cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Wisata Pasar Ikan Kejawanan di Kota Cirebon Jessica Wiryadi Wiryadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.528 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Wisata Pasar Ikan Kejawanan di KotaCirebon ini didasari oleh kurang memadainya fasilitas pasardi Kota Cirebon, terutama di Kawasan Pelabuhan PerikananNusantara (PPN) Kejawanan. Secara garis besar, fasilitas inimerupakan fasilitas yang bertujuan mewadahi kebutuhanmasyarakat untuk berbelanja hasil tangkapan laut dalamjumlah kecil sambil berwisata menikmati kawasan pelabuhan.Fasilitas ini direncanakan di atas lahan Kawasan PelabuhanPerikanan Nusantara Kejawanan di Kota Cirebon yangdisekitarnya terdapat laut, kolam pelabuhan TempatPelelangan Ikan (TPI), dan bangunan – bangunan industriperikanan yang memudahkan distribusi ikan ke dalam tapak.Fasilitas ini merupakan tatanan multi massa denganbangunan utama yang berfungsi sebagai pasar ikan,danpengolahan hasil laut serta fasilitas pendukung berupafasilitas kuliner, dan fasilitas edukasi.Masalah utama dalam desain fasilitas ini adalah sistemsirkulasi, dan zoning yang rapi, bersih, dan efektif agarpengunjung tetap dapat berbelanja, dan berwisata tanpaharus berkotor – kotor. Desain dilandasi perancangan sistemsirkulasi yang terdiri dari sirkulasi kendaraan maupunpenjalan kaki yang meliputi servis, distribusi ikan,pengunjung, dan staff pekerja. Fasilitas ini tidak hanyamerupakan fasilitas pasar untuk jual beli tetapi jugamemberikan pengalaman pada pengunjung agar dapatberwisata menikmati kawasan pelabuhan. Pendalamandesain yang dilakukan adalah merancang pengalaman padasetiap jalur sirkulasi dengan memaksimalkan peran semuainderawi penggunanya. melalui pengolahan material, elevasipada zona bersih, dan zona kotor.
Kebun Binatang di Pantai Timur Surabaya Leonard Suteja
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.702 KB)

Abstract

Manusia, hewan dan tumbuhan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Setiap makhluk hidup diciptakan dengan ciri khas nya masing-masing yang dapat mempengaruhi satu sama lain. Dalam Alkitab perjanjian lama, Tuhan menciptakan segala macam hewan pada hari ke 4, kemudian Tuhan menciptakan manusia pada hari ke 5 dan memberi kuasa atas binatang dan tumbuhan di bumi. Namun keanekaragaman ini semakin lama semakin berkurang, salah satu sebab yang paling banyak berdampak adalah jumlah manusia yang terus bertambah dan merebut habitat flora dan fauna untuk kepentingan manusia sendiri, selain itu perburuan liar akan satwa langka juga turut berperan dalam punahnya berbagai spesies makhluk hidup ciptaan Tuhan yang seharusnya di lestarikan. Kebun Binatang di Pantai Timur Surabaya ini sebagai lembaga konservasi berusaha untuk melestarikan dan mempertahankan kesejahteraan satwa liar yang makin hari lingkungan habitat aslinya semakin berkurang melalui desain sebuah kompleks bangunan yang terdiri atas taman satwa, aquarium, kebun khusus binatang malam beserta klinik hewan. Fasilitas kebun binatang ini berupaya mengajak masyarakat umum untuk turut serta berperan dalam kegiatan konservasi dengan cara mengedukasi masyarakat akan saling keterikatan antar setiap spesies makhluk hidup. Melalui pendekatan sistem sirkulasi sebagai pendekatan desain. Konsep biophilia digunakan untuk menarik masyarakat di kota metropolitan yang sibuk. Pengunjung yang berasal dari kota metropolitan akan dibawa melalui bangunan yang dapat menyatu dengan lingkungan natural sehingga pengujung dapat bersantai melepas kesibukan di kota. Selain berekreasi, pengunjung secara tidak langsung akan merasakan bagaimana kehidupan satwa yang tidak biasa mereka temui di tempat tinggal nya. Dengan menampilkan nilai dan keanekaragaman hayati, desain kebun binatang ini diharapkan mampu melestarikan dan memberi perlindungan bagi satwa - satwa yang telah kehilangan habitatnya.
KANTOR SEWA DI SURABAYA Erick Anggoro Anggoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.296 KB)

