitas ini selain dapat memenuhi kebutuhan tersebut, juga dapat memberikan pengarahan dan konseling terhadap segala kebutuhan tentang pernikahan. Konsep perancangan didasarkan pada air yang merupakan elemen alam yang bersifat sakral dan suci. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan metafora, yaitu mentransformasikan unsur dan sifat air, tercermin dengan bentuk bangunan yang ada. Pendalaman yang diambil berupa pendalaman karakter, sehingga pengunjung dapat merasakan konsep aquatic tersebut dimanapun mereka berada.
FASILITAS PENJUALAN DAN PELELANGAN BARANG ANTIK DI SURABAYA Victor Tanedi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.966 KB)

Abstract

Sebuah fasilitas yang mewadahi segala kegiatan jual-beli ataupun lelang barang antik di wilayah Surabaya. Menyediakan segala kebutuhan para penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi. Bangunan menyediakan dua fungsi utama yaitu penjualan dan pelelangan, dengan beberapa fungsi ruang pendukung seperti galeri pamer, kafetaria, dan atrium. Berdasarkan konsepnya, zoning dibuat sedemikian rupa agar pengunjung secara tidak langsung harus melewati toko-toko penjualan barang antik sebelum sampai ke auditorium, kafetaria maupun galeri pamer. Bangunan di naikkan 6 meter dari permukaan tanah agar dari tugu pahlawan, orang-orang dapat melihat secara jelas bentuk bangunan tersebut. Bangunan juga lebih mengutamakan fungsi daripada estetika. Sistem keamanan sangat diperhatikan, karena bangunan menyimpan barang-barang antik yang bernilai mahal dan rawan dengan pencurian. Terdapat beberapa sistem keamanan, yang pertama adalah membedakan jalur sirkulasi pengunjung dan service, pengunjung tidak memiliki akses menuju daerah service agar tingkat keamanan tetap terjaga. Yang kedua adalah sistem pengantaran barang yang memiliki empat tahap sebelum dimasukkan ke brankas tempat penyimpanan barang antik. Dan yang ketiga adalah sistem teknologi pada ruang transisi menuju brankas, sedangkan brankas yang digunakan adalah bankas baja yang memiliki ketebalan 30 cm, menggunakan material baja dengan alasan keamanan dari api dan benda tajam.

Page 46 of 155 | Total Record : 1542