Articles
1,542 Documents
GEREJA MAWAR SHARON PUSAT DI SURABAYA
Yessica Aprilia Sunarno
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.65 KB)
Gereja Mawar Sharon Pusat di Surabaya merupakan tempat untuk beribadah bagi jemaat Mawar Sharon. Selain memiliki fasilitas tempat ibadah, gereja ini memiliki beberapa fasilitas pelengkap, fasilitas penunjang pelayanan, area kantor dan servis. Untuk memaknai aliran dan filosofi yang khas bagi gereja ini, digunakan pendekatan simbolik, dengan konsep yang terinspirasi dari bentukan bunga Mawar Sharon.Zoning dibagi menjadi area publik, semi privat dan servis. Masing-masing ruang diletakkan sesuai zoning, alur dan kebutuhan pengguna. Pendalaman yang dipilih adalah karakter ruang. Karakter yang ingin dicapai adalah ruang yang hangat sesuai dengan salam khas gereja ini yaitu “Welcome Home” dan ruangan yang gigantis untuk mewujudkan konsep manusia yang kecil, Tuhanlah yang Agung dan Mulia, yang diterapkan pada ruang ibadah melalui skala, visual, akustik dan pemilihan material. Diharapkan Gereja Mawar Sharon Pusat di Surabaya ini, dapat menjadi tempat beribadah dan menjadi wadah untuk segala kegiatan penunjang namun tetap nyaman bagi pengguna.
Sentra Ikan Patin di Martapura
Natalia Onggano Onggano
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1619.204 KB)
Fasilitas Sentra Ikan Patin di Martapura mempunyai dua fungsi : yang pertama adalah fungsi budidaya Patin mulai dari pembiakan sampai pemanenan, dan yang kedua adalah fungsi wisata yang mencakup restoran, outlet, galeri, fasilitas naik kapal, dan pemancingan. Konsep dibalik hasil perancangan ini adalah integrasi kedua fungsi di atas, bagaimana kegiatan budidaya patin dapat dikemas menjadi wisata yang menarik tanpa mengganggu fungsi-fungsi yang ada di dalamnya. Untuk itu, pendekatan sistem dipilih, meliputi sistem sirkulasi, spasial, utilitas, dan pelingkup. Dengan menggunakan pendekatan ini sebagai dasar didapatkan integrasi yang diharapkan yang kemudian diolah dengan menggunakan elemen air, yang merupakan bagian penting dari budidaya ikan, menjadi bagian dari fasad bangunan yang memberikan pengalaman spasial dan visual. Untuk menghindari statisitas, empat fasad air yang berbeda didesain dengan pesona dan pengalaman yang berbeda.
Fasilitas Agrowisata Kebun Kopi Robusta di Jember
Fx Andree Yulianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (785.583 KB)
Fasilitas Agrowisata Kebun Kopi Robusta di Jember merupakan proyek desain yang bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan wisata di Jember. Hal ini didukung dengan potensi perkebunan kopi di Jember yang merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Fasilitas ini hadir sebagai wadah yang menampung segala informasi mengenai kopi, dari mulai penanaman sampai pada akhirnya di konsumsi pecintanya. Oleh karena itu konsep dari fasilitas ini adalah mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi kopi melalui semua panca inderanya. Untuk mewujudkan itu fasilitas ini menerapkan pendekatan sequence / urut-urutan dimana dalam setiap sub-sequence pengunjung dapat mengeksplorasi kopi melalui tiap panca inderanya. Selain itu pendalaman karakter ruang di pilih untuk mempertegas kesan ruang yang akan ditampilkan pada setiap bagian-bagian sequncenya. Fasilitas ini juga didesain dengan mengadaptasi unsur lokalitas arsitektur sekitar sehingga kesan suasana perkebunan kopi dapat ditampilkan pada fasilitas ini.