Abstract

Kantor Sewa di Surabaya merupakan fasilitas yang didesain berdasarkan kebutuhan akan ruang kerja bidang administratif yang diperlukan seiring dengan berkembangnya perekonomian. Kantor pada jaman sekarang telah berubah dengan adanya fenomena coworking space dan generasi milenial, yang secara tidak langsung harus merubah image kantor yang “lama”. Proyek kantor sewa ini berusaha untuk menggabungkan desain gedung kantor yang lama, yang umumnya berupa ruang yang fleksibel dengan dinding semi permanen, dan juga kantor bagi para milenial yang mendukung perusahaan startup dan juga kegiatan komunal. Pendalaman yang akan digunakan pada kantor ini adalahpendalaman pencahayaan alami dengan sistem pencahayaan Anidolic yang dapat membantu menerangi bagian ruang kantor yang jauh dari bukaan jendela, sehingga secara tidak langsung juga mengurangi beban penggunaan listrik pada lampu. Secara desain keseluruhan, kantor ini akan menghubungkan kantor model “lama” dengan kantor milenial secara vertikal, dimana fungsi retail juga akan ditambahkan untuk melengkapi fungsi kantor ini.
Fasilitas Eduwisata Sejarah Perjuangan Kota Surabaya Franciskus Raymond Halim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2523.953 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Sejarah Perjuangan KotaSurabaya merupakan fasilitas yang memperkenalkanidentitas kota Surabaya sebagai kota pahlawan. Latarbelakang yang melandasi lahirnya proyek ini yaituidentitas kota Surabaya sendiri sebagai kota pahlawan diIndonesia yang mulai bergeser menjadi kota perdagangandan bisnis yang berkembang sangat pesat sekarang dikota ini. Oleh karena itu fasilitas ini didesain untuk dapatmenjawab kebutuhan perkembangan kota ini agar dapatmemberikan distribusi yang mempertahankan identitaskota Surabaya. Selain itu diharapkan fasilitas ini dapatmenjadi alternatif hiburan masyarakat baik dari dalammaupin luar kota Surabaya.Fasilitas ini didesain dengan konsep mengikuti alurcerita dari perjuangan Kota Surabaya itu sendiri, sehinggapengunjung yang datang diharapkan dapat merasakansuasana dan memahami cerita dibalik sejarah perjuangankota Surabaya sebagai kota Pahlawan. Pendekatan desainsimbolik digunakan untuk membawa alur cerita sejarahtersebut kedalam desain arsitektur dengan didukungpendalaman desain yang memperhatikan sequence yangakan dilalui pengunjung.
Gedung Peragaan Busana di Surabaya Anneke Debora Kuncoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.728 KB)

Abstract

Gedung peragaan busana adalah sebuah fasilitas yang didesain untuk mengakomodasi kegiatan fashion show dan retail. Tujuan dari projek desain tugas akhir ini adalah menyediakan sebuah fasilitas fashion yang lengkap dan integratif untuk kota Surabaya, dimana kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia belum memiliki fasilitas untuk pengembangan fashion yang lengkap. Selain fasilitas untuk fashion show/runway, gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas galeri dan pameran fashion, fashion cafe dan retail-retail fashion. Fasilitas untuk peragaan busana terdiri dari fasilitas fashion runway indoor dan outdoor dan dilengkapi dengan restoran yang dapat digunakan untuk kegiatan pesta sesudah acara peragaan busana. Untuk mendapatkan sebuah desain bangunan yang dapat berfungsi dengan baik, digunakan pendekatan desain yang berfokus pada sistem sirkulasi, meliputi pemisahan sirkulasi antara backstage dan area penonton, pengaturan sirkulasi sehingga pengunjung dapat menikmati galeri, dan pengaturan sirkulasi antara ruang peragaan busana indoor dan outdoor. Sistem tata cahaya diselesaikan secara lebih detail dalam fasilitas ini agar kegiatan peragaan busana dapat berjalan dengan menarik.
Pasar Seni Madura di Labang Bangkalan Silvia Luciana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Pasar Seni Madura" merupakan fasilitas untuk mengakomodasi wisata belanja berbagai kesenian khas Madura yang belum banyak dikenal orang. Fasilitas ini dilengkapi pula dengan fasilitas kuliner khas Madura, pentas seni, dan pusat oleh-oleh khas Madura. Lokasi perancangan berada di kawasan Kaki Jembatan Suramadu bagian Madura. Pengembangan pembangunan Pulau Madura saat ini lebih pesat dan Jembatan Suramadu merupakan gerbang masuk utamanya. Oleh karena itu, peluang yang sangat baik untuk memberikan perancangan yang berdasarkan kekhasan Madura di tempat ini. Penggalian karakter kerajinan khas Madura digunakan sebagai pendekatan utama perancangan pasar seni melalui metodemetaphor intangible. Perancangan ditujukan agar kerajinan Madura yang sangat beragam dan berkarakter khas bisa semakin dikenal di kalangan masyarakat luas. Pendalaman perancangan adalah alur sirkulasi dengan berdasarkan konsep tegas, lugas, dan menonjol. Diharapkan pula, pengunjung bisa mudah untuk mengklasifikasikan berbagai seni Madura dan mendatangi semua spot di kawasan ini. Akhir kata, diharapkan Pulau Madura nantinya akan menjadi kawasan yang maju dan tidak meninggalkan kesenian maupun kebudayaannyaKata Kunci: Pasar Seni, Kerajinan, Madura  
HOTEL RESOR DI PANTAI TANJUNG AAN, LOMBOK Ronald Suhartono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.441 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah hotel resor yang berada di area Patai Tanjung Aan, Lombok. Hotel resor ini memiliki berbagai fasilitas yang terdapat di dalamnya seperti fasilitas penginapan, fasilitas pernikahan (wedding chapel dan banquet hall), fasilitas restoran, fasilitas kolam renang serta fasilitas olahraga dan relaksasi. Bangunan ini berdiri diatas lahan berkontur (bukit merese), lokasi ini memberikan pemandangan pantai yang tidak perlu diragukan lagi keelokannya. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan matahari pagi, itu dikarenakan site ini memiliki orientasi timur-barat. Pada bulan febuari-maret, pantai tanjung aan akan ramai oleh masyarakat Lombok yang akan mengikuti acara budaya yang bernama bau nyale. Para pengunjung dapat menikmati serta ikut serta dalam acara bau nyale, dimana pengunjung dapat ikut mencari cacing laut (nyale) yang merupakan gambaran dari Putri Mandalika.  Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana penataan bangunan multi massa di daerah berkontur sedang (perbukitan) dengan meinimalkan perusakan kontur dan juga dapat mewujudkan massa bangunan yang memasukan unsur budaya serta berkarakteristik arsitektur lokal. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan pendekatan simbolis dari cerita rakyat Putri Mandalika  serta pendalam yang digunakan yaitu pendalaman sains arsitektur yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan bangunan di daerah tropis. 
Pasar Ikan Wisata di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Kabupaten Malang Anthony Kurniawan Kuswandi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.04 KB)