WISATA EDUKASI KEBENCANAAN DI SURABAYA
Natasha Eugenia Tanujaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1169.918 KB)
Wisata Edukasi Kebencanaan di Surabayamerupakan fasilitas edukasi non-formal berupa galeriuntuk umum dan pelatihan untuk anak SD yangmenyampaikan informasi bencana-bencana yangdapat terjadi di Surabaya. Fasilitas ini dilengkapidengan taman luar yang berfungsi sebagai tempatwisata baik bagi pengunjung maupun masyarakatumum. Desain fasilitas ini didasari oleh pemikirantentang minimnya kualitas sumber daya manusiadalam menghadapi bencana. Masalah utamanyaadalah bagaimana menciptakan sebuah fasilitas yangdapat menyampaikan informasi kebencanaan secaraefektif dan pelatihan kebencanaan yangmenyenangkan.Teori kognisi pendidikan dipilih sebagaipendekatan desain dengan pendalaman karakterruang yang dipilih untuk mencermati kebutuhanperilaku pengguna. Pendekatan perilaku disesuaikandengan kebutuhan perilaku anak dan orang dewasadalam menangkap edukasi yang diberikan yangkemudian akan berpengaruh terhadap zoning, bentukbangunan, suasana ruang. Pendalaman karakterruang yang dipilih bertujuan untuk menciptakanfasilitas pembelajaran yang nyaman, aman, sertaterdapat unsur wisata di dalamnya.
Fasilitas Pengembangan dan Agrowisata Teh di Lembang di Jawa Barat
Imelda Tanzil
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1492.956 KB)
Fasilitas Pengembangan dan Agrowisata Teh di Lembang, Jawa Barat ini merupakan fasilitas pengembangan mutu produksi dan pengenalan teh kepada masyarakat luas. Dalam fasilitas ini tersedia laboratorium untuk meningkatkan mutu teh di Indonesia, serta Museum untuk mengenalkan macam-macam teh secara lebih luas kepada masyarakat Indonesia. Fasilitas ini berada tepat pada perkebunan teh di Kecamatan Lembang bagian Utara, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang merupakan perluasan dari perkebunan teh Kabupaten Subang. Karena letaknya yang tepat berada pada perkebunan teh, maka perancangan fasilitas ini menggunakan konsep yang memperhatikan alam sekitar sehingga tidak merusak lingkungan yang ada. Selain itu menggunakan pendalaman material bambu terutama sebagai konstruksi bangunan, dimana bambu banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan bahan yang ramah lingkungan
Fasilitas Olahraga Mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya
Willy Ivan Juanda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1685.637 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas olahraga dengan fasilitas pendukung berupa area kegiatan mahasiswa dan retail. Didukung dengan lokasi tapak yang berada dekat dengan area kampus Petra, menyebabkan pemilihan tapak sangat mendukung kegiatan kampus Petra seperti yang diharapkan. Proyek ini terdiri dari fasilitas retail, multicourt, badminton court, auditorium, kantor pengelola, gallery indoor & outdoor, restaurant & café, dan area berkumpul mahasiswa baik indoor maupun outdoor. Beberapa ciri fisik Universitas Kristen Petra yang khas ditampilkan untuk memberikan keunikan tersendiri bagi proyek ini. Masalah desain adalah menciptakan desain fasilitas olahraga yang dapat mencerminkan karakter Universitas Kristen Petra. Untuk dapat menjawab masalah desain tersebut maka penulis menggunakan pendekatan sains green architecture dan pendalaman struktur,
Fasilitas Pengembangan Kreativitas Anak di Surabaya
Maria Mareta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK“Fasilitas Pengembangan Kreativitas Anak di Surabaya” inimerupakan fasilitas yang bertujuan untuk menunjangproses pendidikan dan pengembangan kreativitas anak,khususnya yang berusia 3 –14 tahun. Proyek ini bekerjasama dengan sekolah-sekolah swasta dimana ia menjadisalah satu program ekstrakurikuler sekolah. Proyek yangterletak di perumahan Pakuwon City ini menggunakanpendekatan perilaku anak sehingga fungsi di dalam proyekini dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.Pendalaman Karakter ruang dipilih untuk membantumemaksimalkan kreativitas anak di dalam proyek.Kata Kunci : Kreativitas, Anak, usia 3 – 14 tahun , Surabaya
Galeri Layang-layang di Bali
Yansen Prasetijo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1189.985 KB)
GaGaleri Layang-layang di Bali merupakan fasilitas yang memperkenalkan sejarah, perkembangan, dan jenis-jenis layang-layang baik layang-layang dalam negeri maupun luar negeri kepada masyarakat.Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang diminati oleh turis domestik maupun turis mancanegara. Selain untuk berlibur, para turis biasanya juga datang ke Bali untuk melihat kebudayaan yang ada di Bali, serta berbagai macam kesenian yang ada di Bali. Salah satunya adalah festival layang-layang yang diadakan di beberapa daerah di Bali setiap tahunnya. Galeri layang-layang akan menjadi salah satu ikon sekaligus wadah untuk mewadahi para pecinta layang-layang dan para turis yang ingin mengetahui lebih banyak tentang layang-layang. Untuk menarik perhatian para pecinta layang-layang dan turis yang penasaran, galeri ini menggunakan bentuk yang modern dengan unsur-unsur tradisional yang mendukung bangunan tersebut. Galeri akan dilengkapi fasilitas publik, yaitu multifunction hall, cafe n lounge, workshop untuk pengunjung dan binaan, retail, dan lapangan untuk bermain layang-layang, agar menjadi tempat pariwisata yang nyaman dan akrab bagi masyarakat. Pendekatan simbolik digunakan untuk menampilkan citra dari layang-layang itu sendiri pada bentuk bangunan sehingga masyarakat dapat lebih mengenal layang-layang melalui arsitektur. Tidak hanya melalui bentuk bangunan, citra dari layang-layang juga diperkenalkan melalui struktur yang menopang bangunan agar dapat berdiri, sehingga pendalaman yang dipilih adalah pendalaman struktur.