Abstract

Pasar Ikan Wisata ini merupakan bagian dari Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Kabupaten Malang yang dikelilingi oleh destinasi wisata alam laut yang melimpah. Pasar Ikan Wisata ini didasari oleh adanya program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan di Indonesia. Selain itu, adanya rencana pembangunan pelabuhan wisata di wilayah ini untuk menjadi destinasi wisata. Secara garis besar, ada dua fungsi utama pada pasar ini, yaitu sebagai kawasan komersial baik dalam jumlah kecil maupun jumlah besar yang difasilitasi dengan adanya tempat pelelangan ikan. Fungsi kedua sebagai destinasi wisata yang dapat menambah penghasilan pedagang dan nelayan sekitar.Pendekatan sistem digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada, yaitu banyaknya user pada site agar tercipta sistem yang efektif dan penyatuan zona komersial dan zona wisata agar tidak terganggu fungsinya satu sama lain. Pendalaman karakter ruang digunakan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan alami pada bangunan sehingga dapat membuat citra pasar ikan menjadi lebih menarik, serta untuk memaksimalkan potensi sekitar site yang merupakan kawasan wisata laut yang indah.
Terminal Penumpang Terpadu di Pelabuhan Makassar Alfonso D. A.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.762 KB)

Abstract

Terminal Penumpang Terpadu di Pelabuhan Makassar ini merupakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan akan sarana transportasi di kota Makassar, mengingat kota Makassar merupakan kota yang sedang menuju kota dunia. Lokasi tepatnya terminal ini terdapat dipelabuhan Makassar yang baru, yaitu pelabuhan Newport. Terminal ini tidak hanya melayani moda transportasi laut, yaitu kapal, namun juga melayani moda transportasi darat, berupa kereta api dan angkutan umum. Dengan adanya tiga terminal moda transportasi yang berbeda, maka permasalahan akan crossing pengunjung menjadi tidak dapat dihindari, ditambah lagi permasalahan akan pengunjung yang datang dan berangkat. Oleh karena itu pendekatan desain bangunan ini dipilih sistem sirkulasi, dimana masalah – masalah tadi harus dapat dipecahkan oleh desain dari bangunan. Pendalaman dipilih pendalaman struktur, karena dengan jumlah massa yang begitu banyak, desain bentang lebar tidak dapat dihindari. Dan lagi, Makassar juga termasuk dalam kawasan rawan gempa, oleh karena itu pendalaman struktur dirasa paling tepat untuk di pilih.
Wahana Wisata Petualangan Hutan di Banyuwangi Vanda Honggo Djojo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.758 KB)

Abstract

Dominasi permainan digital sebagai sarana hiburan pada saat ini mengakibatkan kegiatan bermain secara fisik di luar ruangan mulai ditinggalkan. Dengan demikian, interaksi dengan sesama maupun dengan alam berkurang dan kemudian berdampak membuat masyarakat semakin bersifat individualis serta kurang pengalaman dan pengetahuan baru. Kegiatan berlibur bersama keluarga seharusnya mampu menjalin interaksi tersebut. Namun karena objek wisata saat ini cenderung merupakan rekreasi pasif dan tidak dapat menarik minat anak-anak yang sudah terdoktrin era digital sejak dini, kegiatan berlibur mereka pun tetap dihabiskan dengan bermain permainan digital tersebut. Perancangan wahana wisata ini diharapkan mampu membuat pengunjung meninggalkan sejenak perangkat digital mereka dan menikmati interaksi nyata dengan sekitarnya. Wahana ini dirancang sebagai kombinasi digital dan natural dengan cara menampilkan alam melalui teknologi buatan. Sehingga masyarakat yang telah terbiasa serba digital dapat menikmati suasana alam secara nyaman. Pengunjung disimulasi sedang menjadi tokoh utama dalam game yang berpetualang di hutan dengan cara penyusunan permainan secara berurutan per tahap dan memiliki tujuan akhir. Pemilihan kabupaten Banyuwangi didasari karena pulau Bali merupakan destinasi wisata paling ternama di Indonesia. Sementara pulau Bali yang sudah terlalu ramai, diasumsikan Banyuwangi sebagai kota terdekat untuk masuk ke pulau Jawa. Selain itu kabupaten Banyuwangi sudah terkenal dengan keindahan alamnya.

Page 47 of 155 | Total Record : 1542