Fasilitas Pameran & Komunitas Rajut Surabaya
Jesse Tania Tania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.257 KB)
Desain Fasilitas Pameran & Komunitas RajutSurabaya ini didasari oleh ketertarikan terhadap kemajuanseni rajut yang terus berkembang. Kemajuan ini tumbuhpesat dengan didukungnya kemajuan teknologi dan internetsehingga dapat dikenal dan diakses dengan mudah olehsemua orang. Namun perkembangan ini mengalamistagnasi, tidak ada regenerasi dari para pecinta seni rajutsehingga seni ini mulai ditinggalkan kembali. Dari latarbelakang ini didapatkan bahwa masalah desain yangterutama adalah bagaimana menonjolkan ciri khas atauidentitas rajut yang menarik dan menyenangkan. Untukmencermati penyelesaian kebutuhan identitas rajut, makadigunakan pendekatan arsitektur simbolik dan pendalamankarakter ruang.Keunggulan proyek ini terletak pada konsep ruangyang mengikat, dimana ruang harus memiliki ciri khas ruangtetapi tetap berhubungan satu dengan yang lain. Dapatdikatakan tiap ruang akan memiliki keunikannya masingmasingtetapi memiliki elemen-elemen pemersatu.Pengunjung akan dapat menikmati perjalanan wisata sambilbelajar melalui penglihatan, sentuhan, dan juga dapatberiteraksi langsung dengan seni rajut tersebut.
GALERI DAN SANGGAR ANGKLUNG DI SURABAYA
Dessy Natalia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (650.879 KB)
Galeri dan Sanggar Angklung di Surabaya ini merupakan salah satu fasilitas wisata yang mewadahi kegiatan masyarakat sehubungan dengan pengenalan dan permainan dari salah satu alat musik khas indonesia, yaitu Angklung. Pengadaan fasilitas ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan musik angklung. Serta terdapat pula fasilitas gedung pertunjukkan dimana para pengunjung dapat langsung menikmati alunan dari musik angklung. Hal ini didukung pula dengan pengesahan yang telah dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2010 terhadap angklung yang diakui sebagai salah satu alat musik asli dari Indonesia. Angklung juga dikenal sebagai alat musik yang sudah universal di indonesia, sehingga dengan keberadaan fasilitas ini di Surabaya dapat mendukung minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak Surabaya terhadap Angklung serta mendukung eksistensi dari Sanggar Alang-Alang yang telah mempelajari dan memainkan angklung terlebih dahulu dimana letaknya berada di dekat site. Agar kegiatan yang terjadi di dalam fasilitas ini dapat berjalan dengan baik, maka digunakan pendekatan arsitektur perilaku yang dikombinasi dengan pendekatan akustik. Pendekatan tersebut digunakan agar nilai-nilai kebersamaan yang dimiliki oleh angklung dapat dirasakan dan tersampaikan dengan baik kepada pengguna fasilitas melalui elemen arsitektural. Agar perilaku kebersamaan tersebut dapat terwujud dengan baik, didukung pula dengan akustik, dimana angklung tidak pernah lepas dengan sistem akustiknya. Untuk pendalaman yang digunakan adalah pendalaman akustik yang lebih mendalami mengenai material untuk mendukung sistem akustik yang baik serta pemaksimalan penggunaan material bambu.